Anda di halaman 1dari 3

Analisis Pembentukan Bukit Pasir Cronulla di Selandia Baru

Andreas Budi Wicaksono


21100115140071
andreasbudiw@student.undip.ac.id
1

Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

ABSTRAK

Bukit pasir Cronulla adalah kawasan lindung terletak di Semenanjung Kurnell di wilayah pemerintah lokal Sutherland
Shire, Sydney, Selandia Baru. Latar belakang disusunnya paper ini adalah ingin menganalisis proses pembentukan bukit pasir
Cronulla. Maksud dari disusunnya paper ini adalah menganalisis proses pembentukan bukit pasit Cronulla yang termasuk
dalam bentuklahan eolian. Tujuan disusunnya paper ini adalah mengetahui proses pembentukan dari bukit pasir Cronulla.
Metodologi yang digunakan dalam pembuatan paper ini adalah studi pustaka melalui jurnal dan paper yang telah dipublikasi.
Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin. Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang
memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir,
dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering). Gumuk pasir cenderung
terbentuk dengan penampang tidak simetri. Jika tidak ada stabilisasi oleh vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah
angina berhembus, hal ini karena butir-butir pasir terhembus dari depan ke belakang gumuk. Gerakan gumuk pasir pada
umumnya kurang dari 30 meter pertahun. Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan
ukuran butir pasir, kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal adalah
bentuk melintang (transverse), sabit (barchan), parabola (parabolic), dan memanjang (longitudinal dune). Bukit pasir
Cronulla terbentuk karena beberapa faktor diantaranya dipengaruhi oleh aktivitas angin yang membawa butiran-butiran pasir
sehingga terendapkan kedalam suatu wilayah. Selain itu juga dipengaruhi oleh proses pelapukan. Pelapukan di gurun terjadi
secara mekanis dan kimiawi. Bukit pasir tersebut dimanfaatkan untuk berbagai hal termasuk dalam kegiatan olahraga yaitu
sandboarding.

Kata kunci : Bentuklahan eolian, sand dunes , Cronulla


Pendahuluan
Latar belakang disusunnya paper ini adalah ingin
menganalisis proses pembentukan bukit pasir Cronulla
yang terletak di Sutherland Shire, Sydney, Selandia Baru.
Bukit pasir Cronulla merupakan kawasan lindung yang
terdaftar di NSW State Heritage Register pada 26
September 2003. Maksud dari disusunnya paper ini adalah
menganalisis proses pembentukan bukit pasit Cronulla
yang termasuk dalam bentuklahan eolian. Tujuan
disusunnya paper ini adalah mengetahui proses
pembentukan dari bukit pasir Cronulla.
Tinjauan Pustaka
Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada
faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir, kekuatan dan
arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk pasir
pokok yang perlu dikenal adalah bentuk sabit
(barchans),melintang
(transverse),
memanjang
(longitudinal dune), parabola (parabolik), bintang (star
dune).
Kerja angin mempunyai 2 aspek, yaitu erosif dan
akumulatif. Akumulatif seperti yang terjadi di daerah pantai
berpasir sangat dipengaruhi oleh ukuran butir dari
materialnya. Bentuk-bentuk gumuk pasir seperti barchan,
parabolik, longitudinal dan transversal merupakan tipe

gumuk pasir yang berkembang di bawah pengaruh aktivitas


angin. Gumuk pasir merupakan akumulasi pasir lepas
berupa gundukan dengan bentuk teratur.
Umumnya gumuk pasir terbentuk pada pantai berpasir
yang landai dan datar, ada angin yang berhembus dengan
kecepatan tinggi, sinar matahari kontinyu, ada akumulasi
pasir yang berasal dari sungai yang bermuara di situ,
terdapat bukit penghalang di belakang pantai dan tumbuhan
berupa spinifex lithorus, pandanus, calanthropus gigantae,
ipomoa pescaprae dan kaktus.
Beberapa ciri khusus antara lain berstruktur sedimen
permukaan gelembur gelombang (ripple mark) akibat
pergeseran butiran pasir pengaruh arah angin, perlapisan
horisontal di bagian dalam, lapisan bersusun dan silang
siur. Rona cerah, tekstur halus-seragam, pola teratur dan
banyak sungai bermuara dan melebar akibat pertemuan
dengan laut. Kadang terbentuk danau tapal kuda (oxbow
lake), sungai berpindah dan akumulasi material pasir di
depan tebing penghalang.
Geologi Regional
Terletak di barat daya Pasifik, Selandia Baru terdiri dari
dua pulau - North Island (Pulau Utara) dan South Island
(Pulau Selatan). Stewart Island dan banyak pulau lainnya
terletak di lepas pantai. North Island (Pulau Utara) Selandia
Baru memiliki 'tulang punggung' pegunungan yang berbaris

di bagian tengah dengan lahan pertanian mengalun di kedua


sisinya. North Island (Pulau Utara) tengah didominasi oleh
Volcanic Plateau, gunung berapi aktif dan daerah termal.
Southern Alps yang luas membentuk tulang punggung
South Island (Pulau Selatan). Di timur Southern Alps
terhampar lahan pertanian mengalun Otago san Southland,
dan Canterbury Plains yang luas dan datar.
Bebatuan tertua Selandia Baru berumur lebih dari 500 juta
tahun, dan pernah menjadi bagian dari Gondwanaland.
Benua super besar ini mulai terbelah sekitar 160 juta tahun
yang lalu, dan Selandia Baru terpisah dari benua tersebut
sekitar 85 juta tahun yang lalu.
Selandia Baru terletak di atas dua lempeng tektonik Pasifik dan Australia. Lima belas bongkahan kerak raksasa
yang bergerak ini membentuk permukaan bumi. North
Island (Pulau Utara) dan sebagian South Island (Pulau
Selatan) terletak di atas Lempeng Australia, sementara
sebagian South Island lagi terletak di atas lempeng Pasifik.
Karena lempeng-lempeng ini terus bergeser dan saling
bergesek, Selandia Baru mendapatkan banyak kegiatan
geologi.
Kegiatan bawah tanah ini menganugerahi Selandia Baru
dengan beberapa wilayah geotermal dan mata air panas
untuk berendam, di samping menyediakan listrik dan
pemanasan di beberapa wilayah. Rotorua adalah pusat
wisata geotermal utama, dengan banyak kolam lumpur
belerang, geiser, dan kolam air panas di daerah-daerah
termalnya yang aktif tidak ketinggalan bau 'Kota Sulfur'
yang menjadi ciri khasnya. Pertama kali dihuni oleh suku
Maori yang menggunakan mata air panas untuk memasak
dan mandi, Rotorua dengan segera menarik para pemukim
Eropa. Reputasi manfaat kesehatan kolam air panasnya
dengan segera membuat daerah itu mendapat julukan
Cureland' atau tanah penyembuhan.
Di luar Rotorua, Anda dapat menikmati mata air panas dan
kegiatan termal lainnya di sebagian besar kawasan North
Island (Pulau Utara) di utara Turangi, juga di Hanmer
Springs, dan West Coast di South Island (Pulau Selatan).
Selandia Baru memiliki lebih dari 15.000 kilometer pesisir
pantai yang indah dan beragam. Di Far North dan sebagian
besar East Coast di North Island (Pulau Utara) Anda akan
menemukan pantai-pantai berpasir yang panjang, sempurna
untuk berenang, berselancar, dan mandi matahari. Pesisir
barat North Island (Pulau Utara) memiliki pantai-pantai
berpasir gelap, akibat tingginya kandungan besi di pasir.
Daerah utara South Island (Pulau Selatan) memiliki
beberapa pantai indah, dan pesisir pantai di sekeliling
South Island lainnya cenderung lebih liar dan lebih
berbatu-batu.
Sekitar seperlima North Island (Pulau Utara) dan dua
pertiga South Island (Pulau Selatan) terdiri dari
pegunungan. Membentang dari utara North Island (Pulau
Utara) hingga ke dasar South, gunung-gunung ini
disebabkan oleh benturan Lempeng Australia dan Pasifik.
Selama jutaan tahun, endapan alluvium (yang dikikis dari
gunung-gunung oleh sungai) membentuk Canterbury Plains
yang luas di South Island (Pulau Selatan) dan sejumlah
dataran di North. Di dataran alluvium ini terdapat sebagian

lahan pertanian Selandia Baru yang paling subur dan


produktif.
Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam pembuatan paper ini
adalah studi pustaka melalui jurnal dan paper yang telah
dipublikasi.
Deskripsi
Bentuklahan
pada
daerah
tersebut
termasuk
bentuklahan eolian dengan morfologi dunes. Morfologi
dunes tersebut tersusun atas pasir.
Geologi dan geomorfologi daerah ditandai dengan
sebuah singkapan batuan dasar di Tanjung timur dan
bergabung ke singkapan batuan dasar lainnya di ujung barat
dengan sand spit yang membentuk bagian utama dari
Tanjung. Semenanjung masih memiliki pandangan yang
cukup tumpang tindih bukit penghalang transgresif dan
diyakini bahwa telah bergeser ke utara dari Teluk Bate.
Lama bukit parabola stabil terjadi pada serangkaian utara
ke pegunungan berorientasi selatan dan sementara sebagian
besar vegetasi telah dibersihkan, namun beberapa hutan
sklerofil kering tetap ada.
Pembahasan
Diperlukan beberapa faktor yang harus ada sebagai
syarat terbentuknya sand dunes yaitu tersedia material
berukuran pasir halus hingga pasir kasar dengan jumlah
yang banyak, adanya periode kering yang panjang dan
tegas, adanya angin yang mampu mengangkut dan
mengendapkan bahan pasir tersebut, gerakan angin tidak
banyak terhalang oleh vegetasi maupun objek yang lain.
Siklus dari dune adalah tingkat muda dari daerah dune,
dicirikan oleh dune yang berjauhan yang berkembang
melintang angin dalam bentuk barchans di gurun atau
berbentuk parabol di daerah yang bertumbuh-tumbuhan,
tingkat dewasa dicirikan oleh dune yang sejajar dengan
arah angin, mempunyai ketinggian yang melebihi dune
melintang pada gassis yang mengelilinginya, tingkat tua,
rangkaian dune terus bertambah luas, sedangkan gassis
berkurang jumlahnya, tetapi daerah dune secara
keseluruhan
bertambah
sempit
sebagai
akibat
pengangkutan bahannya, seperti debu ke lain tempat,
tingkat senile, rangkaian dune semakin sempit dan gassis
bertambah luas sampai batuan induk dari gassis meliputi
daerah yang lebih luas daripada daerah dune. Bentukan
terakhir dari suatu siklus daerah dune berupa daerah di
mana batuan induk merupakan bagian yang terbesar dari
keseluruhan daerah itu. Ini dinamakan desert peneplain.
Pelapukan di gurun terjadi secara mekanis dan kimiawi.
Pelapukan mekanis tergantung pada perubahan gradien
temperatur oleh pemanasan pada siang hari dan
pendinginan pada malam hari. Perbedaan temperatur
permukaan batuan pada waktu siang dan malam dapat
mencapai 50 C. Pada kondisi seperti ini batuan secara
perlahan akan rekah dan pecah. Butiran tersebut akan
terbawa oleh angin dan diendapkan sebagai bukit pasir.

Kesimpulan

Lampiran

Bukit pasir Cronulla terletak di Selandia Baru. Bukit


pasir Cronulla terbentuk dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya karena dipengaruhi oleh aktivitas angin yang
membawa butiran-butiran pasir sehingga terendapkan
kedalam suatu wilayah. Selain itu juga dipengaruhi oleh
proses pelapukan. Pelapukan di gurun terjadi secara
mekanis dan kimiawi. Bukit pasir tersebut dimanfaatkan
untuk berbagai hal termasuk dalam kegiatan olahraga yaitu
sandboarding.
Referensi
[1] http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/1040618294000479
(diakses pada 23 April 2016, pukul 21.30 WIB)
[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Cronulla_sand_dunes (diakses pada 23
April 2016, pukul 22.30 WIB)

Foto 1. Foto Cronulla Sand Dunes