Anda di halaman 1dari 6

LTM Dasar Kesehatan Masyarakat

Topik

: (1) Kesehatan Masyarakat berdasarkan Eviden

Nomor kelompok

: 02

Nama lengkap/NPM : Dewi Sukma Prihartini/1606833601


Nabilla Atelya/1606830820
Safhira Dwidanitri/1606832864
A. Kesehatan Masyarakat Berdasarkan Bukti
Evidence-Based Public Health adalah sebuah cara yang efektif dalam
meningkatkan program pelayanan kesehatan yang sistematis dan berlandaskan
dengan adanya bukti-bukti dari suatu permasalahan kesehatan yang ada di
masyarakat.
Terdapat 4 Langkah dalam Evidence-Based Public Health untuk dapat
menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat, yaitu dengan P.E.R.I atau
disebut juga dengan Problem (masalah), Etiology (penyebab), Recommendation
(rekomendasi), dan Implementation (penerapan)
1. Langkah-langkah EBPH
1.1. Problem
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari sumber
masalah kesehatan pada suatu kelompok masyarakat yang berdampak pada
morbiditas dan mortalitas. Dan menganalisa dampak-dampak yang ditimbulkan oleh
suatu kelompok masyarakat.
Apa saja masalah yang ditimbulkan dan apa dampak dari masalah kesehatan
tersebut?
1.2. Etiologi
Langkah kedua adalah mencari alasan terjadinya masalah kesehatan
pada suatu kelompok tersebut. Dengan mengetahui alasan atau penyebab dari
munculnya masalah kesehatan tersebut, masyarakat dan ahli masyarakat dapat
sama-sama melakukan pencegahan untuk mengurangi dampak-dampak yang dapat
ditimbulkan.
Apa penyebab dari munculnya masalah kesehatan tersebut?
1.3. Rekomendasi
Langkah ketiga adalah memberikan rekomendasi untuk pencegahan
dampak-dampak permasalahan kesehatan, suatu kelompok masyarakat yang
berdasarkan dengan, dua kriteria bukti rekomendasi yaitu, kualitas bukti penelitian
dan besaran dampak yang menimbulkan permasalahan lain. Didalam memberikan
rekomendasi hal terpenting adalah rekomendasi tersebut dapat mengindikasikan

tindakan yang dapat dilakukan, dan tindakan yang dapat mengurangi dampak dari
permasalahan tersebut.
1.4. Implementasi
Langkah keempat adalah mengimplementasikan apa yang telah
direkomendasikan dengan memilih metode pendekatan Bagaimana, Kapan, dan
Siapa. Berikut metode dalam menentukan pilihan implementasi:
Bagaimana cara ahli kesehatan membantu individu atau kelompok yang terjangkit
penyakit?
Kapan penyakit tersebut teridentifikasi?
Kepada siapakah pendekatan intervensi harus dilakukan?
B. Permasalahan Kesehatan Terkait Morbiditas dan Mortalitas
Masalah kesehatan yang dapat dilihat dari tingginya angka kelainan dan
angka kematian. Di dalam epidemiologi, ukuran utama morbiditas adalah angka
Incidens dan Prevalensi, setiap kejadian penyakit, kondisi gangguan atau kesakitan
dapat diukur dengan angka Incidensi dan angka Prevalensi.
Adanya ukuran-ukuran epidemiologi sebagai berikut :
1. Incidens Rate: Insidens suatu penyakit menggambarkan banyak persentase kasus
baru yang terjadi pada suatu populasi yang beresiko t penyakit tersebut selama
periode waktu tertentu
2.
Incidens rate = Jumlah penyakit baru dalam suatu waktu
Jumlah populasi yang beresiko
Case Fatality = Hubungan antara Incidens rate dan Mortality rate yang
mengestimasikan risiko kematian dari penyakit yang didiagnosa
3. Prevalens Rate: mengukur banyaknya persentase individu pada suatu populasi yang
telah terjangkit penyakit tertentu pada waktu tertentu.
4. Prevalens merefleksikan jumlah kasus yang ada (baik lama maupun baru) dalam
populasi pada suatu waktu tertentu.

Prevalens Rate = Jumlah individu yang terjangkit penyakit tertentu


Jumlah populasi yang beresiko

Hal ini dapat mendeskripsikan perkembangan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.


C. Permasalahan Kesehatan Masyarakat untuk Mengidentifikasi Penyebab Suatu
Penyakit atau Masalah Kesehatan Masyarakat
Menentukan kombinasi pendekatan paling baik untuk masalah kesehatan
masyarakat menyisakan bagian paling penting dalam penilaian praktek kesehatan
masyarakat. Pada umumnya, pendekatan secara massa digunakan untuk
permasalahan kompleks seperti masalah rokok, pendekatan kelompok pengambil
resiko digunakan oleh ahli kesehatan masyarakat, pendekatan individu digunakan
dalam masalah kesehatan, yang biasa dilihat sebagai komplemen bagi kesehatan
masyarakat. Menggunakan dua tipe pendekatan secara sekaligus lebih efektif
dibandingkan menggunakan satu tipe saja.
Mengerti masalah lingkungan, etiologi atau sebab dan akibat, rekomendasi
berdasarkan bukti, dan pendekatan implementasi dan evaluasi merupakan cara
untuk mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat. Proses P.E.R.I ( Problem
Etiology Recommendations Implementation ) menekankan kebutuhan untuk
memahami masalah lingkungan dan pokok masalah. Itu juga membantu untuk
membuat rekomendasi dan menentukan pilihan yang akan dijadikan praktik.
D. Penilaian Rekomendasi rekomendasi Bukti
Rekomendasi aksi sudah menjadi bagian dari kesehatan masyarakat sejak
lama. Namun, penerapan rekomendasi berdasarkan bukti baru diterapkan di
kesehatan masyarakat. Rekomendasi aksi mempertanyakan tentang bukti
pendukung keuntungan dan kerugian dari potensial intervensi. Pada rekomendasi
berdasarkan bukti, pendapat ahli adalah hal yang paling penting di saat bukti
penelitian tidak dapat memberi jawaban dari pertanyaan.
Rekomendasi berdasarkan bukti berdasarkan 2 kriteria yaitu kualitas bukti
dan besar dampak yang ditimbulkan. Kualitas dari bukti bisa dinilai berdasarkan
tipe investigasi dan sebaik apa investigasi tersebut dilakukan. Percobaan klinik yang
merujuk kepada kesehatan masyarakat dinilai sebagai kualitas bukti paling tinggi.

Kualitas dari bukti juga menentukan apakah data yang dikumpulkan saat
intervensi relevan untuk digunakan di suatu populasi. Data orang dewasa tidak
relevan digunakan untuk anak kecil, data orang yang sakit berat tidak relevan
digunakan untuk orang yang sakit ringan. Untuk memperoleh kualitas bukti yang
tinggi, bukti tidak hanya diambil berdasarkan hasil penelitian, namun berdasarkan
keefektifan dari kapan akan dilakukannya suatu intervensi di populasi yang spesifik.
Selain kualitas bukti, dampak yang ditimbulkan juga harus diperhatikan.
Pada umumnya dampak yang ditimbulkan dinilai dari besarnya dampak, cukup
tidaknya dampak, kecilnya dampak, dan tidak adanya dampak.
Rekomendasi bukan jalan akhir dari solusi kesehatan masyarakat, terdapat
banyak cara yang dapat dilakukan untuk solusi kesehatan masyarakat. Namun, tidak
ada salahnya kita mengimplementasikan rekomendasi. Mengimplementasi bukanlah
suatu hal yang mudah dilakukan, tapi terdapat berbagai rangkai proses dalam
melakukan implementasi. Implementasi dapat dipengaruhi berbagai faktor yaitu isu
budaya, politik, dan resiko yang diambil. Untuk itu kesehatan masyarakat
berdasarkan bukti mendekatkan kita untuk melakukan implementasi agar kita dapat
mengembangkan strategi untuk menyelesaikannya.
E. Pendekatan Intervensi Kapan, Siapa, dan Bagaimana.
Saat ini, terdapat banyak intervensi dengan data yang memadai untuk
mempertimbangkan sebuah implementasi atau penerapan. Namun tidak semua
intervensi dapat diterapkan. Terdapat beberapa intervensi yang memiliki potensial
kerugian maupun potensial keuntungan. Dibutuhkan metode sistematik untuk
menentukan intervensi yang digunakan agar menjadi cara yang paling efektif dan
efisien.
Salah satu pilihan untuk implementasi Kesehatan Masyarakat Berdasarkan Bukti
adalah dengan pendekatan intervensi berdasarkan "Kapan, Apa, dan Bagaimana"
Misalkan diambil contoh sebuah kasus merokok.
Melalui pendekatan intervensi berdasarkan "Kapan, Apa, dan Bagaimana" yang
masing-masing dibagi dalam tiga level:

1. Kapan pendekatan sebaiknya dilakukan?


- Primer
: sebelum timbul dampak negatif, contoh: mencegah orang untuk
merokok
- Sekunder : setelah penyakit berkembang, contoh: mengidentifikasi jika terjadi
kanker paru-paru
- Tersier : setelah gejala penyakit muncul, contoh: pelayanan kesehatan untuk
meminalisir dampak penyakit
2. Kepada siapa pendekatan harus dilakukan?
- Individu : seorang perokok
- Kelompok yang berisiko : sekelompok orang perokok ataupun yang pernah
merokok
- Populasi: populasi yang terdiri dari orang yang tidak pernah merokok atau tidak
akan pernah merokok
3. Bagaimana seharusnya pendekatan dilakukan secara efektif?
- Pemberian informasi : tentang bahaya rokok seperti kampanye, iklan, maupun
peringatan pada bungkus rokok
- Pemberian motivasi : menganjurkan agar sebaiknya berinvestasi atau asuransi
untuk kesehatan
- Pemberian obligasi : sebuah peraturan perundang-undangan atau sanksi yang jelas
tentang rokok
F. Peranan Evaluasi dalam Menentukan Keefektifan dari Kesehatan Masyarakat
Berdasarkan Bukti
Peran evaluasi sangat penting guna mengevaluasi apakah sistem yang telah
dilakukan telah berhasil untuk mengatasi permasalahan. Oleh karena itu, evaluasi
diperlukan untuk menunjang agar kita dapat memperbaiki segala kekurangan dari
sistem yang telah dilakukan sebelumnya.

Daftar Pustaka

Richard Riegelman, 2010, Public Health 101: Healthy PeopleHealthy Population, Jones
and Bartlett Publishers, LLC
http://www.academia.edu/9511912/Tahapan_EBPH
https://farahlauziah.wordpress.com/2010/10/21/ukuran-ukuran-epidemiologi/