Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTASI PROSES

BAB VIII. CONTOH APLIKASI


MENENTUKAN DEW POINT DAN BUBBLE POINT SUATU CAMPURAN
(METODE NEWTON RAPHSON)

DISUSUN OLEH:
NAMA

: TYLKA PARAMITA

NIM

: 13521002

KELAS

:E

ASISTEN

: 1. HENI ANGGOROWATI
2. ANDRY SEPTIAN
3. AGUS KURNIAWAN
4. KHURIYATI AMALINA

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Tujuan
Agar mahasiswa dapat mengaplikasikan metode-metode penyelesaian secara numerik
masalah-masalah yang ada dalam bidang teknik kimia.
B. Dasar Teori
Distilasi
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini
kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih
lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini termasuk sebagai unit
operasi kimia jenis perpindahan massa.
Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masingmasing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan
pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Ada 4 jenis distilasi yang akan dibahas disini, yaitu distilasi sederhana, distilasi
fraksionasi, distilasi uap, dan distilasi vakum. Selain itu ada pula distilasi
ekstraktif dan distilasi azeotropic homogenous, distilasi dengan menggunakan garam
berion, distilasi pressure-swing, serta distilasi reaktif.
o Distilasi Sederhana
Pada distilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih
yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran
dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap
lebih dulu. Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan, yaitu
kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Distilasi ini dilakukan
pada tekanan

atmosfer. Aplikasi

distilasi

sederhana

digunakan

untuk

memisahkan campuran air dan alkohol.


o Distilasi Fraksionisasi
Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen cair, dua
atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini

juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang
dari 20 C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan
rendah. Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak
mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah.
Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom
fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang
berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan
untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke
atas, semakin tidak volatilcairannya.
o Distilasi Uap
Distilasi uap digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik
didih mencapai 200 C atau lebih. Distilasi uap dapat menguapkan senyawasenyawa ini dengan suhu mendekati 100 C dalam tekanan atmosfer dengan
menggunakan uap atau air mendidih. Sifat yang fundamental dari distilasi uap
adalah dapat mendistilasi campuransenyawa di bawah titik didih dari masingmasing senyawa campurannya. Selain itu distilasi uap dapat digunakan untuk
campuran yang tidak larut dalam air di semua temperatur, tapi dapat didistilasi
dengan air. Aplikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa
produk alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus, minyak sitrus dari
lemon atau jeruk, dan untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan.
Campuran dipanaskan melalui uap air yang dialirkan ke dalam campuran dan
mungkin ditambah juga dengan pemanasan. Uap dari campuran akan naik ke
atas menuju kekondensor dan akhirnya masuk ke labu distilat.
o Distilasi Vakum
Distilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didistilasi tidak
stabil, dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau mendekati titik
didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di atas 150 C. Metode
distilasi ini tidak dapat digunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah
jika kondensornya menggunakan air dingin, karena komponen yang menguap

tidak dapat dikondensasi oleh air. Untuk mengurangi tekanan digunakan


pompa vakum atau aspirator. Aspirator berfungsi sebagai penurun tekanan
pada sistem distilasi ini.
o Azeotrop
Azeotrop adalah campuran dari dua atau lebih komponen yang memiliki titik
didih yang konstan. Azeotrop dapat menjadi gangguan yang menyebabkan
hasil distilasi menjadi tidak maksimal. Komposisi dari azeotrope tetap konstan
dalam pemberian atau penambahan tekanan. Akan tetapi ketika tekanan total
berubah, kedua titik didih dan komposisi dari azeotrop berubah. Sebagai
akibatnya, azeotrop bukanlah komponen tetap, yang komposisinya harus
selalu konstan dalam interval suhu dan tekanan, tetapi lebih ke campuran yang
dihasilkan dari saling memengaruhi dalam kekuatan intramolekuler dalam
larutan.
Azeotrop dapat didistilasi dengan menggunakan tambahan pelarut tertentu,
misalnya penambahan benzena atau toluena untuk memisahkan air. Air dan
pelarut akan ditangkap oleh penangkap Dean-Stark. Air akan tetap tinggal di
dasar penangkap dan pelarut akan kembali ke campuran dan memisahkan air
lagi. Campuran azeotrop merupakan penyimpangan dari hukum Raoult.
o Efektifitas Distilasi
Secara teori, hasil distilasi dapat mencapai 100% dengan cara menurunkan
tekanan hingga 1/10 tekanan atmosfer. Dapat pula dengan menggunakan
distilasi azeotrop yang menggunakan penambahan pelarut organik dan dua
distilasi tambahan, dan dengan menggunakan penggunaan cornmeal yang
dapat menyerap air baik dalam bentuk cair atau uap pada kolom terakhir.
Namun, secara praktek tidak ada distilasi yang mencapai 100%.

Tetapan Antoine
Persamaan Antoine adalah persamaan tekanan uap yang menggambarkan
hubungan antara tekanan uap dan suhu untuk komponen murni. Persamaan Antoine

berasal dari hubungan Clausius-Clapeyron. Biasanya persamaan Antoine tidak dapat


digunakan untuk menggambarkan seluruh kurva tekanan uap jenuh dari titik tripel ke
titik kritis , karena tidak cukup fleksibel. Oleh karena itu diperlukan beberapa
parameter untuk komponen tunggal yang umum digunakan.
o Dew Point
Dew point (titik embun) adalah temperatur dimana tetesan cairan pertama kali
terbentuk dari dalam uap/gas yang didinginkan sesuai dengan tekanan yang diberikan.
Atau dapat dinyatakan sebagai suhu dimana uap/gas mulai mengembuh sesuai dengan
tekanan yang diberikan.
Suatu campuran yang terdiri atas dua komponen atau lebih yang berada dalam
fase uap, akan mulai terlihat mengembun pada suhu tertentu. Untuk dapat
menentukan suhu mulai terbentuknya embunan tersebut (dew point), maka diperlukan
perhitungan :

x i= Ki =1, 0
i

(1.1)

Dengan :
yi = fraksi mol uap komponen i
xi = fraksi mol cairan komponen i
Ki = tetapan kesetimpangan uap-cair komponen i
Tetapan kesetimbangan uap-cair suatu komponen tergantung pada suhu dan
tekanan, dimana besarnya tetapan kesetimbangan uap-cair dapat ditentukan :
K i=

Piuap
PT .....(1.2)

Dengan :
K

= tetapan kesetimpangan uap-cair

Puap = tekanan uap murni


PT

= tekanan total

Besarnya harga Piuap dapat ditentukan berdasarkan persamaan Antoine, yaitu :


ln Puap =A
Dimana :

B
T + C ..(1.3)

A, B, C

= tetapan Antoine

= suhu, K

Dengan trial harga suhu maupun tekanan, sampai memperoleh harga

x i=1, 0

, maka akan diperoleh besarnya dew point.

Persamaan (1.1) diatas dapat dimodifikasi menjadi :


f ( x )=

yi
1, 0 .....(1.4)
Ki

o Bubble Point
Bubble point adalah temperatur dimana gelembung uap pertama kali terbentuk di
dalam cairan pada saat dipanaskan seseuai dengan tekanan yang diberikan. Atau dapat
dinyatakan sebagai tempertur dimana cairan mulai membentuk gelembung uap sesuai
dengan tekanan yang diberikan.
Suatu campuran yang terdiri atas dua komponen atau lebih yang berada dalam
fase cair, akan mulai terlihat mendidih pada suhu tertentu. Untuk dapat menentukan
suhu mulai mendidihnya campuran tersebut (bubble point), maka diperlukan
perhitungan :
Y i= xi . K i=1, 0 ...(1.5)

Dengan :
yi = fraksi mol uap komponen i
xi = fraksi mol cairan komponen i
Ki = tetapan kesetimpangan uap-cair komponen i
Untuk menentukan tetapan kesetimpangan uap-cair suatu komponen caranya sama
dengan cara yang diatas (perhitungan dew point).
Dengan trial harga suhu maupun tekanan, sampai memperoleh harga

x i=1, 0

, maka akan diperoleh besarnya bubble point.

Persamaan (1.6) diatas dapat dimodifikasi menjadi :


f ( y )= xi . K i1, 0 ......(1.6)

Metode Newton Raphson

Dalam analisis numerik, metode Newton (juga dikenal sebagai metode NewtonRaphson), yang mendapat nama dari Isaac Newton dan Joseph Raphson, merupakan
metode yang paling dikenal untuk mencari hampiran terhadap akar fungsi riil.
Metode Newton sering konvergen dengan cepat, terutama bila iterasi dimulai
cukup dekat dengan akar yang diinginkan. Namun bila iterasi dimulai jauh dari akar
yang dicari, metode ini dapat meleset tanpa peringatan. Implementasi metode ini
biasanya mendeteksi dan mengatasi kegagalan konvergensi.

Algoritma
1) Mencari nilai tetapan Antoine
2) Menentukan nilai fraksi mol tiap komponen (yi untuk dew point, xi untuk bubble
point)
3) Menentukan T trial
4) Menentukan nilai Pt (tekanan total)
5) Menghitung nilai Puap (P0)
B
ln P0= A
P ( atm), T (K)
T +C
0

( A T B+C )

P e

log P0= A

B
P ( mmHg), T (0C)
T +C

( A T B+C )
10

P0

B
0
2
ln P = A +c log T + DT + E T P ( mmHg), T (0C)
T
6) Menghitung nilai Ki
0
P
K i=
Pt
yi

7) Menghitung nilai xi untuk dew point


Ki
8) Menghitung nilai yi untuk bubble point

K i . xi

xi 1

9) Dijumlahkan, jika nilai

maka T ditrial kembali.

BAB II
PERSOALAN DAN PENYELESAIAN
A. Latihan
1) Menentukan Dew Point dan Bubble Point
Komponen
C2H4

Fraksi Mol
0.1

C3H6

0.6

C4H8

0.25

C5H10
Komponen

0.05

T C

ln P A

Data Fisis T dalam K, P dalam atm

C2H4

A
17.9823

Tetapan Antoine
B
2536.0942

C
-15.2340

C3H6

16.0923

2672.1730

-21.9300

C4H8

17.4560

2876.3720

-26.0930

C5H10

16.8264

2901.8239

-32.8250

DEW POINT
T Trial

= 1

C
at
m

= ln P

A-(B/(T+C))

Ki
Xi

= P0/Pt
= Yi/Ki

Pt
0

-82.8758

190.2742 K

Komponen

Yi

P0

Ki

Xi

C2H4

0.1

32.9061

32.9061

0.0030

C3H6

0.6

1.2449

1.2449

0.4820

C4H8

0.25

0.9385

0.9385

0.2664

C5H10

0.05

0.2011

0.2011

0.2486
1.0000

Xi =
BUBBLE POINT
T Trial

Pt

-98.3148

= 1

P0

= ln P

Ki
Yi

C
at
m

A-(B/(T+C))

174.8352 K

= P /Pt
= Xi.Ki

Kompone
n
C2H4

Xi

P0

Ki

Yi

0.1

8.1019

8.1019

0.8102

C3H6

0.6

0.2506

0.2506

0.1504

C4H8

0.25

0.1523

0.1523

0.0381

C5H10

0.05

0.0271

0.0271

0.0014
1.0000

Yi =

2) Menentukan Dew Point dan Bubble Point


Komponen
CH4O

Fraksi Mol
0.5

C2H6O

0.25

C3H8O

0.15

C4H10O
Komponen

0.1

T C

log P A

Data Fisis T dalam 0C, P dalam mmHg

CH4O

A
8.23156

Tetapan Antoine
B
1623.936

C
302.926

C2H6O

7.61530

1523.521

293.814

C3H8O

6.09862

1526.926

283.025

C4H10O

5.25368

1782.362

276.093

DEW POINT
T Trial
Pt

=
256.9974 0C
= 760
mmHg

P0

= log P

Ki
Xi

A-(B/(T+C))

= P /Pt
= Yi/Ki

Komponen

Yi

P0

Ki

Xi

CH4O

0.5

214426.0469

282.1395

0.0018

C2H6O

0.25

70687.4527

93.0098

0.0027

C3H8O

0.15

1866.7945

2.4563

0.0611

C4H10O

0.1

81.3258

0.1070

0.9345
1.0000

Xi =
BUBBLE POINT
T Trial
Pt
P0

= 14.0833 0C
= 760
mmHg
= log P

Ki
Yi

A-(B/(T+C))

= P /Pt
= Xi.Ki

Komponen

Xi

P0

Ki

Yi

CH4O

0.5

1284.9450

1.6907

0.8454

C2H6O

0.25

464.6801

0.6114

0.1529

C3H8O

0.15

9.1060

0.0120

0.0018

C4H10O

0.1

0.1292

0.0002

0.0000
1.0000

Yi =

B. Tugas
1) Tentukan Dew Point dan Bubble Point
Komponen
CH4O

Fraksi Mol
0.15

C2H6O

0.35

C3H6O

0.05

C3H8O
Komponen

0.45

ln P A

B
C log T DT ET 2
T

Data Fisis T dalam K, P dalam mmHg


Tetapan Antoine
C
D
1.1527E+01
-5.6896E-07

CH4O

A
5.9202

B
-2.8055E+03

E
5.2770E-04

C2H6O

15.2536

-6.3407E+03

2.6706E+01

-2.5200E-04

-6.7280E-06

C3H6O

21.9735

-9.1793E+02

-3.4373E+00

2.1620E-09

6.7200E-05

C3H8O

26.8763

-1.7149E+03

-1.3340E+00

6.2700E-03

5.2660E-08

DEW POINT
T Trial
Pt
0

Ki
Xi

= 760

C
mmH
g

= ln P

A + (B/T) + C log T + DT +ET^2

-172.0611

101.0889 K

= P /Pt
= Yi/Ki

Komponen

Yi

P0

Ki

Xi

CH4O

0.15

786.8893

1.0354

0.1449

C2H6O

0.35

392.6625

0.5167

0.6774

C3H6O

0.05

803.5344

1.0573

0.0473

C3H8O

0.45

2623.0871

3.4514

0.1304
1.0000

Xi =

BUBBLE POINT
T Trial

-175.1810

Pt

= 760

mmHg

P0

= ln P

Ki
Yi

97.9690 K

A + (B/T) + C log T + DT +ET^2

= P /Pt
= Xi.Ki

Komponen

Xi

P0

Ki

Yi

CH4O

0.15

200.2619

0.2635

0.0395

C2H6O

0.35

37.2196

0.0490

0.0171

C3H6O

0.05

604.8089

0.7958

0.0398

C3H8O

0.45

1526.0485

2.0080

0.9036
1.0000

Yi =

2) Menentukan Dew Point dan Bubble Point


Komponen
C2H4

Fraksi Mol
0.4

CH4

0.25

CO2

0.35
Komponen
C2H4

ln P A

B
C log T DT ET 2
T

Data Fisis T dalam K, P dalam mmHg

A
12.6964

Tetapan Antoine
B
C
D
-3.82E+00
-2.28E+00
8.36E-08

E
2.64E-08

CH4

16.7362

-5.03E+00

-5.24E+00

2.61E-06

1.31E-09

CO2

26.0169

-7.03E+00

-1.41E+01

9.32E-05

1.62E-07

DEW POINT
T Trial

= 760

C
mmH
g

= ln P

A + (B/T) + C log T + DT +ET^2

Ki
Xi

= P0/Pt
= Yi/Ki

Pt
0

-246.4136

26.7364 K

Ki

Xi

14.3885

0.0278

0.25

P0
10935.291
5
8691.6638

11.4364

0.0219

0.35

279.8973

0.3683

0.9503

Komponen

Yi

C2H4

0.4

CH4
CO2

1.0000

Xi =

BUBBLE POINT
T Trial
Pt

-88.1553

= 760

mmHg

= ln P

Ki

= P0/Pt

Yi

= Xi.Ki

184.9947 K

A + (B/T) + C log T + DT +ET^2

Komponen

Xi

P0

Ki

Yi

C2H4

0.4

1821.7382

2.3970

0.9588

CH4

0.25

125.1637

0.1647

0.0412

CO2

0.35

0.0026

0.0000

0.0000

Yi =

1.0000

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kualitatif:
Setelah melakukan praktikum ini maka saya dapat dapat mengaplikasikan metodemetode penyelesaian secara numerik masalah-masalah yang ada dalam bidang teknik

kimia.
Dew Point merupakan titik dimana suatu campuran yang berada pada fase uap mulai

mengembun.
Bubble point merupakan titik dimana suatu campuran yang berada pada fase cair
mulai membentuk gelembung.

Kuantitatif:
Pada soal latihan nomor 1, diketahui fraksi mol; C2H4 = 0.1, C3H6 = 0.6, C4H8= 0.25,
C5H10 = 0.05 dan tetapan Antoine dengan data fisis T dalam K, P dalam atm,
Untuk C2H4: A= 17.9823, B= 2536.0942,
C= -15.2340
C3H6: A= 16.0923, B= 2672.1730,
C= -21.9300
C4H8: A= 17.4560, B= 2876.3720,
C= -26.0930
C5H10: A= 16.8264, B= 2901.8239,
C= -32.8250
B

ln P A

T C
dengan menggunakan persamaan
diperoleh Dew Point sebesar
-82.8680 0C = 190.2820 K dan Bubble Point sebesar -98.3148 0C = 174.8352 K
Pada soal latihan nomor 2, diketahui fraksi mol; CH4O= 0.5, C2H6O= 0.25, C3H8O=
0.15, C4H10O= 0.1 dan tetapan Antoine dengan data fisis T dalam 0C, P dalam mmHg,
Untuk CH4O:
A= 8.23156, B= 1623.936, C= 302.926
C2H6O:A= 7.61530, B= 1523.521, C= 293.814
C3H8O:A= 6.09862, B= 1526.926, C= 283.025
C4H10O:
A= 5.25368, B= 1782.362, C= 276.093
B
log P A

T C
dengan menggunakan persamaan
diperoleh Dew Point sebesar
256.9974 dan Bubble Point sebesar 14.0833 0C

Pada soal tugas nomor 1, diketahui fraksi mol; CH4O= 0.15, C2H6O= 0.35, C3H6O=
0.05, C3H8O= 0.45 dan tetapan Antoine dengan data fisis T dalam K, P dalam mmHg,
Untuk:
CH4O: A= 5.9202, B= -2.8055E+03, C= 1.1527E+01, D= -5.6896E-07, E= 5.2770E-04

C2H6O: A= 15.2536, B= -6.3407E+03, C= 2.6706E+01, D= -2.5200E-04, E= -6.7280E-06


C3H6O: A= 21.9735, B= -9.1793E+02, C= -3.4373E+00, D= 2.1620E-09, E= 6.7200E-05
C3H8O: A= 26.8763, B= -1.7149E+03, C= -1.3340E+00, D= 6.2700E-03, E= 5.2660E-08

ln P A

dengan menggunakan persamaan


Point sebesar

B
C log T DT ET 2
T

diperoleh Dew

-172.0611 0C = 101.0889 K dan Bubble Point sebesar -175.1810 0C =

97.9690 K

Pada soal tugas nomor , diketahui fraksi mol; C2H4= 0.4, CH4= 0.25, CO2= 0.35 dan
tetapan Antoine dengan data fisis T dalam K, P dalam mmHg,
Untuk: C2H4: A= 12.6964, B= -3.82E+00, C= -2.28E+00, D= 8.36E-08, E= 2.64E-08
CH4: A= 16.7362, B= -5.03E+00, C= -5.24E+00, D= 2.61E-06, E= 1.31E-09
CO2: A= 26.0169, B= -7.03E+00, C= -1.41E+01, D= 9.32E-05, E= 1.62E-07
B
ln P A C log T DT ET 2
T
dengan menggunakan persamaan
diperoleh Dew
Point sebesar

-246.4136 0C = 26.7364 K dan Bubble Point sebesar -88.1553 0C =

184.9947 K

B. Saran
Harus lebih teliti saat input persamaan/ fungsi pada Ms. Excel
Memperhatikan asisten laborarorium saat menjelaskan materi dan langkah

penyelesaian soal
Lebih mendalami Ms. Excel

DAFTAR PUSTAKA

Anonym, Antoine Equation, https://en.wikipedia.org/wiki/Antoine_equation diakses

pada 23 Desember 2015 Pukul 19.18 WIB.


Anonym,
Pengertian
Metode

Newton

Raphson,

http://darkzone7.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-metode-newton-raphson.html

diakses pada 23 Desember 2015 Pukul 19.23 WIB.


Anonym, https://id.wikipedia.org/wiki/Distilasi diakses pada 23 Desember 2015

Pukul 19.25 WIB


Da2n, 2010, Bubble Point, http://ngegas.blogspot.co.id/2010/03/bubble-point.html
diakses pada 23 Desember 2015 Pukul 19.29 WIB

Da2n, 2010, Dew Point, http://ngegas.blogspot.co.id/2010/03/dew-point.html diakses

pada 23 Desember 2015 Pukul 19.31 WIB


Modul Praktikum Komputasi Proses, 2006, Yogyakarta, Teknik Kimia Universitas
Islam Indonesia.