Anda di halaman 1dari 30

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, kami masih di berikan nikmat oleh Allah SWT berupa


kesehatan dan hidup sampai detik ini. Berkat rahmat dan hidayahnya jua-Nya lah
kami masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah kami ini.
Makalah ini kami susun sebagai bentuk tugas pada mata kuliah Ilmu dan
Teknik Lingkungan. Selain sebagai pemenuhan tugas, makalah ini kami susun juga
sebagai referensi pembaca semua tentang Proses Pengolahan Air Tanah M enjadi
Air Bersih.
Kami mohon maaf jika pada penyusunan makalah ini banyak kekurangan
karena kriti dan saran anda masih kami butuhkan untuk membangun karakter
agar menulis lebih baik. Sekian semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca
semua. Tidak terkecuali terhadap penyusun.

Makassar , 26 Maret 2015

Kelompok 1

DAFTAR ISI
SAMPUL
KATA PENGANTAR.....................................................................................1

DAFTAR ISI...................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................3
A. Latar belakang....................................................................................3
B. Rumusan masalah...............................................................................5
C. Tujuan.................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN................................................................................6
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.

Pengertian air tanah............................................................................6


Jenis- jenis air tanah............................................................................7
Kandungan unsur air tanah.................................................................8
Klasifikasi air tanah..........................................................................10
Kontaminan air tanah........................................................................14
Analisis kualitas dan kuantitas air tanah...........................................19
Cara penjernihan air tanah menjadi air bersih..................................23
Fungsi air tanah bagi kehidupan.......................................................25

BAB III PENUTUP......................................................................................27


A. Kesimpulan.......................................................................................27
B. Saran ................................................................................................27
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Air merupakan benda yang amat dibutuhkan makhluk hidup
dimuka bumi ini, oleh sebab itu hal-hal yang berkaitan dengan masalah air
patut dicermati lebih lanjut. Khusus untuk air tanah yang merupakan
sumber air bersih bagi sebagian penduduk Indonesia masalah pemanfaatan

dan konsevasi air tanah harus mendapat penangan yang layak dari yang
berwenang.
Salah satu parameter penting air tanah dalam pemanfaatan maupun
konsevasinya adalah kualitas air tanah. Dalam tulisan iniakan di coba caracara yang sederhana, cepat, murah, dan akurat untuk mengetahui kualitas
air tanah di suatu tempat dengan mengamati beberapa parameter kimia
terkandung (daya listrik, zat padat terlarut, kandungan besi, mangan, dan
nitrogen). Uji laboratorium terhadap air tanah, sesuai dengan Peraturan
Pemerintahan No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air, untuk bahan baku air minum disyaratkan
sebanyak 45 unsur atau parameter kimia yang harus diuji. Hal ini tentu
memberatkan bagi para pengguna air tanah, disamping biaya yang cukup
mahal untuk uji laboratorium, anggapan bahwa air tanah selalu
mempunyai kualitas baik merupakan alasan bagi pada umumnyapara
pengguna air untuk tidak melakukan uji laboratorium.
Air sangat penting bagi kehidupan, baik manusia, hewan maupun
tumbuhan. Seluruh proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup
berlangsung dalam media air. Air dalam kehidupan sehari-hari digunakan
untuk berbagai keperluan seperti keperluan rumah tangga, pertanian,
sampai industri. Air sebagai pelarut universal, memiliki kemampuan untuk
melarutkan berbagai zat, mulai fasa gas dari udara, fasa cair dari berbagai
larutan, fasa padat dan juga mikroorganisme. Oleh karena itu air banyak
sekali mengandung berbagai zat terlarut maupun tidak terlarut, sehingga
air sangat sukar diperoleh dalam keadaan murni. Apabila kandungan
berbagai zat tersebut tidak mengganggu kesehatan manusia, maka air
dianggap bersih. Air dikatakan tercemar apabila terdapat gangguan
terhadap kualitas air, dimana kandungan berbagai zat sudah melebihi
ambang batas. Ambang batas kadar zat dalam air berbeda-beda untuk jenis
air sesuai peruntukannya. Misalnya kadar zat untuk air minum berbeda
ambang batasnya dengan kadar suatu zat untuk industri. Hal ini telah
diatur oleh pemerintah atau pihak berwenang yang telah dibakukan dalam
sebuah surat keputusan.

Air mempunyai manfaat yang sangat vital bagi kehidupan,


karenanya tidak ada makhluk yang dapat bertahan hidup tanpa air. Suplai
air di alam tidak akanhabis karena air mengalami siklus yang terus
menerus sebagaimana digambarkandalam siklus hidrologis. Kualitas air
dapat turun ke tingkat dimana air tidak berguna lagi, membahayakan atau
bahkan mematikan. Meskipun secara globalkuantitas air di alam tidak
pernah berubah,tetapi kualitasnya terus mengalamipenurunan jika tidak
dijaga dengan ketat melalui kontrol kualitas.Manfaat air macam-macam
misalnya untuk diminum, untuk zat makananpada tumbuhan, zat pelarut,
pembersih dan sebagainya.Oleh karena itupenyediaan air merupakan salah
satu kebutuhan utama bagi manusia untuk kelangsungan hidupnya dan menjadi
faktor penentu dalam kesehatan dankesejahteraan manusia. Air yang bersih
mutlak diperlukan, kerena air merupakansalah satu media dari berbagai
macam penularan penyakit, terutama penyakit-penyakit perut.

B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Apakah pengertian air tanah?


Apakah jenis-jenis air tanah?
Apakah kandungan unsur dari air tanah?
Apakah klasifikasi dari air tanah?
Bagaimana kontaminan air tanah?
Bagaimana analisis kualitas dan kuantitas air tanah?
Bagaimana cara penjernihan air tanah menjadi air bersih?
Apakah fungsi dari air tanah?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian air tanah
2. Mengetahui jenis-jenis tanah tanah

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mengetahui kandungan unsur dari air tanah


pengeMengetahui klasifikasi dari air tanah
Mengetahui kontaminan air tanah
Mengetahui analisis kualitas dan kuantitas air tanah
Mengetahui cara penjernihan air tanah menjadi air bersih
Mengetahui fungsi dari air tanah

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Air Tanah
Pengertian air tanah menurut definisi para ahli mengatakan
bahwa pengertian air tanah adalah bagian air yang berada pada lapisan di
bawah permukaan tanah. Kedalaman air tanah tidak sama di semua
tempat. Hal itu tergantung pada tebal tipisnya lapisan permukaan di
atasnya dan kedudukan lapisan air tanah tersebut. Kedalaman sumur yang
digali mencerminkan kedalaman air tanah pada tempat yang bersangkutan.
Air tanah memiliki lapisan-lapisan yang terbagi dua yakni lapisan air tanah
dangkal dan lapisan air tanah dalam. Lapisan air tanah dangkal atau
disebut dengan freatik dan lapisan air tanah dalam atau disebut dengan
Artesis. Untuk mengetahui penjelasan lapisan-lapisan air tanah yakni

lapisan air tanah dangkal dan lapisan air tanah dalam dapat dilihat dibawah
ini..
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau
bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu
sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat
mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.
Menurut Budhikuswansusilo, air tanah (Groundwater) adalah nama
untuk menggambarkan air yang tersimpan di bawah tanah dalam batuan
yang permeabel. Periode penyimpanannya dapat berbeda waktunya
bergantung dari kondisi geologinya (beberapa minggu tahun).
Pergerakan air tanah dapat muncul ke permukaan, dengan manifestasinya
sebagai mata air (spring) atau sungai (river).
Menurut Herlambang (1996:5) air tanah adalah air yang bergerak
di dalam tanah yang terdapat didalam ruang antar butir-butir tanah yang
meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk lapisan tanah yang
disebut akifer. Lapisan yang mudah dilalui oleh air tanah disebut lapisan
permeable, seperti lapisan yang terdapat pada pasir atau kerikil, sedangkan
lapisan yang sulit dilalui air tanah disebut lapisan impermeable, seperti
lapisan lempung atau geluh. Lapisan yang dapat menangkap dan
meloloskan air disebut akuifer.
B. Jenis-Jenis Air Tanah
Lapisan air tanah terbagi dua yakni lapisan air bawah dangkal dan
lapisan air tanah dalam, antara lain..
a. Lapisan Air bawah dangkal atau Freatik adalah air yang keluar pada
sumur-sumu galian disebut air bebas.
b. Lapisan Air Tanah dalam atau Artesis adalah air yang tersimpan di
antara dua lapisan batuan kedap air di bawah lapisan air freatik.
Lapisan air ini disebut juga lapisan air tertekan.
Menurut Krussman dan Ridder (1970) dalam Utaya (1990:41-42)
bahwa macam-macam akifer sebagai berikut:
a) Akifer Bebas (Unconfined Aquifer) yaitu lapisan lolos air yang
hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air.
Permukaan tanah pada aquifer ini disebut dengan water table
6

(preatiklevel), yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan


hidrostatik sama dengan atmosfer.
b) Akifer Tertekan (Confined Aquifer) yaitu aquifer yang seluruh
jumlahnya air yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang di atas
maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari
pada tekanan atmosfer.
c) Akifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer) yaitu aquifer yang
seluruhnya jenuh air, dimana bagian atasnya dibatasi oleh lapisan
semi lolos air dibagian bawahnya merupakan lapisan kedap air.
d) Akifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer) yaitu aquifer yang
bagian bawahnya yang merupakan lapisan kedap air, sedangkan
bagian atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada
lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya gerakan air.
Dengan demikian aquifer ini merupakan peralihan antara aquifer
bebas dengan aquifer semi tertekan.

C. Kandungan Unsur Air Tanah


Air hujan yang meresap ke bawah permukaan tanah dalam bentuk
penelusan maupun peresapan, dalam perjalanannya membawa unsur-unsur
kimia. Komposisi kimia air tanah ini memberikan beberapa pengaruh
terhadap berbagai kegiatan pemanfaatannya seperti pertanian, industri
maupun domestik. Komposisi zat terlarut dalam air tanah dapat
dikelompokkan menjadi 4 (empat) kelompok (dalam Hadipurwo, 2006):

a. Unsur utama (major constituents), dengan kandungan 1,0-1000


mg/l, yakni: natrium, kalsium, magnesium, bikarbonat, sulfat,
klorida, silika.
b. Unsur sekunder (secondary constituents), dengan kandungan 0,0110 mg/l, yakni besi, strountium, kalium, kabornat, nitrat, florida,
boron.
c. Unsur minor (minor constituents), dengan kandungan 0,0001-0,1
mg/l, yakni atimon, aluminium, arsen, barium, brom, cadmium,
krom, kobalt, tembaga, germanium, jodium, timbal, litium,
mangan, molibdiunum, nikel, fosfat, rubidium, selenium, titanium,
uranium, vanadium, seng.
d. Unsur langka (trace constituents), dengan kandungan biasanya
kurang dari 0,001 mg/l, yakni berilium, bismut, cerium, cesium,
galium, emas, indium, lanthanum, niobium, platina, radium,
ruthenium, scandium, perak, thalium, tharium, timah, tungsten,
yttrium, zirkon.
Hasil analisis kimia air tanah sering disajikan dalam bentuk
diagram, disesuaikan dengan maksud dari

analisis kimia tersebut.

Misalnya untuk mengetahui pemberian nama jenis air tanah, biasanya


digunakan Diagram Segitiga Piper. Untuk memetakan wilayah yang
mempunyai jenis air tanah sama, digunakan Diagram Stiff, juga dikenal
Diagram Bar Vertikal, Diagram Vertikal, Diagram Vector, Diagram
Lingkaran, Diagram Schoeller semilog, yang masing-masing mempunyai
kelebihan sendiri-sendiri di dalam menggambarkan hasil analisisnya untuk
maksud tertentu (Hadipurwo, 2006).

Gambar 3-1 Contoh penggunaan diagram Stiff yang menunjukkan


analisa kimia air tanah (Davis & De Wiest, 1966 dalam Freeze & Cherry,
1979).

Gambar 3-2 Contoh penggunaan diagram Piper untuk klasifikasi air


tanah berdasarkan kandungan ion (Morgan & Winner, 1962; Back, 1966
dalam Freeze & Cherry, 1979).
D. Klasifikasi Air Tanah
Kualitas air tanah ditentukan oleh tiga sifat utama, yaitu: sifat fisik, kimia,
dan sifat biologi/bakteriologi.
a. Sifat Fisik

Sifat fisik antara lain warna, bau, rasa, kekentalan,


kekeruhan, suhu (Hadipurwo, 2006).
1. Warna air tanah disebabkan oleh zat yang terkandung di
dalamnya, baik berupa suspensi maupun terlarut.
2. Bau air tanah dapat disebabkan oleh zat atau gas yang
mempunyai aroma yang terkandung dalam air.
3. Rasa air tanah ditentukan oleh adanya garam atau zat yang
terkandung dalam air tersebut, baik yang tersuspensi
maupun yang terlarut.

4. Kekentalan air dipengaruhi oleh partikel yang terkandung


di dalamnya. Semakin banyak yang dikandung akan
semakin kental. Di samping itu apabila suhunya semakin
tinggi maka kekentalannya akan semakin kecil (encer).
5. Kekeruhan air disebabkan oleh adanya tidak terlarutkan
zat yang dikandung. Sebagai contoh adalah adanya partikel
lempung, lanau, juga zat organik ataupun mikroorganisme.
6. Suhu air juga merupakan sifat fisik dari air. Suhu ini
dipengaruhi oleh keadaan sekeliling, seperti musim, cuaca,
siang-malam, tempat ataupun lokasinya.
b. Sifat Kimia
Termasuk dalam sifat kimia adalah kesadahan, jumlah
garam terlarut (total dissolved solids atau TDS), daya hantar listrik
(electric conductance atau DHL), keasaman, dan kandungan ion.
1. Kesadahan atau Kekerasan
Kesadahan atau kekerasan (total hardness), adanya
kandungan Ca dan Mg. Kesadahan ada dua macam, yaitu
kesadahan karbonat dan kesadahan non karbonat. Air dengan
kesadahan tinggi sukar melarutkan sabun, oleh karenanya air
tersebut perlu dilunakkan lebih dahulu (Tabel 3-1).

Tabel 3-1 Klasifikasi air berdasarkan kesadahan


(Hem, 1959; Sawyer dan Mc.Carty, 1994)

10

Kesadahan (mg/l CaCo3)


Hem (1959)

Kelas Air

Sawyer dan Mc. Carty


(1994)

0 60

0 - 75

Lunak

61 - 120

75 - 150

Menengah

121 - 180

150 - 300

Keras

> 180

> 300

Sangat keras

Jumlah garam terlarut adalah jumlah garam yang terkandung di dalam air.
Klasifikasi air berdasarkan jumlah garam terlarut menurut Hem (1959) tertera
seperti pada Tabel 32, sedangkan menurut David dan De Wiest (1966) tertera
seperti pada Tabel 33.
Tabel 3-2 Klasifikasi air berdasarkan jumlah garam terlarut
(Hem, 1959)
Jumlah garam terlarut

Macam Air

(mg/l)
< 3000

Tawar

3000 - 10.000

Asin (moderate saline)

10.000 - 35.000

Sangat asin (very saline)


11

> 35.000

Asin sekali (briny)

Tabel 3-3 Klasifikasi air berdasarkan jumlah garam terlarut


(Davis dan DeWiest, 1966)
Jumlah garam terlaur

Macam Air

(mg/l)
< 1000

Tawar

1000 - 10.000

Payau (brackish)

10.000 - 100.000

Cukup asin (moderate saline)

> 100.000

Asin sekali (briny)

Sebagai gambaran adalah air laut mengandung garam-garaman terlarut


sekitar 34.000 mg/l.
2. Daya Hantar Listrik
Daya Hantar Listrik adalah sifat menghatanrkan listrik dari
air. Air yang banyak mengandung garam akan mempunyai
DHL tinggi. Pengukurannya dengan alat Electric Conductivity
Meter(EC Meter), yang satuannya adalah mikromhos/cm atau
mhos/cm atau siemens/cm sering ditulis S/cm.
Air tanah pada umumnya mempunyai harga 100 - 5000
mhos. Besaran DHL dapat dikonversikan menjadi jumlah
12

garam terlarut (mg/l), yaitu: 10 m3 mhos/cm = 640 mg/l atau


1 mg/l = 1,56 mmhos/cm (1,56 S/cm).
Hubungan antara harga DHL dengan jumlah garam yang
terlarut secara tepat perlu banyak koreksi seperti
temperatur pengukuran, maupun tergantung juga dengan jenis
garam yang terlarut, tetapi secara umum angka tersebut di atas
sedikit banyak dapat mewakili. Hubungan antara harga DHL
dan macam air seperti terlihat Tabel 3-4.
Tabel 3-4 Klasifikasi air berdasarkan harga DHL (dalam Hadipurwo, 2006)
DHL (mmhos/cm pada 25C)

Macam Air

0,055

Air murni

0,5 - 5,0

Air suling

5 30

Air hujan

30 2000

Air tanah

35.000 - 45.000

Air laut

3. Keasaman Air
Keasaman air dinyatakan dengan pH, mempunyai besaran
mulai dari 1-14. Air yang mempunyai pH 7 adalah netral,
sedangkan yang mempunyai pH lebih besar/kecil dari 7 disebut
bersifat basa/asam. Jadi air yang mengandung garam kalsium
karbonat atau magnesium karbonat, bersifat basa (pH 7,5 - 8),
sedangkan yang mempunyai harga pH < 7 adalah bersifat
asam, sangat mudah melarutkan Fe, sehingga air yang asam
biasanya mempunyai kandungan besi (Fe) tinggi.

13

Pengukuran pH air di lapangan dilakukan dengan pH meter,


atau kertas lakmus (Hadipurwo, 2006).
4. Kandungan Ion
Kandungan ion baik kation maupun anion yang terkandung
di dalam air diukur banyaknya, biasanya dalam satuan part per
million (ppm) atau mg/l. Ion-ion yang diperiksa antara lain Na,
K, Ca, Mg, Al, Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, SO4, CO2, CO3, HCO3,
H2SF, NH4, NO3, , NO2, KMn O4, SiO2, boron, ion-ion logam
yang biasanya jarang akan tetapi ion ini bersifat sebagai racun
antara lain As, Pb, Sn, Cr, Cd, Hg, Co (Hadipurwo, 2006).
5. Sifat Biologis/Bakteri
Kandungan biologi di dalam air diukur terutama dengan banyaknya
bakteri coli. Untuk standar air minum ada batas maksimum kandungan
coli yang diperbolehkan.

E. Kontaminan Air Tanah


a. Sumber Kontaminan
Berdasarkan OTA (Office of Technology Assesment, USA)
(1984) sumber kontaminan dibagi menjadi 6 kategori yaitu:
1. Sumber yang berasal dari tempat atau kegiatan yang dirancang
untuk membuang dan mengalirkan zat atau substansi.
2. Sumber yang berasal dari tempat atau kegiatan yang dirancang
untuk mengolah atau membuang zat atau substansi.
3. Sumber yang berasal dari tempat atau kegiatan transportasi zat
atau substansi.
4. Sumber yang berasal dari konsekuensi suatu kegiatan yang
terencana.
5. Sumber yang berasal dari kegiatan yang menyebabkan adanya
jalan masuk bagi air terkontaminasi masuk ke dalam akuifer.
6. Sumber kontaminan yang bersifat alamiah atau terjadi secara
alamiah, tetapi (terjadinya) pengaliran atau penyebarannya
disebabkan oleh aktivitas manusia.
b. Kontaminan Anorganik
Akibat adanya aktivitas antropogenik yang sangat tinggi,
contohnya dalam industri logam dan kimia, industri pertambangan,

14

dan penggunaan pupuk. maka kemungkinan adanya


kontaminan anorganik dalam tanah sangat besar dalam bentuk garam
terlarut. Selain itu bentuk gas juga terlarut dalam tanah, seperti
nitrogen, karbondioksida, metana, oksigen, dan hidrogen
sulfida. Namun juga perlu diketahui bahwa aktivitas manusia juga
memungkinkan sebagai penyebab munculnya zat pencemar dalam
tanah, terutama senyawa xenobiotic.
Pada Tabel 3-10 dan Tabel 3-11 berikut akan diuraikan
macam macam pencemar baik pencemar logam dan kation, serta
pencemar nonlogam dan anion serta contoh penggunaan pencemar
tersebut.
Tabel. 3-10 Pencemar logam dan kation (Notodarmojo, 2005)
Jenis Pencemar
Aluminium

Contoh Penggunaannya
Campuran logam (alloy), industri listrik, bahan
bangunan, cat, dan perlengkapan mesin

Antimon

Campuran logam, solder, mesin mesin untuk


temperatur tinggi

Arsen

Campuran logam, zat warna, insektisida, herbisida, dan


racun tikus

Barium

Campuran logam, pelumas

Berylium

Campuran logam untuk teknologi ruang angkasa,


reaktor nuklir, bahan aditif untuk bahan bakar roket

Cadmium

Campuran logam, pelapis (coating), bahan untuk


baterai, perlengkapan elektrik, cat, fotografi, dan

15

fungisida
Calcium

Campuran logam, pupuk, bahan pereduksi

Chromium

Campuran logam, lapisan pelindung, cat, penelitian


bidang nuklir dan temperatur tinggi

Cobalt

Campuran logam, keramik, minuman, cat, gelas / kaca,


katalis, percetakan, dan electroplating

Copper

Campuran logam, cat, kabel listrik, mesin


mesin,electroplating, jaringan pipa, dan insektisida

Besi

Campuran logam, mesin, dan bahan konstruksi

Timbal (lead,

Campuran logam, baterai, aditif pada bensin, cat,

plumbum)

pelindung radiasi

Lithium

Campuran logam, industri farmasi, baterai, solder, dan


propelant

Magnesium

Campuran logam, baterai, pyroteknik, alat alat presisi,


dan cermin optik

Mangan

Campuran logam, katalis

Air raksa (mercury)

Campuran logam, industri tambang emas rakyat,


perlengkapan elektrik, industri farmasi

Molybdenum

Campuran logam, pigmen, pelumas

16

Nikel

Campuran logam, electroplating, keramik, baterai, dan


katalis

Palladium

Katalis, campuran logam, lapisan pelindung, industri


perhiasan (jewelry), dan perlengkapan listrik

Kalium (potassium)

Campuran logam, katalis, pupuk

Selenium

Campuran logam, katalis, keramik, dan elektronik

Perak (silver)

Campuran logam, fotografi, industri kimia, perhiasan,


katalis

Natrium (sodium)

Industri kimia, katalis, pendingin dan reagen dalam


laboratorium kimia

Thallium

Campuran logam, industri gelas/kaca, fotoelektrik,


pestisida

Titanium

Campuran logam, material, lapisan pelindung

Vanadium

Campuran logam, electroplating, katalis, sinar X

Zinc

Campuran logam, electroplating, elektronik, automotif,


fungisida, atap

Tabel 3-11 Pencemar non logam/ anion (Notodarmojo, 2005)


Jenis Pencemar

Contoh Penggunaannya

17

Amoniak

Pupuk, industri kimia, pewarna, serat sintetis

Boron

Campuran logam, serat dan filamen, semi konduktor,


propellant

Klorida

Industri kimia, pengolahan air, bahan anti api, industri


makanan

Sianida

Produksi polimer, bahan pelapis, metalurgi, dan pestisida

Fluorida

Pasta gigi, aditif untuk air minum, peleburan aluminium

Nitrat

Pupuk dan pengawet makanan

Nitrit

Pupuk dan pengawet makanan

Phospat

Pupuk, deterjen, food additives

Sulfat

Pupuk, pestisida, industri kimia

Sulfit

Industri pulp, pengawet makanan

c. Kontaminan Organik
Selain kontaminan anorganik yang memiliki jumlah cukup besar
dalam kandungan tanah, ada juga kontaminan lain yang juga memiliki
jumlah cukup besar dalam kandungan tanah, yaitu kontaminan
organik. Hal tersebut disebabkan oleh makin banyaknya bermunculan
produk-produk baru yang menggunakan zatzat kimia yang untuk uji
keamanannya memerlukan waktu yang cukup lama, namun para
produsen tidak memperdulikan hal itu mereka tetap saja menggunakan
18

zatzat kimia tersebut. Selain penggunaan zatzat kimia dalam


produk-produk baru, dewasa ini lingkungan juga ikut tercemar akibat
pengelolaan limbah yang kurang baik contohnya hidrokarbon.
Sifat sifat molekuler yang penting dari zat organik dalam
hubungannya dengan pencemaran antara lain:
a) Struktur molekul.
b) Kelarutan dalam air.
c) Kemampuan untuk menguap.
d) Kerapatan.
e) Toksisitas.
d. Kontaminan Mikrobiologis
Secara alamiah, tanah dan air tanah mengandung mikroorganisme.
Variasi jenis dan jumlahnya sangat beragam, tergantung kondisi,
lokasi, dan faktor alam lainnya. Tanah sendiri merupakan
lingkungan hidup bagi jutaan mikroorganisme, seperti misalnya
bakteri, virus, jamur, protozoa dan nematoda, sedangkan air tanah,
selain dibutuhkan untuk kehidupan mikroorganisme, juga merupakan
medium untuk pergerakan mikroorganisme tersebut. Banyak di antara
mikroorganisme tersebut bersifat patogen baik terhadap manusia
maupun makhluk hidup lainnya. Konsentrasi berlebihan dari
mikroorganisme biasanya merupakan akibat kontaminasi (Hadipurwo,
2006).
Perhatian perlu diberikan kepada mikroorganisme patogen, yang
dapat membahayakan kehidupan manusia maupun makhluk
hidup lainnya. Sumber kontaminan mikroorganisme untuk tanah dan
air tanah adalah air buangan domestik, baik dalam bentuk resapan atau
bocoran dari tangki jamban, pipa/saluran air buangan maupun luberan
pengolahan limbah yang tidak sempurna. Sedangkan mikroorganisme
patogen berasal dari ekskreta manusia atau makhluk hidup lainnya
yang menderita atau pembawa penyakit (carrier) tersebut. Sumber
lain adalah buangan dari tempat pemotongan hewan dan tumbuhan
yang tumbuh di daerah atau tanah yang telah tercemar oleh
mikroorganisme tersebut. Dalam air buangan domestik, kisaran
jumlah bakteri 1-38 x 106/ml bukan merupakan hal yang aneh.
Seringkali lingkungan tanah dan air tanah mendukung kehidupan

19

mikroorganisme tersebut untuk suatu periode yang cukup lama


(Hadipurwo, 2006).
Masalah gangguan kesehatan pada manusia yang disebabkan oleh
mikroorganisme patogen tersebut di atas merupakan masalah serius,
baik ditinjau dari efek terhadap manusia, maupun jumlah yang terkena
penyakit. Menurut WHO, jumlah manusia yang menderita penyakit
yang disebabkan oleh mikroorganisme diperkirakan mencapai 1,25
miliar. Umumnya penyakit tersebut tertular melalui air (waterborne
deceases). Untuk penyakit yang mengakibatkan diare saja,
diperkirakan telah membunuh 6 juta kanak-kanak balita di negara
sedang berkembang setiap tahun (Horan,1990).
Mikroba patogen mempunyai persistensi yang berbeda dalam
lingkungan di luar tubuh manusia. Beberapa jenis intestinal parasit
dapat hidup dalam lingkungan di luar tubuh manusia. Mikroorganisme
seperti jamur akan membuat spora yang memungkinkan
perkembangbiakan pada kondisi yang memungkinkan. Sedangkan
jenis nematoda dapat membentuk kista yang juga tahan terhadap
lingkungan yang tidak baik, kemudian akan berkembang biak bila
lingkungannya memungkinkan.

F. Analisis kualitas dan kuantitas air tanah


Menurut Ringkasan Kajian Unicef Indonesia Oktober 2012, Di Indonesia,
diare masih merupakan penyebab utama kematian anak berusia di bawah lima
tahun. Laporan Riskesdas 2007 menunjukkan diare sebagai penyebab 31
persen kematian anak usia antara 1 bulan hingga satu tahun, dan 25 persen
kematian anak usia antara satu sampai empat tahun.
Angka diare pada anak-anak dari rumah tangga yang menggunakan sumur
terbuka untuk air minum tercatat 34 persen lebih tinggi dibandingkan dengan
anak-anak dari rumah tangga yang menggunakan air ledeng, Selain itu, angka
diare lebih tinggi sebesar 66 persen pada anak-anak dari keluarga yang
melakukan buang air besar di sungai atau selokan dibandingkan mereka pada
rumah tangga dengan fasilitas toilet pribadi dan septik tank.
Kematian dan penyakit yang disebabkan oleh diare pada umumnya dapat
dicegah. Bahkan tanpa perbaikan pada sistem pengairandan sanitasi, mencuci

20

tangan secara tepat dengan menggunakan sabun dapat mengurangi resiko


penyakit diare sebesar 42 sampai 47 persen.
Di daerah-daerah kumuh perkotaan, sanitasi yang tidak memadai, praktek
kebersihan yang buruk, kepadatan penduduk yang berlebihan, serta air yang
terkontaminasi secara sekaligus dapat menciptakan kondisi yang tidak sehat.
Penyakitpenyakit terkait dengan ini meliputi disentri, kolera dan penyakit
diare lainnya, tipus, hepatitis, leptospirosis, malaria, demam berdarah, kudis,
penyakit pernapasan kronis dan infeksi parasit usus.
Terkait dengan akses pada air bersih, menurut kajian Unicef diatas kita
justru mengalami penurunan akses pada air bersih. Perbandingan dengan
tahun 2007 menunjukkan akses air bersih pada tahun 2010 telah mengalami
penurunan kira-kira sebesar tujuh persen. Perhitungan dengan menggunakan
kriteria MDG nasional Indonesia untuk air bersih dan data dari sensus tahun
2010 menunjukkan bahwa Indonesia harus mencapai tambahan 56,8 juta
orang dengan persediaan air bersih pada tahun 2015. Di sisi lain, jika kriteria
Program Pemantauan Bersama WHO-UNICEF (JMP) untuk air bersihii akan
digunakan, Indonesia harus mencapai tambahan 36,3 juta orang pada tahun
2015. Permintaan terhadap penggunan air semakin meningkat, baik untuk
keperluan irigasi, industri, air minum, rekreasi, dan lainnya. Namun yang
menjadi masalah, tingkat persediaan air bersih relative tetap dengan
kemampuan alam menahan air semakin berkurang.
Kuantitas merupakan jumlah air yang tersedia dan siap digunakan oleh
masyarakat dengan ketentuan bahwa: Air minum yang dikonsumsi oleh
penduduk baik di desa maupun di kota harus memperhatikan kualitas maupun
kuantitasnya. Kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan berkisar 150
lt/org/hr, dan untuk masyarakat pedesaan 80 lt/org/hr. Air tersebut digunakan
untuk keperluan seharihari dan keperluan pendukung lainnya termasuk yang
mendukung kebutuhan-kebutuhan sekunder. Kebutuhan Pokok Air Minum
adalah kebutuhan air sebesar 10 meter kubik konsumsi 100 lt/org/hr dan
pedesaan sebanyak 40% dengan konsumsi 60 lt/org/hr.
Sedangkan pengertian kualitas adalah conformance to requirement, yaitu
sesuai dengan yang disyaratkan atau distandarkan. Mutu air adalah kondisi
kualitas air yang diukur dan atau diuji berdasarkan parameter- parameter
tertentu dan metoda tertentu berdasarkan peraturan perundangundangan
21

yang berlaku. Kriteria mutu air adalah tolok ukur mutu air untuk setiap kelas
air.
Menurut Permenkes RI No. 416 Tahun 1990 Kualitas air bersih meliputi
kualitas secara fisika, secara kimia, secara mikrobiologi dan kualitas secara
radioaktivitas. Sedangkan parameter-parameter yang harus terpenuhi meliputi
1. Parameter fisika meliputi: Bau, Rasa, Warna, Zat padat terlarut dan
Suhu.
2. Parameter kimia meliputi: kimia Anorganik seperti Air raksa,
Arsen, Fluorida, Kadmium, Kesadahan (Ca CO3), Khlorida,
Kromium-Valensi-6, Mangan, Nitrat sebgai N, Nitrit sebagai N,
pH, Selenium, Seng, Sianida, Sulfat dan Timbal. Kimia Organik
seperti Aldrin dan Dieldrin, Benzene, Benzo (a) pyrene, Chlordane
(total isomer), Chloroform, 2,4 D, DDT, Detergen, ,2
Dichloroethane, 1,2 Dichloroethane, 1,1 Dichloroethane,
Heptachlor dan heptachlor epoxide, Hexachlorbenzene, GammaHCH (Lindane), Methoxychlor, Pentachlorophenol, Pestisiotalda T,
3,4,6-Trichlorephenol, Zat Organik (KMnO4).
3. Parameter Mikrobiologi meliputi: Total Caliform (MPN).
4. Parameter Radioaktifitas meliputi: Aktivitas Alpha (Gross Alpha
Activity), Aktivitas Beta (Gross Beta Activity).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Air

1. Kedalaman Permukaan Air tanah: Kedalaman permukaan air tanah


merupakan permukaan tertinggi dari air yang naik ke atas suatu
sumuran atau tempat yang rendah. Ketiggian air tanah antara lain
dipengaruhi oleh jenis tanah, curah hujan, penguapan, dan kedalaman
aliran perkukaan terbuka (sungai). Kedalaman permukaan air tanah
akan berpengaruh pada penyebaran bakteri coliform secara vertikal.
2. Curah Hujan: Air hujan yang mengalir di permukaan tanah dapat
menyebabkan bakteri coliform yang ada di permukaan tanah terlarut
dalam air tersebut. Meresapnya air hujan ke dalam lapisan tanah
mempengaruhi bergeraknya bakteri coliform di dalam lapisan tanah.
Semakin banyak air hujan yang meresap ke dalam lapisan tanah
semakin besar kemungkinan terjadinya pencemaran.
22

3. Jenis Tanah: Jenis tanah berbeda mempunyai daya kandung air dan
daya melewatkan air yang berbeda pula. Daya kandung atau
kemampuan tanah untuk menyimpan air disebut porositas, yaitu rasio
antara pori-pori tanah dengan volume total tanah dan biasannya
dinyatakan dalam satuan persen, sedangkan kemampuan tanah untuk
melewatkan air disebut permeabilitas, yaitu jumlah air yang dapat
dilewatkan oleh tanah dalam satuan waktu per satuan luas penampang.
Porositas dan permeabilitas tanah akan berpengaruh pada penyebaran
bakteri coliform, mengingat air merupakan alat tranportasi bakteri
dalam tanah. Makin besar permeabilitas tanah, makin besar
kemampuan melewatkan air yang berarti jumlah bakteri yang dapat
bergerak mengikuti aliran juga makin besar.
Kualitas air yang memenuhi syarat kesehatan pada umumnya
berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:
Secara alamiah memang air tersebut tidak memenuhi syarat, misalnya
keruh, berwarna, berbau dan mengandung besi atau mangan dalam
kadar yang berlebihan/tinggi.
Lingkungan sekitar sarana air bersih yang dapat mencemari air,
misalnya terdapat jamban, pembuangan sampah, kandang ternak dan
genangan air kotor pada jarak kurang 11 meter.
Konstruksi sarana air bersih yang tidak memenuhi persyaratan teknis
seperti sumur gali tanpa dilengkapi bibir, dinding, lantai dan saluran
pembuangan air bekas yang kedap air.
G. Cara penjernihan air tanah menjadi air bersih
1. Pengolahan air tanah sederhana
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan
manusia. Karena itu jika kebutuhan akan air tersebut belum tercukupi
maka dapat memberikan dampak yang besar terhadap kerawanan
kesehatan maupun sosial. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya
untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola
oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Namun
demikian secara nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat

23

dikatakan relatif kecil yakni 10,77 % . Untuk daerah yang belum


mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka
menggunakan air tanah (sumur), air sungai, air hujan, air sumber (mata
air) dan lainnya.
Nah selanjutnya bagaimana dengan kualitas air yang kita ambil
dari dalam tanah. Ketika Indonesia pada tahun 70 s/d 80-an pompa
tangan Dragon dengan mengambil air dari kedalaman 6 meter sudah
mencukupi kualitasnya. Tapi dengan semakin banyaknya pertumbuhan
penduduk dan bahan pencemar yang semakin banyak di permukaan , air
dangkal ini sudah tidak layak dan sudah tidak ada lagi pada tahun 2012-an,
akibatnya banyak penduduk yang mengambil air dengan kedalaman 12
meter. Pada kedalaman ini, masalah yang ada adalah rasa bau dan warna
(kuning).
Dari hasil survey penduduk, prosentasi banyaknya
rumah tangga dan sumber air minum yang digunakan di
berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung
dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai
berikut : Yang menggunakan air leding 10,77 %, air tanah
dengan memakai pompa 7,85 %, air sumur (perigi) 53,78
%, mata air (air sumber) 15,70 %, air sungai 8,54 %, air
hujan 1,64 % dan lainnya 1,71 %.
Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai
bahwa kualitas air tanah maupun air sungai yang
digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai
air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan
tidak layak untuk diminum. Air yang layak diminum,
mempunyai standar persyaratan tertentu yakni
persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat
tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja
parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tesebut
tidak layak untuk diminum. Standar kualitas air minum
telah dibakukan dengan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No.20 Tahun 1990. Pemakaian air minum yang

24

tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat


menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung
dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan.
Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan
Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn
dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah
menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak
dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan
juga menimbulkan bau yang kurang enak serta
menyebabkan warna kuning pada diding bak serta bercakbercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP
No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum
maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar
Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1
mg/lt.
Di negara maju seperti Amerika dan Jepang,
peraturan standar kualitas air minumnya lebih ketat lagi.
Total kandungan besi dan mangan dalam air minum
maksimum yang diperbolehkan adalah 0,3 mg/lt. Untuk
menanggulangi masalah tersebut, perlu dilakukan upaya
penyediaan sistem alat pengolah air skala rumah tangga
yang dapat menghilangkan atau mengurangi kandungan
besi dan mangan yang terdapat dalam air air sumur atau
tanah. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas air
tanah yakni dengan menggunakan filter dengan media
mangan zeolit dan karbon aktif.
2. Air tanah yang Besi dan Mangannya tinggi Dapat dilakukan
pengolahan air dengan menggunakan media manganese.
3. Air tanah yang kapurnya tinggi Kadar kapur dapat dihilangkan
dengan menggunakan pertukaran ion kation atau resin kation.
4. Air tanah yang berbau, berwarna dan berasa Dapat dihilangkan
atau dikurangi dengan menggunakan media karbon aktif.

F. Fungsi air tanah bagi kehidupan

25

Manfaat air tanah bagi kehidupan, antara lain:


1. Merupakan bagian yang penting dalam siklus hidrologi,
2. Menyediakan kebutuhan air bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan,
3. Merupakan persediaan air bersih secara alami,
4. Untuk keperluan hidup manusia (minum, memasak dan mencuci),
5. Untuk keperluan industri (industri tekstil dan industri farmasi), dan
6. Untuk irigasi pada sektor pertanian
Keunggulan sumber daya air tanah yaitu:

Secara Hygienis lebih sehat karena telah mengalami proses filtrasi secara
alamiah.
Cadangan relatif tetap sepanjang tahun.

Mutu relatif tetap.


Apabila air tanah tersedia, dapat diperoleh di tempat tersebut tanpa
peralatan mahal.
Kekeurangan atau kelemahan dari sumber daya air tanah yaitu:

Terdapat di bawah permukaan tanah, untuk pemanfaatannya harus


dilakukan dengan membuat sumur gali / bor.
Keterdapatan tidak merata pada setiap tempat.
Cadangannya terbatas, untuk keperluan air minum perkotaan atau air
irigasi / industri yang cukup besar, mungkin cadangan tidak
mencukupi.

26

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di
bawah permukaan tanah.
Jenis-jenis air tanah yaitu akifer bebas (unconfined aquifer), akifer tertekan
(confined aquifer), akifer semi bebas (semi unconfined aquifer), akifer semi
tertekan (semi confined aquifer).
Kandungan unsur air tanah yaitu unsur utama (major constituents), yakni:
natrium, kalsium, magnesium, bikarbonat, sulfat, klorida, silika. unsur sekunder
(secondary constituentsyakni besi, strountium, kalium, kabornat, nitrat, florida,
boron. unsur minor (minor constituents), dan unsur langka (trace constituents).

27

Pengolahan air tanah yaitu pengolahan air tanah sederhana. Metode


menggunakan media manganese. Metode menggunakan pertukaran ion kation
atau resin kation Metode menggunakan media karbon aktif.
Fungsi air tanah adalah merupakan bagian yang penting dalam siklus
hidrologi, menyediakan kebutuhan air bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan,
merupakan persediaan air bersih secara alami, untuk keperluan hidup manusia
(minum, memasak dan mencuci), untuk keperluan industri (industri tekstil dan
industri farmasi), dan untuk irigasi pada sektor pertanian
B. Saran
Sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa Teknik Kimia ditekankan untuk
lebih memahami cara penggunaan berbagai bahan kimia. Bahan kimia yang telah
kita gunakan itu akan mengalami suatu siklus baik itu siklus yang dapat
berdampak positif maupun negatif terhadap lingkungan. Meskipun apa yang kami
sajikan pada makalah bias menjadi referensi untuk lebeih memahami beberapa
silkus dialam, namun ini masih sangat terbatas untuk itu kritik dan saran masih
sangat kami

butuhkan.
DAFTAR PUSTAKA

http://pag.bgl.esdm.go.id/siat/?q=content/hidrologi-air-tanah
https://www.facebook.com/geos.graphien/posts/334604583333652
http://dokter-air.blogspot.com/2012/10/filter-air-sumurtanah.html
http://www.tirtamandiri.com/pengolahan-air-bersih/
http://arisinta.blogspot.com/p/air-tanah-proses.html
(http://iwankgeografi03.blogspot.com/2009/020air-tanah.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Air_Tanah
http://iwankgeografi03.blogspot.com/2009/020air-tanah.html
http://budhikuswansusilo.wordpress.com/2008/05/09/dinamic-geologygroundwater-air-tanah/
http://www.kamusilmiah.com/teknologi/teknologi-pengolahan-air-sumur-untukair-minum/)

28

http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2013/03/aspek-kuantitas-dan-kualitas-airtanah.html Ilmu dan Teknik Lingkungan


Semester II 2014 / 2015

Proses Pengolahan Air Tanah Menjadi Air


Bersih

Kelompok 1
Kelas 1A
29

Jusriadi (331 14 014)


Agunawan

(331 14 017)

Much. Rezky Saputra (331 14 020)


Muhammad Junaedi Aras (331 14 010)
Muh. Difha Zulkarnain M,BS (331 14 021)

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2015

30