Anda di halaman 1dari 37

REVIEW JOURNAL

PERSEPSI PASIEN MENGENAI PROFESIONALISME


DALAM KEDOKTERAN GIGI

OLEH KELOMPOK 6 :

MEYLISA IRIYANA
PHOON JING YING
JIHAN SHOFIENNY YUSUF
UMMIE ARFAJAH
ANZELYNASTITI NUR AZIZAH
ASHMAWATI KHAIRUNNISA
EGGA WAHYU ANDINI
ERIKA SEKAR PRAMESTHI
RACHMA NISSA SITHO Q.A
RIZKY LUTHFIANA PUTRI
WIYUNDARI HANANING S
NUR RAZANAH Z.A

(09188)
(09340)
(10242)
(10256)
(10334)
(10336)
(10350)
(10352)
(10386)
(10392)
(10400)
(10408)

IDENTITAS JURNAL
Judul : Patient Perceptions of Professionalism in Dentistry
Penulis :
Mary E. Brosky, D.M.D.;
Oliver A. Keefer, B.S.;

James S. Hodges, Ph.D.;


Igor J. Pesun, D.M.D., M.S.;
Gary Cook, D.D.S., M.S.
Jurnal : Journal od Dental Education Volume 67 nomor 8 halaman 909-915.
Tahun : 2003

PENDAHULUAN
Profesionalisme diekspresikan dengan berbagai macam cara termasuk dimensi dalam kompetensi,
keterlibatan, martabat, dedikasi penyedia layanan kesehatan untuk menempatkan kebutuhan pasien
di atas kebutuhan sendiri dan kepedulian terhadap kualitas klinis dalam pelayanan klinis.
Antara tiga komponen profesionalisme yang diperkenalkan oleh Walsh yaitu menunjukkan penampilan
yang tepat, perilaku, dan percakapan penting untuk kelancaran hubungan.
Pasien lebih cenderung memilih untuk berobat dengan penyedia layanan kesehatan yang
berpenampilan rapi, yang memiliki nada suara yang meyakinkan serta percaya diri.

Pasien juga lebih cenderung untuk membahas masalah medis dengan penyedia layanan kesehatan
yang mempunyai daya tarik fisik tersebut.
Profesionalisme dalam arti luasnya adalah mencapai hubungan baik dengan pasien. Hubungan ini
akan meningkatkan keyakinan pasien akan kemampuan penyedia pelayanan kesehatan.

BAHAN DAN METODE


Metode yang digunakan
Penelitian : klinik senior perawatan komprenhensif (pasien)
kuesioner :
Survey
Berupa pertanyaan
Pernyataan
analisa

HASIL KAJIAN
Penjelasan mengenai data demografis mencangkup distribusi umur pasien dan jarak
yang ditempuh setiap pasien ke tempat pertemuan.
pasien disurvey :
o terbanyak berasal dari kelompok umur 57-59 tahun yaitu 26%
o kelompok umur 44-56 tahun,
o 31-34 tahun,

o 18-30 tahun,
o dan yang paling sedikit dari kelompok umur 70-100 tahun sebayak 13%

HASIL KAJIAN
Untuk jarak yang ditempuh :
presentase tertinggi pada jarak 5-10 mil yaitu 30% dari jumlah pasien
kemudian disusul 0-5 mil,

10-15 mil,15-20 mil,


dan presentase paling sedikit adalah pasien yang menempuh jarak lebih dari 20 mil yaitu 15%.

HASIL KAJIAN DARI MAHASISWA


KEDOKTERAN GIGI
13 Pertanyaan untuk mendeskripsikan mahasiswa KG
5 tentang atribut fisik
4 tentang kebiasaan/perilaku
4 tentang persepsi pasien yang berhubungan dengan ke[ercayaan pasien terhadap
kemampuannya

HASIL KAJIAN DARI MAHASISWA


KEDOKTERAN GIGI
Penampilan fisik : 56% pasien setuju bahwa penampilan mahasiswa akan mencerminkan
integritasnya. Dan lebih dari 50% pasien setuju bahwa mahasiswa KG sebaiknya
mengggunakan pakaian formal ( gaun, rok, blus, celana panjang, kemeja).

Hubungan perilaku mahasiswa KG : 80% pasien setuju bahwa mahasiswa KG harus memiliki
manajemen waktu yang efektif, dan dua pertiga pasien sangat setuhu bahwa mahasiswa
sebaiknya menggunakan bahasa yang sesuai/baik saat berkomunikasi.
Persepsi pasien terhadap mahasiswa : Lebih dari separuh pasien yang menjadi responden
setuju bahwa kesan pertama mereka terhadap mahasiswa KG sangat mempengaruhi
kepercayaan mereka tehadap kemampuan mahasiswa KG.

HASIL KAJIAN DARI FAKULTAS


KEDOKTERAN GIGI
10 pertanyaan untuk mendeskripsikan fakultas kedokteran gigi :
2 atribut fisik
4 ditangani dengan perilaku

4 dieksplorasi persepsi pasien yang dihasilkan setelah pengobatan

HASIL KAJIAN DARI FAKULTAS


KEDOKTERAN GIGI
Karakteristik fisik anggota FKG : 56 % pasien sangat setuju bahwa penampilan anggota fakultas
kedokteran gigi dicontohkan integritas profesional. Mengenai gaun pakaian formal, lebih dari tiga
perempat dari pasien setuju (33% sedikit setuju, 45% sangat setuju) bahwa kemeja berkerah dan dasi
bersama dengan gaun celana panjang atau rok dan blus yang pakaian yang sesuai untuk fakultas

kedokteran gigi.
Karakteristik perilaku : dari 84% pasien setuju bahwa fakultas kedokteran gigi ditampilkan manajemen
waktu yang efektif dan 73% pasien sangat setuju bahwa perilaku anggota fakultas digambarkan
integritas profesional.

Persepsi pasien setelah pengobatan dengan FKG : Hampir 90% pasien setuju (45% sedikit setuju, 44%
sangat setuju) bahwa kesan pertama mereka dari dosen sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan
diri mereka dalam keahlian nya

HASIL KAJIAN TAMBAHAN


3 pertanyaan mengenai perilaku dan fisik dari dental staff
Hampir dua pertiga dari pasien sangat setuju bahwa penampilan dan perilaku
anggota dental staff menggambar integritas profesional
55% pasien netral tentang tanggapan pakaian kasual cocok untuk digunakan dental
staff.

HASIL KAJIAN TAMBAHAN


Pertanyaan mengenai gaya rambut, make up, perhiasan dental staff :
37% pasien juga beranggapan netral
Pasien wanita lebih cenderung setuju bahwa gaya rambut, makeup, atau perhiasan

memainkan peran penting dalam pendapat mereka mengenai tingkat profesionalisme


anggota dental staff
. Pasien yang berasal kurang dari 10 mil untuk menemui janji, mereka punya kecenderungan
lebih setuju dental staff mengenakan pakaian formal

DISKUSI
Penyedia perawatan gigi sebagai indikator profesional integritas harus mempunyai
kemampuan penyedia layanan kesehatan yang layak dipercayai, memiliki kepedulian
terhadap orang lain dan memiliki komitmen besar untuk pasien.

Menurut survey yang telah dilakukan , kesan pertama dari pasien terhadap penyedia
layanan kesehatan gigi adalah dalam persepsi kompetensi yang mereka miliki serta
harapan memperoleh pelayanan kesehatan di masa depan.

Walaubagaimanapun, pemakaian penyedia layanan kesehatan tidak memberi kesan


pertama pada pasien.

KESIMPULAN
Pasien lebih menyukai penyedia layanan kesehatan untuk menggunakan pakaian
yang lebih formal.
Memakai pakaian formal akan mempengaruhi tingkat kenyamanan dan kegelisahan

pasien.
Kesan pertama dari penampilan penyedia layanan kesehatan harus memberikan efek
yang baik terhadap kepercayaan pasien.

Pasien sangat menyetujui bagi penyedia layanan kesehatan untuk menggunakan


bahasa yang sopan dan menunjukkan sikap yang efektif dalam mengatur waktu
selama membuat perjanjian.

KELEBIHAN& KEKURANGAN JURNAL


A. KELEBIHAN JURNAL
Persepsi pasien terhadap penampilan fisik, pakaian, tingkah laku dan tingkat
profesionalisme pemberi perawatan gigi dijelaskan secara rinci terdiri dari berbagai
aspek.
Sampel yang diambil berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda dan
sehingga menghasilkan perspektif yang berbeda-beda pula sehingga dapat

dibandingkan.

KELEBIHAN & KEKURANGAN JURNAL


B. KEKURANGAN JURNAL
Jawaban responden kurang sesuai dengan fakta yang ada dan berbeda dengan
penelitian sebelumnya.
Penelitian tersebut lebih focus kepada mutu pelayanan kedokteran gigi di Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Minnesota daripada mutu pelayanan kedokteran gigi
secara umum.

TERIMA KASIH

REVIEW JURNAL

Persepsi Pasien Mengenai Profesionalisme dalam Kedokteran Gigi

Disusun oleh :
Kelompok 6 PDG Genap
(09188)
(09340)
(10242)
(10256)
(10334)
(10336)
(10350)
(10352)
(10386)
(10392)
(10400)
(10408)

Meylisa Iriyana
Phoon Jing Ying
Jihan Shofienny Yusuf
Ummie Arfajah
Anzelynastiti Nur Azizah
Ashmawati Khairunnisa
Egga Wahyu Andini
Erika Sekar Pramesthi
Rachma Nissa Sitho Q A
Rizky Luthfiana Putri
Wiyundari Hananing S
Nur Razanah

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS GADJAH MADA
2015

BAB I
LATAR BELAKANG

Profesionalisme dinyatakan dalam berbagai cara termasuk dimensi kompetensi, mulai dari
pemahaman dasar prinsip biologi untuk keterampilan klinis; yang meliputi perilaku dan
atribut yang berkaitan untuk empati dan komunikasi; keandalan, yang berkaitan dengan akses
yang tepat terhadap kompetensi; martabat, yang meliputi pengobatan pasien, staf klinis, dan
dedikasi penyedia perawatan kesehatan untuk menempatkan kebutuhan pasien di atas
kebutuhan sendiri; dan kepedulian terhadap kualitas perawatan klinis. Tiga komponen
profesionalisme yang diperkenalkan oleh Walsh, menunjukkan bahwa penampilan yang
tepat, perilaku, dan percakapan penting untuk kelancaran hubungan. Studi ini juga
menemukan bahwa pasien lebih cenderung untuk membahas masalah medis dengan penyedia
layanan kesehatan yang terawat, memiliki intonasi percakapan yang baik, dan ekspresi
percaya diri, untuk mempermudah kita mendefinisikan profesionalisme sebagai hubungan
baik dengan pasien. Hubungan ini akan menjadi salah satu di mana pasien merasa percaya
diri dalam kemampuan penyedia layanan kesehatan.

Literatur yang tersedia baru menunjukkan bahwa pasien cenderung lebih memilih dokter
yang berpakaian biasa dan lebih santai. Seperti dilansir Molloy,

pakaian yang paling

diinginkan untuk dokter laki-laki jas putih dengan celana panjang, kemeja, dan dasi,
sedangkan untuk dokter perempuan yang disukai pakaian termasuk jaket putih, rok, dan wol
gelap kemeja. Meskipun studi tambahan yang dilakukan oleh Mangum et al. dihasilkan
kesimpulan yang sama, yakni betapa pentingnya profesional ini dalam bidang kedokteran
gigi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah cita-cita
citra profesional diamati dalam bidang medis yang berkaitan dengan perawatan gigi
penyedia.

Penelitian ini berfokus pada pentingnya pasien dalam persepsi penyedia perawatan gigi
berdasarkan pada penampilan fisik mereka, pakaian (baju), perilaku, dan keseluruhan tingkat
profesionalisme. Psikolog dan sosiolog telah sering menyatakan pentingnya dari penampilan
fisik dan efeknya dengan pasien. Seperti dilaporkan oleh Kanzler dan Gorsulowsky dan
Gjerdingen dan Simpson, seorang dokter harus berhati-hati dalam berpakaian, memiliki
pengetahuan, dan menjadi individu yang penuh kasih, sedangkan terawat penampilan dapat
menggambarkan sikap peduli terhadap penampilan. Mangum et al. dan Taylor, juga

memeriksa pentingnya kesan pertama. Isyarat nonverbal dapat memainkan peran penting
dalam interaksi antara pasien dan penyedia medis selain mempengaruhi pasien dalam
kenyamanan, kecemasan, dan rasa percaya diri. Proyek penelitian ini dilakukan untuk
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien saat mengunjungi University of Minnesota
School of Dentistry dalam populasi umum. Dengan memeriksa bagaimana pasien merasakan
pelayanan dari mahasiswa , fakultas, dan staf berdasarkan tingkat profesionalisme, berharap
untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari dinamika pasien / hubungan penyedia.
Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel bagaimana demografi
seperti jenis kelamin, usia, asuransi, dan jarak yang ditempuh untuk menghadiri janji respon
survei pasien yang terkena.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENDAHULUAN

Selama beberapa tahun, profesionalisme dalam perawatan kesehatan memiliki beberapa


penegertian, beberapa diantaranya memiliki makna yang rancu/ambigu. Profesionalisme
diekspresikan dengan berbagai macam cara termasuk dimensi dalam kompetensi, mulai
dari pemahaman dasar prinsip-prinsip biologi sampai dengan keterampilan klinis,
keterlibatan, yang termasuk perilaku dan atribut yang berkaitan empati dan komunikasi,
keandalan, yang berkenaan dengan akses tepat waktu untuk mencapai kompetensi,
martabat, yang termasuk didalamnya yaitu perawatan terhadap pasien, staff, dan
perawatan akan diri sendiri, dedikasi penyedia layanan kesehatan untuk menempatkan
kebutuhan pasien di atas kebutuhan sendiri, dan kepedulian terhadap kualitas klinis dalam
pelayanan klinis.

Tiga komponen luas profesionalisme yang diperkenal oleh Walsh yaitu menunjukkan
penampilan yang tepat, perilaku, dan percakapan. Hal-hal tersebut merupakan komponen
penting untuk membangun kesuksesan dalam suatu hubungan. Dari penelitian ini juga
diketahui bahwa pasien lebih cenderung untuk memilih berobat/berkonsultasi dengan
penyedia layanan kesehatan yang berpenampilan rapi, nada suara yang meyakinkan, serta
percaya diri.

Daya tarik fisik ini juga memiliki dampak postif yang berhubungan dengan peningkatan
kesediaan pasien untuk mengungkapkan gejala/tanda-tanda penyakit yang dialaminya.
Sederhananya kita mendefinisikan profesionalismedalam arti luasnya sebagai gambaran
untuk mencapai kesuksesan suatu hubungan dengan pasien. Hubungan ini akan menjadi
satu di mana pasien merasa percaya diri akan kemampuan dari penyedia pelayanan
kesehatan.

Sejumlah besar penelitian terkait dengan image profesional dari penyedia layanan
kesehatan yang telah ada, sebagian besar terfokus pada dokter keluarga atau perawat.
Literatur terbaru telah menunjukkan bahwa pasien cenderung memilih dokter yang
berpakaian tradisional dibandingkan dengan dokter yang berpakaian lebih ke kasual.

Seperti yang dilaporkan oleh Molloy, pakaian untuk dokter laki-laki adalah jas putih
dokter dengan celana panjang, kemeja, dan dasi. Sedangkan untuk dokter perempuan
yaitu jas putih dokter, rok dan atasan dari bahan wool berwarna gelap.

Meskipun studi lain yang dilakukan oleh Mangum menghasilkan kesimpulan yang sama,
pertanyaan mengenai betapa pentingnya image profesional yang dibangun ketika
dikaitkan dengan bidang kedokteran gigi masih belum jelas. Oleh karena itu, tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa image profesional tetap diamati dalam
bidang kesehatan berkenaan dengan penyedia pelayanan gigi.

Penelitian kami difokuskan pada pentingnya persepsi pasien terhadap dokter/perawat gigi
mereka berdasarkan penampilan fisik, pakaian, perilaku,dan keseluruhan tingkat
profesionalisme dari dokter/perawat tersebut. Beberapa psikolog dan sosiolog juga sering
menyatakan pentingnya penampilan fisik dan efeknya pada kesan pertama seseorang
terhadap orang lain serta hubungan interpersonal mereka.

Seperti yang dilaporkan oleh Kanzler, Gorsulowsky, Gjerdingen dan Simpson , dokter
yang berpakaian rapi dan sangat hati-hati, menyampaikan kesan sifat yang teliti,
berpengetahuan, dan merupakan individu penuh kasih. Sedangkan penampilan yang
sedikit berantakan meninggalkan kesan sifat yang disorganisasi dan juga kesan
ketidakpedulian.

Mangum Taylor juga meneliti tentang pentingnya kesan pertama yang diberikan, yang
menunjukkan bahwa kesan pertama pasien mempengaruhi ekspektasi perawatan yang
akan diberikan juga baik sebaik opini mereka tentang tingkat kompetensi dokter yang
menanganinya. Cara non-verbal ini dapat memainkan peran penting dalam interaksi
antara pasien dan penyedia pelayanan medis dalam

mempengaruhi kenyamanan,

kecemasan dan tingkat keyakinan pasien.

Penelitian kami ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas perawatan terhadap pasien
yang mengunjungi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Minnesota dan juga masyarakat
umum. Dengan memeriksa bagaimana pasien melihat mahasiswa kedokteran gigi,
fakultas, dan staf berdasarkan tingkat profesionalisme, kami berharap untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih baik tentang dinamika hubungan antar pasien penyedia layanan.

Sebuah analisis komparatif kesimpulan dari

penelitian yang telah dilakukan adalah

tujuan kedua kami. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana
variabel-variabel demografis seperti jenis kelamin, usia, asuransi dan jarak yang ditempuh
untuk menghadiri suatu acara mempengaruhi tanggapan pasien yang disurvey.

B. BAHAN DAN METODE

Metode yang digunakan yaitu kuesioner.

Penelitian : klinik senior perawatan komprenhensif disuatu universitas dengan tujuan


mengetahui permasalahan dan pendapat dari pasien.

Kuesioner :
1. Survey, yaitu berupa pertanyaan dimana,pertanyaan pertanyaan diajukan kepada
pasien,mahasiswa dengan jawaban-jawaban.
2. Pernyataan, dengan adanya persepsi dari masyarakat mengenai hal yang perlu di
lakukan dan perlu ditambah
3. Analisa, setelah mendapatkan jawaban dan gambaran mengenai jawaban dan
pernyataan mengenai hal tersebut barulah bisa di hitung frekuensi dengan
perbandingan dari hasil masing-masing variabel.

C. HASIL KAJIAN

Dari 208 pasien yang diminta untuk berpartisipasi, enam diantaranya menolak karena ada
kepentingan pribadi yang mendesak dan dua lagi tidak mengisi kuisioner bagian
demografi. Pasien yang disurvey terdiri dari 51% laki-laki dan 49% perempuan dan dari
keseluruhan 64% nya kurang terkover asuransi dental. Berikut penjelasan tambahan
mengenai data demografis mencangkup distribusi umur pasien dan jarak yang ditempuh
setiap pasien ke tempat pertemuan. Dalam tabel terlihat bahwa dari seluruh pasien
disurvey, yang terbanyak berasal dari kelompok umur 57-59 tahun yaitu 26% kemudian
disusul kelompok umur 44-56 tahun,31-34 tahun, 18-30 tahun, dan yang paling sedikit
dari kelompok umur 70-100 tahun sebayak 13%. Untuk jarak yang ditempuh presentase
tertinggi pada jarak 5-10 mil yaitu 30% dari jumlah pasien, kemudian disusul 0-5 mil, 10-

15 mil,15-20 mil, dan presentase paling sedikit adalah pasien yang menempuh jarak lebih
dari 20 mil yaitu 15%.

Hasil Kajian dari Mahasiswa Kedokteran Gigi


Dari 13 pertanyaan yang digunakan untuk mendeskripsikan mahasiswa KG, 5
pertanyaan tentang atribut fisik, 4 tentang kebiasaan/perilaku, dan 4 tentang persepsi
pasien yang berhubungan dengan kepercayaan pasien terhadap kemampuannya.
Ketika ditanyai tentang penampilan fisik mahasiswa KG, 56% pasien setuju bahwa
penampilan mahasiswa akan mencerminkan integritasnya. Dan lebih dari 50% pasien
setuju bahwa mahasiswa KG sebaiknya mengggunakan pakaian formal ( gaun, rok,
blus, celana panjang, kemeja).

Ketika ditanya tentang hubungan perilaku mahasiswa KG, lebih dari 80% pasien
setuju bahwa mahasiswa KG harus memiliki manajemen waktu yang efektif, dan dua
pertiga pasien sangat setuhu bahwa mahasiswa sebaiknya menggunakan bahasa yang
sesuai/baik saat berkomunikasi. Hampir 93% pasien mengindikasi bahwa mahasiswa
KG merupakan potret yang memiliki tingkat profesionalisme yang sama dengan
fakultas.

Empat pertanyaan selanjutnya tentang persepsi pasien terhadap mahasiswa, yang


mempengaruhi kepercayaaan pasien terhadap kemampuannya. Lebih dari separuh
pasien yang menjadi responden setuju bahwa kesan pertama mereka terhadap
mahasiswa KG sangat mempengaruhi kepercayaan mereka tehadap kemampuan
mahasiswa KG.

Hasil Kajian dari Fakultas Kedokteran Gigi


Dari 10 pertanyaan survei yang digunakan untuk mendeskripsikan fakultas
kedokteran gigi, 2 pertanyaan berhubungan dengan atribut fisik, 4 ditangani dengan
perilaku, dan 4 dieksplorasi persepsi pasien yang dihasilkan setelah pengobatan.
Ketika ditanya tentang karakteristik fisik anggota fakultas kedokteran gigi (Tabel 5),
56 % pasien sangat setuju bahwa penampilan anggota fakultas kedokteran gigi
dicontohkan integritas profesional. Mengenai gaun pakaian formal, lebih dari tiga
perempat dari pasien setuju (33% sedikit setuju, 45% sangat setuju) bahwa kemeja

berkerah dan dasi bersama dengan gaun celana panjang atau rok dan blus yang
pakaian yang sesuai untuk fakultas kedokteran gigi.

Ketika menyelidiki karakteristik perilaku, lebih dari 84% pasien setuju bahwa fakultas
kedokteran gigi ditampilkan manajemen waktu yang efektif (Tabel 6), dan 73%
pasien sangat setuju bahwa perilaku anggota fakultas digambarkan integritas
profesional. Fakultas kedokteran gigi juga menerima tanggapan yang menguntungkan
ketika pasien diminta untuk menilai penggunaan bahasa kedua dengan siswa dan
pasien.

Empat pertanyaan diminta untuk memeriksa persepsi pasien yang dihasilkan setelah
pengobatan dengan anggota fakultas kedokteran gigi (Tabel 7). Hampir 90% pasien
setuju (45% sedikit setuju, 44% sangat setuju) bahwa kesan pertama mereka dari
dosen sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri mereka dalam keahlian nya.
Hanya 3% pasien tidak setuju bahwa pakaian anggota fakultas kedokteran gigi
terinspirasi keyakinan pada kemampuan nya. Hampir 73% pasien setuju (44% sedikit
setuju, 29% sangat setuju) bahwa penampilan / pakaian anggota fakultas kedokteran
gigi ini sangat mempengaruhi tingkat kecemasan mereka, sementara temuan serupa
ditunjukkan ketika pasien diminta tentang tingkat mereka kenyamanan.

Hasil Kajian Tambahan


Pasien diminta 3 pertanyaan mengenai perilaku dan sikap fisik dari dental staff.
Hampir dua pertiga dari pasien sangat setuju bahwa penampilan dan perilaku anggota
dental staff menggambar integritas profesional dan 55% pasien netral tentang
tanggapan pakaian kasual cocok untuk digunakan dental staff.

Ketika ditanya tentang gaya rambut, makeup, atau pilihan perhiasan pada dental staff
37% pasien juga beranggapan netral. Pasien wanita lebih cenderung setuju bahwa
gaya rambut, makeup, atau perhiasan memainkan peran penting dalam pendapat
mereka mengenai tingkat profesionalisme anggota dental staff. Pasien yang berasal
kurang dari 10 mil untuk menemui janji, mereka punya kecenderungan lebih setuju
dental staff mengenakan pakaian formal (kaos berkerah dan dasi, pakaian celana
panjang, rok dan blus, dll.)

Diskusi
Jadi, penyedia perawatan gigi sebagai indikator profesional integritas harus
mempunyai kemampuan penyedia layanan kesehatan yang layak dipercayai, memiliki
kepedulian terhadap orang lain, dan memiliki komitmen besar untuk pasien. Menurut
survei yang telah dilakukan kesan pertama dari pasien terhadap penyedia layanan
kesehatan gigi adalah dalam persepi kompetensi yang mereka miliki serta harapan
memperoleh pelayanan kesehatan di masa depan. Berkaitan dengan pakaian, pada
awalnya pasien berharap pakaian yang dikenakan dokter dan mahasiswa kedokteran
gigi adalah jas putih akan tetapi setelah dilakukan survei kembali keinginan pasien
tersebut berkurang.

Kesan pertama pasien lebih ditimbulkan oleh perbandingan kompetensi yang dimiliki
oleh mahasiswa kedokteran gigi dan dokter. Namun pakaian bukanlah elemen satusatunya tetapi kemampuan penyedia layanan kesehatan dengan cara lisan
memperlakukan staf mereka, jumlah parfum dipakai, dan keterampilan mendengarkan
mereka mungkin lebih berarti pasien. Maka dari itu akan timbul interaksi yang baik
antara pasien dan dokter sehingga masing-masing dapat memperoleh keuntungan dan
perawatan dapat efisien.

BAB III
KESIMPULAN

Mahasiswa kedokteran gigi, fakultas, dan pegawai Fakultas Kedokteran Gigi Univeresitas
Minnesota mempertimbangkan untuk memiliki penampilan maupun tingkah laku yang
professional.

Pasien lebih menyukai mahasiswa kedokteran gigi dan fakultas unutk menggunakan
pakaian yang lebih formal.

Untuk mahasiswa kedokteran gigi, menggunakan pakaian yang formal akan


mempengaruhi tingkat kenyamanan dan kegelisahan pasien. Hasil ini telah diobservasi ,
tetapi untuk fakultas memiliki tingkat yang lebih rendah.

Gaya rambut, make up, dan memakai perhiasan akan memberi sedikit pengaruh terhadap
pendapat pasien kepada mahasiswa kedokteran gigi, fakultas, dan pegawai universitas.

Kesan pertama dari penampilan mahasiswa kedokteran gigi harus memberikan efek yang
baik terhadap kepercayaan pasien dibandingkan kesan pertama yang dimiliki oleh
fakultas.

Pasien sangat menyetujui mahasiswa kedokteran gigi dan anggota fakultas menggunakan
bahasa yang sopan dan menunjukkan sikap yang efektif dalam mengatur waktu selama
membuat perjanjian.

BAB IV
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL

A. KELEBIHAN JURNAL

Persepsi pasien terhadap penampilan fisik, pakaian, tingkah laku dan tingkat
profesionalisme pemberi perawatan gigi dijelaskan secara rinci yang terdiri dari
berbagai aspek.

Sampel yang diambil berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda dan sehingga
menghasilkan perspektif yang berbeda-beda pula sehingga dapat dibandingkan.

B. KEKURANGAN JURNAL

Jawaban responden kurang sesuai dengan fakta yang ada dan berbeda dengan
penelitian sebelumnya.

Penelitian tersebut lebih fokus kepada mutu pelayanan kedokteran gigi di Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Minnesota daripada mutu pelayanan kedokteran gigi
secara umum.

DAFTAR PUSTAKA

Brosky, M. E., Keefer, O.A., Hodges, J.S., Pesum, I.J., dan Cook, G., 2003, Patient
Perceptions of Professionalism in Dentistry, Journal od Dental Education, 67(8):909915.

Milieu in Dental Schools and Practice

Patient Perceptions of Professionalism in


Dentistry
Mary E. Brosky, D.M.D.; Oliver A. Keefer, B.S.; James S. Hodges, Ph.D.;
Igor J. Pesun, D.M.D., M.S.; Gary Cook, D.D.S., M.S.
Abstract: The purpose of this study was to examine how patients perceived the professionalism of University of Minnesota
School of Dentistry students, faculty, and staff. Professionalism is defined by the authors as an image that will promote a
successful relationship with the patient. Patients within comprehensive care clinics were asked to assess physical attributes and
behaviors of the dental care providers using a questionnaire. The patients read statements dealing with characteristics of the dental
care providers and responded as to whether they agreed, were neutral, or disagreed with the statement. The surveyed population
consisted of 103 males and 97 females, 64 percent of whom lacked insurance coverage. Fifty-one percent of the patients were
between the ages of forty-four and sixty-nine, but the overall age distribution was dispersed over a range of eighteen to one
hundred. Our research found that all dental care providers displayed a professional appearance as well as behavior. The attire of
the dental care provider affected the comfort and anxiety levels of patients, as did first impressions of both students and faculty.
Most patients reported that students and faculty displayed effective time management and used appropriate language during the
appointment. Finally, hairstyle, makeup, and jewelry appeared to have little effect on patients opinions of the various dental care
providers.
Dr. Brosky is Assistant Professor, Division of Prosthodontics, Department of Restorative Sciences; Mr. Keefer is a Dental Student
and participant in the Summer Research Fellowship Program; Dr. Hodges is Senior Research Associate, Division of Biostatistics;
Dr. Pesun is Associate Professor, Division of Prosthodontics, Department of Restorative Sciences; and Dr. Cook is Associate
Clinical Specialist, Division of Prosthodontics, Department of Restorative Sciencesall at the University of Minnesota School of
Dentistry. Direct correspondence and requests for reprints to Dr. Mary Elizabeth Brosky, University of Minnesota, 9-470 Moos
Tower, Minneapolis, MN 55455; 612-626-2470 phone; 612-626-1496 fax; brosk001@tc.umn.edu. This research was supported in
part by the University of Minnesota School of Dentistry Summer Research Fellowship Program (NIH/5T35-DE07098-19) and the
Minnesota Oral Health Clinical Research Center (NIH/NIDCR P30-DE09737).
Key words: professional attire, professional behavior, professionalism
Submitted for publication 3/25/03; accepted 5/27/03

ver the years professionalism in health care


has had several definitions, many of which
are very ambiguous.1 Professionalism is expressed in various ways including the dimensions of
competence, ranging from comprehension of basic
biology principles to clinical skill; engagement,
which includes behaviors and attributes pertaining
to empathy and communication; reliability, which
pertains to timely access to competence; dignity,
which includes treatment of patient, clinical staff, and
self; the health care providers dedication to placing
the needs of the patient above his or her own needs;
and concern for the quality of clinical care.2 Three
broad components of professionalism were introduced by Walsh, suggesting that proper appearance,
behavior, and conversation are essential for a successful relationship.3 This study also found that patients are more apt to discuss medical issues with a

August 2003

Journal of Dental Education

health care provider who is well groomed, has a professional tone of voice, and a confident expression.
Physician attractiveness also positively relates to increased patient willingness to disclose symptoms.4,5
For simplicity, we define professionalism in its broadest sense as an image that promotes a successful relationship with the patient. This relationship would
be one in which the patient feels confident in the
capabilities of the health care provider.
A substantial amount of research dealing with
the professional image of health care providers has
been produced, largely focused on family physicians
or nurses. The recent available literature has shown
that patients tend to prefer a traditionally dressed
physician in contrast to a more casual appearance.6-8
As reported by Molloy,9 the most desirable outfit for
male physicians was a white coat with slacks, shirt,
and tie, while for female physicians the preferred

909

attire included a white jacket, skirt, and dark wool


shirt. Although additional studies undertaken by
Mangum et al.10 generated similar conclusions, the
question of exactly how important this professional
image is when it comes to the field of dentistry remains unclear. Therefore, the objective of this study
was to determine if professional image ideals observed within the medical field pertain to dental care
providers.
Our research focused on the importance of patients perceptions of their dental care provider based
on their physical appearance, attire (dress), behavior, and overall level of professionalism. Psychologists and sociologists have often stated the importance of physical appearance and its effect upon first
impressions and interpersonal relationships.11 As reported by Kanzler and Gorsulowsky6 and Gjerdingen
and Simpson,12 a carefully dressed physician may
convey the image of a meticulous, knowledgeable,
and compassionate individual, whereas an unkempt
appearance may portray disorganization and an uncaring attitude. Mangum et al.10 and Taylor,13 also
examining the importance of first impressions, found
patients initial perceptions influenced their expectations of care as well as their opinions of their
physicians competence level. These nonverbal cues
can play a significant role in interactions between
the patient and medical provider in addition to influencing the patients comfort, anxiety, and confidence
levels.
Our research project was undertaken to improve
the quality of care delivered to patients visiting the
University of Minnesota School of Dentistry and
within the general population. By examining how
patients perceive dental students, faculty, and staff
based on their level of professionalism, we hoped to
obtain a better understanding of the dynamics of the
patient/provider relationship. A comparative analysis of the research conclusions observed within the
medical field was a secondary goal of our study. The
final objective of this research study was to investigate how demographic variables such as gender, age,
insurance, and distance traveled to attend appointment affected patient survey responses.

Materials and Methods


Questionnaires were offered to patients following completion of their dental appointment in the
senior comprehensive care clinic at the University

910

of Minnesota School of Dentistry during a three-week


period in 2002. Questionnaires were offered to all
patients to decrease the potential for unwanted bias.
The senior comprehensive care clinic was chosen for
this investigation due to its variety of patients and
dental procedures performed (periodontics, prosthodontics, and restorative dentistry). Human subject
approval was obtained from the Institutional Review
Board of the Academic Health Center, University of
Minnesota. Informed consent was obtained from all
patients prior to enrollment.
To aid in the development of our questionnaire,
previous surveys were reviewed, and questions that
addressed our concerns at the University of Minnesota were selected.6,8,10,12 The questions were adapted
to reflect appearance, language, time management,
and professionalism. Questions were kept to a minimum to ensure that they would be completed. The
questionnaire contained thirty statements and used a
5-point Likert scale to rate dental faculty, student,
and staff professionalism (1=strongly disagree,
2=slightly disagree, 3=neutral, 4=slightly agree,
5=strongly agree).10 Patients were asked to rate the
dental students, faculty, and staff based on physical
characteristics (attire, facial hair, makeup) and behaviors (time management, use of technical language). Patients were also requested to provide their
perceptions of the overall treatment process including such issues as comfort, anxiety, confidence in
the care provider, and first impressions. Additional
information pertaining to patient demographics, such
as age, gender, insurance coverage, and distance traveled to attend the dental appointment, was also collected.
Completed patient questionnaires were analyzed for response frequency and the results were
tabulated. Cross-tabulation analyses (Pearson) were
performed between each demographic variable and
each questionnaire statement.

Results
Of the 208 patients asked to participate, six
refused due to personal time constraints, and two did
not completely fill out the questionnaires demographic section. The surveyed patient pool consisted
of 103 males (51 percent) and 97 females (49 percent), with 128 patients (64 percent) lacking dental
insurance coverage. Additional demographic data
including patient age group distribution and the dis-

Journal of Dental Education Volume 67, Number 8

tance traveled by each patient to reach their dental


appointment are provided in Table 1.

Dental Student Results


Of the thirteen survey questions used to describe dental students, five pertained to physical attributes, four dealt with behaviors, and four explored
the resulting patient perceptions following treatment.
When asked about physical characteristics of dental
students (Table 2), 56 percent of the 200 surveyed
patients strongly agreed that the students appearance
exemplified professional integrity. The majority of
patients (49 percent) provided neutral responses as
to a preference for either a white lab coat or surgical
scrubs, and 48 percent remained neutral when asked
about hairstyle, makeup, and jewelry. Concerning
formal dress attire, over half of the patients agreed
(34 percent slightly agree, 21 percent strongly agree)
that dental students should be required to wear dress
Table 1. Patient age and distance traveled
Age
Years
18-30
31-43
44-56
57-69
70-100
Total

Distance Traveled

N (percent)
30
42
50
52
26
200

(15)
(21)
(25)
(26)
(13)
(100)

Miles

N (percent)

0-5
5-10
10-15
15-20
20+

43
61
37
32
29
202

(21)
(30)
(18)
(16)
(15)
(100)

slacks, collared shirts, skirts, or blouses. When asked


if casual dress attire was acceptable for a dental student, most patients (44 percent) were neutral, and
roughly one-third said no (27 percent slightly disagreed, 5 percent strongly disagreed).
When examining behavioral characteristics
(Table 3), over 80 percent of patients agreed that dental students displayed effective time management, and
two-thirds of patients strongly agreed that students
used appropriate language. Patients reported student
efforts at maintaining an orderly work environment
were effective and said that students displayed a level
of professionalism comparable to that of the dental
faculty. Overall, nearly 93 percent of patients indicated that dental students portrayed an equal level
of professionalism to the faculty.
Four questions were asked to examine patient
perceptions of the dental student following treatment
(Table 4). Over half of the patients strongly agreed
that their first impressions of the dental student
greatly affected their confidence levels in his or her
abilities. Nearly 80 percent of patients agreed that
the students appearance/attire affected their feelings
regarding the care they would receive in the future.
It was also reported that roughly one-half of the patients strongly agreed that appearance/attire greatly
affected their comfort and anxiety levels; less than 3
percent strongly disagreed.

Note: Two patients failed to respond when asked for


gender.

Table 2. Survey results for physical attributes of dental students


Disagree
Survey Questions

Strong

The dental students appearance and behaviors exemplified professional integrity.


Dental students should wear a white lab coat rather than a surgical smock or scrubs.
Hairstyle, facial hair, makeup, or jewelry affected my confidence in the dental student
Dress slacks, collared shirts, skirts, or blouses should be required attire for dental students.
Casual attire such as tennis shoes, jeans, or t-shirts are acceptable dress for a dental student.

0
5.0
9.5
6.5
5.0

Agree

Slight

Neutral

Slight

Strong

2.5
22.4
12.9
10.0
26.9

4.0
48.8
48.3
27.5
44.3

37.3
11.4
19.4
34.5
16.9

56.2
12.4
10.0
21.5
7.0

Neutral

Slight

Strong

Percentages add to 100 percent across rows.

Table 3. Survey results for dental student behaviors


Disagree
Survey Questions

Strong

TThe dental student displayed effective time management along with punctuality.
The dental student used appropriate language (avoided slang) and explained
technical terms effectively.
The dental student maintained adequate infection control measures and kept an
orderly work environment.
In comparison to dental faculty/professors, the dental student portrayed an equal
level of professionalism.

Slight

Agree

1.0

7.0

9.0

35.2

47.8

0.5

3.5

5.0

25.4

65.6

0.5

0.5

5.0

27.9

66.1

0.5

0.5

6.5

30.8

61.7

Percentages add to 100 percent across rows

August 2003

Journal of Dental Education

911

Dental Faculty Results


Of the ten survey questions used to describe
the dental faculty, two pertained to physical attributes,
four dealt with behaviors, and four explored the resulting patient perceptions following treatment. When
asked about the physical characteristics of faculty
members (Table 5), 56 percent of patients strongly
agreed that the faculty members appearance exemplified professional integrity. Concerning formal
dress attire, over three-fourths of the patients agreed
(33 percent slightly agree, 45 percent strongly agree)
that a collared shirt and tie along with dress slacks
or a skirt and blouse were appropriate attire for the
faculty.
When investigating behavioral characteristics,
over 84 percent of patients agreed that the dental faculty displayed effective time management (Table 6),
and 73 percent of patients strongly agreed that the
faculty members behavior portrayed professional
integrity. The dental faculty also received favorable
responses when patients were asked to rate the use
of language both with the students and the patient.

Four questions were asked to examine the resulting patient perceptions following treatment with
the faculty member (Table 7). Nearly 90 percent of
patients agreed (45 percent slightly agree, 44 percent strongly agree) that their first impressions of
the faculty member greatly affected their confidence
levels in his or her expertise. Only 3 percent of patients disagreed that the dental faculty members attire inspired confidence in his or her abilities. Nearly
73 percent of patients agreed (44 percent slightly
agree, 29 percent strongly agree) that the dental faculty members appearance/attire greatly affected their
anxiety levels, while similar findings were shown
when patients were asked about their levels of comfort.

Additional Results
Patients were asked three questions pertaining
to the behaviors and physical attributes of the dental
staff (Table 8). Nearly two-thirds of patients strongly
agreed that the staff members appearance and behaviors portrayed professional integrity, and the ma-

Table 4. Survey results for patient perceptions following treatment with student
Disagree
Survey Questions

Strong

My first impression of the dental student greatly affected my confidence level in


his or her abilities.
The dental students physical appearance/attire affected my feelings regarding the
care I will receive in the future.
The dental students appearance/attire greatly affected my comfort level.
The dental students appearance/attire greatly affected my anxiety level.

Slight

Agree
Neutral

Slight

Strong

1.0

1.5

6.0

36.3

55.2

2.5
2.0
4.0

4.5
3.5
3.5

13.9
18.4
20.9

43.3
25.9
22.8

35.8
50.2
48.8

Percentages add to 100 percent across rows.

Table 5. Survey results for physical attributes of faculty members


Disagree
Survey Questions
The dental facultys appearance exemplified professional integrity.
A collared shirt and tie along with dress slacks or a skirt and blouse are appropriate
attire for the dental faculty.

Agree

Strong

Slight

Neutral

Slight

Strong

1.0

11.9

30.9

56.2

2.5

4.0

15.4

33.3

44.8

Slight

Neutral

Slight

Strong

1.5
0
0
0

13.9
4.0
17.4
9.0

35.8
22.9
29.9
33.8

48.3
73.1
52.7
57.2

Percentages add to 100 percent across rows.

Table 6. Survey results for faculty member behaviors


Disagree
Survey Questions

Strong

The dental faculty displayed effective time management during my appointment.


The dental facultys behavior exemplified professional integrity.
The dental facultys use of language was appropriate with the dental student.
The dental facultys use of language with me was appropriate (not excessively technical).

0.5
0
0
0

Agree

Percentages add to 100 percent across rows.

912

Journal of Dental Education Volume 67, Number 8

Table 7. Survey results for patient perceptions following treatment with faculty
Disagree
Survey Questions

Strong

My first impressions of the dental faculty greatly affected my confidence level


of his/her expertise.
The dental faculty attire inspired confidence and reassurance in his/her abilities.
The dental faculty appearance/attire greatly affected my anxiety level.
The dental faculty appearance/attire greatly affected my comfort level.

0.5
1.0
3.0
2.0

Agree

Slight

Neutral

Slight

Strong

0.5
2.0
2.5
1.5

10.4
21.9
21.9
15.4

44.8
39.3
44.3
49.3

43.8
35.8
28.5
31.8

Neutral

Slight

Strong

3.5

33.0

63.5

Percentages add to 100 percent across rows.

Table 8. Survey results for dental staff


Disagree
Survey Questions
The dental staffs appearance and behaviors portrayed professional integrity.
Casual attire such as tennis shoes, surgical scrubs, or jeans is appropriate attire
for the dental staff members.
Choice of hairstyle, makeup, or jewelry played an important role in my opinion of
the dental staff members level of professionalism.

Agree

Strong

Slight

0.5

7.0

54.5

26.5

11.5

3.0

15.8

37.1

34.5

9.6

Percentages add to 100 percent across rows.

jority of patients (55 percent) remained neutral on


whether casual attire was appropriate for the dental
staff. When asked about staff members hairstyle,
makeup, or jewelry selections, 37 percent of patients
were also neutral.
When analyzing the relationships among age,
gender, insurance coverage, and travel distance to
appointment with the various survey questions, we
observed several significant findings. Female patients
were more likely to agree that hairstyle, makeup, or
jewelry played an important role in their opinion of
the dental staff members level of professionalism
(Pearson p-value = 0.010). Patients who traveled less
than ten miles to attend their appointment had a tendency to agree that formal attire (collared shirt and
tie, dress slacks, skirt and blouse, etc.) was appropriate for the dental faculty (p = 0.006). This same
group of patients was more likely to agree that formal attire should be required for dental students (p =
0.001) and to disagree that casual attire (tennis shoes,
jeans, t-shirt, etc.) was acceptable dress for a dental
student (p = 0.010). Based on the previous three observations, it appears that patients traveling from
greater distances to attend their dental appointment
were more accepting towards both faculty members
and dental students wearing casual attire.

Discussion
The purpose of this study was to explore patients perceptions of professional attire and behav-

August 2003

Journal of Dental Education

ior of dental care providers as indicators of the professional integrity and competence within the University of Minnesota School of Dentistry. For purposes of this discussion, we defined professional
integrity as the ability of the health care provider to
be worthy of trust, have concern for others, and have
a substantial commitment to the patient. Professional
competence is the health care providers ability to
provide adequate dental care. We found both similarities and differences in comparison to the findings of studies of professional image among physicians and nurses. The general patient preference
toward traditional/formal physician dress observed
by Kanzler and Gorsulowsky,6 McNaughton-Filion
et al.,7 and Gjerdingen et al.8 was confirmed by our
data. Over 75 percent of the patients agreed that formal attire was appropriate for faculty members, and
over half agreed that dental students should be required to wear dress slacks, collared shirts, skirts, or
blouses. Despite a recent movement in Western culture toward a more relaxed, casual attire in the general public and within the office setting, it appears
that patients continue to expect a formally dressed
dental health care provider. When asked if casual attire was acceptable for a dental student, 44 percent
of patients were neutral, but 32 percent disagreed,
further emphasizing the patient preference towards
formal attire within the dental setting.
Patient responses in this study were somewhat
different from the findings of several previous studies concerning the traditional patient preference for
physicians to wear a white laboratory coat. When

913

patients were asked whether dental students should


wear a white laboratory coat rather than a surgical
smock or scrubs, the distribution of responses covered a wide range of opinions. The majority of patients (49 percent) remained neutral, while the remaining patients either agreed (24 percent) or
disagreed (27 percent) with the questionnaire statement pertaining to the white laboratory coat. These
results perhaps hint that patient preference for the
traditional white laboratory coat has decreased.
As described by Taylor,13 the patients first impression of a physician can have a strong influence
on perceptions of the care providers competence level
and expectations of the care delivered in the future.
We found the attire/appearance of both students and
faculty had a strong influence on the patients comfort and anxiety levels, and patients agreed that their
first impressions of faculty and students affected their
confidence level in both groups. The first impression appeared to play a stronger role in how patients
perceived students in comparison to faculty members, possibly due to differences in the expectations
of experience/expertise between the two groups.
The patients responses were largely neutral for
attire and appearance relating to students, faculty, and
clinical staff. This indicates that appearance, or at
least the specific elements of it, mentioned in our
survey questions is not the only factor that provides
confidence. The way health care providers verbally
treat their staff, the amount of perfume worn, and
their listening skills may mean more to a patient than
if they are wearing a scrub suit and tennis shoes or a
suit and tie. Professionalism is multi-factorial and is
important in engendering a sense of comfort and
confidence during treatment. Although first impressions are important, communication skills, behavior, and attitude may have a greater impact on the
overall relationship between the patient and the health
care provider.
The nonverbal communication attributed to a
dental care providers attire/appearance can also play
a major role in the patient/doctor relationship. Positive first impressions, traditional dress, and an overall level of professionalism portrayed by the dental
health care provider can increase patient feelings of
comfort and confidence, thus leading to an improved
experience within the dental setting. These positive
patient attitudes can lead to an increase in exchange
of information between the patient and the dental
health care provider, in turn leading to more efficient and improved delivery of dental care.

914

Conclusions
The primary conclusions of our study are as
follows.
1. Dental students, faculty, and staff of the University of Minnesota School of Dentistry were all
considered to have a professional appearance as
well as behavior.
2. Patients preferred a more formal dress attire for
both dental students and faculty.
3. For dental students, attire greatly affected both
the comfort and the anxiety levels of the patients.
These results were observed, but to a lesser degree, for faculty.
4. Hairstyle, makeup, and jewelry appeared to have
little effect on the patients opinions of the students, faculty, and staff.
5. First impressions of the dental students appeared
to have a greater effect on confidence levels of
patients than did first impressions of the faculty.
6. Patients strongly agreed that dental students and
faculty members used appropriate language and
displayed effective time management skills during their appointment.

Acknowledgments
The authors wish to thank Dee Blomster, Dr.
Eric Mills, Dr. Rich Nadeau, Dr. Karin Quick, Dr.
Ed Ziegler, and the study participants.

REFERENCES
1. Stevens RA. Themes in the history of medical professionalism. Mt Sinai J Med 2002;69(6):357-62.
2. Barondess JA. Medicine and professionalism. Arch Intern Med 2003;163(2):145-9.
3. Walsh KC. Projecting your best professional image. Imprint 1993;40(5):46-9.
4. Young JW. Symptom disclosure to male and female physicians: effects of sex, physical attractiveness, and symptom type. J Behav Med 1979;2:159-69.
5. Gjerdingen DK, Thorpe W, List-Holt P. The physicians
appearance and professionalism. Res and Staff Phys
1990;36:65-74.
6. Kanzler MH, Gorsulowsky DC. Patients attitudes regarding physical characteristics of medical care providers in
dermatologic practices. Arch Dermatol 2002;138(4):4636.
7. McNaughton-Filion L, Chen JSC, Norton PG. The
physicians appearance. Fam Med 1991;23:208-11.
8. Gjerdingen DK, Simpson DE, Titus SL. Patients and physicians attitudes regarding the physicians professional
appearance. Arch Intern Med 1987;147:1209-12.

Journal of Dental Education Volume 67, Number 8

9. Molloy JT. Dress for success. New York: Warner Books,


1975:30-50, 210-2.
10. Mangum S, Garrison C, Lind C, Hilton HG. First impressions of the nurse and nursing care. J Nurs Care Qual
1997;11(5):39-47.
11. Bersheid E, Gangestad S. The social psychological implications of facial physical attractiveness. Clin Plast Surg
1982;9(3):289-96.

August 2003

Journal of Dental Education

12. Gjerdingen DK, Simpson DE. Physicians attitudes about


their professional appearance. Fam Prac Res J
1989;9(1):57-64.
13. Taylor PG. Does the way housestaff physicians dress influence the way patients initially perceive their competence? Ped Notes 1985;9:1.

915