Anda di halaman 1dari 13

Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup

dan Faktor Penyebabnya


1. Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam
a. Letusan Gunung Api
Letusan gunung api dapat menyemburkan lava,
lahar, material-material padat berbagai bentuk dan
ukuran, uap panas, serta debu-debu vulkanis.
Selain itu, letusan gunung api selalu disertai
dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut
dengan gempa vulkanik.

b . Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan
karena adanya gerakan endogen. Semakin besar
kekuatan gempa, maka akan menimbulkan
kerusakan yang semakin parah di muka bumi.
Gempa bumi menyebabkan bangunan-bangunan

retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliranaliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa
dan saluran bawah tanah rusak, dan sebagainya.
Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka
akan menimbulkan tsunami, yaitu arus gelombang
pasang air laut yang menghempas daratan dengan
kecepatan yang sangat tinggi.

c . Banjir
Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena
alam yang unik. Dikatakan unik karena banjir dapat
terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga
karena dampak dari ulah manusiasendiri. Banjir
dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi
alam memang memengaruhi terjadinya banjir,

misalnya hujan yang turun terus menerus, terjadi


di daerah basin, dataran rendah, atau di lembahlembah sungai. Selain itu, banjir dapat juga
disebabkan karena ulah manusia, misalnya karena
penggundulan hutan di kawasan resapan,
timbunan sampah yang menyumbat aliran air,
ataupun karena rusaknya dam atau pintu
pengendali aliran air. Kerugian yang ditimbulkan
akibat banjir, antara lain, hilangnya lapisan
permukaan tanah yang subur karena tererosi aliran
air, rusaknya tanaman, dan rusaknya berbagai
bangunan hasil budidaya manusia. Bencana banjir
merupakan salah satu bencana alam yang hampir
setiap musim penghujan melanda di beberapa
wilayah di Indonesia.

.
d . Tanah anah Longsor

Karakteristik tanah longsor hampir sama dengan


karakteristik banjir. Bencana alam ini dapat terjadi
karena proses alam ataupun karena dampak
kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat
merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian,
pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta
berbagai bangunan lainnya.

Badai/Angin Topan
Angin topan terjadi karena perbedaan tekanan
udara yang sangat mencolok di suatu daerah
sehingga menyebabkan angin bertiup lebih

kencang. Di beberapa belahan dunia, bahkan


sering terjadi pusaran angin. Bencana alam ini
pada umumnya merusakkan berbagai tumbuhan,
memorakporandakan berbagai bangunan, sarana
infrastruktur dan dapat membahayakan
penerbangan. Badai atau angin topan sering
melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk
Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia pernah
dilanda gejala alam ini.

Kemarau Panjang
Bencana alam ini merupakan kebalikan dari
bencana banjir. Bencana ini terjadi karena adanya
penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah
sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari
biasanya. Bencana ini menimbulkan berbagai
kerugian, seperti mengeringnya sungai dan

sumber-sumber air, munculnya titik-titik api


penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan
berbagai upaya pertanian yang diusahakan
penduduk.

A.KERUSAKAN LINGKUNGAN KARENA ULAH


MANUSIA
v pencemaran air sungai.
pencemaran air sungai disebabkan karena
pembuangan limbah pabrik dan sampah sampah
kesungai.akibatnya terjadi penyakit dan makhluk
hidup yang ada disungai mati dan airnya pun tidak
dapat dikonsumsi lagi oleh manusia.cara
penanggulangannya yaitu dengan cara tidak
membungang sampah sembarangan , jangan
membuang limbah kesungai dan melakukan
penyaringan .

v rusaknya terumbu karang

.penyebab rusaknya terumbu karang yaitu:


1.Penggunaan bahan peledak, jala tarik, dan
racun utuk menangkap ikan
2.Pencemaran dengan tumpahan minyak,
pembuangan bangkai kapal dan pelemparan
jangkar reklamasi, serta penambangan pasir
3.Pembuangan limbah padat atau cair rumah
tangga dan industri ke dalam perairan
Akibat dari rusaknya terumbu karang yaitu:
1..Biota laut kehilangan Tempat Tinggal untuk
berkembang biak dan tempat mencari
makanan
2.Penurunan produksi Ikan yang akan
berpengaruh pada sektor sektor industri terkait
seperti ekspor ikan, mutiara, wisata bahari,
obat obatan, pakan ternak dan kosmetik
3..Hilangnya terumbu karang sebagai penahan
pesisir pantai dari hempasan ombak
Cara menanggulanginya yaitu:
1.tidak membuang jangkar pada pesisir pantai
secara tidak sengaja akan merusak terumbu
karang yang berada di bawahnya.
2.tidak melakukan penambangan secara
sembarangan

3.tidak melakukan pembangunan pemukiman


diareal sekitar terumbu karang
4.tidak melakukan reklamasi pantai secara
sembarangan
5.menjaga kondisi perairan agar bebas dari
polusi
6.tidak melakukan penangkapan ikan dengan
cara yang salah, seperti pemakaian bom ikan

v penggundulan hutan
penggundulan hutan terjadi karena penebangan
pohon-pohon tanpa ada penanaman kembali atau
reboisasi.akibat terjadinya hutan gundul ini akan
berdampak pada perubahan iklim.iklim akan
semakin panas karena hutan itu adalah paru paru

dunia.dan juga akan mudah terjadinya longsor


apabila ada hujan nyang cukup lebat.cara
penanggulangannya yaitu dengan cara melakukan
reboisasi,yaitu penanaman kembali pohon
pohon.dan salah satu cara lainnya yaitu dengan
cara tebang pilih,yaitu memilih pohon yang sudah
cukup masanya untuk ditebang.

5.pencemaran udara.pencemaran udara terjadi


karena adanya asap asap kendaraan dan juga asap
pabrik,dsb.akibat terjadinya pencemaran udara ini
adalah suhu dibumi akan menjadi lebih tinggi
karena lapisan ozon menipis, terjadinya hujan
asam,dan lain lain . Cara penanggulangannya yaitu
dengan cara mencari atau menggunakan
alternative bahan bakar lainnya seperti tenaga
surya.

PEMANASAN GLOBAL ATAU GLOBAL WARMING


Pemanasan global merupakan fenomena global
yang disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh
dunia, pertambahan populasi penduduk, serta
pertumbuhan teknologi dan industri. Oleh karena
itu peristiwa ini berdampak global. Beberapa
aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya
pemanasan global terdiri dari:
Konsumsi energi bahan bakar fosil. Sektor industri
merupakan penyumbang emisi karbon terbesar,
sedangkan sektor transportasi menempati posisi
kedua. Menurut Departemen Energi dan
Sumberdaya Mineral (2003), konsumsi energi
bahan bakar fosil memakan sebanyak 70% dari
total konsumsi energi, sedangkan listrik
menempati posisi kedua dengan memakan 10%
dari total konsumsi energi. Dari sektor ini,
Indonesia mengemisikan gas rumah kaca sebesar
24,84% dari total emisi gas rumah kaca.
Pemanasan global atau Global Warming adalah
adanya proses peningkatan suhu rata-rata
atmosfer, laut, dan daratanBumi.

BENCANA NUKLIR
Kecelakaan Nuklir atau Kebocoran nuklir adalah
dampak yang paling ditakutkan dibalik manfaaat
energi nuklir bagi manusia. Dalam catatan sejarah
manusia terdapat kejadian kecelakan nuklir
terbesar di dunia di antaranya adalah kecelakaan
Chernobyl, Three Mile Island Amerika dan mungkin
di Fukushima Jepang.
Kebocoran nuklir terjadi ketika sistem pembangkit
tenaga nuklir atau kegagalan komponen
menyebabkan inti reaktor tidak dapat dikontrol dan

didinginkan sehingga bahan bakar nuklir yang


dilindungi yang berisi uranium atau plutonium
dan produk fisi radioaktif mulai memanas dan
bocor. Sebuah kebocoran dianggap sangat serius
karena kemungkinan bahwa kontainmen reaktor
mulai gagal, melepaskan elemen radioaktif dan
beracun ke atmosfir dan lingkungan. Dari sudut
pandang pembangunan, sebuah kebocoran dapat
menyebabkan kerusakan parah terhadap reaktor,
dan kemungkinan kehancuran total.