Anda di halaman 1dari 7

Penelitian Eksperimental

Penelitian eksperimental merupakan bentuk penelitian percobaan yang berusaha untuk


mengisolasi dan melakukan kontrol setiap kondisi-kondisi yang relevan dengan situasi yang
diteliti kemudian melakukan pengamatan terhadap efek atau pengaruh ketika kondisi-kondisi
tersebut dimanipulasi. Dengan kata lain, perubahan atau manipulasi dilakukan terhadap
variabel bebas dan pengaruhnya diamati pada variabel terikat. Menurut Emzir (2008:96-103)
desain penelitian ekperimen dibagi menjadi empat bentuk yakni, pre-experimental
design, true experimental design, quasy experimental designdan factorial design.
Contoh Judul:
Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran TANDUR Berbantuan Web Interaktif Terhadap
Hasil Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi Siswa Kelas VII SMPN 3 Malang. (Kuasi
Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2010/2011).
(Sumber: perpustakaan Universitas Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan).
f. Penelitian Tindakan Kelas
Action research designs often utilize both quantitative and qualitative data, but they focus
more on procedures useful in addressing practical problems in schools and the classrooms.
Action research designs are systematic procedures used by teachers (or other individuals in
an educational setting) to gather quantitative and qualitative data to address improvements
in their educational setting, their teaching, and the learning of their students(Creswell,
2012:577).
Penelitian tindakan merupakan bentuk penelitian yang berisi berbagai macam prosedur untuk
menguraikan kasus-kasus yang bersifat mikro atau khusus. Simpulan dari penelitian tindakan
langsung diberlakukan hanya untuk kasus yang diteliti dan tidak bisa digeneralisasikan.
Penelitian tindakan lebih condok ke metode kualitatif yang sangat bergantung pada data
penagamatan yang bersifat behavioralistik.
Contoh Judul:
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Tentang Pemecahan Masalah Yang
Melibatkan Uang Melalui Metode Simulasi (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas III
B SDN Cicadas 03 Gunung Putri Bogor). (Sumber: repository.upi.edu).
g. Penelitian Pengembangan
Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah strategi atau
metode penelitian yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktek. Yang dimaksud dengan
Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah rangkaian
proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau
menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggung jawabkan. Produk tersebut
tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras(hardware), seperti buku, modul, alat bantu
pembelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkat
lunak (software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas,
perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran,
pelatihan, bimbingan, evaluasi, sistem manajemen, dan lain-lain.
Contoh Judul:
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis PowerPoint pada materi Kriya Anyam Mapel
Seni Budaya pada Siswa kelas X SMAN 2 Situbondo (Sumber: perpustakaan Universitas
Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan)
Penelitian Kualitatif-Studi Kasus
Sebuah studi
kasus adalah eksplorasi mendalam dari sistem terikat (misalnya,kegiatan, acara, proses, atau
individu) berdasarkan pengumpulan data yang luas. Studi kasus melibatkan investigasi kasus,

yang dapat didefinisikan sebagai suatu entitas atau objek studi yang dibatasi, atau terpisah
untuk penelitian dalam hal waktu, tempat, atau batas-batas fisik. Penting untuk memahami
bahwa kasus dapat berupa individu, program, kegiatan, sekolah, ruang kelas, atau kelompok.
Setelah kasus didefinisikan dengan jelas, peneliti menyelidiki mereka secara mendalam,
biasanya menggunakan beberapa metode pengumpulan data, seperti wawancara, observasi
lapangan, dan dokumentasi.
Studi kasus kolektif; (a) melibatkan beberapa kasus, (b) dapat terjadi selama bertahun situs,
dan (c) menggunakan banyak individu. Kerangka konseptual untuk studi kasus adalah bahwa
dengan mengumpulkan informasi mendalam tentang kasus, peneliti akan mencapai
pemahaman mendalam tentang kasus ini, apakah kasus itu adalah seorang individu,
kelompok, kelas, atau sekolah.
Contoh Judul:
Butera, G. 2005. Collaboration in the context of Appalachia: The case of Cassie. The Journal
of Special Education, 39(2): 106116.
Butera (2005) menggunakan studi kasus dan data yang dikumpulkan melalui wawancara,
observasi, dan dokumen untuk menggambarkan kolaborasi tim dengan anak 4 tahun di West
Virginia. (Stoner, 2010: 21)

Tesis Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan


Model 5E untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis
Tulis Siswa.
Posted on19/05/2016AuthorAdmin Pasca UMLeave a comment

Ardina, Fimmatur Rizka 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika


dengan Model 5E untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Tulis

Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana


Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D, (2)
Prof. Dr. Cholis Sadijah, M.Pd, M.A.
Siswa.

Kata Kunci:

pengembangan perangkat pembelajaran matematika, model


5E, kemampuan komunikasi matematis tulis

Kemampuan komunikasi matematis dalam pembelajaran sangat penting


untuk diperhatikan. Dengan adanya komunikasi matematis tulis dapat
membawa siswa pada pemahaman yang mendalam tentang matematika.
Namun faktanya kemampuan ini kurang diperhatikan. Kemampuan
komunikasi matematis tulis yang dimaksudkan dalam penelitian ini terdiri
dari empat indikator yaitu 1) Siswa menuliskan ide matematis

menggunakan bahasa matematis dengan jelas sehingga dapat dipahami


orang lain 2) siswa dapat menuliskan alasan atas jawaban yang diberikan
3) Siswa memahami pemikiran orang lain dengan dapat mengemukakan
kembali ide orang lain dalam bentuk tertulis dengan kalimatnya sendiri 4)
Siswa menuliskan tanggapan (kritik dan saran) terhadap ide orang lain.
Hasil observasi yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 4 Malang dan SMP
Al-Fattahiyah diketahui bahwa kemampuan komunikasi utamanya
kemampuan komunikasi matematis tulis tergolong rendah. Model
pembelajaran yang digunakan menjadi salah satu penyebab kurang
aktifnya siswa dalam berkomunikasi di dalam kelas. RPP dan LKS yang
digunakan juga seadanya. Pejabaran langkah-langkah pembelajaran pada
RPP tidak diuraikan secara detail.
Perangkat pembelajaran matematika dengan model 5E untuk
meningkatkan kemampuan komunikasi matematis tulis siswa adalah
perangkat pembelajaran berupa LKS dan RPP yang didalamnya memuat
tahapan/
fase
dalam
model
5E
yaitu engage,
explore,
explain, elaborate dan evaluate. Tujuan pengembangan yang dilakukan adalah
mendeskripsikan dan menghasilkan perangkat pembelajaran matematika
dengan model 5E untuk meningkatkan kemampuan komunikasi
matematis tulis siswa pada pokok bahasan SPLDV yang valid, praktis dan
efektif. Model pengembangan mengacu pada model pengembangan
Plomp (2010). Dalam penelitian ini, dilakukan tiga uji terhadap kualitas
produk pengembangan yang terdiri atas uji kevalidan, uji kepraktisan dan
uji keefektifan. Uji kevalidan dilakukan oleh tiga orang validator yang
terdiri dari dua orang dosen matematika dan satu orang praktisi.
Sedangkan uji kepraktisan dan keefektifan dilakukan dengan melakukan
uji coba produk pada 57 orang siswa kelas VIII dari dua sekolah berbeda
sebagai subjek uji coba yang diamati oleh satu orang praktisi dan dua
orang observer.
Perangkat pembelajaran meliputi RPP dan LKS dikatakan valid
apabila berdasarkan hasil validasi telah mengukur apa yang ingin diukur
yaitu perangkat pembelajaran dengan model 5E untuk meningkatkan
kemampuan komunikasi matematis tulis telah disusun sesuai dengan
tahapan pada model 5E dan sesuai dengan indikator kemampuan
komunikasi matematis tulis. Skor minimal yang harus diperoleh dalam
validasi untuk memperoleh kriteria layak adalah 3 dari skor maksimal 4.
Berdasarkan hasil uji coba, perangkat pembelajaran yang dikembangkan

dapat dijamin mempunyai validitas isi konstruksi (berkaitan dengan lima


tahapan pada 5E yaitu engage, explore, explain, elaborate dan evaluate) serta
layak untuk digunakan sebagai alternatif dalam meningkatkan
kemampuan komunikasi matematis tulis siswa pada pokok bahasan
SPLDV.
Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini praktis jika telah
berhasil diterapkan dengan mudah digunakan dalam pembelajaran. Aspek
kepraktisan akan dinilai dari lembar kepraktisan dan lembar observasi
aktivitas guru pada pembelajaran. Berdasarkan hasil uji coba, perangkat
pembelajaran yang dikembangkan berupa RPP dengan model 5E dapat
diterapkan dengan sangat baik oleh guru dan perangkat pembelajaran
berupa LKS dengan model 5E dapat memudahkan siswa untuk
menyampaikan atau menanggapi ide dalam proses pembelajaran di
dalam kelas. Selain itu siswa juga memberikan respon positif terhadap
adanya LKS dengan model 5E yang diberikan karena terdapat beberapa
tahapan model 5E yang harus dilalui siswa dalam menyelesaikan semua
permasalahan atau soal pada LKS.
Perangkat pembelajaran dikatakan efektif jika telah benar-benar
menggunakan perangkat tersebut dalam pembelajaran sehingga mampu
mencapai tujuan yang diharapkan. Keefektifan perangkat pembelajaran ini
akan diukur dari persentase aktivitas siswa dan lembar tes siswa.
Berdasarkan data hasil uji coba lembar observasi aktivitas siswa yang
dibuat yaitu dengan kegiatan pada setiap tahapan 5E memperoleh kriteria
sangat baik. Sedangkan untuk kemampuan komunikasi matematis tulis
siswa telah diadakan uji coba dan penilaian yang mengacu pada empat
indikator kemampuan komunikasi matematis tulis secara umum telah
mengalami peningkatan dan memenuhi kriteria baik. Hal ini berarti
perangkat pembelajaran dengan model 5E yang dikembangkan telah
digunakan dengan sangat baik dalam proses pembelajaran sehingga
tujuan pengembangan perangkat pembelajaran matematika untuk
meningkatkan kemampuan komunikasi matematis tulis siswa dapat
tercapai.

DAFTAR JUDUL TESIS YANG DIAJUKAN

1.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA


BERORIENTASI MASALAH REALISTIK UNTUK MODEL PEMBELAJARAN
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP SWASTA YPK MEDAN

2.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI


PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI ALJABAR SISWA
KELAS VIII SMP SWASTA YPK MEDAN

3.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN


MODEL LEARNING CYCLE-5E PADA MATERI ALJABAR KELAS VIII SMP
SWASTA YPK MEDAN

DAFTAR JUDUL TESIS YANG DIAJUKAN

1.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL


PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST,
ASSESMENT, SATISFACTION) DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING
(GUIDED DISCOVERY) PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN SMP KELAS
VIII SMP SWASTA YPK MEDAN

2.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL


MISSOURI MATHEMATICS PROJECT(MMP) BERBANTUAN MEDIA
PEMBELAJARAN E-LEARNING MOODLE PADA POKOK BAHASAN
LINGKARAN KELAS VIII SMP SWASTA YPK MEDAN

3.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN


MODEL LEARNING CYCLE-5E PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN KELAS
VIII SMP SWASTA YPK MEDAN

http://jurnal.unej.ac.id/index.php/kadikma/search/titles?searchPage=5