Anda di halaman 1dari 34

Standar Audit

SA 402

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas


yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

SA Paket 400.indb 1

8/5/2015 10:27:07 AM

Standar Audit

STANDAR AUDIT 402


PERTIMBANGAN AUDIT TERKAIT DENGAN ENTITAS YANG
MENGGUNAKAN SUATU ORGANISASI JASA
(Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang
dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari 2013 (untuk Emiten),
atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas selain Emiten). Penerapan dini
dianjurkan untuk entitas selain Emiten.)

DAFTAR ISI


Pendahuluan
Ruang Lingkup....................................................................
Tanggal Efektif ....................................................................
Tujuan ......................................................................................
Definisi ....................................................................................
Ketentuan
Pemerolehan Pemahaman Tentang Jasa
yang Disediakan oleh Organisasi
Jasa, Termasuk Pengendalian Internal..........................
Respons terhadap Risiko yang Telah Dinilai atas
Kesalahan Penyajian Material........................................
Laporan Tipe 1 dan Tipe 2 yang tidak
Memasukkan Jasa Organisasi Subjasa........................
Kecurangan, Ketidakpatuhan terhadap
Peraturan Perundang-Undangan dan Kesalahan
Penyajian yang tidak Dikoreksi Berkaitan dengan
Aktivitas di Organisasi Jasa...........................................
Pelaporan oleh Auditor Pengguna......................................
Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
Pemerolehan Pemahaman Tentang Jasa yang
Disediakan oleh Organisasi Jasa,
Termasuk Pengendalian Internal...................................
Respons terhadap Risiko yang Telah Dinilai
atas Kesalahan Penyajian Material................................
Laporan Tipe 1 dan Tipe 2 yang Tidak Memasukkan
Jasa Organisasi Subjasa...............................................

Paragraf
15
6
7
8

914
1517
18

19
2022

A1A23
A24A39
A40

ii

SA Paket 400.indb 2

8/5/2015 10:27:07 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

Kecurangan, Ketidakpatuhan terhadap


Peraturan Perundang-Undangan dan Kesalahan
Penyajian yang Tidak Dikoreksi Berkaitan dengan
Aktivitas di Organisasi Jasa...........................................
Pelaporan oleh Auditor Pengguna......................................

A41
A42A44

Standar Audit (SA) 402, Pertimbangan Audit yang Terkait dengan Entitas
yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa harus dibaca bersamaaan
dengan SA 200, Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan
Audit Berdasarkan Standar Audit.

iii

SA Paket 400.indb 3

8/5/2015 10:27:07 AM

Standar Audit

iv

SA Paket 400.indb 4

8/5/2015 10:27:07 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Pendahuluan
Ruang Lingkup
1.
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab
auditor pengguna untuk memperoleh bukti audit yang cukup
dan tepat ketika suatu entitas pengguna memanfaatkan jasa
dari satu atau lebih organisasi jasa. Secara spesifik, standar
ini menjelaskan tentang bagaimana auditor pengguna
menerapkan SA 3151 dan SA 3302 dalam memperoleh
pemahaman tentang entitas pengguna, termasuk
pengendalian internal yang relevan dengan audit, yang cukup
untuk mengidentifikasi dan menilai risiko adanya kesalahan
penyajian material dan dalam merancang dan melaksanakan
prosedur audit lebih lanjut sebagai respons terhadap risiko
tersebut.
2.

Banyak entitas melakukan outsource aspek-aspek bisnisnya


kepada organisasi penyedia jasa, mulai dari pelaksanaan
tugas spesifik di bawah arahan suatu entitas sampai dengan
penggantian keseluruhan unit atau fungsi bisnis suatu entitas,
seperti fungsi kepatuhan perpajakan. Banyak jasa yang
disediakan oleh organisasi semacam itu yang merupakan
bagian integral dari kegiatan operasi bisnis entitas; namun,
tidak semua jasa tersebut relevan dengan audit.

3.

Jasa yang diberikan oleh organisasi jasa relevan dengan audit


atas laporan keuangan entitas pengguna ketika jasa tersebut,
dan pengendalian terhadap jasa tersebut, merupakan bagian
dari sistem informasi entitas pengguna, termasuk proses bisnis
yang terkait, yang relevan terhadap pelaporan keuangan.
Walaupun sebagian besar pengendalian di organisasi
jasa kemungkinan besar berhubungan dengan pelaporan
keuangan, ada kemungkinan terdapat pengendalian lain yang
relevan terhadap audit, seperti pengendalian atas pengamanan
aset. Jasa suatu organisasi jasa yang merupakan bagian dari
sistem informasi entitas pengguna, termasuk proses bisnis
yang terkait, relevan terhadap pelaporan keuangan jika jasa

SA 315, Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian Material


melalui Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya.

SA 330, Respons Auditor terhadap Risiko yang Telah Dinilai.

SA 402.1

SA Paket 400.indb 1

8/5/2015 10:27:07 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

tersebut berdampak terhadap salah satu di bawah ini:


(a) Golongan transaksi dalam entitas pengguna yang
signifikan terhadap laporan keuangan entitas
pengguna;
(b) Prosedur, dalam teknologi informasi (TI) maupun sistem
manual, yang dengan itu transaksi entitas pengguna
diciptakan, dicatat, diproses, dikoreksi, ditransfer ke
buku besar, dan dilaporkan dalam laporan keuangan;
(c) Catatan akuntansi yang terkait, baik dalam bentuk
elektronik atau manual, informasi pendukung dan akunakun spesifik dalam laporan keuangan entitas pengguna
yang digunakan untuk menciptakan, mencatat,
memproses, dan melaporkan transaksi entitas pengguna;
termasuk pengoreksian atas informasi yang tidak benar
dan cara pentransferan informasi ke buku besar;
(d) Bagaimana sistem informasi entitas pengguna mencatat
peristiwa dan kondisi, selain transaksi, yang signifikan
terhadap laporan keuangan;
(e) Proses pelaporan keuangan yang digunakan untuk
menyusun laporan keuangan entitas pengguna, termasuk
estimasi akuntansi signifikan dan pengungkapan; dan
(f) Pengendalian terhadap entri jurnal, termasuk entri jurnal
nonstandar yang digunakan untuk mencatat transaksi
tidak rutin, transaksi atau penyesuaian yang tidak
lazim.
4.

Sifat dan luas pekerjaan yang dilaksanakan oleh auditor


pengguna yang berkaitan dengan jasa yang disediakan
oleh organisasi jasa tergantung pada sifat dan signifikansi
jasa tersebut terhadap entitas pengguna dan relevansinya
terhadap audit.

5.

SA ini tidak berlaku bagi jasa yang disediakan oleh institusi


keuangan yang terbatas pada pemrosesan, untuk rekening
entitas yang ada di institusi keuangan, transaksi yang
diotorisasi secara spesifik oleh entitas, seperti pemrosesan
transaksi rekening giro oleh bank atau pemrosesan
transaksi sekuritas oleh pialang. Di samping itu, SA ini tidak
berlaku terhadap audit atas transaksi yang berasal dari hak
kepemilikan kepentingan keuangan dalam entitas lain, seperti
firma, korporasi, dan joint venture, ketika hak kepemilikan

SA 402.2

SA Paket 400.indb 2

8/5/2015 10:27:07 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

kepentingan dipertanggungjawabkan dan dilaporkan kepada


pemegang kepentingan.
Tanggal Efektif
6.
SA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk
periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari
2013 (untuk Emiten), atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas
selain Emiten). Penerapan dini dianjurkan untuk entitas selain
Emiten.

Tujuan
7.

Tujuan auditor pengguna, ketika entitas pengguna


menggunakan jasa dari suatu organisasi jasa, adalah:
(a) Untuk memperoleh pemahaman tentang sifat dan
signifikansi jasa yang disediakan oleh organisasi jasa
dan dampaknya terhadap pengendalian internal entitas
pengguna yang relevan dengan audit, yang cukup untuk
mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian
material; dan
(b) Untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit
sebagai respons terhadap risiko tersebut.

Definisi
8.

Untuk tujuan SA, istilah-istilah di bawah ini memiliki makna


sebagai berikut:
(a) Pengendalian pelengkap entitas pengguna: Pengendalian
yang dianggap oleh organisasi jasa, dalam merancang
jasanya, akan diimplementasikan oleh entitas pengguna,
dan diidentifikasi dalam penjelasan sistemnya jika
diperlukan untuk mencapai tujuan pengendalian.
(b) Laporan atas deskripsi dan rancangan pengendalian
pada suatu organisasi jasa (dalam standar ini disebut
sebagai laporan tipe 1): Sebuah laporan yang terdiri
atas:
(i) Suatu deskripsi, yang disusun oleh manajemen
organisasi jasa, tentang sistem yang dimiliki
oleh organisasi jasa, tujuan pengendalian dan

SA 402.3

SA Paket 400.indb 3

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

pengendalian terkait yang telah dirancang dan


diimplementasikan pada tanggal tertentu; dan
(ii) Suatu laporan dari auditor jasa yang bertujuan
untuk menyampaikan keyakinan memadai yang
mencakup opini auditor jasa terhadap deskripsi
sistem pada organisasi jasa, tujuan pengendalian
dan pengendalian terkait, dan kesesuaian rancangan
pengendalian untuk mencapai tujuan pengendalian
yang telah ditentukan.
(c) Laporan tentang deskripsi, rancangan, dan efektivitas
operasi pengendalian dalam suatu organisasi jasa (dalam
SA ini disebut sebagai laporan tipe 2): Sebuah laporan
yang berisi:
(i) Suatu deskripsi, yang disusun oleh manajemen
organisasi jasa, tentang sistem dalam organisasi
jasa, tujuan pengendalian dan pengendalianpengendalian yang terkait, rancangan dan
implementasi pengendalian tersebut pada tanggal
atau sepanjang periode tertentu dan, dalam
beberapa kasus, efektivitas operasi pengendalian
tersebut sepanjang periode tertentu; dan
(ii) Suatu laporan yang disusun oleh auditor jasa dengan
tujuan untuk menyampaikan keyakinan memadai
yang meliputi:
a. Opini auditor jasa terhadap deskripsi sistem
organisasi jasa, tujuan pengendalian dan
pengendalian-pengendalian yang terkait,
kesesuaian rancangan pengendalian
untuk mencapai tujuan pengendalian yang
telah ditentukan, dan efektivitas operasi
pengendalian; dan
b. Suatu deskripsi tentang pengujian pengendalian
yang dilaksanakan oleh auditor jasa dan
hasilnya.
(d) Auditor jasa: Seorang auditor yang, atas permintaan
organisasi jasa, menyediakan laporan asurans atas
pengendalian suatu organisasi jasa.
(e) Organisasi jasa: Suatu organisasi pihak ketiga (atau
segmen suatu organisasi pihak ketiga) yang menyediakan
jasa kepada entitas pengguna yang merupakan bagian
sistem informasi organisasi entitas tersebut yang relevan
dengan pelaporan keuangan.

SA 402.4

SA Paket 400.indb 4

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

(f) Sistem organisasi jasa: Kebijakan dan prosedur yang


dirancang, diimplementasikan, dan dipelihara oleh
organisasi jasa untuk menyediakan jasa yang tercakup
dalam laporan auditor jasa kepada entitas pengguna.
(g) Organisasi subjasa: Suatu organisasi jasa yang digunakan
oleh organisasi jasa lain untuk melaksanakan beberapa
jasa bagi entitas pengguna yang menjadi bagian sistem
informasi entitas pengguna tersebut yang relevan
terhadap pelaporan keuangan.
(h) Auditor pengguna: Seorang auditor yang melaksanakan
audit dan membuat laporan audit atas laporan keuangan
suatu entitas pengguna.
(i) Entitas pengguna: Suatu entitas yang menggunakan suatu
organisasi jasa dan yang laporan keuangannya diaudit.

Ketentuan
Pemerolehan Pemahaman tentang Jasa yang Disediakan oleh
Organisasi Jasa, Termasuk Pengendalian Internal
9.
Pada waktu pemerolehan pemahaman tentang entitas
pengguna berdasarkan SA 315,3 auditor pengguna harus
memperoleh suatu pemahaman tentang bagaimana entitas
pengguna memanfaatkan jasa organisasi jasa dalam kegiatan
operasi entitas pengguna, termasuk: (Ref: Para. A1A2)
(a) Sifat jasa yang disediakan oleh organisasi jasa dan
signifikansi jasa tersebut bagi entitas pengguna, termasuk
dampak jasa tersebut terhadap pengendalian internal
entitas pengguna; (Ref: Para. A3A5)
(b) Sifat dan materialitas transaksi yang diproses atau akunakun atau proses pelaporan keuangan yang dipengaruhi
oleh organisasi jasa; (Ref: Para. A6)
(c) Tingkat interaksi antara aktivitas organisasi jasa dan
aktivitas entitas pengguna; dan (Ref: Para. A7)
(d) Sifat hubungan antara entitas pengguna dan organisasi
jasa, termasuk ketentuan perjanjian yang relevan untuk
aktivitas yang dijalankan oleh organisasi jasa. (Ref: Para.
A8A11)

SA 315, paragraf 11.

SA 402.5

SA Paket 400.indb 5

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

10.

Pada waktu pemerolehan suatu pemahaman atas pengendalian


internal yang relevan terhadap audit berdasarkan SA
315,4 auditor pengguna harus mengevaluasi rancangan
dan implementasi pengendalian yang relevan di entitas
pengguna yang berhubungan dengan jasa yang diberikan
oleh organisasi jasa, termasuk pengendalian yang diterapkan
terhadap transaksi yang diproses oleh organisasi jasa. (Ref:
Para. A12A14)

11.

Auditor pengguna harus menentukan apakah suatu


pemahaman yang memadai tentang sifat dan signifikansi
jasa yang disediakan oleh organisasi jasa dan dampaknya
terhadap pengendalian internal entitas pengguna yang relevan
terhadap audit telah diperoleh untuk menyediakan suatu dasar
untuk mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian
material.

12.

Jika auditor pengguna tidak mampu memperoleh pemahaman


yang cukup dari entitas pengguna, auditor pengguna harus
memperoleh pemahaman dari satu atau beberapa prosedur
berikut:
(a) Memperoleh laporan tipe 1 atau tipe 2, jika tersedia;
(b) Menghubungi organisasi jasa, melalui entitas pengguna,
untuk memperoleh informasi spesifik;
(c) Mengunjungi organisasi jasa dan melaksanakan prosedur
yang akan menyediakan informasi yang diperlukan tentang
pengendalian yang relevan pada organisasi jasa; atau
(d) Menggunakan auditor lain untuk melaksanakan prosedur
yang akan menyediakan informasi yang diperlukan
tentang pengendalian yang relevan pada organisasi jasa.
(Ref: Para. A15A20)

Menggunakan Suatu Laporan Tipe 1 atau Tipe 2 untuk Mendukung


Pemahaman Auditor Pengguna Tentang Organisasi Jasa
13. Dalam menentukan kecukupan dan ketepatan bukti audit
yang disediakan oleh suatu laporan tipe 1 atau tipe 2, auditor
pengguna harus puas atas:
(a) Kompetensi profesional auditor jasa dan independensi
terhadap organisasi jasa; dan

SA 315, paragraf 12.

SA 402.6

SA Paket 400.indb 6

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

(b) Kecukupan standar yang dipakai sebagai acuan laporan


tipe 1 atau tipe 2 yang dikeluarkan. (Ref: Para. A21)
14.

Jika auditor pengguna merencanakan untuk menggunakan


laporan tipe 1 atau tipe 2 sebagai bukti audit untuk mendukung
pemahaman auditor pengguna tentang rancangan dan
implementasi pengendalian di organisasi jasa, auditor
pengguna harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
(a) Mengevaluasi apakah deskripsi dan rancangan
pengendalian dalam organisasi jasa pada suatu tanggal
atau suatu periode telah tepat untuk tujuan auditor
pengguna;
(b) Mengevaluasi kecukupan dan ketepatan bukti yang
disediakan oleh laporan untuk memahami pengendalian
internal entitas pengguna yang relevan dengan audit;
dan
(c) Menentukan apakah pengendalian pelengkap entitas
pengguna yang diidentifikasi oleh organisasi jasa
adalah relevan bagi entitas pengguna dan, jika demikian,
memperoleh pemahaman apakah entitas pengguna telah
merancang dan mengimplementasikan pengendalian
tersebut. (Ref: Para. A22A23)

Respons terhadap Risiko yang telah Dinilai atas Kesalahan


Penyajian Material
15. Dalam merespons risiko yang telah dinilai berdasarkan SA
330, auditor pengguna harus melakukan hal-hal sebagai
berikut:
(a) Menentukan apakah kecukupan dan ketepatan bukti audit
tentang asersi laporan keuangan yang relevan tersedia
dari catatan yang ada di tangan entitas pengguna; dan,
jika tidak,
(b) Melaksanakan prosedur audit lebih lanjut untuk
memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat atau
menggunakan auditor lain untuk melaksanakan prosedur
tersebut di organisasi jasa bagi kepentingan auditor
pengguna. (Ref: Para. A24A28)
Pengujian Pengendalian
16. Jika penilaian risiko auditor pengguna memasukkan suatu
harapan bahwa pengendalian di organisasi jasa telah
beroperasi secara efektif, auditor pengguna harus memperoleh
SA 402.7

SA Paket 400.indb 7

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

bukti audit mengenai efektivitas operasi pengendalian


yang dijalankan tersebut dari satu atau beberapa prosedur
berikut:
(a) Memperoleh laporan tipe 2, jika tersedia;
(b) Melaksanakan pengujian pengendalian yang tepat di
organisasi jasa; atau
(c) Menggunakan auditor lain untuk melaksanakan pengujian
pengendalian di organisasi jasa bagi kepentingan auditor
pengguna. (Ref: Para. A29A30)
Penggunaan Laporan Tipe 2 sebagai Bukti Audit Bahwa Pengendalian
di Organisasi Jasa Beroperasi secara Efektif
17. Jika, sesuai dengan paragraf 16(a), auditor pengguna
merencanakan untuk menggunakan laporan tipe 2 sebagai
bukti audit bahwa pengendalian di organisasi jasa beroperasi
secara efektif, auditor pengguna harus menentukan apakah
laporan auditor pengguna menyediakan bukti audit yang
cukup dan tepat tentang efektivitas pengendalian untuk
mendukung penilaian risiko auditor pengguna dengan:
(a) Mengevaluasi apakah deskripsi, rancangan, dan
efektivitas operasi pengendalian di organisasi jasa pada
suatu tanggal atau suatu periode sesuai dengan tujuan
auditor pengguna;
(b) Menentukan apakah pengendalian pelengkap entitas
pengguna yang diidentifikasi oleh organisasi jasa relevan
dengan entitas pengguna dan, jika demikian, memperoleh
suatu pemahaman apakah entitas pengguna telah
merancang dan mengimplementasikan pengendalian
tersebut dan, jika demikian, menguji efektivitas operasi
pengendalian tersebut;
(c) Mengevaluasi kecukupan periode waktu yang dicakup
oleh pengujian pengendalian dan waktu yang berlalu
sejak pelaksanaan pengujian pengendalian tersebut;
dan
(d) Mengevaluasi apakah pengujian pengendalian
dilaksanakan oleh auditor jasa dan hasilnya, seperti
dijelaskan dalam laporan auditor jasa, relevan dengan
asersi dalam laporan keuangan entitas pengguna, dan
menyediakan bukti audit yang cukup dan tepat untuk
mendukung penilaian risiko auditor pengguna. (Ref:
Para. A31A39)

SA 402.8

SA Paket 400.indb 8

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Laporan Tipe 1 dan Tipe 2 yang Tidak Memasukkan Jasa


Organisasi Subjasa
18. Apabila auditor pengguna merencanakan untuk menggunakan
laporan tipe 1 atau tipe 2 yang tidak memasukkan jasa yang
disediakan oleh organisasi subjasa dan jasa tersebut relevan
dengan audit atas laporan keuangan entitas pengguna,
auditor pengguna harus menerapkan ketentuan SA ini sesuai
dengan jasa yang disediakan oleh organisasi subjasa. (Ref:
Para. A40)
Kecurangan, Ketidakpatuhan terhadap Peraturan PerundangUndangan dan Kesalahan Penyajian yang Tidak Dikoreksi
Berkaitan dengan Aktivitas di Organisasi Jasa
19. Auditor pengguna harus meminta keterangan kepada
manajemen entitas pengguna apakah organisasi jasa telah
melaporkan kepada entitas pengguna, atau apakah entitas
pengguna menyadari adanya kecurangan, ketidakpatuhan
terhadap peraturan perundang-undangan, atau kesalahan
penyajian yang tidak dikoreksi yang memengaruhi laporan
keuangan entitas pengguna. Auditor pengguna harus
mengevaluasi bagaimana hal-hal tersebut memengaruhi sifat,
saat, dan luas prosedur audit lebih lanjut, termasuk dampak
terhadap kesimpulan dan laporan auditor pengguna. (Ref:
Para. A41)
Pelaporan oleh Auditor Pengguna
20. Auditor pengguna harus memodifikasi opini dalam laporan
auditor pengguna berdasarkan SA 7055 jika auditor pengguna
tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
tentang jasa yang diberikan oleh organisasi jasa yang relevan
terhadap audit atas laporan keuangan entitas pengguna. (Ref:
Para. A42)
21.

Auditor pengguna tidak boleh mengacu ke pekerjaan auditor


jasa dalam laporan auditor pengguna yang berisi opini
tanpa modifikasian kecuali jika diwajibkan oleh peraturan
perundang-undangan. Jika pengacuan tersebut diwajibkan
oleh peraturan perundang-undangan, laporan auditor

SA 705, Modifikasi terhadap Opini dalam Laporan Auditor Independen,


paragraf 6.

SA 402.9

SA Paket 400.indb 9

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

pengguna harus menunjukkan bahwa pengacuan tersebut


tidak mengurangi tanggung jawab auditor pengguna terhadap
opini audit tersebut. (Ref: Para. A43)
22.

Jika pengacuan ke pekerjaan auditor jasa relevan dengan


suatu pemahaman tentang suatu modifikasi atas opini auditor
pengguna, auditor pengguna harus menunjukkan bahwa
pengacuan tersebut tidak mengurangi tanggung jawab
auditor pengguna terhadap opini auditnya. (Ref: Para. A44)
***

Materi Penerapan dan Penjelasan Lain


Pemerolehan Pemahaman Tentang Jasa yang Disediakan oleh
Organisasi Jasa, Termasuk Pengendalian Internal
Sumber Informasi (Ref: Para. 9)
A1. Informasi tentang sifat dari jasa-jasa yang disediakan oleh
organisasi jasa mungkin tersedia dari berbagai macam
sumber, seperti:
Panduan pengguna.
Ikhtisar sistem.
Panduan teknis.
Kontrak atau perjanjian tingkat jasa antara entitas
pengguna dan organisasi jasa.
Laporan oleh organisasi jasa, auditor internal atau
badan pengatur yang berwenang untuk mengendalikan
organisasi jasa.
Laporan oleh auditor jasa, termasuk surat pernyataan
manajemen, jika tersedia.
A2.

Pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman auditor


pengguna dengan organisasi jasa, contohnya melalui
pengalaman dalam perikatan audit lain, dapat juga bermanfaat
dalam memperoleh pemahaman tentang sifat jasa yang
disediakan oleh organisasi jasa. Hal ini secara khusus dapat
bermanfaat jika jasa dan pengendalian pada organisasi jasa
atas jasa tersebut mempunyai standar yang tinggi.

SA 402.10

SA Paket 400.indb 10

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Sifat Jasa yang Disediakan oleh Organisasi Jasa (Ref: Para. 9(a))
A3. Suatu entitas pengguna dapat menggunakan organisasi jasa
seperti memproses transaksi dan menjaga akuntabilitasnya,
atau mencatat transaksi dan memproses data terkait.
Organisasi jasa yang menyediakan jasa seperti itu meliputi,
sebagai contoh, trust department bank yang menginvestasikan
dan memberikan jasa aset untuk imbalan karyawan atau untuk
pihak lain; bankir yang memberikan jasa hipotik untuk pihak
lain; dan penyedia jasa aplikasi yang menyediakan paket
aplikasi perangkat lunak dan sebuah lingkungan teknologi
yang membantu pelanggan untuk memproses transaksi
operasi dan keuangan.
A4.

Contoh jasa yang disediakan oleh organisasi jasa yang relevan


dengan audit meliputi:
Menyelenggarakan catatan akuntansi entitas
pengguna.
Manajemen aset.
Penciptaan, pencatatan atau pemrosesan transaksi
sebagai agen entitas pengguna.

Pertimbangan Spesifik Khusus bagi Entitas yang Lebih Kecil


A5. Entitas lebih kecil dapat menggunakan jasa pembukuan dari
pihak luar, mulai dari pemrosesan transaksi tertentu (misalnya,
pembayaran pajak atas gaji) dan penyelenggaraan catatan
akuntansi sampai dengan penyusunan laporan keuangan.
Penggunaan suatu organisasi jasa tersebut untuk penyusunan
laporan keuangan tidak membebaskan manajemen entitas
lebih kecil, dan jika berlaku, pihak yang bertanggung jawab
atas tata kelola, dari tangggung jawabnya terhadap laporan
keuangan yang dihasilkan.6
Sifat dan Materialitas Transaksi yang Diproses oleh Organisasi Jasa
(Ref: Para. 9(b))
A6. Suatu organisasi jasa dapat menetapkan kebijakan dan
prosedur yang berdampak atas pengendalian internal
entitas pengguna. Kebijakan dan prosedur ini paling tidak,

SA 200, Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Audit


Berdasarkan Standar Audit, paragraf 4 dan A2-A3.

SA 402.11

SA Paket 400.indb 11

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

secara fisik dan secara operasional, terpisah dari entitas


pengguna. Signifikansi pengendalian organisasi jasa
terhadap pengendalian entitas pengguna tergantung pada
sifat transaksi yang disediakan oleh organisasi jasa, termasuk
sifat dan materialitas transaksi yang diproses untuk entitas
pengguna. Dalam situasi tertentu, transaksi yang diproses
dan akun yang dipengaruhi oleh organisasi jasa mungkin tidak
tampak material bagi laporan keuangan entitas pengguna,
namun sifat transaksi yang diproses mungkin signifikan dan
kondisi tersebut auditor pengguna dapat menetapkan bahwa
pemahaman atas pengendalian tersebut diperlukan dalam
kondisi tersebut.
Tingkat Interaksi antara Aktivitas Organisasi Jasa dengan Entitas
Pengguna (Ref: Para. 9(c))
A7. Signifikansi pengendalian organisasi jasa terhadap
pengendalian entitas pengguna juga tergantung pada
tingkat interaksi antara aktivitas organisasi jasa dengan
entitas pengguna jasa. Tingkat interaksi mengacu pada
seberapa luas entitas pengguna dapat melakukan dan
memilih untuk mengimplementasikan pengendalian yang
efektif atas pemrosesan yang dilakukan oleh organisasi jasa.
Sebagai contoh, suatu tingkat interaksi yang tinggi terjadi
antara aktivitas entitas pengguna dan aktivitas organisasi jasa
pada waktu entitas pengguna mengotorisasi transaksi dan
organisasi jasa memproses dan melaksanakan akuntansi
transaksi tersebut. Dalam kondisi ini, lebih praktis bagi entitas
pengguna untuk mengimplementasikan pengendalian yang
efektif atas transaksi ini. Di lain pihak, pada waktu organisasi
jasa menciptakan atau memulai pencatatan, pemrosesan,
dan melakukan akuntansi untuk transaksi entitas pengguna,
terdapat tingkat interaksi yang rendah antara kedua
organisasi tersebut. Dalam kondisi ini, entitas pengguna
mungkin tidak dapat melakukan, atau mungkin memilih untuk
tidak melakukan, implementasi pengendalian yang efektif
terhadap transaksi ini pada entitas pengguna dan mungkin
mengandalkan pengendalian pada organisasi jasa.

SA 402.12

SA Paket 400.indb 12

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Sifat Hubungan antara Etitas Pengguna dengan Organisasi Jasa


(Ref: Para. 9(d))
A8. Kontrak atau perjanjian tingkat jasa antara entitas pengguna dan
organisasi jasa dapat menyediakan hal-hal sebagai berikut:
Informasi yang disediakan untuk entitas pengguna dan
tanggung jawab untuk menciptakan transaksi yang terkait
dengan aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi
jasa;
Penerapan ketentuan badan pengatur tentang bentuk
catatan yang harus dipelihara, atau akses terhadap
catatan tersebut;
Ganti rugi, jika ada, yang disediakan bagi entitas
pengguna jika terjadi kegagalan dalam suatu pelaksaan
kontrak atau perjanjian tingkat jasa;
Apakah organisasi jasa akan menyediakan suatu laporan
atas pengendaliannya dan, jika demikian, apakah laporan
tersebut adalah laporan tipe 1 atau tipe 2;
Apakah auditor pengguna berhak untuk mengakses
catatan akuntansi entitas pengguna yang dipelihara oleh
organisasi jasa dan informasi lain yang diperlukan untuk
pelaksanaan audit; dan
Apakah perjanjian mengizinkan komunikasi langsung
antara auditor pengguna dan auditor jasa.
A9.

Terdapat suatu hubungan langsung antara organisasi jasa


dengan entitas pengguna dan antara organisasi jasa dengan
auditor jasa. Hubungan ini tidak perlu menciptakan suatu
hubungan langsung antara auditor pengguna dan auditor
jasa. Ketika tidak terdapat hubungan langsung antara auditor
pengguna dan auditor jasa, komunikasi antara auditor
pengguna dan auditor jasa biasanya dilakukan melalui
entitas pengguna dan organisasi jasa. Suatu hubungan
langsung juga dapat diciptakan antara auditor pengguna dan
auditor jasa, dengan memperhitungkan etika yang relevan
dan pertimbangan tentang kerahasiaan. Sebagai contoh,
auditor pengguna dapat memanfaatkan auditor jasa untuk
melaksanakan prosedur atas kepentingan auditor pengguna,
seperti:
(a) Pengujian pengendalian di organisasi jasa; atau
(b) Prosedur substantif atas transaksi dan saldo pada
laporan keuangan entitas pengguna yang dipelihara oleh
organisasi jasa.
SA 402.13

SA Paket 400.indb 13

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Pertimbangan Spesifik atas Entitas Sektor Publik


A10. Auditor sektor publik umumnya mempunyai hak akses
yang luas yang ditetapkan oleh legislasi. Namun, mungkin
terdapat situasi di mana hak akses tersebut tidak tersedia,
sebagai contoh pada waktu organisasi jasa berada di lokasi
dalam suatu yurisdiksi yang berbeda. Dalam kasus tersebut,
auditor sektor publik mungkin perlu untuk memperoleh suatu
pemahaman atas legislasi yang berlaku di yurisdiksi yang
berbeda tersebut untuk menentukan apakah hak akses
yang tepat dapat diperoleh. Auditor sektor publik dapat
juga memperoleh atau meminta entitas pengguna untuk
memasukkan hak akses pada setiap perjanjian kontraktual
antara entitas pengguna dengan organisasi jasa.
A11. Auditor sektor publik dapat juga menggunakan auditor lain
untuk melakukan pengujian pengendalian atau prosedur
substantif dalam kaitannya dengan kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan atau otoritas lain.
Pemahaman atas Pengendalian yang Terkait dengan Jasa yang
Disediakan oleh Organisasi Jasa (Ref: Para. 10)
A12. Entitas pengguna dapat menetapkan pengendalian atas jasa
organisasi jasa yang mungkin diuji oleh auditor pengguna
dan dapat membuat auditor pengguna menyimpulkan
bahwa pengendalian entitas pengguna beroperasi secara
efektif untuk beberapa atau semua asersi yang terkait, tanpa
memperhatikan bahwa pengendalian berada di organisasi jasa.
Sebagai contoh, jika suatu entitas pengguna memanfaatkan
organisasi jasa untuk memproses transaksi penggajian, entitas
pengguna dapat menetapkan pengendalian atas pengiriman
dan penerimaan informasi penggajian yang dapat mencegah
atau mendeteksi kesalahan penyajian material. Pengendalian
ini dapat meliputi:
Membandingkan data yang dikirim ke organisasi jasa
dengan laporan informasi yang diterima dari organisasi
jasa setelah data tersebut diproses.
Menghitung ulang sampel atas jumlah gaji untuk
memastikan keakuratan perhitungannya dan mereviu
kewajaran jumlah gaji.
A13. Dalam situasi ini, auditor pengguna dapat melakukan
pengujian terhadap pengendalian entitas pengguna atas

SA 402.14

SA Paket 400.indb 14

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

proses penggajian yang akan menyediakan dasar bagi auditor


pengguna untuk menyimpulkan bahwa pengendalian entitas
pengguna telah beroperasi secara efektif untuk asersi yang
terkait dengan transaksi penggajian.
A14. Seperti yang dicantumkan dalam SA 315, 7 dalam
hubungannya dengan beberapa risiko, auditor pengguna
dapat mempertimbangkan bahwa tidak mungkin atau tidak
praktis untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
hanya dari prosedur substantif. Risiko tersebut mungkin terkait
dengan ketidakakuratan atau ketidaklengkapan pencatatan
golongan transaksi yang rutin dan signifikan dan saldo akun,
yang karakteristiknya sering kali memerlukan pemrosesan
otomatis yang tinggi dengan sedikit atau tanpa intervensi
secara manual. Karakteristik pemrosesan otomatis seperti
itu mungkin ada pada saat entitas pengguna memanfaatkan
organisasi jasa. Dalam kasus seperti ini, pengendalian entitas
pengguna atas risiko tersebut relevan terhadap audit dan
auditor pengguna perlu memperoleh pemahaman tentang,
dan mengevaluasi, pengendalian-pengendalian tersebut yang
sesuai dengan paragraf 9 dan 10 SA ini.
Prosedur Lebih Lanjut Jika Pemahaman yang Memadai Tidak
Dapat Diperoleh dari Entitas Pengguna (Ref: Para. 12)
A15. Keputusan auditor pengguna tentang prosedur yang
akan diambil, secara individual atau dalam kombinasi,
dalam paragraf 12, dalam rangka memperoleh informasi
yang diperlukan untuk menyediakan suatu dasar untuk
mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian
material sehubungan dengan penggunaan organisasi jasa
oleh entitas pengguna, dapat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai
berikut:
Ukuran entitas pengguna dan organisasi jasa;
Kompleksitas transaksi di entitas pengguna dan
kompleksitas jasa yang disediakan oleh organisasi
jasa;
Lokasi organisasi jasa (contohnya, auditor pengguna
dapat memutuskan untuk menggunakan auditor lain
untuk melaksanakan prosedur di organisasi jasa untuk

SA 315, paragraf 30.

SA 402.15

SA Paket 400.indb 15

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

kepentingan auditor pengguna jika organisasi jasa


terletak di lokasi yang jauh);
Apakah prosedur diharapkan secara efektif menyediakan
bukti audit yang cukup dan tepat untuk auditor pengguna;
dan
Sifat hubungan antara entitas pengguna dan organisasi
jasa.

A16. Suatu organisasi jasa dapat melakukan perikatan dengan


auditor jasa untuk melaporkan penjelasan dan rancangan
pengendaliannya (laporan tipe 1) atau penjelasan dan
rancangan pengendalian dan efektivitas operasi pengendalian
(laporan tipe 2). Laporan tipe 1 atau tipe 2 dapat dikeluarkan
berdasarkan Standar Perikatan Asurans Lain (SPA) 34028
atau berdasarkan standar yang ditetapkan oleh organisasi
berwenang atau organisasi pembuat standar yang telah diakui
(yang dapat mengidentifikasi lewat berbagai nama, seperti
laporan tipe A atau tipe B).
A17. Ketersediaan laporan tipe 1 atau tipe 2 biasanya tergantung
pada apakah perjanjian antara organisasi jasa dan entitas
pengguna mencakup penyediaan laporan tersebut oleh
organisasi jasa. Organisasi jasa dapat juga memilih, dengan
alasan praktis, untuk menyediakan laporan tipe 1 atau tipe 2
bagi entitas pengguna. Namun demikian, dalam beberapa
kasus, laporan tipe 1 atau tipe 2 mungkin tidak tersedia bagi
entitas pengguna.
A18. Dalam beberapa kondisi, suatu entitas pengguna dapat
melakukan outsource satu atau beberapa unit atau fungsi
bisnis yang signifikan, seperti seluruh fungsi perencanaan dan
kepatuhan pajak, atau fungsi keuangan dan akuntansi atau
fungsi pengawasan ke satu atau beberapa organisasi jasa.
Oleh karena laporan tentang pengendalian di organisasi jasa
mungkin tidak tersedia dalam kondisi seperti ini, kunjungan ke
organisasi jasa adalah prosedur yang paling efektif bagi auditor
pengguna untuk menambah pemahaman atas pengendalian

SPA 3402, Laporan Asurans atas Pengendalian pada Organisasi Jasa.

SA 402.16

SA Paket 400.indb 16

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

di organisasi jasa, karena adanya kemungkinan terjadinya


interaksi langsung antara manajemen entitas pengguna
dengan manajemen organisasi jasa.

A19. Auditor lain mungkin terbiasa melaksanakan prosedur


yang akan menyediakan informasi yang diperlukan tentang
pengendalian yang relevan di organisasi jasa. Jika laporan
tipe 1 atau tipe 2 telah diterbitkan, auditor pengguna dapat
menggunakan auditor jasa untuk melaksanakan prosedurprosedur ini karena auditor jasa telah memiliki hubungan
dengan organisasi jasa. Auditor pengguna yang menggunakan
pekerjaan auditor lain dapat menggunakan panduan dalam SA
6009 karena berkaitan dengan upaya untuk memahami auditor
lain (termasuk independensi dan kompetensi profesional
auditor tersebut), keterlibatan pada pekerjaan auditor lain
dalam perencanaan sifat, ruang lingkup, dan waktu pekerjaan,
dan dalam mengevaluasi kecukupan dan ketepatan bukti
audit yang diperoleh.
A20. Suatu entitas pengguna dapat memanfaatkan organisasi
jasa yang akan menggunakan organisasi subjasa untuk
menyediakan beberapa jasa yang disediakan bagi entitas
pengguna yang menjadi bagian dari sistem informasi entitas
pengguna yang relevan terhadap pelaporan keuangan.
Organisasi subjasa dapat merupakan suatu entitas yang
terpisah dari atau terkait dengan organisasi jasa. Auditor
pengguna mungkin perlu mempertimbangkan pengendalian di
organisasi subjasa. Dalam situasi di mana satu atau beberapa
organisasi subjasa digunakan, interaksi antara aktivitas entitas
pengguna dan aktivitas organisasi jasa diperluas untuk
mencakup interaksi antara entitas pengguna, organisasi jasa,
dan organisasi subjasa. Tingkat interaksi ini, baik sifat dan
materialitas transaksi yang diproses oleh organisasi jasa dan
organisasi subjasa merupakan faktor yang paling penting bagi
auditor pengguna untuk dipertimbangkan dalam penentuan

SA 600, Pertimbangan KhususAudit atas Laporan Keuangan Grup (Termasuk


Pekerjaan Auditor Komponen), paragraf 2, menyatakan Auditor dapat
mengetahui SA ini, yang disesuaikan seperlunya sesuai dengan kondisi,
bermanfaat pada saat auditor melibatkan auditor lain dalam audit atas laporan
keuangan yang bukan merupakan laporan keuangan grup. Lihat juga paragraf
19 atau SA 600.

SA 402.17

SA Paket 400.indb 17

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

signifikansi pengendalian di organisasi jasa dan organisasi


subjasa atas pengendalian entitas pengguna.
Penggunaan Laporan Tipe 1 atau Tipe 2 untuk Mendukung
Pemahaman Auditor Pengguna tentang Organisasi Jasa (Ref: Para.
1314)
A21. Auditor pengguna dapat meminta keterangan tentang auditor
jasa kepada organisasi profesional auditor jasa atau praktisi
lain dan menanyakan apakah auditor jasa masuk dalam
pengawasan oleh regulator. Auditor jasa mungkin berpraktik di
yurisdiksi yang mengikuti standar yang berbeda sehubungan
dengan laporan atas pengendalian pada organisasi jasa,
dan auditor pengguna perlu memperoleh informasi tentang
standar yang digunakan oleh auditor jasa dari organisasi
pembuat standar yang bersangkutan.
A22. Laporan tipe 1 atau tipe 2, bersama dengan informasi tentang
entitas pengguna, dapat membantu auditor pengguna untuk
memperoleh pemahaman atas:
(a) Aspek pengendalian di organisasi jasa yang mungkin
berdampak terhadap pemrosesan transaksi entitas
pengguna, termasuk penggunaan organisasi subjasa;
(b) Arus transaksi signifikan melalui organisasi jasa untuk
menentukan titik-titik dalam arus transaksi yang di
dalamnya kesalahan penyajian material atas laporan
keuangan entitas pengguna dapat terjadi;
(c) Tujuan pengendalian di organisasi jasa yang relevan
dengan asersi laporan keuangan entitas pengguna;
dan
(d) Apakah pengendalian di organisasi jasa telah dirancang
dan diimplementasikan dengan baik untuk mencegah
atau mendeteksi kesalahan pemrosesan yang dapat
menimbulkan kesalahan penyajian material dalam
laporan keuangan entitas pengguna.

Suatu laporan tipe 1 atau tipe 2 dapat membantu auditor
pengguna dalam memperoleh pemahaman memadai untuk
mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian
material. Namun, laporan tipe 1, tidak menyediakan bukti atas
efektivitas operasi pengendalian yang relevan.

SA 402.18

SA Paket 400.indb 18

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

A23. Laporan tipe 1 atau tipe 2 untuk tanggal atau untuk periode
di luar periode pelaporan suatu entitas pengguna dapat
membantu auditor pengguna dalam memperoleh pemahaman
awal atas pengendalian yang diimplementasikan di organisasi
jasa jika laporan tersebut dilengkapi dengan tambahan
informasi saat ini dari berbagai sumber. Jika penjelasan
organisasi jasa tentang pengendalian pada tanggal atau
untuk periode sebelum periode awal pelaksanaan audit,
auditor pengguna dapat melaksanakan prosedur untuk
memutakhirkan informasi yang terdapat dalam laporan tipe
1 dan tipe 2, seperti:
Mendiskusikan perubahan yang terjadi di organisasi
jasa tersebut dengan personel entitas pengguna yang
mengetahui adanya perubahan tersebut;
Mereviu dokumen dan korespondensi terkini yang dibuat
oleh organisasi jasa; atau
Mendiskusikan perubahan yang terjadi dengan personel
organisasi jasa.
Respons Terhadap Risiko yang Telah Dinilai atas Kesalahan
Penyajian Material (Ref: Para. 15)
A24. Apakah penggunaan organisasi jasa meningkatkan risiko
kesalahan penyajian material entitas pengguna tergantung
pada sifat jasa yang disediakan dan pengendalian terhadap
jasa tersebut; dalam beberapa kondisi, penggunaan
organisasi jasa dapat menurunkan risiko kesalahan penyajian
material entitas pengguna, khususnya jika entitas pengguna
tidak memiliki keahlian yang diperlukan dalam menjalankan
aktivitas tertentu, seperti menciptakan, memproses, dan
mencatat transaksi, atau tidak memiliki sumber daya yang
memadai (contoh, suatu sistem teknologi informasi).
A25. Ketika organisasi jasa memelihara unsur yang material atas
catatan akuntansi entitas pengguna, akses langsung terhadap
catatan tersebut mungkin saja dibutuhkan oleh auditor
pengguna untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
yang terkait dengan pengoperasian pengendalian terhadap
catatan tersebut atau untuk membuktikan transaksi dan saldo
yang tercatat dalam catatan tersebut, atau keduanya. Akses
tersebut mungkin melibatkan inspeksi fisik atas catatan di
organisasi jasa atau pengajuan pertanyaan tentang catatan
yang dipelihara secara elektronik dari entitas pengguna atau
SA 402.19

SA Paket 400.indb 19

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

lokasi lain, atau keduanya. Jika akses langsung ditempuh


secara elektronik, auditor pengguna dapat memperoleh bukti
atas kecukupan pengendalian yang dijalankan organisasi jasa
atas kelengkapan dan integritas data entitas pengguna yang
menjadi tanggung jawab organisasi jasa.
A26. Dalam menentukan sifat dan luas bukti audit yang harus
diperoleh sehubungan dengan saldo yang menggambarkan
aset yang dimiliki atau transaksi yang dijalankan oleh
organisasi jasa untuk kepentingan entitas pengguna, auditor
pengguna mungkin perlu mempertimbangkan prosedurprosedur di bawah ini:
(a) Menginspeksi catatan dan dokumen yang disimpan oleh
entitas pengguna: keandalan sumber bukti ini ditentukan
oleh sifat dan luasnya catatan akuntansi dan dokumentasi
pendukung yang disimpan oleh entitas pengguna. Dalam
beberapa kondisi, entitas pengguna mungkin tidak
memelihara catatan yang independen atau dokumentasi
atas transaksi spesifik untuk kepentingannya.
(b) Menginspeksi catatan dan dokumen yang disimpan
oleh organisasi jasa: akses auditor pengguna terhadap
catatan organisasi jasa dapat ditetapkan sebagai bagian
dari perjanjian kontraktual antara entitas pengguna
dan organisasi jasa. Auditor pengguna dapat juga
menggunakan auditor lain, untuk kepentingan auditor
pengguna, dalam memperoleh akses terhadap catatan
entitas pengguna yang dipelihara oleh organisasi jasa.
(c) Memperoleh konfirmasi atas saldo dan transaksi dari
organisasi jasa: jika entitas pengguna memelihara
catatan atas saldo dan transaksi yang independen,
konfirmasi dari organisasi jasa yang menguatkan catatan
entitas pengguna dapat meningkatkan keandalan bukti
audit mengenai keberadaan dari transaksi dan aset yang
bersangkutan. Sebagai contoh, jika organisasi yang
memiliki jasa yang beragam digunakan, seperti manajer
investasi dan jasa kustodian, dan organisasi jasa tersebut
menyelenggarakan catatan yang independen, auditor
pengguna dapat mengonfirmasi saldo ke organisasi
tersebut untuk membandingkan informasi ini dengan
catatan independen di entitas pengguna.

Jika entitas pengguna tidak memelihara catatan yang
independen, maka informasi yang diperoleh dalam

SA 402.20

SA Paket 400.indb 20

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

konfirmasi dari organisasi jasa hanyalah merupakan


sebuah pernyataan atas hal-hal yang digambarkan dalam
catatan yang disimpan oleh organisasi jasa. Dengan
demikian, konfirmasi tersebut, secara individual, bukan
merupakan bukti audit yang handal. Dalam situasi ini,
auditor pengguna dapat mempertimbangkan apakah
terdapat sumber bukti independen lain yang dapat
diidentifikasi.
(d) Melakukan prosedur analitis terhadap catatan yang
dipelihara oleh entitas pengguna atau terhadap laporan
yang diterima dari organisasi jasa: efektivitas prosedur
analitik tersebut akan bervariasi, tergantung pada asersi,
dan dipengaruhi oleh luasnya dan rincian dari informasi
yang tersedia.
A27. Auditor lain dapat melaksanakan prosedur substantif bagi
kepentingan auditor pengguna. Perikatan yang demikian dapat
melibatkan pelaksanaan, oleh auditor lain, atas prosedur yang
disetujui oleh entitas pengguna dan auditornya serta oleh
organisasi jasa dan auditornya. Temuan-temuan yang berasal
dari prosedur yang dilaksanakan oleh auditor lain direviu
oleh auditor pengguna untuk menentukan apakah temuantemuan tersebut merupakan bukti audit yang cukup dan
tepat. Sebagai tambahan, terdapat beberapa ketentuan yang
dikeluarkan oleh pemerintah yang berwenang atau melalui
perjanjian kontraktual yang mewajibkan auditor jasa untuk
melaksanakan prosedur substantif yang telah dirancang. Hasil
penerapan prosedur yang diharuskan atas saldo dan transaksi
yang diproses oleh organisasi jasa dapat digunakan oleh
auditor pengguna sebagai bagian dari bukti yang diperlukan
untuk mendukung opini auditnya. Dalam kondisi seperti ini,
akan berguna bagi auditor pengguna dan auditor jasa untuk
menyetujui, sebelum pelaksanaan prosedur tersebut diatas,
dokumentasi audit atau akses atas dokumentasi audit yang
akan disediakan bagi auditor pengguna.
A28. Dalam kondisi tertentu, khususnya pada saat suatu entitas
pengguna melakukan outsource beberapa atau semua
fungsi keuangan kepada organisasi jasa, auditor pengguna
dapat menghadapi situasi di mana porsi signifikan dari bukti
audit berada di organisasi jasa. Prosedur substantif mungkin
perlu dilaksanakan di organisasi jasa oleh auditor pengguna
SA 402.21

SA Paket 400.indb 21

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

atau auditor lain untuk kepentingan auditor pengguna.


Auditor jasa dapat menyediakan laporan tipe 2 dan, sebagai
tambahan, dapat juga melaksanakan prosedur substantif
untuk kepentingan auditor pengguna. Keterlibatan auditor
lain tidak mengubah tanggung jawab auditor pengguna untuk
memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat sebagai basis
yang memadai dalam mendukung opini auditor pengguna.
Dengan demikian, pertimbangan auditor pengguna tentang
apakah kecukupan dan ketepatan bukti audit telah diperoleh
dan apakah auditor pengguna perlu melaksanakan prosedur
substantif lebih lanjut meliputi keterlibatan auditor pengguna
dengan, atau bukti atas arahan, pengawasan, dan pelaksanaan
prosedur substantif yang dilaksanakan oleh auditor lain.
Pengujian Pengendalian (Ref: Para. 16)
A29. Auditor pengguna diwajibkan oleh SA 33010 untuk merancang
dan melaksanakan pengujian pengendalian untuk memperoleh
bukti audit yang cukup dan tepat atas efektivitas operasi dari
pengendalian yang relevan dalam situasi tertentu. Dalam
konteks organisasi jasa, ketentuan ini diterapkan ketika:
(a) Penilaian risiko kesalahan penyajian material oleh auditor
pengguna mencakup harapan bahwa pengendalian
di organisasi jasa beroperasi secara efektif (yakni,
auditor pengguna bermaksud untuk mengandalkan
efektivitas operasi pengendalian di organisasi jasa dalam
menentukan sifat, saat, dan luas prosedur substantif);
atau
(b) Prosedur substantif saja, atau dalam kombinasi dengan
pengujian atas efektivitas operasi pengendalian di entitas
pengguna, tidak dapat menyediakan bukti audit yang
cukup dan tepat pada tingkat asersi.
A30. Jika laporan tipe 2 tidak tersedia, auditor pengguna dapat
menghubungi organisasi jasa, melalui entitas pengguna,
untuk meminta organisasi jasa menunjuk auditor jasa
untuk menyediakan laporan tipe 2 yang meliputi pengujian
efektivitas operasi pengendalian yang relevan atau auditor
pengguna dapat menggunakan auditor lain untuk menguji
efektivitas operasi pengendalian tersebut di organisasi jasa.

10

SA 330, paragraf 8.

SA 402.22

SA Paket 400.indb 22

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Auditor pengguna dapat juga mengunjungi organisasi jasa


dan melakukan pengujian pengendalian yang relevan jika
organisasi jasa menyetujui hal itu. Penilaian risiko yang
dilakukan oleh auditor pengguna didasarkan pada bukti yang
disediakan oleh hasil pekerjaan auditor lain dan prosedur
yang dilakukan sendiri oleh auditor pengguna.
Penggunaan Laporan Tipe 2 sebagai Bukti Audit bahwa Pengendalian
di Organisasi Jasa telah Beroperasi Secara Efektif (Ref: Para.17)
A31. Laporan tipe 2 mungkin ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
beberapa auditor pengguna yang berbeda; oleh karena itu
pengujian pengendalian dan hasilnya yang dijelaskan dalam
laporan auditor jasa mungkin tidak relevan dengan asersi
yang signifikan terhadap laporan keuangan entitas pengguna.
Pengujian pengendalian yang relevan beserta hasilnya
dievaluasi untuk menentukan bahwa laporan auditor jasa
telah menyediakan bukti audit yang cukup dan tepat tentang
efektivitas pengendalian untuk mendukung penilaian risiko
yang dilakukan oleh auditor pengguna. Dalam melakukan
hal tersebut, auditor pengguna dapat mempertimbangkan
faktor-faktor sebagai berikut:
(a) Periode waktu yang dicakup oleh pengujian pengendalian
dan waktu yang telah berlalu sejak pelaksanaan pengujian
pengendalian;
(b) Ruang lingkup pekerjaan auditor jasa serta jasa-jasa
dan proses-proses yang tercakup, pengendalian yang
diuji dan pengujian yang dilakukan, serta keterkaitan
pengendalian yang diuji dengan pengendalian di entitas
pengguna; dan
(c) Hasil pengujian pengendalian tersebut dan opini auditor
jasa atas efektivitas operasi pengendalian.
A32. Untuk asersi tertentu, makin pendek periode yang dicakup oleh
suatu pengujian spesifik dan makin lama jangka waktu yang
lewat setelah pelaksanaan pengujian tersebut, makin sedikit
bukti audit yang dapat disediakan oleh pengujian tersebut.
Dalam membandingkan antara periode yang dicakup oleh
laporan tipe 2 dengan periode pelaporan keuangan entitas
pengguna, auditor pengguna dapat menyimpulkan bahwa
laporan tipe 2 memberikan bukti audit yang lebih sedikit jika
terjadi tumpang tindih antara periode yang dicakup oleh
laporan tipe 2 dan periode yang auditor pengguna bermaksud
SA 402.23

SA Paket 400.indb 23

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

untuk mengandalkan laporan tersebut. Jika hal ini terjadi,


laporan tipe 2 yang mencakup periode sebelumnya atau
sesudahnya dapat menyediakan tambahan bukti audit. Dalam
hal lain, auditor pengguna dapat menentukan perlu tidaknya
untuk melaksanakan, atau menggunakan auditor lain untuk
melaksanakan pengujian atas pengendalian di organisasi jasa
untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang
efektivitas operasi pengendalian tersebut.
A33. Auditor pengguna mungkin perlu memperoleh tambahan
bukti tentang perubahan signifikan atas pengendalian yang
relevan di organisasi jasa di luar periode yang dicakup oleh
laporan tipe 2, atau menentukan prosedur audit tambahan
yang perlu dilaksanakan. Faktor-faktor yang relevan dalam
menentukan bukti audit tambahan yang perlu diperoleh
tentang pengendalian di organisasi jasa yang dioperasikan
di luar periode yang dicakup dalam laporan auditor jasa
meliputi:
Signifikansi risiko kesalahan penyajian material yang
dinilai pada tingkat asersi tertentu;
Pengendalian spesifik yang diuji selama periode interim,
dan perubahan signifikan dalam pengendalian tersebut
sejak diuji, termasuk perubahan sistem informasi, proses,
dan personel;
Tingkat di mana bukti audit tentang efektivitas operasi
pengendalian tersebut diperoleh;
Lama periode yang tersisa;
Luasnya prosedur substantif lebih lanjut yang hendak
dikurangi oleh auditor pengguna berdasarkan keyakinan
atas pengendalian; dan
Efektivitas lingkungan dan pemantauan pengendalian di
entitas pengguna.
A34. Tambahan bukti audit dapat diperoleh, sebagai contoh,
dengan memperluas pengujian pengendalian selama waktu
yang tersisa atau dengan menguji pemantauan pengendalian
di entitas pengguna.
A35. Jika periode pengujian auditor jasa berada seluruhnya di
luar periode pelaporan keuangan entitas pengguna, auditor
pengguna tidak dapat mengandalkan pengujian tersebut
untuk menyimpulkan bahwa pengendalian di entitas pengguna

SA 402.24

SA Paket 400.indb 24

8/5/2015 10:27:08 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

telah beroperasi secara efektif karena pengujian tersebut tidak


menyediakan bukti efektivitas pengendalian di periode audit
tahun berjalan, kecuali jika dilakukan prosedur lain.
A36. Dalam kondisi tertentu, suatu jasa yang disediakan oleh
organisasi jasa mungkin dirancang dengan asumsi bahwa
beberapa pengendalian tertentu akan diimplementasikan oleh
entitas pengguna. Sebagai contoh, jasa tersebut mungkin
dirancang dengan asumsi bahwa entitas pengguna akan
memiliki pengendalian untuk mengotorisasi transaksi sebelum
transaksi tersebut dikirim ke organisasi jasa untuk diproses.
Dalam situasi tersebut, deskripsi pengendalian organisasi
jasa mungkin mencakup deskripsi tentang pengendalian
komplementer di entitas pengguna. Auditor pengguna
mempertimbangkan apakah pengendalian komplementer
di entitas pengguna tersebut relevan dengan jasa yang
disediakan untuk entitas pengguna.
A37. Jika auditor pengguna yakin bahwa laporan auditor jasa tidak
menyediakan bukti audit yang cukup dan tepat, sebagai
contoh, jika laporan auditor jasa tidak berisi suatu deskripsi
tentang pengujian atas pengendalian beserta hasilnya
yang dilakukan oleh auditor jasa, auditor pengguna dapat
melengkapi pemahaman tentang prosedur auditor jasa dan
kesimpulannya dengan cara menghubungi organisasi jasa,
melalui entitas pengguna, untuk meminta suatu pembahasan
dengan auditor jasa tentang ruang lingkup dan hasil pekerjaan
auditor jasa tersebut. Jika diperlukan, auditor pengguna dapat
menghubungi organisasi jasa, melalui entitas pengguna, untuk
meminta auditor jasa melaksanakan prosedur di organisasi
jasa. Sebagai alternatif, auditor pengguna atau auditor lain
atas permintaan auditor pengguna, dapat melakukan prosedur
tersebut.
A38. Laporan tipe 2 auditor jasa mengidentifikasi hasil pengujian,
termasuk penyimpangan dan informasi lain yang dapat
memengaruhi kesimpulan auditor pengguna. Penyimpangan
yang diketahui oleh auditor pengguna atau opini modifikasi
dalam laporan tipe 2 auditor jasa tidak secara otomatis berarti
bahwa laporan tipe 2 auditor jasa tidak berguna bagi audit atas
laporan keuangan entitas pengguna dalam penilaian risiko
kesalahan penyajian material. Akan tetapi, penyimpangan
SA 402.25

SA Paket 400.indb 25

8/5/2015 10:27:08 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

dan hal yang menyebabkan opini modifikasi dalam laporan


tipe 2 auditor jasa dapat dipertimbangkan dalam penilaian
oleh auditor pengguna atas pengujian pengendalian yang
dilaksanakan oleh auditor jasa. Dalam mempertimbangkan
penyimpangan dan hal lain yang menyebabkan opini
modifikasi, auditor pengguna dapat membahas hal tersebut
dengan auditor jasa. Komunikasi tersebut tergantung pada
kontak yang dilakukan oleh entitas pengguna dengan
organisasi jasa dan pemerolehan persetujuan dari organisasi
jasa untuk berkomunikasi.
Pengomunikasian defisiensi dalam pengendalian internal yang
diidentifikasi selama audit
A39. Auditor pengguna diwajibkan untuk mengomunikasikan
secara tertulis tentang defisiensi signifikan yang diidentifikasi
selama audit, baik kepada manajemen maupun pihak-pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola secara tepat waktu.11
Auditor pengguna juga diminta untuk mengomunikasikan
secara tepat waktu kepada manajemen pada tingkat
semestinya tentang kelemahan dalam pengendalian internal
yang diidentifikasi selama audit, yang menurut pertimbangan
profesional auditor, hal tersebut cukup penting untuk
memperoleh perhatian manajemen.12 Hal-hal yang harus
diidentifikasi oleh auditor pengguna selama audit dan dapat
dikomunikasikan kepada manajemen dan pihak-pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola entitas pengguna
meliputi:
Pemantauan atas pengendalian yang dapat
diimplementasikan oleh entitas pengguna, termasuk
pengendalian yang diidentifikasi sebagai hasil
pemerolehan laporan tipe 1 atau tipe 2;
Kondisi di mana pengendalian pelengkap entitas
pengguna diketahui ada di dalam laporan tipe 1 atau
tipe 2 dan tidak diimplementasikan di entitas pengguna;
dan

11

SA 265, Pengomunikasian Defisiensi dalam Pengendalian Internal kepada


Pihak yang Bertanggungjawab atas Tata Kelola dan Manajemen, paragraf
910.

12

SA 265, paragraf 10.

SA 402.26

SA Paket 400.indb 26

8/5/2015 10:27:09 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Pengendalian yang mungkin diperlukan di organisasi


jasa yang tampaknya tidak diimplementasikan atau tidak
secara spesifik dicakup oleh laporan tipe 2.

Laporan Tipe 1 dan Tipe 2 yang Tidak Memasukkan Jasa


Organisasi Subjasa (Ref: Para. 18)
A40. Jika suatu organisasi jasa menggunakan suatu organisasi
subjasa, laporan auditor jasa dapat memasukkan atau
tidak memasukkan tujuan pengendalian yang relevan di
organisasi subjasa dan pengendalian yang terkait di dalam
penjelasan tentang sistem organisasi jasa dan di dalam ruang
lingkup perikatan auditor jasa. Kedua metode pelaporan ini
dikenal sebagai metode inklusif dan metode carve-out. Jika
laporan tipe 1 atau tipe 2 tidak memasukkan pengendalian di
organisasi subjasa, dan jasa yang disediakan oleh organisasi
subjasa relevan terhadap audit atas laporan keuangan entitas
pengguna, auditor pengguna diwajibkan untuk memenuhi
ketentuan Standar Audit (SA) untuk organisasi subjasa. Sifat
dan luas pekerjaan yang dilaksanakan oleh auditor pengguna
yang berkaitan dengan jasa yang diberikan oleh organisasi
subjasa tergantung pada sifat dan signifikansi jasa tersebut
bagi entitas pengguna dan relevansi jasa-jasa tersebut
terhadap audit. Penerapan ketentuan di paragraf 9 membantu
auditor pengguna dalam menentukan dampak organisasi
subjasa, serta sifat dan luas pekerjaan yang dilaksanakan.
Kecurangan, Ketidakpatuhan terhadap Peraturan PerundangUndangan dan Kesalahan Penyajian yang Tidak Dikoreksi yang
Berkaitan dengan Aktivitas di Organisasi Jasa (Ref: Para. 19)
A41. Berdasarkan ketentuan dalam kontrak dengan entitas
pengguna, organisasi jasa mungkin diwajibkan untuk
mengungkapkan kepada entitas pengguna tentang
kecurangan, ketidakpatuhan terhadap peraturan perundangundangan atau kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi
yang diakibatkan oleh manajemen atau karyawan organisasi
jasa. Seperti yang dijelaskan dalam paragraf 19, auditor
pengguna meminta keterangan tentang manajemen entitas
pengguna berkaitan dengan apakah organisasi jasa telah
melaporkan hal-hal tersebut dan mengevaluasi apakah halhal yang dilaporkan oleh organisasi jasa memengaruhi sifat,
saat dan luas prosedur audit lebih lanjut auditor pengguna.

SA 402.27

SA Paket 400.indb 27

8/5/2015 10:27:09 AM

Standar Audit

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Dalam kondisi tertentu, auditor pengguna dapat meminta


informasi tambahan untuk melakukan pengevaluasian ini, dan
dapat pula meminta entitas pengguna untuk menghubungi
organisasi jasa dalam rangka memperoleh informasi yang
dibutuhkan.
Pelaporan oleh Auditor Pengguna (Ref: Para. 20)
A42. Ketika seorang auditor pengguna tidak dapat memperoleh
bukti audit yang cukup dan tepat yang terkait dengan jasa
yang disediakan oleh organisasi jasa dan bukti audit tersebut
relevan terhadap audit atas laporan keuangan entitas
pengguna, maka terjadilah suatu pembatasan atas ruang
lingkup audit. Hal ini mungkin terjadi ketika:
Auditor pengguna tidak dapat memperoleh pemahaman
memadai tentang jasa yang disediakan oleh organisasi
jasa dan tidak memiliki basis untuk mengidentifikasi dan
menilai risiko kesalahan penyajian material;
Suatu penilaian risiko yang dilakukan oleh auditor
pengguna mencakup harapan bahwa pengendalian di
organisasi jasa beroperasi secara efektif dan auditor
pengguna tidak dapat memperoleh bukti audit yang
cukup dan tepat tentang efektivitas operasi pengendalian
tersebut; atau
Bukti audit yang cukup dan tepat hanya tersedia dari
catatan yang dipelihara oleh organisasi jasa, dan auditor
pengguna tidak dapat memperoleh akses langsung ke
catatan tersebut.

Apakah opini yang dinyatakan oleh auditor pengguna berupa
opini wajar dengan pengecualian atau opini tidak menyatakan
pendapat tergantung pada kesimpulan auditor pengguna
tentang apakah dampak yang mungkin ada pada laporan
keuangan bersifat material atau pervasif.
Pengacuan ke Hasil Pekerjaan Auditor Jasa (Ref: Para. 2122)
A43. Dalam beberapa kasus, peraturan perundang-undangan
mungkin mengharuskan suatu pengacuan ke pekerjaan
auditor jasa dalam laporan auditor pengguna, sebagai
contoh, untuk tujuan transparansi dalam sektor publik. Dalam
situasi tersebut, auditor pengguna mungkin membutuhkan
persetujuan dari auditor jasa sebelum membuat pengacuan
tersebut.

SA 402.28

SA Paket 400.indb 28

8/5/2015 10:27:09 AM

Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

A44. Fakta bahwa suatu entitas pengguna menggunakan suatu


organisasi jasa tidak mengubah tanggung jawab auditor
pengguna menurut SA untuk memperoleh bukti audit yang
cukup dan tepat untuk menjadi basis yang mendukung
opini auditor pengguna. Oleh karena itu, auditor pengguna
tidak membuat pengacuan ke laporan auditor jasa sebagai
basis, sebagian, untuk opini auditor pengguna atas laporan
keuangan entitas pengguna. Namun, ketika auditor pengguna
menyatakan suatu opini modifikasian karena suatu opini
modifikasian dalam laporan auditor jasa, auditor pengguna
tidak dihalangi dari pengacuan ke laporan auditor pengguna
jika pengacuan tersebut membantu dalam menjelaskan
alasan opini modifikasian auditor pengguna. Dalam kondisi
ini, auditor pengguna mungkin memerlukan izin dari auditor
jasa sebelum melakukan pengacuan tersebut.

SA 402.29

SA Paket 400.indb 29

8/5/2015 10:27:09 AM

Standar Audit

30

SA Paket 400.indb 30

8/5/2015 10:27:09 AM

Anda mungkin juga menyukai