Anda di halaman 1dari 8

TUGAS JURNAL

INDUSTRI FARMASI

LEVLOCIN
(Levofloxacin 250 mg )
Tablet

OLEH:
DIAN FITRI ANANDA, S.Farm
1541012008

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015

LEVLOCIN
Levofloxacin 250 mg
Tablet

I.

Alasan pemilihan bentuk sediaan


Stabil dalam penyimpanan
Mudah diproduksi dalam skala besar
Dapat di absorbsi dengan baik melalui oral di saluran gastrointestinal
Ketersediaan hayati atau bioavaibilitasnya 95%
Lebih ekonomis

II.

Tinjauan Kimia Farmasi


II.1Monografi

Rumus Molekul
Sinonim

: C18H20FN3O4
: Levofloksasiini; Levofloksasin; Lvofloxacine; Levofloxacino;
Levofloxacinum; S-()Ofloxacin; RWJ-25213. ()-(S)-9-Fluoro2,3-dihydro-3-methyl-10-(4methyl-1-piperazinyl)-7-oxo-7Hpyrido[1,2,3-de]-1,4benzoxazine-6-carboxylic acid.

Pemerian

: serbuk kristal berwarna putih kekuningan

Kelarutan
: larut dalam cairan NaOH
pH
:
Bobot Jenis
: 361.4
Penyimpanan
: simpan pada wadah tertutup rapat dan suhu ruangan
II.2Identifikasi dan Analisa Obat dalam Sediaan
III.

Tinjauan Farmakologi
III.1
Farmakokinetik (Levofloxacin)
- Absorbsi

Levofloxacin diabsorbsi secara cepat dan bioavailabilitas 99% setelah


-

pemberian oral dengan durasi 1-2 jam


Distribusi
Levofloxacin terdistribusi dengan konsentrasi tinggi ke banyak jaringan tubuh
termasuk ke mucus bronchial, paru-paru, prostat, ASI, dan saliva, tetapi

penetrasinya ke CSF (cerebrospinal fluid) tergolong rendah (15%).


Metabolisme
Ikatan protein plasma 30 40%. Hanya sedikit jumlahnya yang

dimetabolisme menjadi metabolit inaktifnya


Ekskresi
Waktu paruh 6 8 jam, akan lebih panjang pada pasien gangguan ginjal.
Eksresinya dalam bentuk yang tidak berubah paling banyak melalui urin
hanya 5% sebagai metabolit. Tidak dapat dibersihkan dengan hemodialisis

III.2
-

ataupun peritoneal dialysis.


Farmakodinamik (Levofloxacin)
Indikasi
Levofloxacin diindikasikan untuk dewasa (>18 tahun) dengan infeksi yang
disebabkan oleh susceptible strain dengan kondisi berikut ini : sinusitis
maksilaris akut, eksaserbasi akut bronkitis kronik, Community Acquired
Pneumonia (CAP), (termasuk Penicillin resistant Streptococcus pneumonia
strains), infeksi terkomplikasi pada kulit, struktur kulit dan jaringan lunak
yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap levofloxacin,
infeksi saluran kemih terkomplikasi, termasuk pyelonefritis akut.

Mekanisme kerja
Levofloxacin adalah isomer optik S(-) ofloxacin yang memiliki spektrum anti
bakteri luas. Levofloxacin efektif untuk bakteri gram positif dan gram negatif
(termasuk anaerob) dan bakteri atipikal Chlamydia pneumonia dan

Mycoplasma pneumonia. Efek bakterisidal levofloxacin berada pada


konsentrasi sebanding atau lebih besar dari konsentrasi penghambatannya.
Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat DNA-gyrase, yaitu suatu
topoisomerase tipe-II sehingga menghambat replikasi dan transkripsi DNA
-

bakteri.
Dosis
Dosis untuk pemberian infus intravena yaitu larutan 5 mg/mL selama 30-90
menit untuk terapi pengobatan infeksi termasuk tuberkolosis.
Dosis untuk pemberian oral yaitu untuk terapi pengobatan sinusitis akut
dengan dosis 500 mg sehari selama 10-14 hari; exacerbasi bronchitis kronik
250-500 mg sehari selama 7-14 hari; infeksi saluran urine yaitu 250 mg sehari
selama 7-10 hari ( dan 3 hari untuk infeksi tanpa komplikasi); prostatitis
kronik yaitu dosis 500 mg sehari selama 28 hari dan infeksi jaringan lunak

dan kulit 250 mg sehari atau 500 mg 1-2 kali sehari selama 7-14 hari.
Efek Samping
Menghasilkan gas dalam perut(flatulens), konstipasi, (jarang terjadi)
takikardia, (sangat jarang terjadi) pneumonia dan hipoglikemia. Juga
dilaporkan rhabdomiolisis dan berpotensial menyerang seumur hidup terhadap

kerusakan hati.
Kontraindikasi
o Pada pasien hipersensitivitas terhadap levofloxacin atau golongan
quinolon lainnya
o Pada pasien epilepsy
o Pada pasien yang memiliki gangguan tendon yang berkaitan pada
penggunaan fluoroquinolon
o Pada pasien hamil
o Pasien menyusui

IV.

Tinjauan Formulasi

IV.1
Preformulasi
a. Levofloxacin
Pemerian
Kelarutan
pH
Penyimpanan
Khasiat

: serbuk kristal berwarna putih kekuningan


: larut dalam cairan NaOH
:
: simpan pada wadah tertutup rapat dan suhu ruangan
: merupakan golongan antibakteri untuk terapi pengobatan
Infeksi saluran kemih, bronchitis kronik dan prostatitis
kronik

b. Lactose monohydrate
Pemerian
Kelarutan

: serbuk atau kristal putih , tidak berbau dan sedikit manis.


: praktis tidak larut dalam kloroform, ethanol dan eter;
mudah larut dalam air.

pH
Penyimpanan
Khasiat
c. PVP K 30
Pemerian
Kelarutan

:
: simpan pada tempat yang sejuk dan kering
: sebagai pengisi dan pengikat dari tablet
: serbuk putih, tidak berbau, higroskopis
: larut dalam etanol, methanol; praktis tidak larut dalam

eter dan minyak mineral


pH
:
Penyimpanan
: simpan dalam wadah kedap udara
Khasiat
: sebagai pengikat tablet (0.5-5%)
d. Avicel PH 200
Pemerian
: Serbuk putih, tidak berbau, tidak berasa.
Kelarutan
: Mudah larut dalam NaOH 5%, praktis tidak larut
dalam air, HCl encer, dan hampir semua pelarut
organik.
pH
:
Penyimpanan
:
Khasiat
: Adsorben: 20-90%, diluent: 20-90%, desintegrant:
5-15%.
e. Croscarmellase sodium
Pemerian
: serbuk putih, tidak berbau
Kelarutan
: 1-10% ( mudah larut)
pH
: 5-7
Penyimpanan
: dapat disimpan ditempat yang sejuk dan kering.

Khasiat
f. Mg stearat
Pemerian

: sebagai disintegran pada tablet dengan range 0,5-5%


: Serbuk putih endapan atau hasil gilingan, tidak
berasa dan BJ nya rendah (ringan), sedikit
berbau

khas.
Kelarutan
pH
Penyimpanan
Khasiat

dan berasa tetapi bau dan rasanya


: Tidak larut air, alkohol dan eter.
:
: Dalam wadah tetutup baik dan kering.
: Sebagai lubricant atau pelincir dengan konsentrasi 0,25%

dan 5,0% b/b


g. Talcum
Pemerian
berbau
Kelarutan
organic dan air
pH
Penyimpanan
Khasiat
h. Carb-o-sil
Pemerian
Kelarutan
pH
Penyimpanan
Khasiat

serbuk halus, berwarna utih-putih keabu-abuan, tidak

: praktis tidak larut dalam asam lemah dan basa, pelarut


: 7-10 dalam disperse larutan 20%b/v
:
: diluents atau pengisi tablet dan pelincir
:
:
:
:
:

IV.2
Formula Standar
Tiap tablet mengandung:
IV.3
Sediaan/ Formula yang Beredar
Lefos
(Guardian pharmatama)
Komposisi
: Levofloxacin 500 mg (tablet salut selaput)
Indikasi
: bronchitis kronik ekseserbasi bakteri akut, pneumonia yang
didapt dari masyarakat, sinusitis, infeksi saluran kemih dengan komplikasi.

Efek Samping

: mual, muntah, anoreksia, cemas, konstipasi, pruritus, nyeri

abdomen, kembung, diare, tremor dan gangguan tidur.


Levocin
Komposisi
Indikasi

( Sanbe farma)
: Levofloxacin 500 mg.
: Sinusitis maksilaris akut, eksaserbasi akut bronchitis kronik,

infeksi saluran kemih dengan komplikasi


Efek Samping : syok, gejala anafilatik, toksik, epidermal, colitis parah dan
rabdomiolisis.
IV.4

Formula yang direncanakan

IV.5
Alasan Pemilihan Bahan
a. Levofloxacin
Digunakan sebagai zat aktif yang merupakan golongan antibakteri yang
digunakan sebagai terapi pengobatan infeksi saluran kemih, bronkitis
b. Lactosa monohidrat
Digunakan sebagai pengisi dan pengikat dari tablet

c. PVP K 30
sebagai pengikat tablet dengan konsentrasi 0.5-5%dapat mengikat serbuk
dengan massa yang kohesif, membentuk massa kompak dan padat.
d. Avicel PH 200
Sebagai pengisi karena memiliki sifat kompresibilitas dan sifat alir yang baik.
Dengan sifat kompresibilitas yang baik dapat meningkatkan massa formulasi
tablet.
e. Croscarmellase sodium
Digunakan sebagai disintegran pada tablet dengan range 0,5-5%
f. Mg stearat

Sebagai lubricant atau pelincir (dengan konsentrasi 0,25% dan 5,0% b/b)
tablet untuk menghilangkan gesekan saant penempaan dan penekanan tablet
keluar
g. Talcum
Sebagai glidant yaitu untuk memerbaiki sfat karakteristik aliran granul dengan
memeperkecil gesekan sesame partikel
h. Carb-o-sil
IV.6

Penimbangan Bahan

IV.7

Formula Akhir

IV.8

Proses Produksi

DAFTAR PUSTAKA

Martindal
Usp pending monograph
Medscape

Usp
Bnf
Nazir
Martindale
Hope