Anda di halaman 1dari 4

604 computer fraud -614 selesai

Computer Fraud (penipuan komputer)


Computer fraud merupakan topik penting untuk auditor, meskipun tujuan fraud adalah samapenyalahgunaan aset- akan tetapi teknik yang digunakan untuk melakukan komputer fraud
sangat bervariasi. Computer fraud meliputi:

Pencurian, penyalahgunaan, atau penggelapan aset dengan mengubah catatan

komputer yang dapat dibaca dan bebearapa file.


Pencurian, penyalahgunaan, atau penggelapan aset dengan mengubah logika

perangkat lunak komputer.


Pencurian atau penggunaan ilegal informasi komputer yang dapat dibaca.
Pencurian, korupsi, menyalin secara ilegal atau melakukan perusakan secara sengaja

dari perangkat lunak komputer.


Pencurian, penyalahgunaan, atau penggelapan perangkat keras komputer.

Model umum untuk sistem informasi akuntansi (gambar 12.2):

Penjelasan mengenai model umum SIA:

Sumber data

Transaksi keuangan yang masuk kedalam


sistem informasi baik dari sumber internal

Data collection (pengumpulan data)

dan eksternal.
Tahap perasional pertama dalam sistem
informasi.

Tujuaannya

adalah

untuk

memastikan bahwa data yang diterima dari


kegiatan transaksi adalah data yang valid,
Data processing (pemrosesan data)

lengkap, dan bebas dari kesalahan.


Setelah data dikumpulkan maka

data

tersebut diproses, agar dapat menghasilkan


suatu informasi. Dalam tahap pemrosesan
data, pekerjaan yang dilakukan bisa dari
yang sederhana hingga yang rumit.
Database management (manajemen basis Basis data perusahaan adalah
data)

tempat

penyimpanan fisik data keuangan dan


nonkeuangan. Fraud manajemen basis data
termasuk mengubah, menghapus, merusak,
menghancurkan,

Information
informasi)

generation

atau

mencuri

data

perusahaan.
(pembuatan Tahapan ini merupakan proses menyusun,
mengatur, memformat, dan meyajikan ke
para pengguna. Informasi yang diterima
dapat berupa dokumen operasional, laporan
yang terstruktur, atau sebuahpesan dalam
layar komputer. Karakteristik informasi
yang dapat diteriam menurut James A Hall
ada

yaitu:

Relevan, suatu informasi mempunyai


manfaat

sebagai

dasar

pengambilan

keputusan.
Akurat, ketepatan dan dapat diandalkannya
suatu

informasi.

Tepat waktu, informasi yang diperoleh


terbaru

dan

dibutuhkan.

mudah

diperoleh

saat

Ringkas, informasi telah dikelompokkan


sehingga

tidak

perlu

diterangkan.

Jelas, tingkat informasi dapat dimengerti


oleh

penerima.

Dapat dikuantifikasi, tingkat informasi


dapat dinyatakan dalam bentuk angka.

Feedback (umpan balik)

Konsisten,

tingkat

informasi

dapat

diperbandingkan.
suatu feedback dalam bentuk output yang
dikirim kembali ke sistem sumber data.

Penggelapan aset
2 faktor yag berkaitan dengan penggelapan aset:
1. Kerentanan aset untuk di gelapkan. Kerentanan aset berkaitan dengan sifat dan sejauh
mana aset tersebut mudah untuk dilakukan pencurian. Liquid aset, contohnya cash
dan bearer bonds lebih rentan untuk digelapkan dibandingkan dengan nonliquid aset
contohnya balok baja dan peralatan fisik pabrik.
2. Pengendalian. Faktor risiko pada golongan ini melibatkan ketidakcukupan atau
kurangnya kontrol yang dirancang untuk mencegah atau mendeteksi penyalahgunaan
aset. Contohnya, database sistem database manajemen yang tidak memadai untuk
membatasi akses ke catatan akuntansi sehinga dapat meningkatkan risiko
penyalahgunaan aset.
Tanggapan auditor mengenai penilaian risiko:
Penilaian auditor tentang risiko dalah saji material karena fraud dapat mempengaruhi audit
dengan cara sebagai berikut:

Keterlibatan staf dan tingkat pengawasan.


Pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan staf yang ditugaskan harus sepadan
dengan penilaian tingkat risiko.
Skeptisme profesional.
Berlatih skeptisme profesional melibatkan mempertahankan sikap yang encakup
pertanyaan pemikiran dan penilaian kritis terhadap bukti audit.
Sifat, waktu dan tingkat prosedur yang dilakukan.

Faktor risiko fraud yang memiliki implikasi kontrol dapat membatasi kemampuan
auditor untuk menilai risiko pengendalian dan dengan demikian dapat mengurangi
pengujian substantif.
Respon untuk mendeteksi salah saji karena fraud:
Ketika auditor telah menentukan bahwa terdapat fraud namun tidak berdampak material
terhadap laporan keuangan, auditor harus:

Merujuk hal tersebut ke tingkat yang tepat untuk menajemen setidaknya satu lingkat

diatas ini terlibat.


Diyakinkan bahwa implikasi untuk aspek-aspek lain dari audit telah dipetimbangkan
secara memadai.

Ketika fraud telah memiliki dampak material terhadap laporan keuangan atau auditor tidak
mampu untuk mengevaluasi tingkat materialitas, auditor harus:

Mempertimbangkan implikasi untuk aspek-aspek lain dari audit.


Membahas masalah ini dengan manajemen senior dan dengan dewan direktur komite

audit.
Mengupayakan untuk menentukan apakah fraud tersebut adalah material.
Menunjukkan bahwa klien telah berkonsultasi dengan penasihat hukum, jika
diperlukan.