Anda di halaman 1dari 4

Defekasi atau buang air besar harus ada dalam 3 hari post partum.

Bila ada
obstipasi dan timbul koprotestase hingga skibala tertimbun di rektum, mungkin
akan terjadi febris.
Faktor-faktor yang menyebabkan BAB biasanya tertunda selama 2-3 hari sebagai
berikut :
1. Enema pre persalinan
2. Ketakutan akan rasas sakit, takut jahitan terbuka, atau karena adanya
haemoroidl wasir
3. Kerja usus cendrung melambat setelah melahirkan
4. Diit cairan, obat-obatan analgesik selama persalinan
Anjurkan ibu untuk
1. Melakukan kembali kegiatan makan
2. Asupan cairan yang adekuat dan diit tinggi serah. Faktordiit memegang
peranan penting dalam memulihkan faal usus
3. Ambulasi dini secara teratur (Menurut Huliana, Mellyna, 2003, Perawatan Ibu
Pasca Melahirkan)
Pemberian obat-obatan untuk pengaturan kerja usus kerap kali bermanfaat pola
penanganan yang khas jiak belum bekerja dengan baik pada hari 2-3 post
partum.
1. Malam kedua agarol / emilk of magnesia 15 ml
2. Malam ketiga tablet colocyl
3. Hari ke empat suppositana gliverin / sedikit enema (pil yang dibuat dari
bahan yang mudah mencari dan mengandung obat-obatan untuk dimasukkan ke
dalam liang anus) ini penting untuk menghindarkan gangguan pada kontraksi
uterus yang dapat menghambat pengeluaran cairan vagina 9menurut Farrer,
Helen, 1999, Perawatan Maternitas)

Kejadian gangguan saat buang air besar (BAB) merupakan kejadian yang sangat tidak
mengenakkan dan sangat mengganggu. Perut terasa sakit, kejang bahkan kadang disertai
perdarahan. Gangguan ini juga dikenal sebagai sembelit atau konstipasi. Kejadian sembelit
bisa dialami siapa saja, tidak saja pada usia produktif (terbanyak) namun juga pada bayi, anak
dan lansia (> 65 tahun). Ternyata wanita mengalami sembelit lebih sering dibandingkan lakilaki !
Konstipasi/sembelit merupakan keadaan dimana terjadi perlambatan pergerakan feses dalam
usus besar, sehingga terjadi kesukaran dalam BAB. Hal ini sering berhubungan dengan
pengerasan feses yang berlebihan sehingga sulit untuk dikeluarkan yang dapat menyebabkan
kesakitan hebat pada penderitanya.
Menurut Bradley, kejadian sembelit pada ibu hamil mencapai lebih dari 50 %. Separuhya
dialami pada trimester pertama dan kedua, menurun pada trimester ketiga dan meningkat

kembali pada masa nifas. Di Indonesia menurut data survei Indonesian Medical Diagnose
2007 tercatat 64.000 pasien datang ke kandungan dengan keluhan sembelit.
Zarate mengungkapkan gejala sembelit dapat bermacam-macam antara lain: (1) Tidak
teraturnya BAB, dalam 7 hari kurang dari 3 kali (2) Merasa tidak tuntas dalam BAB, meski
BAB tiap hari (3) Mengejan saat BAB (4) Merasa sakit saat BAB (5) Kejang perut bawah (6)
Perlu waktu lama untuk BAB (7) Feses keras (8) Evakuasi feses secara manual/menggunakan
alat bantu (9) Feses bulat kecil-kecil seperti kotoran kambing.
Sembelit pada saat hamil dapat disebabkan beberapa faktor : (1) adanya peningkatan hormon
progesteron yang membuat otot relaksasi. Tujuannya agar rahim tidak berkontraksi dan tetap
tenang sepanjang usia kehamilan, namun ternyata relaksasi otot berpengaruh juga pada otot
polos lainnya seperti otot pembuluh darah dan pencernaan (lambung dan usus). Akibatnya
terjadi perlambatan pergerakan usus besar. Lamanya waktu transit di usus mengakibatkan
penyerapan air oleh usus besar dari feses semakin banyak besar sehingga feses akan memadat
dan mengeras. (2) Adanya faktor tekanan mekanik pada usus akibat rahim yang semakin
membesar. (3) Sembelit juga diperparah dengan obat/suplemen yang biasa di konsumsi oleh
ibu hamil yaitu zat besi dan kalsium yang mengandung logam berat yang berpengaruh pada
massa feses. Pada masa nifas seringkali berkaitan dengan masih ada rasa nyeri akibat luka
jahitan, susah bergerak atau takut jahitan akan jebol jika banyak bergerak atau BAB.
Secara umum penyebab sembelit pun ternyata bermacam-macam., yaitu : (1) Kurang makan
mengandung serat seperti: diet rendah serat, makanan cepat saji, (2) Kurang cairan: hindari
minuman penyebab dehidrasi seperti kafein, soda, alkohol (3) Kurangnya aktifitas: pasien
berbaring lama di tempat tidur, lansia, bayi (4) Obat-obatan yang mengandung logam berat
seperti: obat maag/antasida (mengandung alumuniun, kalsium), obat tekanan darah tinggi
(calsium chanel blocker), suplemen zat besi, suplemen kalsium, atau obat penghilang kontrasi
otot seperti : anti nyeri (narkotik), obat anti parkinson, anti pasmodic, antidepresan, diuretik,
antikonvulsan. (5) Kondisi saat hamil dan nifas dimana terjadi perubahan hormonal dan
rahim yang membesar sehingga menekan usus (6) Proses penuaan (aging) dimana terjadi
ganguan dalam sistem persarafan dan perlambatan metabolisme sehingga berkurang aktifitas
otot pencernaan (7) Penyalahgunaan pencahar/laksatif yang menyebabkan ketergantungan
(dapat terjadi otot usus yang malas bekerja atau dinamakan Lazy bowel syndrome) (8)
Kebiasaan menahan BAB (9) Penyakit spesifik dimana terjadi gangguan saraf, metabolisme,
hormonal yang memperlambat pergerakan tinja.(10) Ada penyakit pada pada usus besar dan
rektum: adanya sumbatan (obstruksi) usus, perlengketan pada usus, adanya luka pada mukosa
usus, tumor divertikulosis, adanya massa/tumor pada usus, penyempitan pada usus kolorektal,
penyakit hirchsprung (11) Psikis : stress dan depresi
Apabila tidak ditangani secara tepat sembelit dapat mengakibatkan komplikasi seperti: Wasir
(hemoroid), Fisura ani (adanya luka pada anus akibat feses yang besar dan keras), Fistula ani
dengan timbulnya luka terinfeksi yang dapat membentuk saluran di bagian rektum yang
berisi nanah, bahkan pada sembelit berkelanjutan dapat mengakibatkan kanker usus

Nah bagaimana cara pencegahan dan pengobatan sembelit? Cara paling penting dan utama
adalah modifikasi pola hidup sehat, yaitu: konsumi makanan tinggi serat (dari sayuran dan
buah-buahan), banyak minum air 2-3 liter per hari ( dan menghindari kafein, minuman
ringan, alkohol, serta banyak bergerak (dapat ditambah dengan melakukan latiha Kegel untuk
memperkuat otot panggul). Jika perlu diskusikan obat-obatan yang diminum dengan dokter.
Apabila belum juga berhasil maka terkadang perlu bantuan obat. Obat yang digunakan
sebaiknya efektif, bekerja cepat, aman, nyaman digunakan dan bekerja lokal pada rektum
yang berfungsi melunakkan dan melicinkan feses.

Konstipasi adalah sebuah keadaan ketika frekuensi buang air besar (BAB) terjadi
kurang dari 3 kali dalam satu minggu. Konstipasi juga bisa ditengarai dari bentuk
kotoran yang keras seperti kotoran kambing.

Sulit Buang Air Besar


Beberapa faktor, baik fisik maupun psikologis (kejiwaan), dapat menunda kembalinya fungsi
normal usus setelah melahirkan. Salah satu faktor adalah otot-otot perut yang membantu
proses pembuangan telah mengalami peregangan selama kelahiran, sehingga menjadi kurang
efektif dalam melakukan tugas ini. Selain itu, penyebab lainnya adalah karena usus besar
mungkin mengalami trauma selama persalinan sehingga menjadi lamban dalam bekerja.
Namun demikian, faktor terbesar yang menyebabkan hambatan untuk buang air besar adalah
faktor psikologis seperti takut jahitan terbuka, malu, atau perasaan tertekan. Berikut ini
beberapa cara untuk memperlancar proses buang air besar:

Hendaknya ibu menghilangkan kekhawatiran untuk buang air besar, salah satunya
adalah jangan terlalu takut jika jahitan akan terbuka.

Makan makanan yang berserat (sayur dan buah) dan banyak minum air.

Jika kondisi memungkinkan, segera bangun dan berjalan-jalan

Usahakan untuk segera ke toilet (jangan menunda) saat merasakan dorongan untuk
buang air besar.

Wasir
Wasir atau ambeyen disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada anus atau
dubur. Keadaan ini bisa menyebabkan nyeri, gatal, panas, dan kadang berdarah. Wasir ada
dua macam, yaitu wasir internal (berada di dalam) dan wasir eksternal (berada di luar).
Seringkali ibu hamil mengalami wasir, terutama pada trimester (3 bulan) terakhir dari masa
kehamilannya.

Pada waktu persalinan, terjadi tekanan keluar yang kuat pada anus, dan tekanan ini dapat
memperparah wasir yang sudah ada atau membentuk wasir yang sebelumnya belum ada. Ada
beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak enak dan mempercepat
penyembuhan wasir, yaitu:
1. Pertahankan keteraturan buang air besar supaya tidak terjadi sembelit (susah buang air
besar, biasanya karena tinja yang keras) yang akan memperparah keadaan wasir.
2. Ibu dapat memilih untuk melakukan kompres panas atau dingin, sesuai dengan
kenyamanan masing-masing. Atau bisa juga melakukan kompres panas dan dingin
secara bergantian. Ada beberapa ibu yang lebih nyaman dengan duduk berendam di
air hangat selama 20 menit, namun ada juga yang justru lebih suka dengan kompres
dingin.
3. Tidur atau berbaring dalam posisi miring, dan hindari posisi telentang.
4. Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Gunakan bantalan yang empuk ketika duduk.
5. Jika wasir sangat mengganggu dan tidak kunjung reda, periksakan ke dokter.
Biasanya dokter akan meresepkan obat yang dimasukkan lewat anus.