Anda di halaman 1dari 3

2.

4 Analisis LHKPN Ratu Atut Chosiyah


Selama dilakukan pemerikasaan terhadap LHKPN RatuAtut oleh KPK
ditemukan sebuah kejanggalan dimana terdapat pelanggaran prosedur
yaitu selama 4 tahun semenjak LHKPN tahun 2006 Ratu Atut tidak
melaporkan jumlah harta kekayaannya ke KPK dan baru melaporkan harta
kekayaannya untuk periode 2011 pada tahun 2014 padahal seharusnya
pejabat penyelenggara negara wajib melaporkan LHKPN ke KPK 2 tahun
sekali.
Dalam LHKPN 2011 juga ditemukan kejanggalan atas informasi
harta tidak (tanah/bangunanan):
1. no. 34 tanah yang dilaporkan mengalami penurunan nilai dari Rp.
2.

12.012.000 ke Rp. 8.400.000


no. 35 penurunan nilai tanah dari Rp. 103.400.000 ke Rp.

25.850.000.
3. no. 36 penurunan nilai tanah dari Rp. 4.332.900 ke Rp. 3.030.000.
4. no. 37 penurunan nilai tanah dari Rp. 213.600.000 ke Rp.
5.
6.
7.
8.

53.400.000.
no. 38 penurunan nilai tanah dari Rp. 27.048.450 ke Rp. 18.915.000.
no. 39 penurunan nilai tanah dari Rp. 49.100.000 ke Rp. 12.275.000.
no. 43 penurunan nilai tanah dari Rp. 21.630.000 ke Rp. 5.407.500.
no. 44 penurunan nilai tanah dari Rp. 641.904.000 ke Rp.

64.066.000.
9. no. 45 penurunan nilai tanah dari

Rp. 614.040.000 ke Rp.

61.285.000.
10.
no. 46 penurunan nilai tanah dari Rp. 1.878.240.000 ke
187.460.000.
11.
no. 47 penurunan nilai tanah dari Rp. 720.000.000 ke Rp.
180.000.000.
12.
no. 56 penurunan nilai tanah dari Rp. 298.832.000 ke Rp.
269.824.000.
13.
no. 70 penurunan nilai tanah dari Rp. 2.650.000 ke Rp.
2.500.000.
14.
no.74 penurunan nilai tanah dari Rp.152.774.000 ke Rp.
79.982.000.
15.
no. 75 penurunan nilai tanah dari Rp. 2.177.790.000 ke Rp.
125.660.000.

17

Sewajarnya nilai sebuah tanah tidak akan turun dari data periode
sebelumnya, seharusnya nilai tanah cenderung meningkat selama 4 tahun
tersebut.

Selain

hal

itu

kejanggalan

juga

muncul

karena

adanya

penambahan aset baru selama periode kepemimpinan Ratu Atut sebagai


gubernur. Aset baru tersebut ditambahkan dalam laporan LHKPN tahun
2011 dan diduga diperoleh bukan dengan gajinya sebagai gubernur.
Penambahan aset baru:
1. Tanah seluas 6.410 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp.32.050.000
2. Tanah seluas 4.460 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp. 22.300.000
3. Tanah seluas 1.065 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp. 5.325.000
4. Tanah seluas 1.065 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp. 5.325.000
5. Tanah seluas 1.615 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp. 5.652.500
6. Tanah seluas 1.839 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp. 6.436.500
7. Tanah seluas 3.115 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp. 10.902.500
8. Tanah seluas 3.560 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp. 17.800.000
9. Tanah seluas 9.540 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp. 47.700.000
10.
Tanah seluas 675 m2 di Kota Serang senilai Rp. 135.000.000
11.
Tanah seluas 605 m2 di Jakarta Barat senilai Rp.
3.327.500.000
12.
Tanah seluas 197 m2 di Kabupaten bandung senilai Rp.
985.000.000
13.
Tanah seluas 156 m2 di Kabupaten Serang senilai Rp.
367.380.000
Aset-aset baru tersebut diduga berasal dari tindak pidana korupsi
melalui sejumlah perusahaan yang terafiliasi ke keluarga Ratu Atut.
Sekitar 30 perusahaan yang memenangkan tender pengadaan di wilayah
Banten selama periode kepemimpinan Gubernur Ratu Atut. Rata-rata nilai
proyek diatas 5 milyar dan semua aliran uang atas perusahaan tersebut
mengalir ke Ratu atut. Selain harta yang dilaporkan di LHKPN diduga ada
sejumlah tanah dan bangunan lain yang diduga hasil dari korupsi.
Tambahan aset baru pada laporan

LHKPN sebesar lebih dari 4 Milyar,

belum lagi aset-aset lain yang tidak dilaporkan tidak sebanding dengan
penghasilan Ratu Atut dari gaji selama menjabat sebgai Gubernur.
Sampai saat ini KPK masih melakukan pelacakan terhadap harta-harta
yang diduga hasil dari pencucian uang dan sesuai prosedur apabila

18

ditemukan bahwa harta tersebut memang hasil dari tindak pidana korupsi
maka KPK akan menyita.

Sumber:
http://acch.kpk.go.id/jejak-kasus/-/jejak-kasus/viewdetails/199 (diakses
8/06/2016)
http://fokus.news.viva.co.id/news/read/450416-harta-dan-tahta-dinastiratu-atut-chosiyah (diakses 8/06/2016)
http://news.fimadani.co./read/2013/0/09/inilah-harta-dan-tahta-dinastiratu-atutchosiyah/ (diakses 14/06/2016)

19