Anda di halaman 1dari 3

Rumah Sakit Umum

Kambang

PELAPORAN HASIL KRITIS

Jl.

NO.DOKUMEN

NO.REVISI

HALAMAN
1/2

Kol. Amir Hamzah,No.53 Sei.


Kambang Jambi

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

TANGGAL TERBIT

Ditetapkan Oleh :
Direktur RSU Kambang

( dr. Yulhasmida, M.Kes )


PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Proses penyampaian hasil kritis lkepada dokter yang merawat


pasien
Nilai hasil kritis adalah hasil pemeriksaan diagnostic/ penunjang
yang memerlukan penanganan segera
Pelaporan hasil kritis adalah proses penyampaian nilai hasil
pemeriksaan yang memerlukan penanganan segera dan harus
dilaporkan ke DPJP dalam waktu kurang dari 1(satu) jam
Terlaksananya proses pelaporan nilai-nilai yang perlu
diwaspadai (valert values/ interpretasi Laboratorium, kardiografi
dan radiologi untuk tenaga kesehatan)
Mencegah keterlambatan penatalaksanaan pasien dengan hasil
kritis
Hasil kritis dapat diterima oleh DPJP yang merawat dan di
informasikan kepada pasien sesuai waktu
1. Laboratorium mempunyai prosedur pelaporan hasil kritis
2. Hasil pemeriksaan laboratorium yang kritis atau angka kritis di
tetapkan bersama-sama antara Unit Laboratorium dan staf Medis
di rumah sakit
1. Dokter/ petugas Laboratorium, radiologi dan perawat yang
melakukan perekaman EKG menyampaikan hasil kritis ke DPJP,
bila DPJP tidak bisa di hubungi, dokter/ petugas laboratorium,
radiologi dan perawatan yang melakukan perekaman EKG
langsung menghubungi dokter/ perawat unit rawat inap, rawat
jalan dan unit gawat darurat.
2. Dokter/ petugas yang melaporkan hasil kritis mencatat
TANGGAL dan WAKTU menelpon, NAMA LENGKAP
PETUGAS KESEHATAN YANG DIHUBUNGI dan NAMA
LENGKAP YANG MENELPON.
3. Dokter/ perawat yang menerima hasil kritis menggunakn teknik
komunikasi verbal tulis (write back) baca (read back),

4.
5.

6.
7.

8.

Rumah Sakit Umum


Kambang

konfirmasi (confirmacion) proses pelaporan ini ditulis dalam


rekam medik (form catatan perkembangan integrasi)
Dokter/ perawat ruangan yang menerima laporan hasil kritis
langsung menghubungi DPJP/ PPDS yang merawat pasien
Dokter/ perawat ruangan yang menerima laporan hasil kritis dan
menghubungi DPJP/ PPDS yang merawat pasien harus mencatat
tindakan yang diambil untuk pasien atau informasi lain terkait
klinis
Semua nilai kritis/ interpretasi selanjutnya disampaikan melalui
formulir hasil pemeriksaan sesuai dengan SPO penyerahan hasil
Untuk pasien rawat jalan, hasil kritis harus dilaporkan kepada
dokter yang meminta pemeriksaan dan harus menyampaikan
hasil kritis ke pasien
Dokter/ perawat di ruangan yang menerima hasil kritis
menerapkan mekanisme pelaporan hasil kritis sebagai berikut :
a. 15 menit pertama : harus segera melaporkan ke DPJP,
bial belum berhasil menghubungi kelangkah berikut ;
b. 15 menit ke dua : harus melaporkan pada DPJP, bial
belum berhasil menghubungi ke langkah berikut :
c. 15 menit ketiga : bila hari kerja dapat menhubungi
devisi/ departemen terkait
Bila di luar jam kerja/ hari libur, menghubungi konsulen
jaga yang bertugas, bial belum berhasil menghubungi ke
langkah berikut :
d. 15 menit ke empat : menghubungi konsulen jaga yang
bertugas, bila belum berhasil juga maka dapat
menghubungi urutan pimpinan sebagai berikut :
1. Kepala IGD, jika tidak dapat menghubungi
2. Kepala ICU, jika tidak dapat menghubungi
3. Direktur medik dan keperawatan
e. Dokter yang dilaporkan tentang hasil kritis yang perlu
diwaspadai tersebut, bertanggung jawab terhadap
interpretasi hasil dan pengambilan tindakan pasien

PELAPORAN HASIL KRITIS

Jl.

NO.DOKUMEN
Kol. Amir Hamzah,No.53 Sei.
Kambang Jambi

NO.REVISI

HALAMAN
2/2

yang menerima laporan, tanda tangan petugas laboratorium yang


melapor. Laporan melalui telepon sesuai prosedur yang berlaku.

9. Jika dokter yang bersangkutan meminta petugas laboratorium


melaksanakannya sesuai prosedur yang berlaku.
10. Dokter yang menerima laporan mendokumentasikan di rekam
medis pasien dan melakukan monitorin dan evaluasi terhadap
kondisi pasien.
11. Perawat yang menerima laporan mendokumentasikan di rekam
medis pasien, segera mengkomunikasikan ke dokter
penanggungjawab pelayanan melalui telepon dan segera
melaksanakan advis dari dokter penanggungjawab pelayanan.
UNIT TERKAIT

1. Rawat Jalan
2. Rawat Inap
3. IGD