Anda di halaman 1dari 31

Fisiologi jantung

Fisiologi
Jantung (bahasa latin, cor) adalah sebuah rongga, organ berotot yang
memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang.
Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardia untuk
jantung. Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup
oleh selaput ganda yang bernama perikardium, Lapisan pertama menempel sangat
erat kepada jantung, disebut dengan perikardium viseral, yang dipersarafi oleh
saraf otonom. Sedangkan lapisan luarnya lebih longgar yang dinamakan dengan
perikardium parietal. Secara internal, jantung terbagi atas 4 ruangan, 2 atrium
(serambi) dan 2 ventrikel (bilik). Dinding otot ventrikel lebih tebal dibandingkan
atrium, terkait dengan fungsinya dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
a. Sistem Pengaturan Jantung
Serabut purkinje adalah serabut otot jantung khusus yang mampu
menghantar impuls dengan kecepatan lima kali lipat kecepatan hantaran serabut
otot jantung. Nodus sinoatrial (nodus S-A) adalah suatu masa jaringan otot
jantung khusus yang terletak di dinding posterior atrium kanan tepat di bawah
pembukaan vena cava superior. Nodus S-A mengatur frekuensi kontraksi irama,
sehingga disebut pemacu jantung. Nodus atrioventrikular (nodus A-V) berfungsi
untuk menunda impuls seperatusan detik, sampai ejeksi darah atrium selesai
sebelum terjadi kontraksi ventrikular. Berkas A-V berfungsi membawa impuls di
sepanjang septum interventrikular menuju ventrikel (Ethel, 2003: 231-232).
b. Siklus Jantung
Siklus jantung mencakup periode dari akhir kontraksi (sistole) dan
relaksasi (diastole) jantung sampai akhir sistole dan diastole berikutnya. Kontraksi
jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan volume darah dalam jantung dan
pembuluh utama yang mengatur pembukaan dan penutupan katup jantung serta
aliran darah yang

melalui ruang-ruang dan masuk ke arteri. Peristiwa mekanik dalam siklus


jantung :

Selama masa diastole (relaksasi), tekanan dalam atrium dan ventrikel


sama-sama rendah, tetapi tekanan atrium lebih besar dari tekanan

ventrikel.
Atrium secara pasif terus menerus menerima darah dari vena (vena cava

superior dan inferior, vena pulmonar).


Darah mengalir dari atrium menuju ventrikel melalui katup A-V yang

terbuka
Tekanan ventrikular mulai meningkat saat ventrikel mengembang untuk

menerima darah yang masuk.


Katup semilunar aorta dan pulmonar menutup karena tekanan dalam

pembuluh-pembuluh lebih besar daripada tekanan dalam ventrikel.


Sekitar 70% pengisian ventrikular berlangsung sebelum sistole atrial.
Akhir diastole ventrikular, nodus S-A melepas impuls, atrium berkontraksi
dan peningkatan tekanan dalam atrium mendorong tambahan darah

sebanyak 30% ke dalam ventrikel.


Sistole ventrikular. Aktivitas listrik menjalar ke ventrikel yang mulai
berkontraksi. Tekanan dalam ventrikel meningkat dengan cepat dan

mendorong katup A-V untuk segera menutup


Ejeksi darah ventrikular ke dalam arteri
Tidak semua darah ventrikular dikeluarkan saat kontraksi.
Volume sistolik akhir darah yang tersisa pada akhir sistole adalah sekitar

50 ml
Isi sekuncup (70 ml) adalah perbedaan volume diastole akhir (120 ml) dan

volume sistole akhir (50 ml)


Diastole
ventricular,ventrikel

berepolarisasi

dan

berhenti

berkontraksi.Tekanan dalam ventrikel menurun tiba-tiba sampai di bawah


tekanan aorta dan trunkus pulmonary, sehingga katup semilunar menutup

(bunyi jantung kedua).


Adanya peningkatan tekanan aorta singkat akibat penutupan katup
semilunar aorta.Ventrikel kembali menjadi rongga tertutup dalam periode
relaksasi isovolumetrik karena katup masuk dan katup keluar menutup.
Jika tekanan dalam ventrikel menurun tajam dari 100 mmHg samapi

mendekati nol, jauh di bawah tekanan atrium, katup A-V membuka dan
siklus jantung dimulai kembali (Ethel, 2003: 234-235).
c. Bunyi Jantung

Bunyi jantung secara tradisional digambarkan sebagai lup-dup dan dapat


didengar melalui stetoskop. Lup mengacu pada saat katup A-V menutup

dan dup mengacu pada saat katup semilunar menutup.


Bunyi ketiga atau keempat disebabkan vibrasi yang terjadi pada dinding
jantung saat darah mengalir dengan cepat ke dalam ventrikel, dan dapat

didengar jika bunyi jantung diperkuat melalui mikrofon


Murmur adalah kelainan bunyi jantung atau bunyi jantung tidak wajar
yang berkaitan dengan turbulensi aliran darah. Bunyi ini muncul karena
defek pada katup seperti penyempitan (stenosis) yang menghambat aliran
darah ke depan, atau katup yang tidak sesuai yang memungkinkan aliran
balik darah. (Ethel, 2003: 235).

d. Frekuensi Jantung

Frekuensi jantung normal berkisar antara 60 samapi 100 denyut per menit,
dengan rata-rata denyutan 75 kali per menit. Dengan kecepatan seperti itu,
siklus jantung berlangsung selama 0,8 detik: sistole 0,5 detik, dan diastole

0,3 detik.
Takikardia adalah peningkatan frekuensi jantung sampai melebihi 100

denyut per menit.


Bradikardia ditujukan untuk frekuensi jantung yang kurang dari 60 denyut
per menit (Ethel, 2003: 235).

e. Pengaturan Frekuensi Jantung


Impuls eferen menjalar ke jantung melalui saraf simpatis dan parasimpatis
susunan saraf otonom. Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron
dalam medulla oblongata. Efek impuls neuron ini adalah untuk meningkatkan
frekuensi jantung. Impuls ini menjalar melalui serabut simpatis dalam saraf
jantung menuju jantung. Ujung serabut saraf mensekresi neropineprin, yang
meningkatkan frekuensi pengeluaran impuls dari nodus S-A, mengurangi waktu
hantaran melalui nodus A-V dan sistem Purkinje, dan meningkatkan eksitabilitas
keseluruhan jantung. Pusat refleks kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla

oblongata. Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi
jantung. Impuls ini menjalar melalui serabut parasimpatis dalam saraf vagus.
Ujung serabut saraf mensekresi asetilkolin, yang mengurangi frekuensi
pengeluaran impuls dari nodus S-A dan memperpanjang waktu hantaran melalui
nodus V-A. Frekuensi jantung dalam kurun waktu tertentu ditentukan melalui
keseimbangan impuls akselerator dan inhibitor dari saraf simpatis dan
parasimpatis.
Impuls aferen (sensorik) yang menuju pusat kendali jantung berasal dari
reseptor, yang terletak di berbagai bagian dalam sistem kardiovaskular.
Presoreseptor dalam arteri karotis dan aorta sensitive terhadap perubahan tekanan
darah. Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan suatu refleks yang
memperlambat frekuensi jantung. Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan
suatu refleks yang menstimulasi frekuensi jantung yang menjalar melalui pusat
medular. Proreseptor dalam vena cava sensitif terhadap penurunan tekanan darah.
Jika tekanan darah menurun, akan terjadi suatu refleks peningkatan frekuensi
jantung untuk mempertahankan tekanan darah.
Pengaruh lain pada frekuensi jantung :
Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf
kutan, seperti reseptor untuk nyeri, panas, dingin, dan sentuhan, atau oleh input
emosional dari sistem saraf pusat. Fungsi jantung normal bergantung pada
keseimbangan elektrolit seperti kalsium, kalium, dan natrium yang mempengaruhi
frekuensi jantung jika kadarnya meningkat atau berkurang. (Ethel, 2003: 235236).
f. Curah Jantung
Curah jantung adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel
per menit. Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit. Volumenya
kurang lebih 5 L per menit pada laki-laki berukuran rata-rata dan kurang 20 %
pada perempuan. Perhitungan curah jantung
Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup

Faktor-faktor utama yang mempengaruhi curah jantung


a. Aktivitas berat memperbesar curah jantung sampai 25 L per menit, pada
atlit yang sedang berlatih mencapai 35 L per menit. Cadangan jantung
adalah kemampuan jantung untuk memperbesar curahnya.
b. Aliran balik vena ke jantung. Jantung mampu menyesuaikan output
dengan input-nya berdasarkan alasan berikut :
Peningkatan aliran balik vena akan meningkatkan volume akhir

diastolic.
Peningkatan volume diastolic akhir, akan mengembangkan serabut

miokardial ventrikel
Semakin banyak serabut otot jantung yang mengembang pada
permulaan konstraksi (dalam batasan fisiologis), semakin banyak isi
ventrikel, sehingga daya konstraksi semakin besar. Hal ini disebut
hukum Frank-Starling tentang jantung.

Faktor yang mendukung aliran balik vena dan memperbesar curah


jantung

Pompa otot rangka. Vena muskular memiliki katup-katup, yang


memungkinkan darah hanya mengalir menuju jantung dan mencegah
aliran balik. Konstraksi otot-otot tungkai membantu mendorong darah kea

rah jantung melawan gaya gravitasi.


Pernafasan. Selama inspirasi, peningkatan tekanan negative dalam rongga

toraks menghisap udara ke dalam paru-paru dan darah vena ke atrium.


Reservoir vena. Di bawah stimulasi saraf simpatis, darah yang tersimpan
dalam limpa, hati, dan pembuluh besar, kembali ke jantung saat curah

jantung turun.
Gaya gravitasi di area atas jantung membantu aliran balik vena.

Faktor-faktor yang mengurangi aliran balik vena dan mempengaruhi


curah jantung

Perubahan posisi tubuh dari posisi telentang menjadi tegak, memindahkan


darah dari sirkulasi pulmonary ke vena-vena tungkai. Peningkatan refleks

pada frekuensi jantung dan tekanan darah dapat mengatasi pengurangan


aliran balik vena.
Tekanan rendah abnormal pada vena (misalnya, akibat hemoragi dan

volume darah rendah) mengakibatkan pengurangan aliran balik vena dan


curah jantung.
Tekanan darah tinggi. Peningkatan tekanan darah aorta dan pulmonary

memaksa ventrikel bekerja lebih keras untuk mengeluarkan darah


melawan tahanan. Semakin besar tahanan yang harus dihadapi ventrikel
yang berkontraksi, semakin sedikit curah jantungnya.
Pengaruh tambahan pada curah jantung
a. Hormone medular adrenal.
Epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin meningkatkan frekuensi jantung
dan daya kontraksi sehingga curah jantung meningkat.
b. Ion.
Konsentrasi kalium, natrium, kalsium dalam darah serta cairan interstisial
mempengaruhi frekuensi dan curah jantungnya.
c. Usia dan ukuran tubuh seseorang dapat mempengaruhi curah jantungnya.
d. Penyakit kardiovaskular.
Beberapa contoh kelainan jantung, yang membuat kerja pompa jantung kurang
efektif dan curah jantung berkurang, meliputi :
1. Aterosklerosis, penumpukan plak-plak dalam dinding pembuluh darah
koroner, pada akhirnya akan mengakibatkan sumbatan aliran darah.
2. Penyakit jantung iskemik, supali darah ke miokardium tidak mencukupi,
biasanya terjadi akibat aterosklerosis pada arteri koroner dan dapat
menyebabkan gagal jantung.
3. Infark miokardial (serangan jantung), biasanya terjadi akibat suatu penurunan
tiba-tiba pada suplai darah ke miokardium.
4. Penyakit katup jantung akan mengurangi curah darah jantung terutama saat
melakukan aktivitas.
(Ethel, 2003: 236-237).
Cara Kerja

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah
(disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar
dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan kedua bilik
juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida
(darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava)
menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan
mendorong darah ke dalam bilik kanan. Darah dari bilik kanan akan dipompa
melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah
akan mengalir melalu pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi
kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida
yang selanjutnya dihembuskan.
Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena
pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan
jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner. Darah dalam
serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa
darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam
tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
Anatomi dan Fisiologi Jantung
Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada diantara
kedua paru.Terdapat selaput yang mengitari jantung yang disebut perikardium,
terdiri dari dua lapisan:
-

Perikardium parietalis : lapisan luar melekat pada tulang dada


dan paru

Perikardium viseralis : lapisan permukaan jantung/ epikardium

Diantara kedua lapisan ini terdapat cairan perikardium.

Gambar 1.Letak jantung


STRUKTUR JANTUNG
Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan :
1.

Lapisan luar (epikardium)

2.

Lapisan tengah (Miokardium)

3.

Lapisan dalam (endokardium)

Gambar 2.Lapisan Jantung

Ruang Ruang Jantung


Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 berdinding tipis disebut atrium(serambi)
dan 2 berdinding tebal disebut ventrikel (bilik)
1.

Atrium

a.

Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen


dari seluruh tubuh. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan
melalui katub dan selanjutnya ke paru.

b.

Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru
melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke
ventrikel kiri melalui katub dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui
aorta.

Kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium.


2.

Ventrikel
Merupakan alur alur otot yang disebut trabekula. Alur yang menonjol

disebut muskulus papilaris, ujungnya dihubungkan dengan tepi daun katub


atrioventrikuler oleh serat yang disebut korda tendinae.
a.

Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan


ke paru melalui arteri pulmonalis

b.

Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan


keseluruh tubuh melalui aorta

Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.

Gambar 3.Ruang Jantung


Katup Katup Jantung
1.

Katup atrioventrikuler

Terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara


atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup

( trikuspid). Sedangkan katup yang terletak diantara atrium kiri dan


ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup

( Mitral).

Memungkinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel pada fase


diastole dan mencegah aliran balik pada fase sistolik.
2.

Katup Semilunar
a.

Katup Pulmonal terletak pada arteri pulmonalis dan


memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan.

b.

Katup Aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta.

Kedua katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah
daun katup yang simetris. Danya katup ini memungkinkan darah
mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri selama sistole dan
mencegah aliran balik pada waktu diastole.
Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel
berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi dari tekanan
didalam pembuluh darah arteri.

Gambar 4.Katup Jantung


Pembuluh Darah Koroner
1.

Arteri
Dibagi menjadi dua :
-

Left Coronary Arteri (LCA) : left main kemudian bercabang


besar menjadi: left anterior decending arteri(LAD), left circumplex
arteri (LCX)

Right Coronary Arteri

2. Vena: vena tebesian, vena kardiaka anterior, dan sinus koronarius.

Gambar 5. Anatomi Jantung dan pembuluh Darah Koroner


FUNGSI SISTEM KARDIOVASKULER
Lingkaran sirkulasi dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu sirkulasi sistemik
dan sirkulasi pulmonalis
Sirkulasi Sistemik
1.

Mengalirkan darah ke berbagi organ

2.

Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda

3.

Memerlukan tekanan permulaan yang besar

4.

Banyak mengalami tahanan

5.

Kolom hidrostatik panjang

Sirkulasi Pulmonal
1.

Hanya mengalirkan darah ke paru

2.

Hanya berfungsi untuk paru

3.

Mempunyai tekanan permulaan yang rendah

4.

hanya sedikit mengalai tahanan

5.

Kolom hidrostatik pendek

Sirkulasi Koroner
Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa oksigen
untuk miokardium melalui cabang cabang intar miokardial yang kecil. Aliran
darah koroner meningkat pada:
1.

Aktifitas

2.

Denyut jantung

3.

Rangsang sistem syaraf simpatis

PERTIMBANGAN BIOFISIKA
Hubungan antara aliran, tekanan, dan tahanan:
1.

Aliran darah: perbedaan tekanan dan hambatan aliran darah sepanjang


pembuluh
(vasculer resistance)

2.

Tekanan darah
Adalah tenaga yang diupayakan oleh darah untuk melewati setiap unit atau

daerah
3.

dari dinding pembuluh darah.

Resistensi Terhadap Aliran darah.


Dikenal dengan SVR (sistemic vasculer resistance ) dan PVR (Pulmonal

vasculer

reristance). Ditentukan oleh diameter pembuluh darah dan

viscositas.
SISTEM KONDUKSI ATAU HANTARAN
Di dalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang mengahntarkan aliran
listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat-sifat khusus:
1.

Otomatisasi

: menimbulkan impuls/rangsang secara spontan

2.

Irama

: pembentukan rangsang yang teratur

3.

Daya konduksi : kemampuan untuk menghantarkan

4.

Daya rangsang : kemampuan bereaksi terhadap rangsang

Perjalan impuls/rangsang dimulai dari:


1.

Nodus SA (sino atrial)

traktus iternodal

Brachman bundle

2.

Nodus AV (atrio ventrikel)

3.

Bundle of HIS ( bercabang menjadi dua: kanan dan kiri):


- Rihgt bundle branch
- Left bundel brac

4. Sistem PURKINJE

Gambar 6.Sistem Konduksi Hantaran Jantung


SIKLUS JANTUNG
1.

Fase kontraksi isovolumetrik

2.

Fase ejeksi cepat

3.

Fase diastasis

4.

Fase pengisian cepat

5.

Fase relaksasi isovolumetrik

FAKTOR FAKTOR PENENTU KERJA JANTUNG


Faktor jantung dipengaruhi oleh 4 faktor utama yang saling berkaitan dalam
menentukan isi sekuncup (stroke volume) dsan curah jantung (cardiac output)
Beban Awal (Preload)
1.

Derajat dimana otot jantung diregangkan sebelum ventrikel kiri


berkontraksi (ventrikel end diastolic volume)

2.

Berhubungan dengan panajng otot jantung, regangan dan volume.

3.

Semakin regang serabut otot jantung pada batas tertentu semakin


kuat kontraksi.

Faktor penentu beban awal:


1.

Insufisiensi mitral beban awal

2.

Stenosis mitral beban awal

3.

volume sirkulasi

4.

Obat-obatan : vasokontriktor , vasodilator

Beban Akhir (Afterload)


1.

Tahanan yang harus dihadapi saat darah keluar dari ventrikel kiri

2.

Beban untuk membuka katup aorta dan mendorong darah selama


fase sistolik.

3.

Systemic vascular resistance (SVR)

Faktor penentu beban akhirr:


1.

Stenosis aorta meningkatkan beban akhir

2.

Vasokontriksi perifer meningkatkan beban akhir

3.

Hipertensi meningkatkan beban akhir

4.

obat-obatan.

Kontraktilitas
Hukum Frank Straling
-

Makin besar isi jantung sewaktu diastole semakin besar jumjalh


darah yang dipompaakan ke aorta

Dalam batas-batas fisiologis jantung memompkan keseluruh


tubuh darah yang kembali ke jantung tanpa menyebabklan
penumpukan di vena

Jantung dapat memompakan jumlah darah yang sedikit ataupun


jumlah darah yang besar bergantung pada jumlah darah yang
mengalir kembali ke vena

2.1

Sistem Peredaran Darah

Vena kava superior dan vena kava inferior mengalirkan darah ke atrium
dekstrayang datang dari seluruh tubuh. Arteri pulmonalis membawa darah dari
ventrikel dekstra masuk ke paru-paru (pulmo). Antara ventrikel sinistra dan arteri
pulmonalisterdapat katup valvula semilinaris arteri pulmonalis. Vena pulmonalis
membawa darah dari paru-paru masuk ke atrium sinistra.Aorta membawa darah
dari ventrikel sinistra keseluruh tubuh. Pada batas antara ventrikel sinistra dan
aorta terdapat sebuah katup valvula semilunaris aorta. (anatomi fisiologi untuk
mahasiswa keperawatan, Drs. H. Syafuddin, AMK. 2006)

Arteri
Arteri merupakan pembuluh darah yang keluar dari jantung yang

membawa darah keseluruh bagian dan alat tubuh. Pembuluh darah arteri yang
paling besar yang keluar dari ventrikel sinistra disebut aorta. Arteri ini mempunyai
dinding yang kuat dan tebal tetapi sifatnya yang elastis dan terdiri dari tiga lapisan
yaitu :
1) Tunika intima/interna. Lapisan yang paling dalam sekali berhubungan
dengan darah terdiri dari jaringan endotel.
2) Tunika media. Lapisan tengah yang terdiri dari jaringan otot yang sifatnya
elastis dan termasuk otot polos.
3) Tunika eksterna/adventisia. Lapisan yang paling luar sekali terdiri dari
jaringan ikat gembur yang berguna menguatkan dinding arteri.

Vena
Vena (pembuluh darah balik) merupakan pembuluh darah yang membawa

darah dari bagian/alat-alat tubuh masuk kedalam jantung. Tentang bentuk susunan
dan juga pernapasan pembuluh darah yang menguasai vena sama dengan pada
arteri. Katup-katup pada vena kebanyakan terdiri dari dua kelompok yang
gunanya untuk mencegah darah agar tidak kembali lagi. Vena-vena yang
ukurannya besar diantaranya vena kava dan vena pulmonalis.

Kapiler
Kapiler (pembuluh rambut) merupakan pembuluh darah yang sangat halus.

Diameternya kira-kira 0,008 ml. Dindingnya terdiri dari suatu lapisan endotel.
Pembuluh darah kapiler pada umumnya meliputi sel-sel jaringan. Oleh karenanya
secara langsung berhubungan dengan sel.

Saluran Limfe
Struktur pembuluh limfe yang hampir sama dengan pembuluh darah tepi

memiliki lebih banyak katub sehingga pembuluh limfe terlihat seperti rangkaian
merjan. Saluran limfe mengumpulkan, menyaring dan menyalurkan kembali
cairan limfe kedalam darah yang kelua melalui dinding kapiker halus untuk
membersihkan jaringan. Pembuluh limfe sebagai jaringan halus yang terdapat di
dalam berbagai organ, terutama dijumpai dalam vili usus.

Jantung
Jantung adalah sebuah organ berotot dengan empat ruang yang terletak di

rongga dada, di bawah perlindungan tulang iga, sedikit ke sebelah kiri sternum.
Jantung terdapat di dalam sebuah kantonglonggar berisi cairan yang disebut
pericardium. Keempat ruang jantung tersebut adalah atrium kiri dan kanan serta
ventrikel kiri dan kanan. Atrium terletak di atas ventrikel dan saling
berdampingan. Atrium dan ventrikel dipisahkan satu dari yang lain oleh katub satu
arah. Sisi kiri dan kanan jantung dipisahkan oleh dinding jaringan yang disebut
septum.Dalam keadaan normal tidak terjadi pencampuran darah antara kedua
ventrikel pada jantung yang sehat.Semua ruang tersebut dikelilingi oleh jaringan
ikat.Jantung

mendapat

suplai

persarafan

yang

luas.

(Buku

Saku

Patofisiologi ,Elizabeth J. Corwin.2009)


Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung
merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya
sama dengan otot serat lintang, tetapi car bekerjanya menyerupai otot polos.
Bentuk jantung menyerupai jantung pisang, bagian atasnya tumpul (pangkal

jantung) dan disebut juga basis kordis.Letak

jantung di dalam rongga dada

sebelah depan (kavum mediastinum anterior), sebelah kiri bawah dari pertengahan
rongga dada, di atas diafragma, dan pangkalnya terdapat di belakang kiri antara
kosta V dan VI dua jari di bawah papila mamae. Ukurannya lebih kurang sebesar
genggaman tangan kanan dan beratnya kira-kira 250-300 gram.(anatomi fisiologi
untuk mahasiswa keperawatan, Drs. H. Syafuddin, AMK. 2006)
1. Dua Sirkulasi Sistem Kardiovaskuler
Sisi kiri jantung memompa darah ke sirkulasi sistemik, yang menjangkau
seluruh sel tubuh kecuali sel-sel yang berperan dalam pertukaran gas di paru.Sisi
kanan jantung memompa darah ke sirkulasi pau (pulmonalis), yang mengalir
hanya ke paru untuk mendapat oksigen.
a. Sirkulasi sistemik
Darah masuk ke atrium kiri dari vena pulmonalis. Darah di atrium kiri
mengalir ke dalam ventrikel kiri melewati katup atrioventrikel (AV), yang terletak
ditaut atrium dan ventrikel kiri. Katup ini disebut katup mitral. Semua katup
jantung membuka jika tekanan dalam ruang jantung atau pembuluh yang berada
diatasnya lebih besar dari tekanan didalam ruang atau pembuluh yang dibawah.
Aliran keluar darah dari ventrikel kiri adalah menuju kesebuah arteri besar
berotot yang disebut aorta. Darah mengalir dari ventrikel kiri ke aorta memalui
katup aorta. Daerah di aorta disalurkan keseluruh sirkulasi sietemik, melalui arteri,
arteriol, dan kapiler, yang kemudian menyatu kembali untuk membentuk vena.
Verna dari bagian bawah tubuh mengembalikan darah ke vena terbesar, vena kava
inverior. Vena darui bagian atas tubuh mengembalikabn darah ke vena kava
superior. Kedua vena kava bermuara di atrium kanan.
b. Sirkulasi Paru
Darah di atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan melalui katup AV
lainnya, yang di sebut katup trikuspidalis. Darah keluar dari ventrikel kanan dan
mengalir melawati katup keempat, katup pulmonalis, kedalam arteri pulmonalis.

Artei pulponalis bercabang-cabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang
masing-masing mengalir ke paru kanan dan kiri berturut-turut. Di paru, arteri
pulmonalis bercabang berkali-kali menjadi arteriol dan kemudian kapiler.
c. Fungsi sirkulasi Sistemik dan Paru
Sewaktu darah mengalir setiap sel tubuh didalam sirkulasi sistemik,
karbondioksida dan produk sisa sel lainnya diserap oleh darah, sedangkan oksigen
dan zat gizi disalurkan dari darah ke sel. Pada sirkulasi paru, terjadi hal yang
sebaliknya : karbondioksida di keluarkan dari darah dan oksigen diserap. Melalui
siklus darah yang kontinu mengelilingi sirkulasi sistemik dan paru, suplai oksigen
dan pengeluaran zat sisa dapat berlangsung untuk semua sel.
2. Siklus Jantung
Siklus jantung merupakan kejadian yang terjadi dalam jantung selama
peredaran darah. Gerakan jantung terdiri dari 2 jenis yaitu konstriksi (sistole) dan
pengendoran (diastole) konstriksi dari ke-2 atrium terjadi serentak yang disebut
sistole atrial dan pengendorannya disebut diastole atrial.
Lama konstriksi ventrikel 0,3 detik dan tahap pengendoran selama 0,5
detik. Konstriksi kedua atrium pendek. Sedangkan konstriksi ventrikel lebih lama
dan lebih kuat. Daya dorong ventrikel kiri harus lebih kuat karena harus
mendorong darah ke seluruh tubuh untuk mempertahankan tekanan darah
sistemik. Meskipun ventrikel kanan juga memompakan darah yang sama tetapi
tugasnya hanya mengalirkan darah kesekitar paru-paru ketika tekanannya lebih
rendah.
Jantung mempunyai 4 pompa terpisah. Dua pompa primer atrium dan dua
pompa tenaga ventrikel. Periode jantung sampai akhir kontraksi berikutnya
dinamakan siklus jantung. Tiap-tiap siklus dimulai oleh timbulnya potensial aksi
secara spontan pada simpul SA (sinoatrial) yang terletak pada dindibng posterior
atrium kanan dekat muara vena kava superior. Potensial aksi berjalan dengan

cepat melalui berkas atrioventrikular (AV) ke dalam ventrikel, karena susunan


khusus sistem penghantar atrium ke dalam ventrikel.
3. Bunyi Jantung
Selama gerakan jantung, dapat terdengar dua macam suara yang
disebabkan oleh katub-katub yang menutup. Bunyi pertama disebabkan
menutupnya katub anterior ventrikel, dan bunyi kedua karena menutupnya aorta
dan arteri pulmonar setelah konstriksi dari ventrikel. Bunyi pertama adalah
panjang, yang kedua pendek dan tajam. (anatomi fisiologi untuk mahasiswa
keperawatan, Drs. H. Syafuddin, AMK. 2006)
Bunyi jantung terdengar sewaktu katup AV (katup mitralis dan
trikuspidalis) serta katuppulmonalis dan aorta menutup. Paling sedikit terdengar
dua (kadang-kadang empat) bunyi jantung. Bunyi jantung pertama terdengar
ketuka katub AV menutup selama kontraksi ventrikel. Bunyi sedikitmemanjang,
bernada rendah, dan terjadi pada permulaan sistole saat tekanan di ventrikel lebih
besar daripada atrium. Bunyi jantung kedua berlangsung lebih singkat dan terjadi
ketika katub keluar dari ventrikel yakni katub pulmonalis dan aorta, menutup. Hal
ini terjadi selama diastole, saat ventrikel berelaksasi dan tekanan di dalam arteri
pulmonalis dan aorta yang baru saja menerima aliran darah yang besar dari
ventrikel lebih besar daripada tekanandi ventrikel kiri dan kanan.bunyi jantung
ketiga dan keempat kadang terdengar dan berhubungan dengan bunyi getaran
aliran darah di ventrikel selama pengisian cepat (bunyi ketiga) atau saat darah
masuk ke aliran ventrikel yang kaku (bunyi keempat). Sebagai contoh kondisi
seperti hipertrofi ventrikel. (Buku Saku Patofisiologi , Elizabeth J. Corwin.2009)
4. Curah Jantung
Kontraksi berulang miokardium adalah denyut jantung.Masing-masing
denyut memompa darah keluar dari jantung.Jumlah darah yang dipompa keluar
adalah volume sekuncup (sroke volume).Curah jantung (cardiac output, CO)
adalah volume darah yang dipompa per menit, bergantung pada hasil kali

kecepatan denyut jantung (heart rate [HR], dalam denyut per menit) dan volume
sekuncup (stroke volume [SV], dalam milliliter darah yang dipompa per denyut).
CO (ml/mnt) = HR (denyut/mnt) x SV (ml/denyut)
Curah jantung pada orang dewasa adalah antara 4,5 dan 8 liter per menit.
Peningkatan curah jantung dapat terjadi karena peningkatan kecepatan denyut
jantung dapat terjadi karena peningkatan kecepatan denyut jantung atau velume
sekuncup. Curah jantung dapat meningkat atau menurun akibat dari gaya gerak
yang bekerja secara instrinsik atau ekstrinsik pada jantung ; yaitu, dengan atau
tanpa faktor eksternal.pengaturan instrinsik curah jantung ditentukan oleh panjang
serabut otot jantung. Pengaturan eksternal adalah efek dari rangsangan saraf pada
jantung.
Karena peningkatan aliran darah balik vena akan meningkatkan volume
akhir diastolik, hubungan panjang-tegangan dengan jantung memastikan ke
jantung akan disesuaikan dengan peningkatkan pompa darah yang keluar.
Hukum Frank-Starling
a. Makin besar isi jantung sewaktu diastole semakin besar jumlah darah yang dipompakan ke
aorta.
b. Dalam batas-batas fisiologis jantung memompakan seluruh darah yang kembali ke jantung
tanpa menyebabkan penumpukan darah di vena.
c. Jantung dapat memompakan jumlah darah yang sedikit atau yang banyak bergantung pada
jumlah darah yang mengalir ke vena.
Sumber :bukuanatomi fisiologi untuk mahasiswa keperawatan, Drs. H. Syafuddin,
AMK. 2006
5. Siklus Darah
Pembuluh darah pada peredaran darah terdiri atas : 1) arteri pulmonalis,
merupakan pembuluh darah yang keluar dari ventrikel dekstra menuju paru-paru,
mempunyai 2 cabang yaitu dekstra dan sinistra untuk paru-paru kanan dan kiri
yang banyak mengandung karbon dioksida di dalam darahnya; 2) Vena
pulmonalis, merupakan vena pendek yang membawa darah dari paru-paru masuk

ke janrtung bagianatrium sinistra. Di dalamnya berisi darah yang banyak


mengandung oksigen.
Pembuluh darah pada peredaran darah besar, yaitu aorta, merupakan
pembuluh darah arteri yang besar. Pembuluh ini keluar dari jantung bagian
ventrikel sinistra melalui aorta asendens, lalu membelok ke belakang melalui
radiks pulmonalis sinistra, turun sepanjang kolumna vertebralis menembus
diafragma lalu turun ke bagian perut.Trombus
.2

Gangguan Sistem Peredaran Darah


Trombus adalah bekuan darah yang dapat terbentuk di bagian sistem

vaskular mana saja, yang menyebabkan penyempitan pembuluh. Dengan


menyempitnya diameter pembuluh, aliran darah dapat terhambat (berkurang dan
terbendung total). Trombus dapat terbentuk akibat cedera dinding pembuluh,
karena sel endotel yang cedera akan menarik trombosit dan mediator peradangan
lainnya ke daerah tersebut. Pembentukan thrombus dapat terjadi apabila aliran
melewati suatu pembuluh berjalan dengan lambat, yang merupakan penyebab
mengapa sebagian besar thrombus terbentuk di bagian vena bertekanan rendah,
tempat trombosit dan faktor-faktor pembekuan dapat berkumpul dan melekat ke
dinding pembuluh.
1. Embolus
Embolus merupakan benda yang berjalan mengikutialiran darah dari lokasi
primer ke lokasi sekunder, kemudian terperangkap di pembuluh lokasi sekunder
tersebut, dan menyebabkan obstruksi aliran darah.Sebagian besar emboli adalah
bekuan darah (tromboemboli) yang terlepas dari lokasi primernya (biasanya di
vena tungkai profunda).Sumber-sumber emboli adalah lemak yang terlepas pada
saat tulang panjang patah atau dibentuk sebagai respons terhadap trauma fisi, dan
embolus cairan amnion yang masuk ke sirkulasi sewaktu terjadi gradient tekanan
yang besar saat kontraksi persalinan.Embolus biasanya terperangkap di jaringan
kapiler pertama yang di temuinya.

2. Aneurisma
Aneurisma adalah dilatasi dinding arteri, yang disebabkan kelainan kongential
atau perkembangan yang lemah pada dinding pembuluh tersebut.Kelemahan
dinding dapat terjadi akibat infeksi, trauma, atau yang lebih sering akibat lesi yang
terbentuk dari aterosklerosis.Aneurisma dapat pecah akibat peningkatan tekanan
sehingga terjadi perdarahan internal massif.
3. Stenosis
Stenosis

adalah

penyempitan

pembuluh

atau

lubang.

Pada

sistem

kardiovaskular, dapat terjadi stenosis katub jantung. Stenosis katub biasanya


terjadi akibat defek kongenital atau proses inflamasi. Stenosis katup jantung
menyebabkan ruang jantung di sebelah hulu stenosis harus memompa lebih kuat
untuk mendorong darah melewati lubang yang sempit. Apabila ruang jantung
tersebut tidak dapat mendorong secara lebih kuat untuk mengatasi stenosis, aliran
darah yang keluar dari ruang tersebut akan berkurang.
Stenosis yang terjadi pada katup jantung adalah sebagai berikut :
a. Stenosis Katup Mitral (Mitral Stenosis) merupakan penyempitan pada
lubang katup mitral yang akan menyebabkan meningkatnya tahanan aliran
darah dari atrium kiri ke ventrikel kiri.

b. Stenosis Katup Aorta (Aortic Stenosis) adalah penyempitan pada lubang


katup aorta, yang menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran
darah dari ventrikel kiri ke aorta.

c. Stenosis Katup Trikuspidalis (Tricuspid Stenosis) merupakan penyempitan


lubang katup trikuspidalis, yang menyebabkan meningkatnya tahanan
aliran darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan.
Stenosis katup trikuspidalis menyebabkan atrium kanan membesar dan
ventrikel kanan mengecil. Jumlah darah yang kembali ke jantung
berkurang dan tekanan di dalam vena yang membawa darah kembali ke
jantung meningkat.
d. Stenosis Katup Pulmoner (Pulmonic Stenosis)adalah penyempitan lubang
katup pulmoner, yang menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran
darah dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis.
4. Inkompetensi katup (regurgitasi katup)
Inkompetensi katup adalah kegagalan katup untuk menutup dengan sempurna
yang menyebabkan darah dapat mengalir dalam dua arah melewati katup pada
saat jantung berkontraksi (regurgitasi katup).
Inkompetensi katup yang terjadi apada katup jantung adalah sebagai berikut :
a. Regurgitasi

Katup

Mitral

(Inkompetensia

Mitral,

Insufisiensi

Mitral),adalah kebocoran aliran balik melalui katup mitral setiap kali


ventrikel kiri berkontraksi. Pada saat ventrikel kiri memompa darah dari
jantung menuju ke aorta, sebagian darah mengalir kembali ke dalam
atrium kiri dan menyebabkan meningkatnya volume dan tekanan di atrium
kiri. Terjadi peningkatan tekanan darah di dalam pembuluh yang berasal
dari paru-paru, yang mengakibatkan penimbunan cairan (kongesti di dalam
paru-paru
b. Regugitasi Katup Aorta (Inkompetensia Aorta, Insuffisiensi Aorta), Aortic
Regurgitation) adalah kebocoran pada katup aorta yang terjadi setiap kali
ventrikel mengalami relaksasi.

c. Regurgitasi

Katup

Trikuspidalis

(Inkompetensia

Trikuspidalis,

Insuffisiensi Trikuspidalis),(Tricuspid Regurgitation) adalah kebocoran


pada katup trikuspidalis yang terjadi setiap kali ventrikel kanan
berkontraksi. Pada regurgitasi katup trikuspidalis, ketika ventrikel kanan
berkontraksi, yang terjadi bukan hanya pemompaan darah ke paru-paru,
tetapi juga pengaliran kembali sejumlah darah ke atrium kanan.
Kebocoran ini akan menyebabkan meningkatnya tekanan di dalam atrium
kanan dan menyebabkan pembesaran atrium kanan.Tekanan yang tinggi
ini diteruskan ke dalam vena yang memasuki atrium, sehingga
menimbulkan tahanan terhadap aliran darah dari tubuh yang masuk ke
jantung.

5. Pirau Jantung

Pirau (shunt) adalah hubungan antara system vascular paru dan system vascular
sistemik.Selama masa janin, pirau anatar sisi kanan dan kiri jantungdan antara
arteri pulmonalis dan aorta adalah normal. Setelah lahir, setiap adanya pirau di
jantung atau antara sirkulasi paru dan sistemik merupakan gejala yang abnormal.
a. Pirau Kanan-ke-Kiri
Pirau kanan ke kiri adalah aliran darah dari sisi kanan jantung ke sisi kiri, atau
dari arteri pulmonalis ke sirkulasi sistemik. Setelah lahir jantung kanan dan arteri
pulmonalis kurang mendapat oksigen. Denbgan demikian, suatu pirau kanan ke
kiri akan menyebabkan mengalirnya darah yang kurang beroksigen ke sirkulasi
sistemik. Timbul rasa lelah sel-sel otot, otak dan organ lain tidak mendapat
oksigen dan makanan yang adekuat.
b. Pirau Kiri-ke-Kanan
Pirau kiri ke kanan adalah aliran darah dari sisi kiri jatung ke sisi kanan
jantung, atau dari aorta ke sirkulasi paru. Darah jantung kiri teroksigenasi dengan
baik. Dengan demikian, pirau kiri ke kanan menyalurkan secara berlebihan darah
beroksigen secara langsung ke pulmonalis dan paru. Karena darah teroksigenasi
dengan baik pirau ini bersifat asionatik. Pirau kiri kekanan dapat mengancam jiwa
karena resiko hypertrofi pembuluh paru akibat darah terus bersikulasi di paru.
6. Aterosklerosis
Aterosklerosis atau pengerasan arteri adalah kondisi pada arteri besar dan kecil
yang ditandai penimbunan endapan lemak, trombosit, neutrofil, monosit, dan
makrofag di seluruh kedalam tunika intima (lapisan sel endotel) dan akhirnya ke
tunika media (lapisan otot polos).
7. Hipertensi
Hipertensi adalah tekanan darah yang abnormal dan diukur peling tidak pada
tiga kesempatan yang berbeda. Pada umumnya, tekanan yang di anggap adalah

kurang dari 120 /80 mmHg, sementara tekanan yang di anggap hipertensif adalah
lebih dari 140/90 mmHg.
Blood Pressure Classification JNC VII
BP Classification
Normal
Prehypertension
Stage 1 Hypertension
Stage 2 Hypertension

SBP mmHg
<120
120139
140159
>160

and
or
or
or

DBP mmHg
<80
8089
9099
>100

Blood Plessure Classification WHO ISH

Category Systolic
Diastolic
Optimal
<
120
<
80
Normal
<
130
<
85
High-normal
130
85
139
-- 89
Grade
1
hypertension
140
(mild)
90
159
99
Subgroup
:
borderline
140
90
149
94
Grade
2
hypertension
160
(moderate)
100
179
109
Grade 3 hypertension
> (severe)
180> 110
Isolated
systolic
hypertension
> 140<90
Subgroup
: borderline
140
- 149
< 90

8. Angina Pektoris
Angina pectoris adalah nyeri hebat yang berasal dari jantung dan terjadi sebagai
respons terhadap suplai oksigen yang tidak adekuat ke sel-sel miokardium. Nyeri

angina dapat menyebar ke lengan kiri, ke punggung, ke rahang, atau ke daerah


abdomen.
9. Infark Miokard
Infark Miokard (IM) adalah kematian sel-sel miokardium yang terjadi akibat
kekurangan oksigen berkepanjangan.Infark miokard disebabkan oleh terlepasnya
suatu plak aterosklerosis dari salah satu arteri koroner, dan kemudian tersangkut di
bagian hilir yang menyumbat aliran darah ke seluruh miokardium yang
diperdarahi oleh pembulkuh tersebut, dapat menyebabkan infarak miokard. Infark
juga dapat terjadi apabila lesi trombotik yang melekat ke suatu arteri yang
rusakmenjadi cukup besar untuk menyumbat secara total aliran ke bagian hilir,
atau apabila suatu ruang jantung mengalami hipertrofi berat sehingga kebutuhan
oksigennyatidak dapat terpenuhi.
10. Perikarditis
Perikarditis adalah inflamasi kantong pericardium yang berisi cairan dan
mengelilingi jantung.Perikarditis dapat dapt terjadi akibat berbagai Janis trauma
jantung, termasuk infark miokard, trauma tumpul atau tembus ke dada, infeksi
atau neoplasma.penyakit ginjal, demam reumatik, dan penyakit sistemik lainnya
juga dapat menyebabkan perikarditis.Perikarditis akut biasanya menghilang
sendiri dalam 2 sampai 6 minggu.Perikarditis kronis didiagnosis apabila kelainan
tersebut tidak menghilang.Perikarditis kronis biasanya berkaitan dengan gejala
penyakit jantung atau inflamasi sistemik.

11. Miokarditis
Miokarditis adalah peradangan jantung yang tidak berkaitan dengan penyakit
arteri koroner atau infark miokard.Miokarditis paling sering terjadi akibat virus
pada miokardium, tetapi dapat juga disebabkanoleh infeksi bakteri atau jamur
yang sering diduga adalah coxsackievirus.Miokarditis menyebabkan kelemahan
otot jantung dan penurunan kontralitas jantung.Jantung menjadi lembek dan
melebar, dengan banyak focus perdarahan berbintik yang terbentuk di lapisan
endokardium, miokardium, dan pericardium.

12. Kardiomiopati
Kardiomiopati adalah setiap penyakitr atau cedera pada jantung yang tidak
berhubungan dengan penyakit arteri koroner, hipertensi, atau malformasi
kengenital. Kardiomiopati dapat terjadi setelah suatu infeksi jantung, akibat
penyakit otoimun,atau setelah suatu individu terpajan toksin tertentu, termasuk
alcohol dan banyak obat antikanker. Miopati menjadi jenis yan g menyababkan
dilatasi ventrikel dan jenis yang ditandai dengan hipertrofi miokardium.Pada
kardiomiopati dilatasi, ventrikel meregang sehingga terjadi gagal jantung.

Referensi
https://www.scribd.com/doc/76653420/Fisiologi-jantung
https://www.scribd.com/doc/56556400/Anatomi-Dan-Fisiologi-Jantung
https://www.scribd.com/doc/92103076/Sirkulasi-Darah-Pada-Jantung