Anda di halaman 1dari 19

A.

PENDAHULUAN
1. PROFIL SEKOLAH
2. LATAR BELAKANG MASALAH
a) Gejala Masalah
Sebagai anggota masyarakat sekolah, siswa mempunyai hak untuk
memperoleh
pelajaran,
mengikuti
kegiatan-kegiatan
tertentu,
menggunakan fasilitas-fasilitas, memperoleh bimbingan dan sebagainya.
Administrasi kesiswaan di sekolah adalah bagian dari kegiatan
administrasi pendidikan yang berupa pengelolaan data tentang siswa
sejak siswa itu masuk sekolah sampai siswa itu keluar dari sekolah.
Administrasi kesiswaan sangat menunjang kesuksesan dalam kegiatan
belajar mengajar dan kelancaran dari proses sekolah yang lebih baik. Oleh
karena itu, sangat penting bagi kita dalam mendalami administrasi kesiswaan
mulai dari Identifikasi Kegiatan Mengatur Siswa, Jenis-Jenis Kegiatan dalam
Administrasi Kesiswaan, Promosi dan Syarat Promosi serta masih banyak
lagi yang akan dibahas dalam makalah ini. Permasalahan yang dihadapi
dalam banyak sekolah sekarang ini adalah tidak sepenuhnya dalam penerapan
administrasi kesiswaan itu.
b) Batasan Masalah
Pembatasan masalah yang akan di bahas dalam makalah
administrasi kesiswaan ini adalah :
Identifikasi Kegiatan Mengatur Siswa
Jenis-Jenis Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan
Promosi dan Syarat Promosi
Kegiatan Sensus Sekolah
Masalah Ketidakhadiran
Penerimaan Siswa Baru
Pengelolaan Osis
c) Rumusan Masalah
Dalam merumuskan masalah dalam Administrasi Kesiswaan perlu
di bahas dan mengetahui bagaimana :
Identifikasi Kegiatan Mengatur Siswa
Jenis-Jenis Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan
Promosi dan Syarat Promosi
Kegiatan Sensus Sekolah
Masalah Ketidakhadiran
Penerimaan Siswa Baru
Pengelolaan Osis

B. KAJIAN PUSTAKA

Purnama dkk.2011.Administrasi Kesiswaan. Jurnal pendidikan (online).


www.scribd.com/ 82390069/administrasi-kesiswaan. Diakses Kamis, 21 Juni
2012, jam 20.30 WIB
C. PEMBAHASAAN
ADMINISTRASI KESISWAAN
Administrasi Kesiswaan
Suatu penataan/pengaturan segala aktivitas yang berkaitan dengan siswa
yaitu mulai dari masuknya siswa sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari
suatu sekolah/lembaga.

I.

Identifikasi Kegiatan Mengatur Siswa


Mencakup :
a. Mengatur penerimaan siswa baru :
-

Rapat penentuan penerimaan siswa baru.

Pemasangan pengumuman.

Pendaftaran siswa baru.

Penentuan penerimaan.

b. Pengaturan orientasi siswa baru


c. Pengaturan siswa sebelum masuk ke kelas pelajaran sesungguhnya :
-

Rapat pembagian kelas dengan wali kelas.

Sesudah upacara 1, siswa masuk kelas bersama wali kelasnya masingmasing.

Pembentukan/pembagian tugas kelas.

Penjelasan tentang roster perpustakaan.

d. Mengatur kepenasehatan memilih program.


e. Mengatur pelayanan BP kepada siswa.
f. Mengatur pengelompokan siswa di kelas.
g. Mengatur presensi dan absensi siswa.
h. Mengatur kegiatan organisasi siswa.
i. Mengatur kegiatan ekstrakurikuler.
j. Mengatur drop out dan promosi siswa.
k. Mengatur pelaksanaan ulangan-ulangan formatif.
l. Mengatur tes submatif pada tiap akhir semester.
m. Mengatur penentuan kenaikan kelas dengan norma berlaku.
n. Mengatur pembagian raport siswa.
Dalam buku kurikulum SMP 1975, pedoman Administrasi dan Supervisi buku
III D kemukakan kegiatan mengatur kesiswaan meliputi :
1. Mengatur penerimaan siswa berdasarkan norma penerimaan siswa baru
kelas 1 (vide pedoman).
2. Mengatur program BP (vide pedoman BP).
3. Mengatur penasehatan pemilihan program studi.
4. Mengatur pengelompokan siswa (pilihan program studi).
5. Mengatur kehadiran dan ketidakhadiran siswa.
6. Mengatur program ekstrakurikuler.
7. Mengatur keaktifan organisasi siswa (OSIS).

II.

Jenis-Jenis Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan


A. Penerimaan siswa baru
Beberapa pedoman yang digunakan dalam penerimaan siswa baru,
diantaranya :
1. Membentuk panitia penerimaan siswa, seperti : ketua umum, ketua
pelaksana,

sekretaris,

bendahara

dan

anggota

yang

bertugas

mengadakan pendaftaran calon siswa, seleksi, mendaftar kembali


siswa yang diterima.
2. Pedoman penerimaan siswa
a. Pengumuman pendaftaran penerimaan siswa yang dilakukan oleh
kepala kantor wilayah departemen P & K setempat melalui mas
media yang ada, paling lambat 30 hari sebelum pendaftaran
dimulai dan disebar luaskan oleh Kepsek masing-masing.
b. Pendaftaran
pengumuman

calon
yang

siswa

dilakukan

terperinci

seperti

oleh

Kepsek

waktu

dan

melalui
tempat

pendaftaran, syarat-syarat yang diperlukan, jenis dan waktu tes


diadakan.

c. Pendaftaran

dilakukan

selambat-lambatnya

hari

sesudah

pengumuman hasil evaluasi belajar terakhir dari siswa, 8


berlangsung paling lama 15 hari.
d. Formulir pendaftaran calon siswa supaya disediakan dalam jumlah
yang cukup.
e. Jika jumlah tempat yang tersedia disekolah lebih besar dari jumlah
siswa yang akan diterima maka diadakan pendaftaran gelombang
berikutnya.
f. Biaya pendaftaran dapat dipungut berdasarkan kebutuhan riil
siswa.
g. Tempat pendaftaran calon siswa diatur supaya mudah diketahui
oleh siswa.
h. Petugas pendaftaran calon siswa diberi petunjuk dan bimbingan
oleh kepsek.
i. Syarat-syarat pendaftaran calon siswa :
1.

Surat keterangan kelahiran.

2.

Surat keterangan ksehatan.

3.

Salinan/fotocopy STTB terakhir yang telah disahkan oleh


yang berwajib.

4.

Salinan raport kelas terakhir.

5.

Surat keterangan kelakuan baik dari polisi/kepsek.

6.

Membayar biaya pendaftaran sesuai dengan yang telah


ditetapkan.

7.

Pas foto ukuran 3 x 4 / 4 x 6 secukupnya.

j. Kepala

sekolah

bertanggung

jawab

mendaftarkan

siswa

lulusannya.
3. Pelaksanaan seleksi siswa
a. Seleksi, yaitu kegiatan pemilihan calon siswa untuk menentukan
diterima/tidaknya calon berdasarkan ketentuan yang berlaku.
b. Seleksi dapat dilakukan melalui pengamatan : persyaratan
pendaftaran, nilai STTB & Raport & hasil test dalam bidang studi
tertentu dan relevan.
c. Seleksi dapat dilakukan melalui persetujuan dari kepala kantor
Departemen P & K setempat.
d. Pelaksanaan test dapat diatur dari kegiatan persiapan, pelaksanaan
sampai penentuan calon yang akan diterima untuk memudahkan
penilaian.
e. Pengumuman calon siswa yang dierima.
f. Pendaftaran siswa.
4. Upacara penerimaan siswa baru, hal-hal yang dijelaskan oleh kepsek
adalah :
-

Memperkenalkan semua guru dan stafnya.

Memperkenalkan semua guru pengurus siswa (osis)

Menjelaskan tentang tata tertib sekolah.

Menjelaskan fasilitas pendidikan yang dimiliki sekolah.

Penjelasan tentang struktur per sekolahan.

B. Pembagian Siswa dalam Kelompok Belajar (Kelas)


Sebagian besar siswa dikelompokan berdasarkan sistem kelas.
Disekolah Dasar ada 6 pengelompokkan kelas, sedangkan pada sekolah
lanjutan tingkat pertama dan tingkat atas baik sekolah umum/kejuruan ada
3 pengelompokkan kelas dan diberikan pelajaran dengan sistim klasikal.
Di negara yang telah maju, dibidang pendidikannya menggunakan sistem
pengelompokan yang telah sempurna yang disebut dengan istilah micro
teaching. Menurut Wiliam A. Jeager dalam pengelompokan siswa ada 2
hal yang penting, yaitu :
1. Fungsi integrasi (memperhatikan semua faktor).
2. Fungsi perbedaan (memperhatikan ciri masing-masing).
C. Kepenasehatan Siswa
Kepenasehatan, yaitu segala macam usaha yang dilakukan oleh
penasehat yang bertitik tolak kepada bimbingan, ini dapat berupa nasehatnasehat, saran-saran, pengarahan, pertimbangan, pendapat-pendapat
sehingga siswa didalam merencanakan dan menentukan program studi
yang diambilnya dan segala kegiatan yang dilakukan dapat diselesaikan
dengan cara yang seefisien dan seefektif mungkin.
Di

dalam

pelaksanaan

kepenasehatan

ada

sekolah

yang

menggunakan sistem kepenasehatan tetap yaitu kepenasehatan yang


dilakukan terus menerus mulai dari permulaan siswa masuk sekolah
sampai siswa tamat belajar. Dan ada pula sekolah yang menggunakan

sistim pergantian yaitu pada saat tertentu diadakan perubahan dalam


rangka penyesuaian dengan periode tertentu.
D. Bimbingan dan Penyuluhan
1. Hakekat bimbingan
Bimbingan, yaitu proses bantuan yang diberikan pada siswa
dengan memperhatikan kemungkinan dan kenyataan tentang adanya
kesulitan yang dihadapi dalam rangka perkembangan yang optimal,
sehingga mereka memahami dan mengarahkan diri serta bertindak dan
bersikap sesuai dengan tuntutan dan situasi lingkungan sekolah,
keluarga dan masyarakat.
2. Prinsip bimbingan
a. Prinsip umum, yaitu bahwa sikap dan tingkah laku terbentuk dari
segala aspek kepribadian yang unik dan kompleks.
b. Prinsip khusus, yaitu yang berhubungan dengan individu (program
bimbingan berpusat pada murid) dan yang berhubungan dengan
individu yang dibimbing (petugas hendaknya menggunakan
informasi yang tersedia mengenai individu yang dibimbingnya).
3. Tujuan pelayanan bimbingan
a. Tujuan umum, yaitu mengembangkan pengertian dan pemahaman
diri dalam kemajuan di sekolah.
b. Tujuan khusus, yaitu mengatasi kesulitan dalam menyalurkan
kemampuan dan bakat murid secara tepat.
4. Fungsi bimbingan

a. Fungsi penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa


untuk memilih jurusan sekolah.
b. Fungsi pengadaptasian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu
guru dalam menyampaikan pelajaran yang disesuaikan dengan
bakat, minat dan kepribadiannya.
c. Fungsi penyesuaian, yaitu membantu siswa untuk memperoleh
penyesuaian pribadi yang lebih baik.
5. Ruang lingkup bimbingan, yaitu bimbingan dilakukan untuk melayani
siswa menghadapi kesulitannya dan membantunya dalam membuat
rencana/mengambil keputusan sendiri dengan menyertakan guru dan
personel sekolah lainnya dalam membantu siswa.
6. Kegiatan-kegiatan bimbingan
a. Bimbingan pendidikan bertujuan membantu siswa memilih
program yang tepat.
b. Bimbingan belajar, yaitu memberikan bantuan kepada siswa yang
mengalami kesulitan belajar.
c. Bimbingan jabatan, yaitu proses membantu seseorang dalam
memahami gambaran dunia kerja.
d. Bantuan dalam kesulitan belajar.
e. Sarana dan mekanisme bimbingan.
f. Fasilitas

dan

anggaran

seperti

fasilitas

perlengkapannya serta fasilitas adm pelayanan.


E. Pengaturan Program Kurikuler

ruangan

dan

Kegiatan kurikuler, yaitu semua kegiatan yang telah ditentukan di


dalam kurikulum yang

pelaksanaannya

pada

jam-jam

pelajaran.

Sedangkan ekstrakurikuler yaitu kegiatan yang dilaksanakan diluar


ketentuan yang telah ada didalam kurikulum.
Persy E. Burrup dalam bukunya

Modern High School

Administration, mengatakan kegiatan ekstra kurikuler yaitu bermacammacam kegiatan seperti : ekstra kurikuler/kegiatan-kegiatan diluar sekolah
kegiatan-kegiatan itu lebih baik digambarkan sebagai kegiatan diluar kelas
hanya sebagai kegiatan-kegiatan siswa.
F. Tata Tertib Sekolah
Yaitu ketentuan yang mengatur kehidupan sekolah sehari-hari yang
mengandung sangsi-sangsi terhadap pelanggarannya. Menurut instruksi
Menteri P & K RI tanggal 1 Mei 1974 No. 14/U/1974, tata tertib sekolah :
a. Upacara bendera yang diadakan pada hari Senin sebelum sekolah
dimulai yang diikuti oleh semua pelajar, kepsek, guru, tenaga teknis
dan tenaga administrasi. Upacara dipimpin oleh kepsek/guru yang
ditunjuk dan disertai dengan nyanyian lagu Indonesia dan diikuti
dengan mengheningkan cipta dan harus dilakukan dengan khidmat dan
tertib.
b. Untuk para pelajar, ada tugas dan kewajibannya dalam kegiatan inra
sekolah seperti para pelajar harus datang sebelum pelajaran dimulai,
berpakaian sesuai dengan ketentuan dari sekolah, selain itu pelajar juga
harus mematuhi larangan-larangan dan sangsi-sangsi yang ditetapkan

10

oleh sekolah seperti para pelajar tidak diperbolehkan meninggalkan


pelajaran tanpa ijin, pada saat pelajaran sedang berlangsung dan diberi
sangsi peringatan secara langsung pada pelajar dan sebagainya.
c. Pelanggaran tata tertib sekolah seperti : siswa datang terlambat,
melalaikan tugas, dll.

G. Mengatur Kegiatan Organisasi


1. Sistem kerja organisasi, mengharuskan adanya kerja sama setiap
petugas sesuai dengan klasifikasi tugas-tugas yang telah ditetapkan
dan saling memberi informasi serta saling menghormati antara sesama
anggota.
2. Sistem komunikasi, setiap murid yang membawahi seksi hendaknya
selalu memberikan informasi dapat mengetahui sejauh mana
pelaksanaan tugas itu mencapai tujuan, sehingga pimpinan dapat
mengetahui keseluruhan tugas pelaksanaannya dan sebaliknya
pimpinan berkewajiban pula untuk mengetahui hal-hal yang tidak
diinginkan.
3. Materi kegiatan, pemberian materi kegiatan tidak boleh bertentangan
dan

mengganggu

kegiatan

primer

anak.

Guru

menyesuaikan dengan kebutuhan serta minat anak.


H. Mengatur Keluar Masuknya dalam Sekolah

11

harus

dapat

Untuk mempermudah jalannya peninjauan murid diperlukan


beberapa buku seperti standar book/buku induk, buku tabelaris/kas,
absensi dan mutasi, daftar honorium, daftar nilai, buku inventaris, agenda
dan ekspedisi, buku tamu dan arsip dan laporan bulanan untuk mengetahui
maju mundurnya murid dan sekolah tiap bulan. Sedangkan bagi anak yang
keluar karena tamat/pindah sekolah harus dicatat dalam standar book
tanggal keluarnya, sebab-sebab keluar dan dicatat juga dalam raport murid
yang bersangkutan, mutasi, absensi, buku uang sekolah dsb, dan pada
akhir bulan dimasukkan pada laporan bulanan untuk mengetahui jumlah
anak yang ada pada akhir bulan dan keadaan keluar masuknya pada akhir
bulan.

III.

Promosi dan Syarat Promosi


Promosi yaitu kegiatan dilakukan untuk menilai kemajuan siswa maka
digunakan standar tertentu. Jadi anak bisa naik ketingkat/kelas yang lebih
tinggi, apabila sudah mencapai standar tersebut, namun apabila seorang anak
tidak dapat mencapai standar itu tidak dapat naik kelas.
Syaratnya yaitu agar anak dapat naik kelas, ia harus mencapai nilai
tidak kurang dari 70% untuk sesion 865% untuk mata pelajaran selama
setahun itu. Kalau tidak mencapainya anak tidak dinaikan. Mata pelajaran
umum itu yaitu berhitung, bahasa inggris, membaca, geografi, sejarah,
kesehatan, civics dan bussines metode.

12

IV.

Kegiatan Sensus Sekolah


Sensus sekolah yaitu salah satu usaha kepala sekolah mengumpulkan
informasi yang digunakan dalam merencanakan bidang-bidang program
pendidikan di sekolah seperti :
a. Budget sekolah tergantung pada jumlah murid.
b. Batas daerah anak yang masuk sekolah berubah-ubah.
c. Jumlah guru tergantung jumlah murid.
d. Transportasi dan fasilitas harus diberikan kepada murid.
e. Keadaan rumah anak.
f. Penerangan kelas.
g. Bangunan sekolah berdasarkan pada jumlah murid dan kebutuhan
pendidikannya.
h. Perlunya buku teks, bahasa dan peralatan.
i. Jumlah anggota staff tergantung registrasi murid untuk masing-masing
mata pelajaran.
j. Pembuatan jadwal perlu mengetahui registrasi murid.

V.

Masalah Ketidakhadiran
Besarnya absensi biasanya disebabkan oleh beberapa kemungkinan,
antara lain :
1. Situasi sekolah yang tidak menyenangkan.

13

2. Kurang dapat memberikan pelayanan yang memuaskan.


3. Kurang memperhatikan/memenuhi kebutuhan siswa.
4. Sikap didalam proses PBM kurang sesuai.
5. Kesehatan anak kurang terjaga.
6. Keadaan rumah tangga.
7. Orang tua murid kurang memperhatikan anaknya.
Mengenai sebab-sebab ketidakhadiran murid disekolah dapat ditinjau
dari beberapa sumber :

Dilihat dari segi tanggung jawab rumah tangga :


a. Orang tua keduanya bekerja.
b. Keadaan darurat dari rumah (kemampuan).
c. Rumah tangga yang sukar mengadakan penyesuaian sosial.
d. Keluarga yang selalu berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain.
e. Keadaan tempat tinggal yang jauh.
f. Salah satu anggota keluarga yang sakit/meninggal.
g. Kekurangan makanan dalam keluarga.
h. Pengaturan keadaan ekonomi rumah tangga yang salah.

Dilihat dari segi tanggung jawab sekolah


a. Keadaan gedung dan peralatan
b. Sekolah sukar menciptakan suasana yang menyenangkan.
c. Biaya dan pungutan uang sekolah yang terlalu tinggi.
d. Kurangnya bimbingan dan orientasi dari guru-guru kepada muridmurid baik secara kelompok/individu.

14

e. Kurangnya fasilitas termasuk pemeliharaan kesejahteraan sekolah.


f. Bangunan sekolah yang terpencil.
g. Kurang/tidak ada transportasi sekolah.
h. Program sekolah tidak menarik perhatian.
i. Penentuan tempat sekolah yang kurang bijaksana.

Dilihat dari segi tanggung jawab murid-murid itu sendiri :


a. Lupa minta ijin dari sekolah.
b. Tidak memiliki moral yang baik.
c. Pertentangan antara murid dengan murid.
d. Terus menerus sakit.
e. Pengangkatan bagi murid secara individual yang tidak terjamin.
f. Membolos secara berkelompok atas pengaruh seorang teman yang
suka melanggar peraturan.

Dilihat dari segi tanggung jawab masyarakat


a. Masalah/kekacauan dalam kehidupan masyarakat.
b. Jalan menuju sekolah susah ditempuh/terhalang.
c. Pengaruh pemasukan masyarakat.
d. Pengangkatan umum yang kurang.

VI.

Penerimaan Siswa Baru


Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam penerimaan siswa baru,
diantaranya:
1. Penetapan daya tampung sekolah

15

Ditetapkan oleh rapat sekolah/panitia penerimaan siswa baru,


yayasan/pihak kantor wilayah yang melakukan pembatasan jumlah
maksimal di suatu sekolah. Penetapan daya tampung ini dapat juga
dilakukan dengan menghitung banyaknya bangku yang tersedia dikalikan
dengan muatan bangku dihubungi siswa yang tinggal kelas.
2. Penetapan syarat calon siswa, seperti :
-

Surat keterangan kelahiran.

Surat tanda tamat belajar/nilai ebtanas murni dan salinan raport kelas
tertinggi/kelas terakhir (untuk SLTP keatas).

Surat keterangan kesehatan dari dokter.

Surat keterangan kelakuan baik dari sekolah/kepolisian.

Mengisi formulir pendaftaran.

Pas foto.

Membayar uang pendaftaran.

3. Penetapan panitia penerimaan siswa baru


Penetapan siswa baru yaitu kegiatan sekolah yang sifatnya
insidental, hanya dilaksanakan satu kali dalam satu tahun. Adapun
kegiatan yang dilakukan oleh panitia penerimaan siswa baru adalah
sebagai berikut :
a. Mengadakan publikasi.
b. Mempersiapkan formulir pendaftaran.
c. Menerima dan melayani pendaftaran.
d. Melaksanakan penyaringan.

16

e. Pengumuman calon yang diterima.


f. Pendaftaran kembali calon yang diterima.
g. Membuat laporan pertanggung jawaban.
Pengelolaan Osis
Pengurus OSIS bertugas :
1) Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan anggaran dasar dan
anggaran rumah tangga OSIS; dan dari perwakilan kelas;
2) Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan dan martabat sekolah tempat
mereka belajar; dan
3) Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Kepada rapat perwakilan kelas
pada akhir masa jabatanya.
Perincian tugas masing-masing pengurus OSIS :
1)

Ketua bertanggungjawab sepenuhnya terhadap jalanya organisasi yang


dipimpinya.

2)

Seorang

wakil

ketua

mewakili

ketua

apabila

berhalangan

dan

berhalangan

dan

mengkoordinasikan kegiatan :

3)

sekertariat

Bidang ketaqwaan terhadap Tuhan YME,

Bidang kehidupan berbangsa dan bernegara

Bidang pendidikan pendahuluan bela negara; dan

Bidang kepribadian dan budi pekerti luhur


Seorang

wakil

ketua

mewakili

mengkoordinasikan

17

ketua

apabila

4)

Sekretaris bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi organisasi

5)

Wakil sekretaris I membantu tugas-tugas sekretaris dan tugas-tugas seorang


wakil ketua I

6)

Wakil sekretaris II membantu tugas-tugas sekretaris dan tugas-tugas seorang


wakil ketua II

7)

Bendahara bertanggungjawab terhadap pengelolaan keuangan organisasi

8)

Wakil bendahara membantu tugas-tugas bendahara.

9)

Para Sekretaris bidang bertugas melaksanakan program kerja dibidangnya


masing-masing

18

D. PENUTUP
1. KESIMPULAN
Administrasi kesiswaan adalah Suatu penataan/pengaturan segala
aktivitas yang berkaitan dengan siswa yaitu mulai dari masuknya siswa
sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari suatu sekolah/lembaga.
Jenis-Jenis Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan
-

Penerimaan siswa baru

Pembagian Siswa dalam Kelompok Belajar (Kelas)

Kepenasehatan Siswa

Bimbingan dan Penyuluhan

Pengaturan Program Kurikuler

Tata Tertib Sekolah

Mengatur Kegiatan Organisasi

Mengatur Keluar Masuknya dalam Sekolah


2. SARAN

a. Saran Untuk Sekolah


Dalam kegiatan sekolah baik yang menyangkut kegiatan belajar
mengajar serta kegiatan ekstrakurikuler siswa lainnya, di harapkan sekolah
mampu menerapakan bagaimana administrasi siswa yang sebaiknya.
b. Saran Untuk Guru
Peran guru dalam administrasi siswa juga sangat penting, tidak
Cuma bagi staf sekolah lainnya. Namun guru sangat menunjang
kesuksesan sekolah yang dimana guru lebih mempunyai kedekatan
terhadap siswanya sendiri.
Demikianlah makalah ini dibuat, semoga dapat memberikan
menfaat yang sangat banyak bagi pembaca terutama dalam menambah
pengetahuannya dalam bidang admnistrasi kesiswaan. Pemakalah merasa
disana sini masih banyak kekurangan dari makalah ini, pemakalah
berharap kritikan dan sarannya untuk kesempurnaan makalah selanjutnya.

19