Anda di halaman 1dari 5

SOP STASE NEURO

RSUD KOTA CILEGON


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

Kepala SMF: dr. Mukhdiar Kasim, Sp.S


Lama Stase : 5 Minggu
Kegiatan Pelayanan : Bangsal dan Poliklinik
Jumlah Tugas : 1 buah, mencakup 1 Presentasi Kasus dan Referat
(Digabung) dan Tugas diskusi (tentatif tergantung dokternya)
Rekomendasi buku bacaan : Neurologi Klinik Pemeriksaan Fisik dan
Mental FKUI (Prof. DR. Dr. S.M. Lumbantobing) dan Neurologi Klinis Dasar
UNPAD, Neurologi DUUS, serta buku lain yang bisa dipinjam di poliklinik
saraf.
Alur Dinas Neuro (07.00-12.00)
1. Anggota Neuro bervariasi, minimal 2 orang YARSI dan/atau Trisakti.
2. Follow Up jam 07.00 di Bangsal Nusa Indah, visite, dan dilanjutkan
kegiatan poliklinik (Selasa-Jumat, Senin tidak ada poli)
Pemeriksaan fisik yang wajib dikuasai:
Pemeriksaan GCS, tanda rangsang meningeal, Nervus Kranialis, kekuatan
motorik, refleks fisiologis dan patologis, sensorik, pemeriksaan
keseimbangan dan koordinasi, pemeriksaan LBP, dll.
Mekanisme di Bangsal Rawat Inap
Bangsal : Nusa Indah (Kelas 3)
Follow up jam 07.00 pagi datang ke Nusa Indah, lalu mengecek berapa
jumlah pasien neuro kemudian follow up sesuai kebijakan masingmasing anggota dan dibagi rata. Dr. Mukhdiar biasanya berpesan kalau
kita mem-follow up pasien bergantian tiap harinya, jadi pasiennya tidak
itu itu aja, karena kurangnya variasi pasien neuro.
Setelah follow up pasien, jika anggota Neuro lebih dari 3 orang
biasanya dipecah menjadi dua, 1 kelompok tetap menunggu di Nusa
Indah, bisa mengobrol dengan teteh-tetehnya, atau menunggu di
ruang coass/dokter, 1 kelompok menunggu di bangsal Anggrek (Kelas 1
dan 2), karena dr. Mukhdiar akan visite Anggrek terlebih dahulu.
Setelah dr. Mukhdiar datang ke Anggrek, coass yang di Anggrek segera
memberitahukan coass di Nusa Indah (NI) untuk datang ke Anggrek
dan mengikuti visite di anggrek. Di Anggrek biasanya coass menunggu
di ruangan tempat penyimpanan alat-alat dan tempat tindakan punksi.
Setelah visite di anggrek selesai, dr. Mukhdiar akan melanjutkan visite
ke NI. Di NI, coass memberitahukan berapa jumlah pasien, kemudian
masing-masing coass menjelaskan pasiennya pada dr. Mukhdiar dari
mulai anamnesis dan PF yang ditemukan.
Pada hari pertama, biasanya hanya perkenalan, dan setelah berkenalan
coass akan diizinkan pulang dan belajar karena hari senin tidak ada

kegiatan poliklinik. Tetapi diminggu-minggu berikutnya biasanya senin


dipakai untuk kegiatan diskusi.
Minggu pertama, beliau akan mengajari kita pemeriksaan fisik
neurologis yang baik dan benar, di ajarin bener-bener. Kalaupun kita
ada yang salah, beliau ga akan marah, dan langsung koreksi kesalahan
kita.
Beliau juga suka sekali ditanya, jadi jangan lupa baca dulu di kosan jadi
bisa tanya banyak ke beliau, dan beliau juga suka sekali nanya. Tapi
beliau ga akan marah kalaupun kita ga bisa jawab, malah beliau
bakalan langsung ngasih jawaban yang bener. Tapi jangan mentangmentang beliau baik jadi pada nggak belajar.
Beliau merhatiin banget coass nya dari minggu awal sampai akhir, jadi
buat penilaian ujian, niali hariannya juga berpengaruh.
Apabila visite di NI sudah selesai, pada hari selasa-jumat kegiatan akan
dilanjutkan di polikliik.
Keadaan bangsal:
o Nusa Indah (NI): Ruang kelas 3. Terdapat 4 Kamar (1&2) pasien pria
dan wanita (3&4) (tiap kamar ber isi 6 pasien), dan 2 kamar khusus
pasien TB Paru (kamar 5 untuk Pria, kamar 6 untuk wanita), dan 2
kamar isolasi (kanan-kiri).
CONTOH FOLLOW UP NEURO
Dengan sistem SOAP. S: Subject (keluhan pasien), O: Object (hasil
pemeriksaan disertai gambar untuk status lokalis, tulis hasil Lab untuk
pasien pre-operasi), A: Assessment (diagnosis), P: Planning (terapi).
Khusus neuro kita hanya menulis SO. Berikut contoh singkat follow up
Bedah Umum:
Contoh 1
S/ Pasien mengeluh kaki dan tangan kirinya lemas tidak bisa digerakan
saat akan menunaikan ibadah sholat. Kemudian bicara pasien pun
menjadi tidak jelas (pelo), sebelumnya pasien belum pernah
mengalami hal ini, pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun
yang lalu dan tidak teratur mengkonsumsi obat.
O/ GCS : E..M..V.. = ...
Tanda Rangsang Meningeal:
Kaku Kuduk: (+/-)
Kernig Sign : (+/-) / (+/-) [kanan dan kiri]
Laseque : (+/-) / (+/-) [kanan dan kiri]
Nervus Cranialis : I XII (biasanya ditulis yang hasilnya positif saja)
Kekuatan Motorik : 1-5 1-5
1-5 1-5
Sensorik : baik/menurun [jika menurun tulis di ekstremitas mana,
misal: menurun di ekstremitas kanan (biasanya pada SNH) atau
setinggi mana, misal: menurun di ekstremitas bawah setinggi lutut
(biasanya pada neuropati DM)]
Refleks Patologis : Hofmann-Tromnerr, Babinski, Babinski grup
termasuk Rosellimo, dll (+/-)
Refleks Fisiologis :
BPR (N//) (N//)
TPR (N//) (N//)
KPR (N//) (N//)

APR (N//) (N//)


baik/disartria/afasia global/afasia

Fungsi Luhur:
motorik/afasia
sensorik
SSO : BAB (+/-), BAK (+/-)
Pemeriksaan Keseimbangan (terutama pada pasien Vertigo) : ...
A/ ... (jika diagnosa jelas boleh ditulis)

Karakter perawat
o Nusa Indah: Perawat di Nusa Indah baik, ramah, ceria (hehe..).
teteh-tetehnya suka bercanda. Yang penting harus banyak
komunikasi dengan teteh-tetehnya, kadang kalau tetehnya ada
yang males, suka salah ngasih jumlah pasiennya, jadi di cek ulang
aja.
o Anggrek : karena di anggrek cuma ikut visite doang, jarang
komunikasi sama teteh-tetehnya. Jaga ATT aja paling penting.
Kadang coass dibolehkan memeriksa pasien Anggrek tapi tidak
perlu menulis di status.

Mekanisme di Poli
Poli dilaksanakan pada hari Selasa-Jumat setelah selesai visite.
Di poli ada perawat yang membantu namanya a Darmawan.
Di poli tugas kita berdiri di samping dokternya sama manggilin pasien
yang mau diperiksa, biasanya 3 pasien yang di dalem poli.
Di poli juga ada tindakan, biasanya banyak pasien yang akan disuntik.
Entah itu di leher pundak, punggung, tangan, dll.
Nanti kita dibolehin nyuntik, awalnya tapi kita diajarin dulu caranya.
Dokter mukhdiar percaya banget sama coassnya. Jadi ga usah khawatir
ga kebagian nyuntik, hihi..
Biasanya obat yang dipake nyuntik itu Flamicort sama lidokain,
dosisnya buat spuit 1 cc (0,8 cc Flamicort, + 0,2 cc lidocain). Spuit 3 cc
(2,5 cc Flamicort + 0,5 cc lidocain). Untung punksi cairan sinovial
biasanya pake spuit 5 cc.
Setiap selasa wajib ada penyuluhan minimal 2 materi. Materi
penyuluhan ditempel di poli. Untuk perlengkapan sounding bisa minta
tolong CS di sana (pak Muhsin), proyektor ambil di sekret YARSI.
Waktu di poli dr. Mukhdiar baik banget sama pasien, beliau suka
banget becanda. Nanti kalian bakalan menemukan jargon-jargon khas
dokter Mukhdiar hehehe..
Setelah kegiatan poliklinik selesai, coass diperbolehkan pulang
Kegiatan diskusi atau presentasi kasus biasanya dilakukan setelah poli,
pada hari senin/rabu/jumat. Untuk presentasi tidak perlu membuat
power point, makalah kita fotokopi perbanyak sesuai anggota dan
dibagikan saat diskusi.
Penjelasan mengenai konsulen

Karakter dr. Mukhdiar baik bangeeeeeet, mungkin keliatannya beliau


agak galak gitu. Tapi beliau itu baik banget, beliau suka ngajak
bercanda pasiennya. Dan becandaannya emang lucu.
Beliau kurang begitu suka disalamin (cium salam). Paling pas terakhir
setelah ujian, dan perpisahan aja kasih salamnya.
Beliau suka banget ditanya, dan sangat suka bertanya.
Beliau suka kalau coassnya bisa aktif tanya-jawab.
Beliau suka ngasih tugas baca buat diskusi (hari senin, rabu, jumat)
setelah presentasi kasus selesai. Kalo diskusi semua anggota wajib
buat pertanyaan.
Poli selesai biasanya jam 12an, kalau pasiennya ga banyak-banyak
banget. Sebelum jam 12 sudah bisa pulang. Karena beliau juga praktek
di tempat lain.
Hari jumat poli terakhir, biasanya coass cewe boleh langsung diizinin
pulang ke rumah, tapi coass cowo baru boleh pulang ke rumah setelah
selesai sholat jumat.
Sebetulnya beliau hari sabtu tetep datang visite ke bangsal, tapi kita
diliburkan dinas (baik kaaaaan....)
Jadi, karena beliau itu baik banget. Nanti ATT nya dijaga banget yaaa,
jangan bikin beliau kecewa.
Wajib kuasain Stroke (SH, SNH), Vertigo, Neuropati, Epilepsi, Tetanus,
LBP, Parkinson, Bells Palsy. Yang lain kalo bisa sih jago jugaa.. jangan
gak bisa..

SISTEM PENILAIAN STASE NEURO


Nilai ditentukan oleh dr. Mukhdiar
Ujian dilakukan pada minggu ke 5, biasanya mulai hari rabu.
Nama, diagnosis, dan ruangan pasien di data pada minggu ujian dan di
tulis di papan yanng ada dipoli, serta di laporkan pada dr. Mukhdiar di
kertas
Pasien akan diberikan oleh beliau melalui telepon, kita menghubungi
belliau via telepon pada H-1 ujian pukul 22.00, kemudian akan
diberikan nama pasien yang akan diujikan. Pasien ujian bisa dari NI
ataupun Anggrek.
Anamnesis dilakukan pada pagi hari.
Hasil anamnesis dan PF ditulis di form ujian yang telah tersedia.
Ujian PF dilakukan terlebih dahulu di kamar pasien. Kita melaporkan
apa-apa saja yang ditemukan pada pasien tersebut.
Setelah ujian PF, Ujian teori dilakukan di ruang coass pada hari yang
sama.
Ujian bisa dilakukan terbuka/ tertutup. Terbuka bila seluruh coass neuro
bisa melihat dan bertanya pada coass yang sedang diuji. Tertutup bila
hanya coass yang ujian pada hari itu saja yang bisa melihat.
Jangan lupa isi buku log juga ya dikumpul di akhir stase.

TERIMAKASIH. SEMOGA BERMANFAAT


BY: IDM RSUD CILEGON PERIODE 2013-2014

Anda mungkin juga menyukai