Anda di halaman 1dari 4

AKUNTANSI: INFORMASI YANG MENCIPTAKAN NILAI

Akuntansi Manajerial: Pengambilan Keputusan dan Kontrol


Dalam kasus dimana proyek invetasi harus diterima atau tidak, analisis penganggaran modal
membutuhkan data pada arus kas di masa depan. Untuk hal inilah para manajer memegang
peranan penting dan harus mendapatkan dan mengetahui informasi yang bagus untuk
membuat semua keputusan dan kemampuan kepemimpinannya dapat di aplikasikan ke yang
lainnya untuk mengimplementasikan keputusan.
Informasi mengenai biaya dan pendapatan yang akan timbul dimasa depan dari
sebuah perusahaan tidak begitu saja tersedia tapi harus diestimasikan oleh manajer.
Organisasi harus memperoleh dan menyebarkan pengetahuan untuk membuat keputusan ini.
Pengambilan keputusan akan lebih mudah jika mengandung informasi.
Sistem informasi internal organisasi menyediakan beberapa pengetahuan untuk
penentuan harga, produksi, penganggaran modal, dan keputusan pemasaran. Sistem informasi
perusahaan juga mengandung informasi non keuangan seperti kepuasan pelanggan dan
karyawan. Sistem informasi perusahaan merupakan komponen penting dalam sebuah
perusahaan.
Setelah membuat keputusan, manajer harus mengimplementasikannya ke dalam
organisasi yang mana terdapat konflik kepentingan karyawan dan kepentingan pemilik yang
tidak sama. Hanya karena manajer senior mengumumkan sebuah keputusan, bukan berarti
menjamin bahwa keputusan itu akan segera diimplementasikan. Untuk mengendalikan
konflik ini, manajer senior dan pemilik mendesain sistem untuk memantau perilaku karyawan
dan skema insentif untuk penghargaan karyawan untuk menghasilkan lebih banyak laba.
Sebagai bagian dari sistem kontrol perusahaan, sistem akuntansi internal membantu
menyelaraskan kepentingan manajer dan shareholders untuk mnyebabkan karyawan
memaksimalkan nilai perusahaan. Sistem akuntansi internal memiliki dua tujuan:
1. Untuk menyediakan pengetahuan yang diperlukan untuk perencanaan dan pengambilan
keputusan.
2. Membantu memotivasi dan memantau orang-orang Mendalam organisasi.
Menggunakan sistem akuntansi internal untuk kedua pengambilan keputusan dan kontrol
memberikan kenaikan pada pertukaran fundamental dalam sistem ini. Sebuah sistem tidak
dapat didesain untuk bekerja dalam dua tugas secara baik dimana sistem yag baik harus
bekerja dalam satu tugas. Beberapa kemampuan untuk memberikan pengetahuan untuk
pengambilan keputusan biasanya mengorbankan penyediaan pengendalian yang lebih baik.
Desain dan Penggunaan Sistem Biaya
Manajer membuat keputusan dan memantau sub bagiannya yang mengambil keputusan.
Kedua manajer dan akuntan harus memperoleh kesamaan yang cukup dengan sistem biaya
untuk mendukung kinerja mereka. Akuntan yang sering kali disebut pengendali ditugaskan
untuk mendesain, mengembangkan, dan melaksanakan sistem akuntansi perusahaan. Sistem
akuntansi internal harus memiliki berbagai karateristik dibawah ini:

1. Menyediakan informasi yang diperlukan untuk mengidentifikasi produk/jasa mana yang


paling menguntungkan serta strategi harga dan pemasaran untuk mencapai level yang
diinginkan.
2. Menyediakan informasi untuk mendeteksi ketidakefisienan produksi untuk memastikan
bahwa produk yang diusulkan diproduksi pada biaya yang minimal.
3. Ketika dikombinasikan dengan evaluasi kinerja dan sistem penghargaan, membuat
insentid untuk manajer dapat memaksimalkan nilai perusahaan.
4. Mendukung fungsi laporan finansial dan akuntansi pajak.
5. Berkontribusi lebih pada perusahaan daripada biayanya sendiri.
Securities and Exchange Comission (SEC) dan Financial Accounting Standards Board
(FASB) mengatur regulasi dari pelaporan finansial untuk shareholders. The Internal Revenue
Service (IRS) mengatur tentang prosedur akuntansi yang digunakan perusahaan dalam
menghitung pajak.
Laporan internal dan eksternal sangat berhubungan dekat. Sistem akuntansi internal
mampu secara terpilah melihat perusahaan. Laporan internal dihasilkan lebih sering, biasanya
bulanan atau mingguan atau harian. Sedangkan laporan eksterbal disajikan secara kuartal
untuk kebutuhan publisitas perusahaan.
Marmort dan Beruang Grizzly (Ecomoic Darwinism)
Ekonom dan manajer operasi terkadang mengkritik data akuntansi untuk pengambilan
keputusan. Data akuntansi sering kali tidak termasuk dalam data manajer untuk pengambilan
keputusan.
Dalam sebuah dunia yang sangat kompetitif, jika organisasi berhasill bertahan
menggunakan prosedur operasi (seperti biaya akuntansi historis) untuk periode yang sangat
lama, kemudian prosedur ini menghasilkan sesuatu yang lebih daripada biayanya. Perusahaan
bertahan dalam kompetisi dengan menjual barang atau jasa pada harga yang lebih rendah
dibandingkan pesaingnya.
Ecomomic Darwinism menyarankan dalam perusahaan yang sukses, sesuatu tidak
dapat diperbaiki kecuali mereka benar-benar rusak. Sekarang, mempertimbangkan perhatian
adalah menjadi diarahkan pada merevisi dan memperbaharui sistem akuntansi internal
perusahaan dikarenakan banyak manajer percaya bahwa sistem akuntansi internal mereka
sekarang sedang rusak dan membutuhkan perbaikan besar.
Walaupun sistem akuntansi internal menunjukan beberapa ketidakonsistenan dengan
beberapa teori partikular, sistem ini telah bertahan oleh tes dari waktu dan karena itu mungkin
unggul dalam keuntungan yang tida terobservasi. Dua peringatan yang harus diperhatikan
dengan ketat dalan pngaplikasian economic Darwinism :
1. Beberapa prosedur operasi yang bertahan dapat dimutasi secara netral. Karena sebuah
sistem bertahan tidak berartu bahwa keuntungannya lebih besar daripada biayanya.
Keuntungan yang kurang daripada biaya mungkin akan mendekati 0.
2. Hanya karena sebuah sistem bertahan tidak berarti itu akan optimal. Sebuah sistem yang
lebih baik mungkin ada tapi mungkin belum ditemukan.

Faktanya beberapa manajer menggunakan sistem akuntansinya dalam sistem informasi


formal utama yang memberikan anjuran kepada sistem akuntansi menurut total keuntungan
dibandingkan dengan total biaya mereka.
Peran Akuntan Manajemen di Dalam Organisasi
Untuk lebih memahami sistem akuntansi internal, hal ini berguna untuk menejelaskan
bagaimana fungsi akuntansi dari organisasi perusahaan. Tidak ada satu struktur organisasi
yang bisa cocok diterapkan di semua perusahaan. Desain dan operasi dari internal dan
eksternal sistem akuntansi adalah tanggung jawab dari CFO perusahaan. Lini bisnis
perusahaan atau area fungsional, seperti pemasaran, manufaktur, dan peneletian serta
pengembangan di tunjukan dibawah satu organisasi, divisi operasonal. Sisa dari staff yang
ada yaitu seperti fungsi administratif yang mencakup SDM, CFO, legal dan yang lainnya.
CFO mempunyai tiga fungsi utama: pengendalian, perbendaharaan, dan internal audit.
Pengendalian termasuk administrasi pajak, pelaporan akuntansi internal dan ekstrnal, dan
rencana kontrol sistem. Perbendaharaan termasuk keuangan jangka pendek dan panjang,
kredit dan pengumpulan dana, investasi, asuransi, dan penganggaran modal.
Pengendali di perusahaan adalah CFO dan tanggung jawabnya adalah mengumpulkan
data dan melaporkannya. Pengendali mmenuhi data dari neraca keuangan dan laporan laba
rugi dan untuk mempersiapkan pengembalian pajak perusahaan. Perencana pengendalian
menyediakan pengendali perusahaan dengan laporan periodik pada rencana operasi.
Perencana pengendalian, daftar gaji, persediaan, dan sistem biaya produk.
Fungsi dari pengendali pada korporat, divisi, dan level perencanaan adalah membantu
pembuatan keputusan dan pengendalian. Disamping mereview pengendalian dan fungsi
perbendaharaan dalam perusahaan, CFO biasanya bertanggung jawab untuk fungsi internal
audit.
Evolusi Akuntansi Manajemen: Sebuah Kerangka untuk Perubahan
Akuntansi manajemen telah terlibat dalam sifat dari organisasi. Sebelumnya pada tahun 1800,
kebanyakan bisnis masih kecil sehingga akuntansi manajemen kurang begitu peting bagi
perusahaan. Hal ini dikarenakan pemilik mengendalikan langsung semua fungsi kontrol yang
ada dalam perusahaan pada saat itu. Pemilik membuat semua keputusan, mendelegasikan
wewenang pengambilan keputusandan tidak perlu sistem perancangan yang rumit untuk
memtoviasi karyawan.
Sekarang pada teknik modern akuntansi manajemen yang dikembangkan pada tahun
1825 sampai 1925 dengan pertumbuhan organisasi yang lebih besar membutuhkan sistem
pengendalian dan pembuatan keputusan yag lebih kompleks dikarenakan ukuran perusahaan
yang semakin besar dan luas. Pada awal tahun 1900, Andrew Carniege merancang sebuah
sistem biaya yang melaporkan secara detail biaya unit untuk menggambarkan bahan baku dan
tenaga kerja pada basis harian dan mingguan. Sistem ini memperbolehkan manajer senior
untuk menjaga pengendalian yang sangat ketat pada operasi dan memberikan informasi yang
akurat dan tepat waktu pada biaya marjinal untuk keputusan penentuan harga.

Pada periode dari tahun 1925 sampai 1975, akuntansi manajemen sangat dipengaruhi
oleh berbagai pertimbangan eksternal. Pajak masukan dan kebutuhan laporan finansial
merupakan faktor utama yang mempengaruhi akuntansi manajemen.
Sejak 1975, dua tekanan utama lingkungan telah merubah organisasi dan disebabkan
manajaer untuk bertanya apakah prosedur akuntansi manajemen (pra-1975) masih sesuai.
Tekanan lingkungan tersebut adalah otomisasi pabrik dan teknologi informasi serta
persaingan global. Kemajuan informasi teknologi seperti internet, intranet, komunikasi tanpa
kabel, dan mikroprosesor yang lebih cepat mempunyai dampak besar terhadap proses
akuntansi internal.