Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Osseointegrasi

Dental implant telah diterapkan sebagai perawatan reguler secara meluas pada
akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 di Swedia oleh Professor Per-Ingvar
Brnemark, seorang pembedah ortopedik yang mengubah suatu penemuan yang tak
disengaja menjadi suatu revolusi dental.1 Penemuan di bidang kedokteran gigi yang
revolusioner ini dimulai ketika pada tahun 1952 dimana Brnemark dan timnya secara
tidak sengaja menemukan bahwa batang titanium yang ditanamkan ke dalam tulang
kelinci menjadi bersatu dan tidak dapat dilepaskan di kemudian hari. Mekanisme ini
dikenal dengan istilah osseointegrasi.2
Tipe Tipe Dental Implan
Dental implan dilakukan dengan tujuan menggantikan gigi yang hilang.
Kegunaannya meluas seiring dengan semakin berkembangnya bahan implan dan
teknik teknik implan, serta tingkat keberhasilan yang tinggi (90% atau lebih) dengan
seleksi kasus tertentu. Implan dapat digunakan untuk mengganti satu atau lebih unitunit sebagai mahkota individu ara sebagai bridge yang tetap, atau yang dapat
menahan gigi tiruan lengkap atau sebagian.
Berdasarkan bentuk dan lokasi tempat implan dental ditanam, maka implan
dental dapat dibagi menjadi:
1. Implan subperiosteal
Implan tipe ini berupa kerangka logam yang diletakkan di bawah periosteum
tetapi di atas permukaan tulang alveolar. Implan ini dapat digunakan pada maksila
maupun mandibula. Implan subperiosteal mempunyai riwayat percobaan klinis yang
paling panjang, tetapi tingkat keberhasilan jangka panjangnya diragukan, tingkat
kesuksesannya 54% dalam 15 tahun. Implan subperiosteal jarang diindikasikan
kecuali untuk area resorpsi edentulous yang parah. Implan ini juga tidak dianjurkan
untuk ditempatkan pada tempat yang antagonisnya merupakan gigi asli

2. Implan transosseous
Implan ini menembus seluruhnya pada mandibula. Implan transmandibular ini
diindikasikan hanya untuk mandibula dengan resorpsi tulang yang parah.

3. Implan endosseous
Implan endosseous ini diletakkan langsung pada tulang seperti akar gigi asli
dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Laporan-laporan menyebutkan bahwa
tingkat keberhasilannya dapat melebihi 15 tahun apabila teknik bedah dan perawatan
pasca bedahnya dilakukan dengan baik.
Ada tiga desain dasar dari endosseous implan yaitu bilah, silindris, sekrup dan
kombinasi dari tiga desain dasar implan tersebut. Implan endosseous secara umum
terbuat dari titanium/ alloy titanium, diberi lubang-lubang atau jendela, dan seringkali
dilapisi (semprotan plasma titanium, pyrolitik karbon, aluminium oksida dan hidroksi
apatit) untuk membantu integrasi tulang yaitu penggabungan tulang dengan implan
atau penyatuan tanpa diperantai jaringan lunak. Keberhasilan implan endosseous

dilaporkan 85% pada rahang atas dan 91% pada rahang bawah pada tahun pertama.
Keberhasilan pada 5 tahun pertama 91% pada rahang atas dan 96% pada rahang
bawah.3

1. K.Garg A. Implant Dentistry. Missouri: Elsevier, 19995: 6-7


2. Alvin M . Dental implants as the best solution to replace missing tooth : a case
report. In : Dental Practicioner. KPPIKG 2009 15th Scientific Meeting &
Refresher Course in Dentistry Faculty of Dentistry Universitas Indonesia ,
Jakarta, 2009 : 321
3. Laney WR and Taylor TD. Dental Implant: Are they for me?.
(http://dentalimplants. uchc.edu) (6 Januari 2016).