Anda di halaman 1dari 11

JURNAL BELAJAR

KEANEKARAGAMAN HEWAN (KH)


Dosen Pengampu Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd
Hari, tanggal : Senin-Selasa, 7 dan 8 September 2016
Nama/ NIM

: Purwaning Rohmah / 150341600847

Kelas

:A

Prodi

: Pendidikan Biologi

Topik

: Filum Coelenterata

I. Konsep belajar
Pengertian Filum
Coelenterata

Filum Coelenterata

Ciri-Ciri Filum
Coelenterata
Klasifikasi Filum
Coelenterata (Ciri
Anatomi dan Morfologi)

II.

Proses-Proses Fisiologi
dalam Tubuh
Coelenterata pada Setiap
Kelas

Habitat dan Peranan


Filum Coelenterata

Bukti Belajar
A. Pengertian Filum Coelenterata
Istilah Coelenterata diambil dari bahasa Yunani (Greek); coilos = rongga, enteron =
usus. Gabungan istilah tersebut tidak diartikan sebagai hewan yang ususnya berongga,
tetapi cukup disebut hewan berongga. Filum Coelenterata disebut juga dengan Cnidaria.
Kata Cnidaria berasal dari bahasa Yunani cnidos yang berarti jarum penyengat. Ciri
khas Cnidaria adalah knidosit, yang merupakan sel terspesialisasi yang dipakai untuk
menangkap mangsa dan membela diri dari mangsa.
Filum Coelenterata disebut sebagai Metazoa, walaupun masih primitif. Hal ini
didasarkan atas kekompleksan struktur tubuhnya. Tubuh Coelenterata tersusun oleh
banyak sel dan membentuk jaringan. Akan tetapi, perkembangan tubuhnya masih
terbatas. Coelenterata lebih maju tingkat filogeninya daripada Porifera, karena meskipun

Porifera tersusun oleh banyak sel, tetapi sel-sel tersebut belum membentuk susunan
jaringan dan organ sesungguhnya.
B. Ciri Coelenterata
1. Terdapat sekitar 10.000 spesies Coelenterata yang sebagian besar hidup di laut, kecuali
sejenis hydra hidup di air tawar
2. Sebagian hidup secara soliter, sedangkan sebagian lain hidup berkoloni
3. Hewan bersel banyak (multiseluler)
4. Dinding tubuh diploblastik (2 lapis jaringan; ektoderm/epidermis dan
endoderm/gastrodermis)
5. Memiliki simetri radial (silindris, globular atau spherikal)
6. Terdapat rongga (mesoglea) antar lapisan endoderm (epidermis) dan ektoderm
7. Memiliki rongga gastrovaskuler yang berfungsi untuk mencerna makanan
8. Tubuhnya hanya memiliki 1 lubang yang berfungsi sebagai mulut sekaligus anus
9. Merupakan hewan diploblastik (tubuh terdiri dari dua lapisan jaringan) yaitu ektoderm
(epidermis) berfungsi sebagai pelindung dan endoderm (lapisan dalam atau
gastrodermis) berfungsi untuk pencernaan
10. Di atas tubuh terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa dan bergerak serta
berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam mulut
11. Tentakel punya sel penyengat (knidoblast) yang di dalamnya terdapat nematokist (knide
terspesialisasi yang mengandung seuntai benang penyengat)
12. Sistem pernapasan dengan cara difusi (seluruh permukaan tubuh), kecuali Anthozoa dan
Sifonoglia
13. Sistem sarafnya menggunakan sistem saraf jala (tersebar diseluruh bagian tubuh)
14. Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), vegetatif pada fase polip dan generatif
pada fase medusa (Pandhu, 2010)
C. Tipe Bentuk Tubuh Coelenterata
Coelenterata memiliki 2 tipe tubuh, yaitu polip dan medusa.

poli

medus

Epidermis

Gastrodermis : epitelium dalam (endodermis) berfungsi sebagai pencernaan, berasal

: epitelium luar (ektodermis) berfungsi sebagai pelindung

dari bahan gelatin. Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen
yang secara alami terdapat pada tulang atau kulit binatang.

Gastovascular cavity : rongga gastrovaskuler berfungsi sebagai usus

Mesoglea

: lapisan bukan sel yang terdapat di antara lapisan epidermis dan

gastrodermis

Mulut/anus

: Mulut dan anus pada filum ceolenterata terdapat pada satu lubang

Body stalk

: batang tubuh

Tentakel

: organ tubuh yang dapat memanjang dan fleksibel

D. Klasifikasi Coelenterata
Filum Coelenterata dibagi menjadi 4 kelas yaitu:
1) KELAS HYDROZOA
Hydrozoa berasal dari kata hydra, artinya hewan yang berbentuk seperti ular.
Umumnya berbentuk soliter atau berkoloni. Soliter berbentuk polip dan koloni berbentuk
polip dan medusa. Lebih sering ditemukan dalam bentuk koloni polip sedankan dalam bentuk
medusa jarang banyak ditemukan. Contoh Hydrozoa adalah Hydra sp., Obelia sp., dan
Physalia sp. (Winarni, 2011)
a) Hydra sp.
Ciri-ciri khusus :
1.
2.
3.
4.

Hydra habitatnya di air tawar


Bersifat soliter
Bentuk tubuh Hydra seperti polip
Bentuk menyerupai silinder yang

dapat dipanjang pendekan


5. Berwarna putih dengan panjang 1-3
mm dan garis tengah 1mm

6. Mulut berada diujung yang disebut


ujung oral
7. Tentakel berfungsi sebagai alat untuk
menangkap makanan
8. Testis berada di atas dan ovarium
berada di bawah
9. Makanan berupa tumbuhan kecil dan
Crustaceae rendah

10.
11.
12.
13.
14.
15.
17.

16.
Bentuk tubuh hydra seperti polip, dan habitatnya di air tawar. Ukuran

tubuhnya 10mm-30mm. Makanannya berupa tumbuhan kecil dan crustacea. Tentakelnya

berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan. Selanjutnya makanan dicerna dalam
rongga gastrovaskuler. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara membentuk tunas
(pada kondisi menguntungkan). Reproduksi seksual terjadi melalui peleburan sel telur dari
ovarium dengan sperma dari testis. Hasil peleburan membentuk zigot yang akan berkembang
sampai stadium gastrula. Kemudian embrio ini akan berkembang membentuk kista dengan
dinding dari zat tanduk. Kista ini dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan
melekat pada obyek di dasar perairan. Kemudian bila keadaan lingkungan membaik, inti kista
pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru.
b) Obelia sp.
18.
1.
2.
3.
4.

Ciri-ciri khusus obelia:

Obelia hidup di perairan laut


Ada yang bersifat polyp dan medusa
Mengalami pergiliran hidup dalam siklus hidupnya
Fase polyp obelia biasa hidup berkoloni
5.

6. Di dalam siklus hidupnya dijumpai stadium polip dan medusa, tetapi


bentuk polip lebih dominan. Polip mampu membentuk tunas (reproduksi
aseksual) dan tunas-tunas tersebut tetap melekat pada induknya sehingga
membentuk koloni.
7.

Polip-polip yang membentuk koloni ini ada yang bertentakel dan ada
yang tidak. Polip tidak bertentakel berfungsi untuk makan, sedangkan
yang bertentakel berfungsi untuk reproduksi. Polip reproduksi mampu
menghasilkan medusa secara pertunasan. Medusa tersebut kemudian
lepas dan hidup secara plantonik. Pada perkembangannya medusa
tersebut kemudian lepas dan hidup bebas
secara

plantomik.

perkembangannya,

Pada

medusa

tersebut

mampu menghasilkan gamet sehingga


fase hidup medusa di kenal dengan fase
seksual. Gamet-gamet tersebut akhirnya
melakukan fertilisasi dan membentuk
zigot

yang

kemudian

berkembang

menjadi larva bersilisa (planula) dan


planula tersebut membentuk menempel di dasar laut dan tumbuh menjadi
Obelia (polip).
8.
9.
10.
2) KELAS SCYPHOZOA
11.

Schypozoa berasal dari bahasa yunani schypo yang

berarti mangkok dan zoa yang berarti hewan. Kelas Scyphozoa dikenal
sebagai the true medusa (medusa sejati) atau jelly fish (ubur-ubur). Fase medusa
sangat dominan dan fase polip tidak ada atau mereduksi. Bentuk tubuhnya seperti
parasut atau payung yang melayang-layang di laut. Hewan ini meiliki lapisan

mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrient. Contoh kelas ini
adalah Aurelia sp., Pelagia sp., Stomolopus sp., Chrysauna quinquecirrha.

Aurelia sp.

12.

13.

Bentuk serupa medusa dengan tentakel. Mempunyai mesoglea

gelatinosa yang tebal. Rongga pencernaannya membentuk percabangan yang


berupa saluran-saluran, kemungkinan bentuk polip sangat kecil. Sifat
kelaminnya diosius. Semuanya hidup di laut.
Pelagia sp.

14.
3) KELAS ANTHOZOA
15.

Anthozoa berasal darikata Anthos = bunga, zoon = binatang. Anthozoa

berarti hewan yang bentuknya seperti bunga atau hewan bunga..Anthozoa dalam daur
hidupnya hanya mempunyai polip.Biladibandingkan, polip Anthozoa berbeda dengan
polip pada Hydrozoa (Sudjadi, 2007).
16.

Kelas Anthozoa meliputi Mawar Laut (Anemon Laut) dan Koral

(Karang).
17. 1. Mawar Laut (Anemon Laut)
18.

Mawar laut hidup menempel pada dasar perairan. Pada permukaan


mulut mawar laut terdapat banyak tentakel berukuran pendek, tentakel ini
berfungsi untuk mencegah agar pasir dan kotoran lain tidak melekat
sehingga mawar laut tetap bersih. Beberapa contoh mawar
laut :Urticina lofotensis, Anthopleura xanthogrammica, dan
Euphyllia glabrescens.

19. 2. Koral (Karang)


20.

Koral atau karang cara hidupnya berkoloni membentuk massa


yang kaku dan kuat. Massa itu sebenarnya karang kapur yang dibentuk
Metridium marginatum
oleh generasi polip. Koral yang sudah mati, rangka kapurnya
akan menjadi batu karang/terumbu. Ada tiga tipe batukarang,
yaitu karang pantai, karang penghalang dan karang atol
(Sudjadi,2007).

21.

Contoh :

22. 1.

Anemon laut : Metridium marginatum, Utricina crasicaris.

23. 2.

Karang laut : Astrangia denae, Tubiphora musica

Astrangia denae

24.
4) KELAS CUBOZOA
25.

Pada tahun 1980, Cubozoa termasuk dalam golongan Scyphozoa


sebagai ordo Cubomedusa atau Carybdeida atas dasar beberapa
persamaan anatomi, fisiologi, dan daur hidupnya. Namun kemudian
merupakan kelas tersendiri karena Cubozoa juga memiliki persamaan ciri
dengan Hydrozoa. (Setijanto, 2006)

26.

Medusa Cubozoa termasuk ubur-ubur sejati karena berukuran besar,


pelagis, dan dominan. Lonceng medusa mempunyai empat sisi datar
sehingga bentuknya seperti kubus. Beberapa jenis Cubomedusa
berbahasa bagi penyealam atau perenang laut.Tentakel Cubomedusa yang
mengandung nematocyst yang berbahaya apabila terkena anggota tubuh
karena dapat mengakibatkan borok yang kesembuhannya lambat dan
menimbulkan kematian dalam waktu 3-20 menit. (Setijanto, 2006)

27.

E. Fisiologi Coelenterata

1.

Sistem Pencernaan
28. Pada coelenterata mangsa dicerna di dalam rongga gastrovaskular yang
berfungsi sebagai usus dan dapat dibagi menjadi dua yaitu pencernaan
ekstraseluler dan pencernaan intraseluler. Pencernaan secara ekstraseluler yaitu
dengan bantuan enzim yang terdapat pada gastrosol atau coelenteron yaitu
semacam kantung yang berbatasan dengan gastrodermis. Sedangkan pencernaan
secara intraseluler dengan cara dicerna oleh vakuola makanan yang terdapat di
dalam rongga gastrovaskular, rongga ini dipisahkan oleh penyekat. Dalam
rongga gastrovaskular makanan akan dicerna dengan sehingga menghasilkan
sari makanan yang akan diedarkan ke seluruh tubuh secara difusi. Sisa makanan
akan dimuntahkan kembali dari tempat masuknya, karena hewan ini tidak
memiliki anus.

2. Sistem Pernapasan (Respirasi)


29. pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi melalui proses difusi
(perpindahan zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang

berkonsentrasi rendah). Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan bagian kulit


luar yang bersentuhan langsung dengan air yang mengandung oksigen, pada
lapisan gastroendermis juga terdapat struktur yang berfungsi membantu
terlaksananya proses respirasi coelentera, struktur ini disebut sifinoglia.
3. Sistem Reproduksi
30. Coelenterata dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan aseksual.
Reproduksi seksual terjadi melalui pertemuan ovum dan sperma, reproduksi
seksual dilakukan oleh seluruh Coelenterata dengan sifat medusa (bebas), dan
beberapa coelenterata yang bersifat polip (tidak berpindah tempat). Sedangkan
Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tunas yang menempel pada
bagian kaki, dan hanya dilakukan oleh coelenterata yang bersifat polip (tidak
berpindah tempat).

4.

Sistem Persarafan
31. sistem persarafan sederhana berbentuk jala yang berfungsi untuk menanggapi
rangsangan dan mengatur gerakan. Sistem saraf diatur pada bagian mesoglea

32.
F. Habitat dan Peranan Coelenterata
33.
34.
1

Habitat Coelenterata
Kelas Hydrozoa
-

Hydra hidup di air tawar

Obelia hidup di air laut

Kelas Scyphozoa
-

Ubur-ubur hidup di air laut

Kelas Anthozoa
35. Sebagian besar kelas Anthozoa hidupnya di laut
36. Peranan Coelenterata
-

Hewan ubur-ubur yang

banyak di perairan Indonesia dapat

dimanfaatkan untuk pembuatan tepung ubur-ubur, kemudian diolah


menjadi bahan kosmetik / kecantikan, selain itu untuk makanan.
-

Karang atol, karang pantai, dam karang penghalang (barier) dapat


melindungi pantai dari abrasi air laut.

Karang merupakan tempat persembunyian dan perkembangbiakan


ikan.

Memiliki nilai ekonomi yang tinggi, misal jenis batu karang merah.

Batu karang merupakan bahan pembuat kapur.

Batu karang sebagai taman laut, sehingga memberikan pemandangan


yang indah.

Kerangka akar bahar (Euplxaura antiphetes) dapat digunakan sebagai


gelang.

Beberapa jenis koral, melakukan simbiosis mutualisme dengan


Dinoflagellata. Koral dengan polipnya melindungi dinoflagella,
sedangkan dinoflagella menyediakan oksigen dan mendaur ulang sisa
metabolisme koral. Koral terkadang dapat hidup berkelompok dalam
jumlah yang banyak dan membentuk susunan yang disebut coral reef.
Contohnya adalah The Great Barrier Reef di Australia yang
panjangnya hampir 2.000 km.
37.
38.

39.

Sumber :

Campbell, Neil A, dkk. 2010. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta :


Erlangga

40.

Sudjadi, Bagod dan Siti Laila. 2007. Biologi Sains Dalam Kehidupan.
Surabaya: Yudhistira

41.
III.

Relevansi
42. Berikut merupakan relevansi saya dalam mengikuti perkuliahan
43.

44. Sebelum

45. Sesudah

46.

47. Saya belum

48. Saya menjadi lebih tahu bahwa

mengetahui bahwa

coelenterata yang tampak

coelenterata ternyata

sederhana ternyata memiliki

memiliki sistem

sistem fisiologi yang begitu

fisiologi yang begitu


49.

kompleks

kompleks
50. Saya masih belum

51. Saya menjadi lebih tahu bahwa

mengetahui jika

salah satu kelas dalam filum

terumbu karang

coelenterata yaitu kelas

masuk dalam filum

Anthozoa memiliki spesies

coelenterata

yang merupakan jenis terumbu


karang yang umumnya

52.

53. Saya masih belum

diketahui orang awam


54. Coelenterata memiliki peranan

mengetahui bahwa

yang sangat penting, seperti

coelenterata

contohnya menjadi reef barrier

mempunyai peranan

yang dapat melindungi pantai

penting bagi
kelangsungan
makhluk hidup
56. Saya masih belum

55.

57. Warna pada terumbu karang

mengetahui jika

merupakan alga yang

warna pada terumbu

menempel untuk melakukan

karang merupakan

simbiosis mutualism3

jenis simbiosis
58.
59.
IV.

Identifikasi Masalah
60. Semua masalah yang ditanyakan dalam diskusi kelas, beserta dengan
jawabannya.
1. Masalah :
61. Mengapa Aurelia sp. sering ditemukan dalam fase medusa?
62. Jawab
: karena Aurelia sp. mempunyai fase dominan pada bentuk
medusa
2. Masalah :
63. Bagaimana coelenterata mendeteksi mangsanya?

64. Jawab : Menggunakan semacam suatu senyawa kimia di tentakel yang


mendeteksi suatu senyawa kimia pada makanan apakah dia dibutuhkan
ataukah tidak oleh si coelenterata
3. Masalah :
65. Bagaimana cara coelenterata melindungi diri?
66. Jawab : Dengan tentakelnya, coelenterata melindungi dirinya dari
predator menggunakan sel nematokist yang akan aktif tertembak ke

V.

dalam tubuh musuh ketika suatu bagiannya terangsang.


67.
Elemen yang menarik
68.

Coelenterata memiliki karakteristik yang cukup unik, seperti

contohnya bentuk medusa yang merupakan bentuk dari ubur-ubur yang selama ini
kita ketahui. Selain itu, Coelenterata memiliki kelas yang cukup unik, yaitu Cubozoa.
Cubozoa merupakan kelas dengan speies yang sangat langka dan hanya dapat
ditemukan di perairan Asia dan Australia. Selain bentuknya yang cukup unik yaitu
medusa dengan bentuk yang sedikit kekotakan, Coelenterata dalam kelas ini sangat
terkenal dengan sifat yang beracunnya.
69.
VI.

Refleksi Diri (Umum)


70.

Saya mengetahui pengertian, karakteristik morfologi dan anatomi,

klasifikasi, proses fisiologi, habitat dan peranan dari masing-masing kelas pada filum
Coelenterata
VII.

Refleksi Diri (khusus)


71.

Saya banyak mengetahui hal-hal baru dari pembelajaran tentang

Coelenterata kali ini. Selain ada materi secara tertulis, kami ditantang untuk
memahami materi secara audiovisual (melihat video), mengerjakan LKM, dan realitas
(dengan cara mengamati awetan kering dan awetan basah). Dengan metode tersebut
diharapkan dapat lebih melekat dalam ingatan mahasiswa. Dalam filum Coelenterata
ini, saya sangat senang saat mengamati awetan kering dan basah, karena jarang sekali
ada bahan asli yang diberikan untuk bahan pembelajaran apalagi pada saat smp dan
sma yang juga sangat kekurangan bahan asli untuk pembelajaran sehingga saya
sangat senang apabila ada contoh aslinya.