Anda di halaman 1dari 6

Bagaimana penanganan yang tepat pada menometroraghia?

Menometroraghia merupakan salah satu bentuk perdarahan uterus abnormal, sehingga

2.

penanganan menometroraghia tidak jauh berbeda dengan penanganan pada perdarahan


uterus abnormal.
1.
Perdarahan akut dan banyak
Ditangani dengan dua cara, yaitu dilatasi kuret dan medikamentosa.
a.
Dilatasi dan kuretase
Tidak mutlak dilakukan, hanya bila ada kecurigaan keganasan dan kegagalan dengan
terapi medikamentosa. Perdarahan uterus abnormal dengan resiko keganasan yaitu
bila usia >35 tahun, obesitas, dan siklus anovulasi kronis.
b. Medikamentosa
Kombinasi estrogen progestin
Dalam bentuk pil kontrasepsi. Dosis dimulai dengan 2x1 tablet selama 5-7 hari dan setelah
-

perdarahan berkurang dapat dilanjutkan dengan dosis 1x1 tablet selama 3-6 siklus.
Estrogen
Diberikan dalam bentuk intravena atau oral. Dosis estrogen konjugasi yang dianjurkan
adalah 1,25 mg atau 17 estradiol 2 mg setiap 6 jam selama 24 jam. Setelah perdarahan

berhenti, dilanjutkan dengan pemberian pil kontrasepsi kombinasi.


Progestin
Diberikan selama 14 hari kemudian berhenti tanpa obat selama 14 hari, diulang selama 3
bulan. Diberikan bila ada kontraindikasi terhadap estrogen. Progestin oral yang biasa
digunakan adalah Medroksi Progesteron Asetat (MPA) dosis 2x10 mg, Noretisteron
Asetat dosis 2x5 mg. Progestin adalah anti estrogen yang akan menstimulasi aktivitas
enzim 17 hidroksisteroid dehidrogenase dan sulfotransferase sehingga mengonversi
estradiol menjadi estron. Progestin akan mencegah hiperplasia endometrium.
Perdarahan ireguler
Perdarahan ireguler dapat dalam bentuk metroragia, menometroragia, oligomenorea,

2.

dll. Sebelum memulai terapi hormon, sebaiknya penyebab sistemik dievaluasi lebih
dulu, seperti yang dilakukan dibawah ini:
Periksa TSH: evaluasi hipotiroid dan hipertiroid
Periksa prolaktin: bila ada oligomenorhea
Pap Smear: bila ada perdarahan pasca koitus
Biopsi endometrium: bila curiga keganasan
-

Bila terdapat keterbatasan melakukan pemeriksaan di atas, dapat segera melakukan


pengobatan hormonal sebagai berikut:
-

Kombinasi estrogen-progestin
Pil kontrasepsi kombinasi 1x1, diberikan secara siklik selama 3 bulan.
Progestin
Diberikan bila ada kontraindikasi pil kontrasepsi kombinasi. Dilakukan selama 14
hari, dihentikan selama 14 hari, dan diulang selama 3 bulan.

Kegagalan terapi medikamentosa dapat menjadi pertimbangan untuk dilakukan


tindakan bedah, misalnya ablasi endometrium, reseksi histeroskopi dan histerektomi.
Penanganan medikamentosa non-hormon
NSAID
Semua kelompok NSAID dapat diberikan. Yang paling umum adalah Asam

3.

a.

mefenamat dengan dosis 250-500 mg 2-4 x sehari.


Antifibrinolisis
Asam traneksamat bekerja menghambat plasminogen secara reversibel dan bila

b.

diberikan saat haid mampu menghentikan perdarahan 40-50%

VI. DOKUMENTASI
I.

Identitas Pasien.
Nama
Umur
Agama
Pekerjaan
Alamat
Tanggal Masuk
II.

:
:
:
:
:
:

Ny. pr
45 tahun
Islam
Ibu Rumah Tangga
Kaliangkrik Magelang
8 Agustus 2016

Anamnesis (tanggal 8 Agustus 2016 pukul 11.00)


A.

Keluhan utama
Keluar darah pervaginam diluar siklus mens selama 24 hari.

B.

Riwayat penyakit sekarang


Pasien datang memeriksakan diri ke poli kandungan RSUD Tidar dengan keluhan
mengeluarkan darah dari jalan lahir sejak + 20 hari yang lalu. Darah yang
dikeluarkan berupa prongkol-prongkol sejak awal terjadinya perdarahan (tanggal
20 juli 2016). Pasien juga merasakan nyeri perut saat keluar darah. Pasien sudah 2x
berobat ke puskesmas, tapi perdarahan hanya berhenti sekitar 1-2 hari dan
kemudian timbul lagi.

C.

Riwayat Penyakit Dahulu


Malaria, operasi, penyakit paru-paru, penyakit jantung dan penyakit kelamin :
disangkal

D.

Riwayat Penyakit Keluarga


Hipertensi, DM, gemelli, anak cacat, penyakit paru-paru : disangkal

E.

Riwayat Menstruasi
Menarche : 14 tahun
Lama haid : 5 hari
Siklus : 23 hari

F.

Riwayat perkawinan
Menikah 1 kali, dengan suami sekarang sudah 25 tahun

G.

Riwayat Obstetrik
No.

Keadaan

Umur

Keadaan

Tempat

kehamilan,

sekarang/tangga

anak

perawatan

persalinan,

l lahir

21 tahun

baik

Bidan

10 tahun

baik

Bidan

keguguran,

dan

nifas
1.

Aterm,

partus

spontan,
perempuan, 3000
gram
2.

Aterm,

partus

spontan, laki-laki,
3200 gram

H.

Riwayat Operasi
Tidak ada riwayat operasi

I.

Riwayat Keluarga Berencana


Tidak ada riwayat Keluarga Berencana

I.

Pemeriksaan Fisik

a.

Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan darah
Suhu
Nadi
RR
Kepala
Thorax
Abdomen
Ektremitas

: baik
: compos mentis
: 140/90 mmHg
: 36,3 oC
: 84 X/ menit
: 20 X/ menit
: konjungtiva anemis (-/-), Sklera tidak ikterik
: jantung dan paru dalam batas normal
: nyeri tekan (-) H/L ttb
: edema tungkai (-/-), varises (-/-)

b.

Status Obstetrik
Pemeriksaan Luar
1.

Inspeksi : tak tampak adanya massa

2. Palpasi : TFU tak teraba


Pemeriksaan dalam
Vaginal toucher : flux (+) fluor (-) v/u/v tenang, portio seukuran jempol tangan orang
dewasa, ostium uteri eksternum menutup, corpus uteri seukuran telur ayam, adnexa
parametrium dan cavum douglass tak ada kelainan.
Pemeriksaan Penunjang (USG)
-

III.

Tampak VU terisi cukup


Tampak uterus diameter 7,40 cm
Tak tampak massa hipo/hiperechoic
Tak tampak cairan bebas intraabdomen

Diagnosa
P2A0, 45 tahun, menometroraghia

IV. Sikap
-

Cek laboratorium darah lengkap, kimia klinik, fungsi ginjal, fungsi hati, seroimmunologi, EKG, Foto Rontgen Thorax.

Kuretase bertingkat

Pemeriksaan Patologi Anatomi

Lampiran hasil Laboratotium tanggal 8/08/2016


-

Hb = 14 g/dl

AL = 9200 uL

AT = 395.000 uL

Hmt = 44,7 %

Net. Segmen = 77%

Limfosit = 19%

Monosit 5%

Eosinofil 0%

Basofil 0%

GDS = 102 mg/dL

Ureum/Creatinin = 14/0,83 mg/dL

SGOT = 63,4 U/L

SGPT = 79,3 U/L

DAFTAR PUSTAKA
Irwanto (2010). http://irwanfarmasi.blogspot.com/2010/12/asuhan-kebidanan
menometroragia.html.
Manuaba, Ida Bagus. 1998a. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana
untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.
Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan BinaPustaka Sarwono
Prawirohardjo.
Safitri, Yunita (2009), http://missluthan.blogspot.com/2009/02/menometrorrhagia_05.html.
Wiknjosastro, H. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka, Sarwono
Prawirohardjo.

Beri Nilai