Anda di halaman 1dari 27

Laporan Praktikum

Sifat koligatif larutan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Tujuan Percobaan

1.1.1

Menentukan pengaruh penambahan zat terlarut terhadap kenaikan titik

1.1.2

didih.
Menentukan kd (tetapan kenaikan titik didih) dari masing-masing

1.1.3

larutan.
Menentukan pengaruh penambahan zat elektrolit dan non elektrolit
terhadap kenaikan titik didih.

1.2

Dasar Teori
1.2.1 Sifat Koligatif

Sifat koligatif adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada


jenis zat pelarut, tetapi hanya pada konsentrasi pertikel pelarutnya.
Istilah koligatif berasal dari bahasa latin yang artinya kolega atau
kelompok. Sifat koligatif hanya bergantung pada jumlah partikel atau
kelompok partikel atau kelompok partikel zat pelarut didalam larutan.
Oleh kerena itu, sifat koligati larutan elektrolit akan berbeda dengan
sifat koligatif larutan non elektrolit, meski jumlah mol zat terlarutnya
sama ( Purba, 2006 ).
Sifat koligatif memiliki sumber yang sama dengan kata lain,
semua sifat tersebut bergantung pada banyaknya partikel zat terlarut
yang ada, apakah partikel-partikel tersebut atom, ion, atom molekul.
Yang disebut dengan sifat koligatif ialah penurunan tekanan uap
( P ), kenaikan didih (Td ),penurunan titik beku ( Tb ), dan
tekanan osmotic ( ) ( Ngatin,1996 ).
Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi
larutan dan sifat latutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non
elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit,
walaupun konsentrasinya sama. Hal ini dikarenakan laruran elektrolit
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
1

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
terurai menjadi ion-ionnya,sedangkan larutan non elektrolit tidak
terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan
dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif
larutan elektrolit ( Ratna, dkk , 2009 )
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada
jenis zat terlarut tetapi bergantung pada banyaknya partikel zat terlarut dalam
larutan (Syukri,1999). Sifat koligatif larutan dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu sifat larutan elektrolit dan non elektrolit. Hal itu disebabkan zat
terlarut dalam larutan elektrolit bertambah jumlahnya karena terurai menjadi
ion-ion, sedangkan zat terlarut pada larutan non elektrolit jumlahnya tetap
karena tidah terurai menjadi ion-ion, sesuai dengan hal-hal tersebut maka
sifat koligatif larutan non elektrolit lebih rendah daripada sifat koligatif
larutan elektrolit (Sastrohamidjojo,2010). Sifat koligatif meliputi :
Tekanan
Penurunan titik beku
Kenaikan titik didih
Tekanan osmotic
1.2.2

Tekanan Uap
Penurunan tekanan uap menurut hokum Roult, tekanan uap salah
satu cairan dalam ruang di atas larutan ideal bergantung pada fraksi mol
cairan tersebut dalam larutan PA = XA.PA. Dari hokum Roult ternyata
tekanan uap pelarut murni lebih besar daripada tekanan uap pelarut dalam
larutan. Jadi penurunan tekanan uap pelarut berbanding lurus dengan fraksi
mol zat terlarut (Syukri, 1999).
Tekanan uap suatu zat akan bertambah jika suhu dinaikan. Kenaikan
suhu menyebabkan energi kinetik molekul-molekul cairan bertambah besar,
sehingga lebih banyak molekul yang dapat meninggalkan permukaan cairan
memasuki fase gas. Besarnya tekanan uap bergantung pada jenis zat dan
suhu. Zat yang memiliki gaya tarik-menarik antarpartikel relative besar,
berarti sukar menguap dan mempunyai tekanan uap yang relative rendah,
contohnya garam, gula, glikol, dan gliserol. Sebaliknya, zat yang memiliki
gaya tarik-menarik antar partikel relatif lemah, berarti mudah menguap dan

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
2

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
mempunyai tekanan uap yang relative tinggi. Zat seperti itu dikatakan mudah
menguap atau atsiri (volatile), contohnya etanol dan eter.

Tekanan uap semua larutan yang mengandung zat terlarut yang


mudah menguap atau atsiri ( volatile ) di dalam suatu pelarut selalu
lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni. Jika membuat larutan
dari berbagai zat terlarut di dalam suatu pelarut tertentu dengan
menambahkan macam-macam zat terlarut yang kualitas molekulnya
sama ke delam pelarut yang kualitasnya tetap (JasJfi,1992).
Jika zat terlarut bersifat tidak mudah menguap (nonvolatile,
artinya tidak memiliki tekanan uap yang dapat di ukur), tekanan uap
dari larutan selalu lebih kecil dari pada pelarut murninya. Jadi,
hubungan antara tekanan uap larutan dan tekanan uap pelarut
bergantung pada konsentrasi zat terlarut pada larutan. Hubungan ini di
rumuskan dalam hukum Raoult ( dari

nama kimiawan Perancis

Francois Raoult ),Yang menyatakan bahwa tekanan persial pelarut dari


larutan, P : adalah tekanan uap pelarut murni, P1o, dikalikan fraksi mol
pelarut dalam larutan, x1 dengan persamaan :
P1 = x1.p1o.
Dalam larutan yang mengandung hanya satu zat terlarut, x1 = 1
x2 , di mana x2 adalah fraksi mol zat terlarut. Berikut persamaannya
adalah :
p1 = (1 x2) p1o
P1o p1 = p = x2.p1o
Penurunan tekanan uap p berbanding lurus terhadap
konsentrasi ( diukur dalam fraksi mol ) zat terlarut yang ada. ( chang,
2004 ) . Salah satu penyebab terjadinya proses fisis dan proses kimia
ialah meningkatnya ketidakteraturan, semakin besar kecenderungan
berlangsungnya

suatu

proses.

Penguapan

meningkatnya

ketidakteraturan suatu sistem sebab molekul dalam fase uap kurang


teratur dibandingkan molekul dalam fase cairan. Karena larutan lebih
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
3

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
tidak teratur dibandingkan pelarut murni, maka selisih ketidakteraturan
antara larutan dan uap lebih kecil dibandingkan pelarut murni dan uap.
Dengan demikian, molekul pelarut lebih kecil kecenderungannya
untuk meninggalkan larutan dibandingkan meninggalkan pelarut
murni untuk menjadi uap, dan tekanan uap larutan lebih kecil
dibandingkan tekanan uap pelarut ( chang, 2004 )
Hukum Raoult dapat diterangkan dengan hipotesis bahwa
molekul-molekul zat terlarut pada permukaan zat cair menghalangi
lepasnya molekul pelarut ke fase uap. Oleh karena berkurangnya
tekanan uap, titik didih larutan itu bertambah tinggi dan titik bekunya
bertambah rendah dibandingkan dengan pelarut murni ( Jasjfi, 1992 ).
Penerapan hukum Roult untuk larutan nyata mempunyai ketahanan
berikut ini :
Hukum Raoult diterapkan hanya untuk larutan yang sangat encer
yang mendekati sifat ideal. Pada larutan yang mempunyai
konsentrasi lebih tinggi terjadi gaya tarik intermolekul dan

menyebabkan terjadi penyimpangan.


Hukum Raoult dapat diterapkan untuk larutan yang berisi zat
terlarut yang tidak mudah menguap ( non volatif ). Jika zat
terlarutnya mudah menguap, tekanan uap yang menyebar di atas
larutan

akan

bertambah

dan

menyebabkan

penyimpanan

penurunan tekanan uap.


Hukum Raoult tidak berlaku untuk zat terlarut yang terionisasi
dalam larutan. Sebagai contoh molekul AB terionisasi menjadi A+
dan B-, berarti jumlah partikel zat terlarut dalam larutan menjadi
dua kali dibandingkan dengan zat yang tidak mengalami peristiwa

ionisasi.
Hukum Raoult tidak berlaku untuk molekul zat terlarut yang
dapat bergabung dalam larutan, misalnya 2A

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
4

A2. Hal ini akan

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
menyebabkan penurunan tekanan uap menjadi setengahnya
( Ngatin, 1996 ).
1.2.3

Penurunan Titik Beku


Titik beku larutan adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama
dengan tekanan uap padatnya. Tekanan luar tidak terlalu berpengaruh pada
titik beku. Pada tekanan 760 mmHg, air membeku pada suhu 0C,
sedangkanpada tekanan 4,58 mmHg air akan membeku pad suhu 0,0099C.
Larutan akan membeku pada suhu yang lebih rendah dari pelarutnya. Pada
setiap tekanan uap larutan selalu lebih rendah daripada pelarut murninya.

Titik beku larutan adalah temperatur tepat fasa padat mulai


terbentuk dari fasa cair pada saat larutan setimbang. Titik beku larutan
akan lebih rendah dari titik beku pelarutnya. ( Jasjfi,1992 )
Penurunan titik beku (Tb) didefinisikan sebagai berikut :
Tb = Tbo Tb
o
Dimana Tb adalah titik beku pelarut murni, dan Tb adalah titik
beku larutan. Penurunan titik beku juga berbanding lurus dengan
konsentrasi larutan. Persamaannya adalah sebagai berikut :
Tb = Kb . m
Dimana dalam persamaan ini, m adalah konsentrasi dari zat
terlarut dalam satuan molalitas, dan Kb ialah konstanta penurunan titik
beku molal. Seperti halnya Kd, Kb mempunyai satuan oC/m.
Penjelasan kualitatif untuk fenomena penurunan titik beku
ialah pembekuan melibatkan transisi dari keadaan tidak teratur ke
keadaan teratur. Agar proses ini terjadi energi harus diambil dari
system. Jadi, larutan memiliki titik beku lebih rendah dibandingkan
pelarut. Apabila larutan membeku, padatan yang memisah ialah
komponen pelarutnya. ( Chang,2004 )
1.2.4

Kenaikan Titik Didih Larutan


Titik didih suatu cairan adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh
cairan sama dengan tekanan luar. Jika tekanan uap sama dengan tekanan
luar, maka gelembuung uap yang terbentuk dalam cairan dapat mendorong

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
5

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
diri ke permukaan menuju fase gas. Di permukaan air laut dengan tekanan
760 mmHg, air mendidih pada suhu 100C. Air juga dapat mendidih pada
suhu di bawah 100C. Hal ini disebabkan karena tekanan luar kurang dari
760 mmHg. Di puncak Everest yang merupak tempat tertinggi di dunia, air
mendidih pada suhu 71C. Titik didih yang diukur pada tekanan 760
mmmHg disebut titik didih normal (titik didih pada 760 mmHg). Titik didih
normal air adalah 100C.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa zat cair tersebut sama
dengan tekanan udara disekitarnya. Jika air murni dipanaskan pada tekanan 1
atm (760 mmHg), maka air akan mendidih pada suhu 100C. Jika pada suhu
yang sama dilarutkan gula, maka tekanan uap air akan turun. Jika semakin
banyak gula yang dilarutkan, maka makin banyak penurunan tekanan
uapnya. Hal ini mengakibatkan larutan gula belum mendidih pada suhu
100C. Agar larutan gula cepat mendidih, diperlukan suhu yang cukup tinggi,
sehingga tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan uap disekitarnya.
Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni disebut
kenaikan titik didih (

T b ).

T d =T d larutanT d pelarut
T d =T d T d
Kenaikan titik didih hanya tergantung pada jenis pelarut dan
molaritas, larutan, tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Untuk larutan
encer hubungan antara kenaikan titik didih dengan molaritas larutan
dinyatakan sebagai berikut :

T d =k d

w1 1000

Mr
w2

Dengan:

T d =kenaikantitik didih ( )
k d =tetapan kenaikan titik didih
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
6

( molal
)

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
w 1=berat zat terlarut ( gram )
w 2=berat zat pelarut ( gram )
Mr=berat molekul zat terla rut (

gr
)
mol

Apabila larutan elektrolit maka

T d =k d

w1 1000

i
Mr
w2

dengan i=( 1+ ( n1 ) . )
i=faktor va n' t Hoff
1.2.5

Tekanan Osmotik
Osmosis merupakan suatu proses dimana suatu liquid dapat melewati
suatu membrane semi permiabel secara langsung. Apabila terdapat dua buah
liquid yang dipisahkan dengan suatu membrane semipermiabel. Jadi osmosis
adalah perembesan molekul pelarut dari pelarut ke dalam larutan atau dari
larutan lebih encer ke larutan lebih pekat, melalui selaput semipermiabel.

Gerakan

bersih

molekul

pelarut

melewati

membran

semipermiabel dari pelarut murni atau dari larutan encer kelarutan


yang lebih pekat disebut osmosi. Tekanan osmotic ( ) suatu larutan
adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan osmosis.
( chang,2004 )
Hubungan tekanan osmotic dengan konsentrasi larutan
Tekanan osmotic tergolong sifat koligatif karena harganya
bergantung pada konsentrasi dan bukan pada jenis partikel zat
terlarut. Menurut Van hoff, tekanan osmotic larutan-larutan encer
dapat dihitung dengan rumus yang serupa dengan persamaan gas
ideal yaitu
V = nRT

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
7

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
dimana V merupakan volume larutan dalam ( dalam inter ) n
merupakan jumlah mol zat terlarut, T adalah suhu absolut larutan
( dalam Kelvin ) dan R adalah tetapan gas yaitu ( 0.08205 L atm
mol-1 K-1 ). Persamaan diatas dapat ditata ulang menjadi
n
= V RT
dengan n/V menyatakan kemolaran larutan ( M ) , oleh karena
itu, persamaan diatas dapat ditulis :
= M.R.T
Perbedaan tekanan hidrostatis maksimum antara suatu larutan
dengan pelarutnya, disebut tekanan osmotik larutan. Tekanan osmotik
tergolong sifat koligatif karena harganya bergantung pada konsentrasi
dan bukan pada jenis partikel zat terlarut. Menurut Vant Hoff, tekanan
osmotic larutan-larutan encer dapat didekati dengan rumus yang serupa
dengan persamaan gas ideal, yaitu :

V =nRT

dengan :

n
RT
V

=tekanan osmotik

n= jumlah mol zat terlarut

=MRT

V =volume larutan

R=tetapan gas

T =suhu absolut

Osmosis dalam kehidupan sehari-hari


Contohnya adalah sel darah merah. Dinding sel darah merah
mempunyai ketebalan kira-kira 10 nm dan pori dengan diameter
0.8 nm. Molekul air berukuran kurang dari setengah diameter
tersebut, sehingga dapat lewat dengan mudah. Ion K+ yang terdapat
dalam sel juga berukuran lebih kecil dari pada pori dinding sel itu,
tetapi karena dinding sel tersebut bermuatan positif, maka ino K +
akan ditolak. Jadi, selain ukuran partikel, muatan dapat juga

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
8

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
merupakan factor penentu untuk dapat melalui pori sebuah selaput

semipermiabel. ( Purba,2006 )
Sifat koligatif larutan elektrolit
Sifat koligatif elektrolit memerlukan pendekatan yang sedikit
berbeda dari pada yang digunakan untuk sifat koligatif non
elektrolit. Alasannya karena elektrolit terurai menjadi ion-ion
dalam larutan, dan dengan demikian satu satuan senyawa
elektrolittrpisah menjadi dua atau lebih partikel bila dilarutkan.
Contohnya, tiap satuan NaCl terurai menjadi dua ion, Na + dan Cl.
Jadi sifat koligatif 0.1 m larutan NaCl akan dua kali lebih besar
dibandingkan 0.1 m larutan yang mengandung non elektrolit,
seperti sukrosa. Untuk menjelaskan pengaruh ini dibuat persamaan
sifat koligatif sebagai berikut :
Td = 1oKd.m
Tb = 1oKb.m
= 1o MRT
o
Variabel 1 ialah factor van hoff yang didefinisian
Io = I + ( n I )
Dengan n = jumlah ion dan

1.2.6

adalah derajat ionisasi.

Penggunaan sifat koligatif larutan


Sifat koligatif larutan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,
ilmu pengetahuan, dan industry. Itu semua menyangkut dengan

( Purba, 2006 ) :
Membuat campuran pendingin
Cairan anti beku
Pencairan salju di jalan raya
Menentukan massa molekul relative
Membuat cairan infuse
Desalinasi air laut ( osmosis balik )

1.2.7

Zat Elektrolit dan Non Elektrolit


1. Zat elektrolit

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
9

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
Zat elektrolit adalah zat yang apabila dilarutkan kedalam pelarut
(misalnya

air)

akan

menghasilkan

larutan

yang

dapat

menghantarkan arus listrik karena zat terlarut seluruhnya dapat


berubah menjadi ion-ion dengan harga derajat ionisasi satu(

1) untuk larutan elektrolit kuat maka daya hantarnya kuat. Contoh


larutan elektrolit kuat yaitu larutan garam(NaCl), asam klorida
(HCl), dan lain-lain.
Contoh :
Na+ + ClNaCl
(l)

(aq)

(aq)

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang zat terlarutnya


terionisasi sebagian. Yang tergolong elektrolit lemah adalah
CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S, NH4OH, AgCl, PbI2, dan lain-lain.
2. Zat atau senyawa non elektrolit
Senyawa elektrolit adalah senyawa yang apabila dilarutkan
dalam pelarut tidak terionisasidan tidak dapat menghantarkan arus
listrik. Yang termasuk larutan non elektrolit,yaitu larutan urea,
larutan sukrosa(gula), larutan glukosa, larutan alcohol, dan lainlain.
1.2.8

Kemolalan Larutan
Kemolalan atau molalitas ( m ) adalah jumlah mol zat terlarut
dalam satu kilogram ( sama dengan 1000 gram ) pelarut. Kemolalan
dinyatakan dalam mol/kg. dengan rumus :
n
m= p
m = kemolalan larutan
n = jumlah mol zat terlarut
p = massa pelarut ( dalam kilogram )
jika massa larutan dinyatakan dalam gram, maka rumus
kemolalan menjadi (Purba , 2006) :

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
10

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

m=nx

1000
p

Untuk larutan non elektrolit dinyatakan dengan rumus :


m=

n
p

xi

m = kemolalan larutan
n = jumlah mol zat terlarut
p = massa pelarut ( dalam kilogram )
i = faktor van hoff
Jika massa larutan dinyatakan dalam gram, maka rumus
kemolalan menjadi :
1000
m=nx
xi
p
1.2.9

Topografi Kalimantan Timur


Wilayah Kalimantan Timur didominasi topografi bergelombang, dari
kemiringan landai sampai curam, dengan ketinggian berkisar 0 1500 meter
dpl dengan kemiringan 60%
Tabel Titik Didih Air Murni Pada Ketingggian Tinggi

Ketinggian (meter)
0
300
600
1000
2000
4000
6000
8000

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
11

Titik didih (C)


100
99,1
98,1
96,8
93,3
87,3
81,3
76,5

BAB II
METODOLOGI

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
II.1.

Alat dan Bahan :


II.1.1 Alat yang digunakan
a. Gelas Kimia

h. Botol Semprot

b. Termometer

i.Batang Pengaduk

c. Pipet Volume

j.Statif

d. Bulp

k.Hot Plate

e. Spatula
f. Kaca Arloji
g. Neraca Digital
II.1.2 Bahan yang digunakan
a. Aquades
b. Padatan NaCl
c. Gula (Sukrosa)
II.2

Prosedur kerja :
II.2.1 Menentukan Titik Didih Aquades
a. Aquades dipipet sebanyak 25 ml dan dimasukkan ke dalam gelas
kimia
b. Aquades dipanaskan hingga mendidih
c. Suhu aquades diukur ketika mendidih
d. Percobaan dilakukan secara duplo
II.2.2 Menentukan Titik Didih Larutan NaCl
a. NaCl padatan ditimbang sebanyak 1 gram dengan menggunakan
neraca digital
b. 1 gram NaCl padatan dilarutkan dengan 25 ml aquades dalam gelas
kimia
c. Larutan NaCl dipanaskan hingga mendidih

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
12

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
d. Suhu larutan NaCl diukur dengan thermometer
e. NaCl padatan ditimbang sebanyak 2 gram dengan menggunakan
neraca digital
f. 2 gram NaCl padatan dilarutkan dengan 25 ml aquades dalam gelas
kimia
g. Larutan NaCl dipanaskan hingga mendidih
h. Suhu larutan NaCl diukur dengan thermometer
i. Menentukan Kd(tetapan kenaikan titik didih) larutan garam
j. Percobaan dilakukan secara duplo
II.2.3 Menentukan Titik Didih Larutan Gula
a. Gula padatan ditimbang sebanyak 1 gram dengan menggunakan
neraca digital
b. 1 gram gula padatan dilarutkan dengan 25 ml aquades dalam gelas
kimia
c. Larutan gula dipanaskan hingga mendidih
d. Suhu larutan gula diukur dengan thermometer
e. gula padatan ditimbang sebanyak 2 gram dengan menggunakan
neraca digital
f. 2 gram gula padatan dilarutkan dengan 25 ml aquades dalam gelas
kimia
g. Larutan gula dipanaskan hingga mendidih
h. Suhu larutan gula diukur dengan thermometer
i. Menentukan Kd (tetapan kenaikan titik didih) larutan gula
j. Percobaan dilakukan secara duplo
II.3 Diagram Alir :
Menentukan titik didih aquadest
Aquades dipipet sebanyak 25 ml dan dimasukkan ke dalam gelas
Praktikum Kimia Dasar
kimia
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
13

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

Aquades dipanaskan hingga mendidih

Suhu aquades diukur ketika mendidih

Percobaan dilakukan secara duplo

Menentukan titik didih larutan gula pasir


gula pasir ditimbang sebanyak 1 gram dan dimasukkan kedalam
gelas kimia yang berisi 25 ml aquadest

dipanaskan sampai mendidih lalu mengukur temperaturnya

gula pasir ditimbang sebanyak 2 gram dan dimasukkan kedalam


gelas kimia yang berisi 25 ml aquadest

dipanaskan sampai mendidih lalu diukur temperaturnya

Kd ditentukan dan percobaan dilakukan sebanyak dua kali

Menentukan titik didih larutan garam


garam ditimbang sebanyak 1 gram dan dimasukkan kedalam gelas
kimia yang berisi 25 ml aquadest
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
14

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

dipanaskan sampai mendidih lalu diukur temperaturnya

garam ditimbang sebanyak 2 gram dan dimasukkan kedalam gelas


kimia yang berisi 25 ml aquadest

dipanaskan sampai mendidih lalu diukur temperaturnya

Kd ditentukan dan percobaan dilakukan sebanyak dua kali

II.4

Safety Alat dan Bahan :

Jas Lab
Pada setiap praktikum yang dilaksanakan, dibutuhkan Jas Lab.

Hal itu

disebabkan untuk melindungi tubuh dari cairan asam atau larutan yang berbahaya
lainnya. Selain itu Jas Lab befugsi sebagai Safety yang wajib digunakan saat
praktikum.

Sepatu
Pada setiap praktikum yang dilaksanakan, diwajibkan untuk memakai sepatu. Hal
itu disebabkan untuk melindungi bagian kaki dari cairan asam atau larutan yang
berbahaya lainnya. Selain itu sepatu befugsi sebagai Safety yang wajib digunakan
saat praktikum

BAB III
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
15

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

HASIL DAN PEMBAHASAN


III.1 Data Pengamatan :
Tabel III.1 Data Pengamatan Titik Didih
No

Sampel

1
2
3
4
5

Aquadest
Gula
Gula
Garam
Garam

Volume /
Massa
25 ml
1 gram
2 gram
1 gram
2 gram

Titik didih ()
Percobaan 1 Percobaan 2
95
95
100
100
102
102
101
101
103
103

Rata-rata
95
100
102
101
103

III.2. Hasil perhitungan :


Tabel III.2.1 Hasil Perhitungan Kd (Tetapan Kenaikan Titik Didih)

No Sampel
1
2
3
4

Gula
Gula
Garam
Garam

Mr
180
180
58,5
58,5

Massa

Massa

Terlarut

Pelarut

1 gram
2 gram
1 gram
2 gram

24,04725
gram

Td
()

[ 1 + (n-1)]

5
7
6
8

2
2

Kd
(/m
)
21,64
15,15
4,22
2,81

III.3 Pembahasan :
Percobaan ini dilakukan dengan mengukur suhu aquadest sebanyak 25 ml,
gula dan garam sebanyak 1 dan 2 gram saat mendidih. Dari percobaan, didapat
titik didih aquades sebanyak 95 . Dasar teori menyebytkan bahwa air
mendidih pada suhu 100 . Hal ini disebabkan karena tekanan luar pada saat
melakukan percobaan dibawah 760 mmHg. Dengan keadaan wilayah
Kalimantan Timur yang didominasi topografi bergelombang dari kemiringan

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
16

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan
landau sampai curam, dengan ketinggian antara 0-1500 m, memungkinkan air
mendidih pada suhu 100 .
Dari data hasil percobaan, dapat diketahui bahwa penambahan zat terlarut
menaikkan titik didih larutan. Hal ini diketahui titik didih larutan gula dan
garam lebih tinggi dari titik didih aquadest. Hal ini disebabkan karena
penambahan zat terlarut membuat larutan bertambah jumah partikelnya
sehingga membutuhkan suhu yang lebih tinggi untuk mendidih. Kemudian dari
data dapat diketahui titik didih larutan elektrolit (garam) lebih tinggi dari titik
didih larutan non elektrolit (gula), hal ini disebabkan larutan elektrolit yang
terionisasi sempurna sehingga menghasilkan partikel yang lebih banyak dari
larutan non elektrolit dan larutan elektrolit dipengaruhi factor Vant Hoff.
Sedangkan dari hasil perhitungan, Kd larutan gula 1 dan 2 gram yaitu 21,64
/m dan 15,15 /m, dan Kd larutan garam (NaCl) dengan massa 1 dan 2
gram yaitu 4,22 /m dan 2,81 /m. Hal ini menunjukkan Kd larutan
elektrolit (larutan garam) lebih kecil dari Kd larutan non elektrolit. Hal ini
disebabkan karena adanya factor Vant Hoff yang terdapat ada larutan elektroit
(larutan garam) yang berbanding terbalik terhadap Kd (tetapan kenaikan titik
didih).
Kd=

Td x Mr x P
gram x i x 1000

BAB IV
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
17

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
a. Titik didih larutan lebih besar dari pelarut murni ( aquades )
b. Larutan NaCl memiliki titik didih lebih tinggi dari larutan gula
c. Banyaknya zat terlarut mempengaruhi titik didih, semakin banyak zat
terlarut semakin tinggi titik didih suatu larutan
d. Kd larutan gula lebih besar dari Kd larutan NaCl
IV.2 Saran
a. Hati hati dalam mengukur titik didih karena suhu pada saat pengukuran
naik- turun
b. Bila suhu pada saat pengukuran naik turun, dapat suhu menentukan suhu
yang paling tinggi sebagai titik didih

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
18

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.en.wikipedia.org.Definisi Koligatif Larutan. 20 Desember.2013.Pukul 06.00
WITA
Anonim. Kaktiminfo.blogspot.com.Topografi Kalimantan Timur. 20 Desember
2013.Pukul 08.10 WITA
Purba,Michael.2006.Kimia SMP kelas XII.Erlangga: Jakarta.2010.Sifat koligatif
larutan
Tim Laboratorium Kimia Dasar.2013.Penentuan Praktikum Kimia Dasar.
Laboratorium Kimia Dasar Jurusan Teknik Kimia Polnes : Samarinda

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
19

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

LAMPIRA
N

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
20

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

PERHITUNGAN

1. Kd NaCl 1 gr
Dik : densitas aquades pada suhu 95C = 0,96189
Td NaCl
= 101C
Td aquades = 95C
V aquades
= 25 ml
m NaCl
= 1 gr
Mr NaCl
= 58,5 gr/mol

= 1 (elektrolit)
n
=2
Dit : Kd NaCl 1 gr = .?
m
Jb :
= V
m
25

0,96189

= 0,96189 x 25
= 24,04725 gram

Td

= Td larutan Td pelarut
= 101 C 95 C
= 6 C

Kd

Td

W 2 x Mr
1000 x W 2 x i

24,04725 x 58,5
6x
=
1000 x 1 x [1+ ( 21 ) 1]

= 4,22

2. Kd NaCl 2 gr
Dik : densitas aquades pada suhu 95C = 0,96189
Td NaCl
= 103C
Td aquades = 95C
V aquades
= 25 ml
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
21

1 + (n
1)

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

Dit :
Jb :

m NaCl
= 2 gr
Mr NaCl
= 58,5 gr.mol

= 1 (elektrolit)
n
=2
Kd NaCl 1 gr = .?
m

= V
m
25

0,96189

= 0,96189 x 25
= 24,04725 gram

Td

= Td larutan Td pelarut
= 131 C 95 C
= 8 C

Kd

Td

W 2 x Mr
1000 x W 2 x i

24,04725 x 58,5
8x
=
1000 x 1 x [ 1+ ( 21 ) 1]

= 2,81

3. Kd gula 1 gr
Dik : densitas aquades pada suhu 95C = 0,96189
Td gula
= 100C
Td aquades
= 95C
V aquades
= 25 ml
m gula
= 1 gr
Mr gula (C6H12O6)
= 180 gr/mol
Dit : Kd gula 1 gr = .?
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
22

1 + (n
1)

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

Jb :

m
V

0,96189

m
25

= 0,96189 x 25
= 24,04725 gram

Td

= Td larutan Td pelarut
= 100 C 95 C
= 5 C

Kd

=
=

Td
5x

W 2 x Mr
1000 x W 2

24,04725 x 58,5
1000 x 1

= 21,64

4. Kd gula 2 gr
Dik : densitas aquades pada suhu 95C = 0,96189
Td gula
= 102C
Td aquades
= 95C
V aquades
= 25 ml
m gula
= 2 gr
Mr gula (C6H12O6)
= 180 gr/mol
Dit : Kd gula 2 gr = .?
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
23

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

Jb :

m
V

0,96189

m
25

= 0,96189 x 25
= 24,04725 gram

Td

= Td larutan Td pelarut
= 102 C 95 C
= 7 C

Kd

=
=

Td
7x

W 2 x Mr
1000 x W 2

24,04725 x 58,5
1000 x 1

= 15,15

GAMBAR ALAT

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
24

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

PIPET VOLUME

NERACA DIGITAL

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
25

GELAS KIMIA

KACA ARLOJI

BULP

BOTOL SEMPROT

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

HOT PLATE

THERMOMETER

SPATULA

Statif
Termometer

Hot Plate

Praktikum Kimia Dasar


Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
26

Gelas Kimia

Laporan Praktikum
Sifat koligatif larutan

25

20

15

10

0
Praktikum Kimia Dasar
Laboratorium Kimia Dasar
Politeknik Negeri Samarinda
27

GRAFIK