Anda di halaman 1dari 3

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU

Prosedur Operasional Baku Penyimpanan Obat


PERUSAHAAN
SEJAHTERA SELALU
SELAMANYA
Disusun oleh
(nama, jabatan,
tanda tangan)
..........................
Tanggal
15 April 2016

Departemen/Divis
i/ Bagian/Unit*
.............................
........
Diperiksa oleh
(nama, jabatan,
tanda tangan)

Seksi/Sub
Divisi/Sub
Bagian/Sub Unit*
........................
Disetujui oleh
(nama, jabatan,
tanda tangan)

.............................
..
Tanggal
16 April 2016

.....................
Tanggal
16 April 2016

Halaman 1 dari 3
Nomor 01
Tanggal berlaku
16 April 2016
Mengganti**
No. 00
Tanggal
15 April 2015

1. Tujuan
Prosedur ini dibuat agar pelaksanaan dan pengawasan penyimpanan sediaan farmasi
terjaga mutu dan keamanan serta khasiatnya.
2. Ruang Lingkup
Prosedur ini mulai dilaksanakan setelah diberlakukannya prosedur ini hingga terdapat
perubahan terkait prosedur ini. Prosedur ini diterapkan di gudang farmasi atau obat dan
perbekalan farmasi.
3. Tanggung Jawab
Kepala Gudang/Personil yang ditunjuk bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawasan
penyimpanan Sediaan Farmasi.
4. Bahan dan Alat
Alat
: AC, Termometer, Genset, Rack, Flow Rack, Shelving, Frezzer.
5.

Prosedur
5.1
Setelah obat sesuai dengan pesanan, obat dilakukan penyimpanan sesuai dengan
spesifikasi obat tersebut (suhu dan kelembabannya) untuk menjamin stabilitas
obat.
5.2
Obat disimpan dengan susunan sedemikian rupa sehingga memudahkan
pengambilan.
5.3
Obat yang pertama diterima disimpan paling luar, untuk memudahkan
pengambilan sedangkan obat yang terakhir diterima disimpan di bagian dalam
dan dikeluarkan sesudah obat yang pertama habis.
5.4
Obat Narkotika dan Psikotropika disimpan terpisah dengan kunci dipegang oleh
kepala gudang farmasi.
5.5
Obat yang memiliki nilai ekonomis tinggi disimpan terpisah.
5.6
Obat disimpan berdasarkan pada petunjuk yang tertera dalam kemasan dan label
obat.
5.7
Penataan obat dapat dilakukan dengan penggolongan antara lain:
a. Berdasarkan kelas terapi
b. Bentuk sediaan
c. Alfa betis
d. Gabungan antara ketiganya

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU


Prosedur Operasional Baku Penyimpanan Obat
PERUSAHAAN
SEJAHTERA SELALU
SELAMANYA
Disusun oleh
(nama, jabatan,
tanda tangan)
..........................
Tanggal
15 April 2016

5.8

5.9

5.10
5.11

5.12
5.13
5.14
5.15

Departemen/Divis
i/ Bagian/Unit*
.............................
........
Diperiksa oleh
(nama, jabatan,
tanda tangan)

Seksi/Sub
Divisi/Sub
Bagian/Sub Unit*
........................
Disetujui oleh
(nama, jabatan,
tanda tangan)

.............................
..
Tanggal
16 April 2016

.....................
Tanggal
16 April 2016

Halaman 2 dari 3
Nomor 01
Tanggal berlaku
16 April 2016
Mengganti**
No. 00
Tanggal
15 April 2015

e. Penyimpanan khusus (di lemari pendingin)


Ada beberapa sediaan yang tidak stabil/rusak jika disimpan pada suhu kamar,
antara lain: suppositoria, ovula, tablet amoxicillin dengan asam klavulanat,
sediaan dengan bakteri lactobacillus, tablet salut gula dan selaput, sirup, beberapa
sediaan injeksi, albumin, serum, insulin dan lain-lain.
Obat disimpan berdasarkan kelompok kelas terapi/ farmakologi obat yang telah
ditetapkan yaitu:
a. Kelompok obat kardiovaskular
b. Kelompok obat gastrointestinal
c. Kelompok obat anti infeksi
d. Kelompok obat respiratori
e. Kelompok obat vitamin dan mineral
f. Kelompok obat luar (topical, mata, telinga)
g. Kelompok obat Narkotika dan Psikotropika
h. Kelompok obat analgetik dan antipiretik
i. Kelompok obat lainnya.
Metode FIFO dan FEFO.
Metode First In First Out (FIFO) yaitu obat yang datang lebih dulu dikeluarkan
lebih dulu, hal ini ntuk menghindari obat kedaluarsa. Penataan juga berdasarkan
metode First Expired First Out(FEFO) yaitu obat yang mempunyai kadaluarsa
lebih awal dikeluarkan lebih dulu.
Obat disimpan dengan jumlah tumpukan sesuai dengan petunjuk pada kemasan
atau label, yaitu 6-8 tumpuk.
Obat harus diletakan di atas palet, tidak menempel ke dinding, jarak antara obat
dengan dinding minimal 40 cm.
Jarak antara obat (tumpukan yang paling atas) dengan langit-langit minimal 1 m.
Antara obat yang satu dengan yang lain diberi jarak yang cukup sehingga
memudahkan pergerakan obat dan mengontrol keamanan obat.

6. Pelaporan: (bila perlu)


APA YANG HARUS DILAKUKAN KEMUDIAN:
(a) Sebutkan di mana hasil pelaksanaan harus dicatat;
(b) Jelaskan apa yang harus dilakukan apabila terjadi masalah ketika melakukan proses;
(c) Sebutkan bahwa penyimpangan terhadap prosedur harus mendapatkan persetujuan
serta dicatat; dan
(d) Sebutkan kepada siapa hasil pelaksanaan prosedur harus dilaporkan.

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU


Prosedur Operasional Baku Penyimpanan Obat
PERUSAHAAN
SEJAHTERA SELALU
SELAMANYA
Disusun oleh
(nama, jabatan,
tanda tangan)
..........................
Tanggal
15 April 2016

Departemen/Divis
i/ Bagian/Unit*
.............................
........
Diperiksa oleh
(nama, jabatan,
tanda tangan)

Seksi/Sub
Divisi/Sub
Bagian/Sub Unit*
........................
Disetujui oleh
(nama, jabatan,
tanda tangan)

.............................
..
Tanggal
16 April 2016

.....................
Tanggal
16 April 2016

Halaman 3 dari 3
Nomor 01
Tanggal berlaku
16 April 2016
Mengganti**
No. 00
Tanggal
15 April 2015

7. Lampiran: (bila perlu)


Daftar lampiran.
8.

Dokumen Rujukan:
Daftar Protap lain yang langsung berakibat pada, atau berkaitan dengan prosedur;

9. Riwayat
Daftar dari nomor Protap termasuk alasan untuk perubahan.
Versi
1
2

Nomor
.............
..............

Tanggal Mulai Berlaku


........................
.........................

Riwayat Perubahan
........................
.............................

10. Distribusi***
Daftar penerima / penyimpan Protap
Asli: Penanggung Jawab/Pemastian Mutu
Fotokopi:
No. 1: ..............
No. 2: ...............
No. 3: ...............
No. 4: ...............
No. 5: ...............
*: Dipilih salah satu disesuaikan dengan struktur organisasi PBF (Jika tidak ada, dikosongkan)
**:Mengganti : apabila terjadi penggantian SOP diisi nomor SOP yang diganti. Jika SOP baru,
dikosongkan
***: Distribusi: Distribusi Protap ke Bagian Terkait

Anda mungkin juga menyukai