Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM TEKNIK MATERIAL II


MODUL A WIRE DRAWING
Oleh :
Riansya Fikri Primandika Akbar
NIM : 13713038
Kelompok : 4
Anggota (NIM)

1. Tania Zefanya S. Tarigan (13713015)


2. Muhammad Adrian Ilman (13713023)
3. Adam Dwiputra Tanjung (13713039)
4. Jonathan Martin P. (13713062)
Tanggal Praktikum

3 November 2015

Tanggal Penyerahan Laporan

7 November 2015

Nama Asisten (NIM)

Ahmad Marzuki (13711036)

LABORATORIUM METALURGI DAN TEKNIK MATERIAL


PROGRAM STUDI TEKNIK MATERIAL
FAKULTAS TEKNIK MESIN DAN DIRGANTARA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari. Sering kali kita jumpai kawat. Kawat
yang dimaksud fungsinya banyak. Seperti kawat pada gitar, kawat untuk
pengamanan rumah, kawat untuk kabel listrik, dan lain sebagainya. Lantas
bagaimana kawat kawat berdiameter kecil tersebut terbuat? Yaitu dengan
cara wire drawing atau penarikan kawat.
Ada dua jenis dari proses pembentukan logam. Yaitu plastic
deformation process dan metal removal process. Wire drawing adalah salah
satu bagian dari proses plastic deformation. Plastic deformation process
memanfaatkan sifat plastisitas dari logam. Jenis ini ada 5 tipe yaitu direct
compression, indirect compression, tension, bending, dan shearing. Dan wire
drawing masuk kedalam tipe indirect compression.
Wire Drawing menggunakan tegangan tarik sebagai tegangan primer.
Dimana gaya ini akan menimbulkan gaya tekan yang diberikan oleh die.
Logam yang melewati wire drawing akan mempunyai diameter kawat yang
mengecil diakibatkan gaya tadi.

2. Tujuan Praktikum
1. Menentukan nilai persen reduksi, draw stress, energi total, dan
efisiensi proses wire drawing

BAB II

TEORI DASAR

2.1 Pengertian Wire Drawing


Wire drawing adalah sebuah proses plastic deformation process. Dimana plastic
deformation process ini mempunyai 5 tipe lagi.Wire drawing masuk kedalam tipe
indirect compression. Proses ini memakai tegangan tarik sebagai tegangan primer dan
gaya tekan yang dihasilkan oleh die. Temperatur yang digunakan adalah temperature
ruangan.

2.2 Komponen Wire Drawing


Berikut adalah komponen dari wire drawing

(Draw Bench)

(Die)

Berikut adalah pengertian dari masing masing benda :

1. Drawbenches : Drawbenches adalah alat yang memberikan gaya tarik kepada


kawat. Kawat yang diberikan sebanyak 1 MN dengan panjang 30 m. Gaya
yang diberikan bervariasi 150 sampai 1500 mms-1
2. Die
a. Approach angle : bagian dimana diameter dari kawat direduksi.
Semakin besar approach angle maka semakin tinggi gaya friksi akan
semakin meningkat. Sedangkan ketika mengecil approach anglenya
maka gaya redundantnya meningkat.
b. Bearing Section : Bearing memberikan tegangan friksi kepada
specimen. Tetapi tidak mereduksikan diameter dari kawat.
c. Back Relief : Tempat dimana specimen mengembang setelah melewati
die
d. Steel Casing : Daerah dimana die dijepit.
e. Carbide Nib : Lokasi terjadinya kontak primer antara die dan kawat
terjadi.

2.3 Energi yang terjadi di wire drawing


Energi yang terjadi didalam percobaan wire drawing tidaklah sedikit. Berikut adalah
energi yang ada didalam proses wire drawing :
1. Frictional Energy : Energi friksi adalah energi yang digunakan untuk
mengatasi gaya friksi
2. Useful Work : Energi yang digunakan untuk mengurangi cross sectional.
3. Redundant Work : Energi yang digunakan untuk mengubah flow direction.

2.4 Parameter yang menentukan wire drawing


Berikut adalah parameter yang mempengaruhi percobaan wire drawing :
1. Jenis kawat : Jenis kawat sangat menentukan percobaan wire drawing. Karena
jenis kawat menentukan besarnya gaya yang dibutuhkan untuk membuat
kawat tersebut berdeformasi plastis
2. Kontak antara friksi dan dies : Kontak ini menyebabkan energi yang bisa
memberikan gaya kepada kawat untuk berdeformasi plastis
3. Geometri Dies : Geometri dies menentukan besarnya reduksi yang ingin
diberikan kepada specimen
BAB III

Siapkan billet (kawat) yang akan


direduksi penampangnya, ukur
diameter kawat

METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan didalam percobaan kali ini adalah :
1. Mikrometer sekrup
2. Roll
3. Draw Bench
Bahan yang digunakan didalam percobaan kali ini :
1. Kawat
2. Oli

3.2 Diagram Alir

Siapkan mesin penarik kawat

Tentukan besar reduksi diameter


kawat

Perkecil diameter salah satu


ujung kawat dengan pengerolan,
hingga lebih kecil dari diameter
dies untuk reduksi diameter
kawat

Pasang kawat pada perangkat


penarikan

Lakukan penarikan tanpa disertai


pelumas pada pengujian seri 1,
catat gaya penarikan

Lakukan pengujian berikutnya


disertai pelumasan

Catat gaya penarikan dan


kalibrasikan kurva

BAB IV

DATA PERCOBAAN

4.1 Data
Konversi voltase : 1 V = 1834 N
Semidie angle () : 70

: 0,1

Kkawat

: 530 MPa

nkawat

: 0,26
Tahap

D(mm)

Dk (mm)

1
2
3

4,80
4,40
3.90

4,40
3.90
3,55

Voltase (V)
Tanpa pelumas
Pelumas
2.48
1.86
2.49
1.88

Data Voltase Mesin Penarik Kawat

4.2 Pengolahan

Regangan ()
= 2 ln

dengan : Do = diameter masuk (mm)

Df = diameter keluar (mm)

Tegangan penarikan (o)


o = (K en)/(n+1)
dengan : K = konstanta kekuatan kawat (MPa)
n = eksponen strain-hardening kawat

Reduksi (r)
r=1-

dengan : Aa = luas permukaan masuk (mm2)


Ab = luas permukaan keluar (mm2)
Tegangan Penarikan (Up)
Up = o ln

dengan : Ra = jari-jari masuk (mm)


Rb = jari-jari keluar (mm)
o = tegangan penarikan (MPa)
Tegangan Friksional (Uf)
Uf = o (

) ln

dengan : m = (koefisien gesek)


= semidie angle
Redundant Work (Ur)
Ur = o tan
Total Work (Ut)
Ut = Up + Uf + Ur
Efisiensi ()
=

% Reduksi (

1. % Reduksi 1 =

Amasuk Akeluar
x100% )
Amasuk

( 2.4 2 ) ( 2.2 2 )
x100% = 15,97%
( 2.4 2 )

2. % Reduksi 2 =

( 2.2 2 ) ( 1.952 )
x100% = 21.44%
( 2.2 2 )

3. % Reduksi 3 =

( 1.952 ) ( 1.7752 )
x100% = 17.14 %
( 1.95 2 )

Pengolahan Data Praktikum

No Reduksi

Do Dmasuk Dkeluar
(mm) (mm)
(mm)

Up

Uf

Ur

UT

Efisiensi
(%)

xa

4.8

4.8

4.4

0.4152 464.17 40.388 16.5703 37.99543 94.953981 42.5345 518.86214


7873 19707 24233 0439
435
07
4344
96

4.4

4.4

3.9

0.2412 286.49 34.559 14.1788 23.45137 72.189400 47.8729 323.86618


55976 42255 22193 0041
845
79
8627
29

3.9

3.9

3.55

0.1880 229.61 21.590 8.85786 18.79510 49.243026 43.8438 257.33021


57899 07245 05525 9686
132
26
8388
66

BAB V
ANALISIS DATA
Jika kita tinjau dari proses maka kita dapati kalau proses dari percobaan wire drawing
kali ini adalah yang pertama kita memilih specimen baja. Baja ini kemudian kita roll
terlebih dahulu sehingga bisa didapati bentuk dari specimen yang lebih kecil.
Kemudian kita masukkan kedalam mesin wire drawing. Mesin ini menarik specimen
kemudian memberikan gaya tekan yang menyebabkan material berdeformasi plastis
Tetapi perlu kita tinjau bahwa gaya yang seluruhnya diberikan tidak
digunakan. Terdapat energi yang hilang didalam proses ini. Setelah di analisis energi
ini bisa berbentuk energi panas, energi friksi, energi redundant. Kemudia muncul lah
rumus berikut untuk menentukan rumus dari efesiensi :

Efisiensi =

Kemudian jika kita tinjau proses saat specimen diberikan pelumas. Maka bisa
kita lihat jika pelumas menurunkan voltase dari alat. Dimana turunnya voltase ini
menentukan turunnya gaya tarik yang digunakan didalam proses. Tetapi dikarenakan
pelumas tidak merata, maka terjadi kembali ketidak rataan gaya yang diberikan yang
berujung pada ketidak tepatannya perhitungan dari data yang telah didapat.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN


6.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan percobaan wire drawing, maka dapat disimpulkan tahap
pertama mempunyai persen reduksi : 15,97 %, draw stress : 518,9 MPa,
energi total : 94,954 J, dan efisiensi : 42,5%. Kemudian pada tahap kedua,
persen reduksi : 21,44 %, draw stress : 323,87 MPa, energi total : 72.19 J,
dan. efisiensi : 47.9 %. Kemudian untuk tahap ketiga, persen reduksi : 17,14
%, draw stress : 257,33MPa, energi total : 49,24 J, dan efisiensi : 43,8 %

6.2 Saran
1. Perbanyak specimen sehingga data yang didapat menjadi lebih objektif
2. Mahasiswa diberikan waktu untuk mencoba menjalankan mesin wire
drawing agar mendapatkan pengalaman.

DAFTAR PUSTAKA
1. Dieter, G.E., Mechanical Metallurgy, Second Edition, Mc graw-Hill, New
York, 1986.

LAMPIRAN
Tugas Setelah Praktikum
Pertanyaan :
1. Jelaskan arti fisik atau pengertian tentang kriteria lulus menurut Tresca
dan Von Mises !
2. Apakah parameter-parameter proses Wire Drawing berpengaruh
terhadap data yang anda dapatkan ? Jelaskan !
3. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan Hydrostatic Pressure ! Apakah
efeknya terhadap material ?
4. Apa yang dimaksud dengan Redundant Work dan apa pengaruh
Redundant work terhadap gaya yang dibutuhkan selama deformasi ,
serta bagaimana cara membedakan deformasi hasil energi ideal dengan
dedundant work ?
5. Apakah terdapat perbedaan antara energi pengukuran dengan energi
perhitungan ? Jika terdapat perbedaan, silahkan jelaskan sesuai dengan
analisis anda.
6. Mengapa pada wire drawing kita bisa mendeformasi plastis material
meski tegangan yang terjadi lebih kecil dari tegangan alir material ?
Jelaskan dengan menggunakan diagram Mohr!
Jawaban :

1. Kriteria luluh tresca adalah suatu material akan terdeformasi plastis ketika
tegangan gesernya melebihi tegangan geser maksimumnya yaitu

Kriteria luluh von mises adalah suatu material akan berdeformasi ketika
triaxial stressnya melewati tegangan geser maksimalnya. :

2. Jenis kawat : Jenis kawat sangat menentukan percobaan wire drawing. Karena
jenis kawat menentukan besarnya gaya yang dibutuhkan untuk membuat
kawat tersebut berdeformasi plastis
Kontak antara friksi dan dies : Kontak ini menyebabkan energi yang bisa
memberikan gaya kepada kawat untuk berdeformasi plastis
Geometri Dies : Geometri dies menentukan besarnya reduksi yang ingin
diberikan kepada specimen.
3. Hydrostatic pressure digunakan untuk membuat proses dari penarikan kawat
tidak membuat kawat tersebut patah. Tugasnya adlaah untuk menjadikan
material menjadi lebih ulet didalam proses
4. Redundant work bekerja untuk mengalirkan aliran dari logam saat melewati
dies. Redundant work berguna untuk mengalirkan energi yang terjadi ke jalan
yang benar.
Redundant work berpengaruh kepada besarnya energi yang diberikan kepada
specimen dan gaya ini tidak mempunyai distribusi yang merata didalam
specimen.
5. Terdapat perbedaan. Dikarenakan banyak sekali hal yang menjadi error saat
melakukan percobaan. Seperti salam mengukur diameter dan voltase.
6. Hal ini bisa dilakukan dikarenakan tegangan geser yang diberikan kepada
specimen cukup besar.

Tugas Tambahan
Pertanyaan :
1. Buatlah kurva energi pembentukan terhadap persen reduksi. Berikan analisis
anda terhadap kurva tersebut
2. Buatlah kurva tegangan pembentukan terhadap tahap reduksi. Berikan analisis
anda terhadap kurva tersebut
3. Turunkan persamaan untuk mendapatkan draw stress
4. Apakah material memiliki batas reduksi penampang? Tunjukan persamaannya
bila ada.
5. Identifikasi cacat yang mungkin terjadi pada proses wire drawing. Adakah
pengaruh material kawat terhadap probabilitas cacat terjadi? Jelaskan!
6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan patenting! Mengapa patenting perlu
dilakukan sebelum kita hendak menarik kawat pada baja karbon tinggi?

Jawaban :
1.

Analisis ada di bab 4

2.

Analisis ada di bab 4

3. Berikut adalah persamaan untuk mendapatkan draw stress :

Tegangan eksternal p akibat kontak


dengan dies, dan tegangan penarikan kawat
xa menimbulkan tegangan internal dalam
komponen x dan y. Jika diasumsikan kondisi
penarikan tanpa gesekan, maka kesetimbangan gaya yang bekerja pada sumbu x
adalah :
x dh + h dx + 2p tan dx = 0
dari geometri diketahui dh = 2 dx tan, jika disubstitusikan menjadi :
x dh + h dx + p dh = 0
Pada arah sumbu y kesetimbangan gaya yang bekerja adalah :
y dh w + p cos (

)=0

y = -p
Dengan begitu maka nilai principal stress arah sumbu x dan y sudah
diketahui. Asumsikan penarikan terjadi pada kondisi plane strain, maka :
1 3 = 0 = 0
x + p = 0 atau p = 0- x
Sehingga kesetimbangan gaya di arah sumbu x menjadi :
0dh + h d x = 0
=Kemudian setelah diintegralkan :
x = 0 ln
Pada arah keluar kawat x = a, maka tegangan penarikan kawat yang
diaplikasikan adalah :
xa = 0 ln

= 0 ln

4. Material memiliki batas reduksi penampang. Persamaannya adalah sebagai


berikut :

5. Cacat yang biasanya terjadi pada wire drawing adalah chevron crack. Cacat
ini biasanya berbentuk V didalam specimen. Cacat ini terjadi dikarenakan
adanya secondary tensile strength
6. Tujuan dari patenting adalah untuk membuat fasa pearlite dari baja karbon
tinggi yang baik. Dengan cara memanaskannya diatas temperature kritisnya,
kemudian mendinginkanya dan dikontrol pada suhu 315 derajat celcius. Fasa
ini sangat baik karena keuletan dan kekuatannya seimbang sehingga bisa
didapat hasil wire drawing yang maksimal.

Tugas Tambahan
Pertanyaan :
1. Jelaskan secara detil useful energy, friction energy dan terpenting, redundant
energy
2. Cari tau patenting itu setelah atau sebelum wire drawing
Jawaban :
1. Sudah dijawab di bab 2
2. Sebelum proses wire drawing. Karena patenting digunakan untuk
menguletkan kawat sebelum proses wire drawing.