Anda di halaman 1dari 2

MANIFESTASI KLINIS

Manifestasi klinis yang menunjukkan bahwa pasien mengalami sirosis hati yaitu :
a. Di bawah permukaan kulit tampak pembuluh-pembuluh darah kecil, merah dan
membentuk formasi laba-laba atau yang disebut dengan spider naevy (Dirjen Binfar dan
Alkes, 2007).
b. Telapak tangan memerah yang disebut dengan palmar erythema (Dirjen Binfar dan Alkes,
2007).
c. Mual dan mengalami penurunan nafsu makan (Dirjen Binfar dan Alkes, 2007).
d. Icterus sclera yaitu sclera mata berwarna kuning. Hal ini disebabkan karena kadar
bilirubin pasien meningkat kadarnya dalam sirkulasi darah (Dirjen Binfar dan Alkes,
2007).
e. Urine berwarna gelap atau berwarna seperti teh (Irwana, 2009).
f. Pasien mengalami pembesaran perut semenjak 3 bulan lalu atau yang biasa disebut
dengan ascites. Hal ini bisa disebabkan karena tekanan koloid plasma yang biasa
bergantung pada albumin di dalam serum. Pada keadaan normal albumin dibentuk oleh
hati. Bilamana hati terganggu fungsinya, maka pembentukan albumin juga terganggu, dan
kadarnya menurun, sehingga tekanan koloid osmotic juga berkurang. Dan pada kondisi
pasien ini kadar albuminnya di bawah normal yaitu 2,7 dan ini dapat menjadi penyebab
pasien mengalami ascites dan mengindikasikan bahwa terdapat penurunan hfungsi hati
dalam memproduksi albumin (Dirjen Binfar dan Alkes, 2007).
g. Kondisi pneumonia yang dialami pasien kemungkinan disebabkan akibat kondisi sirosis
hati pada pasien. Hal ini dikarenakan Sistem imun pd. Sirosis dapat terjadi penurunan
fungsi imunologis yg menyebabkan rentan terkena infeksi dan infeksi yg paling sering
adalah pneumonia. Kelainan yang ditemukan sering berupa penurunan aktifitas fagosit
sistem retikulo-endo-telial, opsonisasi, kadar komplemen C2, C3 dan C4 serta aktifitas
pro-liferatif monosit (Jurnalis dkk, 2007).
h. Kadar bilirubin indirect yang meningkat. Hal ini dikarenakan suplai bilirubin tak
terkonjugasi/indirek melampaui kemampuan sel hati. Akibatnya bilirubin indirek
meningkat dalam darah. Karena bilirubin indirek tidak larut dalam air maka tidak dapat
diekskresikan ke dalam urine dan tidak terjadi bilirubinuria (Irwana, 2009).
i. Kadar bilirubin direct meningkat. Hiperbilirubinemia konjugasi / direk dapat terjadi
akibat penurunan eksresi bilirubin ke dalam empedu. Gangguan ekskresi bilirubin dapat
disebabkan oleh kelainan intrahepatik dan ekstrahepatik, tergantung ekskresi bilirubin
terkonjugasi oleh hepatosit akan menimbulkan masuknya kembali bilirubin ke dalam
sirkulasi sistemik sehingga timbul hiperbilirubinemia. Kelainan hepatoseluler dapat
berkaitan dengan adanya kondisi sirosis hepatis (Irwana, 2009).
j. Anemia dan gangguan pembekuan darah merupakan kelainan system hematologi yang
sering ditemukan pada pasien sirosis hepatis (Jurnalis dkk, 2007).

DAFTAR PUSTAKA

Jurnalis, Yorva dan Hernofialdi.Sirosis Hepatis dengan Hipertensi Portal dan Pecahnya
Varises Esofagus. Majalah Kedokteran Andalas. 2007.31 (2).
Dirjen Binfar dan Alkes. 2007. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hati. Jakarta :
Depkes RI.
Irwana, Olfa. 2009. Ikterus.Riau : Faculty of Medicine University of Riau.