Anda di halaman 1dari 7

ISO TC 211

INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL

TUGAS
Infrastruktur Data Spasial
Daftar Standar ISO TC 211 Terkait Informasi Geospasial
Daftar Standar ISO TC 211 yang Perlu Diadopsi di Indonesia

Dosen:
Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.

Disusun oleh:
Farouki D Rassarandi
16/404653/PTK/11070

Megister Teknik Geomatika


Departemen Teknik Geodesi
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
2016
Farouki D Rassarandi | 16/404653/PTK/11070

ISO TC 211

INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL

1. Daftar Standar ISO TC 211 Terkait Informasi Geospasial


ISO TC 211 Standard

Content

ISO 6709:2008

Standard representation of geographic point location by coordinates

ISO 19101-1:2014

Geographic information -- Reference model -- Part 1: Fundamentals

ISO/TS 19101-2:2008

Geographic information -- Reference model -- Part 2: Imagery

ISO 19103:2015

Geographic information -- Conceptual schema language

ISO/TS 19104:2008

Geographic information Terminology

ISO 19105:2000

Geographic information -- Conformance and testing

ISO 19106:2004

Geographic information Profiles

ISO 19107:2003

Geographic information -- Spatial schema

ISO 19108:2002

Geographic information -- Temporal schema

ISO 19109:2015

Geographic information -- Rules for application schema

ISO 19110:2005

Geographic information -- Methodology for feature cataloguing

ISO 19111:2007

Geographic information -- Spatial referencing by coordinates

ISO 19111-2:2009

Geographic information -- Spatial referencing by coordinates -- Part 2: Extension for parametric values

ISO 19112:2003

Geographic information -- Spatial referencing by geographic identifiers

ISO 19115-1:2014

Geographic information -- Metadata -- Part 1: Fundamentals

ISO 19115-2:2009

Geographic information -- Metadata -- Part 2: Extensions for imagery and gridded data

ISO/TS 19115-3:2016

Geographic information -- Metadata -- Part 3: XML schema implementation for fundamental concepts

ISO 19116:2004

Geographic information -- Positioning services

ISO 19117:2012

Geographic information Portrayal

ISO 19118:2011

Geographic information Encoding

ISO 19119:2016

Geographic information Services

ISO/TR 19120:2001

Geographic information -- Functional standards

ISO/TR 19121:2000

Geographic information -- Imagery and gridded data

ISO/TR 19122:2004

Geographic information / Geomatics -- Qualification and certification of personnel

ISO 19123:2005

Geographic information -- Schema for coverage geometry and functions

ISO 19125-1:2004

Geographic information -- Simple feature access -- Part 1: Common architecture

ISO 19125-2:2004

Geographic information -- Simple feature access -- Part 2: SQL option

ISO 19126:2009

Geographic information -- Feature concept dictionaries and registers

ISO/TS 19127:2005

Geographic information -- Geodetic codes and parameters

ISO 19128:2005

Geographic information -- Web map server interface

ISO/TS 19129:2009

Geographic information -- Imagery, gridded and coverage data framework

ISO/TS 19130:2010

Geographic information - Imagery sensor models for geopositioning

ISO/TS 19130-2:2014

Geographic information -- Imagery sensor models for geopositioning -- Part 2: SAR, InSAR, lidar and sonar

ISO 19131:2007

Geographic information -- Data product specifications

ISO 19132:2007

Geographic information -- Location-based services -- Reference model

Farouki D Rassarandi | 16/404653/PTK/11070

ISO TC 211

INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL

ISO 19133:2005

Geographic information -- Location-based services -- Tracking and navigation

ISO 19134:2007

Geographic information -- Location-based services -- Multimodal routing and navigation

ISO 19135-1:2015

Geographic information -- Procedures for item registration -- Part 1: Fundamentals

ISO 19136:2007

Geographic information -- Geography Markup Language (GML)

ISO 19136-2:2015

Geographic information -- Geography Markup Language (GML) -- Part 2: Extended schemas and encoding rules

ISO 19137:2007

Geographic information -- Core profile of the spatial schema

ISO/TS 19139:2007

Geographic information -- Metadata -- XML schema implementation

ISO/TS 19139-2:2012

Geographic information -- Metadata -- XML schema implementation -- Part 2: Extensions for imagery and gridded data

ISO 19141:2008

Geographic information -- Schema for moving features

ISO 19142:2010

Geographic information -- Web Feature Service

ISO 19143:2010

Geographic information -- Filter encoding

ISO 19144-1:2009

Geographic information -- Classification systems -- Part 1: Classification system structure

ISO 19144-2:2012

Geographic information - Classification systems -- Part 2: Land Cover Meta Language (LCML)

ISO 19145:2013

Geographic information -- Registry of representations of geographic point location

ISO 19146:2010

Geographic information -- Cross-domain vocabularies

ISO 19147:2015

Geographic information -- Transfer Nodes

ISO 19148:2012

Geographic information -- Linear referencing

ISO 19149:2011

Geographic information -- Rights expression language for geographic information -- GeoREL

ISO/TS 19150-1:2012

Geographic information -- Ontology -- Part 1: Framework

ISO 19150-2:2015

Geographic information -- Ontology -- Part 2: Rules for developing ontologies in the Web Ontology Language (OWL)

ISO 19152:2012

Geographic information -- Land Administration Domain Model (LADM)

ISO 19153:2014

Geospatial Digital Rights Management Reference Model (GeoDRM RM)

ISO 19154:2014

Geographic information -- Ubiquitous public access -- Reference model

ISO 19155:2012

Geographic information -- Place Identifier (PI) architecture

ISO 19156:2011

Geographic information -- Observations and measurements

ISO 19157:2013

Geographic information -- Data quality

ISO/TS 19158:2012

Geographic information -- Quality assurance of data supply

ISO/TS 19159-1:2014

Geographic information -- Calibration and validation of remote sensing imagery sensors and data -- Part 1: Optical sensors

ISO/TS 19159-2:2016

Geographic information -- Calibration and validation of remote sensing imagery sensors and data -- Part 2: Lidar

ISO 19160-1:2015

Addressing -- Part 1: Conceptual model

ISO 19162:2015

Geographic information -- Well-known text representation of coordinate reference systems

ISO/TS 19163-1:2016

Geographic information -- Content components and encoding rules for imagery and gridded data -- Part 1: Content model

2. Daftar Standar ISO TC 211 yang Perlu Diadopsi di Indonesia


Indonesia telah memiliki standar SNI terkait informasi geospasial yang hak ciptanya dimiliki oleh BSN.
Berikut adalah ISO SNI terkait informasi geospasial yang ada di Indonesia (Gambar 2.1.).
Farouki D Rassarandi | 16/404653/PTK/11070

ISO TC 211

INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL

Gambar 2.1. SNI ISO Informasi Geospasial Indonesia


Dilihat dari standar (SNI) diatas, maka beberapa standar ISO TC 211 perlu ditambahkan dan atau
diadopsi di Indonesia antara lain:
a. ISO 19107:2003 Geographic information -- Spatial schema.
ISO 19107:2003 mengatur konsep khusus sebuah skema dalam mendeskripsikan karakteristik
spasial dari fitur di permukaan bumi dan dalam suatu informasi spasial yang terdiri dari skema
itu sendiri. Skema ini digunakan untuk membuat topologi 3 dimensi (3D). Standar ini
menjelaskan operasi spasial untuk keperluan akses, query, manajemen, pemrosesan, dan
penukaran data informasi geografis untuk analisis spasial (geometrik and topologikal) suatu
objek dalam bentuk topologi 3D dalam suatu sistem koordinat ruang. Belum ada standar SNI
pembentukan topologi 3D dalam skema spasial.
b. ISO 19108:2002 Geographic information -- Temporal schema.
Di Indonesia sudah menerapkan standar metadata sesuai yang tertuang dalam SNI ISO
19101:2002, IDT Informasi Geografis Metadata, namun metadata pada sebuah informasi spasial
akan mengalami editing ataupun perubahan seiring dengan perubahan waktu dan karakteristik
objek spasial dalam penyajian informasi geografis. Standar ISO 19108:2002 terkait skema
temporal akan memberikan dampak yang baik bagi Indonesia jika diadopsi, karena standar ini
akan memberikan pedoman dalam pengelolaan metadata multitemporal.
c. ISO 19110:2005 Geographic information -- Methodology for feature cataloguing.
ISO 19110:2005 mendefinisikan metodologi untuk katalogisasi jenis fitur dan menentukan
bagaimana klasifikasi jenis fitur ini diatur dalam katalog fitur dan disajikan kepada pengguna
dalam satu set data geografis. ISO 19110:2005 berlaku untuk katalog jenis fitur yang diwakili
Farouki D Rassarandi | 16/404653/PTK/11070

ISO TC 211

INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL

dalam bentuk digital. Prinsip-prinsipnya dapat diperluas untuk katalog dari bentuk-bentuk lain
dari data geografis. Saat ini Indonesia belum memiliki standar untuk katalogisasi jenis fitur data
geografis.
d. ISO 19117:2012 Geographic information Portrayal.
SO 19117:2012 menetapkan skema konseptual untuk menggambarkan simbol, fungsi
penggambaran yang memetakan fitur geospasial, dan koleksi simbol dan fungsi penggambaran
dalam katalog penggambaran. Skema konseptual ini dapat digunakan dalam desain sistem
penggambaran. Hal ini memungkinkan data fitur untuk menjadi terpisah dari data gambaran,
memungkinkan data yang akan digambarkan secara independen dataset.
e. ISO 19125-1:2004 Geographic information -- Simple feature access -- Part 1: Common
architecture.
ISO 19125-1:2004 menetapkan arsitektur yang umum untuk informasi geografis dan
mendefinisikan istilah yang digunakan dalam arsitektur. Hal ini juga termasuk standarisasi nama
dan definisi geometri. Saat ini Indonesia belum memiliki arsitektur umum untuk informasi
geografis.
f.

ISO 19134:2007 Geographic information -- Location-based services -- Multimodal routing and


navigation.
ISO ini menentukan tipe data dan operasi terkait untuk pelaksanaan layanan berbasis lokasi
multimodal untuk routing dan navigasi. Hal ini dirancang untuk menentukan layanan web yang
dapat dibuattersedia untuk perangkat nirkabel melalui aplikasi web resident proxy, namun tidak
terbatas pada lingkungan itu. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia memiliki wilayah yang
luas, untuk menghubungkan dan distribusi data dan informasi spasial harus dikembangakan
jaringan nirkabel, oleh sebab itu standar ini penting untuk diimplementasikan.

g. ISO 19141:2008 Geographic information -- Schema for moving features.


ISO 19141:2008 mendefinisikan sebuah metode untuk menggambarkan geometri fitur yang
bergerak. Gerakan memiliki karakteristik sebagai berikut.

Fitur bergerak dalam setiap domain terdiri dari objek spasial sebagaimana ditentukan
dalam ISO 19107.

Fitur ini dapat bergerak sepanjang rute yang direncanakan, tapi mungkin menyimpang
dari rute yang direncanakan.

Gerak mungkin dipengaruhi oleh kekuatan fisik, seperti kekuatan orbital, gravitasi atau
sebagainya.
Farouki D Rassarandi | 16/404653/PTK/11070

ISO TC 211

INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL

Gerak fitur dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh fitur-fitur lain, misalnya:
o

Fitur bergerak yang mengikuti rute yang telah ditetapkan (misalnya jalan), bagian
dari jaringan, dan perubahan rute pada titik-titik yang diketahui.

Dua atau lebih bergerak fitur dapat "menarik" bersama-sama atau mendorong
terpisah (misalnya pesawat terbang akan mengisi bahan bakar selama
penerbangan, predator mendeteksi dan melacak mangsa, kelompok pengungsi
bergabung).

Dua atau lebih fitur bergerak dapat dibatasi untuk menjaga hubungan spasial
diberikan untuk beberapa periode (misalnya traktor dan trailer, konvoi).

h. ISO 19144-1:2009 Geographic information -- Classification systems -- Part 1: Classification


system structure.
ISO 19144-1:2009 menetapkan struktur sistem klasifikasi informasi geografis, bersama- dengan
mekanisme untuk mendefinisikan dan mendaftarkan pengklasifikasi untuk sistem tersebut.
Penentuan penggunaan coverage diskrit untuk mewakili hasil dari penerapan sistem klasifikasi
untuk daerah tertentu dan mendefinisikan struktur teknis dari daftar pengklasifikasi sesuai
dengan ISO 19135. Standar struktur klasifikasi sistem dibutuhkan dalam manajemen informasi
geografis di Indonesia.
i.

ISO 19146:2010 Geographic information -- Cross-domain vocabularies.


Perkembangan informasi geospasial di Indonesia sertamerta mengakibatkan perkembangan dan
perubahan kosakata teknis terkait hal itu, oleh karena itu diperlukan standar untuk tujuan
integrasi kosakata. Pada ISO 19146:2010 mendefinisikan metodologi untuk cross-mapping kosa
kata teknis yang telah diadopsi oleh masyarakat geospasial. Hal ini juga menentukan
implementasi ISO 19135 untuk pendaftaran konsep informasi geografis untuk tujuan
mengintegrasikan beberapa kosakata berbasis domain.

j.

ISO 19152:2012 Geographic information -- Land Administration Domain Model (LADM).


Pendaftaran tanah di Indonesia sangat penting untuk beberapa pekerjaan seperti survei ZNT,
Pajak dan sebagainya. ISO 19152:2012 mendefinisikan referensi Land Administration Domain
Model (LADM) yang meliputi komponen informasi terkait dasar administrasi pertanahan
(termasuk yang di atas air dan tanah, dan unsur-unsur di atas dan di bawah permukaan bumi).
Memberikan terminologi untuk administrasi pertanahan, berdasarkan berbagai sistem nasional
dan internasional, yang sesederhana mungkin agar berguna dalam praktek. Memungkinkan

Farouki D Rassarandi | 16/404653/PTK/11070

ISO TC 211

INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL

menggabungkan informasi administrasi pertanahan dari sumber yang berbeda dengan cara yang
koheren.
k. ISO 19153:2014 Geospatial Digital Rights Management Reference Model (GeoDRM RM).
ISO 19153:2014 adalah model referensi untuk manajemen hak digital / Digital Rights
Management (DRM) fungsi sumber daya geospasial (GeoDRM). Dengan demikian, terhubung ke
pasar DRM umum bahwa sumber daya geospasial harus diperlakukan sedekat mungkin seperti
sumber daya lainnya. Memastikan bahwa pasar yang lebih besar memiliki akses ke sumber daya
geospasial melalui mekanisme yang sudah digunakan.
l.

ISO/TR 19122:2004 Geographic information / Geomatics -- Qualification and certification of


personnel.
Seperti yang kita ketahui kebutuhan tenaga di bidang geospasial akhir-akhir ini cukup banyak,
namun ketersediaan SDM di bidang Geografis/Geomatika belum mencukupi. Untuk percepatan
pemenuhan tenaga / personil, maka dituntut di Indonesia menyelenggarakan sertifikasi yang
mengacu pada standar agar masalah SDM dapat teratasi, sehingga ISO/TR 19122:2004 penting
untuk segera diadopsi.

m. ISO/TS 19159-1:2014 dan ISO/TS 19159-2:2016 Geographic information -- Calibration and


validation of remote sensing imagery sensors and data.
Teknologi dan pemanfaatan Lidar dalam akuisisi data untuk pemetaan kawasan di Indonesia
semakin banyak digunakan, oeh karena itu perlu adanya SNI terkait hal ini. ISO/TS 19159-1:2014
mendefinisikan kalibrasi dan validasi sensor citra penginderaan jauh udara dan ruang angkasa .
Istilah "kalibrasi" mengacu pada geometri, radiometri, dan spektral dan termasuk kalibrasi alat
di laboratorium serta dalam metode kalibrasi didalamnya. ISO/TS 19159-2:2016 mendefinisikan
metode data capture, hubungan antara sistem referensi koordinat dan parameter, serta
kalibrasi LIDAR udara.

Farouki D Rassarandi | 16/404653/PTK/11070