Anda di halaman 1dari 21

1.

DELLY KRISTIN ENOCH

2.

EKA NURHAYATI

3.

ELISABETH ANABAYLEY

4.

GABRIELIA REGINA LUMINGAS

5.

GABRIELA BINTANG A . TEURUPUN

6.

IRVAN ESA P . WIBOWO

7.

JESSY ALFRITHA AWUY

8.

LAILA NUR QUMARIA

9.

MARIA M . SANUARI

10.

RIZQA F . FADHILAH

KROMATOGRAFI

Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan distribusi dari komponen- komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase gerak (cair atau gas).

komponen- komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase gerak
komponen- komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase gerak

KROMATOGRAFI CAIR

Kromatografi cair merupakan teknik yang tepat untuk memisahkan ion atau molekul yang terlarut dalam suatu larutan.

CAIR Kromatografi cair merupakan teknik yang tepat untuk memisahkan ion atau molekul yang terlarut dalam suatu
CAIR Kromatografi cair merupakan teknik yang tepat untuk memisahkan ion atau molekul yang terlarut dalam suatu

SEJARAH

Pada akhir tahun 1960an, semakin banyak usaha

dilakukan untuk pengembangan kromatografi cair sebagai suatu teknik mengimbangi kromatografi gas. High Performance Liquid Chromatography (HPLC) atau Kromatografi Cair Penampilan Tinggi atau High Preformance = Tekanan atau Kinerja Tinggi, High Speed = Kecepatan Tinggi dan Modern = modern, telah berhasil

dikembangkan dari usaha ini.

atau Kinerja Tinggi, High Speed = Kecepatan Tinggi dan Modern = modern, telah berhasil dikembangkan dari
atau Kinerja Tinggi, High Speed = Kecepatan Tinggi dan Modern = modern, telah berhasil dikembangkan dari

KCKT / HPLC

HPLC adalah metode kromatografi yang

menggunakan fase gerak cair dan fase diam

padat/bahan pendukung untuk melakukan pemisahan suatu jenis molekul. Terdapat dua

variasi utama yaitu, HPLC yang terdiri dari eluen

polar dan fase diam non-polar atau eluen non- polar dan fase diam polar

variasi utama yaitu, HPLC yang terdiri dari eluen polar dan fase diam non-polar atau eluen non-
variasi utama yaitu, HPLC yang terdiri dari eluen polar dan fase diam non-polar atau eluen non-

JENIS-JENIS HPLC

Kromatografi Adsorbsi

Kromatografi fase terikat (Kromatografi Partisi)

Kromatografi penukar ion

Kromatografi Pasangan ion

Kromatografi

Eksklusi Ukuran

Kromatografi

Afinitas

• Kromatografi penukar ion • Kromatografi Pasangan ion • Kromatografi Eksklusi Ukuran • Kromatografi Afinitas
• Kromatografi penukar ion • Kromatografi Pasangan ion • Kromatografi Eksklusi Ukuran • Kromatografi Afinitas

INSTRUMEN KCKT

Wadah fase gerak (Reservoir)

Wadah fase gerak harus bersih dan lembam (inert). Wadah pelarut kosong digunakan sebagai wadah fase gerak dapat menampung fase gerak antara 1 sampai 2 liter pelarut.

Pompa

Pompa yang cocok digunakan untuk HPLC adalah pompa yang mempunyai

syarat pompa harus inert terhadap fase gerak. dipakai untuk pompa adalah gelas, baja tahan karat, teflon, dan batu nilam.

syarat pompa harus inert terhadap fase gerak. dipakai untuk pompa adalah gelas, baja tahan karat, teflon,
syarat pompa harus inert terhadap fase gerak. dipakai untuk pompa adalah gelas, baja tahan karat, teflon,

Tempat Injeksi

Tempat injeksi merupakan tempat untuk memisahkan sampel secara otomatis maupun manual. Ada tiga tipe dasar injektor yang dapat digunakan :

1. Stop flow

2. Septum

3. Loop Valve

secara otomatis maupun manual. Ada tiga tipe dasar injektor yang dapat digunakan : 1. Stop flow
secara otomatis maupun manual. Ada tiga tipe dasar injektor yang dapat digunakan : 1. Stop flow

Kolom (Column)

Kolom adalah jantung kromatografi. Berhasil atau gagalnya suatu

analisis tergantung pada pemilihan kolom dan kondisi percobaan yang sesuai.

- Fase Diam

Kebanyakan fase diam pada HPLC berupa silika yang dimodifikasi secara kimiawi, silika yang tidak dimodifikasi, atau polimer-polimer stiren

dan divinil benzen. Permukaan silika adalah polar dan sedikit asam karena

adanya residu gugus silanol (Si-OH)

Ada 2 jenis kolom pada HPLC yaitu kolom konvensional dan kolom mikrobor. Kolom merupakan bagian HPLC yang mana terdapat fase diam

untuk berlangsungnya proses pemisahan solut/analit.

mikrobor. Kolom merupakan bagian HPLC yang mana terdapat fase diam untuk berlangsungnya proses pemisahan solut/analit.
mikrobor. Kolom merupakan bagian HPLC yang mana terdapat fase diam untuk berlangsungnya proses pemisahan solut/analit.

Detektor

Suatu detektor dibutuhkan untuk mendeteksi adanya komponen sampel di dalam kolom (analisis kualitatif) dan menghitung kadamya (analisis kuantitatif).

Detektor pada HPLC dikelompokkan menjadi 2 golongan yaitu:

1. Detektor universal yang mampu mendeteksi zat secara umum, tidak bersifat spesifik, dan tidak bersifat selektif. Contoh :

detektor indeks bias dan detektor spektrometri massa.

2. Detektor yang spesifik yang hanya akan mendeteksi analit secara spesifik dan selektif. Contoh : detektor UV-Vis, detektor fluoresensi, dan elektrokimia.

akan mendeteksi analit secara spesifik dan selektif. Contoh : detektor UV-Vis, detektor fluoresensi, dan elektrokimia.
akan mendeteksi analit secara spesifik dan selektif. Contoh : detektor UV-Vis, detektor fluoresensi, dan elektrokimia.

Elusi Gradien

Elusi Gradien didefinisikan sebagai penambahan kekuatan fasa gerak selama analisis kromatografi berlangsung.

Efek dari Elusi Gradien adalah mempersingkat waktu retensi dari senyawa-senyawa yang tertahan kuat pada kolom.

Efek dari Elusi Gradien adalah mempersingkat waktu retensi dari senyawa-senyawa yang tertahan kuat pada kolom.
Efek dari Elusi Gradien adalah mempersingkat waktu retensi dari senyawa-senyawa yang tertahan kuat pada kolom.
Efek dari Elusi Gradien adalah mempersingkat waktu retensi dari senyawa-senyawa yang tertahan kuat pada kolom.

Pengolahan Data (Data Handling)

Hasil dari pemisahan kromatografi biasanya

ditampilkan dalam bentuk kromatogram pada rekorder

Fasa gerak

Di dalam kromatografi cair komposisi dari solven atau

rasa gerak adalah salah satu dari variabel yang mempengaruhi pemisahan. Terdapat variasi yang sangat

luas pada solven yang digunakan untuk KCKT

satu dari variabel yang mempengaruhi pemisahan. Terdapat variasi yang sangat luas pada solven yang digunakan untuk
satu dari variabel yang mempengaruhi pemisahan. Terdapat variasi yang sangat luas pada solven yang digunakan untuk

Sifat umum yang sangat disukai, yaitu fasa gerak harus :

1.

Murni, tidak terdapat kontaminan

2.

Tidak bereaksi dengan wadah (packing)

3.

Sesuai dengan defektor

4.

Melarutkan sampel

5.

Memiliki visikositas rendah

6.

Bila diperlukan, memudahkan "sample recovery“

7.

Diperdagangan dapat diperoleh dengan harga murah (reasonable price)

memudahkan "sample recovery“ 7. Diperdagangan dapat diperoleh dengan harga murah (reasonable price)
memudahkan "sample recovery“ 7. Diperdagangan dapat diperoleh dengan harga murah (reasonable price)

PRINSIP KERJA HPLC

Kerja HPLC pada prinsipnya adalah pemisahan

analit-analit berdasarkan kepolarannya, alatnya

terdiri dari kolom (sebagai fasa diam) dan

larutan tertentu sebagai fasa geraknya. Yang

paling membedakan HPLC dengan kromatografi

lainnya adalah pada HPLC digunakan tekanan tinggi untuk mendorong fasa gerak

paling membedakan HPLC dengan kromatografi lainnya adalah pada HPLC digunakan tekanan tinggi untuk mendorong fasa gerak
paling membedakan HPLC dengan kromatografi lainnya adalah pada HPLC digunakan tekanan tinggi untuk mendorong fasa gerak

KEUNTUNGAN

Cepat

Resolusi

Sensitifitas detector

Kolom yang dapat digunakan kembali

Ideal untuk zat bermolekul besar dan ionic

Mudah rekoveri sampel

 Kolom yang dapat digunakan kembali  Ideal untuk zat bermolekul besar dan ionic  Mudah
 Kolom yang dapat digunakan kembali  Ideal untuk zat bermolekul besar dan ionic  Mudah

KEGUNAAN UMUM

Pemisahan berbagai senyawa organik maupun anorganik,ataupun spesimen biologis

Analisis ketidakmurnian (impurities)

Analisis senyawa-senyawa yang tak mudah menguap (non-

volatil)

Penentuan molekul-molekul netral, ionik maupun zwitter ion

Isolasi dan pemurnian senyawa

Pemisahan senyawa-senyawa dengan struktur kimia yang mirip

Pemisahan senyawa-senyawa dalam jumlah kecil (trace

elements)

senyawa-senyawa dengan struktur kimia yang mirip  Pemisahan senyawa-senyawa dalam jumlah kecil ( trace elements )
senyawa-senyawa dengan struktur kimia yang mirip  Pemisahan senyawa-senyawa dalam jumlah kecil ( trace elements )

KEGUNAAN PADA BIDANG FARMASI

Metode KCKT merupakan metode yang sangat popular

untuk menetapkan kadar senyawa obat baik dalam

bentuk sediaan atau dalam sampel hayati. Hal ini diseabkan KCKT merupakan metode yang memberikan sensitifitas dan spesifitas yang tinggi. Contoh :

Obat (sediaan), fase diam, fase gerak, adriamisin (serum),dll.

sensitifitas dan spesifitas yang tinggi. Contoh : Obat (sediaan), fase diam, fase gerak, adriamisin (serum),dll.
sensitifitas dan spesifitas yang tinggi. Contoh : Obat (sediaan), fase diam, fase gerak, adriamisin (serum),dll.

KELEBIHAN KCKT ANTARA LAIN

Mampu memisahkan molekul-molekul dari suatu campuran, mudah, kecepatan analisis dan kepekaannya tinggi.

Menghindari terjadinya dekomposisi / kerusakan bahan yang dianalisis.

Gunakan bermacam-macam detector.

Kolom dapat digunakan kembali.

Mudah melakukan recovery cuplikan.

Instrumennya memungkinkan untuk bekerja secara automatis dan kuantitatif.

Waktu analisis umumnya singkat.

Kromatografi cair preparative memungkinkan dalam skala besar.

KELEMAHAN KCKT

Tidak dapat menganalisis lebih dari jenis sampel

sekaligus

Kromotogram tidak dapat di simpan sebagai dokumen otentik

Tidak dapat menganalisis lebih dari jenis sampel sekaligus  Kromotogram tidak dapat di simpan sebagai dokumen
Tidak dapat menganalisis lebih dari jenis sampel sekaligus  Kromotogram tidak dapat di simpan sebagai dokumen

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH
TERIMA KASIH