Anda di halaman 1dari 33

MESIN BUBUT

Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk


memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan
benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja
kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan
sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak
potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan. Dengan
mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat
maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal
ini dapat

dilakukan dengan jalan menukar

roda gigi translasi

yang

menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.


Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan
pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi
besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda
gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk
konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

Gambar mesin bubut.

Gambar mesin bubut.

PRINSIP KERJA PADA MESIN BUBUT


Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya
dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang
digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan
putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari
pahat disebut gerak umpan.

Gambar. Proses pengerjaan pembubutan.


Benda kerja di cekan dengan poros spindel dengan bantuan chuck yang
memiliki rahang pada salah satu ujungnya. Poros spindel akan memutar benda
kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel.
Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir.
Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada
eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan
yang berbentuk ulir.

BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN BUBUT

1. Sumbu Utama (Main Spindle)


Sumbu utama atau dikenal dengan main spindle merupakan suatu sumbu
utama mesin bubut yang berfungsi sebagai dudukan chuck (cekam), plat
pembawa, kolet, senter tetap dan lain-lain.
(Gambar 19 a) adalah sebuah sumbu utama mesin bubut yang terpasang
sebuah chuck atau cekam diamana didalamnya terdapat susunan roda gigi yang
dapat digesergeser melalui handel/tuas untuk mengatur putaran mesin sesuai
kebutuhan pembubutan.
(Gambar 19 b) adalah jenis lain sumbu utama mesin bubut yang ujungnya
sedang terpasang sebuah senter tetap (G), yang berfungsi sebagai tempat dudukan
benda kerja pada saat pembubutan dintara dua senter.
Putaran yang dihasilkan ada dua macam yaitu putaran cepat dan putaran
lambat.

Gambar 19 A .Sumbu utama mesin bubut yang terpasang sebuah chuck

Gambar 19 B . sumbu utama mesin bubut yang ujungnya sedang terpasang sebuah senter tetap (G)

2. Meja Mesin (bed)


Meja mesin bubut ( Gambar 20) berfungsi sebagai tempat dudukan kepala
lepas, eretan, penyangga diam (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya
pemakanan waktu pembubutan.
Bentuk alas ini bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang salah satu atau
kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu.

Gambar 20 . MEJA MESIN (BED)

3. Eretan (carriage)
Eretan (Gambar 21) terdiri atas eretan memanjang (longitudinal carriage)
yang bergerak sepanjang alas mesin, eretan melintang (cross carriage) yang
bergerak melintang alas mesin dan eretan atas (top carriage), yang bergerak sesuai
dengan posisi penyetelan d atas eretan melintang. Kegunaan eretan ini adalah
untuk memberikan pemakanan yang besarnya dapat diatur menurut kehendak
operator yang dapat terukur dengan ketelitian tertentu yang terdapat pada roda
pemutarnya.

Gambar 21. Eretan

4.

Kepala Lepas (tail stock)


Kepala lepas sebagaimana (Gambar 22) digunakan untuk dudukan senter

putar sebagai pendukung benda kerja pada saat pembubutan, dudukan bor tangkai
tirus dan cekam bor sebagai menjepit bor.
Kepala lepas ini terdiri dari terdapat dua bagian yaitu alas dan badan.

Gambar 22. Kepala lepas (tail stock)

5. Tuas Pengatur Kecepatan Transporter dan Sumbu Pembawa


Tuas pengatur kecepatan (A) pada gambar 23, digunakan untuk mengatur
kecepatan poros transporter dan sumbu pembawa. Ada dua pilihan kecepatan yaitu
kecepatan tinggi dan kecepatan rendah. Kecepatan tinggi digunakan untuk
pengerjaan benda-benda berdiameter kecil dan pengerjaan penyelesaian
sedangkan kecepatan rendah digunakan untuk pengerjaan pengasaran, ulir, alur,
mengkartel dan pemotongan (cut off).

Gambar 23. Tuas Pengatur Kecepatan Transporter dan Sumbu Pembawa

6. Pelat tabel
Pelat tabel (B) pada gambar 24, adalah tabel besarnya kecepatan yang
ditempel pd mesin bubut yg menyatakan besaran perubahan antara hubungan
roda-roda gigi di dalam kotak roda gigi ataupun terhadap roda pulley di dalam
kepala tetap (headstock).
Tabel ini sangat berguna untuk pedoman dalam pengerjaan sehingga dapat dipilih
kecepatan yang sesuai dengan besar kecilnya diameter
benda kerja atau menurut jenis pahat dan bahan yang dikerjakan.
7. Tuas pengubah pembalik transporter dan sumbu pembawa
Tuas pembalik putaran (C) pada gambar 24, digunakan untuk
membalikkan arah putaran sumbu utama, hal ini diperlukan bilamana hendak
melakukan pengerjaan penguliran, pengkartelan, ataupun membubut permukaan.

Gambar 24 . Tuas pengubah pembalik transporter dan sumbu pembawa

8. Plat Tabel Kecepatan Sumbu Utama


Plat tabel kecepatan sumbu utama (E) pada Gambar 25, menunjukkan
angka-angka besaran kecepatan sumbu utama yang dapat dipilih sesuai dengan
pekerjaan pembubutan.

Gambar 25. Plat Tabel Kecepatan Sumbu Utama

9. Tuas-Tuas Pengatur Kecepatan Sumbu Utama


Tuas pengatur kecepatan sumbu utama (Gambar 26) berfungsi untuk
mengatur kecepatan putaran mesin sesuai hasil dari perhitungan atau pembacaan
dari tabel putaran.

Gambar 26. Tuas-Tuas Pengatur Kecepatan Sumbu Utama

10. Penjepit Pahat (Tools Post)


Penjepit pahat digunakan untuk menjepit atau memegang pahat, yang
bentuknya ada beberapa macam diantaranya seperti ditunjukkan pada gambar 27.
Jenis ini sangat praktis dan dapat menjepit pahat 4 (empat) buah sekaligus
sehingga dalam suatu pengerjaan bila memerlukan 4 (empat) macam pahat dapat
dipasang dan disetel sekaligus.

Gambar 27. Penjepit Pahat (Tools Post)

11. Eretan Atas


Eretan atas sebagaimana gambar 28, berfungsi sebagai dudukan penjepit
pahat yang sekaligus berfungsi untuk mengatur
besaran majunya pahat pada proses pembubutan ulir, alur, tirus, champer (pingul)
dan lain-lain yang ketelitiannya bisa mencapai 0,01 mm.

Gambar 28. Eretan Atas

12. Keran pendingin


Keran pendingin digunakan untuk menyalurkan pendingin
(collant) kepada benda kerja yang sedang dibubut dengan tujuan untuk
mendinginkan pahat pada waktu penyayatan sehingga dapat menjaga pahat tetap
tajam dan panjang umurnya. Hasil bubutannyapun halus.

Gambar 29. Keran pendingin

13. Roda Pemutar


Roda pemutar yang terdapat pada kepala lepas digunakan untuk
menggerakkan poros kepala lepas maju ataupun mundur. Berapa panjang yang
ditempuh ketika maju atau mundur dapat diukur dengan membaca cincin berskala
(dial) yang ada pada roda pemutar tersebut. Pergerakkan ini diperlukan ketika
hendak melakukan pengeboran untuk mengetahui atau mengukur seberapa dalam
mata bor harus dimasukkan.
14. Transporter dan Sumbu pembawa
Transporter atau poros transporter adalah poros berulir segi empat atau
trapesium yang biasanya memiliki kisar 6 mm, digunakan untuk membawa eretan
pada waktu kerja otomatis, misalnya waktu membubut ulir, alur dan atau
pekerjaan pembubutan lainnya. Sedangkan sumbu pembawa atau poros pembawa
adalah poros yang selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya
eretan.

Gambar 30. Transporter dan Sumbu pembawa

15. Tuas Penghubung


Tuas penghubung sebagaimana digunakan untuk menghubungkan roda
gigi yang terdapat pada eretan dengan poros transpoter sehingga eretan akan dapat
berjalan secara otomatis sepanjang alas mesin. Tuas penghubung ini mempunyai
dua kedudukan. Kedudukan di atas berarti membalik arah gerak putaran (arah
putaran berlawanan jarum jam) dan posisi ke bawah berarti
gerak putaran searah jarum jam.
16. Eretan Lintang
Eretan lintang sebagaimana ditunjukkan pada berfungsi untuk
menggerakkan pahat melintang alas mesin atau arah ke depan
atau ke belakang posisi operator yaitu dalam pemakanan benda kerja. Pada roda
eretan ini juga terdapat dial pengukur untuk mengetahui berapa panjang langkah
gerakan maju atau mundurnya pahat.

10

FUNGSI MESIN BUBUT

Fungsi utama mesin bubut konvensional adalah untuk membuat/


memproduksi benda-benda berpenampang silindris, misalnya poros lurus
(Gambar 1), poros bertingkat (step shaft) (Gambar 2), poros tirus (cone shaft)
(Gambar 3), poros beralur (groove shaft) dan poros berulir (screw thread)
(Gambar 4) dan berbagai bentuk bidang permukaan silindris lainnya misalnya
anak buah catur (raja, ratu, pion dll).
1. membuat poros lurus

2. membuat poros bertingkat (step shaft)

11

3. poros tirus (cone shaft)

4. poros beralur (groove shaft) dan poros berulir (screw thread)

12

JENIS-JENIS MESIN BUBUT DARI SEGI DIMENSI

Dilihat dari segi dimensinya, mesin bubut konvensional dibagi dalam


beberapa kategori, yaitu : mesin bubut ringan, mesin bubut sedang, mesin bubut
standar, dan mesin bubut berat. Mesin bubut berat digunakan untuk pembuatan
benda kerja yang berdimensi besar, terbagi atas mesin bubut beralas panjang,
mesin bubut lantai, mesin bubut tegak.
1. Mesin Bubut Ringan
Mesin bubut ringan (Gambar 5) dapat diletakan di atas meja, dan mudah
dipindahkan sesuai dengan kebutuhan, Benda kerjanya berdimensi kecil (mini).
Jenis ini umumnya digunakan untuk membubut benda-benda kecil dan biasanya
dipergunakan untuk industri rumah tangga (home industri). Panjangnya mesin
umumnya tidak lebih dari,1200 mm, dan karena bebanya ringan dapat diangkat
oleh satu orang.

Gambar 5: Mesin bubut ringan

2. Mesin Bubut Sedang


Jenis mesin bubut sedang (Gambar 6 ) dapat membubut diameter benda
kerja sampai dengan 200 mm dan panjang sampai dengan 100 mm cocok untuk

13

industri kecil atau bengkel-bengkel perawatan dan pembuatan komponen.


Umumnya digunakan pada 230 dunia pendidikan atau pusat pelatihan, karena
harganya terjangkau dan mudah dioperasikan.

Gambar 6: Mesin bubut sedang

3. Mesin Bubut Standar


Jenis mesin bubut standar (Gambar 7) disebut sebagai mesin bubut standar
karena disamping memiliki komponen seperti pada mesin ringan dan sedang juga
telah dilengkapi berbagai kelengkapan tambahan yaitu keran pendingin, lampu
kerja, bak penampung beram dan rem untuk menghentikan mesin dalam keadaan
darurat.

Gambar 7: Mesin bubut standar

14

ALAT KELENGKAPAN MESIN BUBUT

1. Chuck (Cekam)
Cekam adalah sebuah alat yang digunakan untuk menjepit benda kerja.
Jenisnya ada yang berahang tiga sepusat (Self centering Chuck) dan ada juga yang
berahang tiga dan empat tidak sepusat (Independenc Chuck).
Cekam rahang tiga sepusat, digunakan untuk benda-benda silindris,
dimana gerakan rahang bersama-sama pada saat dikencangkan atau
dibuka.
rahang tiga dan empat tidak sepusat, setiap rahang dapat bergerak sendiri
tanpa diikuti oleh rahang yang lain, maka jenis ini biasanya untuk
mencekam benda-benda yang tidak silindris atau digunakan pada saat
pembubutan eksentrik.
2. Plat Pembawa
Plat pembawa ini berbentuk bulat pipih digunakan untuk memutar
pembawa sehingga benda kerja yang terpasang padanya akan ikut berputar dengan
poros mesin, permukaannya ada yang beralur , dan ada yang hanya berlubang.
3. Pembawa
Pembawa ada 2 (dua) jenis, yaitu pembawa berujung lurus dan pembawa
berujung bengkok. Pembawa berujung lurus digunakan berpasangan dengan plat
pembawa rata sedangkan pembawa berujung bengkok dipergunakan dengan plat
pembawa beralur.
Caranya adalah benda kerja dimasukkan ke dalam lubang pembawa,
terbatas dengan besarnya lubang pembawa kemudian dijepit dengan baut yang ada
pada pembawa tersebut, sehingga akan dapat berputar bersamasama dengan

15

sumbu utama. Hal ini digunakan bilamana dikehendaki membubut menggunakan


dua buah senter.
4. Penyangga
Penyangga ada dua macam yaitu penyangga tetap (steady rest), dan
penyang jalan (follower rest). Penyangga ini digunakan untuk membubut bendabenda yang panjang, karena benda kerja yang panjang apabila tidak dibantu
penyangga maka hasil pembubutan akan menjadi berpenampang elip/oval, tidak
silindris dan tidak rata.
5. Kolet (Collet)
Kolet digunakan untuk menjepit benda silindris yang sudah halus dan
biasanya berdiameter kecil. Bentuknya bulat panjang dengan leher tirus dan
berlubang, ujungnya berulir dan kepalanya dibelah menjadi tiga.
Kolet mempunyai ukuran yang ditunjukkan pada bagian mukanya yang
menyatakan besarnya diameter benda yang dapat dicekam. Misalnya kolet
berukuran 8 mm, berarti kolet ini dipergunakan untuk menjepit benda kerja
berukuran 8 mm.
6. Senter
Senter terbuat dari baja yang dikeraskan dan digunakan untuk mendukung
benda kerja yang akan dibubut. Ada dua jenis senter yaitu senter mati (tetap) dan
senter putar. Pada umumnya senter putar pemasangannya pada ujung kepala lepas
dan senter tetap pemasangannyapada sumbu utama mesin (main spindle).
Bagian senter yang mendukung benda kerja mempunyai sudut 60, dan
dinamakan senter putar karena pada saat benda kerjanya berputar senternyapun
ikut berputar. Berlainan dengan senter mati (tetap) untuk penggunaan pembubutan
dantara dua senter, benda tersebut hanya ikut berputar bersama mesin namun
ujungnya tidak terjadi gesekan dengan ujung benda kerja yang sudah diberi
lubang senter.

16

7. Taper Attachment (Kelengkapan tirus)


Alat ini digunakan untuk membubut tirus. Selain menggunakan alat ini
membubut tirus juga dapat dilakukan dengan cara menggeser kedudukan kepala
lepas ataupun menggunakan eretan atas.

PROSES PENGERJAAN PADA MESIN BUBUT

1. Membubut Muka
Membubut permukaan hendaklah diperhatikan beberapa hal berikut ini :
a)

jangan terlalu panjang keluar benda kerja terikat pada cekam

b)

pahat harus setinggi senter

c)

gerakan pahat maju mulai dari sumbu benda kerja dengan putaran benda
kerja searah jarum jam atau gerakan pahat maju menuju sumbu benda kerja
dengan putaran benda kerja berlawanan arah jarum jam (putaran mesin
harus berlawanan dengan arah mata sayat alat potong).

2. Membubut Rata
Pekerjaan membubut rata untuk jenis pekerjaan yang panjangnya relatif
pendek, dapat dilakukan dengan pencekaman langsung .
3. Membubut Tirus
Membubut tirus serupa dengan membubut rata hanya bedanya gerakan
pahat disetel mengikuti sudut tirus yang dikehendaki pada eretan atas, atau
penggeseran kepala lepas atau dengan alat bantu taper attachment (perlengakapan
tirus). Jenis pahatnyapun serupa yang digunakan dalam membubut rata.
Penyetelan peralatan eretan atas, atau penggeseran kepala lepas atau dengan alat
17

bantu taper attachment pada saat membubut tirus tergantung pada sudut ketirusan
benda kerja yang akan dikerjakan. Cara membuat tirus dibagi menjadi 3, yaitu :
a. Pembubutan Tirus Dengan Menggeser Eretan Atas
Cara ini digunakan apabila variasi sudut ketirusannya besar yakni antara 0-90
derajat dengan ketirusannya pendek, maksimum sepanjang gerakan eretan atas.
Pembubutan dengan cara ini tidak dapat dilakukan secara otomatis, tetapi
dengan cara memutar spindel eretan atas, sehingga pahat bergerak maju.
Pemutaran eretan atas, sebesar sudut ketirusan. Artinya jika sudut ketirusan
90 , maka eretan atas diputar sebesar 45 .
b. Pembubutan Tirus Dengan Menggeser Kepala Lepas
Cara ini dilakukan apabila variasi sudut ketirusan berkisar antara 0-30 derajat
dengan ketirusan yang melebihi panjang atau lebih pendek dari pergerakan
eretan atas. Pembubutan ini dapat dilakukan secara manual maupun secara
otomatis. Dalam operasinya, benda kerja dijepit diantara dua senter. Dengan
demikian, cekam diganti dengan pelat pembawa yang berfungsi untuk memutar
benda kerja dengan bantuan lathdog. Untuk menghasilkan ketirusan yang
sesuai, maka besar pergeseran kepala lepas dapat dihitung dengan persamaan:
-

Untuk sebagian panjang benda yang ditirus

Untuk seluruh panjang benda yang ditirus

Dimana:

x = Pergesaran kepala lepas (mm)


D = Diameter besar bagian tirus (mm)
d = Diameter kecil bagian tirus (mm)
L = Panjang seluruh benda kerja (jarak antara dua senter) (mm)
l = Panjang bagian tirus (mm)

18

c. Pembubutan Tirus Dengan Menggunakan Perlengkapan Tirus


Pembubutan ini dilakukan jika variasi sudut ketirusan yang akan dibuat berada
pada kisaran 0-60 derajat dengan panjang ketirusan melebihi jarak pergerakan
eretan atas
Besar kemiringan/pendakian dapat dihitung dengan rumus:
Dimana: D = diameter besar bagian tirus (mm)
d = diameter kecil bagian tirus (mm)
l = Panjang bagian tirus (mm)
4. Membubut Ulir
Mesin bubut dapat dipergunakan untuk membubut ulir luar/baut dan ulir
dalam/mur dan dari sisi bentuk juga dapat membuat ulir segitiga, segi empat,
trapesium dan lain-lain.
5. Membubut Dalam
Pekerjaan membubut dalam dilakukan biasanya setelah dilakukan
pengeboran atau sudah ada lubang terlebih dahulu, adi pembubutan dalam hanya
bersifat perluasan lubang atau membentuk bagian dalam benda. Untuk
mengetahui kedalaman yang dicapai maka pada saat awal mata pahat hendaknya
disetel pada posisi 0 dial ukur kepala lepas sehingga tidak setiap saat harus
mengukur kedalaman atau jarak tempuh pahatnya.
6. Mengebor
Sebelum dilakukan pengeboran benda kerja dibor senter terlebih dahulu.
Pada saat pengeboran besarnya putaran mengikuti besar kecilnya diameter mata
bor yang digunakan dan harus diberi pendinginan untuk menjaga mata bor tetap
awet dan hasilnya pengeboran bisa maksimal.

19

7. Membubut Alur (Memotong)


Pada pekerjaan memotong benda kerja, harus diperhatikan tinggi mata
pahat pemotongnya harus setinggi senter, bagian yang keluar dari penjepit pahat
harus pendek, kecepatan putaran mesin harus perlahan-lahan (kerja ganda), bagian
yang akan dipotong harus sedikit lebih lebar dibandingkan dengan lebar mata
pahatnya agar pahat tidak terjepit.
8. Mengkartel
Yaitu proses pembubutan luar (pembubutan slindris) yang bertujuan untuk
membuat profil pada permukaan benda kerja. Pahat yang digunakan adalah pahat
khusus (kartel).

ALAT POTONG PADA MESIN BUBUT

Yang dimaksud dengan alat potong adalah alat/pisau yang digunakan


untuk menyayat produk/benda kerja. Dalam pekerjaan pembubutan salah satu alat
potong yang sering digunakan adalah pahat bubut. Jenis bahan pahat bubut yang
banyak digunakan di industri-industri dan bengkel-bengkel antara lain baja
karbon, HSS, karbida, diamond dan ceramik.
1. Pahat Bubut Rata Kanan
Pahat bubut rata kanan memilki sudut baji 80 dan sudut-sudut bebas
lainnya sebagaimana gambar 31, pada umumnya digunakan untuk pembubutan
rata memanjang yang pemakanannya dimulai dari kanan ke arah kiri mendekati
posisi cekam.

20

2. Pahat Bubut Rata Kiri


Pahat bubut rata kiri memilki sudut baji 55 dan sudut-sudut bebas lainnya
sebagaimana Gambar 32, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata
memanjang yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi
kepala lepas.
3. Pahat Bubut Muka
Pahat bubut muka memilki sudut baji 55 dan sudut-sudut bebas lainnya
sebagaimana pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata permukaan benda
kerja (facing) yang pemakanannya dapat dimulai dari luar benda kerja ke arah
mendekati titik senter dan juga dapat dimulai dari titik senter ke arah luar benda
kerja tergantung arah putaran mesinnya.
4. Pahat Bubut Ulir
Pahat bubut ulir memilki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan
dibuat, sudut puncak 55 adalah untuk membuat ulir jenis whitwhort. Sedangkan
untuk pembuatan ulir jenis metrik sudut puncak pahat ulirnya dibuat 60. Gambar
34 menunjukkan besarnya sudut potong pahat ulir metrik.
5. Pahat Bubut Dalam
Tangkai pahat pada proses pembubutan juga sering menggunakan pahat
bubut dalam. Pahat jenis ini digunakan untuk membubut bagian dalam atau
memperbesar lubang yang sebelumnya telah dikerjakan dengan mata bor.
Bentuknya juga bermacam-macam dapat berupa pahat potong, pahat alur ataupun
pahat ulir, ada yang diikat pada tangkai pahat.Bentuknya ada yang khusus
sehingga tidak diperlukan tangkai pahat. Contoh pemakaian pahat bubut dalam
ketika memperbesar lubang dan membubut rata bagian dalam Pahat.
6. Pahat Potong
Pahat potong adalah jenis pahat potong yang menggunakan tangkai
digunakan untuk memotong benda kerja.
21

7. Pahat Bentuk
Pahat bentuk digunakan untuk membentuk permukaan benda kerja,
bentuknya sangat banyak dan dapat diasah sesuai bentuk yang dikehendaki
operatornya.
8. Bor Senter
Bor senter digunakan untuk membuat lubang senter diujung benda kerja
sebagai tempat kedudukan senter putar atau tetap yang kedalamannnya
disesuaikan dengan kebutuhan yaitu sekitar 1/3 2/3 dari panjang bagian yang
tirus pada bor senter tersebut. Pembuatan lubang senter pada benda kerja
diperlukan apabila memilki ukuran yang relatif panjang atau untuk mengawali
pekerjaan pengeboran.
9. Bor
Bor adalah alat untuk membuat lubang. Bentuknya bulat mempunyai alur
dan ukurannya berbeda-beda . Alurnya pun bermacam macam, alur lurus dan alur
spiral. Bor alur lurus biasa digunakan untuk membuat lubang pada logan yang
lunak seperti kuningan, tembaga dan sebagainya. Bor alur spiral biasa digunakan
untuk keras seperti besi, baja dll.
10. Reamer
Digunakan untuk melakukan proses penghalusan setelah dilakukan proes
pengeboran pada benda kerja. Reamer yang digunakan harus sesuai dengan
tinggkat kehalusan lubang yang diminta.
11. Kartel
Kartel adalah suatu alat yang digunakan untuk membuat alur-alur kecil
pada permukaan benda kerja. Hasil pengkartelan ada yang belah ketupat, dan ada
yang lurus tergantung gigi kartelnya.

22

KECEPATAN POTONG PADA MESIN BUBUT


Kecepatan putar benda kerja ditunjukkan pada suatu titik yang berputar
dalam satuan waktu. Jika benda kerja dengan garis tengah d 1 membuat 1 putaran
tiap menit, maka panjang tatal (beram) yang terpotong dalam 1 menit adalah
d x p = keliling. Jika benda kerja berputar lebih dari 1 putaran dalam 1 menit,
misalnya n putaran, maka panjang tatal yang terpotong dalam 1 menit adalah =
d x p x n. Panjang tatal ini diukur dalam satuan meter tiap menit dan disebut
dengan kecepatan potong. Makin besar garis tengah benda kerja, maka makin
panjang perbandingan tatal yang dibentuk. Kita liha, bahwa kecepatan potong itu
dipengaruhi langsung oleh besarnya garis tengah benda kerja dan banyaknya
putaran tiap menit. Banyaknya putaran tiap menit = r.p.m (rotasi per menit)
Pada gambar-gambar teknik, ukuran garis tengah itu dinyatakan dalam
mm, tetapi kecepatan potong dalam membubut dinyatakan dalam m/menit.
Olehnya itu kita harus membaginya dengan 1000 untuk memperoleh satuan meter.
maka putaran didapatkan dengan rumus : Kecepatan potong ini dipersiapkan
untuk pemotongan secara terus menerus selama 1 jam atau terputus-putus degnan
jumlah waktu 1 jam tanpa mempertajam (mengasah) pahat potongnya.
Waktu 1 jam ini relatif, karena kadang-kadang kurang, kadang-kadang
lebih dari 1 jam (secara praktis). Contoh : Bahan yang akan dikerjakan adalah
St.37 dengan kecepatan potong = 20-25 m/menit ; V = 20 m/menit, artinya bahan
ini dikerjakan dengan pahat potong HSS yang dipersiapkan untuk pemotongan
secara terus menerus selama 1 jam atau terputus-putus dengan jumlah waktu 1
jam, tanpa mengasah pahatnya kembali.
Semakin naik kecepatan potong (untuk bahan yang sama), maka semakin
berkurang umur pahatnya, dan semakin turun kecepatan potongnya maka semakin
bertambah umurnya tetapi permukaan benda kerja kasar (perhatikan grafik)
Perlu diingat :
Untuk mengerjakan benda kerja di mesin bubut, tidak hanya kecepatan potong
saja yang mempengaruhi, tetapi harus diperhatikan kecepatan pemakanan dan
sudut-sudut pahatnya harus tepat untuk bahan yang dikerjakan serta proses
pendinginannya (air pendingin).

23

Kecepatan potong dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :

ukuran bahan yang dikerjakan

ukuran bagian tatal yang terpotong (dalamnya pemotongan x kecepatan


pemakanan)

tingkat kehalusan yang diinginkan

bahan pahat yang digunakan

bentuk pahat

pencekaman/penjepitan benda kerja

macam dan keadaan mesin bubut


Gerakan-gerakan dalam membubut
1. Gerakan berputar
Kecepatan putar benda kerja digerakkan pada pahat, dan disebut
kecepatan potong.
2. Gerakan memanjang
Jika pemotongan itu arahnya sejajar dengan sumbu benda kerja, gerakan
ini disebut gerakan memanjang atau pemakanan.
3. Gerakan melintang
Jika pemotongan itu arahnya tegak lurus terhadap sumbu benda kerja,
maka disebut gerakan melintang atau pemotongan permukaan (facing).
PAHAT BUBUT DAN JENIS-NYA
Berdasarkan arah pemakanannya, pahat bubut terbagi atas :

- pahat kanan, bila pahat dipegang pada permukaannya menghadap pekerja dengan
ujung menunjuk ke bawah dan ujung potong berada di sebelah kanan atau
memotong dari arah kanan ke kiri
- pahat kiri, memotong dari arah kiri ke kanan

24

Berdasarkan bentuk dan penggunaannya, pahat bubut terbagi atas :


- pahat kasar
- pahat halus (penyelesaian)
- pahat sisi
- pahat potong
- pahat alur
- pahat ulir (ulir luar dan dalam)
Sudut-sudut pada pahat bubut :
1. Sudut-sudut pahat bubut
Sudut-sudut pahat bubut tergantung dari bahan benda kerja dan bahan
pahat itu sendiri. Pahat-pahat tersebut mungkin dibuat dari baja perkakas, baja
kecepatan tinggi atau carbide. Pahat yang terbuat dari baja kecepatan tinggi sangat
keras (liat) dan tahan panas sampai 600oC. Pahat jenis ini umum digunakan karena
dapat melayani hampir semua keperluan. Pahat-pahat bubut mempunyai kesamaan
patokan bentuk seperti pada pahat-pahat lainnya, misalnya pada bentuk bidang
baji.
2. Sudut-sudut pahat dari bahan baja kecepatan tinggi
Untuk kuningan, perunggu, bahan yang rapuh dan keras.
Untuk bahan lunak dan aluminium murni.
Untuk perunggu liat dan lunak
Untuk baja tuang yang berkualitas 34 - 50 kg/mm2
Untuk baja tuang yang berkualitas 50 - 70 kg/mm2
Untuk baja tuang yang berkualitas lebih dari 70 kg/mm 2, seperti kuningan merah
dan perunggu

25

3. Mengatur letak tinggi pahat bubut


Letak ujung sisi pemotong pahat harus disesuaikan tepat pada gerakan
sumbu benda kerja. Jika letak pahat di atas sumbu, maka garis sumbu dan sudut
tatal akan membuat sudut lebih besar dan sudut bebasnya berkurang.
Akibatnya pahat akan melentur dan sisi depan bagian bawah akan masuk lebih
dalam pada benda kerja. Jika letak pahat di bawah sumbu, maka besarnya sudut
antara garis sumbu dan sudut tatal akan berkurang, dan sudut bebasnya menjadi
besar. Kedudukan pahat yang demikian akan mengakibatkan benda kerja rusak
dan terangkat. Untuk menghindari getaran pada pahat, maka pahat harus diikat
sependek mungkin pada tempat pahat. Mengatur tinggi rendahnya pahat ialah
dengan keping baja yang berbentuk cekung. Kedudukan pahat harus rata, sejajar
dengan tempat pahat.
MENGATUR KETIRUSAN PADA MESIN BUBUT
Ketirusan
Ketirusan digunakan untuk bermacam-macam keguanaan di bengkel,
misalnya untuk pengikatan dan sealing. Pada penggunaan yang umum ketirusan
ini sudah dinormalisasikan.
Bentuk tirusnya dapat dibuat di mesin bubut dengan 3 perbedaan cara :
1. Membubut tirus dengan eretan atas
2. Membubut tirus dengan menggerakkan kepala lepas
3. Membubut tirus dengan perlengkapan pembubutan tirus
1. Mengatur eretan atas dengan skala derajat
Eretan atas harus diatur searah dengan arah ketirusan yang akan dibuat.
Eretan atas digerakkan dari posisi nol pada skala sampai menunjukkan setengah
dari sudut ketirusan (a/2) dan dikencangkan dengan baut.

26

2. Mengatur eretan atas dengan pemeriksa tirus


Pemeriksa tirus dapat digunakan sebagai bahan dasar pengaturan eretan
atas. Dial indicator ditempatkan pada ereta atas dan ujung dial disentuhkan pada
sepanjang sisi pemeriksa tirus. Pengaturan yang benar adalah bila dialnya tidak
menunjukkan perbedaan.
3. Mengatur sudut
Untuk operasi pembubutan, pengaturan sudutnya adalah sudut dari
kemiringan atau setengah dari sudut ketirusannya (a/2).
Sudut (a/2) adalah = tg (a/2) =

PROSES MEMBUBUT
Dasar-dasar membubut adalah sebagai berikut :
Pasang benda kerja pada cekam ( chuck ) cukup kuat, artinya tidak lepas
pada waktu mesin dihidupkan dan sedang melakukan penyayatan.
Periksa kedudukan benda kerja tersebut pada saat cekan diputar dengan
tangan, apakah posisinya sudah benar, artinya putaran benda tidak oleng/ simetris
dan periksa apakah ada bagian yang tertabrak yang membahayakan dan merusak
mesin.
Pasang/ setel kedudukan pahat bubut agar posisi ujung potong pahat tepat
pada titik center dari kepala lepas. Untuk mengatur possisi tersebut dapat
menggunakan ganjal dari plat tipis atau dengan menggunakan tempat pahat model
perahu (american tool post ), kemudian lanjutkan membubut benda kerja sesuai
dengan ukuran yang telah ditentukan.

27

Parameter pada proses bubut ada 5, yaitu :


Kecepatan potong, berhubungan dengan kecepatan putar dan diameter
awal. Persamaan kecepatan potong :
D

= Diameter

= Kecepatan Putar (rpm)


Gerak makan, diatur dengan tuas pemilih gerak makan. Arah gerak

makan bisa aksial (pada reduksi diameter dan pembuatan ulir) atau radial (pada
facing).
Kedalaman potong, tidak boleh terlalu dalam karena pemotongan yang
terlalu dalam akan menyebabkan pahat cepat rusak.
Waktu potong berhubungan dengan panjang pemesinan.
Panjang pemesinan menentukan waktu potong dengan persamaan.
T

= waktu potong (menit)

Fr

= feed rate (mm/menit)

= panjang pemesinan (mm)

Cara membubut ada beberapa macam antara lain:


Cara Membubut Tirus pada bagian-bagian mesin, selain poros dengan
bentuk rata memanjang atau bertingkat, ada juga poros berbentuk tirus.
Untuk membubut tirus dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama,
dengan menggeser kepala lepas, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Gambar 2.3 Membuat tirus dengan menggeser kepala lepas.
X=(D-d)/2 X L/l
Dimana :

x = Jarak geser kepala lepas dari garis sumbu spindle

D = Diameter terbesar
d = Diameter terkecil
L = Panjang benda kerja
l = Panjang yang ditiruskan

28

Cara kedua, dengan menggeserkan alas putar (swifel base) dengan menentukan
besarnya sudut.
Membuat tirus dengan cara menggeser alas putar (swifel base).
tgx=((D-d)/2)/l
Dimana

tg x = Tangen x

= Diameter terbesar

= Diameter terkecil

= Jarak yang ditentukan

Setelah diketahui tangen x, maka dapat dicari besarnya sudut x dengan melihat
daftar di bawah ini :
Xo Tg Xo Tg Xo Tg xo

tg

0.017

11 0.194

21

0.383

31

0.600

41

0.869

0.038

12

0.212

22

0.404

32

0.624

42

0.900

0.052

13

0.230

23

0.424

33

0.649

43

0.932

0.070

14

0.249

24

0.445

34

0.674

44

0.965

0.087

15

0.267

25

0.466

35

0.700

45

1.000

0.105

16

0.286

26

0.487

36

0.726

46

1.035

0.122

17

0.305

27

0.509

37

0.753

47

1.071

0.140

18

0.324

28

0.531

38

0.781

48

1.110

0.158

19

0.344

29

0.554

39

0.809

49

1.180

10

0.176

20

0.364

30

0.577

xo

40

Tabel Mencari besarnya sudut X.

29

tg

0.839

50

1.191

Cara Membubut Ulir


Cara membubut ulir segitiga adalah sebagai berikut :
Ulir segitiga ada 2 macam, yaitu :
+ Ulir metrik dengan sudut 60o
+ Ulirwhit worth ( WW ) dengan sudut 55 o
Maka pasanglah pahat bubut dengan sudut yang sesuai.Apabila pahatnya
belum tersedia, bentuklah pahat tersebut sesuai dengan sudut yang dibutuhkan.
Pasang pahat bubut pada tempat pahat. Atur kedudukan alas putar
sehingga membentuk sudut 90 o dengan garis sumbu spindel.
Setiap memulai pembubutan harus menggunakan lonceng,yaitu pada saat
akan memulai pembubutan, jarum dengan angka yang ditentukan harus tepat
bertemu, langsung handle otomatis dijalankan, bila sampai pada akhir ulir, handle
otomatis dilepas. Hal ini dikerjakan berulang-ulang.

KONTROL UTAMA PADA MESIN BUBUT

30

Kontrol utama mesin bubut berupa :


1. Spindle Change Switch
2. Spindle Change Lever A
3. Spindle Change Lever B
No 1,2,3 digunakan untuk merubah kecepatan putar (mrngatur kecepatan
pada speed Gear Box). Pengaturan kecepatan dilakukan dengan merubah
posisi handle-handlenya.
4. Left and Right Thread Change Lever
pada proses pembuatan ulir, yaitu untuk mengatur pembuatan ulir kanan atau
kiri.
5. Pitch and Feed Selector Lever
6. Pitch and Feed Selector Lever
7. Main Switch
Saklar utama untuk menghidupkan atau mematikan mesin bubut.
8. Coolant Pump Switch
Untuk menghidupkan pompa cooling oil.
9. Spindle Forward-Stop-Reserve Lever
Berfungsi untuk merubah putaran dari feed rod.
10. Compound Rest Feed Lever
Untuk menggerakkan compound rest tanpa menggerakkan carriage.
11. Carriage Longitudinal Feed Handwheel
Engkol yang berfungsi untuk menggerakkan carriage secara manual dalam
arah longitudinal.
12. Split Nut Lever
Menggerakkan split nut yang nantinya akan memutar lead screw.
13. Saddle Lock Screw
Mengunci saddle agar tidak bergerak dan dalam keadaan stabil.
14. Longitudinal and Crosws Power Feed Lever
Menjalankan pembubutan otomatis dan dapat menggerakkan carriage dalam
arah longitudinal maupun melintang.
15. Tailstock Set Over Screw
Untuk menyetel kedudukan tailstock yang biasanya dilakukan pada
pembubutan tirus.
16. Tailstock Quick Transverse Handwheel
Menggerakkan ujung dari tailstock biasanya dilakukan pada pembubutan tirus.
17. Tailstock Eccentric Locking Lever
18. Tailstock Quil Clamping Lever
31

19. Tailstock Locking Nut


No. 17,18,19 pada prinsipnya digunakan untuk mengunci kedudukan tailstock.
20. Cross Slide Handwheel
Digunakan untuk menggerakkan carriage dalam arah melintang secara manual.
LANGKAH KERJA DALAM MEMBUBUT
Berikut langkah kerja dalam proses membubut :
1. Persiapan sebelum membubut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Periksa dan persiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan.


Pasang pahat yang akan digunakan pada tool post, posisikan tepat pada center.
Ukur dimensi benda kerja sebelum dibubut.
Pasang benda kerja pada chuck dengan bantuankunci chuck dan disenterkan.
Pilih kecepatan putar spindle yang sesuai dengan benda kerja.
Nyalakan mesin bubut.
Tentukan titik nol dengan menyinggungkan pahat pada benda kerja hingga benda

kerja tergores sedikit.


8. Kerjakan apa yang harus dibubut terlebih dahulu (pilih bagian yang paling mudah
dahulu).
9. Lakukan proses membubut sesuai gambar benda kerja yang direncanakan.
2. Selama proses pembubutan :
1. Ratakan ujung benda kerja.
2. Matikan mesin saat hendak mengganti kecepan atau mengganti posisi pahat.
3. Untuk awal pembubutan lakukan secara manual untuk menghemat waktu dan saat
telah mendekati dimensi yang diinginkan lakukan pembubutan secara otomatis
untuk hasil yang benda kerja halus.

3. Setelah proses pembubutan :


1. Matikan mesin bubut.
2. Lepaskan benda kerja dari chuck.
3. Bersihkan mesin dari sayatan-sayatan besi bekas proses bubutan.

32

4. Berikan penomoran pada hasil benda kerja dan kumpulkan ke dosen


pembimbing..
5. Bereskan alat-alat yang telah digunakan pada proses membubut.

33