Anda di halaman 1dari 3

Prinsip Kerja Rice Cooker

By Gugun
February 9, 2014Perangkat Elektronik1 CommentDibaca: 26201 kali

20
SHARES

FacebookTwitterSubscribe

Rice cooker adalah peralatan memasak yang tidak bisa dipisahkan dari
dapur keluarga Indonesia saat ini. Fungsinya sederhana, namun krusial untuk
menghemat waktu, apalagi bagi ibu rumah tangga yang sekaligus bekerja
setiap harinya. Alat penanak nasi ini juga adalah salah satu perangkat yang
wajib ada di berbagai rumah makan dan restoran, karena masa kini rice
cooker sudah bisa digunakan dalam dua fungsi, sebagai menanak nasi dan
mode magic jar (menjaga nasi tetap hangat).
Bila dikategorikan secara umum, ada 6 komponen utama dalam rice cooker
dengan fungsinya masing-masing. Yang pertama adalah Cast Heater,
bentuknya berupa alat yang menyatu dengan logam. Komponen ini
menghasilkan daya sekitar 300-400 watt, tergantung dari jenis rice cooker.
Ini adalah komponen paling penting, rice cooker sudah tidak memungkinkan
untuk diperbaiki bila ada kerusakan di bagian ini. Selanjutnya adalah Mica
heater / termistor, berwujud heater yang ditutupi dengan sejenis
kertas yang berfungsi saat proses pemanasan.
Komponen ini juga berfungsi seperti termistor, memiliki tahanan
bertambah besar seiring semakin meningkatnya suhu.
Bertambahnya tahanan maka mengurangi tegangan yang masuk
dan daya panas yang dihasilkan akan berkurang. Sehingga mampu
menjaga panas rice cooker saat warming agar suhunya stabil di
kisaran 70-80 derajat celcius.
Selanjutnya adalah #Thermostat. Dalam komponen ini terdapat
magnet dan pegas, dimana gaya magnet akan lebih besar dari gaya
pegas pada suhu ruangan. Bagian metal dari thermostat (bagian
yang langsung kontak dengan panci wadah nasi) mengambil sensor

panas dari panci apakah suhunya sudah menembus kurang lebih


134 derajat celcius atau belum.
Apabila metal bila terkena suatu panas, maka menyebabkan daya
magnet menurun sehingga gaya pegas akan lebih besar dari gaya
magnet. Sehingga, pegas menjauh dari magnet lalu menekan tuas,
dan terakhir tuas menekan saklar.
Komponen keempat adalah Thermal Fuse, yang berfungsi untuk
sebagai pemutus arus bila panas melebihi kewajaran. Salah satunya
disebabkan karena adanya kerusakan dalam rice cooker.
Selanjutnya adalah Saklar, berfungsi untuk pemindah posisi dari
cooking ke warming, atau sebaliknya.
Tombol saklar ditekan oleh tuas yang tergerak otomatis oleh
thermostat, atau melalui tombol panel secara manual. Komponen
terakhir adalah Panel Lampu Led yang terdiri dari led indikator
untuk penunjuk posisi cooking dan warming.
Nah dengan perkenalan singkat komponen rice cooker tadi, kita
bergerak ke bagian yang lebih seru: Bagaimana prinsip kerja rice
cooker?
Prinsip kerja rice cooker dalam memanaskan tidak jauh berbeda
seperti prinsip kerja setrika. Yaitu energi panas dihasilkan dari
elemen yang berperan sebagai pengubah energi listrik ke energi
panas. Caranya sama persis seperti yang dipakai di atau pemanas
air listrik.
Rice cooker bekerja dengan cara menaikkan temperatur air sampai
mencapai titik didih air. Panas akan tersalurkan ke dalam panci
dimana beras dan air diletakkan. Air akan menguap pada suhu 100
derajat celcius. Pada suhu tersebut, semua air tentu akan habis
menguap. Jadi, nasi pun masak tepat saat air di dalam panci sudah
habis.
Di bagian bawah rice cooker terdapat komponen thermostat.
Thermostat berperan sebagai detektor apakah air sudah menyentuh
titik didihnya atau belum. Saat air sudah mencapai titik didihnya

(100 derajat celcius), rice cooker akan mempertahankannya


beberapa saat untuk membiarkan semua air menguap, lantas
menurunkan lagi suhu menjadi sekitar 60 derajat celcius. Dengan
tujuan suhu yang tersisa di dalam panci akan digunakan untuk
menghangatkan nasi.