Anda di halaman 1dari 15

PENGOLAHAN LOGAM

TEMBAGA (Cu) DAN SENG (Zn)


Makalah
Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah: Kimia Anorganik II
Dosen Pengampu: WirdaUdaibah, M.Si.

Oleh:
Siti Dwi

Sugiarti

123711028

M. Najib

133711065

Alfa Hasanah

1403076007

Siti KhoirunNisa

1403076012

Farida Septinawati

1403076018

DarinSatriani Lestari

1403076021

AkhmadSyafii Maarif

1403076033

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2016

A. PENDAHULUAN
Dewasa ini, unsurlogam yang ada sangatlah bervariasi karena sifatsifat tersendiri dari setiap unsur logam yang berbeda, baik sifat kimia
maupun sifat fisiknya. Maka hal ini dapat dipadukan dengan berbagai
pengolahan

jenis

logam.Tentunya

dalam

setiap

unsur

aslinya

terkadang orang awam tidak hanya menerima bahan mentahnya saja,


tanpa adanya pengolahan ataupun modifikasi, sehingga nantinya akan
menimbulkan

banyak

manfaat

dan

penemuan

baru,

setelah

mengetahui karakteristiknya.Dari ulasan berikut ini nantinya akan


dijelaskan

lebih

lanjut

mengenai

pengolahan

berbagai contoh logam, diantarannya

atau

pembuatan

dalam pengolahan logam ini

adalah tembaga (Cu) dan seng (Zn).


B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian pendahuluan dari masalah di atas, perumusan
masalah dalam makalah ini meliputi:
1. Bagaimana

karakteristik

dan

cara

pengolahan

dari

logam

tembaga ?
2. Apa manfaat dari logam tembaga ?
3. Bagaimana karakteristik dan cara pengolahan dari logam seng ?
4. Apa manfaat dari logam seng ?

C. PEMBAHASAN
1. Karakteristik dan Cara Pengolahan Logam Tembaga
a. Karakteristik Umum dari Logam Tembaga
Tembaga atau copper berlambang unsur Cu berasal dari
bahasa Yunani Kypros atau siprus berarti merah. Tembaga
adalah salah satu dari dua logam di bumi selain emas yang
berwarna merah atau kekuningan, mempunyai nomor Atom 29
dengan kepadatan 8,92 g/cm3. Tembaga murni mencair pada
suhu 1083
2567

dan akan menjadi uap atau mendidih pada suhu

pada tekanan normal.1

Dalam Sistem Periodik Unsur masuk di golongan IB, satu


golongan dengan perak dan emas yang berarti bahwa tembaga
adalah salah satu dari logam mulia, itu karena tingkat
kereaktifannya yang rendah.
Dikenal sejak zaman prasejarah,tembaga sangat langka dan jarang sekali
diperoleh dalam bentuk murni. Mudah didapat dari berbagai senyawa dan
mineral. Penggunaan tembaga yaitu dalam bentuk logam merupakan paduan
penting dalam bentuk kuningan, perunggu serta campuran emas dan perak.
Banyak digunakan dalam pembuatan pelat, alat-alat listrik, pipa, kawat,
pematrian, uang logam, alat-alat dapur, dan industri. Senyawa tembaga juga
digunakan dalam kimia analitik dan penjernihan air, sebagai unsur dalam
insektisida, cat, obat-obatan dan pigmen. Kegunaan biologis untuk runutan
dalam organisme hidup dan merupakan unsur penting dalam darah binatang
berkulit keras.2
b. Pengolahan Logam Tembaga

1Wirda Udaibah, Penuntun Belajar Kimia Anorganik II, (Semarang: CV.Karya Abadi
Jaya, 2015)hlm.184-189
2http://ferdymp.blogspot.co.id/2012/11/v-behaviorurldefaultvmlo.html.Diakses tgl
9 juni 2016 pkl 14.20 WIB

Pengolahan mineral tembaga menjadi tembaga batang dikenal


2 macam cara, yaitu :
1) Pirrometalurgi
Pirrometalurgi adalah suatu proses pengolahan mineral
dengan dasar panas. Inti dari proses ini adalah pengolahan
tembaga dengan melalui suatu proses yang bertujuan untuk
mengubah pengotor senyawa sulfida menjadi oksida atau
disebut proses Roasting.Proses ini menggunakan kalor untuk
mengubah atau mereduksi mineral. (pyro artinya pada
suhu tinggi).3
CuFeS2 + 9O2
Pada

persamaan

2Cu2S
kimia

+ 2Fe2O3 + 6SO2
diatas

menunjukkan

bahwa

proses Roasting bertujuan untuk mengubah Besi Sulfida


menjadi Besi Oksida sedangkan Tembaga tetap Sulfida.
Diubahnya besi sulfida menjadi besi oksida adalah agar pada
proses selanjutnya yaitu smelting atau peleburan, tembaga
sulfida akan mencair lebih tinggi dan akan ditinggalkan
sebagai terak pengotor, sedangkan tembaga yang telah
mencair akan turun kebawah karena berat jenis tembaga
yang lebih tinggi dari besi oksida. Adapun urutan prosesnya
sebagai berikut:
a) Bijih tembaga dihaluskan dengan alat peremuk batuan.
b) Bijih dicampur air sehingga terbentuk slurry.
c) Slurry dimasukkan ke tangki sel flotasi dengan tujuan
pemisahan dari mineral pengotor.
d) Diperoleh konsentrat Cu dalam bentuk Cu dengan kadar
tinggi.
e) Diproses

lanjut

dalam

pabrik

pengawa-airan

(dewateringplant) untuk menghilangkan air dengan:

3Hiskia Achmad, Kimia Unsur dan Radiokimia, (Bandung: PT.Citra Aditya Bakti,
2001) hlm .97.

Penyaring

Pengeringan sampai di dapat konsentrat Cu yang kering

f) Roasting atau pemanggangan bertujuan untuk proses


reduksi pengotor.
g) Ektraksi tembaga murni dari konsentrat tembaga dengan :

Prometalurgi

Elektrolisis ( dengan arus listrik)


Namun

seiring

dengan

kemajuan

teknologi,

proses

Pirrometalurgi sudah tidak diterapkan untuk pengolahan


tembaga, karena kemudian diketahui ada suatu proses yang
lebih

ekonomis

hidrometalurgi.

untuk

pengolahan

Pirrometalurgi

tetap

tembaga

yaitu

digunakan

tetapi

dipakai pada pengolahan-pengolahan mineral lain seperti


nikel, manganese, chrom dll.
2) Hidrometalurgi
Dalam satu abad terakhir ini telah dikembangkan teknik
untuk mengekstraksi logam dari bijihnya dengan reaksi
dalam larutan air. Proses ini disebut hidrometalurgi (hydro
artinya air).4
Hidrometalurgi adalah suatu proses pengolahan tembaga
dari

batuan

alam

dengan

berdasar

pada

air

sebagai

pengolahannya, namun maksud air adalah bukan air biasa


melainkan air yang telah dicampur dengan suatu asam
tertentu sebagai reduktor. Hidrometalurgi dipakai karena
keuntungan-keuntungannya antara lain:
a) Biaya pengolahan yang rendah
b) Recovery yang tinggi
c) Proses pengolahan relatif mudah
4Hiskia Achmad, Kimia Unsur dan Radiokimia,..., hlm 98.

d) Investasi alat yang rendah sehingga memungkinkan


percepatan BEP
e) Proses pengolahan yang relatif lebih singkat
Pada proses ini dipakai suatu asam sebagai reduktor
yaitu asam sulfat (H2SO4) yang mudah didapatkan dan
rendah biaya pengolahan. Dipakainya asam sulfat sebagai
pereduktor adalah bertujuan untuk membentuk tembaga
sulfat (CuSO4.5H2O). Tembaga adalah suatu unsur yang
sangat mudah membentuk sulfida maka dari itu asam sulfat
dipakai sebagai pilihan. Adapun prosesnya adalah sebagai
berikut:
a) Mula-mula batuan tembaga dihancurkan hingga menjadi
halus sampai mess tertentu.
b) Selanjutnya tempatkan pada suatu tabung yang tetbuat
dari

bahan

tahan

asam

(plastik,

fiber,

dll)

lalu

ditambahkan air dengan ukuran tertentu.


c) Kemudian tambahkan asam sulfat pekat sambil diaduk
agar terbentuk larutan tembaga sulfat (CuSO4.5H2O).
d) Setelah terbentuk larutan tembaga sulfat pindahkan pada
suatu tabung elektrolisis yang bertujuan untuk mengambil
ion tembaga dari larutan tembaga sulfat yang terbentuk
pada proses pengasaman
e) Secara bertahap ambil tembaga yang menempel pada
katoda, dan tembaga hasil dari katoda adalah tembaga
murni.
f) Selanjutnya tembaga hasil dari katoda siap untuk proses
peleburan

pada

tungku

menghasilkan suku 1300

tembaga

yang

mampu

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengolahan


mineral tembaga untuk saat ini yang terbaik dan termurah dari
biaya produksi adalah proses hidrometalurgi yang dilanjutkan
dengan proses elektrolisa kemudian dilanjutkan dengan proses
peleburan.

Maka

dari

itulah

kami

menyarankan

proses

hidrometalurgi dan elektolisis yang akan kami terapkan pada


teknologi pengolahan untuk batuan dari Indonesia karna proses
ini sangat tepat diterapkan unsur jenis batuan dari Indonesia.
2. Manfaat Logam Tembaga
a. Digunakan untuk membuat alat-alat listrik dan salah satunya
adalah kabel.
b. Digunakan sebagai campuran atau paduan logam seperi
kuningan (tembaga+seng), perunggu (tembaga+timah), alniko,
monel dan paduan-paduan logam lainnya.
c. Senyawa CuSO4 digunakan untuk menguji kemurnian alkohol,
dan sebagai campuran pereaksi fehling A dan fehling B yang
berguna untuk mnguji senyawa hidrokarbon yang mengandung
gugus aldehid.
d. Cu(OH)2 dalam larutan NH4OH digunakan untuk melarutkan
selulosa pada pembuatan rayon (sutra buatan)
e. Campuran Cu(H)2 dan CaSO4 (bubur bordeaux) digunakan
sebagai obat anti hama dan serangga.

3. Karakteristik dan Cara Pengolahan Logam Seng


a. Karakteristik Umum Logam Seng
Seng diambil dari bahasa Belanda yaitu zink adalah unsur
kimia dengan lambang kimia Zn, nomor atom 30, dan massa
atom relatif 65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12
pada tabel periodik. Beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan
magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran

hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan


oksidasi +2. Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di
kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang
paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).5
Kuningan, yang merupakan campuran aloi tembaga dan
seng, telah lama digunakan paling tidak sejak abad ke-10 SM.
Logam seng tak murni mulai diproduksi secara besar-besaran
pada abad ke-13 di India, manakala logam ini masih belum di
kenal oleh bangsa Eropa sampai dengan akhir abad ke-16. Para
alkimiawan membakar seng untuk menghasilkan apa yang
mereka sebut sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf".
Kimiawan

Jerman

Andreas

SigismundMarggraf

umumnya

dianggap sebagai penemu logam seng murni pada tahun 1746.


Karya Luigi Galvani dan AlessandroVolta berhasil menyingkap
sifat-sifat elektrokimia seng pada tahun 1800. Pelapisan seng
pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan aplikasi
utama seng.
Seng merupakan zat mineral esensial yang sangat penting
bagi tubuh. Terdapat sekitar dua milyar orang di negara-negara
berkembang yang kekurangan asupan seng. Defisiensi ini juga
dapat

menyebabkan

defisiensi

ini

banyak

menyebabkan

penyakit.

Pada

gangguan

anak-anak,

pertumbuhan,

mempengaruhi pematangan seksual, mudah terkena infeksi,


diare, dan setiap tahunnya menyebabkan kematian sekitar
800.000 anak-anak di seluruh dunia. Konsumsi seng yang
berlebihan dapat menyebabkan ataksia, lemah lesu, dan
defisiensi tembaga.
Dalam bahasa sehari-hari, seng juga dimaksudkan sebagai
pelat seng yang digunakan sebagai bahan bangunan.
b. Sifat Fisik Seng
5http://jawaposting.blogspot.co.id/2010/01/makalah-pengertian-znseng.html.Diakses tgl 9 juni 2016 pkl 14.10WIB

Seng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan,


berkilau,

dan

bersifat

diamagnetik.

Walau

demikian,

kebanyakan seng mutu komersial tidak berkilau. Seng sedikit


kurang

padat

heksagonal.Seng

daripada

besi

juga

mampu

dan

berstruktur

kristal

menghantarkan

listrik

dibandingkan dengan logam-logam lainnya, seng memiliki titik


lebur (420 C) dan tidik didih (900 C) yang relatif rendah. Dan
sebenarnya pun, titik lebur seng merupakan yang terendah di
antara semua logam-logam transisi selain raksa dan kadmium.
Terdapat banyak sekali aloi yang mengandung seng. Salah
satu contohnya adalah kuningan (aloi seng dan tembaga).
Logam-logam lainnya yang juga diketahui dapat membentuk
aloi dengan seng adalah aluminium, antimon, bismut, emas,
besi, timbal, raksa, perak, timah, magnesium, kobalt, nikel,
telurium, dan natrium. Walaupun seng maupun zirkonium tidak
bersifat

feromagnetik,

aloiZrZn2

memperlihatkan

feromagnetisme di bawah suhu 35 K.


c. Sifat Kimiawi Seng
Reaktivitas

seng

memiliki

konfigurasi

elektron[Ar]3d104s2merupakan unsur golongan 12 tabel periodik.


Seng cukup reaktif dan merupakan reduktor kuat.Permukaan
logam seng murni akan dengan cepat mengusam, membentuk
lapisan

seng

karbonat,

Zn5(OH)6CO3,

seketika

berkontak

dengan karbon dioksida. Lapisan ini membantu mencegah


reaksi lebih lanjut dengan air.
menghasilkan

lidah

api

Seng yang dibakar akan

berwarna

hijau

kebiruan

dan

mengeluarkan asap seng oksida. Seng bereaksi dengan asam,


basa, dan non-logam lainnya Seng yang sangat murni hanya
akan bereaksi secara lambat dengan asam pada suhu kamar.
Asam kuat seperti asam klorida maupun asam sulfat dapat
menghilangkan lapisan pelindung seng karbonat dan reaksi
seng dengan air yang ada akan melepaskan gas hidrogen.

Seng secara umum memiliki keadaan oksidasi +2. Ketika


senyawa dengan keadaan oksidasi +2 terbentuk, elektron pada
kelopak elektron terluar s akan terlepas, dan ion seng yang
terbentuk

akan

mengijinkan

memiliki

konfigurasi

pembentukan

empat

[Ar]3d10.

ikatan

Hal

kovalen

ini

dengan

menerima empat pasangan elektron dan mematuhi kaidah


oktet.

Stereokimia

senyawa

yang

dibentuk

ini

adalah

tetrahedral dan ikatan yang terbentuk dapatdikatakan sebagai


sp3. Pada larutan akuatik, kompleks oktaherdal, [Zn(H2O)6]2+,
merupakan

spesi

yang

dominan.

Penguapan

seng

yang

dikombinasikan dengan seng klorida pada temperatur di atas


285 C mengindikasikan adanya Zn2Cl2 yang terbentuk, yakni
senyawa seng yang berkeadaan oksidasi +1.Tiada senyawa
seng

berkeadaan

oksidasi

selain

+1

dan

+2

yang

diketahui.Perhitungan teoritis mrngindikasikan bahwa senyawa


seng

dengan

keadaan

oksidasi

+4

sangatlah

tidak

memungkinkan terbentuk.
Sifat kimiawi seng mirip dengan logam-logam transisi
periode

pertama

seperti

nikel

dan

tembaga.

Ia

bersifat

diamagnetik dan hampir tak berwarna. Jari-jari ion seng dan


magnesium juga hampir identik. Oleh karenanya, garam kedua
senyawa ini akan memiliki struktur kristal yang sama. Pada
kasus di mana jari-jari ion merupakan faktor penentu, sifat-sifat
kimiawi

keduanya

akan

sangat

mirip.

Seng

cenderung

membentuk ikatan kovalen berderajat tinggi. Ia juga akan


membentuk senyawa kompleks dengan pendonor N- dan S-.
Senyawa kompleks seng kebanyakan berkoordinasi 4 ataupun 6
walaupun koordinasi 5 juga diketahui ada.
d. Pengolahan Logam Seng
1)

Elektrowinning
Elektrowinning
digunakan

adalah

untuk

proses

mereduksi

10

elektrokimia
logam

yang
kation

kepermukaankatoda dari sebuah larutan aqueous yang


berasal

dari

proses

kimia

leaching.

Produk

proses

elektrowinningZn, akan diperoleh endapan logam Zn pada


permukaan katoda yang berasal dari reaksi reduksi larutan
ZnSO4. Disamping itu, pada anoda akan terbentuk oksigen
karena penggunaan anodainert.
Proses

ini

menggunakan

coulumeterCu.

Fungsi

coulumeter adalah unruyk menentukan jumlah materi yang


berubah selama elektrolisis dengan mengukur jumlah listrik
yang diperlukan unukmelakuka proses eloktrolisis.
Secara umum proses ini terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a) Katoda (Al)
b) Anoda (Pb)
c) Elektrolit ZnSO4 ( Di dapat dari reaksi leaching)
Penggunaan

logam

alumunium

sebagai

katoda

didasarkan pada termodinamika. Potensial reversibel Zn 2+ /


Zn lebih rendah daripada potensial reversibel H+ /H2 yaitu:
Ezn2+/Zn = -0,763 + 0,0295 log (aZn2+) pada 25
EH+/H2 = -0,0591 pH pada 25 , 1 atm.
Maka

seluruh

hidrogen

akan

tereduksi

pada

potensialdimana pengendapan Zn berlangsung kemudian


dapat

mengakibatkan

digunakan.

Oleh

penurunan

karena

itu

efisiensi

kecepatan

arus

reaksi

yang

reduksi

hidrogen harus dibatasi, yaitu dengan menggunakan katoda


awal yang memiliki hidrogen over potensial yang tinggi
misalnya, katoda Alumunium (- 1,602 V) sehingga pada
potensial pengendapan Zn, reduksi ion hidrogen belum
berlangsung.Endapan Zn sendiri memiliki hidrogen over
potensial yang cukup besar sehingga proses pengendapan
Zn dapat berlangsung secara kontinu dengan efisiensi yang
tinggi setelah satu lapisan endapan Zn terbentuk pada
permukaan katoda alumunium.

11

Pada umumnya logam lain memiliki hidrogen over


potensial yang lebih rendah sehingga apabila digunakan
sebagi katoda dapat menuirunkanefisiensia arus oleh karena
itu digunakan logam alumunium sebagai katoda untuk
proses elektrowinningZn.
Reaksi-reaksi yang akan terjadi dalam proses ini adalah:
Leaching
Zn+H2SO4

ZnSO4+H2O

ZnSO4

Zn2++SO42-

Elektrowinning
4H+ + O2 + 4e-

Anoda : 2H2O

Katoda : 2Zn2+ + 4e-

2Zn

2Zn2+ + 2H2O

2Zn + 4H+ + O2

Selamaproses ini akan terjadi tiga aliran perpindahan ion,


yaitu:
a.) Konveksi
b.) Pergerakan elektrolit dala skala yang besar dari larutan
ruah ke lapisan difusi. Proses ini dapat dilakukan dengan
memberi pengadukan, pompaan elektrolit atau injeksi
udara.
c.) Difusi
Merupakan proses pergerakan ion ion logam menuju OHP
(OuterhelmholtzPlane ) melalui lapisan elektrolit yang diam.
d.) Migrasi
Merupakan transport ion karena ada perbedaan potensial.
2) Thermokimia
Untuk memisahkan Zn dari oksidanya dapat dilakukan
dengan berbagai proses thermokimia dengan menggunakan
carbon. Dimana

carbon yang berikatan dengan oksigen

membentuk CO dan CO2, Sehingga Zn terbebas dalam bentuk


uap, barulah kemudian didapatkan logam yang diinginkan.

12

Seng diekstraksi dari seng blende atau seng sulfide atau


calamine dibakar diudara untuk menghasilkan seng oksida.
Persamaan reaksinya sebagai berikut:
2ZnS(S) + 3O2

2ZnO(S) +2SO2(g)

Pada dasarnya calamine itu sendiri dapat digunakan


secara

langsung

dalam

lelehan

seng,

karena

dalam

pemanasan tersebut menghasilkan seng oksida, kemudian


seng oksida dibakar dalam smelting furnace dengan carbon
dan limeston. Kegunaan limeston itu sendiri yaitu untuk
menghilangkan pengotor asam.
ZnO(S) + C(S)
Carbon

Zn(l) + CO(g)

monoksida

diatas

bertindak

sebagai

agent

pereduksi yaitu menghilangkan oksegen dari oksida. Dalam


proses ini seng masih dalam keadaan tidak murni, yang
kemudian didestilasi frasional dari campuran ampas biji dan
logam lainnya seperti timah dan cadmium yang keluar dari
pembakaran tinggi pada atmosfer yang kaya akan carbon
monoksida

dimana

dapat

menghentikan

seng

dioksidasi

kembali menjadi seng oksida. Seng kemudian dimurnikan lebih


lanjut melalui distilasi fraksional ke 2 atau dengan dilarutkan
dalam asam sulfat dan dimurnikan dengan elektrolit.6

4. Manfaat Logam Seng


a. Seng

terutamadigunakandalam

proses

peleburanbeisertasebagaicampuranpaduanlogam.
b. Logamini

juga

digunakansebagaipelatnegatifdalambeberapabaterailistrikserta
untukatapdanselokandalamkonstruksi

bangunan,

sertadalam

die casting di industriotomotif.


c. Seng oksidadigunakansebagaipigmenputihdalam cat air atau
cat dansebagaiaktivatordalamindustrikaret.
6 Wirda Udaibah, Penuntun Belajar Kimia Anorganik II,...,hlm.200-205.

13

d. Sebagaipigmen,

seng

juga

digunakandalamindustriplastik,

kosmetik, kertasfotokopi, wallpaper, tintacetakdll.


e. Seng digunakan terutama sebagai pelapis besi untuk mencegah
terjadinya

korosi.

Pelapisan

ini

dikenal

sebagai

proses

galvanasi.7

D. KESIMPULAN
Dari pembahasan tersebut di atas, dapat disimpulkan:
1. Tembaga adalah salah satu dari dua logam di bumi selain emas
yang berwarna merah atau kekuningan, mempunyai nomor
Atom 29 dengan kepadatan 8,92 g/cm3. Tembaga murni mencair
pada suhu 1083
suhu 2567
Tembaga

dan akan menjadi uap atau mendidih pada

pada tekanan normal.Cara Pengolahan Logam

dengan

menggunakan

cara:Pirrometalurgi

dan

Hidrometalurgi.
2. Adapun Manfaat Logam Tembaga salah satunya digunakan
untuk membuat alat-alat listrik dan salah satunya adalah kabel.
3. Seng diambil dari bahasa Belanda yaitu zink adalah unsur kimia
dengan lambang kimia Zn, nomor atom 30, dan massa atom
relatif 65,39.Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah
sfalerit (seng sulfida).Sifat fisiknya adalah Seng merupakan
logam yang berwarna putih kebiruan,berkilau.
Sifat kimiawi seng mirip dengan logam-logam transisi periode
pertama seperti nikel dan tembaga. Ia bersifat diamagnetik dan
hampir tak berwarna.
Pengolahan Logam Seng menggunakan cara Elektrowinning dan
Thermokimia

7 Kristian H.Sugiarto, KIMIA ANORGANIK II, (Yogyakarta: MIPA Universitas Negeri


Yogyakart, 2003)hlm.157

14

4. Adapun

Manfaat

Seng

terutama

digunakan

dalam

proses

peleburan besiserta sebagai campuran paduan logam.


E. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan, semoga dapat
menambah pengetahuan, wawasan serta bermanfaat bagi kita semua.
Kami menyadari akan ketidaksempurnaan makalah ini, untuk itu kritik
dan saran yang membangun dari teman-teman sangat bermanfaat
untuk memperbaiki makalah selanjutnya.

15