Anda di halaman 1dari 5

1.

PENDAHULUHAN
Perkembangan standard manajemen pada industri semakin meningkat pada dekade
akhir-akhir ini. ISO (International Organization for Standardization) telah menerbitkan
beberapa standar manajemen untuk memfasilitasi industri dan perdagangan. Dua standard
manajemen yang diterbitkan ISO adalah standard manajemen Mutu yaitu ISO seri 9000 dan
standar manajemen lingkungan yaitu ISO seri 14000.
Selain standar manajemen, industri juga harus berpedoman pada standar-standar teknik
lainnya. Hal ini membuat industri semakin enggan untuk menaati dan menerapkan standar
manajemen. Padahal dimasa perdagangan bebas kebutuhan akan penaatan dan sertifikasi
adalah mutlak. Untuk itu kemungkinan penggabungan kedua manajemen standard lingkungan
yang diterbitkan ISO tersebut merupakan hal yang potensial.
Menjajaki kemungkingan penggabungan keduanya maka perbandingan masing-masing
elemen dari standard merupakan langkah yang paling penting. Gambaran umum masingmasing standar manajemen diuraikan diikuti dengan penjabaran tiap elemen dari standard.
Identifikasi tiap elemen dilakukan untuk memperoleh keterkaitan kedua standard yang akan
memudahkan persiapan dan penerapannya. Unsur-unsur yang tidak dapat digabungkan juga
diidentifikasi keterkaitannya.
Penggabungan kedua sistem standard manajemen akan meningkatkan kinerja semua
aktivitas industri, menghindarkan cacat produk dari proses awal sampai akhir, melindungi
lingkungan dan meningkatkan keuntungan. Selain itu proses sertifikasi kedua sistem
manajemen dapat dilakukan bersamaan. Hal ini akan menghemat semua sumber daya yang
terdapat di industri yang pada akhirnya akan meningkatkan unjuk kerja dan daya saing
industri.
ISO seri 14000 yang paling dikenal industri adalah ISO 14001 sehingga yang
diintegrasikan dengan ISO 9001 adalah ISO 14001. Proses penggabungan kedua standard
sistem manajemen diawali dengan pemahaman masing-masing standard. Model standar
sistem manajemen mutu dan model standard sistem manajemen lingkungan ditampilkan
masing-masing untuk memperoleh gambaran umum dan meningkatkan pemahamantentang
kedua standard tersebut.

Perbandingan tiap-tiap elemen dianalisa dalam bentuk tabel perbandingan sehingga


dapat diidentifikasi elemen-elemen yang dapat digabungkan. Berdasarkan tabel perbandingan
dibuat alternatif penggabungan kedua standard kemudian dibuat model dari penggabungan
kedua standard pada tahap implementasi dari proses pembelian sampai dengan distribusi
produk.
2. Analisis
Implentasi kaitan ISO 14000 dikaitkan ISO 9001
Standarisasi

internasional

dimulai

dari

bidang

elektronik:

the

International

Electrotechnical Commission (IEC) yang didirikan pada tahun 1906. Pada tahun 1946,
delegasi dari 25 negara bertemu dan memutuskan membuat organisasi internasional baru,
dengan tujuan untuk memfasilitasi koordinasi internasional dan penyatuan standar industri.
Organisasi baru, ISO, resmi mulai beroperasi pada 23 Februari 1947. ISO 9001 dan ISO
14000 telah diimplementasikan oleh 610000 organisasi di 160 negara. ISO 9001 telah
menjadi referensi internasional untuk keperluan manajemen kualitas dan ISO 14000 untuk
manajemen lingkungan.
Pokok besar standar ISO sangat spesifik pada hasil, bahan, dan proses. Reputasi ISO
9001 dan 14000 dikenal sebagai standar sistem manajemen umum. Umum disini
maksudnya adalah standar yang sama dapat diaplikasikan pada organisasi apapun, besar atau
kecil, apapun produk yang dihasilkannya. Sistem manajemen berarti struktur organisasi untuk
mengatur prosesnya, atau aktifitasnya, untuk mengubah input sumber daya alam menjadi
barang atau jasa yang mempertemukan tujuan organisasi, seperti kualitas kepuasan
konsumen, mematuhi aturan, dan tujuan lingkungan organisasi, seperti kualitas kepuasan
konsumen, mematuhi aturan, dan tujuan lingkungan.
Semua jenis organisasi pada saat ini sudah mulai sadar akan pentingnya masalah
lingkungan, dan rnereka berusaha untuk mencapai dan menunjukkan kinerja lingkungan yang
baik dengan mengendalikan dampak dari kegiatan, produk atau jasanya pada lingkungan,
dengan memperhitungkan kebijakan dan tujuan lingkungannya. Organisasi tersebut
melakukan hal ini karena makin ketatnya peraturan perundang undangan yang berlaku,
perkembangan kebijakan ekonomi dan hal hal lain dalarn rangka perlindungan lingkungan,
dan makin tingginya kesadaran masyarakat terhadap hal hal yang berkaitan dengan
lingkungan termasuk pengembangan berkelanjutan.
Banyak organisasi yang telah menerapkan tinjauan atau audit lingkungan untuk
menilai kinerja lingkungannya. Namun, pengkajian dan audit lingkungan yang

dilakukannya sendiri tidak cukup untuk memberikan jaminan bahwa kinerja suatu organisasi
bukan saja memenuhi, tetapi akan selalu memenuhi persyaratan perundang -undangan dan
kebijakannya. Agar dapat efektif kegiatan ini perlu dilakukan menurut suatu sistem
manajemen yang terstruktur dan terpadu dengan kegiatan manajemen yang terstruktur dan
terpadu dengan kegiatan manajemen secara keseluruhan. Standar Nasional yang mencakup
manajemen lingkungan dimaksudkan untuk memberi unsur unsur sistem manajemen
lingkungan yang dapat dipadukan dengan persyaratan manajemen lainnya kepada organisasi,
guna membantu organisasi mencapai tujuan-tujuan lingkungan dan ekonomi. Standar standar
ini, sebagaimana halnya Standar Nasional lainnya, tidaklah dimaksudkan sebagai alat untuk
menciptakan hambatan perdagangan non tarif atau untuk menambah atau merubah kewajiban
hukum organisasi.
Standar ini menetapkan persyaratan sistem manajemen lingkungan tersebut. Standar ini
disusun agar dapat diterapkan oleh semua jenis dan ukuran organisasi dan telah
memperhitungkan berbagai kondisi geografis, budaya dan sosial. Dasar pendekatannya
seperti digambarkan pada. Keberhasilan sistem ini tergantung pada komitmen semua tingkat
dan fungsi manajemen organisasi, khususnya dari manajemen puncak. Sistem semacam ini
memungkinkan organisasi untuk membuat dan menilai efektifitas prosedur merumuskan
kebijaksanaan dan tujuan lingkungan, mencapai kesesuaian dengan kebijakan dan tujuan
lingkungan memperlihatkan kesesuaian dengannya, dan memperlihatkan kesesuaian tersebut
kepada organisasi lainnya. Tujuan keseluruhan dari Standar ini adalah mendukung
perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan
sosio ekonomis. Perlu dicatat bahwa banyak persyaratan yang dapat diarahkan atau ditinjau
kembali secara bersamaan pada setiap saat. Ada perbedaan penting antara spesifikasi di sini
yang menerangkan persyaratan untuk sertifikasi atau registrasi dan atau pernyataan diri dari
sistem manajemen lingkungan organisasi dan panduan yang tidak terkait dengan sertifikasi
yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan generik kepada organisasi untuk menerapkan
atau memperbaiki sistem manajemen lingkungan. Manajemen lingkungan mencakup
berbagai isu yang meliputi hal hal yang berkaitan dengan masalah strategis dan persaingan.
Pembuktian keberhasilan penerapan Standar ini dapat digunakan oleh organisasi yang
bersangkutan untuk memberikan jaminan kepada pihak pihak yang terkait bahwa sistem
manajemen Iingkungan telah dilaksanakan secara memadai.

OHSAS 18001
Merupakan standar International dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja.
Implementasi dan sertifikasi OHSAS 18001 akan meningkatkan citra perusahaan, membuka
akses pasar yang lebih luas dan mendorong perusahaan untuk memenuhi peraturan
perundangan yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja.
Sistem OHSAS 18001 dirancang untuk bersesuaian dengan standar mutu dan lingkungan
dalam perusahaan (ISO 9001 dan ISO 14001). Struktur OHSAS 18001 secara garis besar
menggunakan kerangka perbaikan berkelanjutan PDCA dengan focus pada identifikasi resiko
bahaya, pengorganisasian penanganan, dan pengelolaan program penanggulangannya. Disini
diperlukan pula program audit system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang
mampu mendukung proses verifikasi data dan peraturan yang diperlukan oleh system
tersebut.
Telah banyak perusahaan di dunia yang menerapkan system manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja OHSAS 18001 ini, terutama perusahaan-perusahaan di Amerika. Sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja ini terutama berperan pula dalam pembentukan
budaya kerja berkelanjutan dalam perusahaan.
OHSAS 18001 yang bersifat sukarela ini, secara internal akan meningkatkan kualitas
perlindungan terhadap karyawan dan aset perusahaan. Penerapan OHSAS 18001 secara
konsisten akan dapat mengurangi biaya akibat kecelakaan dan biaya kesehatan kerja, yang
pada gilirannya akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja perusahaan.
Setiap PIC yang ditunjuk harus memenuhi kompetensi sebagai berikut:

Memahami manajemen K3 dan OHSAS 18001

Mengidentifikasi kebutuhan perusahaan untuk memenuhi persyaratan pembentukan


manajemen K3 dan OHSAS 18001

Merencanakan kebutuhan perusahaan untuk membentuk sistem manajemen


keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS 18001

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan
Berdasar Analisis di atas maka dapat di simpulkan bahwa :
I.
II.
III.

ISO 14000 Series Standar Manajemen Lingkungan Internasional menerima


perhatian yang signifikan.
Sistem manajemen lingkungan ISO-14000 Menggunakan siklus
PDCA (Plan,Do,Control and Action).
Secara umum manfaat ISO 14000 bagi perusahaan, mempunyai
kepercayaan dari masyakat dan pemerintah tentang Proses
produksi dan produk yang dihasilkan ramah lingkungan.

Saran

Isu pemanasan global sedang hangat dibicarakan didunia, diharapkan setiap


perusahaan atau organisasi dapat mempunyai komitmen dalam menigkatkan perlindungan
lingkungan dan mengurangi polusi udara melalui Sistem manajemen lingkungan ISO14000