Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

GOUT (ASAM URAT)


Topik

: Keperawatan Gerontik

Sub topic

: Gout (asam urat)

Sasaran

: Ny. O

Tempat

: Rumah Keluarga Ny. O

Hari/Tanggal

: Jumat, 6 Desember 2013

Waktu

: 1 x 30 menit

A. Latar Belakang
Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang berhubungan dengan
persendian dan pergerakan. Oleh karenanya apabila persendian terkena asam urat maka
pergerakan menjadi terbatas, dan lama-kelamaan bila dibiarkan akan menjadi tofi dimana
terjadi penumpukan kristal-kristal disekitar jaringan sehingga kalau dilihat dari luar seperti
ada daging yang menonjol terutama pada daerah persendian. hal ini biasanya terjadi pada
orang dewasa. Kelebihan asam urat bisa disebabkan karena proses pemasukan makanan yang
banyak mengandung purin atau karena proses pengeluaran purin lewat urin yang kurang.
B. Tujuan Pembelajaran Tentang Gout (asam urat)
Tujuan umum:
Setelah akhir dari pembelajaran peserta mampu memahami tentang Gout (asam urat)
dan tata cara penanganan yang benar.
Tujuan Khusus:
Setelah mengikuti proses pembelajaran kurang lebih selama 30 menit, peserta mampu:
1.
2.
3.
4.
5.

Menjelaskan tentang pengertian Asam Urat


Menjelaskan tentang penyebab dari Asam Urat
Menjelaskan tentang tanda dan gejala dari Asam Urat
Menjelaskan tentang komplikasi dari Asam Urat
Menjelaskan tentang pencegahan dari Asam Urat
C. Sasaran
Pasien Ny. O
D. Materi

1.
2.
3.
4.
5.

Menyebutkan pengertian Asam Urat


Menyebutkan penyebab Asam Urat
Menyebutkan tanda dan gejala Asam Urat
Menyebutkan komplikasi Asam Urat
Menyebutkan pencegahan Asam Urat

E. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi dan tanya jawab
F. Media
1. Lembar balik
2. Leaflet
G. Materi (terlampir)
H. Kegiatan Penyuluhan
No.
1

Waktu
5 menit

15 menit

Kegiatan Penyuluhan
Pembukaan :

Kegiatan Peserta

a.
b.
c.
d.

Menjawab salam.
Mendengarkan.
Memperhatikan.
Memperhatikan.

Memperhatikan
Memperhatikan.
Memperhatikan.
Memperhatikan.
Bertanya

Mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri.
Menjelaskan tujuan dari kegiatan penyuluhan.
Menyebutkan materi yang akan disampaikan.

Pelaksanaan :
a.
b.
c.
d.
e.

Menjelaskan pengertian Asam Urat


Menjelaskan penyebab Asam Urat
Menjelaskan tanda dan gejala Asam Urat
Menjelaskan komplikasi Asam Urat
Menjelaskan pencegahan Asam Urat

menjawab
yang

pertanyaan

diberikan

pembicara.
3

5 menit

Evaluasi :
Menanyakan kepada klien tentang materi yang Menjawab pertanyaan.
telah disampaikan.

dan
oleh

5 menit

Terminasi :
a. Mengucapkan terimakasih atas waktu yang

diluangkan, perhatian serta peran aktif klien


selama mengikuti kegiatan penyuluhan.
b. Salam penutup.

Mendengarkan dan
membalas ucapan

terimakasih.
Menjawab salam.

I. Evaluasi
Klien mengerti tentang Gout (Asam Urat) dan mampu menjelaskan ulang tentang :
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian Asam Urat


Penyebab Asam Urat
Tanda dan gejala Asam Urat
Komplikasi Asam Urat
Pencegahan Asam Urat

MATERI PENYULUHAN
GOUT (ASAM URAT)
A. PENGERTIAN
Menurut Mutia Sari (2010 : 5) asam urat adalah akibat tingginya kadar asam urat di
tubuh. Silvia S. (2009 : 10) berpendapat bahwa asam urat adalah asam yang berbentuk
kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukeloprotein)
yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh.
Gout/arthritis gouty adalah suatu kelainan metabolik yang mana laki-laki 8-9 kali
lebih sering terkena dari pada wanita. Penyakit ini dapat terjadi pada berbagai usia. Usia yang
paling sering terkena adalah sekitar 50 tahunan. Umumnya 85% dari penderita gout karena
faktor genetik. (Buku Keperawatan Medikal Bedah Vol.2 Barbara C.Long).
Khomsan A. S. Harlinawati Y. (2008 : 4) mengatakan asam urat ialah terjadinya
penumpukan kristal asam urat pada daerah persendian.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan asam urat merupakan bagian metabolisme
purin. Dalam keadaan normal dan jika tidak berlangsung normal asam urat akan menumpuk
dalam jaringan tubuh. Akibatnya, terjadi penumpukan kristal asam urat pada daerah
persendian sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
B. PENYEBAB
Kelainan metabolisme dalam tubuh yaitu reaksi peradangan jaringan terhadap pembentukan
kristal monosodium urat monohidrat yang berhubungan dengan hiperurisemia (pengeluaran
asam urat melalui urin yang berlebihan).
Beberapa faktor yang menyebabkan kadar asam urat tinggi adalah:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Faktor keturunan
Penyakit Diabetes Melitus
Adanya gangguan ginjal dan hipertensi
Tingginya asupan makanan yang mengandung purin.
Berat badan yang berlebih (obesitas)
Jumlah alkohol yang dikonsumsi
Penggunaan obat-obatan kimia yang bersifat diuretik/analgetik dalam waktu lama.

C. TANDA DAN GEJALA


Menurut Mutia Sari (2010 : 33) biasanya asam urat mengenai sendi ibu jari, tetapi
bisa juga pada tumit, pergelangan kaki dan tangan atau sikut. Kebanyakan asam urat
muncul sebagai serangan kambuhan. Penyakit ini timbul dari kondisi hiperurikemi, yaitu
keadaan di mana kadar asam urat dalam darah di atas normal.
Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 - 7 mg/dL, sedangkan pada wanita
2,6 - 6 mg/dL. Serangan asam urat biasanya timbul secara mendadak/akut, kebanyakan
menyerang pada malam hari. Jika asam urat menyerang, sendi-sendi yang terserang tampak
merah, mengkilat, bengkak, kulit diatasnya terasa panas disertai rasa nyeri yang sangat
hebat, dan persendian sulit digerakan. Serangan pertama asam urat pada umumnya berupa
serangan akut yang terjadi pada pangkal ibu jari kaki, dan seringkali hanya satu sendi yang
diserang. Namun, gejala-gejala tersebut dapat juga terjadi pada sendi lain seperti pada
tumit, lutut, siku dan lain-lain.
Asam urat yang berlebih kemudian akan terkumpul pada persendian sehingga
menyebabkan rasa nyeri atau bengkak. Kadang-kadang, kita pun sering merasa nyeri atau
pegal-pegal dan sejenisnya. Anda bisa memastikan apakah Anda terkena asam urat atau
tidak dengan cara mengetahui gejala-gejala asam urat. Adapun gejala-gejalanya, yaitu:
1.
2.
3.

Kesemutan dan linu.


Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur.
Sendi yang terkena asam urat akan terlihat bengkak, kemerahan, panas, dan nyeri

4.
5.

luar biasa pada malam dan pagi.


Terasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang kali.
Yang diserang biasanya sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit, pergelangan

6.

tangan serta siku.


Pada kejadian kasus yang parah, persendian terasa sangat sakit saat akan bergerak.

D. KOMPLIKASI
1. Komplikasi Hiperurisemia pada Ginjal
Tiga komplikasi pada ginjal berupa batu ginjal, gangguan ginjal akut dan kronis
akibat asam urat. Batu ginjal terjadi sekitar 10-25% pasien dengan gout primer.
Kelarutan asam urat meningkat pada suasana pH urin yang basa. Sebaliknya, pada
suasana urin yang asam, Kristal asam urat apan mengendap dan terbentuk batu. Gout
dapat merusak ginjal, sehingga pembuangan asam urat akan bertambah buruk.
Penumpukan jangka panjang dari Kristal pada ginjal dapat menyebabkan gangguan
ginjal kronik.
2. Radang sendi akibat asam urat (gouty arthritis)

Pada gout menahun dapat terjadi pembentuk tofi. Tofi adalah benjolan dari Kristal
yang menumpuk di jaringan lunak tubuh. Komplikasi tofi berupa nyeri, kerusakan dan
kelainan bentuk jaringan lunak, kerusakan sendi sindrom penekanan saraf.
E. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan dilakukan bertujuan untuk mengakhiri serangan akut secepat
mungkin, mencegah serangan berulang, dan pencegahan komplikasi.
a.
b.
c.
d.

Sendi diistirahatkan (imobilisasi pasien)


Kompres.
Diet rendah purin
Terapi farmakologi (analgesic, antipiretik, colchicines (oral/IV), nonsteroid, allopurinol,
uricosuric.

F. PENCEGAHAN
Bagi penderita asam urat disarankan untuk :
3. Membatasi asupan purin atau rendah purin.
Menghindari makanan yang mengandung purin, seperti jeroan (jantung, hati, lidah
ginjal, usus), Sarden, Kerang, Ikan herring, Kacang-kacangan, Bayam, Udang, Daun
melinjo. Kalori sesuai kebutuhan : Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan
dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan.
4. Menurunkan berat badan.
Penderita disarankan menurunkan berat badan dengan tetap memperhatikan jumlah
konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar
asam urat karena adanya badan keton yang akan mengurangi pengeluaran asam urat
melalui urine.
5. Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.
Konsumsi makanan seperti nasi, singkong, roti dan ubi yang tinggi akan karbohidrat
sangat baik karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine.
6. Mengurangi/menghindari konsumsi protein.
Menghindari makanan yang mengandung protein terutama yang berasal dari hewan
dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang
mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak,
paru dan limpa.
7. Mengurangi/menghindari konsumsi lemak.
Menghindari makanan yang mengandung lemak, karena dapat menghambat ekskresi
asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan
mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari
total kalori.
8. Mengonsumsi banyak cairan

Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang
mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon,
blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buahbuahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit
mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian,
karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.
9. Tidak mengonsumsi alcohol
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi
alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini
adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan
menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.
10. Olahraga ringan
Olahraga yang teratur memperbaiki kondisi kekuatan dan kelenturan sendi serta
memperkecil risiko terjadinya kerusakan sendi akibat radang sendi. Selain itu,
olahraga memberi efek menghangatkan tubuh sehingga mengurangi rasa sakit dan
mencegah pengendapan asam urat pada ujung-ujung tubuh yang dingin karena
kurang pasokan darah. Jalan kaki, bersepeda, dan joging bisa dijadikan alternatif
olahraga untuk mengatasi rematik dan asam urat. Selain itu, olahraga yang cukup
dan teratur memperkuat sirkulasi darah dalam tubuh.
11. Istirahat cukup dimalam hari setidaknya 8-9 jam untuk menanggulangi keletihan dan

menghindari stres yang dapat memicu kemarahan.