Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH RAGUM

RAGUM SEBAGAI PERLENGKAPAN ALAT PERKAKAS TANGAN


DISUSUN OLEH
: ANGGA FEBRY A
NIK
:201107130014
PROGRAM PENDIDIKAN
:D3 TEKNIK MESIN
DOSEN PEMBIMBING
: Ir. RUDY YULIYANTO

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam sebuah Workshop pasti terdapat alat perkakas kerja tangan untuk memudahkan
ataupun merapikan suatu proses akhir . Dalam hal ini fungsi Ragum sebagai alat untuk menjepit
benda kerja sangat penting.
Ragum adalah suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir,
dipahat,digergaji,di
tap,di
sney,dan
lain
lain.
Dengan adanya Ragum,benda kerja yang akan digergaji,di sney,dikikir ataupun dipahat bisa
dengan kencang dijepit sehingga memudahkan dalam proses pengerjaan dan hasil dari sebuah
proses akan maksimal.
Ragum sendiri memiliki komponen yang melengkapinya,antara lain tangkai
ragum,rahang tetap dan rahang gerak.
Komponen yang terdapat pada sebuah ragum masing-masing memiliki fungsi tersendiri.
Karena sangat pentingnya kegunaan sebuah Ragum pada proses pekerjaan tangan maka
diperlukan perawatan agar tidak mudah rusak.
Makalah ini akan menerangkan tentang kelengkapan pada ragum,Fungsi ragum,jenisjenis ragum dan kegunaannya.
Maka penulis akan mengambil judul makalah sebagai berikut:
Ragum Sebagai Alat Perkakas Tangan .

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.Apa itu Ragum ?
2.Apa fungsi Ragum ?
3.Apa saja yang terdapat pada Ragum ?

4.Bagaimana cara penggunaan Ragum ?


5. Apa saja jenis-jenis Ragum ?
1.3 TUJUAN
Adapun tujuan pembuatan makalah tentang Ragum yang merupakan salah satu
perlengkapan Alat Perkakas Tangan,yaitu sebagai berikut :
1.Mengetahui fungsi ragum
2.Mengetahui bagian bagian Ragum secara spesifik
3.Mengetahui cara penggunaan Ragum
4.Mengetahui jenis-jenis Ragum
1.4 MANFAAT
Adapun manfaat dalam pembuatan makalah ini antara lain :
1.Memberikan pengetahuan tentang fungsi Ragum dalam perlengkapan Alat Perkakas Tangan.
2.Memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis dan penggunaan Ragum.
1.5 CAKUPAN PERENCANAAN
Dalam perencanaan ini penulis akan melakukan serangkaian kegiatan antara lain:
1.Pengambilan data mengenai penggunaan Ragum di area Workshop di PT FEDERAL IZUMI
MNG PISTON.
2.Melakukan pemisahan jenis-jenis Ragum yang digunakan dalam perlengkapan Alat Perkakas
Tangan.
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan makalah ini dibagi menjadi beberapa bagian dengan sistematika
penulisan makalah pada umumnya,meliputi beberapa bagian yang dibagi menjadi beberapa bab
yaitu:

BAB I PENDAHULUAN
Diuraikan
secara
singkat
mengenai latar
belakang
masalah,perumusan
masalah,tujuan dan manfaat makalah,dan sistematika penulisan makalah.
BAB II PEMBAHASAN
Dalam bab ini diuraikan teori-teori yang berhubungan tentang Ragum.
BAB III KESIMPULAN
Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pengumpulan data di
lapangan dan saran yang dapat diberikan kepada masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian tentang Ragum
Ragum adalah suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir,
dipahat,digergaji,di
tap,di
sney,dan
lain
lain.
Dengan memutar tangkai (handle) ragum,Maka mulut ragum akan menjepit atau
membuka/melepas benda kerja yang sedang dikerjakan. Bibir mulut ragum harus dijaga
jangan sampai rusak akibat terpahat,terkikir dan lain sebagainya.

gambar 1 Ragum
2.2 Bagian-bagian pada Ragum
Dalam sebuah ragum terdapat bagian-bagian antara lain :
1. Rahang gerak
2. Rahang tetap
3. Tangkai
RAHANG RAGUM UNTUK FUNGSI-FUNGSI KHUSUS
Berdasarkan kapasitasnya untuk mencekam dengan kuat atau memberikan tekanan
tetap, ragum dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam produksi di
bengkel-bengkel kecil dimana umumnya memerlukan penyesuaian peralatan dan teknik/metode
untuk pekerjaan-pekerjaan secara manual dengan tangan. Operasi-operasi di bengkel besar
akan memerlukan jig atau alat tekan yang dapat digabung dengan ragum tertentu atau alat lain
dari ragum biasa.
Satu masalah yang timbul adalah bagaimana mencekam benda kerja dengan kuat
tanpa meninggalkan bekas kasar dari ragum; masalah lain yaitu bagaimana memegang part
kecil dengan ragum yang relatif besar. Ada solusi mudah untuk masalah-masalah tersebut.
Terlepas dari alas penyelip atau jepitan lunak yang dapat digunakan untuk melindungi
benda kerja, seringkali hal ini cukup untuk memegang benda kerja dengan kardus seperti pada
kardus rokok. Karena ketipisannya dan disokong dengan jepitan logam, hal ini akan memberikan
cekaman yang lebih kuat pada benda kerja daripada jepitan fiber yang tebal. Lembaran logam
seperti alumunium dan kuningan, serta semua material logam lunak juga dapat digunakan.
Jika bagian utama dari benda kerja mengalami permesinan atau akan mengalami
kerusakan akibat dari jepitan ragum standar, sepasang permukaan halus dari baja lunak akan
mengubah bangku ragum, untuk fungsi ini, menjadi sebuah mesin ragum tetap.
Saat ini, memegang sebuah mesin ragum lebih nyaman dilakukan pada bagian

dasar/kaki bangku ragum, dengan menggunakan mesin ragum untuk memasang benda kerja,
dan berdasar prinsipnya, ragum kecil tertentu, atau penjepit ragum, dan bahkan tempa pembuat
perkakas dapat dipasang untuk benda kerja kecil.
Gambar 2 bagian-bagian ragum
2.3 CARA PENGGUNAAN RAGUM
Cara penggunaan Ragum yang benar,yaitu:
a.Memilih
tinggi
ragum
yang
sesuai
Cara
memilih
ragum
yang
sesuai
dengan
tinggi
badan
anda
:
1.
berdiri
tegak
di
ragum
2.
tempelkan
kepalan
tangan
pada
dagu
3. sukut harus berada diatas mulut ragum dan apabila lengan kita ayunkan,sikut jangan
sampai
menyentuh
bibir
mulut
ragum.
b.Menjepit benda kerja pada ragum
Bila kita menjepit bernda kerja pada ragum, benda kerja yang keluar dari mulut
ragum janganlah terlalu tinggi, terrutama apabila bahan benda kerja itu terbuat dari logam
tipis.Bila memungkinkan perbandingan bahan yang keluar dari mulut ragum harus lebih kecil
daripada bagian yang terjepit.
Gunakan pelat pelapis untuk menjepit benda kerja, hal ini dilakukan untuk
mencegah terjadinya kerusakan akibat dari jepitan gigi ragum.Pelat pelapis bisa dibuat dari
bahan plat tipis yang rata, plat siku dll.

c.Posisi badan dan kaki


Kikir ditekan dan pada waktu didorong ke depan dengan tekanan dari tangan kiri
yang seimbang,sedangkan pada waktu kikir ditarik ke belakang harus bebas dari tekanan
namum tidak berarti kikir harus diangkat dari permukaan benda kerja.
Kedudukan kaki pada pada saat mengikir kedua telapak kaki seolah-olah
membentuk sudut kurang 45.
2.4 JENIS-JENIS RAGUM
Secara umum Ragum dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Ragum catok
Benda kerja yang akan dikerjakan dengan mesin frais harus dijepit dengan kuat agar
posisinya tidak berubah waktu difrais. Berdasarkan gerakannya ragum dibagi menjadi 3 jenis
yaitu :
a)

Ragum
biasa
Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang bentuknya sederhana dan
biasanya
hanya
digunakan
untuk
mengefrais
bidang
datar
saja.

Gbr 1. Ragum Biasa

b)

Ragum
Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang harus membentuk sudut
spindle(poros putar ). Bentuk ragum ini sama dengan ragum biasa tetapi pada
bawahnya
terdapat
alas
yang
dapat
diputar
360

berputar
terhadap
bagaian
derajat.

Gbr 2. Ragum putar

c)

Ragum
universal
Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat diatur letaknya secara
datar dan tegak.

Gbr3. Ragum universal

BAB III
KESIMPULAN

3.1 KESIMPULAN
Pemisahan
jenis
ragum
berdasarkan
kegunaannya
pada
workshopi
didalam PT FEDERAL IZUMI MANUFACTURING PISTON merupakan ragum yang memiliki
fungsi khusus.
Ragum adalah suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir,
dipahat,digergaji,di
tap,di
sney,dan
lain
lain.
Dengan adanya Ragum,benda kerja yang akan digergaji,disney,dikir ataupun dipahat
bisa dengan kencang dijepit sehingga memudahkan dalam proses pengerjaan dan hasil dari
sebuah proses akan maksimal.
3.2 SARAN
Makalah ini menjelaskan tentang jenis-jenis ragum yang digunakan di workshop .

Penulis berharap masyarakat mengetahui bahwa Ragum sangat berguna pada alat perkakas
tangan. Marilah kita bersama-sama mempelajari ilmu pengetahuan agar pengetahuan tentang
perlengkapan di workshop mampu digunakan secara maksimal.

Kerja Bangku

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Kerja Bangku
Teknik Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai oleh
seseorang dalam mengerjakan produk kriya kayu. Pekerjaan kerja bangku
penekanan pada pembuatan benda kontruksi dengan alat tangan,dan dilakukan
di bangku kerja. pekerjaan kerja bangku meliputi pelbagai jenis kontruksi
geometris, membuat geometris secara terukur, membuat sambungan, dan
merakit beberapa komponen dengan bahan papan maupun balok kayu.
Persyaratan kualitas terletak kepada pemahaman seseorang dalam praktek kerja
bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi : tingkat ketrampilan
dasar penguasaaan alat tangan , tingkat kesulitan produk yang dibuat, tingkat
kepresisian hasil karya. Untuk memperolih hasil yang presisi pekerjaan kerja
bangku biasanya dibantu dengan menggunakan alat-alat semi masinal,
disamping untuk mempercepat proses kerja.
Tingkat kejelasan gambar yang dipergunakan, kualitas peralatan baik alat
potong, serut, pahat alat penghalus sangat menentukan hasil produk Peralatan
tangan untuk kerja bangku dan kerja mesin semi masinal banyak dijumpai di
pasaran . Alat tersebut tidak hanya ditawarkan kepada pengrajin kayu atau
mebel, tetapi juga digunakan oleh masyarakat umum sebagai perlegkapan
rumah tangga, atau mungkin sebagai alat untuk mengerjakan pekerjaan yang
bersifat hobi pada waktu luang Pembelian alat tangan kayu harus dilakukan
secara teliti dengan mempertimbangkan data data teknis yang ada . Harga alat
tangan dan mesin sangat berfariasi. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kwalitas dan
fungsi alat tersebut.

2.2 Mengikir
Kikir terbuat dari baja karbon tinggi yang ditempa dan disesuaikan dengan
ukuran panjang, bentuk, jenis dan gigi pemotongnya. Adapun fungsi utama dari
kikir adalah untuk mengikir dan meratakan permukaan benda kerja, ukuran
panjang sebuah kikir adalah panjang badan ditambah dengan tangkainya.
Tangkainya dibiarkan lunak agar kuat. Badan kikir keras dan rapuh, maka hampir
semua kikir harus disimpan secara terpisah dan dilindungi untuk mencegah
patah. Kikir diklasifikasikan menurut jenis gigi, kekasaran gigi, penampang, dan
panjang.

Derajat kekerasan kikir adalah kasar, setengah kasar dan sangat halus.
Guratan tunggal dipergunakan untuk mengikir logam lunak. Guratan ganda
dipergunakan untuk pekerjaan yang bersifat umum. Satu set guratan membuat
sudut 45, yang lain 70, kedua-duanya terhadap sumbu memanjang kikir.
Guratan parut digunakan untuk pekerjaan kasar pada bahan lunak, misalnya
alumunium. Badan kikir keras dan rapuh, maka hampir semua kikir harus
disimpan secara terpisah dan dilindungi untuk mencegah patah. Kikir
diklasifikasikan menurut jenis gigi, kekasaran gigi, penampang, dan panjang.
Kikir dapat digunakan untuk meratakan atau menghaluskan permukaan benda,
dalam pekerjaan kerja bangku kikir sangan di perlukan.
2.3 Macam-macam Kikir
a.

Picak
Kikir ini untuk pekerjaan yang bersifat umum, guratannya ganda,
ukuran panjangnya 100 mm hingga 450 mm. Kikir picak tirus badannya
berbentuk persegi empat panjang dan ukuran lebarnya menirus sekitar sepertiga
dari ujungnya. Tidak mempunyai tepi polos, kedua tepi digurat tunggal. Kikir ini
digunakan untuk pekerjaan yang bersifat umum.

b.

Kikir kasar rata


Guratan ganda ataupun tunggal. Satu tepi tidak dapat digurat yang disebut tepi
polos, bermanfaat untuk mengikir pundak. Ukuran panjang guratan ialah antara
100 mm hingga 500 mm.

c.

Bujursangkar
Guratan ganda pada keempat muka. Dipergunakan untuk membuat jalur,
menyiku celah dan pundak bujursangkar. Ukuran panjangnya guratan 100 mm
hingga 500 mm.

d.

Segitiga
Guratan ganda pada ketiga muka. Digunakan untuk sudut-sudut yang canggung
dan lebih kecil daripada 90. Ukuran panjangnya 100 mm hingga 300 mm.

e.

Bulat
Guratan tunggal atau ganda. Digunakan untuk permukaan yang lengkung,
meluaskan lubang. Ukuran panjangnya 100 mm hingga 500 mm. Kikir bulat kecil
dikenal sebagai alat kikir buntut tikus.

f.

Setengah bulat
Guratan ganda satu permukaan berbentuk cembung. Dipergunakan untuk
pekerjaan yang bersifat umum dan mengikir lengkungan bagian dalam. Ukuran
panjangnya 100 mm hingga 450 mm.

g.

Kikir tipis
Guratannya ganda. Badannya persegi empat panjang, tetapi jauh lebih tipis
daripada kikir-kikir lainnya. Dipergunakan untuk mengikir alur yang sempit,
misalnya untuk mengepas bubungan kunci pintu.

A.

Hal Yang Harus Diperhatikan Pada Saat Mengikir


a. Tinggi ragum terhadap orang yang bekerja
b. Pencekaman benda kerja
c. Pemegangan kikir
d. Posisi kaki dan badan
e. Gerakan kikir
f. Kebersihan kikir
g. Guratan pada kikir
h. Kesesuaian kikir yang digunakan

Gambar 2.1 Kikir

B.

Menggunakan Kikir
Semua kikir harus memakai gagang agar enak dipakai untuk keamanan. Kikir
yang macet-keadaan yang dikenal sebagai tersumbat akan menggores benda
kerja, harus dibersihkan dengan menggunakan sikat kawat atau karton. Untuk
mencegah kemacetan kikir sebaiknya dioles dengan kapur tulis. Kikir mengikir
pada langkah ke depan. Setiap penekanan yang diterapkan, dilepaskan pada
langkah balik. Kikir harus dipegang mendatar dan jangan sampai mengayun.
Bagi pengukuran yang berat, gagang dipegang dengan telapak tangan, ujung
kikir digenggam dengan tangan kiri dan ditekan sedikit. Jika ingin mengikir halus,

ujung kikir diletakkan antara ibu jari dan jarik telunjuk. Saat mengikir melintang
kikir harus diletakkan melintang benda kerja, tegak lurus padanya. Jari-jari kedua
belah tangan menggengam kikir yang digerakkan ke belakang dan ke depan
sepanjang benda kerja.

2.4 Cara Mengikir


Dalam proses pengikiran perlu memperhatikan:

Tinggi ragum terhadap orang yang bekerja

Pencekaman benda kerja

Pemegangan kikir

Posisi kaki dan badan

Gerakan kikir

Kebersihan kikir
Langkah pengikiran yang baik:

a.

Pemegangan
Cara pemegangan tangkai kikir pihak pabrik sudah memperhatikan anatomi
tangan kita. Tangan kanan memegang tangkai dan tangan kiri memegang ujung
kikir sebagai pengarah dan pengimbang tenaga dan dorongan.

b.

Posisi kaki dan badan


Usahakan kaki kiri tegak lurus di bawah ragum membentuk sudut 300 dan
kaki kanan membentuk sudut 750. Jarak antara kaki kiri dan kanan sebanding
dengan panjang kikir yang digunakan, sedangkan jarak antara siku dengan
permukaan ragum lebih kurang 5 8 cm. Posisi badan cenderung agak miring ke
depan dan mata konsentrasi menghadap pada benda kerja.

c.

Langkah Pengikiran

1.

panjang langkah : langkah optimal, posisi langkah dan langkah nominal

2.
3.
d.

gesekan langkah : arah langkah, jarak gesekan


jumlah langkah : panjang batang kikir, aktifitas orang (normative) stabil/waktu
kecepatan potong pada material (Cs)
Macam Pengikiran
Lurus : memanjang / standart, melintang
CCF : Cross cut filling ( 450 atau 650 )

2.5 Menggergaji
Gergaji ialah sejenis alat yang digunakan untuk memotong sesuatu. Bilah
gergaji buasanya bergerigi, dan bentuk gigi gergaji bergantung kepada bahan

yang dipotong, contohnya kayu atau logam. Ada banyak jenis gergaji. Antaranya
merupakan peralatan tangan yang bekerja dengan kekuatan otot. Beberapa
gergaji memiliki sumber tenaga lain seperti stim, air atau elektrik dan lebih kuat
dari gergaji tangan. Gergaji biasanya menimbulkan bunyi bising. Menggunakan
gergaji untuk memotong bahan agak berbahaya kerana tepinya yang tajam.
Bahagian suatu benda yang dipotong gergaji boleh terbang tanpa disedari dan
berbahaya buat pernafasan, mata dan kulit.
Gergaji dapat digunakan untuk penceraian, pemotongan benda kerja dan
untuk penggergajian alur dan celah-celah di dalam benda kerja. Pada saat
penuntunan gergaji secara tepat dapat dihasilkan bidang pemotongan yang
datar dan licin serta pemotongan yang berukuran tepat dengan bagian bahan
yang sedikit.
Jika gergaji dilakukan diatas benda kerja dibawah tekanan maka (gerakan
pemotongan, maka setiap gergaji yang berbentuk pasak akan mengangkat
serpihan kecil. Serpih ini ditampung oleh lekukan suatu gigi dan kemudian jatuh
pada ujung sayatan dari batas yang akan disayat.

2.6 Pembagian Gigi


a.

Pembagian gigi kasar (14 sampai 16)


Penggunaannya untuk bahan yang lunak (misalnya alumunium, campuran logam
ringan, bahan tiruan, dan tempa) dan juga untuk sayatan panjang pada
penampang pejal meja konstruksi.

b.

Pembagian gigi sedang (18 sampai 22)


Penggunaannya pada bahan agak kasar, misalnya baja konstruksi, tembaga,
kuningan dan untuk bahan profil dengan dinding pendek dan sayatan tipis,
kerasnya bahan hanya memungkinkan terjadinya serpihan kecil gigi kasar akan
tumpul lebih dini, karena itu lebih ekonomis jika dipilih daun gergaji dengan
pembagian gigi yang sedang.

c.

Pembagian gigi halus (28 sampai 32)


Penggunaannya pada bahan yang sangat keras, misalnya pada penggergajian
baja perkakas dan untuk kawat, pelat tipis, pipa, dan profil dinding tipis.
Penyerpihan bahan yang sangat keras itu disebarkan pada gigi halus yang
jumlahnya banyak. Dengan demikian dicegah penumpulan penyayatan gigi
secara terlalu cepat dan patahnya gigi dapat dicegah/

Gambar 2.2 Gergaji Besi

2.7 Menajamkan Gergaji Tangan


a.

Pengikiran Rata

1.

Jepitlah daun gergaji pada ragum khusus penjepit daun gergaji.

2.

Ratakan mata gergaji menggunakan kikir, dengan bantuan blok dari kayu.

3.

Jika semua pucuk gigi sudah berada dalam satu garis lurus maka setiap gigi
akan menunjukkan permukaan rata pada puncaknya.

b.

Pengikiran Rapi

1.

Gunakan kikir gergaji tirus untuk merapikan gigi gergaji.

2.

Lakukan pengikiran rapi, tangan kiri memegang ujung kikir dan tangan kanan
memegang tangkai kikir. Kikir pada posisi daun gergaji tegak lurus.

c.

Penguakan

1.

Gunakan alat penguak gergaji (tang).

2.

Jepitlah daun gergaji pada klam gergaji.

3.

Lakukan penguakan secara selang-seling (artinya satu dikuak ke kiri satu dikuak
ke kanan) deret gerigi telah dikuak, gergaji dibalik, kemudian deret lainnya
dibengkokkan.

4.

Penguakan harus dilakukan sedemikian hingga lebar total kira-kira satu


setengah kali lebar daunnya.

d.

Pengasahan/Penajaman Gigi Gergaji


1. Jepitlah daun gergaji pada klam khusus.

2. Kikirlah gigi gergaji secara berselang-seling hingga mempunyai sudut yang


tepat, diukur dari sisi daun gergaji. Untuk gergaji pemotong sudut asah 45 dan
untuk gergaji pembelah 90.
3. Lakukan pengasahan dari tangkai pegangan menuju ujung daun gergaji.
4. Apabila setiap gigi yang berselangan sudah ditajamkan, baliklah daun gergaji
dalam ragum, dan tajamkan gigi gergaji yang belum ditajamkan dengan cara
yang sama seperti pada awal pengasahan.

2.8 Pengoperasian Gergaji Tangan


a.

Cara penggunaan berbagai macam gergaji


1. Siapkan kayu yang akan dibelah.
2. Beri garis tanda pada kayu yang akan dibelah.
3. Jepitlah papan dengan klam bangku pada ketinggian yang diinginkan.
4. Pegang kayu dengan tangan kiri untuk mencegah getaran.

5. Posisikan gergaji pada kayu yang tidak terpakai, tepat pada garis tanda dan
diarahkan oleh ibu jari tangan kiri yang ditempatkan disisi daun gergaji.
6. Tarik gergaji mundur beberapa kali untuk mendapatkan takik awal sehingga
gergaji tidak akan loncat dari posisi yang dikehendaki.
7. Dalam penggunaan selanjutnya, gergaji harus berada dalam satu garis dengan
lengan dan mata.
8. Lakukan penggergajian hingga 1/2 panjang papan.
9. Keluarkan papan dari klam, dan baliklah papan sehingga ujung yang belum
digergaji berada di atas.
10. Lakukan penggergajian seperti pada awal penggergajian, sampai sayatan
pertama bertemu sayatan kedua.

b.

Gergaji potong
1. Lukislah garis batas dimana tempat gerigi gergaji akan memotong.

2. Pada pemulaan menggergaji, tempatkan daun gergaji di sisi kanan tepat


letaknya pada tempat yang dimaksud. Kemudian daun gergaji membentuk sudut
45 terhadap permukaan benda kerja.
3. Tariklah daun gergaji ke belakang sehingga menggores kira-kira sedalam 3 mm
pada sisi muka benda kerja.
4. Pada waktu mendorong gergaji, gigi gergaji menyayat kayu, langkah ini harus
dilakukan dengan tenang dan beraturan (menarik gergaji dapat dilakukan lebih
cepat, dan pada waktu mendorong berilah sedikit tekanan).
5. Jepitlah benda kerja pada bangku kerja bila menggergaji kayu kecil.
6. Potonglah
berulangkali.

kayu

dengan

mendorong

dan

menarik

daun

gergaji

7. Perhatikan dan periksalah bahwa bidang daun gergaji harus selalu tegak lurus
pada permukaan kayu.
8. Pada akhir pemotongan, peganglah ujung yang terpotong supaya kayu tidak
robek (pecah-pecah).
c.

Gergaji punggung
1. Gunakan gigi gergaji yang tajam.
2. Tempatkan kayu yang akan dipotong pada klos penggergaji.
3. Tempatkan gergaji di sudut kayu, dibantu dengan ibu jari tangan kiri.

4. Lakukan penggergajian dengan sudut sekurang-kurangnya 25 dan diturunkan


berturut-turut sampai 0 terhadap bidang kayu pekerjaan.
5. Lakukan penggergajian selanjutnya dengan permukaan benda kerja
hingga s
elesai.
d.

Gergaji ekor burung


Pada prinsipnya penggunaan gergaji ekor burung sama dengan penggunaan
gergaji punggung, gergaji ekor burung digunakan pada pekerjaan halus. Misal:
pembuatan bingkai, purus, ekor burung dan lain-lain.

e.

Gergaji kurva

1. Siapkan kayu yang akan dibentuk dengan gergaji kurva, lengkap dengan
gambarnya.
2. Jepitlah benda kerja pada sebuah klam bangku kerja dan lakukan penggergajian
sesuai garis gambar.
3. Lakukan penggergajian dengan penuh hati-hati, karena mata gergaji kurva
mudah putus bila lama kena tekanan.
f.

Gergaji gerek

1. Siapkan kayu yang akan digergaji, beri batas penggergajian dengan pensil dan
beri tanda titik pada ke empat sudut yang akan di bor.
2. Tempatkan kayu pekerjaan pada bangku kerja dan jepitlah dengan klam bangku
kerja, dan lakukan pengeboran.
3. Sisipkan gergaji gerek pada sebuah lubang dan mulailah penggergajian.
4. Untuk memudahkan penggergajian jepitlah benda kerja pada bangku dengan
klam C.
5. Lakukan penggergajian hingga semua sisi terpotong dengan baik.
g.

Gergaji vinir
1. Siapkan vinir yang akan dipotong.
2. Siapkan alat untuk memotong supaya tidak mengenai bangku kerja.

3. Potonglah vinir sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan dengan satu arah
pemotongan.

2.9 Tap dan Snei


Tap digunakan untuk membuat ulir dalam secara manual. Sedangkan snei
digunakan untuk membuat ulir luar secara manual. Tap berbentuk batang berulir
luar yang mempunyai sisi alur 3 atau 4. Satu set tap berisi 3 buah, yaitu nomer 1
untuk awal pembuatan ulir, nomer 2 untuk perluasan ulir dan nomer 3 untuk 6
finishing. Dilengkapi dengan tangkai tap yang panjang lengan pemutar
disesuaikan besar kecilnya diameter tap. Untuk menentukan lubang bor yang
akan ditap, maka kita harus tahu berapa diameter mata bor (twist drill) yang
akan digunakan.

2.10 Tap ( Membuat ulir dalam )


Alat yang dipakai untuk membuat ulir dalam dengan tangan dimanakan
TAP dalam hal ini disebut saja tap tangan untuk membedakan
penggunaannya dengan yang dipakai mesin. Bahannya terbut dari baja karbon
atau baja suat cepat (HSS) yang dikeraskan.
Tiap satu set, tap terdiri dari 3 buah yaitu tap no.1 (Intermediate tap)
mata potongnya tirus digunakan untuk pengetapan langkah awal, kemudian
dilanjutkan dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk pembentukan ulir, sedangkan
tap no. 3 (Botoming tap) dipergunakan untuk penyelesaian.

Gambar 2.3 Tap


Tap memiliki beberapa macam ukuran dan tipe sesuai dengan jenis ulir
yang dihasilkan apakah itu Ulir Metrik ataupun Ulir Withworth. Berikut arti huruf
dan angka yang tertera pada Tap ( hal ini juga berlaku pada Sney).

2.11 Snei ( Membuat Ulir luar )


Setelah sebelumnya kita membahas tentang penggunaan tap untuk
membuat ulir dalam, maka pada saat ini kita akan membahas penggunaan Sney
untuk membuat ulir luar dengan bantuan tangan.
Sama halnya dengan tap, Sney juga terbuat dari baja HSS. Sney sendiri
memiliki dua macam jenis yakni Sney belah bulat dan sney segi enam. Untuk
menggunakannya Sney dilengkapi dengan rumah sney untuk pegangannya.

Gambar 2.4 Snei

Gambar 2.5 Pemegang Snei

2.12 Mesin Gurdi (Drilling Machine)


Gurdi adalah sebuah pahat pemotong yang ujungnya berputar dan
memiliki satu atau beberapa sisi potong dan galur yang berhubungan continue
disepanjang badan gurdi. Galur ini, yang dapat lurus atau helix, disediakan untuk
memungkinkannya lewatnya serpihan atau fluida pemotong. Meskipun gurdi

pada umumnya memiliki dua galur, tetapi mungkin juga digunakan tiga atau
empat galur, maka gurdi kemudian dikenal sebagai penggurdi inti. Penggurdi
semacam ini tidak dipakai untuk memulai sebuah lubang, melainkan untuk
meluaskan lubang atau menyesuaikan lubang yang telah digurdi atau diberi inti.
Mesin yang digunakan untuk melakukan proses gurdi adalah Mesin Gurdi/Drilling
Machine. Proses pembuatan lubang bisa dilakukan untuk satu pahat saja atau
dengan banyak pahat. Dalam proses produksi pemesinan sebagian besar lubang
dihasilkan dengan menggunakan Mesin Gurdi

2.13 Jenis-Jenis Mesin Gurdi


Mesin Gurdi dikelompokkan menurut konstruksi, umumnya:
a.

Mesin Gurdi portable

b.

Mesin Gurdi peka


1. Pasangan bangku
2. Pasangan lantai

c.

Mesin Gurdi vertical


1. Tugas ringan
2. Tugas berat
3. Mesin Gurdi gang (kelompok)

d.

Mesin Gurdi radial

e.

Mesin Gurdi turret

f.

Mesin Gurdi spindel jamak


1. Unit tunggal
2. Jenis perpindahan

g.

Mesin Gurdi produksi otomatis


1. Meja pengarah
2. Jenis perpindahann

h.

Mesin Gurdi lubang dalam

2.14 Perkakas Mesin Gurdi


Perkakas sebagai kelengkapan Mesin Gurdi di antaranya ragum, klem set,
landasan (blok paralel), pencekam mata bor, sarungpengurang, pasak pembuka,
boring head, dan mata bor.
a.

Ragum

Ragum untuk Mesin Gurdi digunakan untuk mencekam benda kerja pada saat
akan di bor.
b.

Klem set
Klem set digunakan untuk mencekam benda kerja yang tidak mungkin dicekam
dengan ragum.

c.

Landasan (blok paralel)


Digunakan sebagai landasan pada pengeboran lubang tembus, untuk mencegah
ragum atau meja mesin turut terbor.

d.

Pencekam mata bor


Digunakan untuk mencekam mata bor yang berbentuk silindris. Pencekam mata
bor ada dua macam, yaitu pencekam dua rahang dan pencekam tiga rahang.

e.

Sarung bor (drill socket, drill sleeve)


Sarung bor digunakan untuk mencekam mata bor yang bertangkai konis.

f.

Mata bor
Mata bor merupakan alat potong pada Mesin Gurdi, yang terdiri dari bor spiral,
mata bor pemotong lurus, mata bor untuk lubang yang dalam (deep hole drill),
mata bor skop (spade drill), dan mata bor stelite.

Kikir Sebagai Alat Kerja Bangku

Kerja bangku merupakan kerja yang dilakukan langsung oleh tangan. Alat-alatnya
disebut alat-alat tangan. Alat-alat tangan yaitu alat-alat yang tidak menggunakan
mesin atau energi luar. Alat kerja bangku yang dikerjakan dengan tangan sematamata digunakan untuk memudahkan atau meringankan kerja bangku kita.

Alat-alat kerja bangku diantaranya : kikir, ragum, gergaji, obeng, vernier caliper,
meja, palu, tang, snie, stap, drifftang, pahat, square, dll. Dalam hal ini kita akan
membahas salah satu alat dari kerja bangku yaitu kikir atau file.

Kikir dibuat dari steel dan dikeraskan sampai batas minimum 62 Hrc. Kikir umumnya
sedikit cekung membujur ke permukaan. Kalau tidak begitu, akan banyak gigi yang
kontak dengan permukaan.

Kikir diklasifikasikan menurut tiga prinsip yaitu nama, ukuran, bentuk, dan jenis gigi
potong pada permukaan. Kikir, menurut bentuknya diklasifikasikan menjadi
beberapa macam, yaitu :

Kikir Flat
Kikir ini digunakan untuk mengikir permukaan luar yang luas dan membutuhkan
kerataan atau level juga dapat digunakan untuk mengikir permukaan dalam dengan
syarat lebarnya harus lebih besar dari lebar kikir.

Kikir Segiempat
Kikir ini digunakan untuk mengikir alur sempit dengan permukaan lubang segiempat
bagian dalam.

Kikir Segitiga
Kikir ini digunakan untuk mengikir sudut 60 0 atau lebih dan untuk mengikir
permukaan lubang yang berbentuk segitiga.

Kikir Bulat
Kikir ini digunakan untuk mengikir alur dengan kerataan radius dan juga mengikir
permukaan lubang dengan radius kecil.

Kikir Setengah Bulat


Kikir ini digunakan untuk mengikir permukaan yang cekung dengan radius yang lebih
besar dan dapat untuk mengikir sudut 35 0 atau lebih dan juga dapat untuk mengikir
permukaan yang flat.

Kikir Bujur sangkar


Kikir ini digunakan untuk mengikir sudut 150 atau lebih dan juga dapat mengikir
roda-roda gigi atau dolburing.

Sedangkan kikir menurut jenis gigi potong pada permukaan diklasifikasikan menjadi
dua, yaitu:

Kikir Gigi Tunggal


Gigi kikir ini cenderung miring 600 ke tepi dalam satu arah saja

Kikir Gigi Ganda


Kikir ini memiliki dua set gigi yang berpotongan dengan yang lain, gigi pertama
miring 600 dan gigi kedua 700-800

Kikir ganda tunggal tidak dapat untuk mengikir material dengan cepat seperti kikir
gigi ganda, tetapi hasil pengikiran kikir tersebut lebih halus daripada kikir gigi ganda.