Anda di halaman 1dari 2

Hasil observasi yang dilakukan oleh observer terhadap motivasi belajar siswa, tindakan

guru dalam mengajar, dan hal-hal lainnya yang terjadi selama proses pembelajaran
diuraikan sebagai berikut.

Hasil observasi terhadap motivasi belajar siswa


Data motivasi belajar siswa diperoleh dari lembar observasi belajar siswa yang dilakukan
oleh observer. Secara ringkas data motivasi belajar siswa disajikan dalam tabel 1 berikut
ini.
Tabel 1 Persentase Motivasi Belajar

Indikator
motivasi
Minat
Perhatian
Konsentrasi
Ketekunan
Rata-rata

Skor motivasi
(%)
78,29
80,92
84,21
77,89
80,32

Kategori
Taraf
Nilai dengan
keberhasilan
huruf
Baik
B
Baik
B
Baik
B
Baik
B
Baik
B

Berdasarkan Tabel 4.4 di atas dapat diketahui bahwa rata-rata motivasi belajar siswa
berdasarkan hasil observasi pada siklus I sebesar 80,32% dengan taraf keberhasilan
termasuk dalam kategori baik. Sedangkan motivasi belajar siswa per indikator motivasi
yaitu: 1) Indikator minat sebesar 78,29% dengan taraf keberhasilan termasuk dalam
kategori baik, 2) Indikator perhatian sebesar 80,92% dengan taraf keberhasilan termasuk
dalam kategori baik, 3) Indikator konsentrasi sebesar 84,21% dengan taraf keberhasilan
termasuk dalam kategori baik, dan 4) Indikator ketekunan sebesar 77,89% dengan taraf
keberhasilan termasuk dalam kategori baik.
Dari hasil angket motivasi menunjukkan bahwa penggunaan media Ensikopedia
Invertebrata dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil motivasi ini tergolong
sudah tergolong baik mengingat pertemuan hanya satu kali, peneliti berasumsi
penyebabnya karena sekolah siswa memiliki tingkat intelegensi dan empati yang tinggi dan
ada 4 orang guru (peneliti) yang masuk bersamaan sehingga mereka merasa diawasi.
c. Hasil catatan lapangan
Berdasarkan hasil catatan lapangan yang dilakukan oleh observer selama proses
pembelajaran adalah sebagai berikut.
a Sebagian besar siswa mengikuti pelajaran dengan bersemangat. Hal itu terlihat dari
antusias siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru di awal
pembelajaran dan selama mengerjakan tugas (mengisi LKS).
b Pada saat tahap mengerjakan tugas siswa tidak saling berebut, diantara siswa di
kelompok sudah membagi tugas, ada yang bertugas sebagai penulis jawaban di LKS,
sedangkan yang lain mencari jawaban.

c Pada tahap pendampingan penggunaan media ensiklopedia, usaha guru untuk lebih
sering berkeliling kelas mengunjungi tiap-tiap kelompok membuat sebagian besar
siswa memusatkan perhatian dalam mengerjakan LKS serta berusaha mengerjakan
LKS dengan sebaik-baiknya. Hal itu karena jika mereka menemukan kesulitan, mereka
akan bertanya kepada guru yang mengunjungi kelompoknya. Meskipun begitu, masih
ada siswa yang bersenda gurau dengan temannya dan membicarakan hal-hal di luar
materi pelajaran ketika guru berpindah dari kelompoknya ke kelompok yang lain,
bahkan ada siswa yang bernyanyi dan memukul meja. Peneliti menduga dia sedang
kesurupan karena tekanan psikologi atau stress.
d Siswa sudah mulai berorientasi pada setiap jawaban yang diberikan oleh guru. Saat
mengerjakan LKS sudah tidak ada lagi yang berbuat gaduh atau mengobrol karena
sebagian besar siswa sudah berusaha maksimal saat mengerjakan LKS.
e Pada tahap berpikir presentasi kelompok, siswa sudah mulai aktif dalam diskusi,
menjawab pertanyaan dan mempresentasikan. Jika ada siswa yang bertanya maka siswa
yang lain sudah berusaha untuk menjawab pertanyaan temannya sehingga tidak
menunggu guru menunjuk/menunggu guru yang menjawab pertanyaan dari siswa,
karena sesama siswa mencoba untuk saling memberi masukan.
f Siswa tidak hanya menyalin jawaban teman sekelompoknya tetapi menggunakan waktu
yang diberikan untuk berdiskusi dengan baik
g Suara guru sudah lantang sehingga siswa dapat mendengarkan dengan jelas saat guru
menjelaskan dan guru tidak harus mengulangi kembali.
h Siswa menyimpulkan materi pembelajaran tanpa ditunjuk oleh guru