Anda di halaman 1dari 10

STUDIO PERANCANGAN

ARSITEKTUR III
KONSEP BANGUNAN BERMASSA

Syarifah Afifah
F 221 14 070

TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO

A. Nanyang Technological University, Singapura


Sekolah seni, desain dan media
Nanyang Technological University
mempunyai bentuk gedung yang unik.
Konsep sekolah ini memungkinkan
siswanya belajar di bawah atau di atap
gedung.
Sekolah yang terletak di Jurong,
Singapura itu dibuat melengkung. Antara
gedung satu dengan yang lain akan
berbeda bentuk, meski masih dalam
satu garis bangunan.
Atap gedung ini dilapisi rumput hijau
yang melintasi area gedung. Bentuk
atap seperti ini diklaim mampu menciptakan ruang terbuka hijau. Ruang itu juga
sekaligus berfungsi melindungi bangunan, menghasilkan udara segar, dan
menampung air hujan untuk irigasi.
Laman inhabitat menyebutkan, bagian depan gedung
terbuat dari lapisan kaca berkualitas tinggi dan mampu
mengurangi teriknya sinar matahari. Setiap sinar
matahari yang masuk ke setiap
ruangan akan disaring melalui
pepohonan yang melingkari gedung
ini.
Dinding berlapis kaca itu juga memberikan
pertukaran visual antar ruangan.
Cahaya yang masuk dan keluar

memungkinkan siswa dan pengajar untuk menikmati keindahan pemandangan


sekitarnya.
Desain gedung lima lantai ini menawarkan pengalaman baru bagi siapa saja
yang melihatnya. Maksud yang disampaikan dari gedung ini bahwa sekolah seni
harus memberikan inspirasi untuk memunculkan kreatifitas bagi siswa atau pengajar.
Waktu Posting: Jumat, 10 April 2015 | 14:45
Sumber: http://www.beritasatu.com/properti/264371-bangunan-sekolah-dengandesain-unik.html

B. Sekolah Dasar LYCS, Cina

Gedung Sekolah Dasar LYCS di Cina atapnya dirancang jadi lintasan untuk
olahraga lari. Desain unik dari bangunan Sekolah Dasar LYCS tujuannya untuk
membuat sekolah ini menjadi contoh yang menyediakan lingkungan yang luar biasa
untuk meningkatkan pengetahuan, seni, kebugaran fisik, budaya, dan etika untuk
siswa.
Pemecahan masalah kekurangan lahan di kota mendorong desain bentuk
gedung sekolah berlantai empat itu dibuat oval, dengan atapnya dikhususkan
menjadi lintasan lari. Desain bangunan seperti ini menciptakan space halaman lebih
besar, yang dapat digunakan oleh sekolah untuk melakukan berbagai kegiatan lain.
Atap dengan konsep run track dirancang untuk mengatasi masalah kelangkaan

tanah yang umum terjadi di sejumlah kota berpenduduk padat di sejumlah negara di
dunia.

"Siswa dapat melakukan banyak kegiatan menarik di sana. Sekolah Dasar


LYCS memiliki desain yang indah yang bisa mengubah konsep normal sekolah di
zaman ini."

Waktu Posting: Minggu, 27 Desember 2015 22:20


Sumber: http://bangka.tribunnews.com/2015/12/27/unik-atap-sekolah-dasar-inidijadikan-lintasan-olahraga-lari-demi-hemat-lahan

C. Sekolah Zero Energy, Prancis

Terletak di tengah-tengah kompleks perkotaan, bangunan The Docks School


dikelilingi blok kantor bertingkat tinggi dan juga perumahan. Sekolah ini dapat Anda
kenali dari bentuk atapnya. Atap bangunan sekolah berupa solar panel, daya tarik
dari proyek yang menghadap bangunan tetangga.
Sekolah yang terletak di tengah perkotaan stategis Saint-Ouen, Prancis ini
merupakan contoh pembangunan kota yang patut menjadi panutan.

Bangunan ini tak hanya


didesain untuk kenyamanan
penghuninya. Bangunan yang
dirancang oleh Mikou Design
Studio ini tidak mengkonsumsi
energi listrik sedikit pun
alias zero energy. Sumber
listriknya berupa sinar matahari
yang ditangkap panel-panel
surya.
Uniknya, area panel surya ini
juga menjadi bagian dari desain bangunan sekolah zero energy. Panel tenaga surya
ditempatkan di atap gedung sehingga terlihat dari jalan utama. Tampilan panel surya
pada atap memberikan nuansa edukatif yang kuat pada sekolah.
Penerapan zero energy pada bagunan, dikarenakan bangunan ini akan menjadi
simbol dari pembangunan berkelanjutan proyek Zac des Docks dan menjadi
landmark arsitektural yang kuat.
Bangunan sekolah ini juga menyediakan playground untuk anak-anak. Taman kecil
untuk rekreasi berada pada sisi jalan setapak di tengah bangunan. Memberikan
nuasa area belajar yang terbuka dan damai.
Muka bangunan termasuk seluruh ruang kelas dan area bermain menghadap ke
selatan. Hal ini dilakukan untuk membuat penggunaan energi surya pasif. Ruangan
tersusun seperti ini untuk membuat area terbuka di selatan.
Pasalnya panel-panel tenaga surya itu diletakkan di selatan yang juga berfungsi
sebagai atap playground.
Bangunan sekolah zero energy ini tersusun atas taman yang beruntut dengan teras
terbuka. Area terbuka pada bagunan memungkinkan masuknya cahaya matahari
semaksimum mungkin pada bangunan.
Waktu Posting: 10 Juni 2014
Sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/05/ini-dia-bangunan-sekolahzero-energy

D. Green School, Bali

Green School atau sekolah hijau. Dinamai begitu karena konsep sekolah ini
sendiri yang ramah lingkungan dan bangunannya yang rata-rata menggunakan
bahan-bahan alam seperti bambu, alang-alang, dan tanah liat. Sekolah ini berada
diantara kedua sisi Sungai Ayung di Sibang Kaja, Bali, didalam hutan lebat yang
berisi tanaman asli dan pohon-pohon yang tumbuh di samping kebun organik .
Bangunan ini didukung oleh sejumlah sumber energi alternatif, termasuk air panas
dan serbuk gergaji dari bambu untuk alat memasak, generator bertenaga Hydro
vortex dan panel surya (Tenaga Matahari).Dirintis sejak tahun 2007 oleh John Hardy,
seorang pengusaha jewerly atau perhiasan dan barang mewah dari Kanada yang
telah membuka usahanya di Bali sejak tahun 1970-an.

Bangunan ini terdiri dari


ruang
kelas, pusat kebugaran, ruang
perakitan, perumahan, kantor, kafe dan kamar mandi. Sebagian Besar Terdiri dari
berbagai ruangan kelas . Bahan Baku dari gedung ini adalah Bambu lokal, yang

diambil dari pengembangan


berkelanjutan (perkebunan)
sehingga
terus
dikembangkan
dan
menghasilkan stok yang
banyak , Sehingga nanti
Bambu
tersebut
bisa
digunakan
untuk
bereksperiment
arsitektur
selanjutnya. Hasilnya adalah
Sebuah komunitas hijau
yang bisa menjadikan inspirasi dan ilmu bagi para mahasiswa agar lebih penasaran,
lebih fokus untuk mempelajari tentang Lingkungan hijau agar planet ini selamat dari
bahaya Efek Rumah Kaca dan sebagainya.
Pemerhati
Lingkungan
dan Desainer, John dan Cynthia
Hardy
ingin
memotivasi
masyarakat untuk hidup sehat
Green Peace . Bagian dari
upaya
untuk
menunjukkan
kepada
orang,
bagaimana
membangun sebuah gedung
dengan bahan yang sangat
tradisional , yaitu bambu. Mereka
mendirikan Sekolah Hijau, Dengan
afiliasinya
yaitu
Yayasan
Meranggi,
yang
mengembangkan
perkebunan tanaman bambu melalui penyajian bibit bambu kepada petani padi lokal,
dan PT Bambu, Keuntungan dari program desain dan perusahaan konstruksi yang
mempromosikan penggunaan bambu sebagai primer bahan bangunan, adalah
dalam upaya untuk menghindari penipisan lebih lanjut dari hutan hujan.

Green School mengajarkan siswanya menanamkan nilai-nilai kehijauan.


Semua ruangan seperti ruang pertemuan, ruang makan, ruang serba guna dan
kamar kecil menampilkan keharmonisan antara bangunan buatan manusia dengan
alam sekitarnya. Konsep yang berkelanjutan dan ramah lingkungan ini digagas oleh
John Hardy, seorang warga negara Kanada yang telah tinggal di Bali selama lebih
dari 30 tahun.
Ruang kelas Green School didesain terbuka, melalui taman yang dipenuhi pohon
nanas dan tanaman padi yang tumbuh subur. Di pusat sekolah adalah area utama
yang bernama Heart of School. Bangunan ini didirikan dalam bentuk heliks ganda,

berbentuk spiral tiga lantai. Sebuah


gitar digantung di pusat bangunan
sehingga
anak-anak
bisa
memainkan
sekolah
mereka
sendiri seperti instrumen.

Bisa dibilang

sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah


didunia yang menggunakan konstruksi bambu
yang ramah lingkungan. Ya bisa kita lihat bambu
bertebaran dimana-mana. Selain itu Green
School ini tidak menggunakan listrik secara
langsung. dari segi pendingin udara, sekolah ini
menggunakan kincir angin melalui terowongan
bawah tanah. Dan pemasukan listriknya dari hasil Bio-gas yang terbuat dari kotoran
hewan.
Selain pembelajaran-pembelajaran formal, anak-anak disana juga diajarkan organic
gardening. Seperti bermain permainan tradisional, menanam padi, bermain dilumpur,
berternak sapi, memetik buah coklat dan banyak lagi. Hal seperti itu tentunya
menjadi harapan agar anak-anak tersebut nantinya bisa merawat bumi kita ini agar
tidak rusak. Jadi tidak akan ada yang namanya illegal logging karena sejak dini
mereka diajarkan bagaimana cara mencintai alam.
Bangunan lainnya pada Green School adalah balai pertemuan yang juga dipakai
sebagai ruangan makan dan memiliki bentang besar tanpa kolom di tengahnya
kecuali pada kedua ujungnya. Bangunan ini memiliki skylight memanjang yang
ditopang oleh kolom-kolom dan bilah bambu yang diikat kawat baja. Konsep
bangunan ini sangat bersahaja, bahkan fondasinya pun tidak serumit struktur beton
atau struktur baja pada umumnya.
Desain yang unik terdapat pada bangunan kelas yang terbuka tanpa dinding dimana
interaksinya dengan alam terasa intens terutama saat udara agak panas atau hari
hujan. Mengingat sebagian besar siswa Green School adalah siswa asing dari
negara empat musim, diperlukan juga ruang khusus yang dingin berupa ruangan
berbentuk kubah yang dibentuk dari bahan kain dilapisi lateks. Apabila satu sisinya
ditiup angin sehingga menggelembung yang dapat digunakan apabila hari panas.
Waktu Posting: July 10, 2015

Sumber: http://indoloka.com/blog/?p=2087

Anda mungkin juga menyukai