Anda di halaman 1dari 2

INTERVENSI MENURUT KODE ETIK PSIKOLOGI INDONESIA

Intervensi umumnya mengacu pada suatu upaya untuk mengubah perilaku,


pikiran ataupun perasaan seseorang secara sengaja sesuai dengan tujuan yang
dikehendaki. Hal hal terkait intervensi tentunya terdapat pada kode etik psikologi
Indonesia, tepatnya pada bab XII pasal 68. Pengertian intervensi menurut kode etik
psikologi Indonesia adalah suatu kegiatan yang sistematis dan terencana yang
diperoleh berdasarkan hasil asesmen yang akhirnya dapat digunakan untuk mengubah
keadaan seseorang, kelompok orang atau masyarakat dengan maksud memperbaiki
atau mencegah memburuknya suatu keadaan atau sebagai usaha preventif maupun
kuratif. Dalam kode etik psikologi Indonesia intervensi dibagi kedalam beberapa
bentuk yang berbeda satu dengan lainnya sesuai dengan subjek intervensi. Bentuk
bentuk tersebut antara lain sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Intervensi individual
Intervensi kelompok
Intervensi komunitas
Intervensi organisasi atau sistem

Selain dibedakan kedalam beberapa bentuk intervensi, metode yang digunakan


pun terdiri atas beberapa metode yaitu psikoedukasi, konseling dan juga terapi.
Adapun penjelasan masing-masing metode intervensi menurut kode etik psikologi
Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Psikoedukasi
Menurut kode etik psikologi Indonesia psikoedukasi merupakan kegiatan
yang dilakukan guna meningkatkan pemahaman juga keterampilan sebagai suatu
usaha pencegahan muncul atau meluasnya gangguan psikologis dalam suatu
kelompok, komunitas atau masyarakat. Psikoedukasi juga digunakan sebagai
sarana untuk meningkatkan pemahaman bagi suatu lingkungan utamanya dalam
lingkungan keluarga mengenai gangguan yang dialami seseorang setelah
menjalani psikoterapi. Psikoedukasi pun terbagi menjadi dua bagian yaitu

pelatihan dan tanpa pelatihan. Pada dasarnya psikoedukasi bagian pelatihan yang
dimaksud dalam kode etik psikologi Indonesia merupakan kegiatan yang
bertujuan membawa kearah yang lebih baik yang dapat dilaksanakan oleh
perguruan tinggi, Himpsi, asosiasi/ikatan minat dan praktik spesialisasi psikologi
atau lembaga lain yang kegiatannya mendapat pengakuan dari Himpsi.
Sedangkan psikoedukasi bagian non pelatihan menurut kode etik psikologi
Indonesia dapat dilakukan oleh seorang psikolog, atau ilmuwan psikologi yang
memahami metode psikoedukasi maupun masalah yang ada dalam komunitas
dengan tahapan meliputi adanya asesmen, perancangan program, implementasi
program, monitoring, dan evaluasi program.
2. Konseling Psikologi
Menurut kode etik psikologi Indonesia konseling psikologi merupakan
kegiatan yang dilakukan untuk membantu dalam mengatasi masalah secara
sosial, pendidikan, pekerjaan dengan fokus pada pengembangan potensi klien.
Dalam layanan konseling psikologi sebutan yang digunakan untuk subjek adalah
klien.
3. Terapi Psikologi
Menurut kode etik psikologi Indonesia terapi psikologi merupakan kegiatan
yang dilakukan dengan tujuan untuk penyembuhan dari gangguan psikologis
ataupun masalah kepribadian. Dalam prosesnya terapi psikologi harus
berdasarkan pada teori yang relevan berkaitan dengan psikoterapi. Dalam
layanan terapi psikologi sebutan yang digunakan untuk subjek adalah klien.

Anda mungkin juga menyukai