Anda di halaman 1dari 67

Alfabetian Harjuno Condro Haditomo S.Pi, M.

Si

EKOLOGI PERAIRAN TROPIS


PART I:
DASAR-DASAR EKOLOGI

Pengampu Mata Kuliah


Ekologi Perairan Tropis
Prof. Slamet Budi Prayitno, M.Sc (Koor. MatKul)
Dr. Ir. Sarjito, M.AppSc
A H Condro Haditomo, SPi, MSi (Koor. Praktikum)
Ristiawan Agung Nugroho, SPi, MSi
Koor Mat: 1. Zaki (087884620012) BDP 15
2. Rifani (..)

Keberlanjutan kehidupan manusia


Ketersediaan dan kecukupan pasokan sumber
daya alam yang memadai dan berkualitas
Bertolakbelakang dengan:
Perilaku manusia dalam memanfaatkan
sumberdaya alam dan lingkungan yang
cenderung berlebihan dan merusak
tanpa memikirkan kelestarian dan
keberlanjutan pemanfaatannya

Pertumbuhan penduduk yang pesat dengan


pertumbuhan ekonomi dan perilaku yang
tidak memasukkan pertimbangan ekologi

Semakin terancamnya kelestarian sumberdaya


alam dan lingkungannya
Pertumbuhan penduduk tak terkendali
Peningkatan laju konsumsi SDA (Qlty&Quanty)

Menurunkan ketersediaan SDA dan


mutu lingkungan

Thomas R. Malthus (1798)


Populasi manusia tumbuh secara geometrik
(deret ukur) dan sumberdaya alam tumbuh
secara aritmetrik (deret hitung)

Menyebabkan:
Kekurangan Pangan
Kerusakan dan penurunan daya dukung lingkungan
Konflik pemanfaatan sumber daya alam

Hubungan Ekologi dengan ilmu lain


Proses Adaptasi dan Aspek fungsi organisme dari
komunitas banyak dipelajari dalam ekologi dan erat
dengan keilmuan lain seperti morfologi, anatomi,
fisiologi, genetika, evolusi dan histologi.
Keilmuan lain yang erat kaitannya Klimatologi,
Geologi, Fisika, Biologi, Kimia, dan Bioteknologi.

community
ecosphere

landscape

organ

population
Organ system
biome

cell

organism

tissue

ecosystem

Susunlah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
11

The Scope of
Ecology

Ekologi:

Ilmu yang mempelajari


interaksi antara makhluk hidup
dengan lingkungannya

Ekosistem: Satuan fungsional antara


makhluk hidup dengan
lingkunganya

Perumus Ekologi
Ernest Haeckel (1834-1919)
ekologi sebagai suatu keseluruhan
pengetahuan yang berkaitan dengan hubungan
antara organisme dengan lingkungannya yang
bersifat organik dan anorganik

- Perumus kata ekologi pertama kali tahun 1869.


- Seorang ahli biologi berkebangsaan Jerman.

Populasi:

Kumpulan individu sejenis yang terdapat


dalam suatu tempat tertentu

Nicia/niche/relung:

Satuan fungsional suatu


spesies dalam ekosistem

Karakteristika Populasi
1. Kepadatan/Densitas

Jumlah seluruh individu pada tiap satuan ruang


(luas/volume)
N
D (densitas) =
ind/km2
ind/m2
L
ind/m3

Komunitas: Kumpulan beberapa populasi spesies tertentu

yang hidup bersama dalam suatu ekosistem


tertentu dan dapat berinteraksi serta saling
ketergantungan antar populasi

Interaksi antar populasi dan elemen abiotik dari suatu


lingkungan menjadi penentu dalam distribusi geografis
dan
struktur
komunitas
(jumlah,
jenis,
dan
keanekaragaman spesies yang ada)
Perubahan struktur komunitas antar periode pasang
yang berbeda ini dipengaruhi oleh parameter
lingkungan perairan :
Kedalaman, kekeruhan, suhu, salinitas, oksigen terlarut,
serta arus yang mendistribusikan makanan dan
parameter lingkungan.

Konsep diagramatik kompleksitas pola dan aktivitas pada


berbagai level ekologis (Sherman, 1994 dalam Tahir, 2011)

I
-

Level Individu
Pertumbuhan
Reproduksi
Mortalitas
Tingkah laku
Pergerakan

Level Komunitas
Kompetisi antar spesies
Keanekaragaman
Struktur spasial
Zonasi
Invasi/Kepunahan
Mutualisme

P
-

Level Populasi
Kompetisi antar spesies
Struktur umur
Struktur populasi
Pertumbuhan populasi
Sebaran spasial

E
-

Level Ekosistem
Sistem biomassa
Sistem produktivitas
Aliran energi
Aliran dan siklus nutrien
Stabilitas / resilience

KONSEP ALIRAN ENERGI


Hukum Termodinamika I
Energi dapat diubah atau mengalami transformasi
dari satu bentuk ke bantuk lainnya, akan tetapi tidak
pernah dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Hukum Termodinamika II
Setiap transformasi bentuk energi pasti terjadi
degradasi energi yang terpusat menjadi bentuk yang
terpencar, yang berarti bahwa tidak ada peristiwa
atau proses yang melibatkan energi berlangsung
secara spontan.

Degradasi energi di setiap tingkatan terjadi karena


beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Hanya sejumlah makanan tertentu yang


ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik
selanjutnya.
2. Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa
dicernakan dan dikeluarkan sebagai sampah.
3. Hanya sebagai makanan yang dicerna menjadi
bagian dari tubuh organisme, sedangkan
sisanya digunakan sebagai sumber energi.

KONSEP PRODUKTIVITAS
PRODUKTIVITAS adalah Laju penambatan atau
penyimpanan energi oleh suatu komunitas
dalam ekosistem.
Produktivitas Primer
produktivitas yang terjadi pada aras produsen yang
meliputi produksi materi organik baru pada tumbuhan
yang dilakukan oleh tumbuhan atau organisme
autotrof.

Produktivitas Sekunder
produktivitasyang terjadi pada aras konsumen,
meliputi produksi materi organik baru pada hewan
(organisme heterotrof)

Produktivitas Primer
Laju pembentukan senyawa-senyawa
organik yang kaya energi dari senyawasenyawa anorganik oleh produsen melalui
proses fotosintesis.
Produktivitas primer kotor, kecepatan total
fotosintesis yang mencakup banyaknya
bahan organik yang digunakan dalam
respirasi atau pernafasan.
Produktivitas primer bersih, kecepatan
penyimpanan bahan organik yang
sebagian telah dipakai untuk respirasi
tumbuhan (fotosintesis).

Produktivitas Primer Kotor (g/m2/hr)


Pengukuran produktivitas primer kotor
dengan
memakai berat kering materi organik untuk siklus
satu tahun.

Secara garis besar, produktivitas primer


dikelompokkan dalam tiga kategori utama:

dapat

1. Relatif tidak produktif (produktivitas rendah),


sebagian besar lautan terbuka offshore (0,1 gC/m2/hr)
2. Produktivitas medium,
sistem laut pada perairan dangkal, danau dan sungai
(1-10 gC/m2/hr)

3. Sangat produktif
Perairan estuaria, ekosistem mangrove, padang lamun
dan terumbu karang (10-20 gC/m2/hr) bahkan bisa
lebih tinggi pada lokasi-lokasi tertentu.

Produktivitas Primer Bersih


Produktivitas primer bersih sangat penting diketahui
untuk memahami sebuah ekosistem karena dapat
menggambarkan energi yang tersedia bagi seluruh
komponen dalam jaring makanan.
Ekosistem yang memiliki produktivitas primer bersih
rendah akan menyokong organisme heterotrof yang
jumlahnya sedikit dibandingkan dengan ekosistem
yang memiliki produktivitas primer bersih tinggi

Bagan Aliran Energi


dipancarkan kembali

Energi
matahari

produsen

Konsumen I

Konsumen I

energi yang
dipantulkan
pengurai

pengurai

Konsumen I

Komponen
ekosistem

abiotik Tanah
Air
Suhu
Energi
Cahaya
Udara
Produsen (penghasil):
organisma autrotrop
Tingkat I
biotik
Tingkat II
Konsumen
Tingkat III
fungsi
Dekomposer
Sumber
makanan yg
diperoleh

Rantai makanan :

Konsumen tkt III


(karnivora)
Konsumen tkt II
(karnivora)

Konsumen tkt I
(herbivora)
Produsen
(autotrop)

Proses transfer energi makanan dari


tumbuhan melalui serangkaian proses
saling memakan

RANTAI
MAKANAN
PADA
EKOSISTEM
MANGROVE

RANTAI
MAKANAN
LANGSUNG

RANTAI MAKANAN
TIDAK LANGSUNG
(RANTAI
DETRITUS)

Jaring makanan

Burung pemakan serangga

Ada dua hukum yang berkenaan dengan


faktor lingkungan sebagai faktor pembatas
bagi organisme

1. Hukum Minimum Liebig;


2. Hukum Toleransi Shelford.
.

Hukum minimum Liebig -Ahli Kimia Jerman (1840):


Pertumbuhan suatu tumbuhan (organisme) ditentukan
oleh jumlah makanan yang tersedia baginya dalam
jumlah minimum.
-- Hasil panen dibatasi oleh nutrisi yang diperlukan dalam
jumlah kecil dan bukan ditentukan oleh nutrisi yang
diperlukan dalam jumlah besar.

Jadi ada faktor yang membatasi Produktivitas

Contoh:

- CO2 dan H2O jumlahnya sangat banyak di


alam sehingga tidak menjadi faktor pembatas;
- Fosfor jumlahnya sedikit di alam, sehingga
fosfor merupakan faktor pembatas pertumbuhan
dan reproduksi.
- Pencegahan
eutrofikasi
dapat
dengan
mengurangi kandungan bahan organik dan
unsur hara di perairan sehingga pertumbuhan
organisme
seperti
phytoplankton
dan
makrophyta terhambat.

Dua kaidah pendukung (ketentuan):


1) Hukum ini berlaku dan hanya dapat diterapkan
pada kondisi stabil/seimbang (steady-state),
a) yakni bila arus energi dan materi yang masuk
seimbang dengan arus yang keluar.
b) Bila input + output energi + materi dari
ekosistem tidak seimbang maka jumlah
berbagai substansi yang diperlukan akan terus
bertambah ==== hukum tidak berlaku
2) Hukum minimum harus mempertimbangan
interaksi antar faktor lingkungan
Contoh:
Bila Sr (strontium) berlimpah, moluska dapat
mengganti kalsium dengan Sr sebagai bahan
pembentuk cangkang.

Hukum toleransi Shelford (1913):


Setiap organisme mempunyai suatu batas toleransi
yaitu kisaran antara batas minimum dan batas
maksimum ekologis.

Beberapa kaidah tambahan terhadap hukum toleransi


:
1) Organisme dapat mempunyai suatu kisaran toleransi
yang luas terhadap satu faktor, dan satu kisaran sempit
terhadap faktor lain
2) Organisme yang mempunyai kisaran toleransi yang
luas terhadap semua faktor umumnya menyebar
sangat luas
3) Bila kondisi tidak optimum bagi suatu spesies karena
satu faktor ekologik, maka batas toleransi terhadap
faktor ekologik lainnya akan menurun
4) Kadangkala organisme di alam tidak benar-benar hidup
pada kisaran optimum suatu faktor fisik tertentu
5) Reproduksi biasanya merupakan suatu
periode kritis bila faktor lingkungan menjadi
terbatas

Istilah yang digunakan dalam


menggambarkan kisaran toleransi :
steno : sempit dan eury : lebar
stenothermal eurythermal (temperatur)
Telur ikan stenothermal trout /salvelinus (0 12 oC),
optimum 4%
Telur katak eurythermal (0 - 30 oC).

stenohaline euryhaline (salinitas)


Ikan salmon euryhaline (tawar laut),
ikan mas stenohaline (tawar)

stenophagik euryphagik (makanan)


Kelinci stenophagik (rumput),
kambing euryphagik
(rumput, perdu, semak dll).

41

Diagram kisaran toleransi


Batas toleransi steno-eury (termal)

Min

Stenotermal
(polythermal)

Eurythermal

Aktifitas/Sebaran

Stenotermal
(oligotermal)

Maks

Min

Suhu

Maks

Diagram prinsip umum kisaran toleransi


Garis putus-putus
menggambarkan potensi laju
metabolisme dan kisaran
potensi aktifitas.
Garis langsung (kisaran
sesungguhnya metabolisme dan
aktifitas) melukiskan
pengurangan batas toleransi
sebagai akibat dari:
a) Beban pengaturan fisiologis
yang menaikkan laju
metabolisme minimum (basal),
b) faktor-faktor tambahan di
lingkungan yang mengurangi
kemampuan metabolik atas,
khususnya batas atas toleransi.

44

45

Konsep Gabungan Faktor Pembatas


Dengan menggabungkan konsep hukum minimum dan
konsep toleransi, maka dapat dipahami konsep faktor
pembatas (limiting factor).
Faktor pembatas (limiting factor) dapat diartikan sebagai
keadaan yang mendekati atau melampaui ambang batas
toleransi suatu kondisi.
Faktor pembatas suatu organisme mencakup kisaran
minimum atau maksimum dari faktor-faktor abiotik
suatu ekosistem.
Misal : Suhu, cahaya, pH yang terlalu rendah
(minimum) atau terlalu tinggi (maksimum).

46

Indikator Ekologi
Seringkali faktor-faktor tertentu dapat dengan
tepat menentukan organisme yang ditemukan
di suatu daerah

Atau sebaliknya kita dapat menentukan


keadaan lingkungan fisik dengan menggunakan
organisme yang ditemukan pada suatu daerah.
Hal ini disebut dengan indikator ekologi/
indikator biologi.
47

Hal yang harus diingat jika kita


memakai indikator ekologi adalah :
Umumnya organisme steno merupakan
indikator yang lebih baik dari pada
organisme eury.
Species yang besar merupakan indikator
yang lebih baik daripada species yang
lebih kecil, karena organisme yang besar
mempunyai biomass lebih stabil.

48

Dan organisme kecil mempunyai turn over


rate yang pendek. Sekarang banyak,
mungkin besok sudah mati, maka algae
tidak pernah dipakai sebagai indikator
ekologi.
Sebelum species dipercaya sebagai
indikator ekologi, harus ada bukti-bukti di
lapangan dan uji laboratorium, untuk
mengetahui persyaratan hidup species
organisme tersebut.

49

Hubungan antar spesies, populasi atau


komunitas seringkali menjadi indikator yang
lebih baik daripada hanya satu spesies saja,
karena hal ini akan lebih menggambarkan
keadaan yang terintegrasi.

50

KEBERHASILAN USAHA BUDIDAYA, PENANGKAPAN


MAUPUN REHABILITASI HABITAT SANGAT
TERKAIT ERAT DENGAN BAGAIMANA
MEMAHAMI STRATEGI SUATU ORGANISME UNTUK
DAPAT BERTAHAN HIDUP DALAM
KONDISI DAN KETERSEDIAAN BERBAGAI
UNSUR PENDUKUNG KEHIDUPANNYA

DENGAN MENGETAHUI TINGKAH LAKU DAN KEBIASAAN


HIDUP DARI SUATU ORGANISME PERAIRAN DAN
KARAKTER ORGANISME TERSEBUT DAPAT HIDUP DAN
BERKEMBANG BIAK DENGAN BAIK
MAKA MANUSIA BISA MEMANFAATKAN DAN
MENGELOLA ORGANISME TERSEBUT
SECARA BERKELANJUTAN DENGAN TETAP
MEMPERTAHANKAN KONDISI LINGKUNGANNYA

SIKLUS BIOGEOKIMIA
Siklus biogeokimia adalah :
daur / perputaran unsur unsur kimia yang
terdapat pada komponen biotik maupun
komponen abiotik suatu ekosistem.

54

Cycle Repeats Over and Over


and Over and Over

Carbon in Atmosphere

Decomposers
break down dead
things, releasing
carbon to
atmosphere and
soil
Fossil fuels are
burned; carbon
is returned to
atmosphere
Carbon slowly
released from
these substances
returns to
atmosphere

Plants use
carbon to
make food
Plants and
animals die

Bodies not
decomposed
after many
years, become
part of oil or
coal deposits

Animals eat
plants and
take in
carbon

SIKLUS KARBON

Carbon in Oceans
Additional carbon is stored in the ocean.
Many animals pull carbon from water to use in
shells, etc.

Animals die and carbon substances are deposited


at the bottom of the ocean.
Oceans contain earths largest store of carbon.

The Carbon Cycle

Human Impact
Fossil fuels release carbon stores very slowly
Burning anything releases more carbon into
atmosphere especially fossil fuels
Increased carbon dioxide in atmosphere
increases global warming
Fewer plants mean less CO2 removed from
atmosphere

What We Need to Do
Burn less, especially fossil fuels
Promote plant life, especially trees

(a)

(b)

N2
N2O

(4) Denitrification

(1) Nitrogen Fixation


(c)

Nitrogen
Cycle
(3) Nitrification

(2) Ammonification

NO3
Ammonia is converted to
nitrites and nitrates.

NH3

Nitrates in Soil

Organic nitrogen is
converted to ammonium.

SIKLUS FOSFOR

...and finally......
Dalam sistem ekologi, siklus biogeokimia
merupakan siklus yang penting terkait eksistensi
kehidupan di muka bumi, tanpa adanya siklus ini
maka kehidupan akan terhenti.
Siklus bioogeokimia berfungsi sebagai penyedia
berbagai materi untuk kehidupan organisme
secara berulang dan berkelanjutan.
Dalam siklus biogeokimia, molekul dari nutrien
dipindahkan dari lingkungan ke organisme, lalu
kembali lagi ke lingkungan.
65

Dalam ekosistem, materi pada setiap tingkat


trofik tidak hilang, melainkan terus disiklus
berulang.
Jika berbagai materi penyusun bahan organik
dihasilkan secara berlebihan oleh aktivitas
antropogenik maka akan mengganggu
keseimbangan ekologi yang akhirnya akan
mempengaruhi keseimbangan kehidupan di
muka bumi.

66