Anda di halaman 1dari 4

Terdapat dua cara pengisian packing, yaitu:

1)

Random Packing
Jenis random packing yang digunakan, yaitu:

a) Rasching ring
b) Lessing ring
c) Partition ring
d) Belt saddle
e) Intalox saddle
f) Tellerate
g) Pall ring atau flexiring
2) Regular Packing
Jenis regular packing yang digunakan, yaitu:
a) Rasching ring
b) Doble spiral ring
c) Section through expanded metal packing
d) Wood grids
Cooling tower terbagi beberapa macam antara lain:
1) Menurut metode perpindahan panas
a) Wet cooling tower (cooling tower basah)
Pada Menara Pendingin jenis ini, air panas didinginkan sampai pada temperatur yang
lebih rendah dari temperatur bola basah udara sekitar, jika udara relatif kering. Seperti udara
jenuh yang melewati aliran air, kedua aliran akan relatif sama. Udara, jika tidak jenuh, akan
menyerap uap air lebih banyak, meninggalkan sedikit panas pada aliran air.
b) Dry cooler (pendingin kering)
Menara Pendingin ini beroperasi dengan pemindahan panas melewati
permukaan yang memisahkan fluida kerja dengan udara ambient. Dengan demikian akan
terjadi perpindahan panas konveksi dari fluida kerja, panas yang dipindahkan lebih besar
daripada proses penguapan.

c). Fluid cooler (pendingin fluida)


Pada Menara Pendingin ini saluran fluida kerja dilewatkan melalui pipa, dimana air
hangat dipercikkan dan kipas dihidupkan untuk membuang panas dari air. Perpindahan panas
yang dihasilkan lebih mendekati ke Menara Pendingin basah, dengan keuntungan seperti
pada pendingin kering yakni melindungi fluida kerja dari lingkungan terbuka.
2) Menurut metode pembangkitan aliran udara
a) Natural draft (penggerak udara alami)
Udara dialirkan dengan memanfaatkan gaya buoyancy melewati cerobong yang
tinggi. Udara campuran secara alami meningkat sampai terjadi perbedaan densiti dengan
udara kering, pendingin udara luar. Udara campuran panas memiliki densitas yang lebih kecil
daripada udara yang lebih kering pada temperatur dan tekanan yang sama. Buoyancy udara
campuran tersebut menghasilkan arus udara melewati menara.
b) Mechanical draft (penggerak udara mekanik)
Menara draft mekanik memiliki fan yang besar untuk mendorong atau mengalirkan
udara melalui air yang disirkulasi. Air jatuh turun diatas permukaan bahan pengisi, yang
membantu untuk meningkatkan waktu kontak antara air dan udara. Hal ini membantu dalam
memaksimalkan perpindahan panas diantara keduanya.
Menurut letak kipasnya maka Menara Pendingin dapat dibagi menjadi dua yaitu
sebagai berikut:
1) Induced draft
Kipas pada Menara Pendingin ini berada di bagian keluaran yang menghisap udara
melintasi menara.Hal ini menghasilkan kecepatan udara masukan rendah dan kecepatan udara
keluaran yang tinggi, sehingga mengurangi kemungkinan resirkulasi udara.
2) Forced draft
Pada Menara Pendingin ini kipas terletak pada bagian masukan tower, sehingga
menyebabkan kecepatan udara yang tinggi pada bagian masukan dan kecepatan yang rendah
pada bagian keluaran.Kecepatan yang rendah pada bagian keluaran menyebabkan lebih
mudah terjadi resirkulasi udara. Kerugian lainnya desain penggerak paksa membutuhkan
daya motor yang lebih tinggi daripada desain kipas pada tipe induced draft. Keuntungan
penggerak paksa adalah kemampuannya dalam bekerja pada tekanan statik yang tinggi.
3) Menurut arah aliran udara terhadap aliran air
a) Aliran crossflow
Pada tipe ini, aliran udara bergerak memotong secara tegak lurus terhadap aliran air pada
bahan pengisi. Kemudian udara melintasi menara melalui bagian keluaran udara akibat gaya
tarik dari fan yang berputar.

Gambar 2.3 (Cooling tower tipe aliran crossflow)


b) Aliran counterflow
Pada tipe ini, aliran udara pada saat melewati bahan pengisi (fill material) sejajar dengan
aliran air dengan arah yang berlawanan. Beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap
cooling water adalah sebagai berikut:
1) Make Up Cooling Water
Sebagai make up adalah filter water. Hal ini mempunyai pengaruh yang besar karena
filter water membawa beberapa komponen yang dapat mengakibatkan timbulnya deposit
maupun korosif.
2) Lingkungan Sekitar
Karena sebagai media pendingin dari air pendingin di cooling water adalah udara yang
diambil dari sekitarnya, maka tidak lepas dari kotoran atau benda asing lainnya yang dibawa
udara masuk kesistem air pendingin, akibatnya terkontaminasi.
3) Proses yang terkait
Yang dimaksud proses terkait adalah bentuk atau macam fluida yang didinginkan. Hal
ini biasanya terjadi karena kebocoran dari peralatan. Misalnya Heat Exchanger untuk
pelumas gas ammoniak atau gas sintesa apabila terjadi kebocoran akan mengakibatkan
kontaminasi air pendingin.
4) Bahan Kimia
Penggunaan bahan kimia melalui injeksi tidak terkontrol menimbulkan efek samping,
pengaruh ini lebih dominan bilamana jumlahnya semakin besar.

Gambar 2.4 (Cooling tower tipe aliran counterflow)


2.5. Fungsi Cooling Tower
Cooling tower sangat dibutuhkan oleh industri sebab cooling tower merupakan bagian dari
utilitas yang banyak digunakan. Dimana cooling tower memproses air yang panas menjadi air
yang dingin yang digunakan kembali yang bisa dirotasikan. Cooling tower salah satu alat
yang juga mengolah air untuk mengatasi masalah polusi lingkungan.
2.6. Persyaratan Proses Cooling Tower

Umumnya batasan operasi cooling tower adalah pada suhu 120oF. Temperatur air
keluar biasanya lebih rendah dari 120 oF. Pada saat temperatur air proses melebihi 120 oF
perlu dilakukan tahapan evaporasi dengan menggunakan cooler sehingga tidak terjadi kontak
langsung antar air panas dan udara.Temperatur air terendah yang mungkin didinginkan di
dalam cooling tower tergantung pada wet bulbtemperatur udara, tetapi ini bukanlah batasan
mutlak karena tekanan uap keluar dan wet bulb temperatur dalam cooling tower disebut
Approach.