Anda di halaman 1dari 1

1.

Siklus hidup dari Nemathelminthes parasit ankilostomiasis sebagai berikut : telur ->
larva rabditiform -> larva filariform -> menembus kulit -> kapiler darah -> masuk
jantung -> paru-paru ->bronkus -> trakea -> laring -> usus halus.
2. Predilesi dari Nemathelminthes parasit ankilostomiasis ditemukan daerah tropis
terutama keadaan yang menguntungkan seperti di daerah perkebunan dan
pertambangan.
3. Patologi dari Nemathelminthes parasit ankilostomiasis menimbulkan gejala yang
dibedakan menjai dua stadium yaitu stadium larva dan stadium dewasa.
4. Stadium infektif dari Nemathelminthes parasit ankilostomiasis akan terjadi bila larva
filariform menembus kulit dan ikut tertelan bersama makanan
5. Hospes dari Nemathelminthes parasit ankilostomiasis adalah defintife pada manusia
yang tempatnya pada usu halus.
6. Prevalensi dari Nemathelminthes parasit ankilostomiasis di Indonesia tinggi terutama
di daerah pedesaan sekitar 40 %.
7. Epidemiologi dari Nemathelminthes parasit ankilostomiasis terjadi pada penduduk
Indonesia dengan memanfaatkan tinja sebagai pupuk kebun dan pekerja perkebunan
biasanya kaki mereka langsung berhubungan dengan tanah tanpa adanya alas kaki.
8. Diagnosis dari Nemathelminthes parasit ankilostomiasis dapat dikatakan bila
menemukan telur dalam tinja segar dan ditemukan larva dalam tinja yang lama.
9. Terapi dari Nemathelminthes parasit ankilostomiasis dengan mengkonsumsi Pirantel
pamoat dengan takaran 10 mg/kg berat badan.
10. Peranan dalam kehidupan manusia dari Nemathelminthes berperan sebagai parasit
pada manusia yang menyebabkan timbulnya penyakit nekatoriasis dan
ankilostomiasis.