Anda di halaman 1dari 4

PENERAPAN SISTEM INFORMASI PADA PLN UNTUK PENGAMBILAN

KEPUTUSAN YANG LEBIH BAIK


Perkembangan Teknologi Informasi telah menciptakan keunggulan kompetitif dunia usaha.
Dalam beberapa decade, terlihat 4 macam teknologi yang perkembangannya relative
menonjol, diantaranya adalah teknologi informasi, teknologi manufaktur, teknologi
transportasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi mempunyai dampak paling
dominan terhadap lingkungan bisnis. Pemanfaat teknologi kini juga memberikan manfaat
bagi perusahaan dalam mengelola keuangannya. Dengan teknologi dan sistem informasi yang
baik perusahaan dapat menyediakan, mengelola, dan melaporkan laporan keuangan dengan
akurat dan tepat waktu sehingga bisa melakukan aktivitas utama pada value chain secara
efektif dan efisien. Dengan peningkatan kualitas teknologi perusahaan ini dapat membantu
meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi baik barang maupun jasa. Untuk pihak
manajemen sistem informasi sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan
perusahaan.
Sebagai contoh dari pemanfaatan sistem informasi akuntansi dalam perusahaan dapat
dilihat dari ilustrasi berikut ini. Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk membuat
produk baru dalan produksi perusahaan. Untuk itu, bagain tersebut meminta laporan analisa
perkiraan profit yang akan diperoleh dari rencana pembuatan produk baru tersebut. Bagian
sistem informasi akuntansi memprediksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang
akan didapat dari produk baru tersebut. Setelah itu, data yang didapat diproses. Setelah
diproses, hasilnya dikembalikan ke bagian Sistem Informasi Akuntansi untuk selanjutnya
diserahkan ke bagian pemasaran. Kedua bagian dari perusahaan tersebut merundingkan hasil
analisa yang kemudian dicari keputusan yang sesuai. Contoh penggunaan sistem informasi
dalam akuntansi lainnya dapat ditemukan perusahaan-perusahaan besar yang sudah
menerapkan sistem informasi untuk perusahaannya. Jika sebuah perusahaan telah
menggunakan sistem informasi akuntansi dalam perusahaannya maka ini akan sangat
membantu baik untuk pihak manajemen maupun untuk pihak staff atau karyawan.
Penggunaan sistem informasi juga sudah sangat berkembang pesat. Salah satu
perusahaan BUMN juga telah menerapkan sistem informasi akuntansi bagi perusahaannya.
PT . PLN (PERSERO) yang merupakan suatu Badan Usaha Mlik Negara (BUMN) yang
bergerak dibidang ketenagalistrikan, dan merupakan salah satu perusahaan listrik di
Indonesia. PT PLN (PERSERO) merupakan perusahaan publik yang bergerak dibidang jasa

sehingga memiliki tanggung jawab besar untuk mampu memberikan pelayanan yang terbaik
kepada masyarakat. PLN memanfaatkan sistem informasi akuntansi dalam hal konfigurasi
jaringan yang dapat dipakai untuk berkomunikasi secara Local Area Network (LAN).
Mengingat semua wilayah tempat tinggal atau industri pasti membutuhkan energi
listrik, maka cakupan operasi PLN sangatlah luas yaitu meliputi hampir seluruh wilayah
Indonesia. Luasnya wilayah operasi inilah yang menyebabkan PLN merasa perlu adanya
suatu sistem pelayanan pembayaran tagihan listrik yang berorientasi pada pelanggan melalui
kerjasama dengan berbagai pihak, hal ini dimuat dalam Keputusan Direktur PT. PLN
(Persero) Nomor 021.K/0599/DIR/1995 tentang pedoman dan petunjuk tata usaha langganan.
Berdasarkan keterangan tersebut maka PLN membentuk suatu system online payment point
yang dikenal dengan istilah payment point konvensional, Maksudnya adalah setiap KUD
yang beroperasi sebagai loket pembayaran listrik dapat mengakses langsung data tagihan
pelanggan yang berada dalam suatu wilayah tanpa harus menunggu bukti tagihan secara fisik
dari pusat.
Sistem online payment point yang pertama kali diterapkan dikenal dengan istilah
Praqtis yang mulai diterapkan pada tahun 2003 di Wilayah Jawa Barat. Seiring dengan
perkembangan teknologi, peningkatan pelanggan, pengamanan arus kas, serta efisiensi proses
bisnis, maka sistem ini dikenal dengan istilah Payment Point Online Bank (PPOB). Sistem
PPOB ini merupakan sistem pembayaran listrik yang tidak dibatasi oleh wilayah, sehingga
pembayaran dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan cara apa saja. Sekitar tahun
2006 2007 PPOB ini mulai banyak digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan
pelanggan PLN, bahkan sebelum akhir tahun 2007 PLN khususnya Distribusi Jawa Barat dan
Banten menargetkan 100% pelanggan sudah membayar tagihannya melalui PPOB. Payment
Point Online Bank (PPOB) ini diterapkan atas dasar kekurangan-kekurangan sistem
sebelumnya karena sistem konvensional memiliki kekurangan berupa resiko cash in transit,
kesulitan rekonsiliasi, jasa penagihan yang kurang menarik, bahkan tidak memberikan
kemudahan bagi pelanggan yang ingin membayar tagihan secara praktis.
Berdasarkan dokumen PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, payment
point konvensional memiliki resiko yang besar. Terdapat sejumlah Rp. 3,5 miliar uang
tagihan pelanggan sejak tahun 2003 yang belum disetorkan kepada PLN atau hilang. Hal ini
disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya digelapkan oleh beberapa oknum, adanya
perampokan saat dilakukan penyetoran atau perampokan di kantor PLN, dan lain-lain.

Dengan adanya Payment Point Online Bank (PPOB), PLN berharap proses pembayaran
listrik menjadi mudah dan dengan kemudahan proses tersebut tunggakan atau piutang
perusahaan sangat potensial akan turun, sehingga PLN akan meringankan beban pemerintah
dalam hal penurunan subsidi listrik.
Kemudian ada sistem informasi lain yang di gunakan adalah GL. Magic. GL Magic
ini merupakan system yang manual yang di gunakan di PT PLN (persero) sejak tahun 2009.
Hal yang dapat dihasilkan oleh sistem ini adalah pencatatan jurnal Perlakuan akuntansi
prabayar yang berdasarkan kepada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor
300.K/DIR/2009 tanggal 23 Desember 2009 yang di pakai untuk pencatatan. Tidak hanya itu
sistem ini juga dapat menghasilkan pengakuan pendapatan tenaga listrik pada akhir bulan
berdasarkan perhitungan yang telah ditetapkan.
PLN juga menggunakan SAP yang merupakan bagian dari sistem ERP yang
menjalankan sistem informasi keuangan perusahaan, tidak sedikit biaya yang dikeluarkan
oleh PLN untuk mendapatkan SAP ini. SAP dapat membantu perusahaan dalam sales &
Distribution : membantu meningkatkan efisiensi kegiatan operasional berkaitan dengan
proses pengelolaan customer order (proses sales, shipping dan billing). Materials
Management : membantu menjalankan proses pembelian dan pengelolaan persediaan, serta
dalam Production and Planning : membantu proses perencanaan fan control daripada kegiatan
produksi (manufacturing) suatu perusahaan.
Dengan ini dapat disimpulkan bahwa SIA sangatlah penting bagi perusahaan dan
organisasi. SIA memiliki banyak peran penting dalam perusahaan, seperti memperbaiki
kualitas dan mengurangi biaya dalam menghasilkan barang dan jasa, memperbaiki
pengambilan keputusan, dan menciptakan keunggulan kompetitif. Dari banyaknya fungsifungsi SIA terdapat 3 fungsi utama yang dibentuk SIA pada perusahaan selain digunakan
untuk pengambilan keputusan juga terdiri dari, mengumpulkan dan menyimpan data
transaksi, memproses data menjadi informasi yang dapat, serta melakukan kontrol terhadap
aset perusahaan. Informasi akuntasi yang dihasilkan SIA ada 2 yaitu Informasi Akuntansi
Keuangan yang berbentuk laporan keuangan dan Informasi Akuntansi Manajemen yang
digunakan untuk pengambilan keputusan oleh perusahaan. Lingkup SIA menelusuri sejumlah
besar informasi mengenai pesanan penjulalan, penjualan dalam satuan unit dan mata uang,
penagih kas, pesanan pembelian, penerimaan barang, pembayaran, gaji dan jam kerja.

Dapat disimpulkan pula bahwa sistem informasi akuntansi adalah sistem yang
mengumpulkan data dan mengubah data tersebut menjadi informasi keuangan untuk kemudia
dijadikan laporan keuangan yang diberikan kepada manajer dan pihak luar yang
membutuhkannya.
Peranan sistem informasi akuntansi bagi pihak perusahaan, dalam hal ini jelas sangat
penting. Sebab sistem informasi akuntansi bersama-sama dengan sistem informasi lainnya
menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan.
Bagi pihak di luar perusahaan, peranan sistem informasi akuntansi juga tak kalah penting.
Sebagai penghasil informasi dalam bentuk laporan keuangan yang berguna sebagai dasar
penilaian dan analisa terhadap kondisi perusahaan. Dari laporan laporan tersebut, pihak luar
perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat.
Peranan sistem informasi, tidak terlepas dari fungsi yang dijalankannya. Bukan hanya
sekedar pengolah atau pemroses data, tetapi sistem informasi akuntansi juga menjalankan
mulai dari fungsi pengumpulan data, pemrosesan atau pengolahan data, manajemen data,
pengendalian dan pengamanan data, serta tentunya fungsi penyedia informasi. Dan sistem
informasi akuntansi merupakan struktur yang menjadi salah satu dalam kesatuan entitas yang
menggunakan hardware untuk mengkonversikan data transaksi keuangan / akuntansi menjadi
informasi akuntansi dengan tujuan memenuhi kebutuhan akan informasi dari para
penggunanya.