Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

SOSIOLOGI
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:

ARAN ANUGRAH MARANNU


X ( ADCONVER)

PENYIMPANGAN SOSIAL
Penyimpangan sosial adalah bentuk perilaku yang dilakukan oleh
seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam
masyarakat.
Contoh-contoh penyimpangan sosial adalah sebagai berikut:

1. Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja merupakan penyimpangan para remaja atas norma yang ada.
Perbuatan para remaja tersebut merupakan tindakan antisosial. Dalam usia yang
memasuki pubertas, seringkali remaja mencari jati dirinya, muncul sifat sebagi
jagoan, solidaritas sosial yang berlebihan, bahkan ingin eksistensi dirinya
diketahui orang lain tetapi dengan tindakan menyimpang. Para remaja seringkali
membentuk

kelompok

(geng)

yang

menjadi

kebanggaannya.

Perilaku

menyimpang remaja ini dapat berupa tawuran, mabuk-mabukan, bertindak


semaunya, dan lain sebagainya.

Kenakalan remaja pada umumnya disebabkan oleh:

Lingkungan keluarga yang tidak harmonis


Lingkungan masyarakat yang tidak sehat
Kurangnya wadah pengembangan diri
Situasi yang tidak menentu

2. TINDAKAN KRIMINAL

Kriminalitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.


Semakin hari semakin meningkat, baik dari segi kuantitas maupun dari segi
kualitasnya. Kriminalitas sebenarnya bukanlah semata-mata bawaan seseorang
sejak lahir, tetapi terjadi karena bersifat kondisional.
Kondisi yang mendorong terjadinya kriminalitas adalah:

Keadaan ekonomi yang morat marit;

Tingginya angka pengangguran;

Timbulnya kecemburuan sosial;

Rasa ingin cepat menyelesaikan masalah.

Tindakan kriminalitas pada individu dapat terjadi karena alasan berikut ini:

Alasan Psikologis
Seringkali penjahat melakukan aksinya karena di dorong oleh keadaan

bingung, putus asa, dendam, marah, dan sebagainya. Secara biologis, pelaku
kejahatan memiliki kesehatan yang prima.
Contoh: seseorang yang bertubuh kecil ketika diejek terus-menerus dapat
melakukan pembunuhan terhadap lawannya yang lebih besar. Kekuatan timbul
ketika motivasi yang timbul mendorong untuk melakukan kejahatan.

Alasan Biologis
Kebutuhan untuk makan bisa menyebabkan timbulnya dorongan untuk

melakukan tindakan kejahatan. Mungkin alasan ini yang paling banyak ditemukan
dalam kasus kejahatan.
Contoh: orang yang tidak makan dalam beberapa hari dapat mendorong dirinya
untuk mencuri makanan milik orang lain.

3. PENYALAGUNAAN NARKOTIKA

Narkotika dan obat-obatan terlarang sebenarnya adalah obat yang


digunakan untuk menyembuhkan penyakit oleh dokter. Apabila pemakaian obat

ini dilakukan atas petunjuk dokter, maka tidak akan menjadi masalah.
Penyalahgunaan

narkoba

oleh

sebagian

anggota

masyarakat

cukup

mengkhawatirkan. Bahkan, tidak sedikit anak usia sekolah yang menjadi korban
dari narkoba. Penyalahgunaan narkoba menyebabkan kerugian bagi si pemakai
maupun bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, penyalahgunaan narkoba
digolongkan sebagai bentuk perilaku yang menyimpang. Penggunaan jarum
suntik yang bersamaan dapat menularkan penyakit AIDS yang mematikan. Untuk
itu janganlah sekali-kali mencoba menggunakan narkoba.

4. PENYIMPANGAN SEKSUAL

Gejala hubungan seksual pranikah pada para remaja akhir-akhir ini


menunjukan gejala yang terus meningkat, sehingga cukup mengkhawatirkan. Hal
tersebut terjadi karena pemahaman yang salah atas modernisasi, kebebasan dan
hak individual. Hubungan seksual pranikah tidak dapat dibenarkan oleh norma

sosial dan norma agama. Akibat hubungan seksual sebelum nikah adalah
terjadinya gangguan psikologi dan biologis. Gangguan psikologi berupa
ketidaktenangan dalam hidupnya karena dihantui rasa berdosa. Sedangkan
gangguan yang bersifat biologis dapat berupa penularan penyakit kelamin yang
membahayakan seperti AIDS.

Pelacuran
Pelacuran dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan yang bersifat
menyerahkan

diri

kepada

umum

untuk

melakukan

perbuatan-

perbuatan seksual dengan mendapat upah. Pada umumnya terjadi di daerah


perkotaan atau tempat-tempat yang mempunyai objek wisata. Faktor internal
yang menyebabkan pelacuran adalah sifat malas, rusaknya moral, ingin hidup
enak tanpa usaha, sedangkan faktor eksternalnya antara lain faktor ekonomi

dan urbanisasi yang tinggi.


HomoSeksualitas
Penyimpangan seksual dengan cara melakukan hubungan seks dengan sesama
jenis. Misalnya, seorang laki-laki dengan laki-laki yang lain disebut homoseks,
sedangkan seorang perempuan dengan perempuan yang lain disebut lesbian.
Salah satu negara yang sudah mengakui perkawinan homoseksual adalah
negara Belanda.

5. MINUMAN KERAS

Minuman keras adalah minuman dengan kandungan alkohol lebih dari 5%.
Akan tetapi, berdasarkan ketetapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), setiap
minuman yang mengandung alkohol, berapa pun kadarnya, dapat dikategorikan
sebagai minuman keras dan itu diharamkan (dilarang) penyalahgunaannya.
Adapun yang dimaksud penyalahgunaan di sini adalah suatu bentuk pemakaian
yang tidak sesuai dengan ambang batas kesehatan. Artinya, pada dasarnya boleh
digunakan sejauh hanya untuk maksud pengobatan atau kesehatan di bawah
pengawasan dokter atau ahlinya. Di beberapa daerah di Indonesia, terdapat jamu
atau minuman tradisional yang dapat digolongkan sebagai minuman keras.
Sebenarnya, jika digunakan tidak secara berlebihan jamu atau minuman
tradisional yang dapat digolongkan sebagai minuman keras tersebut dapat
bermanfaat bagi tubuh.

6. BERJUDI

Berjudi merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial. Hal ini


dikarenakan berjudi mempertaruhkan harta atau nafkah yang seharusnya dapat

dimanfaatkan. Seseorang yang gemar berjudi akan menjadi malas dan hanya
berangan-angan mendapatkan banyak uang dengan cara-cara yang sebenarnya
belum pasti. Indonesia merupakan salah satu negara yang melarang adanya
perjudian, sehingga seluruh kegiatan perjudian di Indonesia adalah kegiatan
illegal yang dapat dikenai sanksi hukum. Akan tetapi, dalam beberapa kasus,
aparat keamanan masih menolerir kegiatan perjudian yang berkedok budaya,
misalnya perjudian yang dilakukan masyarakat saat salah seorang warganya
mempunyai hajatan. Langkah ini sebenarnya kurang tepat, mengingat bagaimana
pun juga hal ini tetap merupakan bentuk perjudian yang dilarang agama.