Anda di halaman 1dari 4

Bab 5 Katalis dan Katalisis

Etilen paling banyak diproduksi (ranking 1)


mis:polietilen untuk plastik
25% pake katalis homogen dan 75% pake katalis
heterogen. 90% industri pake katalis.
Keuntungan menggunakan katalis :
1. Meningkatkan sintesis bahan.
2. Selektif, sehingga meningkatkan sintesis bahan yang
diinginkan
3. Proses menjadi bersih (clean processes)
4. Memproduksi produk kualitas tinggi
5. Dengan adanya katalis, hanya dibutuhkan tekanan &
Temperatur yang lebih kecil
Ratio waste/produk semakin besar, maka selektivitas
semakin kecil.
Fine chemical dan pharmaceuticals lebih banyak
memakai katalis heterogen
Turunan etilen : teflon, polietilen (plastik) HDPE,
LDPE, LLDPE
Turunan ammonia : ammonium nitrat, ZA(ammonium
sulfat), urea
Fine chemicals produksi hanya puluhan (tidak
banyak), harganya lebih mahal daripada bulk
chemicals. Contoh fine chemicals: obat obatan.
Katalis bisa mengurangi ongkos produksi.
Bulk chemicals produksi besar besaran, harganya
murah.
Jumlah produk yang didapat dari bahan baku hanya
sedikit dalam produksi fine chemicals sehingga
digunakan katalis untuk meningkatkan selektivitas.
Tanpa katalis, temperatur yang digunakan harus tinggi,
dengan katalis, temperatur bisa diturunkan (Low energy
consumption).
Katalis hanya mengubah kinetika reaksi, dan tidak
mengubah
harga
termodinamikanya
atau
kesetimbangan reaksi.
Katalis umumnya memiliki harga yang mahal.
Peran katalis penting dalam berbagai sektor Industri:
1. turunan minyak bumi & bulk chemicals pake
katalis homogen.
2. Fine chemicals & pharmaceuticals katalis
heterogen.
Kalau pori katalis semakin banyak Luas permukaan
katalis per gram semakin besar.
Katalis dapat gagal berfungsi karena ikatan dengan
reaktannya terlalu lemah. Ikatan antara katalis dengan
produk dan produk samping terlalu kuat sehingga
katalis teracuni.
Produk menempel di permukaan katalis/produk
samping menutupi permukaan katalis menyebabkan
Catalyst Poisoning.
Temperatur terlalu tinggi mengakibatkan permukaan
katalis ditutupi karbon (deposit karbon) dalam distilasi
minyak bumi. Cara untuk menghilangkan karbon dari
permukaan katalis adalah: dengan membakar katalis.
Karbon yang terbakar akan menghasilkan panas yang
dapat digunakan untuk steam. Apabila tidak ada cara
untuk meregenerasi katalis, katalisnya harus diganti
Katalis penting karena sifatnya : (Katalis yang
Ideal)
1. Selektivitas merupakan fungsi yang paling
penting. Produk samping dapat diminamilisir
2. Kestabilan katalis harus bisa dipakai dalam jangka
waktu yang lama (minimal 1 tahun). Katalis digaransi
asal mengikuti prosedurnya. Katalis baru yang modern
bisa bertahan 3-5 tahun
3. Keaktifan katalis harus bisa mempercepat laju
reaksi secara signifikan

4. Harga/Biaya harga katalis bergantung pada


kualitas dan umur katalis
Tipe Tipe Katalis
1. Katalis homogen reaktan & katalis berada dalam
1 fasa (cair/gas)
2. Katalis heterogen : reaktan dan katalis berbeda
fasenya (katalissolid, liquid, maka reaktanliquid,
gas)
3. Biokatalis (paling selektif) : katalis alami yang terdiri
dari protein. Contohnya: Enzim. Enzim adalah asam
amino yang bergabung dengan ikatan peptida. Enzim
merupakan katalis paling efisien, sangat aktif, sangat
selektif (lock & key antara enzim & substrat).
Temperatur tidak jauh dari suhu ruang dan pHnya tidak
ekstrim (5-8). Contoh enzim : Amilase
Enzim (digolongkan sebagai katalis homogen) untuk
keperluan industri dibuat dari mikroorganisme secara
intraseluler dan ekstraseluler.
Properties
Katalis homogen
Katalis heterogen
Activity
Varying
Varying
Selectivit
High
Low
y
Reaction
Mild
Drastic
Condition
Variety
Aplication
Catalyst
Separation

of

Limited

High

Difficult

Easy

Katalis memiliki selektivitas 75% terhadap produk,


berarti 75% rekatan yang bereaksi menghasilkan
produk, sedangkan 25% reaktan menghasilkan produk
sampingan. Selektivitas katalis heterogen tidak setinggi
selektivitas katalis homogen.
Katalis heterogen dapat berfungsi dalam keadaan
ekstrim (T diatas 2000C, P tinggi). Katalis homogen
tidak berfungsi (rusak) pada keadaan ekstrim.
Katalis homogen penggunaannya terbatas, karena
mekanismenya Lock & key, katalis berupa ion
kompleks hanya bisa berpasangan dengan minimal 1
pasangan elektron bebas.
Katalis heterogen mampu mengkatalisis berbagai jenis
reaksi, karena bentuk/struktur katalis padatan yang
berbagai bentuk.
Katalis heterogen karena berbeda fasa dengan reaktan,
maka mudah dipisahkan. Katalis homogen tercampur
dalam produk dan sulit dipisahkan.
Contoh Contoh Katalis
1. Zeolit zelit atau Molecular Sieve adalah suatu
material yang dapat menyaring molekul dan partikel,
sehingga hanya molekul tertentu yang dapat masuk
zeolit (selektivitas). Zeolit sebagai tempatmenempelnya
gugus asam atau basa sebagai pusat aktif sehingga
zeolit padat berfungsi sebagai katalis. Zeolit dapat
dibuat dengan ukuran yang diinginkan sehingga dapat
menyaring molekul tertentu yang dapat masuk ke pori.
(di dalam pori pori katalis, 95% terdapat pusat aktif
katalis).
Reaktan yang ukurannya lebih kecil dari pori pori
bisa masuk ke pori pori dan masuk ke pusat aktif
katalis. Reaktan yang ukuran besar tak dapat masuk
pori pori zeolit menyeleksi reaksi yang terjadi.
Zeolit digunakan untuk pengolahan limbah.
Zeolit dari alam memiliki kekurangan:
1. Ukuran pori zeolit dari alam bervariasi/tak seragam
kurang selektif.
2. Keaktifan (pusat aktifnya) terlalu sedikit Kinerja
katalis kurang baik
2. Kristalin silika
Pusat aktif berupa logam Cu dan Zn yang menempel
pada silika.
3. Katalis Asam :H2SO4, HNO3

4. Katalis Organokatalis Memiliki struktur senyawa


organik. Contoh : L-proline
5. Organometalic Complex Pusatnya ion logam
transisi dan dikelilingi ligan organik sehingga
membentuk komplex
Contoh Katalis Homogen: BF3 (BoronTrifluorida,
asam), L-proline, organometalic Complex (untuk
polyester condensation), enzim, porphyrin complex
(untuk epoxidation,hydroxylation), organic catalyst
(thiazolium ion), asam basa untuk hidrolisis ester.

Katalis homogen :
Reaksi tjd dlm fasa cair
Katalis umum yg dipake industry,organometalic
complex
Katalisnya dpt brupa asam lewis dlm reaksi Diels-Alder
Teori asam basa lewis : asam(terima 1 pasang e), basa
(donor 1 pasang e)
Polimerisasi adisi:dr monomer yg ada ikatan rangkap 2.
Polimerisasi kondensasi : molekul berikatan melalui rex
dan hasilin 1 molekul air
Keuntungan katalis homogen
Kinetika raksi mudah dipahami
Klo percobaan diulang, akn didapat hasil yg
sma(reproducibility). Klo pake heterogen akan sulit
didapat hsl yg sama karena rexnya kompleks. Reaksi
katalis homogen mudah di scale up.
Tidak butuh T dan P ekstrim (Mild Rx)
Semua molekul rx mdh diakses oleh katalis (efficient).
Selektivitas tinggi.
Rex mdh dianalisa pada katalis homogen

Kelemahan katalis homogen


Sensitif terhadap air dan O2
Katalis homogen tidak bsa diambil lg lalu dipke ulang.
(katalis dpt terkonsumsi stiap saat)
Susah dipisahkan produk dengan katalis.

Kerugian katalis heterogen :


Membutuhkan Temperatur tinggi, energi besar
Senyawa belerangmush utama katalis
Kinetika nya kompleks
Secara berkala harus dibuang sebagian gas seperluya.
Kalo tidak dibuang, konsentrasi CO dan CO2 terus
naik dan meracuni katalis.
Sintering
Klo panas rx cukup besar, rx geser ke kiri. Jika Rx
eksoterm, makin panas, kesetimbangan geser ke kiri.
Klo udah terlalu panas, campuran rx dikeluarkan dr
reactor,didinginkan,masukin lg ke reactor,tjdi
pemanasan,dinginin lg(pendinginan di luar reaktor scr
external)
Material support katalis hrs punya luas permukaan yg
besar.
Contoh
Al2O3,zeolite(kombinasi
silicaalumina),SiO2,silica gel.
Selain logam trasnsisi sbg pusat aktif, bnyk digunakan
pusat aktif berupa asam/basa dari -alumina untuk rx
alkilasi.
Yg lebih sering dipake sbg pusat aktif : -alumina. Bisa
jg digunakan -alumina. Keduanya mempunyai pusat
aktif asam. Total acidity menunjukan kuantitas dan
acid strength nunjukin kualitas pusat aktif. Keduanya
memiliki pusat aktif asam lewis sampai T tinggi. Jika
pada T rendah, -alumina dilapisi dengan OH (basa).
Ada keasaaman antara katalis heterogen dengan pusat
aktif logam transisi dan katalis homogen dgn
organometalic complex, yaitu ikatan kovalen koordinasi
antara logam-ligan.
Chemisorptions : pembentukan ikatan kimia pada
permukaan katalis. Contoh : pembentukan ikatan
hydrogen pada permukaan logam nkel.
Physisorption : ikatan VDW antara reaktan-katalis.
Campuran Co dan H2 disebut syn gas(synthetic
gas)campuran
serbaguna,
bisa
membuat
bensin,formaldehid dll.
Aplikasi dari katalis heterogen banyak karena
permukaan logam tidak mulus dan memiliki perbedaan
bentuk kristal logam(perbedaan susunan fasa
kristal)menghasilkan beberapa jenis pusat aktif,shg
bs menghasilkan rex yg beda2 dgn pst aktif sama.
Chemisorption ability

Rx yg melibatkan katalis homogen, melibatkan min


1 tahap di bwh ini :
Asosiasi dan Disosiasi Ligan
=>Pemutusan/penggabungan ligan dalam katalis dgn
reaktan. Memerlukan kompleks yg labilslh satu
ligan dr senyawa kompleks(katalis) harus mudah
dilepaskn, ligan dilepas agar reaktan dpt meempel
lalu terbentuk produk lalu dilepaskan spy reaktan lain
dpt menempel lagi. ligan dgn ion logam pusat terjadi
ikatan kovalen koordinasi. Contoh ligan : H2O, NH3
Rx adisi atau eliminasi
=>Penambhan 1 gugus pd gugus yg bsr.
Nukleofilik attack terhadap ligan yg terkoordinasi
Reaksi redoks pada atom logam pusat.
=>Oksidasi lepas e. reduksi tngkap e
Ion logam transisi dpt membentuk kompleks dengan
ligan karena orbital logam transisi belum terisi penuh
(orbital d)
Katalis heterogen(harus high termal conductivity gives
uniform fluid flows and low pressure dropideal) :
Katalis yg fasanya beda dgn reaktan
Umumnya berupa padatan (seperti : pasir,kerikil,tablet)
Katalis heterogen berupa multifasa. Contoh:
Cu,Zn,silicaada 3 fasa.
Biasanya yg dipke katalis heterogen: logam transisi
yang disebar menempel dlm permukaan berpori. Pori
untuk katalis sangat kecil(<1mikro m)
Material berpori(missal silica) merupakan tempat
logam transisi menempel(Cu,Zn)
SiO2ikatan kovalen raksasa(ikatan Si dgn O dan Si
lain berikatan membentuk struktur 3dimensi.
Permukaan SiO2 sangat berpori. Lalu dimasukkan

pusat aktif(Cu,Zn) ke dlm setiap pori SiO2. Reaktan


masuk ke pusat aktif akn bereaksi menghslkan
produk.
Katalis heterogen ada pusat aktif, logam, support
(material yg sgt berpori) sebagai tempat menempel
pusat2 aktif berupa logam transisi. Katalis berfungsi
dgn baik bila dipilih material yg sgt berpori(material
support).
Alkena(dibuat dr cracking hidrokarbon) mahal, karena
dapat dibuat berbagai polimer dari turunan alkena (PVC
dll). CH3-CH=CH2 + H2 CH3CH2CH3
Katalis yg tadinya tidak berikatan, mengikat propena yg
sudah melepas ikatan pi().
Keuntungan katalis heterogen :
Pemisahan katalis dgn produk mudah dilakukan
Stabil pada Temperatur tinggi
Low sensitivity to water & O2
Pada zeolite, ada shape selectivity (menyaring molekul
dgn ukuran tertentu)
Katalis dpt diregenerasi bila terjadi deposit karbon dgn
membakarnya.(menghsilkan CO2) lalu katalis
dimasukkan kembali.

Chapter 6. Industrial Catalysis


Reaksi dikendalikan dlm industri kimia untuk
mendapatkan :
Yield yang tinggi ( high konversi dan selektivitas)

Laju produksi yang tinggi (Produktivitas tidak


menurun)
Menggunakan temperatur yang rendah
Katalis selektif karena chemisorption (kecocokan
dengan pusat aktif) dan ukuran pori
Industrial catalyst have important characteristics:
Spesifik or selektif
Homogen dan heterogen
Jumlah katalis ditambah sedikit, <1%
Ea<170kJ/mol; (enzyme 35-50kJ/mol)
Kriteria Katalis yang dinginkan dan urutan
prioritasnya :
Selektif (menghasilkan produk utama lebih banyak
daripada produk sampingan.)
Stabil (Long Life Time) umurnya 3-5 tahun, diganti
karena porinya rusak dan pusat aktifnya menurun
(sintering), luas permukaan berkurang. Pusat aktif
bisa ditambahkan pori-pori tetapi yang rusak tidak
bisa diperbaiki.
Aktif Laju reaksi meningkat seketika
Relatively Cheap Harga sebanding dengan performa
katalis (umur)
Kriteria tambahan untuk katalis heterogen :
Konduktivitas termal harus tinggi supaya temperatur
katalis dalam unggun menjadi seragam. Hot spot
(titik panas) dapat memperpendek umur katalis. Hot
spot terjadi bila konduktivitas termal rendah
Memberikan laju reaksi yang cepat dan hilang
tekan yang wajar, serta aliran fluida diharapkan
seragam (uniform).

Heterogeneous Industrial Catalysts (Solid Catalysts)


Bagian dari katalis solid (heterogeneous) :
Pusat Aktif
Bagian yang mempercepat reaksi dan menyeleksi
reaksi. Pusat aktif dapat berupa : Logam transisi
(monometalic atau bimetalic), asam, basa, anion
sulfida, dll. Tempat terjadinya chemisorption (reaksi di
permukaan). Dapat terdeaktifkan secara atau temporan
atau permanen (racun katalis).

Support
Tempat menempelnya pusat aktif. Memberikan area
permukaan yang tinggi dan menaikan active site
reactivity. Yang harus diperhatikan dalam memilih
support adalah inert (tidak mudah teroksidasi atau
tereduksi), stabil dalam kondisi reaksi (T,P), kekuatan
mekanik yang besar untuk menahan tekanan reaktor
yang tinggi ,bisa diregenerasi jika terkena racun
temporary, biaya, memiliki luas area yang sangat besar
(berpori), tidak mudah rusak dan porositas.
Contoh support yang baik : alumina, silica, aluminasilica(zeolith), karbon aktif.
Contoh support lainnya :
-MgO (rather poor mechanical strength)
- ZnO (poor stability as prone to reduction)
- Cr2O3 (acid sites cause undesirable reactions)
-TiO2 (highly stable at high T, but expensive)
Karbon aktif cocok untuk reaksi yang melibatkan
molekul-molekul dengan ukuran yang besar. Contoh :
molekul minyak (pori-pori karbon aktif cukup besar).
Promoters (menaikan performa katalis secara fisik
(textural) maupun kimia (structural)).
Fungsinya sebagai aditif. Promoter bersifat optional,
tergantung kondisi reaktan. Fungsi dari promotor
adalah merubah struktur elektron dari katalis,
menjadikan katalis tahan racun, mengurangi sintering
dan meningkatkan ketahanan thermal katalis.
Difusi menyebabkan laju reaksi menjadi lebih lambat
pada katalis heterogen oleh karena itu, digunakan T dan
P tinggi untuk mempercepat reaksi
Katalis Homogen tidak ada peristiwa difusi.
Homogeneous Industrial Catalysts
Sebagian besar yang digunakan adalah organometalic
complex, logam transisi (complexes-compounds with
metal-C bonds)
Harus ada minimal 1 ikatan antara logam pusat dengan
ligan yang labil (syarat organometalic complex)
Keaktifan berasal dari ligan organik yang terikat secara
kimia ( H, CO, alkenes-bound to the metal center (d
orbitals) )
Aturan 16-18 Elektron
Molekul yang memiliki 16 elektron mempunyai tempat
kosong (unsaturated) yang dapat diisi dengan molekul
lain membentuk molekul yang memiliki 18 elektron
(saturated), kemudian pecah menjadi 16 elektron lagi,
dst...
Contoh : HCOI(CO)4
CoI : atom pusat Co+1 (ligan ada 5 : 4 CO dan 1 H

Aplikasi katalis homogen dalam sektor industri :


polimerisasi, hidrogenasi, reaksi dengan CO.
Contoh dari penggunaan katalis homogen dalam
industri :
Oxo synthesis : hydroformylation of propene with CO
and H2. Main products are 1-butanol and 2-ethyhexanol
via initial product butyraldehyde.
Acetic acid production by carbonylation of methanol
with CO
Wacker Process : selective ethylene oxidation to form
acetaldehyde
Oxidation of cyclohexane producing cyclohexanone
and cyclohexanol
Oligomerization of ethylene : synthesize long-chain
straight olefins for detergens, plasticizers, and
lubricants.
Olefin polymerization in the manufacture of high
molecular weight polyolefins (polyethylene and
polypropylene)
Suzuki Coupling : cross coupling between
organoboronic acid and halides, digunakan dalam fine
chemicals production.
Contoh
dari
enzyme
catalyzed
reactions
(homogeneous industrial) berdasar tipe reaksinya :
1. oxidoreductase (oxidation-reduction reactions)
2. transferases (trans of chem group from one substrate
to another or form one part of substrate to another)
3. hydrolases (hydrolisis reactions)
4. lyases (elimination of groups from adjacent atoms or
addition of groups to double bonds)
5. isomerases (rearrangement of atoms in a molecular
structure)
6. ligases (formation of bonds to groups with
hydrolysis) = Penggabungan.
Contoh enzyme catalysed reactions :
1. production of acrylamide from water addition to
acrylonitrile using nitrile hydratase enzyme.
Acrylamide is a base molecule for water-soluble
polymers used as flocculants, paper mill, surface
coatings, etc
2. sintesis aspartam, 200 kali lebih manis dari sukrosa
(low kalori), menggunakan thermolysin enzyme.

1.Bulk
- hydrogenation reaction, eg in margarine production
- Methanol syntesis
- selective oxidation of alkene, eg ethylene oxide,
acrolein, maleic anhydride and phthalic anhydride
production
- olefin polymerization
2.Fine Chemicals
- Catalytic hydrogenation dalam produksi vitamin
- Proses Oksidasi contoh produksi citral
- Catalytic C-C linkage, eg ibuprofen (analgesic)
production

1.
2.

Chapter7 Kinetics of Homogeneous Catalytic Reactions


Laju reaksi tak berkatalis dinyatakan dengan Power
Law. Katalis menurunkan energy aktivasi.
Laju reaksi MEKANISTIK berdasarkan 2 fakta:
Tiaptahapan=rx.elementerordereaksi=koef.reaktan
Ada1tahapanyglebihlambatRateDeterminingStep

Vmax = k Eo

Km =

1
k

k1 [A] [E] = k -1 [AE]


K1 [A] [E] = [AE]
Menghitung [E] dari neraca enzim
[E]0 = [E] + [AE] + [A2E]
[E]0 = [E] + K1 [A] [E] + K2 [A] [AE]
[E]0 = [E] + K1 [A] [E] + K2 [A] K1 [A] [E]
[E] =

k 2 K 1CH 2Co Cwo


Ca
(1+ K 1Co+
)
K3

[E]o

Penyelesaian dengan initial rate method

Ca
K3

1+ K 1 [ A ] + K 2[ A] K 1[ A ]
= 0 karena saat awal CA blom terbentuk
Jadi roverall =

k 3 K 2[ A ] K 1 [ A ] [ E ] o
1
1
1
1
1+1K 1 [ A ] + K 2[ A] K 1[ A ]
=
+
r ov k 2 K 1 CH 2 Co Cwo K 2 CH 2 Cwo

CA,0 = 0
Dilakukan linierisasi sehingga didapat

Example 4

k = A.

Example 2

[E]0 = 5 gr/L
[E]0 = 0,001 gr/L
Vm = 1,33 mol/L.s
[urea]0 = 0,1 mol/L
Km = 0,0266 mol/L
t=?
Km dalam reactor = Km studi kinetic = 0,0266 mol/L
Vm = kr [E]0

Vm 1 k r [ E ] 0,1
=
Vm 2 k r [ E ] 0,2

Laju reaksi Michaelis-Menten

r=

roverall = rrds = k2 CH2 Cw*


pada rx 1 saat setimbang
r1 maju = r1 mundur
k1 Cw C0 = k -1 Cw*
Cw* = K1 Cw C0
Maka roverall = k2 CH2 K1 Cw C0
Pada rx 3 saat setimbang
r3 maju = r3 mundur
k3 Cw** = k -3 CA Cw

Ca Cw
K3

Neraca katalis : Cw0 = Cw + Cw* + Cw**


Cw0 = Cw + K1 Cw C0 +

Ca Cw
K3

Overall Reaction
R-CH=CH2 + CO + H2 R-CH2-CH2-COH
Dengan Katalis Co

Dari rx 1 :

exp( - Ea/ R .T)


Example 1

Cw**

Contoh penggunaan katalis heterogen dalam


industri berdasarkan tipe produk :
1.produksi bahan kimia organik dan inorganik
2. crude oil refinery dan petrochemical industri
Contoh katalis heterogen dalam industri pembuatan
1.Primary Reformer Ni based
2. Water Gas Shift Reactor HTSC : Fe based , LTSC:
Cu based
3. Methanator - Ni based
4.NH3 Reactor promoted Fe
Contoh penggunaan katalis heterogen dalam
industri untuk bulk dan fine chemicals :

Jadi roverall =

Vmax [ S ] o
Km+ [ S ] o

linierisasi

1 Km 1
1
=
+
r Vm [ S ] o Vm

1,33
5
=
Vm 2 0,001
Vm2 = 2,66 x 10-4 m/s

Dengan metode integrasi

dCs
dt

=r=

Cs
)
Cso
1
Vm
t
=

(CsoCs) Km Km (Cso

Vm Cs
Km+Cs

ln (

integral
Hasilnya t = 832,6975

Cs
CsoCs
ln (
)
X=
Cs o
1
Vm
t
Cso
=

(CsoCs) Km Km (CsoCs)
Example 3

3 tipe inhibitor
1.
Competitive inhibitor

1
1
1 Km
=
+
(1+
(rs) Vm [S] Vm

Cw =

Cwo

2.

Ca
(1+ K 1Co+
)
K3

X Cso = Cso - Cs

Uncompetitive inhibitor

[I ]
1
1
1
=
(1+
)+
(rs) Vm
K I [S ]
roverall = rrds = k3 CA2E
dari rx 2 :
k2 [A] [AE] = k -2 [A2E]
K2 [A] [AE] = [A2E]
Maka roverall = k3 K2 [A] [AE]

3.

Noncompetitive (mixed) inhibitor

[I]
1
1
1 Km
[ I]
=
1+
+
(1+
)
(rs) Vm
K I [ S ] Vm
KI

Hal ini ditunjukan dengan koefisien Knudsen


diffusivity (Dk).

rads = rdes kads CA v = kdes A A = KA CA v


v + A = 1 v + KA CA v = 1 v =

Monomolecular heterogeneous catalytic reaction

1
(1+ KaCa)

Chapter8Kinetics of Heterogeneous Catalytic Reactions


PART I. DIFUSI
Reaktan membentuk ikatan dengan permukaan aktif
katalis lalu bereaksi dan terbentuk produk.
Konveksi adalah peristiwa perpindahan massa karena
dialirkan fluida yang bergerak.
Difusi adalah perpindahan massa akibat terjadinya
perbedaan konsentrasi( antara dua fluida yang
stagnant/diam)
Terdapat lapisan tipis film yang membungkus
permukaan terluar dari partikel katalis(lapisan imajiner)

jadi A = KA CA

1
(1+ KaCa)

Kasus 2 : Two different Adsorbates case

1.

Rds pada surface reaction

2.

Rds saat adsorpsi A

Kasus 3 : Single Adsorbate + 1 inert

Kesimpulan
1.
Rds pada surface reaction
Temperature rendah, nilai thiele kecil, i = 1
R obs = k. Cb
2.
Rds pada internal pore diffusion
Pada suhu sedang : r obs = k obs . Cb . i
3.
Rds pada external pore diffusion
Pada suhu tinggi : r obs = a . Cb

Step3, 4 ,5 merupakan chemical step / chemical


phenomena/mickrokinetics.
Step 1267 adalah physical step / transport phenomena.
Step 1 7 adalah makrokinetics.
Pada system periodic unsure logam yang semakin kiri
atas semakin mudah adsorpsi dan desorpsi.

Kalo 1/k besar dan 1/ kecil ada di Regime kinetic


Kalo 1/k kecil dan 1/ besar ada di Regime external
diffusion.

Kasus 4 : system bimetallic catalyst (pusat aktif ada 2)

Bab 8 Part II
Adsorption Isotherm Freundlich

Regime adalah daerah terjadinya rds.

1.

2.

3.

Difusii internal, untuk katalis yang memiliki pori ,


disebut juga difusi molecular / difusi pori
Difusi pori/koefisien efektif difusi (De) dipengaruhi
oleh :
Factor porositas dari parikel katalis (Ep)
Parikel yang banyak poriny maka difusi ( perpindahan
dari luar ke dalam) semakin mudah karena jalan
masuknya banyak
Tortuosity()
Ukuran tingkat kerumitan partikel katalis. Semakin
bercabang dan bekelok kelok pori katalis, semakin
besar nilai toruosity , difusi akan semakin sulit.
Tumbukan molekul reaktan dengan dinding

x
m

= k P1/n

x = besaran teradsorpsi ;

m = massa
P = tekanan
Kasus 1 : Single adsorbate

Kasus 5 : Single adsorbate with dissociation

3.

Rds saat desorpsi produk


1.

Rds pada surface reaction


3.
2.

Bimolecular heterogeneous reaction Eley Rideal


Rds pada surface reaction

Bimolecular heterogeneous reaction Langmuir


Hinselwood

Rds saat adsorpsi A

Rds saat desorpsi R