Anda di halaman 1dari 151

Ulfa Mahfudloh, S.Pd.

I,
M.Pd.I
Andik Setiyawan, S.Th.I,

TAFSIR
Untuk kelas XII
Peminatan Ilmu-ilmu Agama
Madrasah Aliyah

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga buku Tafsir
untuk Kelas XII Peminatan Ilmu-ilmu Agama Madrasah Aliyah dapat tersusun dengan baik. Shalawat serta
salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw, sahabat, beserta keluarganya, serta orang-orang yang
mengikuti ajarannya hingga hari kiamat.
Buku ini disusun berdasarkan Standar Isi Madrasah Aliyah kurikulum 2013 untuk mata pelajaran tafsir dan
Ilmu tafsir peminatan ilmu-ilmu agama kelas XII yang terdiri dari semester I berisi ayat-ayat tentang; berlaku
adil dan jujur, pembinaan pribadi dan keluarga serta masyarakat secara umum, kewajiban berdakwah,

tangung jawab Terhadap Keluarga Dan Masyarakat dan semester II berisi ayat-ayat tentang;
Kepemimpinan, etos kerja, tata cara menyelesaikan perselisihan, potensi akal dan ilmu .
Buku ini disusun secara ringkas, padat, dan jelas, serta dilengkapi dengan kompetensi inti dan
kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, peta konsep pembelajaran, yang dapat dijadikan pedoman siswa
sehingga arah belajar siswa bisa jelas dan sesuai tujuan. Selain itu buku ini juga diserta gambar-gambar di
setiap awal bab sehingga bisa mendatangkan kreatifitas siswa untuk berfikir tentang materi sebelum
mengeksplorasi dari materi pelajaran. Cara ini ditempuh untuk memberi kenyamanan kepada peserta didik.
Dengan demikian buku ini diharapkan dapat menjadi mitra yang mengasikkan bagi peserta didik dalam belajar.
Akhirnya, kami menyadari bahwa dalam penyusunan buku ini masih ada kekurangan, baik dari sisi
metodologi maupun substansi maka saran dan kritik yang konstruktif selalu kami harapkan untuk perbaikan
selanjutnya. Semoga buku ini bermanfaat dan mendapatkan ridha dari Allah Swt. amin.

Bandung, November 2013

Penulis

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

Pedoman Transliterasi Arab-Latin

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

PETUNJUK PENGGUNAAN BUKU

Setiap awal bab disajikan kompetensi


inti, kompetensi dasar, tujuan
pembelajaran, materi pokok, dan peta
konsep yang memberikan gambaran
sementara kepada pengguna buku
serta dapat mengetahui tujuan dan
target belajar, sehingga pengguna
buku dapat memilih bagaimana cara
mempelajari buku ini..

Mari renungkan, sebagai pendekatan


scientific 1 sejenak nilai-nilai yang dapat
diambil dari materi, Setiap Bab

Sebeleum memasuki materi pokok


pembelajaran, ada PENDAHULUAN
yang menggambarkan arti penting
pembahasan dalam bab.

Mari
Memahami
,
berisi tentang
analisis
kandungan
ayat
untuk
menambah

Mari Mengamati sebagai


pendekatan scientific 2
yang merangsang peserta
untuk berfikir
didik
Mari Bertanya
mengenai materi yang
merupakan sajian yang
dipelajari berdasarkan
mendorong pembaca
ilustrasi yang digambarkan.
untuk berani
mengungkapkan apa
ia Belajar
fahami ,dari
bab.
yang
Mari
berisi

Evaluasi sebagai
lapangan pembaca
untuk menguji
Kegiatan diskusi
kemampuan
Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2
Mutiara Hikmah
setelah
mempelajarinya.

panduan materi siswa


dimulai dari:
a. Ayo membaca,
b. Ayo mengartikan,
c. Ayo memaknai
mufrodat
d. Ayo
menerjemahkan

Pendalaman
karakter
merupakan
panduan yang
harus dilakukan
siswa

Kesimpulan
merupakan akhir
dari proses
mempelajari materi
yang disajikan agar

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Pedoman Translitarasi Arab-Latin
Petunjuk Penggunaan buku
Daftar Isi
SEMESTER GANJIL
BAB I
Berlaku Adil Dan Jujur
A. Mari Renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa:
105.
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS al-Maaidah: 8-10; surah anNahl:90-92; surah an-Nisaa: 105.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

E
F
G
H
BAB II

3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:9092; surah an-Nisaa: 105.
4. Ayo menarjamah QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa:
105.
5. Ayo memahami isi kandungan ayat al-maaidah: 8-10; surah an-nahl:90-92;
surah an-nisaa: 105
Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Adil Dan jujur (pendalaman
karakter)

Ayo menyimpulan
Mari berlatih
Mutiara Hikmah

Pembinaan pribadi dan keluarga, serta pembinaan masyarakat secara umum


A.
B
C
D

Mari renungkan
Mari mengamati/mencermati
Mari Menanya
Mari Belajar

1. Ayo membaca an-Nisaa: 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl:


125, surah al-Baqarah: 177..
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS an-Nisaa: 9, surah alBaqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177..
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS an-Nisaa: 9, surah alBaqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177..
4. Ayo menarjamah QS an-Nisaa: 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah anNahl: 125, surah al-Baqarah: 177..
E Mari memahami isi kandungan QS an-Nisaa: 9, surah al-Baqarah : 44-45,
surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177..
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan QS an-Nisaa: 9, surah alBaqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177.. (pendalaman
karakter)
G Mari menyimpulkan
H Mari berlatih
I
BAB III

Mutiara Hikmah

Kewajiban berdakwah
A. Mari Renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca an-Nahl: 125; surah asy-Syuaraa: 214-216, surah al-Hijr: 9496
2. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS an-Nahl: 125; surah asy-Syuaraa:
214-216, surah al-Hijr: 94-96.
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS an-Nahl: 125; surah asy-Syuaraa:
214-216, surah al-Hijr: 94-96.
4. Ayo menarjamah QS an-Nahl: 125; surah asy-Syuaraa: 214-216, surah alHijr: 94-96.
E Mari memahami isi kandungan ayat an-Nahl: 125; surah asy-Syuaraa: 214216, surah al-Hijr: 94-96
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Qs an-Nahl: 125; surah asySyuaraa: 214-216, surah al-Hijr: 94-96 (pendalaman karakter)
G Mari menyimpulan
H Mari berlatih
I
Mutiara Hikmah
Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

000

BAB IV

Tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat


A.
B
C
D

E
F
G
H
I

Mari renungkan
Mari mengamati/mencermati
Mari menanya
Mari Belajar
1. Ayo membaca at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah al-Anaam:70 ; surah
an-Nisaa:36 dan surah Huud: 117-119.
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132;
surah al-Anaam:70 ; surah an-Nisaa:36 dan surah Huud: 117-119.
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132;
surah al-Anaam:70 ; surah an-Nisaa:36 dan surah Huud: 117-119.
4. Ayo menerjamah QS at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah al-Anaam:70 ;
surah an-Nisaa:36 dan surah Huud: 117-119.
Mari memahami isi kandungan ayat at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah alAnaam:70 ; surah an-Nisaa:36 dan surah Huud: 117-119
Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Qs at-Tahriim:6, surah Thaahaa:
132; surah al-Anaam:70 ; surah an-Nisaa:36 dan surah Huud: 117-119
(pendalaman karakter)

Mari menyimpulan
Mari berlatih
Mutiara Hikmah

SEMESTER GENAP
BAB I
Kepemimpinan
A. Mari renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa:
105
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS al-Maaidah: 8-10; surah anNahl:90-92; surah an-Nisaa: 105
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:9092; surah an-Nisaa: 105
4. Ayo menarjamahkan QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah anNisaa: 105
E Mari memahami isi kandungan ayat al-maaidah: 8-10; surah an-nahl:90-92;
surah an-nisaa: 105
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Adil Dan jujur (pendalaman
karakter)
G Mari menyimpulkan
H Mari berlatih
I
Mutiara Hikmah
BAB II

Etos Kerja
A.
B
C
D

Mari renungkan
Mari mengamati/mencermati
Mari menanya
Mari Belajar
1. Ayo membaca al-Jumuah 9-11; surah al-Qashash :77.
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS al-Jumuah 9-11; surah alQashash :77.
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS al-Jumuah 9-11; surah al-Qashash :
77.
4. Ayo menerjamahkan QS al-Jumuah 9-11; surah al-Qashash :77.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

E
F
G
H
I
BAB III

Mari memahami isi kandungan ayat QS al-Jumuah 9-11; surah al-Qashash :77.
Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan QS al-Jumuah 9-11; surah alQashash :77. (pendalaman karakter)

Mari menyimpulkan
Mari berlatih
Mutiara Hikmah

Tata cara menyelesaikan perselisihan, musyawarah dan taaruf


A.
B
C
D

E
F
G
H
I

Mari renungkan
Mari mengamati/mencermati
Mari enanya
Mari Belajar
1. Ayo membaca QS Ali Imran [3] : 159, QS al-H{ujurat : 9 & 13.
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS Ali Imran [3] : 159, QS alH{ujurat : 9 & 13.
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS Ali Imran [3] : 159, QS al-H{ujurat
: 9 & 13.
4. Ayo menarjamahkan QS Ali Imran [3] : 159, QS al-H{ujurat : 9 & 13.
Mari memahami isi kandungan ayat Ali Imran [3] : 159, QS al-H{ujurat : 9 &
13
Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Qs Ali Imran [3] : 159, QS alHujurat : 9 & 13 (pendalaman karakter)

Mari menyimpulkan
Mari berlatih
Mutiara Hikmah

BAB IV Potensi Akal Dan Ilmu


A. Mari renungkan
B Mari mengamati/mencermati
C Mari menanya
D Mari Belajar
1. Ayo membaca Qs Ali Imran:190-191;QS al-Araf: 179; QS al-Isra:36; QS arRahman:1-4
2. Ayo mengartikan Mufrodat penting dari QS Qs Ali Imran:190-191;QS alAraf: 179; QS al-Isra:36; QS ar-Rahman:1-4
3. Ayo memaknai Mufrodat penting dari QS Qs Ali Imran:190-191;QS al-Araf:
179; QS al-Isra:36; QS ar-Rahman:1-4
4. Ayo menarjamahkan Qs Ali Imran:190-191;QS al-Araf: 179; QS al-Isra:36;
QS ar-Rahman:1-4
E Mari memahami isi kandungan ayat Qs Ali Imran:190-191;QS al-Araf: 179;
QS al-Isra:36; QS ar-Rahman:1-4
F Menerapkan Prilaku Orang Yang Menerapkan Qs Ali Imran:190-191;QS al-Araf:
179; QS al-Isra:36; QS ar-Rahman:1-4 (pendalaman karakter)
G Mari menyimpulkan
H Mari berlatih
I
Mutiara Hikmah

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

KI (Kompetensi Inti) :
1.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam

2.

Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,


gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

BERLAKU ADIL DAN


Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan,
JUJUR
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

3.

fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.

4.

KD (Kompetensi Dasar) :
1.2

Menghayati kandungan Al-Quran tentang berlaku adil dan jujur.

2.1. Menunjukkan perilaku jujur dan adil sesuai kandungan Al-Quran surah al-Maaidah: 8-10;
surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa: 105.
3.1 Memahami kandungan Al-Quran tentang berlaku adil dan jujur dalam surah alMaaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa: 105.
4.1 Menerapkan perilaku adil dan jujur dalam perkataan dan perbuatan sesuai kandungan
Al-Quran dalam surah al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa: 105

INDIKATOR PENCAPAIAN
1.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

Membaca Qs al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa: 105. Dengan tartil hingga hafal

PETA KONSEP

A. Mari kita renungkan

Petuntuk: ananda sekalian, Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;
1. Gambar anak yang selalu bohong, coba lihat apa yang terjadi dengannya? bagaimana jika
dalam kehidupan yang nyata ini setiap orang yang bohong seperti itu? nilai apa yang bisa
diambil dari kisah ini?
2. Apa yang dilakukan ayah pada gambar ini terhadap anak-anaknya? bayangkan jika itu ayah
ananda sekalian bagaimana perasaan ananda? apa yang bisa diambil dari gambar ini?
3. Sudahkah keduanya sesuai dengan ayat-ayat Allah tentang adil dan jujur Sebutkan alasanmu!

10

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

Sumber :
http://ricky2phos.wordpress.com/2011/11/17/bersikap-jujur/

Sumber:

http://www.dnaberita.com/berita-6990-bersikap-adil-pada-si-kembar.html

JUJUR ITU PENTING

ADILPUN DEMIKIAN

Kejujuran dan adil adalah sikap yang mencerminkan dua kata dan perbuatan. Artinya ucapannya
sama dengan perbuatannya. Orang yang jujur selalu berkata benar, orang yang adil selalu bijak dalam semua
tindakan. Tidak berbohong dan apa adanya, sama rata dalam bertindak. Orang jujur dapat dipercaya. Orang
adil disukai banyak orang. Lawan kata jujur adalah bohong atau dusta, lawan kata adil adalah diskriminasi.
Sekali kita berbohong atau berdusta maka selanjutnya orang tidak akan lagi percaya dengan kita. Demikian
pula adil sekali tidak adil pasti akan di jauhi teman, Maka berhati-hatilah dalam berkata dan bertindak.
Utamakan kejujuran dan keadilan meskipun itu dirasa sulit untuk disampaikan dan dilaksanakan. Nabi
Muhammad SAW adalah contoh teladan yang baik dalam hal kejujuran dan keadilan. Sebelum beliau
menjadi nabi, beliau sangat terkenal kejujurannya dan keadilan sehingga beliau mendapat gelar Al-Amin.
B. MARI MENGAMATI DAN MENCERMATI

Petuntuk: Perhatikan gambar-gambar ini, kemudian berikan tanggapanmu terkait dengan tema
kita !
Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1. .
2. ...
3. .
.
.
4.
.
Sumber:http://millahibrohim.wordpress.com/2009/09/27/keharusan-bersikap-adil-dan-macam-macam-keadilan/
Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?
1. .
.
..
2. .
.
.
3.
..
..
Sumber: http://supriyadikaranganyar.wordpress.com

C. MARI MENANYA

Setelah ananda kalian merenungkan, membaca dan mengamati gambar / cerita di atas,
ada beberapa pertanyaan yang perlu kalian gali, Buatlah pertanyaan-pertanyaan dengan
menggunakan bentuk kata: bagaimana, apa, mengapa, jelaskan dan lain-lain! Contoh:
Mengapa banyak terjadi kasus-kasus krisis keadilan dan kejujuran yang sangat merugikan masarakat
lain?
..


Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

11

D. MARI BELAJAR
Petunjuk: ananda sekalian, mari kita belajar membaca, mengartikan, memaknai,
menerjemahkan dan memahami Qs Al Maidah (5) : 8-10 dengan berulang-ulang,
tartil dan bersama-sama hingga lancar dan usahakan ananda bisa menghafalnya !.
a. Ayo membaca QS Al Maidah (5) : 8-10




( )




()


Ayo mengartikan mengartikan beberapa mufradt penting dari QS Al Maidah (5) : 8-10

: orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran)




: dan janganlah sekali-kali kebencianmu




: kebencian

b.

c. Ayo Memaknai Mufradt Penting

Kata (
) ashhb adalah bentuk jamak dari kata (
) shhib/ yang
menemani (teman). Yang menemani selalu bersama orang yang ditemaninya, sehingga
ashhb an-nr, adalah orang-orang yang selalu menemani dan ditemani oleh api neraka, tidak
pernah terlepas atau dapat melepaskan diri darinya. Itulah yang dimaksud dengan terjemahan
penghuni neraka

Petunjuk: dalam setiap kegiatan menerjemahkan maka,

Perhatikan dan bacalah terjemahan dari

ayat yang di maksud

d. Ayo menerjemahkan al-Maaidah: 8-10


Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu
menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali
kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku
adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah,
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. 9. Allah telah menjanjikan
kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan
dan pahala yang besar. 10. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat
Kami, mereka itu adalah penghuni neraka
e. Ayo Memahami al-Maaidah: 8-10
12

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

Selanjutnya, ananda pelajari uraian berikut ini dan lebih baik lagi jika ananda
mengembangkannya dengan mencari materi tambahan dari sumber belajar lainnya!
Di atas dinyatakan bahwa adil lebih dekat kepada takwa. Perlu dicatat bahwa
keadilan dapat merupakan kata yang menunjuk substansi ajaran Islam.
Setelah pada ayat 8 Allah memerintah dan melarang, kini melalui kedua ayat 9 dan
10 Allah menggembirakan dan mengancam, dengan menyatakan : Allah telah menjanjikan
orang-orang yang beriman dengan ucapan yang sesuai dengan isi hati mereka dan
membuktikannya dengan beramal saleh, bahwa untuk mereka ampunan terhadap dosa-dosa
mereka dan pahala yang besar, baik di dunia lebih-lebih di akhirat sebagai buah dan imbalan
amal-amal baik mereka. Adapun orang-orang yang kafir, yang menolak ajakan Rasul dan
mendustakan ayat-ayat Allah, yang disampaikan oleh para Rasul maka mereka itu yang
ditunjuk oleh ayat ini bukan selain mereka yang sangat jauh dalam kekafirannya, serta amat
jauh dari rahmat Allah, adalah penghuni-penghuni neraka.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang adil dan jujur ini, pelajari QS. An Nahl
(16) : 90-92 berikut !
II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. An Nahl (16) : 90-92 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
a. Ayo membaca QS An Nahl (16) : 90-92 berikut dengan tartil

( )





















( )




















()


Petunjuk:

perhatikan arti perlafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan

ananda sekalian;
b. Ayo mengartikan mengartikan beberapa mufradt penting dari An Nahl (16) : 90-92

13

: dan permusuhan
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2


: dan kalian penuhilah

: kalian melanggar


: seperti seorang perempuan yang mengurai



: benangnya


: menjadi lepas terurai

c. Ayo Memaknai Mufradt Penting

14

Kata (
) al-'adl terambil dari kata (
) 'adala yang terdiri dari hurufhuruf 'ain, dal dan lam. Rangkaian huruf-huruf ini mengandung dua makna yang bertolak
belakang, yakni lurus dan sama serta bengkok dan berbeda. Seseorang yang adil adalah
berjalan lurus dan sikapnya selalu menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda.
Persamaan itulah yang menjadikan seseorang yang adil tidak berpihak kepada salah
seorang yang berselisih.
Beberapa pakat mendefinisikan adil dengan penempatan sesuatu pada tempat yang
semestinya. Ini mengantar kepada persamaan, walau dalam ukuran kuantitas boleh jadi
tidak sama. Ada juga yang menyatakan bahwa adil adalah memberikan kepada pemilik
hak-haknya, melalui jalan yang terdekat. Ini bukan saja menuntut seseorang memberi hak
kepada pihak lain, tetapi juga hak tersebut harus diserahkan tanpa menunda-nunda.
"Penundaan utang dari seseorang yang mampu membayar hutangnya adalah
penganiayaan." Demikian sabda Nabi SAW. Ada lagi yang berkata adil adalah moderasi :
"tidak mengurangi tidak juga melebihkan," dan masih banyak rumusan yang lain.

Kata (
) al-ihsn menurut ar-Raghib al-Ashfahani digunakan untuk dua
hal, pertama memberi nikmat kepada pihak lain, dan kedua, perbuatan baik. Karena itu
lanjutnya kata ihsan lebih luas dari sekadar "memberi nikmat atau nafkah." Maknanya
bahkan lebih tinggi dan dalam dari kandungan makna adil, karena adil adalah
"memperlakukan orang lan sama dengan perlakuannya terhadap Anda," sedang ihsan
adalah "memperlakukannya lebih baik dari perlakuannya terhadap Anda." Adil adalah
mengambil semua hak Anda dan atau memberi semua hak orang lain, sedang ihsan adalah
memberi lebih banyak daripada yang harus Anda beri dan mengambil lebih sedikit dari
yang seharusnya Anda ambil.

Kata (
) t' / pemberian mengandung makna-makna yang sangat dalam. Menurut
pakar bahasa Al-Qur'an, ar-Raghib al-Ashfahan, kata ini pada mulanya berarti
"kedatangan dengan mudah." Al-Fairuzabadi dalam kamusnya menjelaskan sekian
banyak artinya, antara lain, istiqmah (bersikap jujur dan konsisten), cepat, pelaksanaan
secara amat sempurna, memudahkan jalan mengantar kepada seorang agung lagi
bijaksana, dan lain-lain. Dari makna-makna tersebut dapat dipahami apa sebenarnya yang
dikandung oleh perintah ini dan apa yang seharusnya dilakukan oleh sang pemberi, serta
bagaimana seyogyanya sikap kejiwaannya ketika memberi.

Kata (
) al-fahsy'/ keji adalah nama bagi segala perbuatan atau ucapan,
bahkan keyakinan yang dinilai buruk oleh jiwa dan akal yang sehat, serta mengakibatkan
dampak buruk bukan saja bagi pelakunya tetapi juga bagi lingkungannya.

Kata (
) al-munkar/ kemungkaran dari segi bahasa, berarti sesuatu yang tidak
dikenal sehingga diingkari. Itu sebabnya ia diperhadapkan dengan kata al-ma'rf/ yang
dikenal. Dalam bidang budaya kita dapat membenarkan ungkapan :"Apabila ma'ruf sudah

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

jarang dikerjakan, ia bisa beralih menjadi munkar, sebaliknya bila munkar sudah sering
dikerjakan ia menjadi ma'ruf."
Ibn Taimiyah mendefinisikan munkar, dari segi pandangan syariat sebagai Segala sesuatu
yang dilarang oleh agama. Dari definisi ini dapat disimak bahwa kata munkar lebih luas
jangkauan pengertiannya dari kata ma'shiyat/ kedurhakaan. Binatang yang merusak
tanaman, merupakan kemungkaran, tetapi bukan kemaksiatan, karena binatang tidak
dibebani tanggung jawab, demikian juga meminum arak bagi anak kecil, adalah mungkar,
walau apa yang dilakukannya itu melihat usianya bukanlah maksiat.
Sesuatu yang mubah pun, apabila bertentangan dengan budaya, dapat dinilai mungkar,
seperti misalnya bergandengan tangan dengan sangat mesra dengan istri sendiri di depan
umum apabila dilakukan dalam suatu masyarakat yang budayanya tidak membenarkan
hal tersebut.
Munkar bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. Ada yang berkaitan dengan
pelanggaran terhadap Allah, baik dalam bentuk pelanggaran ibadah, perintah non-ibadah,
dan ada juga yang berkaitan dengan manusia, serta lingkungan. Bahwa al-munkar, adalah
sesuatu yang dinilai buruk oleh suatu masyarakat serta bertentangan dengan nilai-nilai
Ilahi. ia adalah lawan ma'ruf yang merupakan sesuatu yang baik menurut pandangan
umum suatu masyarakat selama sejalan dengan al-khair.

Kata (
) al-baghy/ penganiayaan terambil dari kata bagha yang berarti
meminta/menuntut, kemudian maknanya menyempit sehingga pada umumnya ia
digunakan dalam arti menuntut hak pihak lain tanpa hak dan dengan cara aniaya/tidak
wajar. Kata tersebut mencakup segala pelanggaran hak dalam bidang interaksi sosial, baik
pelanggaran itu lahir tanpa sebab, seperti perampokan, pencurian, maupun dengan atau
dalih yang tidak sah, bahkan walaupun dengan tujuan penegakan hukum tetapi dalam
pelaksanaannya melampaui batas. Tidak dibenarkan memukul seseorang yang telah
diyakini bersalah sekalipun dalam rangka memperoleh pengakuannya. Membalas
kejahatan orang pun tidak boleh melebihi kejahatannya. Dalam konteks ini Al-Qur'an
mengingatkan pada akhir surah ini bahwa : "Apabila kamu membalas maka balaslah
persis sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kamu (QS. An-Nahl [16]: 128).
Kejahatan al-baghy pun sebenarnya telah dicakup oleh kedua hal yang dilarang
sebelumnya. Tetapi di sini ditekankan, karena kejahatan ini secara sadar atau tidak
sering kali dilanggar. Dorongan emosi untuk membalas, bahkan keinginan menggebu
untuk menegakkan hukum serta kebencian yang meluap kepada kemungkaran, sering kali
mengantar seorang yang taat pun tanpa sadar melakukan al-baghy.

Firman-Nya : (
) la'allakum tadzakkarn / agar kamu dapat
selalu ingat yang menjadi penutup ayat ini dapat dipahami sebagai isyarat bahwa
tuntunan-tuntunan agama, atau paling tidak nilai-nilai yang disebut di atas, melekat pada
nurani setiap orang, dan selalu didambakan wujudnya, karena itu nilai-nilai tersebut
bersifat universal. Pelanggarannya dapat mengakibatkan kehancuran kemanusiaan.

Yang dimaksud dengan (


) tanqudh/ membatalkan adalah melakukan
sesuatu yang bertentangan dengan kandungan sumpah/janji.

Yang dimaksud dengan (


) bi 'ahd Allah/ perjanjian Allah dalam konteks
ayat ini antara lain, bahkan terutama adalah bai'at yang mereka ikrarkan di hadapan Nabi
Muhammad saw. untuk tidak mempersekutukan Allah SWT serta tidak melanggar
perintah Nabi SAW. yang mengakibatkan mereka durhaka. Janji dan atau sumpah yang
menggunakan nama Allah yang kandungannya demikian, seringkali dilaksanakan oleh
para sahabat Nabi SAW. sejak mereka masih di Mekkah, sebelum berhijrah. Memang

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

15

redaksi ayat ini mencakup segala macam janji, sumpah, serta ditujukan kepada siapa pun
dan di mana pun mereka berada.

Firman-Nya (
) ba'da taukdih ada yang memahaminya dalam arti
sesudah kamu meneguhkannya. Atas dasar itu yang jelas maksud meneguhkan/peneguhan
tersebut adalah menjadikan Allah SWT sebagai saksi dan pengawas atas sumpah dan
janji-janji manusia. Ayat ini menekankan perlunya menepati janji, memegang teguh tali
agama serta menutup rapat-rapat semua usaha musuh-musuh Islam yang berupaya
memurtadkan kaum muslimin, sejak masa Nabi SAW. di Mekah hingga masa kini dan
mendatang.

Kata (
) dakhalan dari segi bahasa berarti kerusakan, atau sesuatu yang buruk.
Yang dimaksud di sini adalah alat atau penyebab kerusakan. Ini karena dengan bersumpah
seseorang menanamkan keyakinan dan ketenangan di hati mitranya, tetapi begitu dia
mengingkari sumpahnya, maka hubungan mereka menjadi rusak, tidak lain penyebabnya
kecuali sumpah itu yang kini telah diingkari. Dengan demikian, sumpah menjadi alat atau
sebab kerusakan hubungan.

Kata (
) arb terambil dari kata (
) ar-rubwu yaitu tinggi atau berlebih.
Dari akar yang sama lahir kata riba yang berarti kelebihan. Kelebihan dimaksud bisa saja
dalam arti kuantitas, sehingga bermakna lebih banyak bilangannya, atau kualitasnya,
yakni lebih tinggi kualitas hidupnya dengan harta yang melimpah dan kedudukan yang
terhormat.

Petunjuk:

Perhatikan dan bacalah terjemah dari Qs An-Nahl: 90-92


d. Terjamahan-Nahl:90-92

90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi
kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan
permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil
pelajaran.
91. dan tepatilah Perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu
membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah
menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya
Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
92. dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang
sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah
(perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang
lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji
kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu
apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.
e. Ayo Memahami isi Kandungan Al-Quran surah an-Nahl:90-92
Ayat ini dinilai oleh para pakar sebagai ayat yang paling sempurna dalam penjelasan
segala aspek kebaikan dan keburukan. Allah SWT berfirman sambil mengukuhkan dan
menunjuk langsung diri-Nya dengan nama yang teragung guna menekankan pentingnya
pesan-pesan Allah yang secara universal bersesuaian dengan nurani setiap manusia.
Ihsan adalah puncak kebaikan amal perbuatan. Terhadap hamba, sifat perilaku ini tercapai
saat seseorang memandang dirinya pada diri orang lain sehingga dia memberi untuknya apa
16

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

yang seharusnya dia beri untuk dirinya; sedang ihsan antara hamba dengan Allah adalah
leburnya dirinya sehingga dia hanya "melihat" Allah SWT. Karena itu pula ihsan antara hamba
dengan sesama manusia adalah bahwa dia tidak melihat lagi dirinya dan hanya melihat orang
lain itu. Siapa yang melihat dirinya pada posisi kebutuhan orang lain dan tidak melihat dirinya
pada saat beribadah kepada Allah maka dia itulah yang dinamai muhsin, dan ketika itu dia
telah mencapai puncak dalam segala amalnya.
Setelah ayat yang lalu memerintahkan menepati janji dan memenuhi sumpa, ayat 92
melarang secara tegas membatalkannya sambil mengilustrasikan keburukan pembatalan itu.
Pengilustrasian ini merupakan salah satu bentuk penekanan. Memang penegasan tentang
perlunya menepati janji merupakan sendi utama tegaknya masyarakat, karena itulah yang
memelihara kepercayaan berinteraksi dengan anggota masyarakat. Bila kepercayaan itu
hilang, bahkan memudar, maka akan lahir kecurigaan yang merupakan benih kehancuran
masyarakat.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang ketaatan kepada Allah dan Rasulullah ini,
pelajari QS. An-Nis` [4] : 105 berikut!
III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. An-Nis` [4] : 105 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
a. Ayo membaca QS An Nisa(4) : 105 berikut dengan tartil

b. Ayo mengarti mufrodat yang penting dari Qs An Nisa(4) : 105

: agar mengadili

: orang-orang berkhianat


: pembela

c. Ayo memaknai Mufradad yang penting dari QS An Nisa(4) : 105

Kata (

) Al haqq, terdiri dari huruf-huruf ha' dan qaf maknanya berkisar pada

kemantapan sesuatu dan kebenarannya. Sesuaru yang mantap tidak berubah, dinamai haq,
demikian juga yang mesti dilaksanakan atau yang wajib.
Kata (

) araka dalam firman-Nya: (

) araka Allah/ yang diperlihatkan Allah


kepadamu pada mulanya berarti memperlihatkan dengan mata kepala, tetapi maksudnya di
sini adalah memperlihatkan dengan mata hati dan pikiran. Hasilnya adalah pengetahuan
yang meyakinkan. Apa yang diperlihatkan Allah itu, bukan terbatas pada
memperlihatkan rincian satu hukum kepada Nabi Muhammad SAW., tetapi juga
berarti memperlihatkan rinciannya melalm kaidah-kaidah yang diangkat dari ayat-ayat
Al Qur'an.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

17

d. Ayo menarjamah an-Nisaa: 105


Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran,
supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu,
dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela)
orang-orang yang khianat
e. Ayo Memahami isi kandungan Qs An-Nisa: 105

Nilai-nilai agama adalah haq karena nilai-nilai itu selalu mantap tidak dapat diubahubah. Sesuatu yang tidak berubah, sifatnya pasti, dan sesuatu yang pasti, menjadi benar,
dari sisi bahwa ia tidak mengalami perubahan. Nilai-nilai yang diajarkan Al Qur'an adalah
haq. Ia diturunkan dengan haq dalam arti tidak disentuh oleh kebatilan tidak juga dapat
dibatalkan atau dilenyapkan oleh kenyataan.
Segala yang berkaitan dengan Al Qur'an adalah haq. Yang menurunkannya, yaitu
Allah, adalah Al Haq yang paling mutlak. Yang membawanya turun, yang menerimanya,
cara turunnya, redaksi dan gaya bahasanya, kandungan dan pesan-pesannya, semuanya
haq dan benar, tidak boleh diubah dan tidak akan berubah.
Ijtihad Nabi SAW sebagai Penentu Kebijakan, Ayat ini memberikan kepada Rasul
SAW., wewenang menetapkan hukum sekaligus kebenaran apa yang beliau putuskan
melalui Ijtihad karena beragamnya persoalan, sedang petunjuk Al Quran bersifat
global. Hal ini menuntut Nabi Muhammad SAW., untuk mengembangkan tasyri
menyangkut persoalan pada waktu itu, tentunya dengan prinsip-prinsip yang dalam
pada Al Quran.
Ijtihad beliau pasti benar, tetapi ini bukan berarti bahwa rincian ketetapan hukum
beliau menyangkut si A misalnya pasti benar, tetapi yang dimaksud adalah cara dan proses
penetapan hukum yang beliau tempuh serta ketetapannya berdasarkan bukti-bukti formal
yang dikemukakan oleh yang berselisih serta pengembalian rincian tersebut kepada wahyu
Ilahi adalah benar dan haq.
Sikap Ahlul Kitab Terhadap Ajaran Kitab Suci
Uraian ayat diatas, salah satunya adalah menggambarkan keanehan orang-orang
yang telah diberi kitab suci yakni diantaranya Ahlul Kitab, yang sesat dan menyesatkan
orang lain dan keimanan mereka kepada setan dan berhala, dilanjutkan dengan uraian
tentang anehnya sikap mereka yang mengaku percaya kepada kitab yang diturunkan Allah
tetapi mencari hakim selain-Nya. Ini dilanjutkan dengan aneka rincian, menyangkut
mereka, serta aneka dalil yang membatalkan dalih mereka, sampai akhirnya perintah untuk
menghadapi para pembangkang dengan keampuhan argument dan kekuatan senjata. Tetapi
harus juga dingat bahwa tidak seluruh penganut ajaran Ahlul Kitab itu buruk secara
sosiologis, sebagai bukti adalah bahwa Nabi juga membela kepentingan seorang Yahudi
dengan bersikap adil dengan menyatakan orang tersebut tidak bersalah, karena memang
bukti yang diajukan oleh seorang muslim lemah.
18

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

D. Prilaku orang yang menerapkan adil dan jujur (Pendalaman Karakter).


Dengan memahami ayat-ayat tentang adil dan jujur maka seharusnya kita memiliki
sikap-sikap berikut ini! Coba sebutkan sikap-sikap lain yang ananda temukan dari tema
pembahasan kita hari ini!
1. Berlaku adil dan jujur dimanapun dan dalam keadaan apapun
2. .
3. .
4. .
5. .
6. .
E. KESIMPULAN
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan beberapa
hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materi-materi
pokok lain yang belum tercantum!
a. Kerasulan Nabi Muhammad adalah benar adanya, oleh karenanya Rasul SAW., diberi
wewenang untuk mengemban misi suci ini melalui pembentukan syariat yang tidak didapati
dalam Al Quran, yang kemudian lebih dikenal dengan Hadis Nabi SAW. Sehingga apa yang
datang dari nabi menyangkut perkataan, perbuatan dan ketetapanya harus di taati.
b.

c.

.
F.

Ayo berasosiasi

Petunjuk: diskusikan QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa: 105. Tentang
Adil dan Jujur.
a) KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)
Setelah Anda mendalami materi melalui ayo belajar, maka selanjutnya lakukanlah diskusi
dengan teman sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk
mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas.
1. Usahakan ananda sekalian benar-benar hafal ayat dan tarjamah ayat-ayat di atas untuk memudahkan
kalian dalam menghadapi soal-soal evaluasi.
2. Apa yang sudah kita pahami?
3. Identifikasikan hal-hal yang berhubungan dengan adil dan jujur !
4. Apa saja yang dapat kita petik dari pelajaran adil dan jujur dan dapat kita terapkan dalam

kehidupan sehari-hari.
5. Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang adil dan jujur di atas.

6. Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah tentang adil dan jujur pergaulan di
lingkungan sekitarmu. Lalu presentasikan di depan kelas!

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

19

Petunjuk: dalam setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah
referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab.
I.

Evaluasi Cognitif
1). Pilihlah Ganda

1.

arti yang sesuai dengan lafz

tersebut....
A. Berlapang dada
B. Menjadi lepas terurai
C. Bersenang-senang
D. Bijaksana
E. Bersungguh-sungguh
2. Allah SWT menyeru setiap mumin
menjadi penyebar keadilan dimana dan
kapanpun. Peryataan diatas termasuk
kesimpulan dari...
A. Qs. An Nahl 90-92
B. Qs. An Nisa 105
C. Qs. Ali Imran 62
D. Qs. Al Maidah 8-10
E. Qs. Al Anam 8-10

3. Arti dari
adalah....
A. Perdamaian
B. Pemaaf
C. Permusuhan
D. Penyelamat
E. Penolong
4. Kesimpulan dari surat An Nahl 90-92
adalah..
A. Allah SWT menyeru kepada setiap
mukmin menjadi penyebar keadilan
dimana dan kapanpun
B. Kesadaran atas sikap berlaku adil
menyangkut diri dan orang lain
C. Kesadaran akan bersikap adil
D. Islam menyerukan pemeluknya untuk
bersikap adil
E. Tumbuhnya kesadaran untuk tidak
bersikap dan berperilaku buruk




....


5. Arti

dari

lafz

A. Penentang bagi yang tidak bersalah


B. Pembela bagi yang tidak bersalah

C. Penyelamat bagi yang tidak bersalah


D. Pembela yang benar
E. Penentang bagi yang salah
6. Yang termasuk analisa kandungan QS. An
Nisa 105 adalah..
A. Kebenaran mengakui kekuasaannya
B. Kebenaan mutlak nilai-nilai al-Quan
C. Kebenaran mutlak nilai-nilai hadis
D. Kebenaan mutlak nilai-nilai keimanan
E. Kebenaran mutlak nilai-nilai keyakinan
7. Dalam asbab nuzul al-Quran surat anNisa, Thumah menyembunyikan perisai
milik Qatadah ibn Numan di rumah
seorang Yahudi bernama ....
A.
B.
C.
D.
E.

Thumah Ibn Ubairin


Zaid Ibn As-Samin
Raitah Ibn Said
Thumah Ibn Numan
Zaid Ibn Numa

8. Dibawah ini yang berkaitan tentang berlaku


adil dan jujur adalah surat...
A. Ali 'Imran: 6
B. At Taubah :34
C. Al Anfal:12
D. Al Ma-idah:76
E. An Nisa':105

9. ....
A.
B.
C.
D.
E.

10. Makna
mufradat
dan

adalah ....
A. Kalian memberi kami
B. Kalian menyukai kami
C. Kalian menghukum kami
D. Kalian membenci kami
E. Kalian membunuh kami

2) Portofolio dan Penilaian Sikap


1.
Carilah beberapa ayat lain yang berhubungan dengan berlaku adil dan jujur
dengan mengisi kolom di bawah ini :

Nama Surat + No. Ayat


20

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

No.

Redaksi Ayat

1.
2.
3.
2.

Carilah beberapa hadist yang berhubungan dengan berlaku adil dan jujur
dengan mengisi kolom di bawah ini :

Hadits Riwayat
No.

Redaksi Hadits

1.
2.

3.

Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang berlaku


adil dan jujur coba kalian amati perilaku berikut ini dan berikan komentar apakah telah kalian

lakukan di kehidupan sehari-hari !.


No.
1.
2.

Perilaku Yang Diamati

Tanggapan / Komentar Anda

Si-A selalu jujur saat mengerjakan


Ulangan
Fulan sering mendampingi adikadiknya belajar dengan adil

3) Soal Uraian

Dari materi yang kalian terima di tersebut, terdapat beberapa kata kunci yang harus Ananda
pahami dalam rangka untuk memperluas wawasan terhadap aspek kandungan makna Adil dan jujur.
Jelaskan maksud kata kunci dalam memahami Materi adil dan jujur di bawah ini:
1. Sebutkan hikmah kandungan ayat dari surat An Nahl 90-92!
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
2.

Jelaskan maksud dari surat Al Maidah 8-10!


...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................

3. Jelaskan maksud kebenaran mutlak nilai-nilai Al Quran!


...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
4.

Jelaskan maksud ijtihad Nabi SAW sebagai penentu kebijakan !


...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

21

...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................

5. Jelaskan maksud sikap ahlul kitab terhadap ajaran kitab suci!


...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................................................
II. EVALUASI PSIKOMOTORIK

Hafalkan ayat, terjemahkan dan analisislah QS al-Maaidah: 8-10; surah an-Nahl:90-92; surah an-Nisaa:
105. Tentang adil dan jujur

NILAI
ANALISIS

NILAI
TARJAMAH

32 1 3 2 1

NILAI
HAFALAN
QS an-Nisaa: 105

QS an-Nahl:9092

NAMA
SISWA

N
O

QS al-Maaidah:

8-10

1
2
3
III. EVALUASI AFEKTIF
Konsep Diri (self-concept)
1. Bagaimana sikap Anda dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sudahkah berlaku adil dan
jujur?
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................

2. Sebutkan beberapa contoh sikap adil dan jujur yang telah ananda lakukan dalam aktifitas
sehari-hari?
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................

b) Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)

PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :


Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, dalam
buku tugasmu!.
1. Sebutkan hikmah kandungan ayat dari surat An Nahl 90-92!
2. Jelaskan maksud dari surat Al Maidah 8-10!
3. Jelaskan maksud kebenaran mutlak nilai-nilai Al Quran!
4. Jelaskan maksud ijtihad Nabi SAW sebagai penentu kebijakan !
5. Jelaskan maksud sikap ahlul kitab terhadap ajaran kitab suci!
PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):
Carilah berita dari koran atau majalah atau internet yang terkait dengan kebijakan pemerintah
yang menurutmu adil dan tidak adil, jujur dan tidak jujur dan laporkan ke gurumu dalam
22

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

bentuk kliping !

PESAN MORAL Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari sekarang, dari yang
kecil, dari diri sendiri
Nilai

Catatan Guru

Mutiara Hikmah












Abdullah bin amru bin al ash r.a berkata: rasulullah saw
bersabda: sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil, kelak
disisi allah ditempatkan diatas mimbar dari cahaya, ialah
mereka yang adil dalam hukum terhadap keluarga dan apa
saja yang diserahkan (dikuasakan) kepada mereka. (muslim)

Suatu hari Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam didatangi


ayah Nu'man bin Basyir dengan maksud mempersaksikan
Nabi tentang satu pemberian yang telah ia berikan kepada
Nu'man daripada saudara-saudaranya. Kemudian beliau
Shallallahu 'alaihi wasallam pun bertanya, "Apakah engkau
memberi semua anakmu seperti ini?" Ia menjawab, "Tidak."
Nabi pun bersabda: "Berlaku adillah kepada anak-anak

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

23

PEMBINAAN PRIBADI DAN KELUARGA,


SERTA PEMBINAAN MASYARAKAT SECARA
UMUM

I
I
KI (KOMPETENSI INTI) :
1.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam

2.

Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong,
kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta

dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.


3.

Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4.

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

KD(KOMPETENSI DASAR):
1.3

Meyakini kandungan Al-Quran tentang pembinaan pribadi dan keluarga, serta pembinaan
masyarakat secara umum.

2.2 Memiliki sikap pembinaan terhadap diri dan keluarga serta masyarakat sesuai kandungan Al-Quran surah an-Nisaa :
9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177.
3.2 Memahami kandungan Al-Quran tentang pembinaan pribadi dan keluarga, serta pembinaan masyarakat secara umum
dalam surah an-Nisaa: 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177.

4.2 Menerapkan pembinaan pribadi dan keluarga, serta masyarakat sesuai kandungan Al-Quran dalam surah
an-Nisaa : 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177.

Indikator Pencapaian
KONSEP
Membaca an-Nisaa : 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-Baqarah: 177 hingga hafal
PETA

Mengartikan, memaknai, menerjemahkan Qs an-Nisaa : 9, surah al-Baqarah : 44-45, surah an-Nahl: 125, surah al-

P
E
M
B
I
N
A
Aa
N

b
a

m
m

e
b

c
Q

a
,

A. MARI KITA RENUNGKAN


24

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

Petunjuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;


Pasti ananda sekalian tahu gambar apa yang ada di bawah ini? Apakah di rumah kalian juga
memilikinya? Sudahkan kalian melakukan pembinan yang dimulai dari diri kalian sendiri dengan
cara memperbanyak membacanya? Sejauhmana dan seberapa sering? Sudahkah membekas
dikehidupan pribadi sehari-hari kalian?

Sumber:
http://muslimdayli.net/berita/quran.
in hand.jpg

MEMBIASAKAN MEMBACA AL-QURAN DENGAN RUTIN SALAH SATU BENTUK


PEMBINAAN DIRI

Manusia pada dasarnya dibekali dengan sifat-sifat Ilahiyah dan sekaligus hewaniyah. Sifatsifat ilahiyah itu merupakan pengejawantahan dari sfat-sifat Allah swt. Yang terangkum dalam asmaul
husnah, berjumlah 99 sifat. Hanya saja kualitas kualitassifat-sifat ilahiyah yang dijelmakan ke dalam
diri manusia itu tentu lebih rendah, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk. Sifat-sifat inilah
yang dalam psikologi dikenal dengan istilah potensi. atau dalam bahasa al-Quran disebut dengan
fitrah. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam Q.S. al-Ruum (30:31)
Dari ayat ini memberikan isyarat kepada manusia bahwa agama yang diturunkan Allah
melalui rasul-Nya, sesuai dengan fitrah atau sifat-sifat semula kejadian manusia. Dengan sifat-sifat
ilahiyah ini manusia memiliki dorongan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliknya, jika ini
dibina dengan baik, maka dapat berbuat kebajikan yang kemudian akan terwujud dalam bentuk
akhlaqul karimah (akhlak yang baik).
Karena pada diri manusia ada potensi yang bisa dikembangkan, sehingga mencapai taraf-taraf
kesempurnaan. Namun di sisi lain manusia juga punya potensi yang dapat mengakibatkan perilaku
takabbur, sombong, dengki, hasad, tidak memiliki belas kasihan terhadap orang lain, yang
kesemuanya ini akan membawa pelakunya berakhlak madzmumah, secara tidak sadar.
Hal seperti ini pula yang ditegaskan oleh Allah swt dala QS.Al-Syams (91:7-8)

7. Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), 8. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu
(jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Oleh karena kedua potensi yang telah diberikan oleh Allah swt. kepada setiap manusia itu
nampaknya sama kuat, maka dari sinilah sehingga manusia butuh pembinaan dalam pengembangan
potensinya itu untuk diri sendiri dan dikembangkan untuk keluarga dan masarakat luas.
B. Mari Mengamati
Petuntuk:Amati Gambar Berikut Ini Dan Buatlah Komentar Atau Pertanyaan

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

25

Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?


1. ..
.
.

2. ..
.
.

Sumber
:http://ikadijatim.org/wpcontent/uploads/2011/11/belajar-ngaji.jpg

Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?


1. ..
.
.

2. ..
.
.

3. ..
.
.

Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda peroleh?


1. ..
.
.

2. ..
.
.

3. ..
.
.

C. MARI MENANYA
Setelah ananda kalian merenungkan, membaca dan mengamati gambar / cerita di atas,
ada beberapa pertanyaan yang perlu kalian gali, Buatlah pertanyaan-pertanyaan dengan
menggunakan bentuk kata: bagaimana, apa, mengapa, jelaskan dan lain-lain! Contoh:
Bagaimana akibatnya jika kita tidak pernah melakukan pembinan dimulai dari pribadi seperti
gambar-gambar diatas?
..

D. Mari Belajar

Petuntuk:

dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an yang dimaksud maka,


Bacalah ayat-ayat tentang pembinaan pribadi, keluarga dan masarakat tersebut dengan tartil, baik
dan benar, usahakan ananda menghafalnya
a. Ayo Membaca QS An Nisa (4) : 9

26

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

b. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS An Nisa (4) : 9

Petuntuk: dalam setiap kegiatan mengartikan maka,

perhatikan arti perlafal atau kalimat


yang dimaksud dengan baik untuk menambah wawasan ananda sekalian;

anak-anak

benar

c. Ayo Memaknai Mufradt Penting


Kata () terdiri dan huruf sin dan dal yang menurut pakar bahasa Ibn Faris
menunjuk kepada makna meruntuhkan sesuatu kemudian memperbaikinya. la juga
berarti istiqamah/ konsistensi. Kata ini juga digunakan untuk menunjuk kepada sasaran.
Seorang yang menyampaikan sesuatu/ucapan yang benar dan mengena tepat pada
sasarannya, dilukiskan dengan kata ini. Dengan demikian kata

Petunjuk:

dalam setiap kegiatan menerjemahkan maka, Perhatikan dan bacalah terjemahan


dari ayat yang di maksud

d. Ayo menerjemahkan QS An Nisa (4) : 9


dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan
dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap
(kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan
hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.
e. Ayo Memahami QS An Nisa (4) : 9
Selanjutnya, ananda pelajari uraian berikut ini dan lebih baik lagi jika ananda
mengembangkannya dengan mencari materi tambahan dari sumber belajar lainnya!
1. Kandungan Ayat
Menurut Tafsir Departemen Agama Indonesia, ayat ini berkaitan dengan penringatan
Allah kepada orang-orang yang telah mendekati akhir hayatnya supaya mereka memikirkan,
janganlah meninggalkan anak-anak atau keluarga yang lemah terutama tentang kesejahteraan
hidup mereka di kemudian hari. Untuk itu selalulah bertakwa dan mendekatkan diri kepada
Allah. Selalulah berkata lemah lembut terutama kepada anak yatim yang menjadi tanggung
jawab mereka. Perlakukanlah mereka seperti memperlakukan anak kandung sendiri.
Ayat ini menurut Ibnu Katsir ditujukan kepada mereka yang menjadi wali anakanak yatim, agar memperlakukan anak-anak yatim itu, seperti perlakuan yang mereka
harapkan kepada anak-anaknya yang lemah bila kelak para wali itu meninggal dunia
sekaligus ancaman kepada mereka yang menggunakan harta anak yatim secara aniaya.
Dalam konteks ayat di atas keadaan sebagai anak-anak yatim pada hakikatnya
berbeda dengan anak-anak kandung, dan ini menjadikan mereka lebih peka, sehingga
membutuhkan perlakuan yang lebih hati-hati dan kalimat-kalimat yang lebih terpilih, bukan
saja yang kandungannya benar, tetapi juga yang tepat. Sehingga kalau memberi informasi
atau menegur, jangan sampai menimbulkan kekeruhan dalam hati mereka, tetapi teguran
yang disampaikan hendaknya meluruskan kesalahan sekaligus membina mereka.
Rasulullah saw., yang dulu juga pernah menjadi anak yatim, sangat menyayangi anak yatim.
Orang-orang yang mengasihi dan merawat anak yatim memiliki kedudukan yang istimewa. Bagi orang
yang diserahkan tanggung jawab kepadanya untuk memelihara anak yatim beserta harta peninggalan
yang mereka warisi, maka wajib bagi orang itu untuk merawat mereka dengan baik dan memanfaatkan
harta tersebut bagi sebaik-baik kepentingan mereka. Haram bagi orang itu untuk menggunakan harta
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

27

anak yatim yang berada di bawah tanggungan mereka, kecuali secukupnya untuk bertahan hidup,
ketika benar-benar dalam keadaan tidak mampu. (QS. An Nisa (4) : 2).

Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang pembinaan diri, keluraga dan


masarakat ini, pelajari QS Al Baqarah (2) : 44-45 berikut !
II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS Al Baqarah (2) : 44-45 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
a. Ayo membaca QS Al Baqarah (2) : 44-45 berikut dengan tartil

b.





()

Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari Qs Al Baqarah (2) : 44-45

: kamu membaca


: Jadikanlah penolongmu

c. Ayo Memaknai Mufradt Penting


Kata ( ) al birr berarti kebajikan dalam segala hal, baik dalam hal keduniaan atau
akhirat, maupun interaksi. Sementara ulama menyatakan bahwa al-birr mencakup tiga hal;
kebajikan dalam beribadah kepada Allah swt., kebajikan dalam melayani keluarga dan
kebajikan dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Demikian Thahir Ibn 'Asyur.
Apa yang dikemukakan itu belum mencakup semua kebajikan, karena agama
menganjurkan hubungan yang serasi dengan Allah, sesama manusia, lingkungan serta
diri sendiri. Segala sesuatu yang menghasilkan keserasian dalam keempat unsur tersebut
adalah kebajikan.
Kata () anfusakum adalah bentuk jamak dari kata nafs. la mempunyai
banyak arti, antara lain totalitas diri manusia, sisi dalam manusia, atau jiwanya. Yang
dimaksud di sini adalah diri manusia sendiri.
Kata () sabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. Ia juga
berarti ketabahan. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan
tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu.
Kata () dari segi bahasa adalah doa, dan dari segi pengertian syariat Islam ia
adalah "ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam."
Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karunianya, mengingat Allah,
dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan
menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat.
Demikian, shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka.
Kata ( )Khusyu' adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada
kedurhakaan. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusyuk oleh ayat ini adalah mereka
yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang
menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik.
d. Ayo Tarjamahkan QS Al Baqarah (2) : 44-45
44. mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri
(kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah
28

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

kamu berpikir? 45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan
Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
khusyu'.
e. Ayo Memahami QS Al Baqarah (2) : 44-45
Selanjutnya, ananda pelajari uraian berikut ini dan lebih baik lagi jika ananda
mengembangkannya dengan mencari materi tambahan dari sumber belajar lainnya!
2. Kandungan QS Al Baqarah (2) : 44-45
Ayat 44 surat Al Baqarah mengandung kecaman kepada setiap penganjur agama
yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang dianjurkannya. Ada dua hal
yang disebut oleh ayat ini yang seharusnya menghalangi pemuka- pemuka agama itu
melupakan diri mereka. Pertama, bahwa mereka menyuruh orang lain berbuat baik.
Seorang yang memerintahkan sesuatu pastilah dia mengingatnya. Kedua, mereka
membaca kitab suci. Bacaan tersebut seharusnya mengingatkan mereka. Tetapi ternyata
keduanya tidak mereka hiraukan sehingga sungguh wajar mereka dikecam.
Memang, mengerjakan kebajikan tidak semudah mengucapkannya, menghindari
larangan pun banyak hambatannya, karena itu lanjutan ayat tersebut menuntun dan
menuntut bukan saja para pemuka agama yahudi tetapi seluruh manusia agar membekali diri
kesabaran dan doa.
Ayat di atas dapat bermakna: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan
sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. Bisa juga bermakna, jadikanlah
sabar dan shalat sebagai penolong kamu, dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan
bersama dengan shalat, yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih
segala macam kebajikan.
a. Sabar
Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama, sabar
jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan
yang melibatkan anggota tubuh, seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang
mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. Termasuk pula
dalam katagon ini, sabar dalam menrima cobaan-cobaan yang menimpa jasmani seperti
penyakit, penganiayaan dan semacamnya. Kedua, adalah sabar rohani menyangkut
kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan, seperti
sabar menahan amarah, atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya.
b. Salat
Pelaku khusyu bukanlah orang yang terperdaya oleh rayuan nafsu. la adalah
yang mempersiapkan dirinya untuk menerima dan mengamalkan kebajikan. Orang-orang
khusyuk yang dimaksud oleh ayat ini adalah mereka yang takut lagi mengarahkan
pandangannya kepada kesudahan segala sesuatu sehingga dengan demikian mudah baginya
meminta bantuan sabar yang membutuhkan penekanan gejolak nafsu dan mudah juga
baginya melaksanakan shalat kendati kewajiban ini mengharuskan disiplin waktu, serta
kesucian jasmani padahal ketika itu boleh jadi ia sedang disibukkan oleh aktivitas yang
menghasilkan harta atau kelezatan.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang pembinaan pribadi, keluarga dan
masarakat ini,maka pelajari pula QS. Al Baqarah (2) : 177 berikut !
III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. Al Baqarah (2) : 177 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
a. Ayo membaca QS Al Baqarah (2) : 177 berikut dengan tartil

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

29

()



b. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS Al Baqarah (2) : 177

Petunjuk:

perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah
wawasan ananda sekalian;

: kebaikan
: hamba sahaya
: musafir
c. Ayo Memaknai Mufradt Penting

Kata (
) al-birr pada mulanya berarti keluasan dalam kebajikan. Dari akar kata yang
sama, daratan dinamai al-barr karena luasnya. Kebajikan mencakup segala bidang
termasuk keyakinan yang benar, niat yang tulus, kegiatan berdakwah serta tentu saja
termasuk menginfakkan harta di jalan Allah SWT. Nabi saw melawankan kata al-birr dosa.
Al-birr adalah segala yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati pelakunya dan
begitu sebaliknya.

Kata (
) al-riqb adalah bentuk jamak dari kata (
) raqabah yang pada
mulanya berarti "leher". Makna ini berkembang sehingga bermakna hamba sahaya", karena
tidak jarang hamba sahaya berasal dari tawanan perang yang saat ditawan, tangan mereka
dibelenggu dengan mengikatnya ke leher mereka. Dalam konteks ayat ini, bermakna
memerdekakan atau membebaskan perbudakan.

Kata (
) ibnu sabl yang secara harfiah berarti anak jalanan. Maka para
ulama dahulu memahami dalam arti siapapun yang kehabisan bekal, dan dia sedang dalam
perjalanan.
d. Ayo menerjamah QS Al Baqarah (2) : 177
bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan
tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikatmalaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada
kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan
30

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,


mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya
apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan
dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah
orang-orang yang bertakwa.
e. Ayo memahami
Kebajikan itu bukanlah masalah kiblat, bukan masalah arah ke mana menghadap,
sekalipun itu merupakan syarat rukun di dalam salat, akan tetapi hal itu bukanlah
merupakan kebajikan
itu sendiri. Di situ ada makna simbolik sebagai suatu perlambang, dan itu tidak akan berfungsi pada kita bila tidak paham akan maknanya.
Dengan beriman kepada Allah, sebagaimana ayat di atas, maka berarti kita
menyadari tentang adanya asal dan tujuan hidup. Bahwa hidup kita berasal dari Allah swt
dan akan kembali kepada-Nya. Kalau kita menyadari hal itu, maka kita menyadari bahwa
hidup harus ditempuh dengan penuh kesungguhan, penuh tanggung jawab, sebab hidup ini
tidak hanya ada asal dan tujuannya. Beriman kepada hari kemudian merupakan penegasan
tentang tujuan hidup ini, dimana ada pertanggungjawaban, dan bersifat pribadi, tidak ada
pertanggungjawaban kolektif. Allah berfirman dalam al-Qur'an yang melukiskan
bagaimana kita di akhirat.
Kita percaya kepada para Malaikat, bahwa hidup di dunia ini tidak hanya dalam
lingkungan makhluk-makhluk lahiri, tetapi juga makhluk-makhluk yang disebut ghaib
termasuk Malaikat. Kemudian kita percaya kepada kitab-kitab suci, karena dengan kitab
suci kita mengetahui rincian lebih lanjut bagaimana caranya hidup yang benar di muka
bumi.
Dan percaya kepada para Nabi, sebab para Nabi itulah yang membawa kitab-kitab
suci, terutama kalau mereka ditugasi juga untuk menyampaikan kepada orang lain
sehingga martabatnya naik dari Nabi menjadi Rasul. Nabi itu artinya orang yang mendapat
berita, dalam bahasa Arab salah satu perkataan untuk berita adalah naba'un. Maka Nabi,
maksudnya ialah orang yang mendapat berita dari alam ghaib untuk disampaikan kepada
sesama manusia.
Semua itu adalah keimanan-keimanan yang vertikal, tetapi kemudian harus
diteruskan dengan aspek horizontal dalam kegiatan sehari-hari. Dan kebajikan
sebagaimana disebut dalam surat Al Baqarah ayat 177 di atas ialah orang yang
mendermakan hartanya sekalipun dia cinta sekali kepada harta itu-untuk kerabat kaum
keluarga yang memerlukan, untuk anak-anak yatim, untuk orang-orang miskin, untuk
mereka yang terlantar dalam perjalanan, untuk mereka yang meminta-minta dengan
kesungguhan, dan untuk membebaskan budak.


dan

Dua dimensi dari kehidupan adalah vertikal dan horizontal, yaitu


, menegakkan salat sebagai komunikasi dengan Tuhan
, mendermakan zakat sebagai komunikasi dengan sesama manusia dalam

semangat perikemanusiaan. Ini sudah dilambangkan dalam salat itu sendiri, dimulai
dengan takbir al-ihram, di mana seluruh kegiatan yang bersifat transaksi, asosiasi dan
tolong-menolong itu haram. Kita harus memusatkan perhatian kepada Allah. Namun salat
itu harus diakhiri dengan salam dan menengok ke kanan dan kiri. Ini peringatan bahwa
kalau memang mempunyai hubungan baik dengan Allah, maka kita harus mempunyai
hubungan baik dengan sesama manusia bahkan sesama makhluk. Dan itu yang diwujudkan
dalam ibadah zakat.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

31

Bentuk kebajikan selanjutnya adalah

, yaitu orang-orang yang menepati janji apabila mereka membuat janji.



Orang-orang yang bisa dipercaya, orang-orang yang amanah, atau orang-orang yang tidak
menyalahi janjinya sendiri. Amanah adalah salah satu sifat Rasul, sementara Rasul adalah
uswatun hasanah, atau contoh yang baik. Salah satu yang harus kita contoh ialah sifat
amanah.
Jabaran kebajikan berikutnya adalah

yakni tabah rnenghadapi segala persoalan hidup atau sabar tidak mudah
putus asa. Inilah yang juga merupakan syarat atau pra kondisi bagi kemenangan suatu
kelompok dalam perjuangannya.
Jika nilai-nilai itu bisa disebut sebagai manifestasi taqwa, maka taqwa sendiri, dalam
maknanya yang serba meliputi dan bulat, hanya dapat dipahami sebagai "kesadaran
ketuhanan", yaitu kesadaran tentang adanya Tuhan Yang Mahahadir dalam hidup kita.
Kesadaran seperti itu membuat kita mengetahui dan meyakini bahwa dalam hidup ini tidak
ada jalan menghindar dari Tuhan dan pengawasan-Nya terhadap tingkah laku kita. Dengan
kata-kata lain, kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam hidup ini mendorong kita untuk
menempuh hidup mengikuti garis-garis yang diridlai-Nya, sesuai dengan ketentuan-Nya.
Maka kesadaran itu memperkuat kecenderungan alami (fithrah) kita untuk berbuat baik
(hanifiyyah), sebagaimana hal itu disuarakan dengan lembut oleh hati nurani (nurani,
bersifat cahaya) atau kalbu kita. Kemudian, dorongan batin itu, pada gilirannya, mewujudnyata dalam rincian nilai-nilai yang disebutkan dalam firman Ilahi di atas itu.
Taqwa dalam pengertian mendasar demikian, adalah sejajar dengan pengertian
rabbaniyah (semangat ketuhanan) dalam firman yang lain, yang menuturkan salah satu
tujuan pokok diutusnya seorang nabi atau rasul kepada umat manusia. Kata-kata
rabbaniyah meliputi "sikap-sikap pribadi yang secara bersungguh-sungguh berusaha
memahami Tuhan dan mentaati-Nya", sehingga dengan sendirinya ia mencakup pula
kesadaran akhlaki manusia dalam kiprah hidupnya di dunia ini. oleh karena itu, terdapat
korelasi langsung antara taqwa dan akhlak atau budi luhur, sedemikian rupa sehingga Nabi
menegaskan bahwa "Yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga ialah
taqwa kepada Allah dan budi luhur. Sedangkan menyempurnakan budi luhur itu,
sebagaimana ditegaskan Nabi sendiri, adalah tujuan akhir kerasulan beliau.

E. prilaku orang yang menerapkan pembinaan (pendalaman karakter)


Dengan memahami ajaran Islam mengenai pembinaan pribadi, keluarga dan masarakat maka
seharusnya kita memiliki sikap sebagai berikut ini, Coba sebutkan sikap-sikap lain yang ananda
temukan dari tema pembahasan kita hari ini! :
1. mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan sang khalik dalam rangka menjaga kehidupan yang
utuh dan penuh keteraturan untuk diri, keluarga dan masarakat.

2.

..

32

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

3.

..
F. KESIMPULAN
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan beberapa hal,
diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materi-materi pokok lain
yang belum tercantum!
a. Salah satu bentuk tanggung jawab pribadi muslim menyangkut harta anak yatim adalah
mengelola dan memberdayakan sampai anak yatim dapat mengelolanya secara mandiri.
b.

c.

d.

Petunjuk:

setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya, carilah
referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal esay.
G. Ayo berlatih
I. Pilihlah Ganda

1) Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan member tanda X pada pilihan yang tepat !
sepenuh perutnya dan mereka akan masuk
kedalam api yang menyala-nyala adalah
1.
terjemahan dari....
A. An Nisa 10
bagian ayat disamping termasuk
B. An Nisa 9
C. An Nisa 12
surat...
D. An Nisa 8
A. Al Baqarah 177
E. An Nisa 11
B. An Nisa 9
C. Al Maidah 8
D. D. Al Baqarah 126
4.
Kata
E. E. Ali Imran 4
2. Yang termasuk himah dari kandungan
yang bergaris bawah mempunyai arti...
A. Mengapa
surat An Nisa ayat 9 adalah...
B. Padahal
A. Islam menghendaki seluruh umatnya
C. Ajarkanlah
berada dalam keadaan sejahtera
D. Jadikanlah
B. Berbuat baik kepada anak yatim
E. Serulah
C. Mengelola dan memberdayakan harta
5. Sesuai hikmah kandungan surat Al
anak yatim sampai mereka dapat
Baqarah ayat 177 yang dimaksud dengan
mengelolanya sendiri
iman dan taqwa adalah...
D. Anak yatim hendaknya diperlakukan
A. Kemampuan seseorang dihadapan
sama seperti anak kandung
Allah
E. Semua jawaban benar
B. Simpul kualitas seseorang dihadapan
Allah SWT
3. Sesungguhnya
orang-orang
yang
C.
Kebaikan dihadapan Allah
memakan harta anak yatim secara
D.
Akhlakul Karimah
zalim,sebenarnya mereka itu menelan api

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

33

E. Perbuatan-perbuatan baik
6. Apa arti kata

sesuai dengan

Qs. An nisa 9 adalah...


A. Perbuatan yang benar
B. Perbuatan yang sesuai
C. Perbuatan yang baik
D. Perbuatan yang salah
E. Perbuatan yang indah
7. Menurut QS. Al Baqarah ayat 44-45 resep
yang ampuh agar kita dapat melangkah
maju menuju kebajikan adalah...
A. Salat dan sabar
B. Sabar dan tawakkal
C. Salat dan Qanaah
D. Salat dan istiqomah
E. Sabar dan Qanaah
8. Sabar dibagi menjadi dua yaitu..
A. Sabar jasmani dan sabar rohani
B. Sabar jasmani dan sabar batin
C. Sabar dalam maksiat

D. Sabar menahan amarah


E. Sabar menghadapi cobaan
9. Hikmah dari kandungan Surat Al baqarah
ayat 44-45 adalah..
A. Cara terbaik untuk menghadapi ujian
dan cobaan allah adalah melaksanakan
ibadah dengansetulus tulusnyakepada
Allah
B. Berbuat baik kepada anak yatim
C. Kita harus menjadi warga masyarakat
yang baik
D. Bersikap sombong
E. Semua jawaban salah
10. Sesungguhnya memakan harta anak yatim
itu adalah dosa yang besar. Kandungan
ayat diatas termasuk dalam surat..
A. An Nisa ayat 2
B. An Nisa ayat 3
C. An Nisa ayat 4
D. An Nisa ayat 5
E. An Nisa ayat 6

A.

2) Soal Uraian

B.
Dari materi yang kalian terima di
tersebut, terdapat beberapa kata kunci yang harus Ananda pahami dalam rangka untuk
memperluas wawasan terhadap aspek kandungan makna pembinaan pribadi, keluarga dan
masarakat. Jelaskan maksud kata kunci dalam memahami tersebut :
1. Tulis redaksi dan terjemah Qs an-Nisaa: 9
C. .......................................................................................................................................................................
.........
D. .......................................................................................................................................................................
.........
E. .......................................................................................................................................................................
.........
F. .......................................................................................................................................................................
.........
G. .......................................................................................................................................................................
.........
H.

2. Jelaskan maksud dari pembinaan pribadi, keluarga dan masarakat secara singkat
I.
.......................................................................................................................................................................
.........
J.
.......................................................................................................................................................................
.........
K. .......................................................................................................................................................................
.........
L. .......................................................................................................................................................................
.........
M. .......................................................................................................................................................................
.........
N. .......................................................................................................................................................................
.........
O.
34

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

P.

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK

Q. Hafalkan ayat, terjemahkan dan menganalisis.ayat-ayat Tentang pembinan pribadi dan keluarga beserta
masarakat

NILA
W NILAI
V
I ANALISIS
TARJAMAH

.T
.U

NILAI
HAFALAN

.AG .AF .AE .AD .AC .ABQS


. .QS
.
3 2 1 3 2 1
..
.
.AQ .AP.AO .AN .AM .AL .
.
AA

AK

BM.

.BA .AZ .AY .AX .AW .AV

.BK .BJ .BI .BH .BG .BF

NA
S
R
MA SISWA
NO

AJ

AU

BE

AT

BD

.AI.AH
1
.AS .AR
2
.BC .BB
3

BL.
III. EVALUASI AFEKTIF
BN.
Petunjuk: diskusikah tentang pembinan pribadi dan keluarga beserta masarakat.
BO.

2) KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)

BP.
Setelah Anda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman
sebangku ananda atau dengan kelompok, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil
diskusi tersebut di depan kelas.

Buatlah kelompok dan diskusikan tentang kemampuan membina diri pribadi dan keluarga
kemudian paparkan hasil diskusimu di depan kelas!

Selama berdiskusi, kita persiapkan masalah-masalah atau poin-poin yang akan kita sampaikan
kepada teman yang lain.

BQ.

Kertas Kerja
BR.

1. Judul/ tema
: ....................................................................................................................................................
........
BS.
...........................................................................................................................................
.................
2. Hasil studi ilmiah :
BT........................................................................................................................................................
.....
BU.
...........................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
................ ...........................................................................................................................................
................. ..........................................................................................................................................
.................. .........................................................................................................................................
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

35

................... ........................................................................................................................................
.................... .......................................................................................................................................
..................... ......................................................................................................................................
......................
3.

Tokoh penemu
:
......................................................................................................................................................................................
4. Sumber
: .....................................................................................................................................................
.................................
5. Tim Investigator
:
1) .....................................................................................................................................................................................
.
2) .....................................................................................................................................................................................
.
3) .....................................................................................................................................................................................
.
4) .....................................................................................................................................................................................
.
5) .....................................................................................................................................................................................
.
BV.

3) Konsep Diri (self-concept)


BW.Sudahkah kalian secara individu melakukan pembiasaan diri untuk meningkatkan
pembinaaan pada diri kalian sendiri ? seberapa sering ? apa bentuknya, sebutkan !
BX.

BY.

4) Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)

PMT (penugasan materi tersetruktur) :


BZ.
Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut, dalam buku tugasmu!.
1. Jelaskan kandungan surat An Nisa 9 !
2. Berilah contoh dalam kehidupa sehari- hari tentang kandungan surat An Nisa 9 !
3. Jelaskan kandungan surat Al baqarah 177 !
4. Jelaskan hikamah mempelajari Qs. Al baqarah 177 !
5. Hal apa yang dapat kamu ambil setelah mempelajari ayat Al Quran tentang kemauan dan
kemampuan membina diri pribadi dan keluarga !
CA.
PMTT (Penugasan materi tidak tersetruktur):
CB.
Buatlah kliping gambar tentang kemampuan membina diri pribadi dan keluarga dan
masarakat ! kertas A4 tiap siswa 1 lembar dijilid dengan tugas teman sekelas. (urut no.absen)
CC.

PESAN MORAL Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari sekarang, dari yang
kecil, dari diri sendiri
CD.

Portofolio dan Penilaian Sikap


1. Carilah beberapa ayat lain dan hadist yang berhubungan dengan pembinaan pribadi, keluarga dan
masarakat dengan mengisi kolom di bawah ini :

CE.
CF.
N
36

CG.

Nama Surat +
No. Ayat

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

CH.
CI. Redaksi Ayat

CJ.

CL.

CM.

CK.
1.
CN.
CP.
CQ.
CO.
2.
CR.
2. Carilah beberapa hadist yang berhubungan dengan pembinaan pribadi, keluarga dan masarakat
dengan mengisi kolom di bawah ini :

CS.

CU. Hadits Riwayat

CV.
CW.

Hadits

CT.
N
CX.
CY.
1.
DB.
DC.
2.

CZ.

DA.

DD.

DE.

DF.
DG.
3. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang pembinaan pribadi, keluarga
dan masarakat coba kamu amati perilaku berikut ini dan berikan komentar
DH.
DJ.
DL.
DI.
DK.Perilaku Yang Diamati
DM.Tanggapan / Komentar Anda
N
DN.DP. Setiap hari julia membaca alDO.quran di kamarnya
1.
DR. DT. Bahrus sering mengajak
DS. keluarganya menghadiri kajian
2. islam di masjid
DV. DW. Salma selalu mengajak
3. teman-temannya belajar bersama
DY.
DZ.
EB.
N

DQ.
DU.
DX.

EA.

Catatan Guru

ilai

EE.
EF.
EG.
EH.

EC.
ED.
Mutiara Hikmah

EI. Ajarkanlah kebaikan kepada anak-anak kamu dan keluarga kamu dan didiklah

mereka.
(H.R. Abdur Razaq dan said bin Mansur).
EJ.
EK.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

37

EL.

II

Kewajiban berDAKWAH

EM.
KI (KOMPETENSI INTI) :
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan EN.
bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

KD (KOMPOTENSI DASAR):
3.3 Menghayati kandungan Al-Quran tentang kewajiban berdakwah.
4.3 Menerapkan strategi berdakwah sesuai kandungan Al-Quran dalam surah anNahl: 125; surah asy-Syuaraa: 214-216, surah al-Hijr: 94-96.

Indikator pencapaian

38

Mampu menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yunus: 40-41; QS al-Kahfi: 29;
QS al-Hujuraat: 10-13;QS Ali Imraan:103. Percaya diri
Mampu menerjemahkan QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yunus: 40-41; QS al-Kahfi: 29; QS al-Hujuraat: 10-13;QS Ali
Imraan:103 ke dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Jujur dan ingin tahu
Mampu menjelaskan gambaran QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yunus: 40-41; QS al-Kahfi: 29; QS al-Hujuraat: 10-13;QS
Ali Imraan:103, tentang kewajiban berdakwah. Tanggung jawab dan percaya diri.
Mendalami dan memahami serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari QS al-Kaafiruun: 1-6; QS Yunus: 40-41;

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

EO.Peta konsep
EP.
EQ.

Kewajibanberdakwah

MemahamikandunganAl-Qurantentangkewajibanberdakwahsurahan-Nahl:125;surahasy-Syuaraa:214-216,surahal-Hijr:94-96.

MenerapkanstrategiberdakwahsesuaikandunganAl-Qurandalamsurah

ER.
ES.
ET.
EU.
EV.
EW.

A. Mari renungkan
EX.
Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;
EY.
EZ. Tahukah kalian cerita tentang venomena seorang ustadz yang memiliki stategi

berdakwah ampuh, beliau diberikan pula oleh Allah kemuliyan saat wafatnya. Nilai apa yang bisa
kalian ambil darinya?

FG.

FB.
FC.
FD.
FE.
FF.
Sum
ber:

http://klimg.c
om/resized/47
6x/p/jeffry-albuchori113.jpg

FA.

FH.

BERDAKWAH HARUS DENGAN SETRATEGI

FI.

FJ.
Di zaman modern sekarang ini dakwah sangat-sangat dibutuhkan mengingat
kerusakan sudah terjadi dimana-mana, kemaksiatan merajalela secara terbuka dan terangterang, kejahilan ttg diin sudah merebak. Bergabunglah bersama kafilah/jamaah dakwah yang
telah berkomitmen dlm berdakwah.
FK.
Jadikan setiap gerak kita adalah dalam rangka dakwah, bahkan ketika kita
mencari maisah. Lihat bagaimana generasi terbaik umat ini, para shahabat rodhiallahuanhum.
Merekalah yang patut kita contoh. Di antara meraka ada yang orang kaya, saudagar sukses,
pebisnis ulung. Bagaimana sikap mereka. Apa yang mereka perbuat? Mereka adalah orangorang yang paling semangat dalam berdakwah, mereka tidak dilalai oleh harta mereka, tidak
dilalaikan oleh usaha mereka, tidak dilalaikan oleh bisnis mereka. Bahkan harta/usaha/bisnis
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

39

mereka adalah salah satu dari penopang-penopang dakwah Rasulullah Shallallahualahi


wassalam.
FL.
Dan perlu disadari juga bahwasanya Allah Subhanahu wataala dibanyak ayatayatnya menyinggung jihad dengan harta dan jiwa yang sering digandengkan disebutkan
secara bersamaan
FM.

B. Mari mengamati
FN.
FO.

Petuntuk: Amati gambar ini, kemudian berikan tanggapanmu


FP.

FQ. Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda


peroleh?
FR.
1..
.
FS.
2..

FT.
3.

..

FU.
FV. Gambar 1

FW.
FY. Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda
peroleh?
FZ.
1..
.
GA.
2..

GB.
3.

..

FX.

GC.
GE.

GD.

Sumber:https://www.google.com/search
?q=dakwah&source

GG. Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda


peroleh?
GH.
1..
.
GI.
2..

GJ.
3.

..

GF.

Tahlilan
adalah doa yg
dianjurkan..!
Tahu!

Ndak
boleh..!
Itu

GL. Sumber:https://www.google.com/search?
q=dakwah&source

40

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

GK.

GM.

GN.

GO. Dari gambar disamping permasalahan apa yang anda


peroleh?
GP.
1..
.
GQ.
2..

GR.
3.

..

GS.

GT. Sumber:https://www.google.com/search?

GU.

q=dakwah&source

GV.
C. Mari Menanya
GW.

GX. Petuntuk:Setelah kalian membaca dan mengamati gambar / cerita di atas,


ada beberapa pertanyaan yang perlu kalian renungkan, Dengan sejumlah pertanyaan dengan
menggunakan jelaskan, apa, bagaimana, !
Bagaimana akibatnya jika kita dalam berdakwah seperti dalam gambar-gambar dan 3 dan 4
diatas?


..

..

GY.
D. Mari Belajar
GZ.
Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah
ayat-ayat yang berkaitan dengan kewajiban berdakwah berikut ini dengan tartil, baik dan benar
serta usahakan ananda bisa menghafalnya
1. Ayo Membaca QS an-Nahl: 125

.HA

2. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS an-Nahl: 125


HB.
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah
wawasan ananda sekalian;

HC.

: bantahlah mereka
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

41

: tersesat

HE.


: orang-orang yang mendapat petunjuk

Ayo Memaknai Mufradt Penting


HD.

3.

Kata (
) al-mau'izhah terambil dari kata (
) wa'azha yang berarti
nasihat. Mau'izhah adalah uraian yang menyentuh hati yang mengantar kepada kebaikan.
Demikian dikemukakan oleh banyak ulama.

Kata (
) jadilhum terambil dari kata (
) jidal yang bermakna diskusi
atau bukti-bukti yang mematahkan alasan atau dalil mitra diskudi dan menjadikannya tidak
dapat bertahan, baik yang dipaparkan itu diterima oleh semua orang maupun hanya oleh
mitra bicara.

HF.

Ditemukan di atas, bahwa mau'izhah hendaknya disampaikan dengan (

)hasanah/baik, sedang perintah berjidal disifati dengan kata ()


ahsana/yang terbaik, bukan sekedar yang baik. Keduanya berbeda dengan hikmah yang tidak
disifati oleh satu sifat pun. Ini berarti bahwa mau'izhah ada yang baik dan ada yang tidak baik,
sedang jidal ada tiga macam, yang baik, yang terbaik, dan yang buruk.
HG.
4. Ayo menerjemahkan QS an-Nahl: 125
HH. Petunjuk: Perhatikan dan bacalah terjemah dari Qs An-Nahl: 125
HI. serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui
orang-orang yang mendapat petunjuk.
HJ.
5. Ayo Memahami is Kandungan Surah an-Nahl: 125
HK. Ayat ini menyatakan : Wahai Nabi Muhammad saw., serulah yakni lanjutkan
usahamu untuk menyeru semua yang engkau sanggup seru kepada jalan yang ditunjukkan
Tuhanmu, yakni ajaran Islam dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka,
yakni siapa pun yang menolak atau meragukan ajaran Islam dengan cara yang terbaik. Itulah
tiga cara berdakwah yang hendaknya engkau tempuh menghadapi manusia yang beraneka
ragam peringkat dan kecenderungannya; jangan hiraukan cemoohan, atau tuduhan-tuduhan
tidak berdasar kaum musyrikin dan serahkan urusanmu dan urusan mereka pada Allah, karena
sesungguhnya Tuhanmu yang selalu membimbing dan berbuat baik kepadamu Dialah sendiri
yang lebih mengetahui dari siapa pun yang menduga tahu tentang siapa yang bejat jiwanya
sehingga tersesat dari jalan-Nya dan Dialah saja juga yang lebih mengetahui orang-orang yang
sehat jiwanya sehingga mendapat petunjuk.
a. Pengertian Dakwah
HL. Dalam pengertian etimologi kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata
kerja da'a, yad'u yang berarti mendorong (to urge), panggilan, seruan (to propo), mengajak
(to summer), mengundang (to in vite), memohon (to pray)
HM. Dari pengertian kebahasaan tersebut para ahli mendefinisikan sebagai berikut :
1) Menurut Syekh Ali Makhfudh dalam kitabnya Hidayatul Muersyidin, mengatkan dawah
adalah mendorong manusia untuk berbuat kebajikan dan mengikuti petunjuk (agama),
menyeru mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka dari perbuatan munkar agar
memperolah kebahagiaan dunia dan akhirat
2) Menurut Quraish Shihab, dakwah adalah seruan atau ajakan kepada kainsyafan, atau
usaha mengubah sesuatu yang tidak baik kepada sesuatu yang lebih baik terhadap pribadi
maupun masyarakat.
42

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

3) Menurut Toha Yahya Oemar, dakwah adalah mengajak manusia kdengan cara bijaksana
kepada kjalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan
kebahagiaan mereka didunia dan akhirat.
HN. Dengan demikian dakwah adalah mengajak kepada agama Allah, yaitu Islam.
HO. Istilah dakwah digunakan dalam Al Quran baik dalam bentuk fiil maupun dalam
bentuk mashdar berjumlah lebih dari seratus kali. Dalam Al Quran, dakwah dalam arti
mengajak titemukan sebanyak 46 kali, 39 kali dalam arti mengajak kepada Islam dan
kebaikan, 7 kali kepada neraka dan kejahatan. Beberapa dari ayat tersebut adalah :
1) Mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (QS. Ali Imran (3) :
104)
2) Mengajak manusia kepada jalan Allah (QS. An Nahl (16) :125)
3) Mengajak manusia kepada agama Islam (QS. As Shaf (61) :7)
4) Mengajak manusia kepada jalan yang lurus (QS. Al Mukminun (23) :73)
5) Memutuskan perkara dalam kehidupan umat manusia, kittabullah dan sunnaturrasul (QS.
An Nur (24) :48 dan 51, serta QS. Ali Imran (3) :23)
6) Menggajak kesurga (QS. Al Baqarah (3) :122)
HP. Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di
dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah
kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan. Dimulai dari
istrinya, keluarganya, dan teman-teman karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat
itu.
b. Metode Dakwah
HQ. Dalam ilmu komunikasi metode dakwah disebut dengan The Methode in Message.
Sehingga kejelian dan kebijaksanaan juru dakwah dalam memilih dan memakai metode
dakwah sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan dalam menerapkan ajaran Islam
dalam masyarakat.
HR.
Menurut Ayat 125 QS. An Nahl, dipahami oleh sementara ulama sebagai
menjelaskan prinsip umum metode dakwah islamiah yakni terdiri dari tiga macam yang
harus disesuaikan dengan sasaran dakwah. Ketiga metode itu disesuaikan dengan
kemampuan intelektual masyarakat yang dihadapi, akan tetapi secara prinsip semua metode
dapat digunakan kepada semua masyarakat
1) Metode Hikmah
HS. Menurut Syeh Mustafa Al Maroghi dalam tafsir Al Maraghi mengatakan
bahwa hikmah yaitu; Perkataan yang jelas dan tegas disertai dengan dalil yang dapat
mempertegas kebenaran, dan dapat menghilangkan keragu-raguan. Cara ini tertuju kepada
mereka yang ingin mengetahui hakikat kebenaran yang sesungguhnya, yakni mereka yang
memiliki kemampuan berpikir yang tinggi atau sempurna; seperti para ulama, pemikir,
dan cendekiawan.
HT. Bahwa hikmah adalah nama himpunan segala ucapan atau pengetahuan yang
mengarah kepada perbaikan keadaan dan kepercayaan manusia secara bersinambung.
Oleh karenanya, yang memiliki hikmah, harus yakin sepenuhnya tentang pengetahuan
dan tindakan yang diambilnya, sehingga dia tampil dengan penuh percaya diri, tidak
berbicara dengan ragu, atau kira-kira dan tidak pula melakukan sesuatu dengan cobacoba.
HU. Metode hikmah dapat digunakan untuk memanggil/ menyeru
para intelektual, berilmu pengetahuan atau pendidikan tinggi. Dalam
hal ini juru dakwah haruslah menyampaikan materi dakwah dengan
berdialog dengan kata-kata bijak sesuai dengan tingkat kepandaian
mereka. Keterangan dan alasan disampaikan dengan cara bijaksana
tanpa kesan menggurui, sehingga dakwah tersebut dapat diterima dan
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
2) Metode Mau'izhah Hasanah
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

43

HV. Metode mau'izhah hasanah adalah cara yang ditempuh oleh pendakwah untuk
mengajak kepada ketauhidan murni kepada Allah dengan berpegang teguh dengan
Sunnah dan mengajak hati mereka menuju cara pemahaman Islam yang benar (manhaj
shahih). Adapun mau'izhah, maka ia baru dapat mengena hati sasaran bila ucapan yang
disampaikan itu disertai dengan pengamalan dan keteladanan dari yang
menyampaikannya. Nah, inilah yang bersifat hasanah. Kalau tidak, ia adalah yang buruk,
yang seharusnya dihindari. Di sisi lain, karena mau'izhah biasanya bertujuan mencegah
sasaran dari sesuatu yang buruk yang dapat mengundang emosi baik dari yang
menyampaikan, lebih-lebih yang menerimanya, maka mau'izhah adalah sangat perlu
untuk mengingatkan kebaikannya itu.



HX.
dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi
pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah,
Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
HY.
HZ.
Beberapa ciri mau'izhah hasanah adalah seperti nasihat yang menjurus
kepada keredhaan Allah s.w.t.; nasihat dan pengajaran yang dapat melembutkan hati serta
meninggalkan kesan yang mendalam, ia juga perlu mengandungi unsur at-targhib dan attarhib iaitu galakan dan pencegahan; merujukkan contoh tauladan yang terbaik dan akhlak
yang terpuji sebagai model untuk diikuti; serta mendedahkan kebaikan dan kebajikan
Islam bagi menarik minat dan keinginan kepada Islam
3) Metode Mujadalah (Debat)
IA. Menurut Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan agar orang-orang
yang melakukan tukar fikiran (mujadalah, debat) hendaknya tidak beranggapan bahwa
yang satu sebagai lawan bagi yang lainnya, tetapi mereka harus menganggap bahwa para
peserta mujadalah atau diskusi itu sebagai kawan yang saling tolong-menolong dalam
mencapai kebenaran
IB. Jidal terdiri dari tiga macam, yang buruk adalah yang disampaikan dengan
kasar, yang mengundang kemarahan lawan serta yang menggunakan dalih-dalih yang
tidak benar. Yang baik adalah yang disampaikan dengan sopan, serta menggunakan dalildalil atau dalih walau hanya yang diakui oleh lawan, tetapi yang terbaik adalah yang
disampaikan dengan baik, dan dengan menggunakan argumen yang benar, lagi
membungkam lawan.
IC.
c. Sasaran Dakwah
ID.
Mohammad Natsir, menyebutkan tiga golongan yang dihadapi dengan tiga
metode yang dapat digunakan oleh juru dakwah, yaitu sebagai berikut :
1) Golongan cerdik cendikiawan yang cinta kebenaran dan dapat berfikir kritis, cepat dapat
menangkap arti persoalan. Mereka harus dipanggil dengan hikmah, yakni hujjah
(argumentasi) yang dapat diterima dengan kekuatan akal mereka.
2) Golongan awam, orang kebanyakan yang belum dapat berfikir secara kritis, dan
mendalam, belum dapat menangkap pengertian-pengertian yang tinggi. Mereka ini
dipanggil dengan mauizah hasanah, yakni keteladanan yang baik dari juru dakwahnya.
3) Golongan yang tingkat kecerdasannya diantara kedua golongan tersebut, belum dapat
dicapai dengan hikmah akan tetapi tidak sesuai pula bila dilayani seperti golongan awam.
Golongan ini dihadapi dengan anjuran dan didikan yang baik yaitu dengan ajaran-ajaran
yang mereka suka membahasnya. Tetapi hanya di dalam batas tertentu mereka tidak
sanggup mengkaji lebih mendalam. Golongan manusia seperti ini dipanggil dengan
44

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

.HW

bertukar tukar fikiran guna mendorongnya supaya berfikir secara sehat dengan cara yang
lebih baik.
d. Prinsip-prinsip Komunikasi Dakwah dalam Al Quran
1) Qaulan Marufah
IE. Secara leksikal kata maruf bermakna baik dan diterima oleh nilai-nilai yang
berlaku dalam masyarakat. Ucapan yang baik adalah ucapan yang diterima sebagai
sesuatu yang baik dalam pandangan masyarakat lingkungan penutur. Qaulan Marufa
sebagai perkataan yang baik dan pantas.
IF. Baik artinya sesuai dengan norma dan nilai, sedangkan pantas sesuai dengan
latar belakang dan status orang yang mengucapkannya. Karena itu, qaulan marufa
mengandung arti ucapan yang halus sebagaimana ucapan yang disukai perempuan dan
anak-anak; pantas untuk diucapkan oleh pembicara maupun untuk orang yang diajak
bicara.
IG. Dengan memperhatikan pendapat para mufassir di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa qaulan marufa mengandung arti perkataan yang baik, yaitu
perkataan yang sopan, halus, indah, benar, penuh penghargaan, dan menyenangkan, serta
sesuai dengan hukum dan logika. Dalam pengertian di atas tampak bahwa perkataan
yang baik adalah perkataan yang bahasanya dapat difahami oleh orang yang diajak
bicara dan diucapkan dengan pengungkapan yang sesuai dengan norma dan diarahkan
kepada objek yang tepat. Diantara ungkapan qaulan marufa didapati dalam QS. Al
Baqarah (2) : 263.

IH

II. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi
dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha
Penyantun.
2) Qaulan Karima
IJ. Ibnu Katsir menjelaskan makna qaulan karima dengan arti lembut, baik, dan sopan
disertai tata krama, penghormatan dan pengagungan. Dengan memperhatikan penjelasan
para mufassir di atas, dapat disimpulkan bahwa ungkapan qaulan karima memiliki
pengertian mulia, penghormatan, pengagungan, dan penghargaan.
IK.
Ucapan yang bermakna qaulan karima berarti ucapan yang lembut berisi
pemuliaan, penghargaan, pengagungan, dan penghormatan kepada orang yang diajak
bicara. Sebaliknya ucapan yang menghinakan dan merendahkan orang lain merupakan
ucapan yang tidak santun. Dalam al-Quran ungkapan qaulan karima disebut sebanyak
satu kali yaitu pada surat Al Isra (17) :23.

.IL

IM.
dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain
Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika
salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam
pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
Perkataan yang mulia.
3) Qaulan Layyina
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

45

IN. Ungkapan qaulan layyina bermakna perkataan lemah lembut. Perkataan yang
lemah lembut yang di dalamnya terdapat harapan agar orang yang diajak bicara menjadi
teringat pada kewajibannya atau takut meninggalkan kewajibannya.
IO. Ucapan baik yang dilakukan dengan lemah lembut sehingga dapat menyentuh
hati orang yang diajak bicara. Ucapan yang lemah lembut dimulai dari dorongan dan
suasana hati orang yang berbicara. Apabila ia berbicara dengan hati yang tulus dan
memandang orang yang diajak bicara sebagai saudara yang ia cintai, maka akan lahir
ucapan yang bernada lemah lembut. Dampak kelemahlembutan itu akan membawa isi
pembicaraan kepada hati orang yang diajak bicara.
IP. Komunikasi yang terjadi adalah hubungan dua hati yang akan berdampak pada
tercerapnya isi ucapan oleh orang yang diajak bicara. Akibatnya ucapan itu akan memiliki
pengaruh yang dalam, bukan hanya sekedar sampainya informasi, tetapi juga berubahnya
pandangan, sikap, dan perilaku orang yang diajak bicara. Kata qaulan Layyinan
disebutkan dalam QS Thahaa (20) : 44,

.IQ


IR. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut,
Mudah-mudahan ia ingat atau takut".
IS.
4) Qaulan Baliighah
IT. Ungkapan qaulan baligha bermakna ucapan yang sampai pada lubuk hati orang
yang diajak bicara, yaitu kata-kata yang fashahat dan balaghah (fasih dan tepat); kata-kata
yang membekas pada hati sanubari. Kata-kata seperti ini tentunya keluar dari lubuk hati
sanubari orang yang mengucapkannya.
IU. Musthafa Al Maraghi mengaitkan qaulan baligha dengan arti tabligh sebagai
salah satu sifat Rasul (Tabligh dan baligh berasal dari akar kata yang sama yaitu
balagha), yaitu nabi Muhammad diberi tugas untuk menyampaikan peringatan kepada
umatnya dengan perkataan yang menyentuh hati mereka. Senada dengan itu, Ibnu Katsir
menyatakan makna kalimat ini, yaitu menasihati dengan ungkapan yang menyentuh
sehingga mereka berhenti dari perbuatan salah yang selama ini mereka lakukan.
IV.Jadi ungkapan qaulan baligha sebagai ucapan yang fasih, jelas maknanya, tenang,
tepat mengungkapkan apa yang dikehendaki, karena itu qaulan baligha diterjemahkan
sebagai komunikasi yang efektif. Efektivitas komunikasi terjadi apabila komunikator
menyesuaikan pembicaraannya dengan sifat-sifat khalayak yang dihadapinya. Ungkapan
qaulan baligha dalam al-Quran disebut sebanyak satu kali yaitu pada QS. An Nisa (4) :
63.


IX. mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati
mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan
Katakanlah kepada mereka Perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.
5) Qaulan Sadiida
IY.Makna qaulan sadida dalam arti pembicaraan yang benar, jujur, lurus, tidak sombong,
tidak berbelit-belit. Senada dengan itu, at-Tabari menafsirkan kata qaulan sadida dengan
makna adil. Al Buruswi menyebutkan qaulan sadida dalam konteks tutur kata kepada
46

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

.IW

anak-anak yatim yang harus dilakukan dengan cara yang lebih baik dan penuh kasih
sayang, seperti kasih sayang kepada anak sendiri.
IZ.Memahami pandangan para ahli tafsir di atas dapat diungkapkan bahwa qaulan sadida
dari segi konteks ayat mengandung makna kekuatiran dan kecemasan seorang pemberi
wasiat terhadap anak-anaknya yang digambarkan dalam bentuk ucapan-ucapan yang
lemah lembut, jelas, jujur, tepat, baik dan adil.
JA.
Ungkapan qaulan sadida dalam al-Quran terdapat pada dua tempat, yaitu pada
QS. An Nisa(4) : 9 dan Al Ahzab (33) : 70.

.JB

JC.
dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya
meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir
terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada
Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar. (QS. An Nisa(4) : 9)

.JD

JE.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan
Katakanlah Perkataan yang benar. (QS. Al Ahzab (33) : 70)
6) Qaulan Maysura
JF. Secara etimologis, kata maysuran berasal dari kata yasara yang artinya mudah
atau gampang. Ketika kata maysuran digabungkan dengan kata qaulan menjadi qaulan
maysuran yang artinya berkata dengan mudah atau gampang. Berkata dengan mudah
maksudnya adalah kata-kata yang digunakan mudah dicerna, dimengerti,, dan dipahami
oleh komunikan.
JG. Salah satu prinsip komunikasi dalam Islam adalah setiap berkomunikasi harus
bertujuan mendekatkan manusia dengan Tuhannya dan hamba-hambanya yang lain. Islam
mengharamkan setiap komunikasi yang membuat manusia terpisah dari Tuhannya dan
hamba-hambanya.
JH. Seorang komunikator yang baik adalah komunikator yang mampu
menampilkan dirinya sehingga disukai dan disenangi orang lain. Untuk bisa disenangi
orang lain, ia harus memiliki sikap simpati dan empati. Simapti dapat diartikan dengan
menempatkan diri kita secara imajinatif dalam posisi orang lain.
JI. Namun dalam komunikasi, tidak hanya sikap simpati dan empati yang
dianggap penting karena sikap tersebut relatif abstrak dan tersembunyi, tetapi juga harus
dibarengi dengan pesan-pesan komunikasi yang disampaikan secara bijaksana dan
menyenangkan.
JJ. Kata qaulan maysuran hanya satu kali disebutkan dalam Al-Quran, QS. Al
Israa (17) : 28. Berdasarkan sebab-sebab turunnya (asbab al-nuzul) ayat tersebut, Allah
memberikan pendidikan kepada nabi Muhammad saw untuk menunjukkan sikap yang arif
dan bijaksana dalam menghadapi keluarga dekat, orang miskin dan musafir.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

47

JK



JL. dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang
kamu harapkan, Maka Katakanlah kepada mereka Ucapan yang pantas.
JM.
JN.Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kewajiban berdakwah ini, pelajari
QS. asy-Syuaraa: 214-216 berikut !
JO. II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. asy-Syuaraa: 214-216 berulang-ulang
secara tartil dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
JP.
1. Ayo Membaca Qs asy-Syuaraa: 214-216

.JQ

2. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS asy-Syuaraa: 214-216

JR.
: orang-orang dekat

: kerabat

: rendahkanlah

JT.
: mereka mendurhakaimu
JS.

: dirimu

3. Ayo Memaknai Mufradt Penting

' )asyirah berarti anggota suku yang terdekat. Ia terambil dari kata (
' ) asyara yang berarti saliing bergaul, karena anggota suku yang terdekat atau

Kata (

keluarga adalah orang-orang yang sehari-hari saling bergaul.

48

Kata (
) al-aqrabin yang menyifati kata 'asyirah, merupakan penekanan
sekaligus guna mengambil hati mereka sebagai orang-orang dekat dari mereka yang
terdekat.

Kata (
) janah, pada mulanya berarti sayap. Penggalan ayat ini mengilustrasikan
sikap dan perilaku seseorang seperti halnya seekor burung yang merendahkan sayapnya
pada saat ia hendak mendekat dan bercumbu kepada betinanya, atau melindungi anakanaknya. Sayapnya terus dikembangkan dengan merendah dan merangkul, serta tidak
beranjak meninggalkan tempat dalam keadaan demikian sampai berlalunya bahaya. Dari
sini ungkapan itu dipahami dalam arti kerendahan hati, hubungan harmonis dan
perlindungan serta ketabahan dan kesabaran kaum beriman, khususnya pada saat-saat sulit
dan krisis.

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

)ittaba'aka/ mengikutimu yakni dalam melaksanakan tuntunan agama.


Sedang penyebutan ( )al-mu'miniin adalah untuk menjelaskan mengapa
Kata (

Nabi SAW. diperintahkan untuk berendah hati kepada mereka, seakan-akan ayat ini berkata
: "Hadapilah mereka dengan kerendahan hati karena keimanan mereka."
JU.
4. Ayo menerjemahkan asy-Syuaraa: 214-216
JV.
214. dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, 215. dan
rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang yang
beriman. 216. jika mereka mendurhakaimu Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak
bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan";
JW.
5. Ayo Memahami isi Kandungan Surah asy-Syuaraa: 214-216

JX.
JY. Ayat di atas berpesan lagi kepada beliau bahwa : Hindarilah segala hal yang
dapat mengundang murka Allah SWT, dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu
yang terdekat tanpa pilih kasih, dan rendahkanlah dirimu yakni berlaku lemah dan rendah
hatilah terhadap orang-orang yang bersungguh-sungguh mengikutimu, yaitu orang-orang
mukmin baik kerabatmu maupun bukan.
JZ. Demikian ayat ini mengajarkan kepada Rasul SAW. dan umatnya agar tidak
mengenal pilih kasih, atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian
peringatan. Ini berarti Nabi SAW. dan keluarga beliau tidak kebal hukum, tidak juga
terbebaskan dari kewajiban. Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan
kepada Rasul SAW., karena semua adalah hamba Allah SWT, tidak ada perbedaan antara
keluarga atau orang lain. Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh, maka itu
disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah SWT dan menghiasi diri
dengan ilmu serta akhlak yang mulia.
KA. Nabi SAW bersabda : "Wahai suku Quraisy, tebuslah diri kamu. Aku tidak
dapat membantu kamu sedikit pun dihadapan Allah, Wahai Shafiah (saudara perempuan
ayat Rasulullah), aku tidak dapat membantumu sedikit pun dihadapan Allah; Wahai 'Abbas
putra Abdul Muththalib, aku tidak dapat membantumu sedikit pun di hadapan Allah; Wahai
Fatimah putri Muhammad, mintalah apa yang engkau kehendaki dari hartaku, aku tidak
dapat membantumu sedikit pun di hadapan Allah." (H.R. Muslim an-Nasa'I dan lain-lain
melalui Abu Hurairah).
KB. Keluarga dekat dari yang terdekat sekalipun, tidak boleh mengakibatkan
seorang yang beriman mengorbankan keimanannya demi keluarga. Memang akan ada di
antara mereka yang tidak setuju dengan ajakanmu wahai Nabi Muhammad saw., tetapi
hendaklah engkau tegar menghadapi mereka dan berpegang teguh pada petunjuk Allah
SWT, karena itu jika mereka mendurhakaimu yakni enggan mempercayai dan mengikuti
tuntunan Allah yang engkau sampaikan, maka ubahlah sikapmu terhadap mereka yang
selama ini belum tegas dan katakanlah : "Sesungguhnya aku berlepas diri dan tidak akan
merestui apalagi mengikuti dan bertanggung jawab menyangkut yang apa, yakni
kedurhakaan yang terus meneruts kamu kerjakan. Dan bertawakkallah yakni berserah
dirilah setelah upaya maksimal kepada Allah Yang Maha Perkasa, Yang Kuasa
mengalahkan siapa yang bermaksud buruk terhadapmu lagi Maha Penyayang kepadamu
dan semua pengikutmu.
KC. Jangan harap ketika Anda berdakwah kepada keluarga dekat lantas dengan
serta merta keluarga dekat Anda atau bahkan istri Anda menerima dengan antusias. Paling
tidak Anda adalah sudah terlepas dari tanggung jawab sebagai wujud taat pada perintah
agama, karena pada dasarnya adalah pemberi peringatan. Memberi peringatan adalah baik
karena pasti ada manfaatnya. Paling tidak untuk pribadi Anda. Contoh kasus yang paling
fenomenal dalam tradisi sejarah Al Quran. Diantaranya, Nabi SAW. tidak dapat memaksa
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

49

walau telah dimohonkan kepada Allah SWT agar pamanya, Abdul Mutholib, dapat
menetapi iman. Begitu juga Azar, keluarga yang paling dekat dari Ibrahim AS. Dan
informasi menyangkut istri para Nabi yang diterangkan oleh Al Qur'an, walau dengan
redaksi perumpamaan. Firman-Nya dalam Q.S. At Tahrim (66) : 10,


KD

KE. Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orangorang kafir. keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di
antara hamba-hamba kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masingmasing), Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah;
dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang
yang masuk (jahannam)".
KF. Selama tiga tahun pertama, Muhammad hanya menyebarkan agama terbatas
kepada kerabat dan teman-teman dekatnya. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan
meyakini ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat
awam. Muhammad menjadi nabi dan berdakwah pada kisaran tahun 610 - 614 Masehi.
Setelah adanya wahyu, surat Al-Muddatsir: 1-7, yang artinya Hai orang yang berkemul
(berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu
bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu
memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk
(memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah. (Al-Mudatsir 74: 1-7)
KG. Dengan turunnya surat Al-Muddatsir ini, mulailah Rasulullah berdakwah.
Mula-mula ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga, sahabat,
pengasuh dan budaknya. Selama tiga tahun berdakwah, hanya empat orang/ pengikut yang masuk
Islam dan menjadi pengikut Rasulullah. Diantaranya adalah Istri nabi Muhammad Khadijah, dari
keluarganya adalah Ali bin Abi Thalib, sedangkan dari kalangan budak adalah Zaid bin Harisah,
dan dari kalangan kerabat dekatnya Abu Bakar.
KH. Dakwah pertama setelah diangkatnya Muhammad SAW, sebagai Nabi dan Rasul
dipusatkan pada lingkungan keluarga. Islam memandang bahwa keluarga mempunyai peran sentral
membina generasi. Bila keluarga itu baik, maka generasi yang dihasilkan juga akan ikut baik begitu
pula sebaliknya. Keluarga-keluarga ini akan memperbanyak kuantitas dan kualitas generasi shalih.
KI. Ibnu Ishaq berkata, Setelah itu banyak orang yang masuk Islam, baik laki-laki maupun
wanita, sehingga nama Islam menyebar di seluruh Makkah dan banyak membicarakannya. Mereka
masuk Islam secara sembunyi-sembunyi. Rasulullah SAW., menemui mereka dan mengajarkan
agama secara rahasia kepada masing-masing pribadi.

.KJ
KK. Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kewajiban berdakwah ini,
pelajari QS. al-Hijr: 94-96 berikut !
KL. III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. al-Hijr: 94-96 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1. Ayo Membaca Qs al-Hijr: 94-96

50

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

.KM


2. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS al-Hijr: 94-96
KN.
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah
wawasan ananda sekalian;

KP.
: maka sampaikanlah olehmu secara
terang-terangan

KR.

: diperintahkan

KT.

: berpalinglah

KV.

: Kami memelihara kamu

KX.

: orang-orang yang memperolok-olokkan

KY.
3. Ayo Memaknai Mufradt Penting

.KO


.KQ

.KS

.KU


.KW

Kata (
) fashda' terambil dari kata (
) shada'a yang berarti membelah.
Kemudian, karena pembelahan biasanya menampakkan sesuatu yang terdapat pada
belahan, maka kata tersebut berkembang maknanya menjadi menampakkan atau terangterangan. Makna inilah yang dimaksud di sini. Di sisi lain pembelahan mengesankan
kekuatan dan kesungguhan. Dari sini, perintah tersebut menuntut kesungguhan, upaya
sekuat tenaga serta semangat yang menggebu.
Kata () musyrikin berasal dari kata syarikah yakni persekutuan.
Musyrik adalah orang yang melakukan mempersekutukan atau membuat tandingan hukum
atau ajaran lain selain dari ajaran/hukum Allah. Kemusyrikan secara personal dilaksanakan
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

51

dengan mengikuti ajaran selain ajaran Allah secara sadar dan sukarela. Kata musyrikin
pada ayat diatas menunjuk pada kemantapan orang Quraisy Makkah zaman Rasulullah
dalam menolak ajaran Ilahi, memusuhi siapa saja yang mengikuti ajaran tersebut dan
menganggap apa yang dikatakan Rasulullah SAW., adalah dongeng belaka. Mereka lebih
mempercayai dan mengikuti apa yang dikatakan oleh moyang mereka menyangkut
keyakinan adanya tuhan.

Kata (
) Allah adalah nama bagi suatu Wujud Mutlak, Yang berhak disembah,
Pencipta, Pemelihara dan Pengatur seluruh jagat raga. Dialah Tuhan Yang Maha Esa, yang
disembah dan diikuti segala perintah-Nya. Para pakar bahasa berbeda pendapat tentang
kata ini. Ada yang menyatakan bahwa ia adalah nama yang tidak terambil dari satu akar

kata tertentu, dan ada juga yang menyatakan bahwa ia terambil dari kata (
) aliha yang
berarti mengherankan, menakjubkan karena setiap perbuatan-Nya menakjubkan, sedang
Dzat-Nya sendiri, bila akan dibahas hakikat-Nya akan mengherankan pembahasnya. Ada
juga yang berpendapat bahwa kata ilh yang terambil dari akar kata yang berarti ditaati
karena Ilh atau Tuhan selalu ditaati.
Apapun asal katanya yang jelas Allah menunjuk kepada Tuhan yang Wajib Wujud-Nya itu,

berbeda dengan kata (


) ilh yang menunjuk kepada siapa saja yang dipertuhan, baik
itu Allah maupun selain-Nya, seperti matahari yang disembah oleh umat tertentu, atau
hawa nafsu yang diikuti dan diperturutkan kehendaknya oleh para pendurhaka itu (Baca
QS. Al-Furqn [25]: 43).

Kata (
) as-sajidin pada ayat ini dipahami dalam arti orang-orang yang
tekun lagi khusyuk dalam shalat karena penggalan kata sesudahnya adalah perintah untuk

melakukan aneka ibadah. Secara bahasa kata sujd (


) berarti meletakkan
kening ke atas permukaan bumi, merendahkan diri, dengan maksud menghormat. Arti lain
dari kata ini ialah merendahkan diri atau menghinakan diri. Arti hakikat dari sujd
adalah suatu bentuk perbuatan tertinggi yang dilakukan oleh orang atau sesuatu dengan
cara merendahkan diri di hadapan yang dihormatinya. Pengertian ini sifatnya umum, baik
bagi makhluk yang berakal maupun yang tidak berakal. Secara terminologis kata ini berarti
pernyataan ketaatan seorang hamba kepada Allah. dengan cara meletakkan kedua kaki,
kedua lutut, kedua tangan, dan muka di atas lantai (tanah) sambil menghadap ke arah
kiblat.

(
) adalah bentuk masdar dari sabbahayusabbihutasbihan (




-(
-(
) , yang berasal dari kata sabh ((
) . Menurut

Kata tasbih (

Ibnu Faris, asal makna kata sabh ada dua. Pertama, sejenis ibadah. Kedua, sejenis

perjalanan cepat. Pengertian kata tasbih (


) berasal dari pengertian pertama,
yaitu menyucikan Allah dari setiap yang jelek. Jadi, Allah jauh dari setiap yang jelek.

Sementara itu, kata subbuhun (


) adalah suatu sifat bagi Allah, yang berarti Allah
Maha Suci dari segala sesuatu yang tidak pantas bagi-Nya.

52

Ar-Ragib Al-Asfahani mengartikan kata as-sabh (


) sebagai berlari cepat di
dalam air (berenang) atau di udara (terbang). Kata itu dapat dipergunakan untuk
perjalanan bintang di langit, atau lari kuda yang cepat, atau kecepatan beramal. Dinamakan
tasbih karena segera pergi untuk beramal dalam rangka menyembah Allah. Kata ini berlaku
Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

untuk melakukan kebaikan atau menjauhi kejahatan. Lebih lanjut Al-Asfahani


menambahkan, tasbih bisa dalam wujud perkataan, perbuatan ataupun niat.

Kata (
) al-yaqin dipahami oleh beberapa ulama dalam arti kemenangan, tetapi
banyak ulama yang memahaminya dalam arti kematian.

.KZ
4. Ayo menerjemahkan Qs al-Hijr: 94-96
LA.
LB.
94. Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang
diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. 95.
Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolokolokkan (kamu), 96. (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya Tuhan yang lain di
samping Allah; Maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya). 97. dan Kami
sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka
ucapkan, 98. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orangorang yang bersujud (shalat), 99. dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang
diyakini (ajal).
LC.
5. Ayo memahami isi Kandungan Surah al-Hijr: 94-96.
LD. Maka sampaikanlah secara terang-terangan dan dengan penuh semangat serta
kekuatan segala apa yang diperintahkan oleh Allah SWT kepadamu untuk disampaikan,
yakni dakwah Islamiyah, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik, yakni jangan
hiraukan gangguan mereka, teruslah berdakwah menyampaikan kepada mereka ajaran
Ilahi, sambil memanfaatkan gangguan mereka terhadap diri pribadimu.
LE. Karena dakwah yang dilakukan Nabi SAW. selama ini telah mengundang
aneka gangguan, dan tentu akan lebih menjadi-jadi setelah datangnya perintah ayat yang
lalu, maka hati dan pikiran beliau ditenangkan dengan firman-Nya yang menggunakan
redaksi pengukuhan "Sesungguhnya" yaitu : Sesungguhnya Kami, yakni Allah SWT.
bersama makhluk-makhluk lain yang Allah SWT tugaskan memeliharamu wahai
Muhammad dari kejahatan para pengolok-olok yang merupakan tokoh-tokoh kaum
musyrikin dan yang selama ini tidak takut atau segan merendahkan ayat-ayat Allah SWT.
serta memperolok-olokkanmu secara pribadi, yaitu orang-orang yang menganggap ada
Tuhan yang lain di samping Allah, maka kelak mereka akan mengetahui akibat-akibat
kedurhakaan dan olok-olokkan mereka.
LF. Perintah ini bukan berarti bersikap keras dan kasar yang mengundang simpati.
Ia hanya menuntut kesungguhan untuk menjelaskan hakikat ajaran Islam dengan
menyentuh hati, mencerahkan pikiran serta dengan kejelasan dan ketepatan argumentasi.
Namun demikian, ia bukan berarti tidak menyampaikan pandangan agama jika dinilai
bertentangan dengan pandangan orang lain, atau menyembunyikan hakikat-hakikatnya
karena khawatir merugikan pihak lain bila memaparkannya.
LG. Dengan turunnya ayat ini, Rasul SAW., tidak lagi berdakwah secara sembunyisembunyi. Lebih-lebih dengan adanya jaminan bahwa beliau tidak akan disentuh oleh
kejahatan para pengolok-olok. Beberapa ulama berpendapat bahwa perintah ini datang
setelah berlalu tiga tahun atau lebih sejak pengangkatan Muhammad SAW., sebagai rasul.
LH. Jaminan yang disampaikan adalah menyangkut kejahatan para pengolok-olok,
bukannya jaminan hilangnya olok-olok atau ucapan-ucapan buruk. Dengan kata lain, bukan
terhentinya apa yang diistilahkan oleh Q.S. Ali Imran (3) : 111 dengan (
yakni gangguan.

) adza,

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

53

LI

LJ. mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain
dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah
mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). kemudian mereka tidak mendapat
pertolongan.
LK.
LL. Karena itu, ayat-ayat di atas menuntun Nabi SAW. dengan menyatakan bahwa:
dan Kami Allah bersumpah demi kebesaran dan kekuasaan Kami, Kami sungguh
mengetahui bahwa engkau memiliki budi pekerti yang luhur, sangat pemaaf dan penuh
toleransi menyangkut gangguan yang ditujukan kepada pribadimu, dan Kamu juga
mengetahui bahwa sesungguhnya engkau merasa sempit dadamu disebabkan apa yang
mereka selalu ucapkan berupa kebohongan, olok-olokan yang ditujukan kepada Allah SWT
dan risalahmu, maka janganlah hiraukan ucapan-ucapan itu tetapi bertasbihlah menyucikan
Allah SWT dari segala kekurangan disertai dengan memuji Tuhan yang selama ini selalu
membimbing dan memeliharamu dan jadilah engkau salah seorang di antara orang-orang
yang tekun dan khusyuk sujud, yakni shalat, dan di samping itu sembahlah Tuhanmu
dengan berbagai cara yang disyariatkan-Nya sampai datang kepadamu keyakinan, yakni
kematian. Dengan demikian, jiwamu akan selalu tenang, pikiranmu terus menerus cerah
dan apa pun yang menimpamu akan ringan engkau pikul dan engkau akan terus dibimbing
oleh Allah SWT.
LM. Salah satu cara yang ditempuh Allah SWT guna menghalangi kejahatan para
pengolok-olok adalah bertambahnya pemeluk Islam. Dengan keislaman Sayyidina Hamzah
r.a. paman Nabi SAW., dan Sayyidina Umar r.a., lahir keberanian yang lebih besar di
kalangan kaum muslimin dan menciut jiwa kaum musyrikin, karena kedua tokoh tersebut
dikenal luas sebagai para pemberani yang tidak rela dilecehkan atau dihina keyakinan
mereka.
LN. Perintah menjadi salah seorang dari kelompok as-sajidin lebih sulit daripada
dinyatakan jadilah seorang bersujud karena yang masuk dalam kelompok tertentu harus
mencapai suatu tingkat tinggi agar dapat diterima dalam kelompok itu. Sekian banyak
syarat yang harus dipenuhi, baru dia dapat diterima dalam kelompok tersebut. Kelompok
as-sajidin adalah pelaku shalat dengan mantap dan berkesinambungan.
LO. Di antara wahyu yang pertama-tama turun adalah perintah shalat. Muqatil bin
Sulaiman berkata, Allah mewajibkan shalat dua rakaat pada pagi hari dan dua rakaat pada
petang hari pada masa awal Islam, yang didasarkan pada firman Allah QS. Al Mukmin (40)
:55,

LP

LQ. Maka bersabarlah kamu, karena Sesungguhnya janji Allah itu benar, dan
mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu
petang dan pagi.
LR. Ibnu Hajar menuturkan, sebelum Isra Nabi Muhammad SAW., sudah pernah
shalat, begitu pula para shahabat. Tapi terdapat perbedaan pendapat, adakah shalat yang
diwajibkan sebelum ada kewajiban shalat lima waktu ataukah tidak? Ada yang
berpendapat, yang diwajibkan pada masa itu adalah shalat sebelum terbit matahari dan
sebelum terbenamnya matahari.
LS. Al-Harits bin Usamah meriwayatkan dari Jalan ibnu Luhai dari Zaid bin
Haritsah, bahwa pada awal-awal turunnya, Jibril mendatangi Rasulullah SAW., untuk
54

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

mengajarkan wudhu kepada beliau. Seusai wudhu beliau mengambil seciduk air lalu
memercikkan ke kemaluan. Dengan demikian shalat merupakan kewajiban yang pertama
diturunkan.
LT. Ibnu Hisyam menyebutkan, jika tiba waktu shalat, Rasulullah SAW., dan para
shahabat pergi ke tempat yang terpencil lalu secara sembunyi-sembunyi mengerjakan
shalat, agar tidak dilihat kaumnya. Suatu kali Abu Thalib melihat mengerjakan shalat
bersama Ali. Maka Abu Thalib menanyakan shalat itu. Setelah mendapat penjelasan yang
cukup memuaskan, Abu Thalib menyuruh beliau dan Ali agar menguatkan hati.
LU. Penyebutan shalat secara khusus menunjukkan betapa pentingnya ibadah itu
dibanding dengan ibadah-ibadah yang lain. Ini sejalan dengan sabda Nabi SAW. yang
menjadikannya pemisah antara orang kafir dan mukmin, dan bahwa siapa yang
menegakkannya maka dia telah menegakkan agama dan siapa yang melalaikan maka ia
sebagai peroboh agama. Hal tersebut demikian, karena dengan shalat sebagaimana yang
diajarkan agama, seseorang dapat terhindar dari aneka dosa dan kejahatan.
LV. Perintah ayat ini dilaksanakan dengan penuh ketekunan oleh Rasul saw. Karena
itu, "Bila beliau menghadapi kesulitan, beliau melaksanakan shalat." (HR. Ahmad melalui
Hudzaifah r.a.), dan karena itu pula Nabi SAW. bersabda, "Sedekat-dekat seorang hamba
kepada Tuhannya adalah pada saat dia sujud." (HR. Ahmad dan Muslim melalui Abu
Hurairah).
LW. Perintah berdakwah dengan terang-terangan ini, seperti diinformasikan oleh
ayat 90-92 Surat Al Hijr, yaitu adanya puncak pelecehan terhadap wahyu Allah SWT.
Orang kafir dan musyrikin Mekkah sebagai kebohongan yang oleh Al-Qur'an diistilahkan
dengan "al-muqtasimin". adalah sekelompok dari kaum musyrikin Makkah yang memberi
penilaian buruk terhadap Al Qur'an. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa tokoh kaum
musyrikin yaitu Walid Ibn al Mughirah menugaskan sekian orang di gerbang masuk kota
Mekah untuk membagi diri dang menyampaikan kepada siapa pun yang akan
melaksanakan ibadah haji bahwa Al-Qur'an bukan firman Allah SWT. tetapi ia adalah sihir,
atau syair, atau ocehan tukang tenung, QS. al Hijr (15): 90-92


LX

LY. 90. sebagaimana (kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan
(azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (kitab Allah). 91. (yaitu) orang-orang
yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi. 92. Maka demi Tuhanmu, Kami pasti
akan menanyai mereka semua,
LZ. Kewajiban agama harus dilaksanakan hingga akhir hayat karena kewajiban
keagamaan bertujuan mengatur lalu lintas kehidupan manusia yang merupakan makhluk
sosial. Manusia sering kali bersifat egois, ingin menang sendiri, padahal demi
kemaslahatan bersama, ketenangan dan keadilan harus ditegakkan, dan benturan
kepentingan sedapat mungkin dihindari.
MA.Dari sini, Allah SWT, menetapkan syariat dan menjelaskan sanksi dan
ganjaran, agar dengan demikian setiap orang sadar dan takut kepada-Nya. Dalam rangka
mengingatkan manusia tentang kehadiran Allah serta sanksi dan ganjaran-Nya, serta
mengingatkan pula mereka akan perjalanan hidupnya hingga menemui Allah SWT kelak
dalam rangka itulah, antara lain - Allah SWT mensyariatkan ibadah. Tanpa mengingat
Allah SWT. dan mengingat sanksi dan ganjaran-Nya, serta tanpa takwa, yakni upaya
menghindari siksa-Nya, hidup manusia sebagai individu dan anggota masyarakat akan
sangat terganggu dan diliputi oleh rasa tidak aman.
MB. Dakwah Nabi Muhammad SAW., secara terang terangan ini mengalami
gangguan serius bukan saja dari orang lain, tetapi juga dilakukan oleh paman Nabi
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

55

Muhammad SAW., sendiri, dimana pada awalnya merupakan penyokong utama misi suci
tersebut. Adalah Abu Lahab dan isterinya yang turut menyokong kegiatan buruk itu dengan
melancarkan fitnah tentang Rasulullah. Kemarahan Abu Lahab dan sikap permusuhan
kalangan Quraisy yang lain tidak dapat merintangi tersebarnya dakwah Islam di
kalangan penduduk Mekah itu. Kedaan itulah yang menyebabkan Abu Lahab dan isterinya
diabadikan dalam QS. Al Lahab (111) : 1-5.


MC

MD. 1. binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa 2.
tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan 3. kelak Dia
akan masuk ke dalam api yang bergejolak 4. dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu
bakar 5. yang di lehernya ada tali dari sabut.
ME.
D. Prilaku Orang Yang Menerapkan Kewajiban Berdakwah (Pendalaman Karakter)
MF. Dengan memahami ayat-ayat tentang kewajiban berdakwah, maka seharusnya
ananda memiliki sikap-sikap yang harus tumbuh dari diripribadi ananda, untuk itu Coba
sebutkan sikap-sikap lain yang ananda temukan dari tema pembahasan kita hari ini,
sebagaimana contoh ;
1. Memiliki sifat lemah lembut di dalam berkata & bertindak serta memilih utk melakukan cara
yang paling mudah.
2.

..

MG.
G.Rangkuman
MH.
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan
beberapa hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materimateri pokok lain yang belum tercantum di sini!
a. Dakwah adalah kewajiban setiap muslim, dilakukan dengan tiga metode, yaitu dengan hikmah
(mengambil pelajaran dari kejadian yang ada), menggunakan ungkapan yang dapat menyentuh
rasa dan perasaan sehingga dapat diterima oleh kebanyakan masyarakat dan mengadakan
perdebatan menyangkut permasalahan dengan penuh antusias, sopan dan rasional dengan
mengedepankan prinsip kebaikan, fungsional dan kemaslahatan.
b. ..

c.

d.

..
MI.
MJ.
56

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

MK.

Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya,

soalnya, carilah referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal
esay
H. Ayo berlatih
Evaluasi Cognitif melalui Pilihlah Ganda

I.

1. Apakah arti dakwah secara etimologi?


A. Hasutan
B. Perdamaian
C. Seruan
D. Mengajak
E. Jawaban c dan d benar
2.

berarti

A. Pengadilan
B. Baik
C. Pengajaran
D. Pelajaran
E. Jawaban c dan d salah
3. Dakwah adalah seruan atau ajakan kepada
keinsyafan. Merupakan definisi dakwah
menurut
A. Qurais Sihab
B. Toha Yahya Oemar
C. Ali Mahfud
D. Syeh Ali
E.Mohammad Natsir
4. Dimulai dari siapakah Nabi Muhammad
SAW. menyampaikan dakwah
A. Orang Arab
B. Abu Jahal
C. Zaid bin Harithah
D. Istri dan keluarganya
E. Dirinya sendiri
5. Siapakah tokoh yang menjelaskan bahwa
hikmah adalah perkataan yang jelas dan
tegas yang disertai dalil yang dapat
mempertegas kebenaran?
A. Quraisy Syihab
B. Syaikh Ali Mahfud
C. Toha Yahya Oemar
D. Syaikh Mustafa Al-Maraghi

MN.

E. Semua jawaban salah


6. Berikut
adalah
al-Quran
yang
mencantumkan kata Qaulan Layyina ....
A. QS Taha: 44
B. QS Taha: 54
C. QS Taha: 144
D. QS Al-Baqarah: 263
E. QS Al-Isra: 23
7.
Berikut bukanlah prinsip komunikasi
dakwah dalam al-Quran
A. Qaulan Baligha
B. Qaulan Maysura
C. Qaulan Qadima
D. Qaulan Layyina
E. Qaulan Karima
8. Aksi bom bunuh diri berdalih agama
bertentangan dengan al-Quran ....
A. an-Nahl 125
B. an-Nahl 152
C. an-Nahl 128
D. an-Nahl 127
E. an-Nahl 135

9. Kata
berarti
A. Mencacimu
B. Mendurhakaimu
C. Menghianatimu
D. Membenci
E. Semua jawaban benar
10. Diriwayatkan oleh siapakah Asbabun
Nuzul dari surat Al-Hijr : 94-99
A. Bukhari dan Muslim
B. At-Tirmidzi
C. Al-Bazar dan At-Tabrani
D. Ar-Razi
E. Jawaban b dan c benar

ML.
MM.
II. EVALUASI PSIKOMOTORIK

MO. Hafalkan ayat, terjemahkan dan menganalisis ayat-ayat tentang pembinan pribadi dan keluarga
beserta masarakat

NILA
MUNILAI
MT
I ANALISIS
TARJAMAH

NILAI
HAFALAN

.MR NA
.MQ.MP
.MS MA SISWA NO
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

57

.NE .ND .NC .NB .NA .MZ


QS
. .QS
.
3 2 1 3 2 1
..
.
.NO .NN .NM .NL .NK .NJ .
.
MY

MX

NI

OJ.

.NY .NX .NW .NV .NU .NT

.OI .OH .OG .OF .OE .OD

.NG .NF
1
.NQ .NP
2
.OA .NZ
3

NH

NS

OC

NR

OB

III. EVALUASI AFEKTIF

a. KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)

OK.
Setelah Anda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman
sebangku Ananda atau dengan kelompok Ananda, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan
hasil diskusi tersebut di depan kelas.
OL.
No

OM.
Masalah

ON.
Diskusi

OO.
1.
OP.

OQ.
Mengapa orang perlu
OR.
Berdawah
OU.
Mengapa kita harus
memiliki
strategi
dalam berdawah?
OX.
Apa saja strategi yang
tepat
untuk
berdakwah?
PA.Apa contoh dalam
kehidupan seharihari perilaku yang
termasuk
berdawah?

OS.

OT.
2
OW.
3
OZ.
4

Hasil

OV.

OY.

PB.
PC.

.PD
PE. Sementara kelompok lain bercerita, kelompok yang lainnya menilai
dengan panduan berikut!
PF.
PG.
Hal
PH.
N
yang dinilai
Skor
PI.
1.
58

PJ.Ketepatan isi fenomena

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

PK.

PL.
2.
PO.
3.
PR.
4
PU.
5.

PM.
Keperca
yaan diri (penampilan)
PP.Keruntutan penyampaian

PN.

PS.
Ketaatan
pada prosedur penceritaan
yang telah disepakati
PV.
Kreativit
as menyajikan

PT.

PQ.

PW.

PX.
PY.

b. Konsep Diri (self-concept)


2. Bagaimana sikap Ananda dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sudahkah bisa di contoh
teman sebayamu?
PZ. .......................................................................................................................................................................
.........
QA. .......................................................................................................................................................................
.........
QB. .......................................................................................................................................................................
.........
QC.

3. Sebutkan beberapa contoh sikap berdakwah yang telah ananda lakukan dalam aktifitas
sehari-hari?
QD. .......................................................................................................................................................................
......... ......................................................................................................................................................................
..........
QE. .......................................................................................................................................................................
.........
QF.

c. Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)

PMT (penugasan materi tersetruktur) :


QG. Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut, dalam buku tugasmu!.
1. Sebut dan jelaskan metode-metode dakwah !
2. Jelaskan mengapa Rasulullah berdakwah secara terang-terangan !
3. Sebut dan jelaskan 3 sasaran dakwah !
4. Sebutkan hikmah kandungan ayat dari surat asy-Syuara : 214-216!
5. Jelaskan maksud dari Q.S.ali Imran : 111 !
QH.
PESAN MORAL Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari sekarang, dari
yang kecil, dari diri sendiri
QI.
PMTT (Penugasan materi tidak tersetruktur):
1.
Lihatlah realitas masyarakat yang bertentangan dengan
syariat Islam dan jelaskan strategi dalam berdakwah untuk mereka!
2.
Akhir-akhir ini banyak yang mengatas namakan agama
mereka melakukan kekerasan, hakekatnya bagaimana agama melihat realitas tersebut,
Diskusikan dan jelaskan argumentasimu berdasarkan dalil.
QJ.
QK. *MEREFLEKSI
QL.
Kalian sudah belajar banyak tentang perilaku bardakwah, Bacalah dengan saksama
pernyataan berikut !
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

59

Pilihlah SY jika kalian sangat yakin, Y= yakin, KY= kurang\ yakin .QM
Saya yakin
QP. QQ. QR.
S
Y
K

QN.
No

QO.

QS.
1
QT.
QY.
2
QZ.
RE.
RF.
3
RL.
4

QU.
Saya
tokoh tersebut fenomenal

RQ.
5

yakin

bahwa

QV.

QW.

QX.

RA.
Ayat-ayat yang di
tentukan di atas dapat menggugah pemikiran
saya dengan gemilang
RG.
Betapa
pentingnya
berdakwah dengan strategi yang tepat

RB.

RC.

RD.

RH.
RI.

RJ.

RK.

RM.
Saya harus mencari
strategi sendiri agar tidak terkesan meniru
gaya orang lain
RR.
Tidak apa-apa meniru
gaya orang lain asalkan baik dan bias diterima

RN.

RO.

RP.

RS.

RT.

RU.
.RV

RW.*REFLEKSI PENERIMAAN SUATU PERILAKU


RX. Bacalah kasus berikut! Tuliskan komentarmu terhadap kasus tersebut!
RY.
RZ.
SA.
No
Kasus
SB.
1
SC.
SF.
2
SI.
3

SD.
Si-B dalam semua
tindakan
selalu
bernilai dawah
SG.
Si-A selalu membuat
onar dalam tiap
tindakan
SJ. Teman sekelas yang
nambak
santun
dalam berbicara

Komentar

SE.

SH.

SK.
SL.

.SM
SN.
*RENCANA AKSI (Ayo Bertindak)
Orang hebat adalah orang yang dapat melakukan apa yang dia ketahui. Sekarang saatnya
Kalian merancang kegiatan untuk dapat berlatih mempraktikkan/tidak akan
mempratikkan apa yang Kalian pelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Buatlah rencana tindakan untuk meningkatkan dirimu
Rencana perilaku (dimulai dari sekarang) yang akan kalian lakukan
SO.
No.
SS.
1
ST.

SP. Yang akan saya


lakukan
SU.

SV.

SR. Hasil
melakukan
SW.

SX.
2
SY.

SZ.

TA.

TB.

TC.
60

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

SQ. Kendala

TE.

TD.

Nila
i

TH.

Catatan Guru

TF.
TG.

TI.
TJ.

M u t ia r a H ik m a h
TK.
TL.

TM.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

61

TN.

Tanggungjawab Manusia Terhadap Keluarga


Dan Masyarakat

TO.
KI (Kompetensi Inti):
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

KD (Kompetensi Dasar) :
3.8

Memahami kandungan Al-Quran tentang tanggungjawab manusia terhadap


keluarga dan masyarakat dalam surah at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah alAnaam:70; surah an-Nisaa:36 dan surah Huud: 117-119.

4.4.

Mencontohkan perilaku bertanggungjawab terhadap keluarga dan


masyarakat sesuai kandungan Al-Quran surah at-Tahriim:6, surah
Thaahaa: 132; surah al-Anaam:70 ; surah an-Nisaa:36 dan surah Huud:
117-119.

Indikator

62

menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS at-Tahriim:6, QS Thaahaa: 132; QS al-Anaam:70; QS anNisaa:36 danQS Huud: 117-119 tentang tanggungjawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat NK; Teliti, logis
dan sistematis

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

TP.

TQ.PETA KONSEP MATERI AJAR


TR.

TS.
TT.
TU. Tanggungjawab
TV.
TW.

TX.

TY.

Mari belajar membaca surah atTahriim:6, surah Thaahaa: 132; surah


al-Anaam:70 ; surah an-Nisaa:36 dan
surah Huud: 117-119.
Mari belajar arti, makna dan terjemah
QS at-Tahriim:6, surah Thaahaa: 132;
surah al-Anaam:70 ; surah anNisaa:36 dan surah Huud: 117-119.
Mari memahami QS at-Tahriim:6, surah
Thaahaa: 132; surah al-Anaam:70 ;
surah an-Nisaa:36 dan surah Huud:
117-119
melalui
menganalisis
is
Penerapan prilaku
tanggung
jawab

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

63

A. Mari Kita Renungkan


TZ.
Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;
UA.
UB.
Ananda sekalian apa arti belajar dan seberapa penting belajar bagi kalian? Nilai
apa yang bisa kalian dari gambar ini?
UD.
UE.
UF.
UG.
UH. sumber

UI. https://www.google.co.id/#q=tan
ggung+jawab+terhadap+diri+sen
diri

UC.
UK.
UJ. TANGGUNG JAWAB DIMULAI DARI DIRI
SENDIRI
UL.
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu. yakni seseorang
berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu, atau memberikan jawab dan
menaggung akibatnya atas segala yang dikerjakan, dan itu terlahir dari kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja dan pelaku benar-benar kalau tanggung jawab
sebagai bentuk perwujudan kesadaran akan kewajiban-kewajibanya.
UM.

amati gambar berikut ini dan buatlah komentar atau pertanyaan

B.

AmatiUN.
Gambar Berikut ini !
Setelah Anda mengamati gambar disamping buat
daftar komentar atau pertanyaan yang relevan
1. .
.
..
2. .
.
.
3.
..
..
4.
..
UT

5 ..

UU
..
6
UV
..

UW
7 ..

..
UX

UO.
UP.
UQ.
UR.
US.
Amati Gambar Berikut ini !

.
.
.
.
.

Sumber:https://www.google.co.id/search?q=tanggungjawab

.UY

UZ.

C. Mari Menanya

VA. Setelah ananda sekalian renungkan, membaca dan mengamati gambar / cerita di atas,
64

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

ada beberapa pertanyaan yang perlu kalian kaji Buatlah pertanyaan-pertanyaan dengan
menggunakan bentuk kata: bagaimana, apa, mengapa, jelaskan dan lain-lain! Contoh:
1. Bagaimana akibatnya jika kita dalam bertangungjwab atas semua hal yang kita lakukan asalasalan?
2.

3.

4.

.VB

D. Mari Belajar
VC.
Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah
ayat-ayat yang berkaitan dengan tanggung jawab berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta
usahakan ananda bisa menghafalnya
1. Membaca QS. At Tahrim (66) : 6


.VD








()

2. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS - At-Tahriim:6


VE.

: peliharalah

: bahan baku
: keras

VF.
: kasar
3. Ayo Memaknai Mufradt Penting
Kata (

) amanu, menunjuk pada kualitas keimanan yang beragam, yakni keadaan


yang berbeda antara kualitas keimanan antara yang satu dengan yang lain baik laki-laki
maupun perempuan.

Kata (
) ahl itu sendiri, yang baru bisa dipahami pengertiannya setelah dirangkaikan
dengan kata lain sehingga membentuk suatu kata majemuk. Jika dirangkaikan dengan kata
ganti orang pertama, kedua, atau ketiga, berarti keluarga dari orang yang disebut oleh kata
ganti itu, seperti ahlikum (

) , seperti pada ayat di atas.

Kalimat (

) quu anfusakum wa ahlikum naaro/


peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, Di antara penjelasan tafsir Ibnu Katsir,
Mujahid (Sufyan As-Sauri mengatakan, Apabila datang kepadamu suatu tafsiran dari
Mujahid, hal itu sudah cukup bagimu mengatakan : Bertaqwalah kepada Allah dan
berpesanlah kepada keluarga kalian untuk bertaqwa kepada Allah. Sedangkan Qatadah
mengemukakan : Yakni, hendaklah engkau menyuruh mereka berbuat taat kepada Allah
dan mencegah mereka durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menjalankan perintah
Allah kepada mereka dan perintahkan mereka untuk menjalankannya, serta membantu
mereka dalam menjalankannya. Jika engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah,
peringatkan dan cegahlah mereka.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

65

Demikian itu pula yang dikemukakan oleh Adh Dhahhak dan Muqatil bin Hayyan, dimana
mereka mengatakan : Setiap muslim berkewajiban mengajari keluarganya, termasuk
kerabat dan budaknya, berbagai hal berkenaan dengan hal-hal yang diwajibkan Allah Taala
kepada mereka dan apa yang dilarang-Nya.

Kalimat (

) waquduhannaasu wal hijaroh/ bahan


bakunya dari manusia dan batu. Menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya Fii Zilal alQuran, menyebutkan: Kumpulan antara manusia dan batu dalam neraka adalah sebuah
gambaran yang sangat menakutkan dan seolah-olah api neraka memamah (memakan) batubatu, sedangkan manusia bersama batu-batu itu di dalam neraka.

Malaikat yang disifati dengan (


) ghilazhun/kasar bukanlah dalam arti kasar
jasmaninya sebagaimana dalam beberapa kitab tafsir, karena malaikat adalah makhlukmakhluk halus yang tercipta dari cahaya. Atas dasar ini, kata tersebut harus dipahami
dalam arti kasar perlakuannya atau ucapannya. Mereka telah diciptakan Allah SWT khusus
untuk menangani neraka. "Hati" mereka tidak iba atau tersentuh oleh rintihan, tangis atau
permohonan belas kasih, mereka diciptakan Allah dengan sifat sadis, dan karena itulah

maka mereka (
) syidad/keras-keras yakni makhluk-makhluk yang keras hatiinya
dan keras pula perlakuannya.
VG.
4. Ayo menerjamah QS- At-Tahriim:6
VH. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,
keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka
dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
VI.
5. Ayo memahami isi Kandungan QS At-Tahriim:6
VJ.
Ayat di atas menggambarkan bahwa dakwah dan pendidikan harus bermula
dari rumah. Ayat di atas walau secara redaksional tertuju kepada kaum pria (ayah), tetapi itu
bukan berarti hanya tertuju kepada mereka. Ayat ini tertuju kepada perempuan dan lelaki (ibu
dan ayah) sebagaimana ayat-ayat yang serupa (misalnya ayat memerintahkan berpuasa) yang
juga tertuju kepada lelaki dan perempuan. Ini berarti kedua orang tua bertanggung jawab
terhadap anak-anak dan juga pasangan masing-masing sebagaimana masing-masing
bertanggung jawab atas kelakuannya
VK.
Di antara penjelasan Tafsir fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb tentang surat
At-Tahrim ayat 6 ini adalah bahwa setiap mukmin diwajibkan untuk memberikan petunjuk
kepada keluarganya dan memperbaiki seluruh anggota keluarganya, sebagaimana ia diwajibkan
terlebih dahulu memperbaiki dirinya. Islam juga mengatur keluarga dan kehidupan berumah
tangga. Rumah tangga yang Islami akan menjadi dasar terbentuknya masyarakat yang Islami.
VL.
VM.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang tan g g u n gja wab m a n usia
terhadap keluarga dan m as ya rakat ini, pelajari QS. Taha (20) : 132 berikut !
VN.
VO.
II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. Taha (20) : 132 berulang-ulang
secara tartil dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
VP.
1. Membaca QS. Taha (20) : 132

66

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

.VQ








2. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS Thaahaa: 132

VR.
bersabarlah

: keluargamu

VS.
: kami meminta
3. Ayo Memaknai Mufradt Penting

Kata (
) ahlaka/keluarga jika ditinjau dari masa turunnya ayat ini, maka ia hanya
terbatas pada istri beliau - Khadijah r.a. dan beberapa putra beliau bersama Ali bin Abi
Thalib r.a. yang beliau pelihara sepeninggal Abu Thalib. Tetapi bila dilihat dari penggunaan
kata ahlaka yang dapat mencakup keluarga besar, lalu menyadari bahwa perintah tersebut
berlanjut sepanjang hayat, maka ia dapat mencakup keluarga besar Nabi Muhammad saw.,
termasuk semua istri dan anak cucu beliau. Bahkan sementara ulama memperluasnya
sehingga mencakup seluruh umat beliau.

Kata (

)ishthabir dari kata ( )ishbir/bersabarlah dengan penambahan


huruf ( ) tha'. Penambahan itu mengandung makna penekanan.
Kata ( )rizq pada mulanya, sebagaimana ditulis oleh bahasa Arab, Ibn Faris, berarti

pemberian untuk waktu tertentu. Namun demikian, arti asal ini berkembang sehingga rizki
antara lain diartikan sebagai pangan, pemenuhan kebutuhan, gaji, hujan dan lain-lain,
bahkan sedemikian luas dan berkembang pengertiannya sehingga anugerah kenabian pun
dinamai rizki.
VT.
4. Ayo menarjamahkan Thaahaa: 132;
VU.
dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu
dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki
kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
VV.
5. Ayo Memahami isi kandungan ayat Qs Thaahaa: 132
VW. Kandungan Thaahaa: 132;
VX.
VY. Perintah tentang diwajibkannya mendirikan shalat tidak seperti Allah mewajibkan
zakat dan lainnya. Dilihat dari prosesnya yang luar biasa maka shalat merupakan kewajiban
yang utama, yaitu mengerjakan shalat dapat menentukan amal-amal lainnya. Tentu hal ini
berkaitan dengan fungsi salat, yakni sebagai pencegah kekejian dan kemungkaran. QS. Al
Ankabut (29) : 45.
VZ. Layak pula kita lebih menekankan dan meneladani tentang kesabaran dan ketabahan
Rasul SAW., dalam menekankan perintah menegakkan s}alat dalam lingkungan keluarga.
Bahkan beliau sendiri hampir tiap tengah malam digunakan untuk mendekatkan diri kepada
Allah SWT dengan shalat.
WA.Begitu pentingnya ritual ini sampai-sampai Nabi SAW. menerangkan cara yang paling
awal untuk mendisiplinkan diri kepada anak-anak agar melaksanakan salat dengan
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

67

memerintahkan pada usia sekitar tujuh tahun. Dan bila sampai umur 10 tahun tidak
melaksanakan shalat, hendaknya diberi hukuman.
WB.Cara bersabar menghadapi musibah dan penderitaan, menurut Imam Ghazali adalah
dengan menghindarkan perbuatan yang tidak lazim, yaitu berputus asa (Al Jazu), merobekrobek pakaian, memukul-mukul dinding, kemudian mengeluh menampakkan kekesalan secara
berlebihan atau melakukan rutinitas seperti berpakaian, tidur, makan, minum dan sebagainya di
luar kebiasaan.
WC.Setelah ayat yang lalu memerintahkan untuk menyucikan diri melalui shalat dan
bertasbih memuji Allah, serta tidak mengarahkan pandangan kepada kenikmatan duniawi guna
meraihnya dengan mengorbankan kenikmatan ukhrawi, kini dijelaskan bahwa setiap makhluk
telah dijamin Allah rizkinya.
WD.
WE. Allah sebagai ar-Razzaq menjamin rizki dengan menghamparkan bumi dan langit
dengan segala isinya. Dia menciptakan seluruh wujud dan melengkapinya dengan apa yang
mereka butuhkan, sehingga mereka dapat memperoleh rizki yang dijanjikan Allah itu. Rizki
dalam pengertiannya yang lebih umum upaya makhluk untuk meraih kecukupan hidupnya dari
dan melalui makhluk lain. Semua makhluk yang membutuhkan rizki diciptakan Allah
membutuhkan makhluk lain untuk dimakannya agar dapat melanjutkan hidupnya.
WF.
WG. Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang tan g g u n gja wab m a n usia
terhadap keluarga dan m as ya rakat ini, pelajari QS. Al Anam (6) : 70 berikut !
WH. III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. Al Anam (6) : 70 berulang-ulang secara
tartil dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
WI.
1. Ayo Membaca QS. Al Anam (6) : 70

2.


.WJ





()





Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS al-Anaam:70
WK.
WL.

: permainan dan kelengahan

: mereka telah ditipu


: dijerumuskan

WM.
3. Ayo Memaknai Mufradt Penting
Kalimat (

) dinahum laibun wa lahwun/menjadikan agama


mereka permainan dan kelengahan, dipahami oleh sementara ulama dalam arti kebiasaan
hidup mereka dalam arti perhatian dan keseharian mereka adalah permainan. Ada juga yang
memahaminya dalam arti kepercayaan dan tata cara mereka berhubungan dengan Tuhan,
yakni mereka berpesta pora di hadapan berhala-berhala mereka pada waktu-waktu tertentu,
serta bersiul dan bertepuk tangan dihadapan Ka'bah sebagaimana firman-Nya "Shalat mereka

68

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

Kata (
) tubsala pada mulanya berarti terhalangi. Kata ini biasanya digunakan untuk
keterhalangan yang tidak dapat dielakkan lagi buruk akibatnya. Dari sini, kata tersebut
digunakan dalam arti dijerumuskan dalam siksa, atau penjara atau neraka. Sementara ulama
memilih makna terhalangi, sehingga yang dimaksud adalah terhalangi dari rahmat dan
kebajikan. Ayat di atas secara tegas menyatakan bahwa amal buruk mereka bukan Allah yang
menjerumuskan dan menghalangi mereka meraih rahmat Allah.
Kata hanya dalam firman-Nya : hanya mereka itulah, dipahami berdasar susunan redaksi ayat

ini yang menggunakan kata (


) ulika yang menunjuk ke kata (
)
alladzina. Keduanya bersifat definitif. Redaksi demikian menghasilkan pengkhususan yang
diterjemahkan dengan makna hanya. Tentu saja bukan hanya mereka yang dijerumuskan ke
dalam siksa, tetapi karena dosa pelecehan terhadap ayat-ayat Allah sedemikian besar, maka
seakan-akan hanya mereka yang disiksa. Atau boleh jadi siksa buat mereka adalah siksa
tersendiri, sehingga hanya mereka yang mendapatkannya.
WN.

4. Ayo menarjamahkan Qs al-Anaam:70 ;


WO. dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main
dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka)
dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena
perbuatannya sendiri. tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at
selain daripada Allah. dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak
akan diterima itu daripadanya. mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam
neraka. bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang
pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
WP.

5. Ayo memahami isi kandungan Qs al-Anaam:70 ;


WQ.
Ayat di atas tidak menyatakan kalau kamu melihat "mereka", tetapi langsung
menunjuk kepada orang-orang tertentu dengan kelakukan tertentu. Ini mengisyaratkan bahwa
mereka yang dimaksud di sini, bukan semua yang mendustakan ayat-ayat Allah, tetapi ada
sekelompok dari yang mendustakan itu, yang berkelakuan sangat buruk, yaitu di samping
mengingkari kebenaran ayat-ayat Allah juga melecehkannya. Nah, secara umum, Nabi SAW.
tetap diperintah untuk menyampaikan ajakan dan masuk ke majelis dan tempat-tempat mereka
yang mendustakan agama, agar dakwah berlanjut terus, tetapi tempat-tempat pelecehan agama
harus beliau hindari.
WR.
WS. Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang tan g g u n gja wab m a n usia
terhadap keluarga dan m as ya rakat ini, pelajari QS. An Nisa (4) : 36 berikut !
WT.IV. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. An Nisa (4) : 36 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1. Ayo Membaca QS. An Nisa (4) : 36

.WU














()








2. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS an-Nisaa:36

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

69



: tetangga yang dekat
WW.
: tetangga yang jauh



WX.




: teman sejawat
WY.

: sombong

WZ.

: membangga-banggakan diri

Ayo Memaknai Mufradt Penting


WV.

3.

70

Kata ibadah diterjemahkan dengan menyembah, mengabdi, dan taat. Kata tersebut dapat
menggambarkan "kekokohan" dan "kelemah lembutan", karena seseorang dinamakan
menyembah, mengabdi, dan taat menggambarkan situasi ketiadaberdayaan karena merasa
butuh akan perlindungan atau takut akan murka maka, ia akan melakukan dengan penuh
kehati-hatian demi kesempurnaan penghambaanya.
Penggunaan kata penghubung "bi" bukan li yang berarti untuk dan ila yang berarti
kepada,
ketika
berbicara
tentang
bakti
kepada
ibu-bapak,
( )wa bi al-walidaini ihsana. Menurut pakar-pakar
bahasa, kata ila mengandung makna jarak, sedangkan Allah tidak menghendaki adanya
jarak walau sedikit pun dalam hubungan antara anak dan orang tuanya. Anak harus selalu
mendekat dan merasa dekat kepada lbu-bapaknya. Itu pula sebabnya tidak dipilih kata
penghubung li yang mengandung makna peruntukan.
Pada kata husn yakni ihsanan, mencakup segala sesuatu yang menggembirakan dan disenangi.
"Hasanah" digunakan untuk menggambarkan apa yang menggembirakan manusia karena
perolehan nikmat, menyangkut diri, jasmani, dan keadaannya. Demikian dirumuskan
oleh pakar kosa kata Al Qur'an, Ar Raghib Ashfahani. Selanjutnya, menurut pakar
tersebut, kata ihsan digunakan untuk dua hal, yakni memberi nikmat kepada pihak lain
dan perbuatan baik. Karena itu, kata ihsan lebih luas dari sekadar memberi nikmat atau
nafkah, maknanya, bahkan lebih tinggi dan dalam dari kandungan makna adil, karena adil
adalah "memperlakukan orang lam sama dengan perlakuannya kepada Anda", sedangkan
ihsan adalah "memperlakukannya lebih baik dari perlakuannya terhadap Anda." Adil
adalah mengambil semua hak Anda dan atau memberikan semua hak orang lain,
sedangkan ihsan adalah "memberi lebih banyak danpada yang hams Anda berikan dan
mengambil lebih sedikit dari yang seharusnya Anda ambil."
Kata () tetangga yang dekat
dan tetangga yang jauh. Sementara ulama menetapkan bahwa tetangga adalah penghuni yang
tinggal di sekeliling rumah Anda, sejak dari rumah pertama hingga rumah keempat puluh.
Baik yang anda kenal maupun tidak nama masing-masing.
Kata () dapat dipahami dalam arti istri, bahkan siapa pun
yang selalu menyertai seseorang di rumahnya, termasuk para pembantu rumah tangga.
Makna ini perlu ditekankan terutama karena sementara orang baik sebelum dan sesudah
turunnya Al Qur'an, hingga kini, masih banyak yang memperlakukan istri dan atau para
pembantunya secara tidak wajar, yakni masih adanya tindakan kekerasan dalam rumah
tangga (KDRT).

Kata (
) ibnu sabl yang secara harfiah berarti anak jalanan. Maka para
ulama dahulu memahami dalam arti siapapun yang kehabisan bekal, dan dia sedang dalam
perjalanan.
Kata () mukhtalan terambil dari akar kata yang sama dengan khayal/khayal.
Karenanya, kata ini pada mulanya berarti orang yang tingkah lakunya diarahkan oleh
khayalannya, bukan oleh kenyataan yang ada pada dirinya. Biasanya orang semacam ini
Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

berjalan angkuh dan metasa diri memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang lain.
Dengan demikian, keangkuhannya tampak secara nyata dalam kesehariannya. Seorang yang
mukhtal membanggakan apa yang dimilikinya, bahkan tidak jarang membanggakan apa
yang pada hakikatnya tidak ia miliki. Dan inilah yang ditunjuk oleh kata ()
fakhuran yakni sering kali membanggakan diri. Memang, kedua kata ini yakni mukhtdl dan
fakhur mengandung makna kesombongan. Tetapi yang pertama kesombongan yang terlihat
dalam tingkah laku, sedang yang kedua adalah kesombongan yang terdengar dari ucapanucapan.

.XA
4. Ayo menarjamahkan Qs an-Nisaa:36
XB. 36. sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan
sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak
yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman
sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membangga-banggakan diri,
XC.
5. Ayo memahami isi kandungan Qs an-Nisaa:36
XD.
Pada ayat di atas membahas tentang ibadah. Perintah beribadah dalam ayat 36
Surat An Nisa berlaku untuk seluruh muslim, dibarengi dengan seruan agar dalam menjalankan
ibadah harus murni (ikhlas) dan terbebas dari tindakan yang mengarah pada syirk dalam
beribadah.
XE.
Al Raghib Ishfahaniy, mengkategorikan syirik yang terdapat dalam Al Quran
kepada dua kategori syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar adalah mengakui bahwa Allah
mempunyai sekutu. Syirik besar disebut juga dengan syirik jaliy (syirik terangterangan). Adapun syirik kecil adalah melakukan perbuatan seperti ritual keagamaan, tidak
untuk mencari keridhaan Allah, tetapi karena tujuan-tujuan tertentu. Syirik jenis ini disebut juga
dengan syirik khafiy (syirik tersembunyi).
XF.
Ibadah bukan saja ibadah ritual atau yang juga dikenal dengan ibadah
mahdhah, yakni ibadah yang cara, kadar, dan waktunya ditetapkan oleh Allah atau Rasul,
seperti shalat, zakat, puasa dan haji; tetapi mencakup segala macam aktivitas, yang hendaknya
dilakukan demi karena Allah. Tetapi menyangkut ibadah yang bersifat muamalah (ghairu
mah}d}ah).
a. Berbuat Baik Kepada Orang Tua (Birrul Walidain)
XG.
Al Birr yaitu kebaikan yang didasari oleh perintah atau dalil ajaran agama.
Berbakti pada kedua orang tua adalah sebuah kewajiban yang sangat luhur dan mulia. Allah
sering menyandingkan perintah berbakti pada orang tua dengan perintah mengesakan-Nya. Ini
menunjukkan agungnya hak kedua ibu bapak.
XH.
Ihsan (bakti) kepada orang tua yang diperintahkan agama Islam adalah
bersikap sopan santun kepada keduanya dalam ucapan dan perbuatan sesuai dengan adat
kebiasaan masyarakat, sehingga mereka merasa senang terhadap kita, dan mencukupi
kebutuhan-kebutuhan mereka yang sah dan wajar sesuai dengan kemampuan kita (sebagai
anak).
XI.
Pakar Tafsir Mutawalli Asy-Sya'rawi dalam tafsirnya menulis perbedaan antara
perintah mempersembahkan ihsan atau kebajikan kepada kedua orang tua dengan perintah
memperlakukan mereka dengan maruf sebagaimana dinyatakan dalam QS. Luqman (31): 15
b. Berbuat Baik Kepada Orang Lain
XJ.
Ulama menetapkan bahwa tetangga adalah penghuni yang tinggal di sekeliling
rumah Anda, sejak dari rumah pertama hingga rumah keempat puluh. Ada juga ulama yang
tidak memberi batas tertentu dan mengembalikannya kepada situasi dan kondisi setiap
masyarakat.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

71

XK.
Betapapun, kita dapat berkata bahwa dewasa ini seringkali ada tetangga yang
tidak kita kenal namanya, atau bisa jadi juga ada yang tidak seagama dengan Anda; kendati
demikian, semua adalah tetangga yang wajib mendapat perlakuan baik. Ikut bergembira
dengan kegembiraannya, menyampaikan belasungkawa karena kesedihannya, serta
membantunya ketika mengalami kesulitan.
c. Larangan Sombong dan Membanggakan Diri
XL.
Sombong adalah salah satu sifat yang dibenci Allah SWT. Sifat ini banyak
jenis dan bentuknya, ada yang nyata dan ada juga yang samar-samar. Kesombongan yang
nyata adalah kesombongan yang dapat dilihat oleh manusia, seperti merendahkan orang lain,
memamerkan harta, membanggakan kedudukan jabatan, membanggakan keturunan, merasa
lebih daripada orang lain, dan lain sebagainya.
XM.
Kesombongan yang samar-samar seperti ini, tanpa disadari telah banyak
menjerumuskan para ahli agama ke dalam neraka. Kesombongan semacam ini disebut riya,
gila pujian, pengaguman terhadap diri sendiri, dan yang lebih berbahaya lagi adalah dekat
pada penyembahan terhadap diri sendiri.
XN.
Ayat ini menunjukkan bahwa betapa tidak pantasnya manusia itu untuk
berperilaku sombong, hanya Allah saja yang pantas untuk menyandang kesombongan itu
karena hanya Allah yang mampu menembus bumi, dan hanya Allah saja yang Mahatinggi.
Ayat-ayat di atas juga menunjukkan bahwa sifat sombong adalah warisan dari Iblis yang
dilaknat Allah SWT. Apabila sifat ini ada pada manusia, sama saja si manusia yang sombong
itu memiliki nasab garis keturunan sifat dari sifat iblis yang dilaknat Allah.
XO.
XP.Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang tan g g u n gja wa b m a n usia
terhadap keluarga dan m as ya rakat ini, pelajari QS. Hud (11) : 117-119 berikut
!
V. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. Hud (11) : 117-119berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
XQ.
1. Ayo Membaca QS. Hud (11) : 117-119

2.







.XR


( )











()

Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS Huud: 117-119


XS.
negeri

XT.
berselisih pendapat

: membinasakan

: senantiasa

negeri-

XU.
: akan memenuhi
3. Ayo Memaknai Mufradt Penting
Kata (

), tidak pernah ada adalah satu istilah yang mengandung makna
penekanan dan kesungguhan. Kata ini biasa juga diterjemahkan dengan tidak wajar
atau tidak sepatutnya. Dengan menyatakan tidak pernah ada, maka tertutup sudah
72

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

kemungkinan dapat terjadinya hal tersebut dalam keadaan apa pun, padahal kalau
dilakukan ada kemungkinan untuk bisa terlaksana.
Kata () mushlihun adalah bentuk jamak dari kata mushlih. Seseorang
dituntut, paling tidak, menjadi shalih, yakni memelihara nilai-nilai sesuatu sehingga
kondisi sesuatu itu tetap bertahan sebagaimana adanya, dan dengan demikian
sesuatu itu tetap berfungsi dengan baik dan bermanfaat.
Kata () sekiranya dalam firman-Nya: /sekiranya Allah menghendaki, menunjukkan
bahwa hal tersebut tidak dikehendaki-Nya, karena kata law tidak digunakan kecuali
untuk mengandaikan sesuatu yang tidak mungkin terjadi/mustahil.
Kata (
) ummah berarti semua kelompok, baik manusia maupun binatang yang
dihimpun oleh sesuatu, seperti agama yang sama, waktu atau tempat yang sama,
baik penghimpunannya secara terpaksa, maupun atas kehendak mereka.
Kata rahmat dalam redaksi
,berarti hidayah yakni merupakan tujuan
penciptaan, maksudnya tujuan perantara menuju tujuan akhir yaitu kebahagiaan
abadi.
Kata (

) Kalimat Tuhanmu dipahami dalam arti kekuasaan-Nya


mewujudkan sesuatu sesuai dengan kehendak dan pengetahuan-Nya.

.XV
4. Ayo menarjamahkan Huud: 117-119.
XW. 117. dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim,
sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan 118. Jikalau Tuhanmu
menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa
berselisih pendapat 119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk
Itulah Allah menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan:
Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang
durhaka) semuanya.

.XX
5. Mari memahami isi kandungan Qs Huud: 117-119.
XY.
Mutawalli Asy-Sya'rawi menulis bahwa "negeri-negeri yang penduduknya
melakukan perbaikan, tidak akan dibinasakan Allah. Perbaikan yang mereka lakukan,
akan membangun keseimbangan antara gerak manusia dan gerak alam."
XZ.
Kedurhakaan manusia tidak akan merugikan Allah, atau mengurangi
kekuasaan-Nya. Sama sekali tidak. Untuk menegaskan hal tersebut, ayat ini meneruskan
penjelasannya dengan menyatakan dan sekiranya Tuhanmu, wahai Muhammad, yang selama
ini selalu berbuat baik dan membimbingmu, menghendaki, tentu Dia menjadikan seluruh
manusia umat yang satu, yakni menganut satu agama saja dan tunduk dengan sendirinya
kepada Allah SWT., seperti halnya para malaikat, tetapi Allah tidak menghendaki yang
demikian, sehingga jenis manusia tidak menjadi umat yang satu.
YA. Allah memberi mereka kebebasan memilih sehingga mereka senantiasa berselisih
pendapat, meskipun menyangkut persoalan-persoalan pokok agama yang mestinya tidak
diperselisihkan. Mereka berselisih menurut kecenderungan, cara berpikir dan hawa nafsu
masing-masing, serta bersikeras dengan pendapatnya. Kecuali, orang-orang yang diberi
rahmat oleh Tuhan.
a. Kesalehan Pribadi dan Sosial
YB.
Seorang muslih adalah seseorang yang menemukan sesuatu yang hilang
atau berkurang nilainya, tidak atau kurang berfungsi dan bermanfaat, lalu melakukan
aktivitas (memperbaiki) sehingga yang kurang atau hilang itu dapat menyatu kembali
dengan sesuatu itu. Yang lebih baik dari itu ia adalah seseorang yang menemukan sesuatu
yang telah bermanfaat dan berfungsi dengan baik, lalu dia melakukan aktivitas yang
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

73

melahirkan nilai tambah bagi sesuatu itu, sehingga kualitas dan manfaatnya lebih tinggi dari
semula.
b. Satu Umat
YC.
Kalau Allah berkehendak menjadikan semua manusia sama, tanpa
perbedaan, maka Dia menciptakan manusia seperti binatang tidak dapat berkreasi dan
melakukan pengembangan, baik terhadap dirinya apalagi lingkungannya. Tapi itu tidak
dikehendaki Allah, karena Dia menugaskan manusia menjadi khalifah. Dengan perbedaan
itu, manusia dapat berlomba-lomba dalam kebajikan, dan dengan demikian akan terjadi
kreatifitas dan peningkatan kualitas. Karena hanya dengan perbedaan dan perlombaan yang
sehat, kedua hal itu akan tercapai. Antara lain untuk itulah manusia dianugerahi-Nya
kebebasan bertindak, mcmilah dan memilih.
YD.
Memang Allah menganugerahkan mereka kemampuan memilih, tetapi itu
mestinya mereka hanya mereka gunakan dalam persoalan selain persoalan prinsip ajaran
agama, tetapi demikianlah jadinya, mereka menggunakannya juga dalam persoalan itu.
Allah tidak mencabut kehendak mereka, tetapi mengecam yang berselisih dalam hal itu dan
memperingatkan bahwa siapa yang memilih selain ajaran-Nya maka Dia terancam oleh
siksa-Nya
YE.
YF.

* Hal-Hal Yang Harus Dipikirkan Oleh Setiap Manusia Bahwa Ia Memiliki Tanggungjawab

Kepada Keluarga Sebagai Berikut;


a. Kehidupan Keluarga
YG. Ali Bin Abi Thalib ra mengomentari ayat ini dengan mengatakan, Bentuklah
adab mereka dan ajarkan mereka (agama yang mulia ini). Di kesempatan lain Ibnu Abbas
mengatakan, Ajaklah keluargamu untuk taat kepada Allah, takut-takutilah mereka untuk
berbuat masiat, dan perintahkan untuk selalu mengingat Allah, niscaya Dia akan
menyelamatkan kalian dari api neraka. Walhasil kata menjaga berarti aktivitas yang tidak
akan berhenti kecuali kalau waktunya telah habis, untuk ukuran manusia tentunya sampai
kematian datang menjemputnya.
YH. Tugas membentuk akhlak yang baik, menjaga keluarga dari kemaksiatan dan
melanggengkannya untuk selalu taat kepada Allah, adalah aktivitas yang tidak gampang,
diperlukan komitmen dan ilmu yang baik. Setiap anggota keluargapun mempunyai
kewajiban yang sama untuk saling mendukung aktivitas ini, walau konteks ayat yang mulia
ini mengedepankan suami sebagai pemeran utama, karena kata ahlikum maknanya adalah
istri kalian, yang berarti ayat ini ditujukan kepada para suami. Hal ini bisa dipahami karena
kesuksesan terbesar dari program ini manakala suami sebagai kepala rumah tangga telah
memulainya, dan di tangannya ada kekuasaan untuk memaksa dan mengarahkan istri serta
anak-anaknya untuk taat kepada Allah.
YI.
Namun dalam beberapa nash-nash syari menunjukan bahwa semua anggota
keluarga mempunyai kewenangan dalam menjaga rutinitas ruhiyah dalam rumah tangga.
Seorang suami memperingatkan istrinya, begitu pula istri mengingatkan suaminya, bapak
memperingatkan anak-anaknya, begitu pula anak memperingatkan orang tuanya, begitu
seterusnya sehingga seluruh anggota rumah tangga siap menjadi pelayan Allah, karenanya
Rasulullah SAW., pernah bersabda, Allah merahmati seorang suami yang bangun malam
untuk qiyamullaili kemudian ia juga membangunkan istrinya untuk itu, Allah merahmati
seorang istri yang bangun malam untuk qiyamullaili dan ia membangunkan suaminya.
YJ.
Rutinitas ibadah yang harus dijaga dalam rumah tangga diantaranya adalah
membiasakan untuk saling bertausiyah kepada kebaikan dan kesabaran. Alangkah
bahagianya kalau seorang suami selesai shalat duduk sebentar memberikan sedikit nasehat
kepada istri dan anak-anaknya, atau dalam berbagai kesempatan lainnya. Diantara rutinitas
lainnya seperti membaca Al-Quran, karena betapa besar pengaruhnya dalam menerangi hati
seluruh anngota keluarga.
YK. Rumah yang sering dibacakan Al-Quran akan membentuk penghuninya
gampang menerima hidayah dan kebaikan. Tak kalah pentingnya adalah membiasakan diri
74

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

untuk bangun malam, ambil waktu sedikit untuk khusus munajat kepada Allah perbanyak
istigfar, karena rumah tangga adalah biduk yang sedang mengarungi bahtera yang penuh
ombak besar, kapan saja biduk ini akan bisa tenggelam, dan bisa anda bayangkan apa yang
diingat orang kala itu? Allah yang maha agung, pertolongan dan penjagaanNya lah yang
sangat diharapkan, maka akan sangat naf seorang hamba yang lemah ini membangun
keluarganya hanya mengandalkan kemampuan pribadi saja, maka jangan heran banyak
biduk yang tenggelam sebelum sampai tujuan.
b. Kurikulum Pendidikan Keluarga
1)

Mengajarkan aqidah yang benar


YL.
Keimanan (aqidah) adalah hal terpenting yang harus senantiasa diperhatikan
oleh orangtua. Karena jika aqidah seseorang baik dan kuat maka segi-segi yang lainpun
akan menjadi baik.

2)

Tauladan dalam ibadah dan akhlaq


YM.
Keteladanan merupakan faktor penting dalam sebuah pendidikan. Baik atau
buruknya akhlak seorang anak sangat tergantung dari keletadanan yang diberikan oleh
orangtua.
YN.
Menurut Abdullah Nashih Ulwan, hal ini karena orang tua adalah contoh
terbaik dan terdekat dalam pandangan anak,yang akan ditirunya dalam tindak-tanduknya
dan tata santunnya, disadari ataupun tidak, bahkan tercetak dalam jiwa dan perasaan suatu
gambaran orangtua tersebut, baik dalam ucapan atau perbuatan, baik material atau
spiritual, diketahui atau tidak diketahui. Betapapun suci dan bersihnya fitrah manusia,
betapapun baiknya suatu sistem pendidikan tidak akan mampu mencetak/ membentuk
generasi yang baik, tanpa adanya keteladanan dari sang pendidik (orangtua).
YO.
Anak akan tumbuh dalam kebaikan, memiliki kemuliaan akhlak, jika kedua
orang tuanya memberikan teladan yang baik, demikian pula sebaliknya, ia akan tumbuh
dalam kesesatan, berjalan dalam kekufuran dan kemaksiatan, jika ia melihat kedua orang
tuanya memeberikan teladan yang buruk. Tidak mungkin sang anak belajar amanah,
kemuliaan, sopan santun, kasih sayang dan sebagainya, jika kedua orang tua memiliki
sifat yang berlawanan seperti dusta, kasar, suka mencela, pun sebaliknya.
YP.
Pendidikan keteladanan terbaik bagi anak, ialah jika kedua orang tua mampu
menghubungkan anaknya dengan keteladanan Rasulullah SAW, uswah seluruh ummat
manusia. Sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW: Didiklah anak-anakmu
tiga perkara : cinta kepada Nabi mereka, cinta kepada sanak keluarga dan membaca AlQur`an (H.R. ath-Thabrani)

3)

Menumbuhkan nilai-nilai ketaqwaan


YQ.
Bertaqwa kepada Allah adalah awal dari segalanya. Semakin tebal ketaqwaan
seseorang kepada Allah, semakin tinggi kemampuannya merasakan kehadiran Allah.
Allah SWT. menginginkan manusia agar bertaqwa dengan sebenar-benarnya. Berbagai
cara yang dapat kita lakukan, sebagai contoh: berjalan di jalan Allah, melakukan
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

75

perbuatan baik, mengikuti contoh-contoh yang diberikan para rasul, menaati serta
memperhatikan ajaran-ajaran Allah, dan sebagainya.
YR.
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya
taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
beragama Islam. (Ali Imran: 102)
YS.
Atau dapat dikatakan, taqwa merupakan kualitas kedirian manusia yang
mampu mengendalikan manusia dari kecenderungan-kecenderungan yang berlawanan
dengan nilai-nilai kebaikan. Dengan ketaqwaan itu, manusia selalu berupaya berjalan di
atas jalan yang dikehendaki Allah, tunduk secara total kepada perintah-Nya yang
diekspresikan dalam bentuk menyebarkan kesejahteraan dan kedamaian bagi sesama dan
lingkungannya.
YT.

6. Prilaku Orang Yang Menerapkan Bertangungjawab (Pendalaman Karakter)


YU. Dengan memahami ayat-ayat tentang tanggungjawab terhadap keluarga dan
masarakat maka seharusnya ananda memiliki sikap-sikap yang melekat pada diri kalian,
untuk itu Coba sebutkan sikap-sikap lain yang ananda temukan dari tema pembahasan kita
hari ini!
1.

berterima kasih dan berbakti kepada kedua orang tua yang telah mengasuh, membimbing
dan merawatnya dengan penuh kasih sayang;
2.

..
3.

.YV
7. KESIMPULAN
YW.
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan
beberapa hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materimateri pokok lain yang belum tercantum!
a.
b.
c.
d.
e.
YY.

Takwa merupakan sarana efektif untuk membangun hubungan dengan Allah, kebaikan
hubungan antara manusia dengan Tuhan tentu akan membawa dampak akhir yang positif.

.
YX.
Ayo berlatih

YZ.
ZA.

76

Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya,
Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

carilah referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab terutama soal esay
A.

Evaluasi Cognitif
ZB. a. Soal Pilihlah Ganda

ZC. 1. Ayat yang mengjelaskan bahwa dakwah


dan pendidikan harus bermula dari rumah .....
ZD.
A. Al-Jatsiyah : 35
B.
Al-Anam : 70
C.
At-Tahrim : 6
D.
Al-Isra : 37
E.
Al-Baqarah : 222
2.
Lafz kasar dalam at-tahrim : 6....
A.

B.

C.

D.

C.
Akibat yang lebih baik
D.
Akibatnya
E.
Akibat yang terbaik
5.

Potongan ayat

A.

ini terkandung dalam surat . . .

As-Saf : 3
B.
At-Taubah : 7
C.
Yasin : 2
D.
Al-Anam : 70
E.
Al-Anam : 125
6.
Di bawah ini yang termasuk kurikulum
pendidikan keluarga adalah....
A.
member ketenangan dan kenyamanan
B.
menumbuhkan kepiawaian
C.
tauladan dalam ibadah dan akhlak
D.
mengajarkan kepemimpinana
E.
menumbuhkan perdamaian
7.
Dakwah dan pendidikan harus bermula
dari..
dalam at-tahrim : 6 adalah
A. Sekolah

E.

Arti

3.
....

B. Rumah
C. Tempat bermain
D. Lapangan
E. Masjid
8.
Didiklah anak-anakmu tiga perkara: cinta
kepada nabi mereka, cinta kepada sanak
keluarga, dan membaca Al Quran.
4.
Arti
dalam surat taha :
Merupakan
perintah
Rasulullah
yang
diriwayatkan
oleh
132....
A.
A.
H.R Bukhari
Akibat yang baik
B.
B.
Akibat yang sangat baik
HR Muslim
A.
B.
C.
D.
E.

Buruk
Keras
Buta
Kejam
Kasar

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

77

C.
H.R At Tabari
D.
H.R Bukhari dan Muslim
E.
H.R Ahmad

9.

Arti dari
adalah..
A.
Kami tidak memintamu
B.
Kami tidak memberimu
C.
Kami tidak memujimu
D.

E.
Kami tidak melemparkanmu
10.
Apakah fungsi salat yang telah dijelaskan
dalam QS. Al Ankabut 45
A.
Pengingat Allah
B.
Pemberi ketenangan
C.
Pencegah kekejian
D.
Pencegah kemungkaran
E.
Jawaban c dan d benar

Kami tidak menawarkanmu

b.

c.

Isilah pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat !

1.
2.
3.
4.
5.

Sebutkan hikmah kandungan ayat dari surat An Nahl 90-92!


Jelaskan maksud dari surat Al Maidah 8-10!
Jelaskan maksud kebenaran mutlak nilai-nilai Al Quran!
Jelaskan maksud ijtihad Nabi SAW sebagai penentu kebijakan !
Jelaskan maksud sikap ahlul kitab terhadap ajaran kitab suci!

d. Portofolio dan Penilaian Sikap


e. 1.Carilah beberapa ayat dan hadist yang berhubungan dengan tanggung jawab manusia terhadap
keluarga dan masyarakat dengan mengisi kolom di bawah ini :

f.
g.

h.

Nama Surat + No.


Ayat

i.
j. Redaksi Ayat

N
o.
k.

m.

n.

q.

r.

l.
1.

o.
p.
2.

s.
t.
u.

v.

Hadits Riwayat

w.
x. Hadits

N
o.
y.

aa.

ab.

ae.

af.

z.
1.

ac.
ad.
2.

ag.
78

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 1 dan 2

2. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran islam tentang tanggung jawab manusia
terhadap keluarga dan masyarakat coba kamu amati perilaku berikut ini dan berikan
komentar
ah.
aj.
al.
ak.
Perilaku Yang Diamati
am.Tanggapan / Komentar Anda
ai.
N
an.
ao.
1
ar.
as.
2
av.

ap.

Setiap hari Guntur membantu


adiknya mengerjakan pekerjaan
rumah

aq.

at.

Makrus sering minta uang


kepada tetangganya dengan cara
memaksa

au.

ax. Mursiam setiap waktu asar

ay.

tiba berangkat kemasjid untuk


aw. mengajar TPQ anak-anak di sekitar
rumahnya
3

az.
ba.
4

bb. Topo selalu tepat waktu

bc.

dalam mengerjakan sholat lima


waktu

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 1 dan 2

79

bd.
be.
bf. II. EVALUASI AFEKTIF

Kegiatan Diskusi
bg. Setelah Ananda mendalami materi diatas maka selanjutnya untuk menambah pemahan anda
lakukanlah diskusi dengan teman sebangku Anda atau dengan kelompok Anda tentang asbabun nuzul
ayat-ayat di atas, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan
kelas.
1. Mengapa orang perlu tangungjawab dalam bertindak?
2.
Apa tangungjawab, kepada siapa dan saat bagaimana
tangungjawab itu dilakukan ?
3.
Sebutkan contoh dalam kehidupan sehari-harimu perilaku
yang telah kalian lakukan berkaitan dengan bertangungjawab ?
bi.

bh. Catatan Guru


bj.
bk.

Nilai

bl.
bm.

bn. Kita menilai diri sendiri


berdasarkan apa yang kita
perbuat, orang lain menilai kita
berdasarkan apa yang telah kita
perbuat.

bo.
bp.
bq.
br.
bs.
bt.
bu.
bv.
bw.
bx.
by.
bz.
ca.
cb.
cc.
cd.
ce.
cf.
cg.
ch.
80

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

ci.
cj.
ck.
cl.
cm.
cn.

KEPEMIMPINAN

KI (Kompetensi Inti) :

co.

1.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam

2.

Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai,
responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.

Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.

4.

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

KD (Kompetensi Dasar) :
1.2

Menghayati kandungan Al-Quran tentang kepemimpinan.

2.1

Memiliki sikap seorang pemimpin sesuai kandungan Al-Quran surah Ali Imran:26, an-Nisaa:58-59; surah an-Nisaa:144; surah
al-Maaidah:56-57; surah at-Taubah:71 tentang kepemimpinan

3.1

Mengidentifikasi kandungan Al-Quran tentang kepemimpinan dalam surah Ali Imran:26, an-Nisaa:58-59; surah an-Nisaa:144;
surah al-Maaidah:56-57; surah at-Taubah:71.

4.1 Mencontohkan perilaku pemimpin yang sesuai dengan kandungan Al-Quran dalam surah Ali Imran:26, an-Nisaa:58-59; surah anNisaa:144; surah al-Maaidah:56-57; surah at-Taubah:71.

Indikator
1.
2.
3.
4.

Mampu menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS Faathir : 27-28. Percaya diri
Mampu menerjemahkan QS Faathir : 27-28 ke dalam bahasa Indonesia dengan baik dan
benar. Teliti dan logis
Mampu menjelaskan tentang syarat-syarat pemimpin. Percaya diri
Mampu menerjemahkan QS al-Maaidah : 57, QS at-Taubah : 71 ke dalam bahasa Indonesia

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

81

cp.

PETA KONSEP

82

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

.cq

cr.

A. Mari kita renungkan

cs. Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;


ct.
cu. Wahai ananda lihat kira-kira apa yang dilakukan oleh para pingwin terdepan ini? nilai
apa yang bisa kalian ambil dari gambar ini? Pernahkah kalian menjadi orang terdepan sepertinya?
Adakah yang dilakukan temanmu saat ananda diposisi itu? Sudahkah teman yang di belakang
ananda mengikutimu? dalam hal apakah pengalaman itu ?
cv.
cx.
cw.
cy.
cz.
da.
db.
dc.
dd.
de.
df.
dg.
dh.
di.
dj.
dk.
dl.
dm.

Sumber:

dn.
do.

http://www.datakarir.com/images/kep
emimpinan.gif

KEPEMIMPINAN Sukses

dq.
dr. Upaya membangun keefektifan pemimpin terletak semata pada pembekalan dimensi
keterampilan teknis dan keterampilan konseptual. Adapun keterampilan personal menjadi
terpinggirkan. Padahal sejatinya efektifitas kegiatan manajerial dan pengaruhnya pada kinerja
organisasi, sangat bergantung pada kepekaan pimpinan untuk menggunakan keterampilan
personalnya. Keterampilan personal tersebut meliputi kemampuan untuk memahami perilaku
individu dan perilaku kelompok dalam kontribusinya membentuk dinamika organisasi, kemampuan
dp.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

83

melakukan modifikasi perilaku, kemampuan memahami dan memberi motivasi, kemampuan


memahami proses persepsi dan pembentukan komunikasi yang efektif, kemampuan memahami
relasi antar konsep kepemimpinan-kekuasaan-politik dalam organisasi, kemampuan memahami
genealogi konflik dan negosiasinya, serta kemampuan mengkonstruksikan budaya organisasi yang
ideal.
ds.

B. MENGAMATI DAN MENCERMATI Amati gambar ini, kemudian berikan tanggapanmu

du. Setelah Anda mengamati gambar disamping

dt.

berilah komentar atau pertanyaan yang relevan


dv. 1. .
dw. .
dx. ..
dy. 2. .
dz. .
ea. .
eb. 3.
ec. ..
ed. ..

ee. Sumber: http://4.bp.blogspot.com/-lAT-oRqUrY4/TtBhZ28fjvI/AAAAAAAAAFo/9nNF6AiGz o/s1600/pemimpin.jpeg


eg. Setelah Anda mengamati gambar disamping

ef.

berilah komentar atau pertanyaan yang relevan


eh. 1. .
ei. .
ej. ..
ek. 2. .
el. .
em. .
en. 3.
eo.

ep. Sumber: http://yulianto.parulian.saragi.sidabutar.name/wp-content/uploads/2012/06/Kepemimpinan.Buruk_.jpg

er. Setelah Anda mengamati gambar disamping


berilah komentar atau pertanyaan yang relevan

es. 1. .

et. ..

eu. 2. .

ev. .

ew. .

ex. 3.

ey. ..

84

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

eq.

ez. ..

fa. Sumber: http://pengusahamuslim.com/assets/images/upload/large/pemimpin_yang_buruk.jpg

fb.
C. Mari Menanya

fc. Setelah kalian membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada beberapa
pertanyaan yang perlu kalian renungkan, Dengan sejumlah pertanyaan dengan menggunakan
mana, apa, mengapa !

Dari ketiga gambar diatas mana yang menunjukan prilaku yang pemimpin yang bisa ditiru?
..

fd.
D. Mari belajar
fe. Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah ayat-ayat
yang berkaitan dengan kepemimpinan berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta usahakan
ananda bisa menghafalnya
1. Membaca QS Ali Imran:26








.ff















()

fg. Petunjuk: dalam setiap kegiatan mengartikan maka, perhatikan arti perlafal atau kalimat yang
dimaksud dengan baik untuk menambah wawasan ananda sekalian;

2. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS Ali Imran:26

: Engkau muliakan
: Engkau cabut
: Engkau hinakan
fi.

3. Ayo Memaknai Mufradt Penting


Kata
) , ya ( ) dan alif (
berasal dari perpaduan huruf nida (
) (dengan kata Allah (). Huruf ya ( ) dan alif ( ) (dalam
ungkapan ya Allah ( ) itu diganti dengan dua buah huruf mim (
) yang

ditempatkan di ujung kata itu, sehingga menjadi Allahumma (
) . Ungkapan

digunakan khusus untuk memohon doa kepada Allah dan berarti Ya Allah
= Ya Allah bimbinglah kami dengan
ummana bi khair (

fh.

cara yang sebaik-baiknya).

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

85

Kata

digunakan secara khusus untuk menyebut nama Tuhan Yang Mahatinggi.

), asal kata Allh ( )itu, yang dirangkaikan dengan


kata sifat whid (
) sehingga menjadi ilh whid (

) . Rangkaian
kedua kata ini juga mengacu pada pengertian khusus, yaitu Allah Yang Mahaesa.
Demikian pula kata ilh (

Kata (
), kata majemuk ini, terambil dari akar kata yang

rangkaian huruf-hurufnya mim, lam dan kaf, yang mengadung makna kckuatan, dan
keshahihan, yang pada mulanya berarti ikatan dan penguatan. Kata Malik yang berarti
raja, atau "Malik", yang berarti Pemilik, mengandung penguasaan terhadap sesuatu
disebabkan oleh kekuatan pengendalian dan keshahihannya. Allah adalah Pemilik. Ayat
ini menjelaskan bahwa yang dimiliki-Nya adalah al-Mulk, yakni kepemilikan.
Kata () Engkau muliakan, pada hakikatnya mengandung arti kekuatan yang
menjadikan pemiliknya dibutuhkan, sekaligus tidak terkalahkan.
Kata () Engkau hinakan. Yang hina selalu butuh kepada banyak pihak, terkalahkan
dan tidak berwibawa.
fj.
4. Ayo menarjamahkan QS Ali Imran:26
fk.
26. Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan
kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau
kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang
Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha
Kuasa atas segala sesuatu.
5. Ayo memahami QS Ali Imran:26
fl. Allah Malik al-Mulk adalah Dia sumber kepemilikan; Dia yang terlaksana
kehendak-Nya dalam wilayah kekuasaan-Nya, sedangkan wilayah kekuasaan-Nya adalah
seluruh wujud ini. Itu Dia laksanakan sesuai dengan cara yang dikehendaki-Nya, baik saat
mewujudkan, meniadakan, menganugerahkan, mempertahankan, dan mencabut.
fm.

Ketika kita berkata bahwa Allah adalah Malik al-Mulk maka itu bermakna

segala sesuatu yang dapat dikatakan semuanya adalah milik Allah, karena Dia adalah
Pemilik dari segala kepemilikan. Jika demikian halnya, tiada sesuatupun yang bukan milikNya. Ketika seseorang mengucapkan allahumma malik al-mulk/ Allah pemilik kerajaan, maka
pada hakikatnya dia menyeru Allah dengan dua nama-Nya, yaitu Allah dan Malik al-Mulk.
.
a. Sikap Muslim terhadap Ketentuan dan Kuasa Allah
fn. Dari sekian banyak ayat Al Quran dipahami bahwa semua makhluk telah
ditetapkan takdirnya oleh Allah. Mereka tidak dapat melampaui batas ketetapan itu dan Allah
SWT. menuntun dan menunjukkan mereka arah yang seharusnya mereka tuju.
fo. Bahkan segala sesuatu ada takdir atau ketetapan Tuhan atasnya, seperti firman
Nya dalam QS Al Furqan (25): 2. Manusia mempunyai kemampuan terbatas sesuai dengan
ukuran yang diberikan oleh Allah kepadanya. Misalnya, ada makhluk yang dapat terbang dan
86

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

sebaliknya. Ini merupakan salah satu ukuran atau batas kemampuan yang dianugerahkan
Allah kepadanya. Ia tidak mampu melampauinya, kecuali jika ia menggunakan akalnya
untuk menciptakan satu alat, namun akalnya pun, mempunyai ukuran yang tidak mampu
dilampaui.
fp.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kepemimpinan ini, pelajari
QS. QS an-Nisaa:58-59 berikut !
fq.
II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. an-Nisaa:58-59berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1.
Ayo Membaca QS an-Nisaa:58-59

2.

.fr


fs



Ayo mengartikan beberapa mufradt penting
dari QS an-Nisaa:58-59
ft.
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah
wawasan ananda sekalian;

fu.
fv.
3.

: menyampaikan
: sebaik-baik

Ayo Memaknai Mufradt Penting


Kata (), Amanah adalah sesuatu yang diserahkan kepada
pihak lain untuk dipelihara dan dikembalikan bila tiba saatnya atau bila diminta
oleh pemiliknya. Amanah adalah lawan dari khianat. la tidak diberikan kecuali kepada
orang yang dinilai oleh pemberinya dapat memelihara dengan baik apa yang
diberikannya itu. setiap manusia telah menerima amanah secara potensial sebelum
kelahirannya dan secara aktual sejak dia akil baligh.
Kata ()'adala yang terdiri dari huruf-huruf 'ain, dal dan lam. Rangkaian
huruf-huruf ini mengandung dua makna yang bertolak belakang, yakni lurus dan sama
serta bengkok dan berbeda. Seseorang yang adil adalah berjalan lurus dan sikapnya
selalu menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda. Persamaan itulah yang
menjadikan seseorang yang adil tidak berpihak kepada salah seorang yang berselisih.
Beberapa pakat mendefinisikan adil dengan penempatan sesuatu pada tempat yang
semestinya. Ini mengantar kepada persamaan, walau dalam ukuran kuantitas boleh jadi

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

87

4.

tidak sama. Ada juga yang menyatakan bahwa adil adalah memberikan kepada pemilik
hak-haknya
fw.
Ayo menerjamah an-Nisaa:58-59

5.

fx.
58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang
berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia
supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang
sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha
melihat.
fy.
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar
beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih
baik akibatnya.
Ayo memahami isi Kandungan QS anNisaa:58-59;
fz.

Menyangkut ayat yang dibahas ini, bahwa setelah menjelaskan ayat sebelumnya

akan keburukan sementara orang Yahudi, seperti tidak menunaikan amanah yang Allah
percayakan

kepada

mereka,

yakni

amanah

mengamalkan

kitab

suci

dan

tidak

menyembunyikan isinya, kini Al Qur'an kembali menuntun kaum muslimin agar tidak
mengikuti jejak mereka.
a. Menyampaikan Amanat Kepada yang Berhak
ga.Amanah

mempunyai

akar

kata

yang

sama

dengan

kata iman dan

aman,

sehingga mu'min berarti yang beriman, yang mendatangkan keamanan, juga yang memberi
dan menerima amanah.
gb.Setiap manusia telah menerima amanah sejak sebelum kelahirannya dan ditegaskan
kembali sejak dia akil baligh. (QS. Al Ahzab (33) : 72).
b. Memberi Putusan Hukum dengan Adil
gc.Al Quran yang memerintah kita berbuat adil, walau terhadap individu atau kelompok
yang berseberangan pendapat dengan kita, kerena keadilan mendekatkan pelakunya kepada
ketaqwaan. Obyektifitas hakim menjadi bagian penting dalam memutus perkara. Ketika perkara
diputus dengan pertimbangan matang, keadilan dapat ditegakkan. QS. Al Maidah (5) : 8.
gd.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kepemimpinan ini, pelajari
QS. an-Nisaa:144 berikut !
ge.
III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. an-Nisaa:144 berulang-ulang secara tartil
dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1. Ayo Membaca QS an-Nisaa:144

.gf












()


88

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

2. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS An Nisa:144

gg.
: kamu mengambil
3. Ayo Memaknai Mufradt Penting
Kata (), orang-orang yang mantap kekafiranya,

terambil dari kata (


) kafara yang pada mulanya berarti menutup. Al Qur'an
menggunakan kata tersebut untuk berbagai makna yang masing-masing dapat
dipahami sesuai dengan kalimat dan konteksnya. Konteks ayat ini adalah larangan
menjadikan orang yang mantap dalam kekafiranya sebagai wali/penolong dan atau
pemimpin, karena boleh jadi ia mendustakan ajaran islam atau bahkan menjadi musuh
islam.
Kata () adalah bentuk jamak dari kata Wali yang berarti
teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong.
o Penggunaan kata (), aturiduna/maukah kamu pada
firman-Nya: Maukah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah. Redaksi
demikian yang dipilih bukan kata apakah kamu menjadikan, untuk menekankan
betapa hal tersebut sangat buruk. Baru pada tingkat mau saja mereka telah dikecam,
apalagi jika benar-benar telah dilaksanakan.
gh.
4. Ayo menarjamah QS an-Nisaa:144;
gi.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir
menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan
alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?
5. Ayo memahami isi Kandungan an-Nisaa:144;
gj. Dalam kaitan dengan ayat 144 surat An Nisa ini, fokus pembahasan adalah larangan
terhadap orang kafir sebagai pemimpin umat Islam jika masih ada dari muslim yang dapat
dijadikan pemimpin. Menurut Al Raghib Al-Ishfahaniy, kafir yang terbesar adalah kekafiran
dengan tidak mempercayai keesaan Tuhan, syariat dan kenabian para rasul-Nya. Selain
kekafiran tersebut Al Quran juga menggunakan beberapa istilah yang dapat dikategorikan
sebagai bentuk kekafiran, diantaranya ; mengingkari keesaan Allah dan kerasulan Nabi SAW.
(QS. Saba' (34) : 3), tidak mensyukuri nikmat Allah, seperti pada QS. Ibrahim (14) : 7, tidak
mengamalkan tuntunan Ilahi walau mempercayainya, seperti QS. Al Baqarah (2): 85.
gk.
gl.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kepemimpinan ini, pelajari
QS. al-Maaidah:56-57 berikut !
gm. IV. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. al-Maaidah:56-57 berulang-ulang secara
tartil dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
1. Ayo Membaca QS al-Maaidah:56-57







.gn


( )










Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

89



()

Petunjuk: dalam setiap kegiatan mengartikan maka, perhatikan arti perlafal atau
kalimat yang dimaksud dengan baik untuk menambah wawasan ananda sekalian;
go.

2. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS al-Maaidah:56-57


gp.
gq.
gr.

: mengambil menjadi penolongnya


: pengikut
: pemenang

gs.
: janganlah kamu mengambil
3. Ayo Memaknai Mufradt Penting
Kata (), pengikut adalah kelompok tertentu yang memiliki militansi dan
menyatu dalam satu wadah yang disepakati untuk membendung atau
menanggulangi kesulitan. Makna ini berkembang sehingga termasuk juga untuk
memperjuangkan cita-cita, baik atau buruk. Dari sini kata tersebut diartikan sebagai
partai.
Kata (
), pemenang dengan pengertian meraih apa yang mereka harapkan,

yakni kehidupan bahagia di dunia, keamanan dan ketentraman dalam masyarakat


serta kebahagiaan di akhirat dengan meraih surga dan ridha-Nya.

Kata (
) din mempunyai banyak arti, antara lain ketundukan, ketaatan, perhitungan,
balasan. Juga berarti agama, karena dengan agama seseorang bersikap tunduk dan taat, serta
akan diperhitungkan seluruh amalnya, yang atas dasar itu ia memperoleh balasan dan
ganjaran. Agama, atau ketaatan kepada-Nya, ditandai oleh penyerahan diri secara mutlak
kepada Allah SWT. Islam dalam arti penyerahan diri adalah hakikat yang ditetapkan Allah
dan diajarkan oleh para nabi sejak Nabi Adam as. hingga Nabi Muhammad SAW.
Kata (
) huzua, adalah gurauan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan
dengan tujuan melecehkan.
Kata (
), permainan makna dasarnya adalah segala aktivitas yang dilakukan
bukan pada tempatnya, atau untuk lujuan yang tidak benar. Karena itu air liur yang
biasanya keluar tanpa disengaja, apalagi pada anak kecil dinamai lu'ab karena ia
keluar atau mengalir bukan pada tempatnya. Mereka menjadikan agama sebagai
bahan permainan, berarti juga mereka tidak menempatkan pengagungan kepada
Allah yang menggariskan ketentuan agama itu, pada tempat yang sewajarnya, tidak
juga menempatkan Rasul pada tempat beliau yang wajar.
gt.
4. Ayo menarjamah Qs al-Maaidah:56-57;
gu.
56. dan Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman
menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah Itulah yang pasti menang.
57. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Jadi pemimpinmu, orangorang yang membuat agamamu Jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orangorang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang
musyrik). dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
5. Ayo memahami

90

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

gv.

Ayat ini menjelaskan dengan gamblang siapa yang harus dijadikan auliya'.

Dengan penjelasannya ini, maka yang terlarang bukan hanya orang-orang Yahudi dan
Nasrani, tetapi juga orang-orang munafik dan mereka yang ada penyakit di dalam
jiwanya. Bukankah ayat di atas, menjelaskan sifat orang-orang beriman yang hendaknya
dijadikan auliya', yakni yang terbukti ketulusan iman mereka, yaitu mereka yang
mendirikan shalat pada waktunya secara benar dan bersinambung dan menunaikan zakat,
dengan tulus lagi sempurna seraya mereka rukuk, yakni tunduk kepada Allah dan
melaksanakan tuntunan-tuntunan-Nya.
gw.

Dalam kaitan dengan ayat 55 dan 56 Surat Al Maidah ini, fokus pembahasan

diantaranya adalah larangan terhadap memilih Ahl Al Kitab sebagai pemimpin umat islam
jika masih ada dari muslim yang dapat dijadikan pemimpin
gx.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang kepemimpinan ini, pelajari
QS. An Nahl (16) : 90-92 berikut !
gy.
V. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. An Nahl (16) : 90-92 berulang-ulang secara
tartil dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
gz.
1. Ayo Membaca QS at-Taubah:71

2.

.ha

Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS at-Taubah:71


hb.

: menunaikan


: mereka itu akan diberi rahmat

hc.
3. Ayo Memaknai Mufradt Penting

hd. Kata (
) munkar adalah lawan kata (
) ma'rf. Kata munkar
atau mungkar dipahami oleh banyak ulama sebagai segala sesuatu, baik ucapan maupun
perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan agama, akal dan adat istidat. Kendati
demikian, penekanan kata munkar lebih banyak pada adat istiadat, demikian juga kata
ma`ruf yang dipahami dalam arti adat istiadat yang sejalan dengan tuntunan agama.
he. Kata menunjukan arti bahwa shalat
harus dilaksanakan dengan sempurna sesuai dengan syarat, rukun dan sunnah-sunnahnya
serta dilaksanakan secara bersinambung artinya bukan berarti sekarang telah mendirikan
shalat, besok dan hari-hari berikutnya telah bebas dari kewajiban shalat. Hal ini ditunjukan
oleh makna dari kata aqamu berakar pada kata qawama, yang darinya terbentuk kata
qa 'imah, istiqamah, aqimu dan sebagainya, yang keseluruhannya menggambarkan
kesempurnaan sesuatu sesuai dengan objeknya.
hf.
4. Ayo menarjamah Qs at-Taubah:71.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

91

hg.
71. dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat
pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
5. Ayo memahi isi kandungan Qs at-Taubah:71.
a. Amar Makruf Nahi Mungkar
hh.
Sebagai agama yang menebarkan kasih sayang kepada seluruh
makhluk di bumi, Islam selalu menganjurkan umatnya untuk berlaku maruf kepada
sesama. Perintah untuk berbuat makruf, akan mendatangkan dampak positif baik
bagi pelakunya maupun bagi orang lain. Atas dasar ini juga, perilaku maruf umumnya
dapat diterima oleh semua pihak, walaupun berlainan kepercayaan.
hi. Tolok ukur kebaikan dan kemungkaran adalah syari'at dan kemaslahatan
rakyat. Ini merupakan persoalan yang luas dari tuntutan rakyat pada penguasa,
khususnya dalam mencegah kezaliman, tidak menerimanya atau bersabar atasnya.
hj. Dengan perbuatan maruf ini, diharapkan akan mendatangkan keinsafan dan
kesalehan di kalangan masyarakat, sehingga hal-hal yang munkar dapat diminimalisir
atau bahkan ditiadakan. Sebagai contoh kepemimpinan Nabi Muhammad SAW., pada
masa awal Islam menyangkut metode dakwah yang di kembangkan pada saat itu.
b. Karakteristik Pemimpin Islam
1) Taat Kepada Allah dan Rasulullah
hk.
Karakter dasar pemimpin beriman adalah senantiasa mendengar dan
taat terhadap apa pun yang menjadi ketetapan Allah Subhanahu wa Taala dan
Rasul-Nya. Mendengar artinya mereka berusaha sungguh-sungguh memahami
kehendak Allah dan Rasul-Nya. Sedang ketaatan yang dimaksud adalah ketaatan
dalam menjalankan syariat, baik berupa perintah maupun larangan yang ditetapkan
Allah dan Rasul-Nya dalam Al Quran dan Sunnah. (QS. An Nur (24) : 51)
2) Menjalankan Peribadatan dengan Konsekwen dan mengembangkan Solidaritas sosial.
hl.
Seorang pemimpin dengan penuh kesungguhan dan keinsyafan menghayati
kehadiran Tuhan

dalam

hidup

kesehariannya,

maka tentu dapat diharap bahwa

keinsyafan itu akan mempunyai dampak pada tingkah laku dan pekertinya (QS. Al Ankabut
(29) : 45)
hm. Diantara hikmah peribadatan yang dilakukan oleh pemimpin adalah sebagai
sarana pendidikan Ilahi untak menanamkan tanggungjawab pribadi.

Dan justru

pengertian "tanggungjawab" itu sendiri mengisyaratkan adanya aspek sosial dalam


perwujudan pada kehidupan nyata di dunia ini.
hn.
92

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

2. Prilaku Orang Yang Menerapkan kepemimpinan (Pendalaman Karakter)


ho. Dengan memahami ajaran Islam mengenai kepemimpinan maka seharusnya kita
memiliki sikap sebagai berikut :
1. Sifat rendah hati.
2. Pada hakikatnya kedudukan pemimpin itu tidak berbeda dengan kedudukan yang dipimpin.
Ia bukan orang yang harus terus di istimewakan. Ia hanya sekedar
orang yang harus didahulukan selangkah dari yang lainnya karena ia mendapatkan
kepercayaan dalam memimpin dan mengemban amanat. Ia seolah pelayan umat yang diatas
pundaknya terletak tanggungjawab besar yang mesti dipertanggungjawabkan. Kerendahan
hati biasanya mencerminkan persahabatan dan kekeluargaan, sebaliknya ke-egoan
mencerminkan sifat takabur dan ingin menang sendiri.
3. .
4.

5. .
6.

.
7. .
8.

9.
10.

11.
12.
.
13. .
14.

..
hp.
3. KESIMPULAN
hq.
Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan
beberapa hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materimateri pokok lain yang belum tercantum!
1. Allah mempunyai kuasa mutlak untuk mengangkat dan merendahkan pangkat dan derajat
siapa saja
2. ...

..
3. ..
...................
.
4. Yang patut dijadikan wali/ pemimpin dan pelindung yakni sebagai sumber rujukan utama
adalah Allah, kemudian Rasulullah dan orang-orang yang keimananya sangat mantap.
5.
.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

93

hr.
hs.
ht.

Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya,

hu.

carilah referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab terutama soal esay
hv. Ayo berlatih
hw. I. Evaluasi Cognitif
Pilihlah Ganda

hx.

1.

Arti yang sesuai dengan ayat diatas adalah....

A. Engkau cabut kerajaan dari orang yang


engkau kehendaki
B. Engkau berikan kerajaan dari orang yang
engkau kehendaki
C. Engkau muliakan orang yang engkau
kehendaki
D. Engkau kehendaki orang yang engkau
kehendaki
E. Engkau Maha kuasa atas segalanya
2. Ayat yang menjelaskan tentang kepemimpinan
adalah
A. QS. Al-Imran: 26
B. QS.Al-Baqarah: 173
C. QS.At-Taubah : 85
D. QS.An-Nahl : 69
E. QS.An-Nisa : 26
3. Makna paling dekat dengan lafz

.
A.
B.
C.
D.
E.

Menerima
Menetapkan
Menyuruh
Menunaikan
Memberi

hy.
4. Kandungan surat An-Nisaa ayat 58 tersebut
adalah
keharusan
seorang
pemimpin
memiliki....
A. Kesehatan jasmani dan adil
B. Keberanian dan adil
C. Kekayaan dan amanah
D. Kekuatan dan amanah
E. Sifat amanah dan adil
5. QS.Al-Araf ayat 85 termasuk ayat yang
menjelaskan amanah terhadap
A. Allah
B. Pribadi
94

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

C. Manusia
D. Pemimpin
E. Lingkungan
hz.
6. Manakah yang termasuk kesimpulan dari
dari surat Al-Imran:26 ....
A. Larangan keras Allah untuk memilih
orang kafir sebagai pemimpin
B. Amanah merupakan landasan etika dan
moral dalam bermuamalah
C. Pengetahuan dan kekuasaan Allah
adalah mutlak
D. Islam mengajarkan agar keadilan dapat
diejawantahkan dalam setiap waktu dan
kesempatan
E. Amanah merupakan hak bagi mukallaf
ia.
7. Janji Allah bagi orang mukmin yang
saling tolong-menolong adalah....

A.



B.




C.







D.



E.



8. Arti lafz yang paling tepat dari

adalah

A.
B.
C.
D.
E.

Pelindung
Pemotifasi
Penolong
Penyelamat
Pemaaf
ic.

ib.
9. Berlaku adillah, karena adil itu
Lanjutan terjemah QS Al-Maidah: 8
tersebut adalah ....
A. Lebih dekat kepada takwa
B. Menegakkan kebenaran
C. Mendorong untuk berlaku baik
D. Membawa kebenaran
E. Penyelamat diri

Portofolio dan Penilaian Sikap


1. Carilah beberapa ayat lain dan hadist yang berhubungan dengan kepemimpinan dengan mengisi
kolom di bawah ini :

id.

if.

Nama Surat +
No. Ayat

ig.
ih. Redaksi Ayat

ie.
N
ii.

ik.

il.

io.

ip.

ij.
1.

im.
in.
2.

iq.
ir.

it.

Hadits Riwayat

iu.
iv. Hadits

is.
N
iw.

iy.

iz.

jc.

jd.

ix.
1.

ja.
jb.
2.

je.
2. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang kepemimpinan coba kamu
amati perilaku berikut ini dan berikan komentar
jf.
jh.
jj.
ji.Perilaku Yang Diamati
jk. Tanggapan / Komentar Anda
jg.
N
jl.
jm.

jn.

Qumi ketua kelas yang setiap


hari selalu memberi contoh baik
kepada teman-temannya

jo.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

95

1
jp.
jq.
2

jr.

js.

Samson adalah teman


sekolahku yang bersifat otoriter
dalam semua tindakan

jt.
ju.

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK

jv. Hafalkan ayat, terjemahkan dan menganalisis QS Ali Imran:26, an-Nisaa:58-59; surah anNisaa:144; surah al-Maaidah:56-57; surah at-Taubah:71, Tentang sikap pemimpin
jw.
NILAI
ANALISIS

.kc

NILAI
kb
TARJAMAH

.kt.ks.kr .kq .kp .ko .kn .km .kl.kk


543 2 1 5 4 3 2 1

.jz N .jy .jx


AMA
NO
HAFALAN
.ka SISWA
.kj . . . .
NILAI

ki

kh

kg

kf

Qs 5

Qs4

Qs 3

Qs 2

QS 1

.lk .lj .li

.lh .lg .lf .le .ld .lc .lb

.la

.kz

.ky

.kx

.kw

.mb.ma.lz

.ly .lx .lw .lv .lu .lt .ls

.lr

.lq

.lp

.lo

.ln

.ku
1
.lm
.ll
2
.kv

.mc
.md
me.

III. EVALUASI AFEKTIF


MENGKOMUNIKASIKAN
mf.
Diskusikan QS Ali Imran:26, an-Nisaa:58-59; surah an-Nisaa:144; surah alMaaidah:56-57; surah at-Taubah:71. Tentang kepemimpinan.

a. KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)


mg. Setelah Ananda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman
sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan
hasil diskusi tersebut di depan kelas.
1. Usahakan ananda sekalian hafal ayat dan tarjamah di atas untuk memudahkan kalian dalam
menghadapi sosl-soal evaluasi.
2. Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang kepemimpinan.

3. Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah tentang tipe seorang pemimpin di
lingkungan sekitarmu. Lalu presentasikan di depan kelas!
mh.
b. Konsep Diri (self-concept)
1. Bagaimana sikap Ananda dalam menjalankan kepemimpinan sehari-hari sudahkah?
mi.
.......................................................................................................................................................................
mj.
mk.

.......................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................

ml.
2. Sebutkan beberapa contoh sikap pemimpin yang baik di lingkungan ananda?
mm.
.......................................................................................................................................................................
96

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

mn.
mo.

.......................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................

mp.
c. Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)
PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :
mq.
Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut, dalam buku tugasmu!.
1. Bagaimana yang dimaksud pemimpin menurut QS An-Nisa:144 ?
2. Sebutkan dan jelaskan kepada siapa saja kita berhak menyampaikan amanat, menurut QS.
An-Nisa:58 !
3. Bagaimana asbabun nuzul QS. Al-Imran: 26 ?
4. Sebutkan dan jelaskan bagaimana karakteristik seorang pemimpin Islam menurut QS. AtTaubah: 71 ?
5. Jelaskan analisa kandungan pada QS At-Taubah (9) : 71
mr.
PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):
ms. Carilah contoh sikap pemimpin yang menerapkan dalam masyarakat yang sesuai dengan ayat
diatas.
mt.
mv.

mu.

Nilai

Catatan Guru

mz.

mw.
mx.
my.

na.
nb.











nc.

Suatu hari Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam didatangi


nd.
ayah Nu'man bin Basyir dengan maksud mempersaksikan
Nabine.
tentang satu pemberian yang telah ia berikan kepada
Nu'man
Abdullah bin amru bin al ash r.a berkata: rasulullah saw
nf. daripada saudara-saudaranya. Kemudian beliau
bersabda: sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil, kelak
Shallallahu 'alaihi wasallam pun bertanya, "Apakah engkau
ng.
Mutiara
Hikmah
disisi allah ditempatkan diatas mimbar dari cahaya, ialah
memberi semua anakmu seperti ini?" Ia menjawab, "Tidak."
mereka yang adil dalam hukum terhadap keluarga dan apa
Nabinh.
pun bersabda: "Berlaku adillah kepada anak-anak
saja yang diserahkan (dikuasakan) kepada mereka. (muslim)

ni.

nj.
nk.
nl.
nm.
nn.
no.
np.
nq.
nr.
ns.
nt.
nu.
nv.
nw.
nx.
ny.
nz.
oa.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

97

ob.
oc.
od.
oe.
of.
og.
oh.
oi.
oj.
ok.
ol.
om.

ETOS KERJA

on.
KI (KOMPETENSI INTI) :

1.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam

2.

Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama,
cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
oo.sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

op.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan oq.
faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
or.
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada
bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
os.
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
ot.
ou.ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ov. metoda sesuai kaidah keilmuan.
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
ow.
KD(KOMPETENSI DASAR):
ox.
oy.
1.3 Menghayati kandungan Al-Quran tentang etos kerja
oz. seorang muslim.
pa.
2.2 Memiliki etos kerja pribadi muslim sesuai kandungan Al-Quran surah al-Jumuah 9-11; surah alpb.
Qashash :77.
pc.
pd.pribadi muslim sesuai kandungan Al-Quran
3.2 Memahami tafsir Al-Quran tentang etos kerja
dalam surah al-Jumuah 9-11; surah al-Qashash pe.
:77.
pf.
4.2 Menerapkan etos kerja pribadi muslim yang sesuai kandungan Al-Quran dalam surah alpg.
Jumuah 9-11; surah al-Qashash :77.
ph.
pi.
PETA KONSEP
Indicator
1. Mampu menjelaskan tentang intisari dan keterangan dari QS al-Jumuah 9-11;

98

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

pj.

pk.
pl.
pm.
pn.
A.

MARI KITA RENUNGKAN


po. Petuntuk: Renungkan sejenak gambar dibawah ini dengan teliti;
pp.
Sejauh mana kalian mempelajarinya? Apakah setiap langkah ananda sekalian
beraktifitas sudah berdasarkan denganya?
pr.
pt.

ps. Sumber:
http://menyempal.wordpress.com/
pergerakan/

pq.

pv.

pu.

ETOS KERJA HARUS BERDASARKAN ALQURAN

pw.
Agama Islam yang berdasarkan al-Quran dan al-Hadits sebagai tuntunan dan
pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah
saja melainkan juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang
berkenaan dengan kerja.
px.
Rasulullah SAW bersabda: bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu
hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok. Dalam
ungkapan lain dikatakan juga, Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, Memikul
kayu lebih mulia dari pada mengemis, Mukmin yang kuat lebih baik dari pada mukslim yang
lemah. Allah menyukai mukmin yang kuat bekerja. Nyatanya kita kebanyakan bersikap dan
bertingkah laku justru berlawanan dengan ungkapan-ungkapan tadi.
py.
Padahal dalam situasi globalisasi saat ini, kita dituntut untuk menunjukkan etos
kerja yang tidak hanya rajin, gigih, setia, akan tetapi senantiasa menyeimbangkan dengan
nilai-nilai Islami yang tentunya tidak boleh melampaui rel-rel yang telah ditetapkan al-Quran
dan as-Sunnah.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

99

pz.
Pada hakikatnya, pengertian kerja telah muncul secara jelas, praktek
muamalah umat Islam sejak berabad-abad, dalam pengertian ini memperhatikan empat
macam pekerja :1) al-Hirafiyyin; mereka yang mempunyai lapangan kerja, seperti penjahit,
tukang kayu, dan para pemilik restoran. Dewasa ini pengertiannya menjadi lebih luas, seperti
mereka yang bekerja dalam jasa angkutan dan kuli. 2) al-Muwadzofin: mereka yang secara
legal mendapatkan gaji tetap seperti para pegawai dari suatu perusahaan dan pegawai negeri.
3) al-Kasbah: para pekerja yang menutupi kebutuhan makanan sehari-hari dengan cara jual
beli seperti pedagang keliling. 4) al-Muzarriun: para petani.
qa.
Pengertian tersebut tentunya berdasarkan teks hukum Islam, diantaranya hadis
rasulullah SAW dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi SAW bersabda, berikanlah upah pekerja
sebelum kering keringat-keringatnya. (HR. Ibn Majah, Abu Hurairah, dan Thabrani).
qb.
B.
Amati Gambar Berikut Ini Dan Buatlah Komentar Atau
Pertanyaan
qd. Dari gambar disamping permasalahan apa yang
qc.
anda peroleh?
qe. 1. .
qf. .
qg. ..
qh. 2. .
qi. .
qj. .
qk. 3.
ql. ..
qm. ..

qn. Sumber:
qp. Dari gambar disamping permasalahan apa yang
anda peroleh?
qq. 1. .
qr. .
qs. ..
qt. 2. .
qu. .
qv. .
qw.3.
qx.

qo.

qy. Sumber:http://Ftriyogaadiperdana.wordpress.com Fetos-kerja

ra. Dari gambar disamping permasalahan apa yang


anda peroleh?
rb. 1. .
rc. .
rd. ..
re. 2. .
rf. .
rg. .
rh. 3.
ri. ..
rj. ..
rk.

100

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

qz.

Sumber: http:// agama.kompasiana.co.id/url?sa=i&rct=j&q...

rl.
rm.
C.

Mari Menanya

rn. Setelah kalian renungkan membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada
beberapa pertanyaan yang perlu kalian kaji dengan sejumlah pertanyaan dengan menggunakan
mana, apa, mengapa !
Dari ketiga Gambar diatas mana yang menunjukan prilaku /konsep yang mengedepankan sikap etos
kerja yang bisa ditiru?
Apa alasannya? Sebutkan sesuai argumen anda!
Apa yang bisa diambil manfaat dari gambar gambar diatas ?
Mengapa banyak terjadi kasus-kasus terjadi di lingkungan kita dikarenakan etos kerja masarakatnya?
Apa yang seharusnya kita perbuat agar bisa meningkatkan etos kerja kita dalam aktifitas

sehari-hari!
ro.
D.

Mari Belajar
rp. Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah ayat-ayat
yang berkaitan dengan etos kerja berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta usahakan ananda
bisa menghafalnya.
rq.
1.
Ayo Membaca QS al-Jumuah 9-11

.rr







( )








( )












()



.rs
Ayo mengartikan beberapa mufradt penting

2.
dari QS al-Jumuah 9-11

rt. petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;


rv.

ru.
bersegeralah
kamu

: Diseru

Maka

: tinggalkanlah

bertebaranlah

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

101

: mereka bubar

rw.
: carilah
rx. 3. Ayo Memaknai Mufradt Penting

Kata (
) dzikr Allh yang dimaksud adalah shalat dan khutbah karena itulah
agaknya sehingga ayat di atas menggunakan kata dzikr Allah.

Kata (
) fas'au terambil dari kata (
) sa' yang pada mulanya berarti
berjalan cepat tapi bukan berlari.
ry.
rz.
4. Ayo menarjamahkan QS al-Jumuah 9-11.
10. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka
bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu
lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 10. apabila telah ditunaikan shalat, Maka
bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyakbanyak supaya kamu beruntung. 11. dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan,
mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri
(berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan
perniagaan", dan Allah Sebaik-baik pemberi rezki.
sa.
1.
Membaca QS al-Qashash :77

2.

.sb






()

Ayo mengartikan beberapa mufradt penting


dari QS al-Qashash :77
sc. petunjuk: perhatikan arti perlafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk
menambah wawasan ananda sekalian;
sd.
se.

: yang telah dianugerahkan kepadamu

: janganlah kamu melupakan


: bagianmu

sf.
sg. Ayo Memaknai Mufradt Penting

102

Kata (
) fim dipahami mengandung makna terbanyak atau pada umumnya,
sekaligus melukiskan tertancapnya ke dalam lubuk hati upaya mencari kebahagiaan
ukhrawi melalui apa yang dianugerahkan Allah dalam kehidupan dunia ini. Dalam
konteks Qrn adalah gudang-gudang tumpukan harta benda yang dimilikinya itu.

Firman-Nya : (
)
wa l tansa
nasbaka min ad-duny merupakan larangan melupakan atau mengabaikan bagian
seseorang dari kenikmatan duniawi. Larangan itu dipahami oleh sementara ulama bukan
dalam arti haram mengabaikannya, tetapi dalam arti mubah (boleh untuk mengambilnya).

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

Kata (
) nashb terambil dari kata (
) nashaba yang pada mulanya
berarti menegakkan sesuatu sehingga nyata dan mantap seperti misalnya gunung. Kata
nashb atau nasib adalah bagian tertentu yang telah ditegakkan sehingga menjadi nyata
dan jeIas bahwa bagian itu adalah hak dan miliknya dan atau itu tidak dapat dielakkan.

Kata (
) ahsin terambil dari kata (
) hasan yang berarti baik.
Patron kata yang digunakan ayat ini berbentuk perintah dan membutuhkan objek.
Namun objeknya tidak disebut, sehingga ia mencakup segala sesuatu yang dapat
disentuh oleh kebaikan, bermula terhadap lingkungan, harta benda, tumbuh-tumbuhan,
binatang, manusia, baik orang lain maupun diri sendiri.

Kata (
) kam pada ayat di atas dipahami oleh banyak ulama dalam arti
sebagaimana. Ada juga ulama yang enggan memahaminya demikian, karena betapa pun
besarnya upaya manusia berbuat baik, pasti dia tidak dapat melakukannya
"sebagaimana" yang dilakukan Allah. Atas dasar itu banyak ulama memahami kata
kam dalam arti "disebabkan karena", yakni karena Allah telah melimpahkan aneka
karunia, maka seharusnya manusia pun melakukan ihsan dan upaya perbaikan sesuai
kemampuannya.

sh.
3.

Tarjamah QS al-Qashash :77


si.
. dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan
berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan
janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berbuat kerusakan.
sj.

J. Mari memahami al-quran


sk. Petunjuk: dalam setiap kegiatan mari memahami isi kandungan al-Jumuah 9-11; surah
al-Qashash :77 maka, Pelajarilah kandungan ayat yang dimaksud dengan teliti, jujur, kemudian buatlah
kesimpulan.

sl.
1. Kandungan QS al-Jumuah 9-11
sm.

Ayat di atas mengajak kaum beriman untuk bersegera memenuhi panggilan

Ilahi. Di sisi lain dapat ditambahkan bahwa orang-orang Yahudi mengabaikan hari Sabtu
yang ditetapkan Allah untuk tidak melakukan aktifitas mengail. Sikap mereka itu dikecam,
karena itu kaum muslimin harus mengindahkan perintah Allah meninggalkan aneka aktifitas
beberapa saat pada hari Jum'at, karena kalau tidak maka mereka akan mengalami kecaman
dan nasib seperti orang-orang Yahudi itu.
sn.
Untuk menghilangkan kesan bahwa perintah ini adalah sehari penuh,
sebagaimana yang diwajibkan kepada orang-orang Yahudi pada hari Sabtu, ayat di atas
melanjutkan dengan menegaskan: Lalu apabila telah ditunaikan shalat, maka jika kamu mau,
maka bertebaranlah di muka bumi untuk tujuan apapun yang dibenarkan Allah dan carilah
dengan bersungguh-sungguh sebagian dari karunia Allah, karena karunia Allah sangat
banyak dan tidak mungkin kamu dapat mengambil seluruhnya, dan ingatlah Allah banyakbanyak jangan sampai kesungguhan kamu mencari karunia-Nya itu melengahkan kamu.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

103

Berdzikirlah dari saat ke saat dan di setiap tempat hati atau bersama lidah kamu supaya
kamu beruntung memperoleh apa yang kamu dambakan.
so.
Seruan untuk shalat yang dimaksud di atas dan yang mengharuskan
dihentikannya segala kegiatan, adalah adzan yang dikumandangkan saat Khatib naik ke
mimbar. Ini karena pada masa Nabi Muhammad SAW., hanya dikenal sekali adzan. Nanti
pada masa Sayyidina Utsman, ketika semakin tersebar kaum muslimin di penjuru kota,
beliau memerintahkan melakukan dua kali adzan. Adzan pertama berfungsi mengingatkan,
khususnya yang berada di tempat yang jauh bahwa sebentar lagi ibadah shalat Jum'at akan
dimulai dan agar mereka bersiap-siap menghentikan aktifitas mereka. Memang ketika
Sayyidina Ali memerintah, dan berada di Kufah, beliau tidak melakukan adzan dua kali,
tetapi hanya sekali sesuai tradisi Nabi saw., Sayyidina Abu Bakar dan Umar ra., tetapi pada
masa pemerintahan Hisyam Ibn Abdul Malik, adzan dilakukan dua kali kembali
sebagaimana pada masa Utsman ra.
sp.
Shalat Jum'at, dinilai sebagai pengganti shalat Zhuhur, karena itu tidak lagi
wajib atau dianjurkan kepada yang telah manunaikan shalat Jum'at untuk melakukan shalat
Zhuhur.
sq.

Larangan melakukan jual beli, dipahami oleh Imam Malik mengandung makna

batalnya serta keharusan membatalkan jual beli jika dilakukan pada saat Imam berkhutbah
dan shalat. Imam Syafi'i tidak memahaminya demikian, namun menegaskan keharamannya.
sr.
Ayat di atas ditujukan kepada orang-orang beriman. Istilah ini mencakup pria
dan wanita, baik yang bermukim di negeri tempat tinggalnya maupun yang musafir. Namun
demikian beberapa hadits Nabi saw. yang menjelaskan siapa yang dimaksud oleh ayat ini.
Beliau bersabda: "(Shalat) Jum'at adalah keharusan yang wajib bagi setiap muslim
(dilaksanakan dengan) berjamaah, kecuali terhadap empat (kelompok), yaitu hamba sahaya,
wanita, anak-anak dan orang sakit)" (diriwayatkan oleh Abu Daud melalui Thariq Ibn
Syihab).
ss.

Nabi MuhammadSAW., juga memberi keterangan perihal tata cara berkenaan

dengan sikap ketika menuju tempat shalat (masjid). Ada perintah Nabi SAW., agar menuju
ke Masjid, berjalan dengan penuh wibawa. Beliau bersabda: "Apabila shalat telah segera
akan dilaksanakan (Qamat), maka janganlah menuju ke sana dengan berjalan cepat (sa'i)
tetapi hadirilah dengan saknah (ketenangan dan penuh wibawa). Bagian shalat yang kamu
dapati, maka lakukanlah dan yang tertinggal sempurnakanlah." (HR. Bukhari, Muslim dan
lain-lain melalui Abu Hurairah.) Ada juga yang memahami kata tersebut dalam arti berjalan
kaki dan itu menurut mereka adalah anjuran bukan syarat.
st.
Perintah bertebaran di bumi dan mencari sebagian karunianya pada ayat di atas
bukanlah perintah wajib. Dalam kaidah ulama-ulama dinyatakan : "Apabila ada perintah
yang bersifat wajib, lalu disusul dengan perintah sesudahnya, maka yang kedua itu hanya

104

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

mengisyaratkan bolehnya hal tersebut dilakukan. Ayat 9 diatas, memerintahkan orang-orang


yang beriman untuk menghadiri ibadah Jum'at, perintah yang bersifat wajib, dengan
demikian perintah bertebaran bukan perintah wajib.
su.
Menyangkut perintah meninggalkan perniagaan, ayat di atas berbicara tentang
sikap sementara sahabat Nabi SAW., ketika hadirnya kafilah dari Syam yang dibawa oleh
Dihyat Ibn Khalifah Al Kalbi. Ketika itu harga-harga di Madinah melonjak, sedang kafilah
tersebut membawa bahan makanan yang sangat dibutuhkan. Tabuh tanda kedatangan kafilah
di pasar pun ditabu, sehingga terdengar oleh jamaah Jum'at. Ketika itulah sebagian jamaah
Masjid berpencar dan berlarian menuju pasar untuk membeli karena takut kehabisan.
sv.
Maka terhadap mereka ayat tersebut turun. Ada riwayat yang mengatakan
bahwa hal tersebut terjadi tiga kali dan selalu pada hari Jum'at. Riwayat berbeda-beda
tentang jumlah jamaah yang bertahan bersama Rasul saw. Ada yang menyatakan empat
puluh orang, ada lagi empat, atau tiga atau dua belas orang, bahkan ada riwayat yang
menyatakan hanya delapan orang. Perbedaan riwayat inilah yang menjadi sebab perbedaan
ulama tentang jumlah minimal yang harus hadir guna sahnya ibadah shalat Jum'at.
2. Kandungan QS al-Qashash :77.
sw.
Berusahalah sekuat tenaga dan pikiranmu dalam batas yang dibenarkan Allah
untuk memperoleh harta dan hiasan duniawi dan carilah secara bersungguh-sungguh pada
yakni melalui apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu dari hasil usahamu itu
kebahagiaan negeri akhirat, dengan menginfakkan dan menggunakannya sesuai petunjuk
Allah dan dalam saat yang sama janganlah melupakan yakni mengabaikan bagianmu dari
kenikmatan dunia dan berbuat baiklah kepada semua pihak, sebagaimana atau disebabkan
karena Allah telah berbuat baik kepadamu dengan aneka nikmat-Nya, dan janganlah engkau
berbuat kerusakan dalam bentuk apapun di bagian mana pun di bumi ini. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai para pembuat kerusakan.
sx.
Ulama memahami kalimat di atas dalam arti "Allah tidak mengecammu jika
engkau mengambil bagianmu dari kenikmatan duniawi selama bagian itu tidak atas resiko
kehilangan bagian kenikmatan ukhrawi. Ini menurutnya merupakan nasihat yang perlu
dikemukakan agar siapa yang dinasihati tidak menghindar dari tuntunan itu. Tanpa kalimat
semacam ini, boleh jadi yang dinasihati itu memahami bahwa ia dilarang menggunakan
hartanya kecuali untuk pendekatan diri kepada Allah dalam bentuk ibadah murni semata-mata.
sy.
Dengan kalimat ini, menjadi jelas bagi siapa pun bahwa seseorang boleh
menggunakan hartanya untuk tujuan kenikmatan duniawi selama hak Allah menyangkut harta
telah dipenuhinya dan selama penggunaannya tidak melanggar ketentuan Allah SWT.
sz.
Sementara ulama berpendapat bahwa "nashb" manusia dari harta kekayaan di
dunia ini hanyalah "Apa yang dimakan dan habis termakan, apa yang dipakai dan punah tak
dapat dipakai lagi serta apa yang disedekahkan kepada orang lain dan yang akan diterima

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

105

ganjarannya di akhirat nanti." Pendapat yang lebih baik adalah yang memahaminya dalam arti
segala yang dihalalkan Allah. Harta yang diperoleh manusia secara halal dapat digunakannya
secara baik dan benar sebagaimana digariskan Allah.
ta.
Banyak pendapat menyangkut kandungan pesan ayat di atas, ada yang
memahaminya secara tidak seimbang, dengan menyatakan bahwa ini adalah anjuran untuk
meninggalkan kenikmatan duniawi dengan membatasi diri pada kebutuhan pokok saja seperti
makan, minum dan pakaian. Ada juga yang memahaminya sebagai tuntunan untuk
menyeimbangkan kepentingan hidup duniawi dan ukhrawi. Penganut pendapat ini tidak jarang
mengemukakan riwayat yang menyatakan: "Bekerjalah untuk duniawi seakan-akan engkau
tidak akan mati, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok."
tb.
Agaknya ada beberapa catatan penting yang perlu digarisbawahi tentang ayat
ini, agar kita tidak terjerumus dalam kekeliruan.
a. Dalam pandangan Islam, hidup duniawi dan ukhrawi merupakan satu kesatuan. Dunia
adalah tempat menanam dan akhirat adalah tempat menuai. Apa yang Anda tanam di sini,
akan memperoleh buahnya di sana. Islam tidak mengenal istilah amal dunia dan amal
akhirat. Kalaupun ingin menggunakan istilah, maka kita harus berkata bahwa: "Semua
amal dapat menjadi amal dunia - walau shalat dan sedekah - bila ia tidak tulus." Semua
amal pun dapat menjadi amal akhirat jika ia disertai dengan keimanan dan ketulusan demi
untuk mendekatkan diri. kepada Allah.
b. Ayat di atas menggarisbawahi pentingnya mengarahkan pandangan kepada akhirat sebagai
tujuan dan kepada dunia sebagai sarana mencapai tujuan. Ini terlihat dengan jelas dengan
firman-Nya yang memerintahkan mencari dengan penuh kesungguhan kebahagiaan akhirat:
pada apa yang dianugerahkan Allah atau dalam istilah ayat di atas f m tka Allah.
Dengan demikian, semakin banyak yang diperoleh secara halal dalam kehidupan dunia ini,
semakin terbuka kesempatan untuk memperoleh kebahagiaan ukhrawi, selama itu diperoleh
dan digunakan sesuai petunjuk Allah SWT. Itu juga berarti bahwa ayat ini memang
menggarisbawahi pentingnya dunia, tetapi ia penting bukan sebagai tujuan namun sebagai
c.

sarana untuk mencapai tujuan.


Ayat di atas menggunakan redaksi yang bersifat aktif ketika berbicara tentang kebahagiaan
akhirat, bahkan menekannya dengan perintah untuk bersungguh-sungguh dan dengan
sekuat tenaga berupaya meraihnya. Sedang perintahnya menyangkut kebahagiaan duniawi
berbentuk pasif yakni, jangan lupakan. Ini mengesankan perbedaan antar keduanya. Dan
harus diakui bahwa memang keduanya sangat berbeda. (QS. at-Taubah [9]: 38).
tc. Agaknya perlu ditekankan kembali bahwa, dalam pandangan Al Qur'an bahkan
dalam pandangan ayat ini pun, kehidupan dunia tidaklah seimbang dengan kehidupan
akhirat. Perhatian pun semestinya lebih banyak diarahkan kepada akhirat sebagai tujuan,
bukan kepada dunia, karena ia hanya sarana yang dapat mengantar ke sana.

106

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

td. Larangan melakukan perusakan setelah sebelumnya telah diperintahkan


berbuat baik, merupakan peringatan agar tidak mencampuradukkan antara kebaikan dan
keburukan. Sebab keburukan dan perusakan merupakan lawan kebaikan. Penegasan ini
diperlukan - walau sebenarnya perintah berbuat baik telah berarti pula larangan berbuat
keburukan - disebabkan karena sumber-sumber kebaikan dan keburukan sangat banyak,
sehingga boleh jadi ada yang lengah dan lupa bahwa berbuat kejahatan terhadap sesuatu
sambil berbuat ihsan walau kepada yang banyak - masih - merupakan hal yang bukan
ihsan. Begitu lebih kurang Ibn 'Ashur.
te.

Perusakan dimaksud menyangkut banyak hal. Di dalam al-Qur'an ditemukan

contoh-contohnya. Puncaknya adalah merusak fitrah kesucian manusia, yakni tidak


memelihara tauhid yang telah Allah anugerahkan kepada setiap insan. Di bawah peringkat
itu ditemukan keengganan menerima kebenaran dan pengorbanan nilai-nilai agama,
seperti pembunuhan, perampokan, pengurangan takaran dan timbangan, berfoya-foya,
pemborosan, gangguan terhadap kelestarian lingkungan dan lain-lain
tf.
tg. F. Prilaku Orang Yang Menerapkan etos kerja (Pendalaman Karakter)
th. Dengan memahami ayat-ayat tentang etos kerja maka seharusnya kita memiliki
sikap-sikap bagaimanakah dalam kehidupan sehari-hari, Coba sebutkan sikap-sikap lain
yang ananda temukan dari tema pembahasan kita hari ini, tulis di bagian no yang belum di isi
!
1. memperhatikan adanya keterkaitan individu terhadap Allah sehingga menuntut individu untuk bersikap
cermat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, berusaha keras memperoleh keridhaan Allah dan
mempunyai hubungan baik dengan relasinya.

2.
3.
4.
5.

.
.
.
.
ti.

.
tj.

tk. G. KESIMPULAN
1. Allah SWT. memerintahkan melaksanakan ibadah shalat Jumat yang waktunya pada saat
shalat Dhuhur.
2.

.
3.

.
4.

.
5.

.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

107

6.

.
7.

.
8.

.
9.

.
tl.
tm. Ayo berlatih
tn.

Petunjuk:

setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya,


carilah referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal esay

to. I. Evaluasi Cognitif


tp.
a. Pilihlah Ganda

tq.
1.
arti bagian ayat di
samping....
A. Menyembah Allah
B. Menyekutukan Allah
C. Memuji Allah
D. Mangingat Allah
E. Melupakan Allah
tr.
2.

terambil dari kata


Berjalan yang
cepatberarti....

A.
B.
C.
D.
E.

Berjalan lambat
Berjalan pada malam hari
Berjalan pada siang hari
Berlari
ts.
3. Hukum melakukan jual beli pada saat
Imam berkhutbah dan shalat Jumat
menurut pendapat Imam Syafii
adalah....
A. Batal
B. Boleh
C. Wajib
D. Haram
E. Sunah
tt.
4. Nabi Muhammad saw. memberi
keterangan tentang sikap ketika
menuju
tempat
shalat
dengan
berjalan....
A. Santai
B. Cepat
108

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

C. Penuh wibawa
D. Hati-hati
E. Pelan-pelan
tu.
5. Perintah bertebaran di bumi untuk
mencari karunia Allah setelah selesai
menunaikan shalat Jumatadalh....
A. Wajib
B. Sunah
C. Mubah
D. Haram
E. Makruh
tv.
6. Nama saudagar yang membawa
barang dagangan dari Syam yang
terdapat dalam asbabun nuzul Q.S. Al
Jumuah : 11 adalah....
A. Dihyat ibn Khalifah Al Kalbi
B. As Salabah
C. Ubay bin Kaab
D. Zubair Ibn Awwam
E. Al Mughirah Bin Subah
tw.
7. Agama Islam mengajar dan mendidik
umatnya untuk....
A. Meninggalkan aktifitas duniawi dan
melakukan aktifitas ukhrawi.
B. Melakukan aktifitas duniawi dan
tidak melakukan aktifitas ukhrawi.
C. Melakukan aktifitas duniawi dan
tidak
meninggalkan
aktifitas
ukhrawi.
D. Meninggalkan aktifitas duniawi dan
ukhrawi.

E.

Lebih mementingkan aktifitas


duniawi daripada aktifitas ukhrawi.
8. Larangan untuk tidak melakukan
transaksi jual beli terdapat dalam
surat....
A. Q.S. Al Jumuah : 10
B. Q.S. Al Jumuah : 11
C. Q.S. Al Qashash : 77
D. Q.S. At Taubah : 38
E. Q.S. Al Al Jumuah : 9
tx.
terambil dari kata

9. Kata

A. Cantik
tz.

yang berarti....

B.
C.
D.
E.

Terpuji
Rusak
Baik
Dermawan
ty.
10. Penggalan ayat di
samping berarti....
A. Yang
telah
dianugerahkan
kepadamu.
B. Yang telah diberikan kepadamu.
C. Yang telah dilimpahkan Allah
kepadamu.
D. Yang telah dianugerahkan Allah
kepadamu.
E. Yang telah diberikan Allah
kepadamu.

ua.
b.

Portofolio dan Penilaian Sikap


1.

Carilah beberapa ayat


berhubungan dengan etos kerja dengan mengisi kolom di bawah ini :

ub.
uc.

ud.

Nama Surat + No.


Ayat

lain

dan

hadist

yang

ue.
uf. Redaksi Ayat

N
o.
ug.

ui.

uj.

um.

un.

uh.
1.

uk.
ul.
2.

uo.
up.
uq.

ur.

Hadits Riwayat

us.
ut. Hadits

N
o.
uu.

uw.

ux.

va.

vb.

uv.
1.

uy.
uz.
2.

vc.
2.

Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran


Islam tentang etos kerja coba kamu amati perilaku berikut ini dan berikan komentar

vd.
vg.

vf.
Perilaku Yang Diamati

vh.
vi. Tanggapan / Komentar Anda

ve.
N
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

109

vj.

vl.

vm.

vk.
1

Badrudin salah satu siswa


kelas XI agama yang senantiasa
mengedepankan kejujuran dan
disiplin dalam bekerja

vn.

vp. Damin siswi yang selalu

vq.

vo.
2

menunda-nunda pekerjaan rumah


yang diberikan gurunya sehingga
mendapatkan wejangan selalu dari
guru

vr.
vs.
vt.

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK

Hafalkan ayat, terjemahkan dan menganalisis Qs al-Jumuah 9-11; surah al-Qashash :77.

.vw NAM .vv .vu


TARJAMAH
HAFALAN
.vx A SISWA NO
.wj .wi .wh .wg .wf .weQS . ..QS .
3 2 1 3 2 1
..
.wt .ws .wr
.wq .wp .wo
.wn
.wm
.wl
.wk
1
.xd .xc .xb
.xa
.wz .wy
.wx
.ww
.wv
.wu
2

NILAI
ANALISIS

.vz NILAI

.vy

NILAI

wd

wc

xe.
xf.
xg.

III. EVALUASI AFEKTIF

xh.
a.

diskusi tentang Etos kerja

KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)

xi.
Setelah Ananda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan
teman sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk
mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas.
1. Usahakan ananda sekalian hafal ayat dan tarjamah di atas untuk memudahkan kalian dalam
menghadapi sosl-soal evaluasi.
2. Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang etos kerja.
3. Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah tentang tipe seorang pekerja yang
mengedepankan etos kerja di lingkungan sekitarmu. Lalu presentasikan di depan kelas!
xj. Kertas Kerja

xk.
1.

2.
110

Judul/ tema
: ....................................................................................................................................................................
..................
Hasil studi ilmiah:

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

.xl

.xm

.xn

.xo

.xp

.xq

111

...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
...........................................................
...........................................................
...........................................................
..........
112

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

.xr

.xs

.xt

.xu

.xv

........................................................... .xw
...........................................................
...........................................................
..........
........................................................... .xx
...........................................................
...........................................................
..........
3.

4.
5.

Tokoh penemu :
.....................................................................................................................................................................................
.
Sumber
: .....................................................................................................................................................
.................................
Tim Investigator :

........................................................... .xy
...........................................................
...........................................................
..........
........................................................... .xz
...........................................................
...........................................................
....
........................................................... .ya
...........................................................
...........................................................
..........
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

113

........................................................... .yb
...........................................................
...........................................................
..........
........................................................... .yc
...........................................................
...........................................................
..........
........................................................... .yd
...........................................................
...........................................................
..........
ye.
yf.
b.
1.

c.

Konsep Diri (self-concept)


Sudahkah kalian secara individu melakukan pembiasaan
diri untuk meningkatkan etos kerja kalian ? seberapa sering ? apa bentuknya, sebutkan !
yg.

yh.

Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)

PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :


yi.
Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut, dalam buku tugasmu!.
1. Tulislah lengkap dengan artinya ayat-ayat Al quran tentang Etos Kerja?
2. Bagaimanakah sikap seorang mukmin terhadap kehidupan duniawi dan ukhrawi?
3. Bagaimanakah pandangan Islam terhadap kedudukan dunia dan akhirat?
4. Bagaimanakah pendapat Imam Malik dan Imam Syafii mengenai jual beli yang dilakukan
pada saat Imam berkhutbah atau shalat jumat berlangsung?
5. Sebab apakah yang menjadikan perbedaan antara Ulama mengenai jumlah minimal jamaah
yang hadir guna sahnya shalat Jumat?
yj.
PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):
Carilah profil seseorang yang mengamalkan Q.S. al Jumuah : 9-11 dan Q.S. Al Qas}as} :
77 di lingkungan sekitarmu, kemudian hikmah apa yang dapat kamu ambil darinya?

114

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

Buatlah kelompok, kemudian diskusikan/carilah solusi jika di lingkungan sekitarmu


masih ada yang melakukan jual beli atau permainan pada waktu shalat Jumat
berlangsung!
yk.
PESAN MORAL Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari sekarang, dari yang
kecil, dari diri sendiri
Mutiara Hikmah

yl.
ym.

yn.
Ajarkanlah kebaikan kepada anak-anak kamu dan keluarga kamu dan
didiklah mereka. (H.R. Abdur Razaq dan said bin Mansur).
yo.
b.

Nilai

a.

Catatan Guru

c.
d.

e.

yp.
yp.
yp.
yp.

yq.
yr.
ys.
yt.
yu.
yv.
yw.
yx.
yy.
yz.
za.
zb.
zc.
zd.
ze.
zf.
zg.
zh.
zi.
zj.
zk.
zl.
zm.
zn.
zo.
zp.
zq.
zr.
zs.
zt.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

115

zu.
zv.
zw.
zx.
zy.
zz.
aaa.
aab.
aac.
aad.
aae.
aaf.
aag.
aah.
aai.
aaj.
aak.
aal.

II
I

TATA CARA MENYELESAIKAN


PERSELISIHAN,
MUSYAWARAH DAN TAARUF

KI (KOMPETENSI INTI) :

aam.

1.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam

2.

Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai,
responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.

Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
aan.dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret danaao.
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

4.

aap.

KD (KOMPOTENSI DASAR):
aaq.
1.4
aar.

aas.
2.3
aat.

Meyakini kandungan Al-Quran tentang penyelesaikan perselisihan, musyawarah, dan taaruf dalam kehidupan.
Memiliki sikap menyelesaian perselisihan, musyawarah, dan taaruf sesuai kandungan Al-Quran surah Ali Imraan : 159, surah al-Hujuraat
: 9, surah an-Nisaa: 59; surah al-Hujuraat:9; surah al-Araaf: 199; surah an-Nahl:126, surah al-Hujuraat : 13.

3.3. Menjelaskan kandungan Al-Quran tentang menyelesaikan perselisihan, musyawarah, dan taaruf dalam surah Ali Imraan : 159, surah alaau.
Hujuraat : 9, surah an-Nisaa: 59; surah al-Hujuraat: 9; surah al-Araaf: 199; surah an-Nahl:126, surah al-Hujuraat: 13.

aav.

3.4.

116

Menerapkan cara menyelesaikan perselisihan sesuai kandungan Al-Quran dalam surah Ali Imraan : 159, surah al-Hujuraat : 9, surah an-Nisaa: 59; surah alHujuraat:9; surah al-Araaf: 199; surah an-Nahl:126, surah al-Hujuraat : 13

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

Indikator

2. Mampu menjelaskan tentang tata cara menyelesaikan perselisihan dan masalah

aaw.
aax.
aay.
aaz.
aba.
abb.
abc.
abd.
abe.
abf.

Peta konsep

abg.
abh.
abi.
A. Mari renungkan
abj.
Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;
abk.
abl. Berangkat dari gambar ini bisakah kalian menengahi masalah yang ada disekitar
kalian? Bagaimana caranya agar tidak menyakiti kedua belah pihak? Pernahkah ananda sekalian
menjumpai perselisian? Bagaimana sikap ananda menghadapinya? Nilai apa yang bisa kalian
ambil darinya?
abo.
abm.
abn.
abp.
abq.
abr.
abs.
abt.

Sumber
:
http://p
endidik
ananak
2.blogs
pot.co
m/2012
/04/me
nghind
ariperselis
ihan.ht
ml

abv.

abu.

BERSELISIH PENDAPAT
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

117

abw.
abx.

aby. Pertengkaran dan perselisihan yang terjadi dalam lingkungan kita akan menyebabkan
suasana yang panas dan tegang yang dapat mengancam keutuhan dan kehar-monisan sasama
manusia. Tidak jarang, pertengkaran itu berakhir dengan perceraian / kehancuran mahkan
malapetaka. Fenomena ini merupakan salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh semua
manusia, termasuk di dalamnya anak-anak, teman, sahabat. Suasana yang menegangkan dalam
kehidupan sangat berdampak negatif terhadap perkembangan dan pembentukan jati diri anak, dan
sahabat. Kelabilan sikap dan penyakit-penyakit kejiwaan yang diderita oleh anak-anak belia dan
orang dewasa, disebabkan oleh perlakuan tidak benar yang diperlihatkan oleh orang tua/masarakat
mereka, seperti pertengkaran yang menyebabkan suasana dalam rumah/lingkungan panas dan
menegangkan. Hal seperti itu membuat anak tidak merasa aman berada di dalam rumah.
abz. Musyawarah memang sangat urgent dan berguna buat kelancaran hidup. Bahkan di
setiap aspek kehidupan ini memerlukan yang namanya musyawarah ini. Dengan maksud mencapai
keputusan atas penyelesaian masalah; atau perundingan; atau perembukan. Allah SWT berfirman
dalam QS As-Syuro : 38:

aca.
acb.

Dan perkara mereka adalah (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka.

acc.
acd. Syeikh Sadi menerangkan di dalam kitab tafsirnya bahwa perkara di sini mencakup
perkara yang menyangkut agama dan dunia. Jika ada permasalahan maka dirundingkan. Hasan
Bashri rahimahullah berkata:



.ace

acf. TIdaklah suatu kaum itu bermusyawarah kecuali mereka akan ditunjuki kepada paling
benarnya perkara-perkara mereka.
acg.
B. Mari mengamati
ach.
Amati gambar ini, kemudian berikan tanggapanmu
acj. Setelah Anda mengamati gambar disamping
berilah komentar atau pertanyaan yang relevan
ack.
1.
.
acl. .
acm.

..
acn.
2.
.
aco.

.
acp.

118

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

aci.

acq.
acr.
acs. Sumber: http://razya4greatlife.blogspot.com/2012/01/5-cara-menyelesaikan-konflik.html
acu.
Setelah Anda mengamati gambar
act.

disamping berilah komentar atau pertanyaan


yang relevan
acv.1. .
acw.

.
acx.

..
acy.2. .
acz.

.
ada.

.
adb.
3.

adc.

..
add.

..

adf.
adh.

Setelah Anda mengamati gambar


disamping berilah komentar atau pertanyaan
yang relevan
adi. 1. .
adj. .
adk.

..
adl. 2. .
adm.

.
adn.

.
ado.
3.

adp.

..
adq.

..

ade.

Sumber:
http://immfkmuad2012.blogspot.com/

adg.

adr. Sumber: http://sarungbiru.wordpress.com/2012/09/

ads.
adt.
C. Mari Menanya
adu.
adv. Setelah kalian membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada beberapa
pertanyaan yang perlu kalian renungkan, Dengan sejumlah pertanyaan dengan menggunakan
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

119

jelaskan, apa, bagaimana, !


Dari ketiga Gambar diatas mana yang menunjukan prilaku tata cara menyelesaikan perselisihan,
musawarah dan taaruf yang bisa kalian jalakan?
.
.....
.

adw.
D. Mari Belajar
adx.
Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah
ayat-ayat yang berkaitan dengan mengatasi perselisihan berikut ini dengan tartil, baik dan
benar serta usahakan ananda bisa menghafalnya.
ady.
1.
Ayo Membaca QS Ali Imran [3] : 159

2.








.adz










()






Ayo mengartikan beberapa mufradt penting
dari QS Ali Imran [3] : 159,
aea. petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah
wawasan ananda sekalian;

aeb.
aec.
aed.
aee.
aef.



: bersikap keras
: kasar

: mereka menjauhkan diri



: telah membulatkan tekad

3.

Ayo menerjemahkan Qs Ali Imran: 159


aeg. 159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri
dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
aeh.
4.
Ayo memahami isi Kandungan QS Ali Imran
[3] : 159,
aei.
Berlaku lemah lembut, tidak kasar dan tidak berhati keras. Seorang yang
melakukan musyawarah, apalagi yang berada dalam posisi pemimpin, yang pertama ia harus
hindari ialah tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala, karena jika tidak, maka mitra
musyawarah akan bertebaran pergi.

120

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

aej. Memberi maaf dan membuka lembaran baru. Bermusyawarah harus


menyiapkan mentalnya berani minta maaf dan selalu bersedia memberi maaf, karena boleh
jadi ketika melakukan musyawarah terjadi perbedaan pendapat, atau keluar dari pihak lain
kalimat atau pendapat yang menyinggung, dan bila mampir ke hati akan mengeruhkan
pikiran, bahkan boleh jadi mengubah musyawarah menjadi pertengkaran.
aek. Kemudian, yang melakukan musyawarah harus menyadari bahwa kecerahan
pikiran, atau ketajaman analisis saja belum cukup.
ael. Kalau demikian untuk mencapai yang terbaik dari hasil musyawarah,
hubungan dengan Tuhan pun harus harmonis, itu sebabnya hal ketiga yang harus
mengiringi musyawarah adalah permohonan maghfirah, ampunan Ilahi, sebagaimana
ditegaskan, (

) mohonkanlah ampun bagi mereka.

aem. Ayat di atas juga mengisyaratkan tentang lapangan musyawarah, yaitu

(dalam urusan itu). Walau dalam hal ini ayat ini turun dalam konteks

peperangan yakni pasca peperangan Uhud, tetapi ayat ini dipraktekkan Nabi SAW., dalam
lapangan yang lebih luas, baik dalam masalah keluarga maupun masalah kemasyarakatan.
aen.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang menyelesaikan perselisihan
ini, pelajari Qs al-Hujurat : 9 & 13 berikut !
aeo. II. Ananda sekalian, mari kita membaca Qs al-Hujurat : 9 & 13 berulang-ulang secara
tartil dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
aep.
1. Ayo Membaca Qs al-Hujurat : 9 & 13






.aeq




()

.aer

()

Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS al-Hujurat : 9 & 13

2.
aes. petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah wawasan
ananda sekalian;

aet.

aeu.
aev.

: berperang
: telah melanggar perjanjian (fil madhi)
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

121

aew.
aex.
aey.

aez.

: melanggar perjanjian (fil mudhari)


: kembali
: telah kembali
: berbangsa-bangsa

afa.
: bersuku-suku
3. Ayo Memaknai Mufradt Penting

Ayat di atas menggunakan awalan dengan kata (


) in. Ini untuk menunjukkan, bahwa
pertikaian antara kelompok orang beriman sebenarnya diragukan atau jarang terjadi.
Bukankah mereka adalah orang-orang yang memiliki iman yang sama sehingga tujuan
mereka pun seharusnya sama

Kata (
) iqtatal terambil dari kata (
) qatala. Ia dapat berarti membunuh
atau berkelahi atau mengutuk. Karena itu kata iqtatal tidak harus diartikan berperang atau
saling membunuh, sebagaimana diterjemahkan oleh sementara orang. Ia bisa diartikan
berkelahi atau bertengkar atau saling memaki. Dengan demikian, ayat di atas menuntun
kaum beriman agar segera turun tangan melakukan perdamaian begitu tanda-tanda
perselisihan nampak di kalangan mereka. Jangan tunggu sampai rumah terbakar, tetapi
padamkan api sebelum menjalar.

Kata (

)ashlih terambil dari kata ( )(ashlaha yang asalnya adalah (


)(shaluha. Dalam kamus-kamus bahasa, kata ini dimaknai dengan antonim dari
kata ( )fasada yakni rusak. Ia diartikan juga dengan manfaat. Dengan demikian
shaluha berarti tiadanya atau terhentinya kerusakan atau diraihnya manfaat, sedang (

)ishlh adalah upaya menghentikan kerusakan atau meningkatkan kualitas


sesuatu sehingga manfaatnya lebih banyak lagi. Dalam konteks hubungan antar manusia,
maka nilai-nilai itu tercermin dalam keharmonisan hubungan. Ini berarti jika hubungan
antar dua pihak berkurang kemanfaatan yang dapat diperoleh dari mereka. Ini menuntut
adanya ishlah, yakni perbaikan agar keharmonisa pulih, dan dengan demikian terpenuhi
nilai-nilai bagi hubungan tersebut, dan sebagai dampaknya akan lahir aneka manfaat dan
kemaslahatan.

Kata (
) baghat terambil dari kata (
) bagh yang pada mulanya berarti
berkehendak. Tetapi kata ini berkembang maknanya sehingga ia biasa digunakan untuk
kehendak yang bukan pada tempatnya, dan dari sini ia dipahami dalam arti melampaui
batas. Pakar-pakar hukum Islam menamakan kegiatan kelompok yang melanggar hukum
dan berusaha merebut kekuasaan dengan kata (

) bught.
Kata ( )al-muqsithn terambil dari kata ( )qisth yang juda
biasa diartikan adil. Sementara ulama mempersamakan makna dasar ( )qisth
dinamai (

122

) baghy, sedang para pelakunya

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

dan (
) 'adl, dan ada juga yang membedakannya dengan berkata bahwa al-qisth
adalah keadilan yang diterapkan atas dua pihak atau lebih, keadilan yang menjadikan
mereka semua senang. Sedang 'adl adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya
walau tidak menyenangkan satu pihak. Dengan demikian, win-win solution dapat
merupakan salah satu bentuk dari Qisth. Allah senang ditegakkannya keadilan walau itu
mengakibatkan kerenggangan hubungan antara dua pihak yang berselisih, tetapi Dia lebih
senang lagi jika kebenaran dapat dicapai sekaligus menciptakan hubungan harmonis antara
pihak-pihak yang tadinya telah berselisih.
afb.
4. Ayo menerjemah Qs al-Hujurat : 9 & 13
afc.
9. dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah
kamu damaikan antara keduanya! Jika salah satu dari keduanya melanggar perjanjian
terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai golongan
itu kembali pada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah),
maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan hendaklah kamu berlaku adil;
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
afd.
13. Wahai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya
kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi
Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui
lagi Maha Mengenal.
afe.
5. Ayo Mari memahami al-quran isi Kandungan QS al-Hujurat : 9 & 13
aff.
Ayat di atas berbicara tentang perselisihan antara kaum mukminin yang
disebabkan oleh adanya isu yang tidak jelas kebenarannya. Dan jika ada dua kelompok orangorang mukmin yang bertikai, dalam bentuk sekecil apapun, itu telah menyatu atau punya
kemungkinan untuk disatukan maka hendaklah didamaikan antara keduanya.
afg.

Jika salah satu dari keduanya yakni kedua kelompok itu, sedang atau masih

terus-menerus berbuat aniaya terhadap kelompok yang lain sehingga enggan berdamai maka
hendaklah kelompok yang berbuat aniaya itu ditindak hingga kelompok itu menerima
kebenaran; jika ia telah kembali kepada perintah Allah itu maka damaikanlah antara keduanya
dengan adil agar keputusan itu dapat diterima dengan baik oleh kedua kelompok.
afh.

Islam hanya mengakui 'ketunggalan' semata bagi Zat Allah SWT. Selain Z}at

Allah, kejadian dan penciptaan-Nya berdiri di atas kemajemukan. Malah kemajemukan adalah
satu tanda kekuasaan dan kebesaran Allah dalam penciptaan. Allah SWT., menciptakan
perbedaan pada bentuk tubuh badan, raut rupa, warna kulit, suara, bahasanya, susunan katakatanya, gaya bicaranya, bangsa dan suku.
afi.

Ayat tersebut di atas menunjukkan sifat kemajemukan atau pluralitas dalam

kejadian manusia, yang salah satu tujuannya agar masing-masing bangsa dan suku berta'aruf (saling mengenal) perbedaan yang beraneka ragam itu.
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

123

afj.

Dalam Islam, kemajemukan, perbedaan bangsa-bangsa dan suku-suku adalah

fitrah dan merupakan sunnah (ketentuan) Allah SWT. Tujuan lain dari keanekaragaman tersebut
adalah penolakan terhadap fanatisme bangsa dan ras. Hal ini juga bertujuan sebagai pendorong
untuk saling berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, sebagai itibar untuk mengambil teladan
dari kemajuan dan ketinggian martabat mereka di sisi Allah. Karena pada hakekatnya jika Allah
menghendaki, Allah mampu menjadikan manusia satu umat.QS Hud [11]: 118
afk.
afl.
E. Prilaku Orang Yang Menerapkan menyelesaikan perselisihan (Pendalaman Karakter)
afm.
Dengan memahami ayat-ayat tentang menyelesaikan perselisihan maka
seharusnya kita memiliki sikap-sikap berikut ini! Coba sebutkan sikap-sikap lain yang
ananda temukan dari tema pembahasan kita hari ini!
1. Terjemahkan apa yang sebenarnya Anda inginkan
afn. Saat perdebatan dengan teman, kakak, rekan kerja, atau siapapun, dan suasana makin panas,
Anda akan mudah sekali terbawa emosi. Bukan saat yang tepat untuk bernegosiasi untuk mencari
solusi bersama. Berhentilah untuk selalu berusaha memecahkan segala macam persoalan. Hentikan
perdebatan, lalu mulai tuliskan perasaan Anda, atau cari teman yang dipercaya untuk mendengarkan
masalah Anda. Intinya, cara ini membantu Anda memikirkan hasil atau solusi yang paling tepat.
Mengambil keputusan saat pikiran dikuasai amarah hanya akan membuat Anda mencari-cari alasan
pembenaran dan menyalahkan orang lain.
2. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi
afo.

.
3. Tetapkan bentuk proses negosiasi
afp. Jika
pikiran
sudah
tenang
dan
terkontrol,

.
4. Sampaikan pesan yang tepat
afq. Mulailah

5. Negosiasi
afr. Saat Anda memulai bernegosiasi untuk mencari solusi, kontrol diri Anda. Jangan memotong
pembicaraan; bicaralah saat sudah giliran Anda. Respons pernyataan lawan bicara dengan tenang.
Tarik nafas, dan berikan jeda beberapa detik untuk menjawabnya. Kontrol diri sangat penting agar
solusi
bisa
ditemukan
dengan
pikiran
yang
tenang
dan
bukan
emosi.
Jika semua cara ini sudah dicoba, namun masih juga belum menemukan penyelesaian, mediasi
menjadi langkah selanjutnya. Anda membutuhkan bantuan dari pakar atau dari pihak ketiga yang
mampu menetralkan suasana. Bisa teman yang dipercaya kedua belah pihak, seperti keluarga, kolega,
atau jika ingin lebih efektif, cari pakarnya. Pakar profesional lebih memahami teknik mendamaikan
pihak berseteru. Ini lebih baik daripada mendiamkan masalah dan menumbuhkannya menjadi energi
negatif.
124

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

afs.

J. Kesimpulan
aft. Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan
beberapa hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materimateri pokok lain yang belum tercantum!
a) Hal-hal yang dimusyawarahkan adalah hal-hal yang berkaitan dengan masalah
kemasyarakatan dan bukan masalah murni keagamaan, karena telah ditentukan oleh Allah dan
Rasul-Nya.
b) Dalam
konteks
permusyawaratan
sikap
yang
paling
patut
dikedepankan
adalah ............................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.
c) Bentuk akhlak luhur bila hasil permusyawaratan gagal dilaksanakan adalah seperti yang
dicontohkan Nabi SAW. Yakni, ............................................................................................
afu.
...........................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
..
d) Dalam
Islam, kemajemukan, perbedaan bangsa-bangsa dan suku-suku
adalah ..............................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
....................................
afv.
afw.
K. Ayo Berlatih
afx. Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya,

carilah referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal esay
afy.

I. Evaluasi Cognitif

a. Pilihlah Ganda
1.


dalam potongan ayat
disamping terdapat sifat agung Rasulullah,
yaitu
A. Mengasihi
B. Memaafkan
C. Memberi
D. Lemah lembut
E. Ramah

2.


kata yang bergaris bawah
menunjukkan
A. Mungkin terjadi
B. Tidak pernah terjadi

C. Dapat saja terjadi


D. Bisa terjadi bias juga tidak
E. Semua jawaban salah
3. Dalam surat Ali imran ayat 159
menunjukan bahwa
A. Selalu bersifat lemah lembut
B. Boleh bersifat kasar asal pada
tempatnya
C. Tidak boleh bersifat kasar sama sekali
D. Bersifat lemah lembut dalam sgala hal
E. Jawaban a,b dan d benar
4.

adalah member

maaf dalam arti


A. Memaafkan segala kesalahan
B. Menganggap tidak pernah berslah
C. Menghapus semua kesalahan
D. Tidak mengingat lagi kesalahanya
E. Semua jawaban benar
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

125

5. Pengertian Azm adalah


A. Berniat
B. Bermaksud
C. Berketetapan hati
D. Bersungguh Sungguh
E. Berbaik hati
6.

8. Kata

bermakna

A. Teguh hati
B. Berhati keras
C. Berhati kasar
D. Teguh pendirian
E. Lemah lembut
7. Pemberiaan maaf pada tingkatan tertinggi
adalah
a. Melupakan kesalahan
b. Menghilangkan kesalahan
c. Menganggap tidak pernah bersalah
d. Memaafkan dan berbuat baik kepada
yang bersalah
e. Semua jawban benar

pengertianya lebih

pada..
A. Tidak memihak
B. Netral
C. Satu arah
D. Serasi
E. Jawaban a dan b benar
9. Qs. Al Hujurat ayat 12 adalah larangan
untuk.
A. Berburuk sangka
B. Curiga
C. Berbaik sangka
D. Sifat ragu
E. Menuduh
10.

(
A.
B.
C.
D.
E.

berarti..
Baik dalam segala hal
Diraihnya manfaat
Kerusakan
Kenikmatan
Semua jawaban salah

b. Soal Uraian
c.
Petunjuk: Dari materi yang kalian
terima di tersebut, terdapat beberapa kata kunci yang harus Ananda pahami dalam rangka untuk
memperluas wawasan terhadap aspek kandungan makna tentang penyelesaikan perselisihan.
d.
e.
Jelaskan maksud kata kunci dalam
memahami Materi penyelesaikan perselisihan di bawah ini:
f.
1. Diantara strategi menyelesaikan
perselisihan menurut ananda yang baik adalah!
g.
.......................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................................
..................
h.

1. Sebutkan satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kerukunan antara sesama manusia?
i.

j.
k.

.......................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................
........................................................

II. EVALUASI PSIKOMOTORIK

l.
Hafalkan ayat, terjemahkan dan
menganalisis ayat-ayat tentang menyelesaikan perselisihan dalam Qs An-Nisa 59, al-Hujurat:9,
al-Araaaf 199, Al-Nahl: 126
m.
NILAI
126

.s

NILAI

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

.r

NILAI

.p

NA

.o .n

ANALISIS

TARJAMAH

.af .ae .adac.


.ab .aa .z
4
3 2 1
3 2 1
.au .at .as .ar .aq .ap .ao .an

ag.
4

.bi.bh .bg .bf .be .bd .bc .bb


.bw.bv .bu .bt .bs .br .bq .bp
bx.
by.

.q MA SISWA NO
y.
x.
. .
.QS ..QS
.am .al . .
.ai .ah
1
.ba .az . .
.aw .av
2
.bo .bn . .
.bk .bj
3

HAFALAN

ak

aj

ay

ax

bm

bl

III. EVALUASI AFEKTIF

a. KEGIATAN DISKUSI (Asosiasi)


bz. Setelah Ananda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan teman
sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk mempresentasikan hasil
diskusi tersebut di depan kelas.
a) Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang menyelesaikan perselisihan,
musawarah dan taaruf.

b) Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah orang di lingkungan sekitarmu


yang bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan dengan mudah dan disa diterima
dengan senang hati. Lalu presentasikan di depan kelas!
ca.

b.

Konsep Diri (self-concept)


c. Bagaimana sikap Ananda dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, jika dihadapkan dengan
hal polemik yang terjadi dilinggunganmu? bisakah ananda mengatasinya? Bagamana
caranya? Jelaskan !
cb. ........................................................................................................................................................
........
cc. ........................................................................................................................................................
........
cd. ........................................................................................................................................................
........
ce.

d. Sebutkan hal-hal yang sering menyebabkan perselisihan di masarakat?


cf. ........................................................................................................................................................
........
cg. ........................................................................................................................................................
........
ch. ........................................................................................................................................................
........
ci.
c.

Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)

PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :


1. Bagaimana cara menyelesaikan masalah?
2. Apa pengertian musyawarah berdasarkan penjelasan di atas? jelaskan!
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

127

3. Bagaimana pengertian tawakkal?


4. Berikan contoh berbuat adil!
5. Bagaiman menyikapi multi kultural seperti yang terjadi saat ini?
.cj

PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):


Tugas individu :
ck. Buatlah contoh penerapan dalam masyarakat tentang mustawarah dan taaruf
Tugas kelompok :
cl. Buat kelompok, kemudian bermusyawaralah tentang suatu hal tentang fonomena
perkembangan islam pada pada masa modern lalu presentasikan di depan kelas!
cm.

d. Portofolio dan Penilaian Sikap


1. Carilah beberapa ayat lain dan hadist yang berhubungan dengan menyelesaikan perselisihan,
musyawarah dan taaruf dengan mengisi kolom di bawah ini :

cn.
N

co.

cq.
cr.
cu.
cv.

Nama Surat +
No. Ayat

cp. Redaksi Ayat

cs.

ct.

cw.

cx.

cy.
cz.
N
dc.
dd.
dg.
dh.

da.

Hadits Riwayat

db. Hadits

de.

df.

di.

dj.

dk.
2. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang menyelesaikan perselisihan,
musyawarah dan taaruf coba kamu amati perilaku berikut ini dan berikan komentar
dl.
dm.Perilaku Yang Diamati
dn. Tanggapan / Komentar Anda
dp.

dt.

dq.Marmi salah satu siswi yang


selalu mendakwa temannya
yang tidak sefaham dengan dia,
dengan demikin timbullah suatu
masalah yang tidak diinginkan.
du. Marsono
memimpin
musawarah
dengan
lemah
lembut dan bijaksana

dr.

dv.

dw.
dx.

dy.

Catatan Guru

dz.
ea.
eb.

Nilai

ec.
ed.
ee.

Mutiara Hikmah
ef.

)) :
eg.


, ((
Dari Ibnu Abbas dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Jika semua orang diberikan (apa yang
mereka dakwakan) hanya dengan dakwaan mereka, maka akan banyak orang yang mendakwakan harta dan jiwa
128
Tafsir
Ilmu
tafsir XII harus
agama
smt 2
orang lain. Tapi
yang
mendakwa
mendatangkan
bukti dan terdakwa yang mengingkari harus bersumpah.
(Hadits hasan diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dan yang lain demikian, dan sebahagiannya di Shahihain)

eh.

POTENSI AKAL DAN ILMU

ei.
A. KI (Kompetensi Inti):
1.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam

2.

Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong,
kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
ej.
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
ek.
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

el.
em. konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan,
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
en.
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
eo.prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
ep.
eq.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
er.
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
es.
et.
B. KD (Kompetensi Dasar) :
eu.
1.5 Menghayati kandungan Al-Quran tentang potensi akal , ilmu pengetahuan, dan teknologi.
ev.
2.4 Memiliki potensi akal dan ilmu pengetahuan sesuai kandungan Al-Quran dalam surah Ali
ew.
Imran:190-191;QS al-Araf: 179; QS al-Isra:36; QS ar-Rahman:1-4
ex.
3.4 Memahami kandungan Al-Quran tentang potensi akal, ilmu pengetahuan, dan teknologi
ey. al-Isra:36; QS ar-Rahman:1-4
dalam surah Ali Imran:190-191;QS al-Araf: 179; QS
ez.
4.4 Menerapkan akal untuk mempelajari ilmu pengetahua n dan teknologi sesuai
fa.

kandungan

fb.
ar-Rahman:1-4

Al-Quran dalam surah Ali Imran:190-191;QS al-Araf: 179; QS al-Isra:36; QS

C. Indicator

fc. PETA
KONSEP
Mampu
menjelaskan
tentang intisari dan keterangan dari QS al-Alaq: 1-5, QS Yunus: 101; QS alBaqarah: 164. Percaya diri
Mampu menerjemahkan QS al-Alaq: 1-5, QS Yunus: 101; QS al-Baqarah: 164 ke dalam bahasa
Indonesia dengan baik dan benar. Jujur dan ingin tahu
Mampu menjelaskan gambaran QS al-Alaq: 1-5, QS Yunus: 101; QS al-Baqarah: 164 tentang
perilaku orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Tanggung jawab dan percaya diri
Mendalami dan memahami serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari QS al-Alaq: 1-5, QS
Yunus: 101; QS al-Baqarah: 164. Religius dan santun

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

129

fd.

A. Mari Kita Renungkan


fe. Petuntuk: Renungkan sejenak dongeng/kisah dibawah ini dengan teliti;
ff.
fg. Kira-kira apa yang difikirkan oleh anak ini, bagaimana dengan kalian? Sudahkah
dalam menghadapi segala hal selalu menggunakan akal sehat sehinga melahirkan hal yang
positif?
fi.
fj.
fk.
fl.

fh.
S
u
m
b
e
r
:
h
t
t
p
:
/
/
k
j
u
n
g
r
a
n
a
.
b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m
/

fm.

fn. Akal adalah salah satu potensi manusia yang perlu kita syukuri. Salah satu cara
bersyukur ialah mempergunakan akal kita sesuai dengan keinginan yang membuatnya, yaitu Allah
SWT. Dengan akal, manusia memiliki kemampuan untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan. Suatu
kemampuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Salah satu perintah Allah SWT kepada manusia
ialah agar setiap tindakan dan tingkah lakunya berdasarkan ilmu.

130

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

fo. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
pertanggungan jawabnya. (QS.17:36)
fp.
fq.

fr.

B. Amati Gambar Berikut Ini Dan Buatlah Komentar Atau


Pertanyaan
ft. Setelah Anda mengamati gambar
fs.
disamping berilah komentar atau
pertanyaan yang relevan
fu. 1.

.
fv.

.
fw.
..
fx. 2.

.
fy.

.
fz.

.
ga. 3.

gb.
..
gc.
gd. Sumber: http://denidakwahkpiinedia.blogspot.com/
gf. Setelah Anda mengamati gambar
ge.
disamping berilah komentar atau
pertanyaan yang relevan
gg. 1.

.
gh.
.
gi.
..
gj. 2.

.
gk.
.
gl.

.
gm. 3.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

131

gn.

go. Sumber: http://semangatislam.blogspot.com/2012/06/kedudukan-akal-dalam-islam.html

gq. Setelah Anda mengamati gambar


disamping berilah komentar atau
pertanyaan yang relevan
gr. 1.

.
gs.

.
gt.
..
gu. 2.

.
gv.
.
gw.
.
gx. 3.

gy.
..
gz.
..

gp.

ha. Sumber: http://www.hidayatullah.com/read/16392/14/04/2011/ya-ilmuwan,-ya-ahli-ibadah.html


hb.

hc. C. Mari menanya


hd. Setelah kalian renungkan, membaca dan mengamati gambar / cerita di atas, ada
beberapa pertanyaan yang perlu kalian kaji dengan sejumlah pertanyaan dengan menggunakan
jelaskan, apa, bagaimana, !

Dari ketiga Gambar diatas mana yang membutuhkan potensi akal dalam berfikir luas?
...

he.

hf. D. Mari belajar


hg. Petunjuk: dalam setiap kegiatan membaca ayat-ayat al-qur`an maka, bacalah ayat-ayat
QS al-Baqarah: 164 , QS- At-Tahriim:6, Thaahaa: 132; al-Anaam:70 ; an-Nisaa:36 dan Huud: 117-119

yang berkaitan dengan potensi akal dan ilmu berikut ini dengan tartil, baik dan benar serta
usahakan ananda bisa menghafalnya.
hh.
hi. *untuk QS al-Baqarah: 164 Sudah dibahas di kelas XI
hj.
a. Ayo Membaca Qs al-Baqarah: 164*


hk

132

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2


b.

Ayo Membaca QS Ali Imran:190-191




.hl



( )



hm.
c. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS Ali Imran:190-191

hn.
: malam hari
ho.
hp.
hq.

: siang

: orang-orang yang berakal

: dalam keadan berbaring


: sia-sia

hr.
Ayo Memaknai Mufradt Penting

hs. Secara etimologis kata lail (


) berasal dari al-ala, yang pada mulanya
berarti gelap/hitam pekat. Pemakain kata tersebut berkembang sehingga artinya pun
menjadi beranekaragam. Agaknya, dari asal pengertian inilah mereka menamakan waktu
matahari terbenam sampai dengan terbitnya fajar sebagai lail, karena kegelapan dan hitam
pekatnya situasi ketika itu.
ht. Kata /an-nahar mempunyai arti waktu tersebarnya
cahaya, siang yang amat terang, fajar menyingsing. Menurut syara' ialah antara terbitnya
matahari sampai terbenamnya matahari.

) adalah bentuk tunggal dari kata yt (


) . Menurut
pengertian etimologi, kata itu dapat diartikan sebagai mujizah (


= mukjizat),
almah (

= pelajaran). Selain itu, yah (
= tanda), atau ibrah (
hu.

Kata yah (

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

133

) dapat diartikan pula sebagai al-amrul-ajb (




= sesuatu
yang menakjubkan). Apabila kata ayat dikaitkan dengan kata Allh ( )dan segala
kata ganti yang berkaitan dengan-Nya, maka kata itu dapat diartikan dengan dua
pengertian, yaitu pertama dengan ayat-ayat Alquran dan dapat pula dengan sesuatu yang
menunjuk kepada kebesaran dan kekuasaan Allah

hv. Kata (
) al-albb adalah bentuk jamak dari (
) lubb yaitu
saripati sesuatu. Kacang, misalnya memiliki kulit yang menutupi isinya. Isi kacang dinamai
lubb. Ulul Albab adalah orang-orang yang memiliki akal yang murni, yang tidak
diselubungi oleh "kulit", yakni kabut ide, yang dapat melahirkan kerancuan dalam berpikir.
Yang merenungkan tentang fenomena alam raya akan dapat sampai kepada bukti yang
sangat nyata tentang keesaan dan kekuasaan Allah SWT.
hw.

Kata () terambil dari akar kata fakkara (

adalah kata kerja yang berakar dari huruf-huruf f (

) , dan r (
) , kf (

). Ibnu Faris di dalam Mujam Maqysil Lughah menulis bahwa struktur akar kata
ini mengandung makna pokok bolak-baliknya hati dalam suatu masalah. Menurut
Ibrahim Mustafa di dalam Al-Mujam Al-Wasth, akar katanya adalah fakara (
) ,
yang secara leksikal bermakna mendayagunakan akal dalam suatu urusan dan menyusun
suatu masalah yang diketahui untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui.
hx. Oleh karena itu, sebagian pakar menambahkan bahwa kata fakara tidak
digunakan kecuali terhadap sesuatu yang dapat tergambar dalam benak. Itulah sebabnya,
kata mereka, ada larangan berfikir menyangkut Allah Swt, Jangan berfikir menyangkut
Allah, tetapi berfikirlah tentang nikmat-nikmat-Nya. Alasannya, Allah tidak dapat
difikirkan, dalam artian dzat-Nya tidak dapat tergambar dalam benak seseorang.

Kata ( )terambil dari kata (


) sabaha yang biasa
diartikan berenang. Seorang yang berenang menjauh dari posisinya. Dari kata sabbib diartikan
menjauhkan Allah dari segala kekurangan. Bahkan menurut Imam Ghazali, tasbih adalah bukan
saja menjauhkan segala kekurangan dari Dzat, sifat dan perbuatan Allah tetapi juga segala sifat

hy.

kesempurnaan yang tergambar dalam benak manusia. Didahulukannya kata (

subhnaka yang terjemahannya adalah Maha Suci Engkau, atas permohonan terpelihara
dari siksa neraka adalah mengajarkan bagaimana seharusnya bermohon, yaitu
mendahulukan penyucian Allah dari segala kekurangan, yakni memuji-Nya baru
mengajukan permohonan. Ini demikian, agar si pemohon menyadari aneka nikmat Allah
yang telah melimpah kepadanya sebelum adanya permohonan, sekaligus untuk menampik
segala macam kekurangan dan ketidakadilan terhadap Allah, apabila ternyata permohonan
yang diajukan belum diperkenankan-Nya.

hz. Makna firman-Nya: (


) Rabban
m khalaqta hadz bthilan/Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia
bahwa ia adalah sebagai natijah dan kesimpulan upaya dzikir dan pikir. Bisa juga dipahami
zikir dan pikir itu mereka lakukan sambil membayangkan dalam benak mereka bahwa alam
raya tidak diciptakan Allah sia-sia.
ia.
ib.
d. Ayo menarjamahkan QS Ali Imran:190-191;

134

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

ic. 190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam
dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191. (yaitu) orang-orang
yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka
memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami,
Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah
Kami dari siksa neraka.
id.
5. Ayo memahami isi Kandungan QS Ali Imran:190-191
ie.
Bahwa tujuan utama surah Ali 'Imran adalah membuktikan tentang Tauhid,
keesaan dan kekuasaan Allah SWT. Hukum-hukum alam yang rnelahirkan kebiasaankebiasan, pada hakikatnya ditetapkan dan diatur oleh Allah Yang Maha Hidup lagi Qayym
(Maha Menguasai dan Maha Mengelola segala sesuatu). Hakikat ini kembali ditegaskan
pada ayat ini dan ayat mendatang, dan salah satu bukti kebenaran hal tersebut adalah
mengundang manusia untuk berpikir, karena Sesungguhnya dalam penciptaan, yakni
kejadian benda-benda angkasa seperti matahari, bulan dan jutaan gugusan bintang-bintang
yang terdapat di langit atau dalam pengaturan sistem kerja langit yang sangat teliti serta
kejadian dan perputaran bumi dan porosnya, yang melahirkan silih bergantinya malam dan
siang perbedaannya baik dalam masa, maupun dalam panjang dan pendeknya terdapat
tanda-tanda kemahakuasaan Allah bagi ulul albb, yakni orang-orang yang memiliki akal
yang murni.
if.
Ibn Mardawaih juga meriwayatkan melalui Atha' bahwa satu ketika dia
bersama beberapa rekannya mengunjungi istri Nabi saw., Aisyah. R.a., untuk bertanya
tentang peristiwa apa yang paling mengesankan beliau dari Rasul saw. Aisyah menangis
sambil berkata: "Semua yang beliau lakukan mengesankan." (Kalau harus menyebut satu,
maka) satu malam, yakni di malam giliranku beliau tidur berdampingan denganku, kulitnya
menyentuh kulitku, lalu beliau bersabda: "Wahai Aisyah, izinkanlah aku beribadah kepada
Tuhanku." Aku berkata - jawab Aisyah: "Demi Allah, aku senang berada di sampingmu,
tetapi aku senang juga engkau beribadah kepada Tuhanmu." Maka beliau pergi berwudhu,
tidak banyak air yang beliau gunakan, lalu berdiri melaksanakan shalat dan menangis hingga
membasahi jenggot beliau, lalu sujud dan menangis hingga membasahi lantai, lalu berbaring
dan menangis. Setelah itu Bilal datang untuk azan shalat Subuh." Kata Aisyah lebih lanjut,
"Bilal bertanya kepada Rasul, apa yang menjadikan beliau menangis sedang Allah telah
mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?" Rasul SAW., menjawab: "Aduhai
Bilal, apa yang dapat membendung tangisku padahal semalam Allah telah menurunkan
kepadaku ayat: Inna fi khalq as-samwti..., sungguh celaka siapa yang membaca tapi tidak
memikirkannya."
ig. Ayat ini dan ayat-ayat berikut menjelaskan sebagian dari ciri-ciri siapa yang
dinamai Ulul Albab, yang disebut pada ayat yang lalu. Mereka adalah orang-orang baik
lelaki maupun perempuan yang terus-menerus mengingat Allah, dengan ucapan, dan atau
hati dalam seluruh situasi dan kondisi saat bekerja atau istirahat, sambil berdiri atau duduk
atau dalam keadaan berbaring, atau bagaimanapun dan mereka memikirkan tentang
penciptaan, yakni kejadian dan sistem kerja langit dan bumi dan setelah itu berkata sebagai
kesimpulan: 'Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam raya dan segala isinya ini
dengan sia-sia, tanpa tujuan yang hak. Apa yang kami alami, atau lihat atau dengar dari
keburukan atau kekurangan. Maha Suci Engkau dari semua itu. Itu adalah ulah, atau dosa
dan kekurangan kami yang dapat menjerumuskan kami ke dalam siksa neraka maka
peliharalah kami dari siksa neruka. Karena Tuhan kami, kami tahu dan yakin benar bahwa
sesungguhnya siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau
hinakan dia dengan mempermalukannya di hari Kemudian sebagai seorang yang zalim
serta menyiksanya dengan siksa yang pedih. Tidak ada satu pun yang dapat membelanya
dan, dan tidak ada bagi orang-arang yang dzalim siapa pun satu penolong pun.
ih. Di atas terlihat bahwa objek dzikir adalah Allah, sedang objek pikir adalah
makhluk-makhluk Allah berupa fenomena alam. Ini berarti pengenalan kepada Allah lebih
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

135

banyak didasarkan kepada kalbu, sedang pengenalan alam raya oleh penggunaan akal,
yakni berpikir. Akal memiliki kebebasan seluas-luasnya untuk memikirkan fenomena alam,
tetapi ia memiliki keterbatasan dalam memikirkan Dzat Allah, karena itu dapat dipahami
sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Abu Nu'am melalui Ibn 'Abbas, "Berpikirlah
tentang makhluk Allah, dan jangan berpikir tentang Allah."
ii.
Manusia yang membaca lembaran alam raya, niscaya akan mendapatkan-Nya.
Sebelum manusia mengenal peradaban, mereka yang menempuh jalan ini telah
menemukan kekuatan itu, walau nama yang disandangkan untuk-Nya bermacam-macam,
seperti Penggerak pertama, Yang Maha Mutlak, Pencipta Alam, Kehendak Mutlak, Yang
Maha Kuasa, Yahwa, Allah, dan sebagainya. Bahkan seandainya mata tidak mampu
membaca lembaran alam raya, maka mata hati dengan cahayanya akan menemukan-Nya,
karena dalam jangkauan kemampuan manusia memandang Tuhan melalui lubuk hatinya,
bahkan bila manusia mendengar suara nuraninya dengan telinga terbuka pasti dia akan
mendengar "suara Tuhan" menyerunya. Ini disebabkan karena kehadiran Allah dan
keyakinan akan keesaan-Nya adalah fitrah yang menyertai jiwa manusia. Fitrah itu tidak
dapat dipisahkan dari manusia, paling hanya tingkatnya yang berbeda, sekali atau pada
seseorang, ia sedemikian kuat, terang cahayanya melebihi sinar mentari, dan dikali lain
atau pada orang lain lemah, remang dan redup. Namun demikian, sumbernya tidak lenyap,
akarnya pun mustahil tercabut.
ij.
Ayat di atas juga menunjukkan bahwa semakin banyak hasil yang diperoleh
dari dzikir dan pikir, dan semakin luas pengetahuan tentang alam raya, semakin dalam pula
rasa takut kepada-Nya, yang antara lain tercermin pada permohonan untuk dihindarkan dari
siksa neraka. Memang seperti firman-Nya: "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di
antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama/cendekiawan" (QS. Fathir [35]: 28).
ik. Secara umum dapat disimpulkan beberapa ciri atau tanda dari mereka yang
mendapat keistimewaan dari Allah SWT. dengan gelar "Ulul Albab", yakni :
il.
Bersungguh-sungguh mencari ilmu, seperti disebutkan dalam Al-Qur'an :
im. "Dan orang yang bersungguh-sungguh dalam ilmu pengetahuan,
mengembangkannya dengan seluruh tenaganya, sambil berkata : "Kami percaya ini
semuanya berasal dari hadirat Tuhan kami, dan tidak mendapat peringatan seperti itu
kecuali ulul albab." QS. [3]: 7
in. Termasuk dalam bersungguh-sungguh mencari ilmu ialah kesenangannya
menfakuri ciptaan Allah di langit dan di bumi. Allah menyebutkan tanda ulul albab ini
sebagai berikut : "Sesungguhnya dalam proses penciptaan langit dan bumi, dalam
pergiliran siang dan malam, adalah tanda-tanda bagi ulul albab. (QS. [3] : 190)
io. Tafakur adalah merenungkan ciptaan Allah di langit dan di bumi, kemudian
menangkap hukum-hukum yang terdapat di alam semesta. Tasyakur adalah memanfaatkan
nikmat dan karunia Allah dengan menggunakan akal pikiran, sehingga kenikmatan itu
makin bertambah.
ip.
iq. Mampu memisahkan yang jelek dari yang baik, kemudian dia pilih yang baik,
walaupun ia harus sendirian mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu
dipertahankan oleh sekian banyak orang. Allah berfirman : "Katakanlah, tidak sama
kejelekan dan kebaikan, walaupun banyaknya ejelekan itu mencengangkan engkau. Maka
takutlah kepada Allah, hai.ulul-albab." (QS 5: I00)
ir.
Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, pandai menimbang-nimbang ucapan,
teori, proposisi atau dalil yang dikemukakan oleh orang lain; "Yang mendengarkan
perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang
yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah ulul-albab." (QS. 39:18)
is.
Bersedia menyampaikan ilmunya_kepada orang lain untuk memperbaiki
masyarakatnya; bersedia memberikan peringatan kepada masyarakat: diancamnya
masyarakat, diperingatkannya mereka kalau terjadi ketimpangan, dan diprotesnya kalau
terdapat ketidakadilan. Dia tidak duduk berpangku tangan di laboratorium; dia tidak senang
136

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

hanya terbenam dalam buku-buku di perpustakaan; dia tampil di hadapan masyarakat,


terpanggil hatinya untuk memperbaiki ketidakberesan di tengah-tengah masyarakat.
it.
"(Al-Quran) ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya
mereka diberi peringatan dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasannya Dia
adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar ulul-albab mengambil pelajaran." (QS. 14:52)
iu. "Hanyalah ulul-albab yang dapat mengambil pelajaran, (yaitu) orang-orang
yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian; dan orang-arang yang
menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supayd dihubungkan, dan mereka takut
kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar, karena
mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan salat dan menafkahkan sebagian rezki yang
Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak
kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang
baik)." (QS. 13:19-22)
iv.
Tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Berkali-kali Al-Qur'an
menyebutkan bahwa ulul-albab hanya takut kepada Allah: "Berbekallah dan sesungguhnya
sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai ulul-albab." (QS 2:197)
iw. " . maka bertakwalah kepada Allah hai ulul-albab, agar kamu mendapat
keberuntungan. "(QS 5:179) "Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai ulul-albab. " (QS. 65:10)
ix.
iy.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang potensi akal dan ilmu ini,
pelajari QS. al-Araf: 179 berikut !
iz. II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. al-Araf: 179 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
ja.
Ayo Membaca QS al-Araf: 179
a.

jc.
jd.
je.
jf.
jg.
jh.

b. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS al-Araf: 179;

: Jin

: manusia

: lalai
c. Ayo Memaknai Mufradt Penting

ji.
Kata () al jin, jin dalam bahasa Arab yangterdiri dari huruf
Jim dan Nun, dengan berbagai bentuknya, memiliki pengertian "benda" atau
"makhluk" yang tersembunyi. Jin adalah nama jenis, bentuk tunggalnya adalah
Jiniy yang artnya adalah yang tersembunyi atau yang tertutup atau yang tak
terlihat. Hal inilah yang memungkinkan kita untuk mengaitkannya dengan sifat
yang umum "Alam Tersembunyi" sekalipun akidah Islam memaksudkannya
dengan makhluk-makhluk berakal, berkehendak, sadar dan mempunyai
kewajiban, berjasad halus dan hidup bersama-sama kita di planet bumi ini.
jj.
Kata ( ) al insan, manusia berarti jinak, harmonis, dan tampak.
Kata insan berasal dari tiga kata:anasa yang berarti melihat, meminta izin, dan
mengetahui; nasiya yang berarti lupa; dan al-uns yang berarti jinak. Kata insaan digunakan
Al Quran untuk menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga.

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

137

jb

jk.
Kata ()Al ghafilun terambil dari kata gbaflah,
yakni lalai, tidak mengetahui atau menyadari apa yang seharusnya diketahui dan disadari.
jl.
d. Ayo menarjamahkan QS al-Araf: 179;
jm. dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin
dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami
(ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak,
bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.
jn.
e. Ayo memahami isi Kandungan QS al-Araf: 179
jo. Ayat ini menjadi penjelasan mengapa seseorang tidak mendapat petunjuk dan
mengapa pula yang lain disesatkan Allah. Ayat ini juga berfungsi sebagai ancaman kepada
mereka yang mengabaikan tuntunan pengetahuannya. la menjelaskan bahwa mereka yang
Kami kisahkan keadaannya itu, yang menguliti dirinya sehingga Kami sesatkan adalah
sebagian dari yang Kami jadikan untuk isi neraka dan demi Keagungan dan Kemuliaan Kami
sungguh Kami telah ciptakan untuk isi neraka ]ahannam banyak sekali dari jenis jin dan jenis
manusia karena kesesatan mereka; mereka mempunyai hati, tetapi tidak mereka gunakan
untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak mereka gunakan
untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak
mereka gunakan untuk mendengar petunjuk-petunjuk Allah. Mereka itu seperti binatang ternak
yang tidak dapat memanfaatkan petunjuk, bahkan mereka lebih sesat lagi daripada
binatang. Mereka itulah orang-orangyang benar-benar amat lalai.
jp.
Hati, mata, dan telinga orang-orang yang memilih kesesatan dipersamakan
dengan binatang karena binatang tidak dapat menganalogikan apa yang ia dengar dan lihat
dengan sesuatu yang lain. Binatang tidak memiliki akal seperti manusia. Bahkan manusia yang
tidak menggunakan potensi yang dianugerahkan Allah lebih buruk, sebab binatang dengan
instinknya akan selalu mencari kebaikan dan menghindari bahaya, sementara manusia durhaka
justru menolak kebaikan dan kebenaran dan mengarah kepada bahaya yang tiada taranya.
jq.
Setelah kematian, mereka kekal di api neraka, berbeda dengan binatang yang
punah dengan kematiannya. Di sisi lain, binatang tidak dianugerahi potensi sebanyak potensi
manusia, sehingga binatang tidak wajar dikecam bila tidak mencapai apa yang dapat dicapai
manusia. Manusia pantas dikecam bila sama dengan binatang dan dikecam lebih banyak lagi jika
ia lebih buruk daripada binatang, karena potensi manusia dapat mengantarnya meraih ketinggian
jauh melebihi kedudukan binatang.
jr.
Keimanan dan petunjuk Allah sedemikian jelas, apalagi bagi yang berpengetahuan,
tetapi bila mereka tidak memanfaatkannya maka mereka bagaikan orang yang tidak mengetahui
atau tidak menyadari bahwa mereka memiliki potensi atau alat untuk meraih kebahagiaan. Inilah
kelalaian yang tiada taranya.
js.
jt.
ju. Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang potensi akal dan ilmu ini, pelajari QS
al-Isra:36 berikut !
jv. II. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. al-Isra:36 berulang-ulang secara tartil dan
bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
jw.
a. Ayo Membaca QS al-Isra:36



.jx







(




138

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

b. Ayo mengartikan beberapa mufradt penting dari QS al-Isra:36;


jy.
: pengetahuan
jz.
ka.

(

: kamu mengikuti



: hati


: diminta pertanggungan jawabnya

kb.
kc.
c. Ayo Memaknai Mufradt Penting
kd.Kata ( ) Ilm, menurut Ibnu Faris di dalam Mujam Maqyis al-Lughah
menyebutkan bahwa rangkaian fonem ain, lam, dan mim, pada asalnya memiliki arti yang
menunjuk pada adanya tanda atau jejak pada sesuatu yang membedakannya dengan yang lain.
Dari akar kata ini, di antaranya lahir turunan kata berikut: Al-almah ai al-marfah (



= yang dikenal); al-alam (
= bendera atau
panji); dan al-ilmu (
= pengetahuan). 'Ilm dari segi bahasa berarti kejelasan,
karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai ciri kejelasan. Al Asfahani di
dalam Al-Mufradt fi Garb al-Qurn menyebutkan bahwa al-ilmu (
) adalah

pengetahuan tentang hakikat sesuatu.


ke.Kata ( ) Al Fuad berasal dari akar kata f a d, yang bermakna
gerak, atau menaruh dalam gerak. Secara leksikal, ia adalah sinonim dari jantung, dengan
sedikit perbedaan bahwa fuad merupakan bagian paling luar. Al Fu'ad merupakan potensi Qalb/
hati yang berkaitan dengan indrawi, mengolah informasi yang sering dilambangkan berada
dalam otak manusia. Fu'ad mempunyai tanggung jawab pikiran yang jujur kepada apa yang
dilihatnya. Potensi ini cenderung dan selalu merujuk pada kejujuran dan jauh dari berbohong
kf.
d. Ayo menerjamahkan QS al-Isra:36
kg.
dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
pertanggungan jawabnya.
e. Ayo Memahami isi Kandungan QS al-Isra:36
kh. Sayyid Qutb berkomentar bahwa ayat 36, QS. Al Isra ini dengan kalimatkalimatnya yang sedemikian singkat telah menegakkan suatu sistem yang sempurna bagi hati
dan akal, mencakup metode ilmiah yang baru saja dikenal oleh umat manusia, bahkan ayat ini
menambah sesuatu yang berkaitan dengan hati manusia dan pengawasan Allah. Tambahan
dan penekanan ini merupakan keistimewaan islam dibanding dengan metode-metode
penggunaan nalar yang dikenal selama ini dan yang sangat gersang itu. Ayat ini
menegaskan bahwa manusia pun akan dituntut mempertanggungjawabkan kerja.
ki. Didahulukannya kata pendengaran atas penglihatan, merupakan perurutan yang
sungguh tepat, karena memang llmu kedokteran modern membuktikan bahwa indera
pendengaran berfungsi mendahului indera penglihatan. la mulai tumbuh pada diri seorang
bayi pada pekan-pekan pertama. Sedangkan indera penglihatan baru bermula pada bulan
ketiga dan menjadi sempurna mengmjak bulan keenam. Adapun kemampuan akal dan mata
hati yang berfungsi membedakan yang baik dan buruk, maka ini berfungsi jauh sesudah
kedua indera tersebut di atas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perurutan
penyebutan indera-indera pada ayat di atas mencerminkan tahap perkembangan fungsi
indera-indera tersebut.
kj. Analisis pendengaran lebih dahulu berfungsi dari pada penglihatan yang difahami dari
informasi Al Quran, agaknya diperkuat oleh Hadits, yang mengajarkan bayi lahir diadzankan dari
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

139

telinga kanannya dan diiqamatkan di telinga kirinya, jika bayinya laki-laki,dan diiqamatkan di
telingan kanan-kirinya jika bayinya perempuan.
kk. Diriwayatkan dari Abi Rafi Maul, bahwa dia melihat Rasulullah SAW
mengadzankan dengan adzan shalat di telinganya Husein bin Ali, ketika telah dilahirkan oleh
Fat}imah. (Riwayat Abu Dawud dan At Turmudzi)
kl. Jika ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan pendengaran adalah indera pertama yang
lebih dahulu berfungsi, maka ternyata indera pendengaran juga yang paling akhir berfungsi,
sehingga ketika skarat maut, manusia dianjurkan untuk ditalqinkan, yang artinya diajari, diingatkan,
serta dituntun mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah.
km.
Telinga manusia memiliki keterbatasan kemampuan pendengaran berdasarkan
besar kecil frekuensi bunyi yang didengar. Frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh manusia
normal disebut dengan frekuensi audio. Selain bagian pendengaran, bagian telinga dalam terdapat
indra pengatur keseimbangan atau organ Vestibular. Bagian ini secara struktural terletak di belakang
labirin yang membentuk struktur utrikulus dan sakulus serta tiga saluran setengah lingkaran
atau Saluran Gelung atau semisirkular . Kelima bagian ini berfungsi mengatur keseimbangan
tubuh dan memiliki sel rambut yang akan dihubungkan dengan bagian keseimbangan dari saraf
pendengaran.
kn. Selanjutnya dipilihnya bentuk jamak untuk penglihatan dan hati, karena yang

didengar selalu saja sama, baik oleh seorang maupun banyak orang dan dari arah mana pun
datangnya suara. Ini berbeda dengan apa yang dilihat. Posisi tempat berpijak dan arah
pandang melahirkan perbedaan. Demikian juga hasil kerja akal dan hati. Hati manusia sekali
senang sekali susah, sekali benci dan sekali rindu, tingkat-tingkatnya berbeda-beda walau
objek yang dibenci dan dirindui sama.
ko. Dalam pandangan Al Qur'an ada wujud yang tidak tampak betapapun tajamnya
mata kepala atau pikiran. Banyak hal yang tidak dapat terjangkau oleh indera, bahkan oleh
akal manusia. Yang dapat menangkapnya hanyalah hati, melalui wahyu, ilham atau intuisi.
Dari sini pula sehingga Al Qur'an, disamping menuntun dan mengarahkan pendengaran dan
penglihatan, juga memerintahkan agar mengasah akal, yakni daya pikir dan mengasuh pula
daya kalbu.
kp.
kq.
Selanjutnya untuk memperkuat pembahasan tentang potensi akal dan ilmu ini,
pelajari QS. ar-Rahman:1-4 berikut !
kr.
III. Ananda sekalian, mari kita membaca QS. ar-Rahman:1-4 berulang-ulang secara
tartil dan bersama-sama hingga lancar dan setengah hafal!
ks.
a. Membaca QS ar-Rahman:1-4

)

( )


.kt

( )


()


(
b. Arti dan makna mufradat dari QS ar-Rahman:1-4
ku.
petunjuk: perhatikan arti per lafal atau kalimat di bawah ini dengan baik untuk menambah
wawasan ananda sekalian;

: Maha Pemurah

: manusia
: jelas
ky.Kata ()/Ar Rahman/ Maha Pemurah, berakar dari kata
rahim. Menurut pakar bahasa Ibnu Faris (w. 395 H) semua kata yang terdiri dari huruf-huruf
Ra Ha dan Mim, mengandung makna kelemahlembutan, kasih sayang dan kehalusan.
Hubungan silaturahim adalah hubungan kasih sayang. Rahim adalah peranakan/kandungan
yang melahirkan kasih sayang. Kerabat juga dinamai rahim, karena kasih sayang yang terjalin
diantara anggota-anggotanya. Dengan kata ar Rahman menggambarkan bahwa Tuhan
kv.
kw.
kx.

140

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

mencurahkan rahmat-Nya. Hanya saja ulama menjelaskan makna kata ar Rahman adalah
rahmat Allah yang berlaku di dunia, sedang yang berlaku di akhirat diungkap dengan kata ar
Rahim.
kz.Kata ()/Al Quran, adalah firman-firman Allah yang
disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. dengan lafal dan
maknanya yang beribadah siapa yang membacanya, dan menjadi bukti kebenaran mukjizat
Nabi Muhammad saw. Kata Al Qur'an juga dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya
yang enam ribu lebih itu, dan dapat juga digunakan untuk menunjuk walau satu ayat saja
atau bagian dan satu ayat.
la. Kata ( )/Al Insana/ Manusia, menurut Ibn Madzur dalam lisanul
arab dapat diambil dari tiga akar kata . yaitu; Anas, Annisa, nasia. Al insan adalah makhluk
yang mempunyai daya nalar dan daya pikir yang dengannya dapat maju dan berkembang. Ia
berilmu, yang dengan ilmu dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Ia beradab,
tidak suka merampak dan mengambil hak orang lain tanpa izin. Ia ramah dalam pergaulan,
bersahabat, serta dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dan lingkungan. Ia kadang
lupa dan tidak selalu ada dalam kebenaran. Pada ayat ini mencakup semua jenis manusia, sejak
Adam as. hingga akhir zaman.
lb. Kata ( )/Al Bayan, pada mulanya berarti jelas. Kata
tersebut di sini dipahami oleh dalam arti "potensi mengungkap" yakni kalam/ ucapan yang
dengannya dapat terungkap apa yang terdapat dalam benak.
lc.
c. Ayo menerjamah Qs ar-Rahman 1-4
1. (tuhan) yang Maha pemurah, 2. yang telah mengajarkan Al Quran. 3. Dia menciptakan
manusia. 4. mengajarnya pandai berbicara.
ld.
d. Ayo memahami isi kandungan QS ar-Rahman:1-4
a. Rahmat Allah
le.
Apabila seorang mengucapkan kata "Allah" maka akan terlintas atau
seyogianya terlintas dalam benaknya segala sifat kesempurnaan. Dia Maha Kuat, Maha
Bijaksana, Maha Kaya, Maha Berkreasi, Maha Pengampun, Maha Indah, Maha Suci dan
lain sebagainya. Seseorang yang mempercayai Tuhan, pasti meyakini bahwa Tuhannya
Maha Sempurna dalam segala hal, serta Maha Suci dari segala sifat kekurangan. Sifatsifat Tuhan yang diperkenalkan cukup banyak. Dalam salah satu hadits dikatakan
bahwa sifat atau nama-nama Tuhan berjumlah sembilan puluh sembilan nama/sifat. Salah
satu sifat Allah adalah Ar Rahman.
lf.
Dimulainya surah ini dengan kata Ar rahman bertujuan untuk mengundang
rasa ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmat-nikmat
dan beriman kepada-Nya. Di sisi lain, juga merupakan juga bantahan terhadap mereka
yang enggan mengakui-Nya itu.
lg.
Dalam konteks ayat ini dapat ditambahkan bahwa kaum musyrikin Mekah
tidak mengenal siapa ar Rahman, sebagaimana pengakuan mereka yang direkam oleh
QS. Al Furqan (25): 60, dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu
sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha
Penyayang itu? Apakah Kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan
kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari
iman).
lh.
Demikian juga ketika terjadi Perjanjian Hudaibiyah, Rasul SAW
memerintahkan menulis Basmalah, tetapi pemimpin delegasi musyrik Mekkah yakni
Suhail bin Amer menolak kalimat tersebut dengan alasan, Kami tidak mengetahui
Bismillahirrahmanirrahim, tetapi tulislah Bismika Allahuma (Dengan nama Mu Ya
Allah). Demikian juga ketika orang-orang musyrik Mekkah mendengar kaum muslimin
mengucapkan Basmalah, dimana terdapat kata Ar Rahman, mereka berkata, Kami tidak
mengenal Ar Rahman kecuali Musalimah, yakni seorang yang mengaku nabi pada masa
Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

141

Rasul SAW dan menamakan dirinya Ar Rahman. Al Quran melukiskan sikap kaum
musyrik dan penjelasan Allah tentang Ar Rahman, seperti firman Nya dalam Q.S. Ar
Radu (13) : 30,


li




lj.
Demikianlah kami telah mengutus engkau kepada suatu ummat yang telah
mendahului mereka ummat-ummat (lainnya) supaya engkau membacakan kepada mereka
yang Kami wahyukan kepadamu (Al Quran) padahal mereka ingkar kepada Ar Rahman.
Katakanlah Dia Tuhanku, tidak ada Tuhan kecuali Dia, hanya kepada-Nya aku berserah
diri dan hanya kepada-Nya tempat kembali
lk.
Ketika seseorang mengingat Ar Rahman, akan membawa kepada kesadaran
akan kelemahan diri serta kebutuhan kepada Allah, menghayati kekuatan dan kekuasaan
Allah, serta rahmat dan kasih sayang-Nya yang tercurah bagi seluruh makhluk. Kalau
yang demikian itu tertanam di dalam jiwa, maka pasti nilai-nilai luhur terjelma.
ll.
Rahmat yang menghiasi diri seseorang, tidak luput dari rasa pedih yang
dialami oleh jiwa pemiliknya. Rasa itulah yang mendorongnya untuk mencurahkan
rahmat kepada yang dirahmati. Rahmat dalam pengertian demikian adalah rahmat
makhluk, Al-Khaliq (Allah) tidak demikian. Seperti ungkapan Imam Ghazali- Jangan
Anda duga bahwa hal ini mengurangi makna rahmat Tuhan, bahkan di sanalah
kesempurnaannya. Rahmat yang tidak dibarengi oleh rasa pedih, sebagaimana rahmat
Allah tidak berkurang karena kesempurnaan rahmat yang ada di dalam, ditentukan oleh
kesempurnaan buah/hasil rahmat itu saat dianugerahkan kepada yang dirahmati dan
betapapun Anda memenuhi secara sempurna kebutuhan yang dirahmati, yang
bersangkutan ini tidak merasakan sedikitpun apa yang dialami oleh yang memberinya
rahmat. Kepedihan yang dialami oleh sipemberi merupakan kelemahan makhluk.
lm.
Adapun yang menunjukkan kesempurnaan rahmat Ilahi walaupun Yang
Maha Pengasih itu tidak merasakan kepedihan, menurut Imam Ghazali, karena makhluk
yang mencurahkan rahmat saat merasakan kepedihan itu, hampir-hampir saja dapat
dikatakan bahwa saat ia mencurahkannya, ia sedang berupaya untuk menghilangkan rasa
pedih itu dari dirinya, dan ini berarti bahwa pemberiannya tidak luput dari kepentingan
dirinya. Hal ini mengurangi kesempurnaan makna rahmat, yang seharusnya tidak disertai
dengan kepentingan diri, tidak pula untuk menghilangkan rasa pedih tetapi semata-mata
demi kepentingan yang dirahmati. Demikianlah Rahmat Allah SWT.
ln.
Curahan rahmat Tuhan secara aktual dilukiskan dengan kata Rahman,
sedang sifat yang dimiliki-Nya seperti yang tergambar dalam hadits yang diriwayatkan
oleh Imam Muslim, Allah SWT., menjadikan rahmat seratus bagian. Dia menyimpan di
sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkan-Nya ke bumi ini satu bagian.
Satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk. (Begitu meratanya sampai-sampai
satu bagian yang dibagikan ltu diperoleh pula oleh) seekor binatang yang mengangkat
kakinya karena dorongan kasih sayang, khawatir jangan sampai menginjak anaknya"
lo. Pemilik rahmat yang sempurna adalah yang mengkehendaki dan
melimpahkan kebajikan bagi yang butuh serta memelihara mereka. Sedang Pemilik
rahmat yang menyeluruh adalah yang mencurahkan rahmat kepada yang wajar maupun
yang tidak wajar menerimanya. Dalam konteks ayat yang sedang dibahas ini, salah satu
rahmat Allah yang ditonjolkan adalah pemberian rahmat berupa pengajaran dan
pemahaman terhadap Al Quran, melalui Jibril as untuk disampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW., sehingga manusia mengerti akan kesejatian dirinya.
142

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

Rahmat Allah bersifat sempurna karena setiap Dia menghendaki


tercurahnya rahmat, seketika itu juga rahmat tercurah. Rahmat-Nyapun bersifat
menyeluruh karena ia mencakup yang berhak maupun yang tidak berhak serta
mencakup pula aneka macam rahmat yang tidak dapat dihitung atau dinilai .
lp.

lq.

b. Pengajaran dan Pemahaman Al Quran


lr.
Allah Ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur'an itu Dialah yang menciptakan
manusia makhluk yang paling membutuhkan tuntunan-Nya, sekaligus yang paling
berpotensi memanfaatkan tuntunan itu dan mengajarnya ekspresi yakni kemampuan
menjelaskan apa yang ada dalam benaknya, dengan berbagai cara utamanya adalah
bercakap dengan baik dan benar.
ls.
Ketika Al Quran berada di Lauh Mahfuzh tidak diketahui bagaimana
keadaannya, kecuali Allah yang mengetahuinya, karena waktu itu Al Quran berada di
alam ghaib, kemudian Allah menampakkan atau menurunkannya ke Baitul Izzah di
langit bumi. Secara umum, demikian itu menunjukkan adanya Lauh Mahfuzh, yaitu
yang merekam segala qadha dan takdir Allah SWT, segala sesuatu yang sudah, sedang,
atau yang akan terjadi di alam semesta ini. Demikian ini merupakan bukti nyata akan
mengagungkan kehendak dan kebijaksanaan Allah SWT yang Maha Kuasa.
lt.
Transmisi pengetahuan menyangkut Al Quran hingga diterima Nabi SAW.,
tidak dapat lepas dari peran Jibril as. Malaikat Jibril menerima dari Allah wahyu-wahyu
Al Qur'an untuk disampaikan kepada Rasul SAW., termasuk juga yang diajar-Nya,
karena bagaimana mungkin malaikat itu dapat menyampaikan bahkan mengajarkannya
kepada Nabi SAW. Bagaimana mungkin malaikat Jibril mampu mengajarkan firman
Allah itu kepada Nabi Muhammad SAW., kalau malaikat itu sendiri tidak memperoleh
pengajaran dan Allah. sebagaimana dinyatakan dalam QS. An Najm (53): 5,


lu
lv.
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.
lw. Pengajaran dan pemahaman yang diperoleh oleh Jibril as, dari Allah
berdasar kalam Nya. Bahwa kalam bukan sekadar mewujudkan suara dengan
menggunakan rongga dada, tali suara dan kerongkongan. Bukan juga hanya dalam
keanekaragaman suara yang keluar dari kerongkongan akibat perbedaan makhdrij' alhutiif (tempa.t-tempa.t keluarnya huruf) dari mulut, tetapi juga bahwa Allah Yang Maha
Esa menjadikan manusia dengan mengilhaminya mampu memahami makna suara yang
keluar itu, yang dengannya dia dapat menghadirkan sesuatu dari alam nyata ini,
betapapun besar atau kecilnya, yang wujud atau tidak wujud, yang berkaitan dengan
masa lampau atau datang, juga menghadirkan dalam benaknya hal-hal yang bersifat
abstrak yang dapat dijangkau oleh manusia dengan pikirannya walau tidak dapat
dijangkau oleh inderanya. Itu semua dihadirkan oleh manusia kepada pendengar dan
ditampilkan ke indranya seakan-akan pendengar itu melihatnya dengan mata kepala.
lx. Tidaklah dapat wujud kehidupan bermasyarakat manusia, tidak juga
makhluk ini dapat mencapai kemajuan yang mengagumkan dalam kehidupannya,
sebagaimana yang telah dicapai dewasa ini, kecuali dengan kesadaran tentang alkalam/pembicaraan itu, karena dengan demikian dia telah membuka pintu untuk
memperoleh dan memberi pemahaman. Tanpa itu manusia akan sama saja dengan
binatang dalam hal ketidakmampuannya mengubah wajah kehidupan dunia ini.
ly.
Al Quran menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW., tidak pernah
membaca satu kitab atau menulis satu kata sebelum datangnya wahyu Al Quran.
"Engkau tidak pernah membaca satu kitab pun sebelumnya (Al-Quran), tidak juga
menulis satu tulisan dengan tanganmu, (andai kata kamu pernah membaca dan
menulis) pasti akan benar-benar ragulah orang yang mengingkari-(mu)" (QS. Al
'Ankabut (29): 48).

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

143

lz.
Ayat ini secara pasti menyatakan bahwa Nabi SAW., adalah orang yang
tidak pandai membaca dan menulis. Banyak ulama yang memahami bahwa kendatipun
kemudian Nabi SAW., menganjurkan umatnya belajar membaca dan menulis, namun
beliau sendiri tidak melakukannya, karena Allah Swt. ingin menjadikan beliau sebagai
bukti bahwa informasi yang diperolehnya benar-benar bukan bersumber dari manusia,
melainkan dari Allah SWT.
ma.
Pengajaran Al bayan itu tidak hanya terbatas pada ucapan, tetapi mencakup
segala bentuk ekspresi, termasuk seni dan raut muka. Bahkan menurut Al Biqa'i, pakar
tafsir dari lemba Bekka, Libanon, menyatakan bahwa kata al-bayan adalah potensi
berpikir, yakni mengetahui persoalan kulli dan ju'i, menilai yang tampak dan juga yang
gaib dan menganalogikannya dengan yang tampak. Sekali dengan tanda-tanda, dikali lain
dengan perhitungan, kali ketiga dengan ramalan dan di kali selanjutnya dengan
memandang ke alam raya serta cara-cara yang lain, sambil membedakan mana yang baik
dan mana yang buruk atau semacamnya. Itu semua disertai dengan potensi untuk
menguraikan sesuatu yang tersembunyi dalam benak serta menjelaskan dan
mengajarkannya kepada pihak lain. Sekali dengan kata-kata, di kali lain dengan
perbuatan, dengan ucapan, tulisan, isyarat dan lain-lain. Dengan demikian manusia tadi
mampu untuk menyempurnakan dirinya sekaligus menyempurnakan selainnya.
mb.
f. Prilaku orang yang menerapkan potensi akal dan ilmu (pendalaman karakter)
mc. Dengan memahami ayat-ayat tentang potensi akal dan ilmu pengetahuan maka
seharusnya ananda memiliki sikap-sikap bisa ditularkan kepada halayak, Coba lanjutkan
sikap-sikap lain yang ananda temukan dari tema pembahasan kita hari ini, letakkan pada
titik-titik dibawahnya;
pertama, menerima adanya ketentuan Allah swt yang berupa syari'at yang wajib diterima apa
adanya tidak boleh diakal-akalkan, Contoh: Raka'at sholat wajib, subuh dua rakaat, zuhur
empat rakaat, tidak dapat dipertanyakan mengapa demikian, aturan sholat jamaah saf
perempuan di belakan saf laki-laki, sudah ketentuan tidak dapat dipertanyakan kenapa, tata
cara berwuduk, tidak dapat dipertanyakan mengapa ketika kita batal wuduk yang dicuci muka
dan dua tangan serta kaki?, tidak ada jawaban dan tidak bisa dipertanyakan maupun diakalakalkan. Semuanya harus mengikuti tata cara yang disampaikan rasul pada kita.
Kedua, menerima segala sesuatu yang bersifat ghaib, berita-berita tentang peristiwa yang
terjadi setelah hari kiamat, Syurga dan neraka, tidak dapat dipertanyakan dan harus diterima
apa-adanya. Karena diluar jangkauan akal manusia, dan percuma saja kita memikirkannya,
atau menafsir-nafsirkannya karena yang paling tahu urusan ini hanya Allah dan Rasulnya. Jadi
salah tafsir Muhammad Abduh, Sayyid Muhammad Rasyid Ridho, yang menyatakan Jin
adalah jasad renik atau microba yang terdapat di dunia nyata.
Ketiga, menerima setiap sesuatu yang sudah tetap ditetapkan dalam kitabnya (Al-Qur'an),
seperti makanan dan minuman yang haram, daging babi makanan yang haram, minuman
keras, (khamer), adalah minuman haram. Perbuatan yang haram, seperti berjudi, riba atau
membungakan uang dan sebagainya. Hal-hal tersebut diatas tidak dapat dipertanyakan dan
harus diterima apa-adanya, tidak seperti aliran Islam JIL (Jaringan Islam Liberal), setuju
dalam penggunaan akal dalam Islam, tetapi tidak salah kaprah, menabrak semua ketetapan
Allah swt. Kalau itu dilakukan tidak ada artinya lagi turunnya Kitab suci Al-Qur'an, Wahyu,
dan Kenabian. Jika hanya seperti JIL, tentunya sudah cukup dengan akal saja.

.md
g. KESIMPULAN
me. Setelah mempelajari materi di atas, tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan
beberapa hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba lanjutkan dan
temukan materi-materi pokok lain yang belum tercantum!

144

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

1. Konsep pendidikan Islam yang diperkenalkan Al-Qur'an adalah dengan konsep dzikir dan
pikir. Dzikir didahulukan karena wujud yang ada (makhluk) berpangkal dan bertolak pada
Allah SWT. Dan konsep pikir merupakan kelanjutan dari sikap kedekatan kepada Allah SWT.
Sekaligus sebagai dasar memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
2. Tujuan utama pengembangan pendidikan adalah .
mf.

..
3. Hal yang harus ditanamkan kepada jiwa pencari ilmu adalah ..
mg. .

..
4. Manusia mempunyai daya atau potensi yang beragan dengan
mh.

..
5. Dengan pemberian potensi inderwi tersebut handaknya manusia semakin tergugah
kesadaranya untuk
mi.

...................................................................................
.
6. Melalui potensi inderwi yang ada, kita dapat berkata bahwa semua itu diberikan Allah untuk

7. Bahwa Allah adalah sumber segala rahmat,


mj.

..
8. Al Quran adalah wahyu Allah yang telah banyak memberi petunjuk dan menginspirasi Nabi
Muhammad SAW ..
mk.

.
9. Kesadaran diri akan keberadaanya sebagai mahluk termulya hendaknya memicu diri untuk
terus melakukan
ml.

...
mm.
mn.

h. Ayo berlatih
mo.

Petunjuk: setiap kegiatan evaluasi bacalah dengan teliti; kata perintahnya, soalnya,

carilah referensi yang bisa ditenulusuri dengan penuh tanggung jawab khususnya soal esay
mp. I. Evaluasi Cognitif
a.

Soal Pilihlah Ganda

1.

Dalam surat Ali Imron ayat 190 di bawah


ini artinya adalah....

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

.mq
145


A. lihat,atau menaruh dalam gerak

B. gerak,atau menaruh dalam melihat

C. melihat,atau menaruh kegelapan



D. gerak,atau menaruh dalam gerak
A. Sesungguhnya dalam penciptaan
E. merasa sepi di saat suasana ramai
langit
dan
bumi,dan
silih
mv.
5.Ketika Al-Quran berada di Lauh
bergantinya malam dan siang
Mahfuzh
tidak diketauhi bagaimana
terdapat tanda- tanda bagi orang
keadaannya,kecuali Allah
yang
orang yang berakal
mengetahuinya,karena waktu itu AlB. Sesungguhnya dalam penciptaan
Quran berada di alam ghaib,kemudian
surga dan neraka , dan silih
Allah
menampakkan
atau
bergantinya malam dan siang
menurunkannya ke Baitul izzah di langit
terdapat tanda- tanda bagi orang
bumi.secara
umum,demikian
itu
orang yang berakal
menunjukkan adanya Lauh Mahfuzh,
C. Sesungguhnya dalam penciptaan
yaitu.....
bumi dan bulan,dan silih bergantinya
A.
yang merekam segala keadaan di
malam dan siang terdapat tandabumi dan langit semesta alam
tanda bagi orangorang yang berakal
B.
yang merekam qadha dan takdir Allah
D. Sesungguhnya dalam penciptaan
SWT
manusia dan hewan,dan silih
C. yang mengatur seluruh alam semesta
bergantinya malam dan siang
D. yang mengatur rezeki manusia seluruh
terdapat tanda- tanda bagi orang
alam
orang yang berakal
E. yang menciptakan alam semesta alam
E. Sesungguhnya dalam penciptaan
ini adalah Allah AWT
planet-planet,dan silih bergantinya
mw.
malam dan siang terdapat tandamx.
6.Al-Quran menegaskan bahwa
tanda bagi orangorang yang berakal
Nabi
Muhammad SAW,tidak pernah
2.
Tujuan utama surat
membaca satu kitab atau menulis satu
ali imron adalah....
kata sebelum datangnya wahyu AlA. membuktikan bahwa Allah SWT itu
Quran.hal ini di jelaskan dalam surat....
maha adil dan perkasa
A.
al-Baqarah ayat 25-27
B. membuktikan tentang tauhid,keesaan
dan kekuasaan Allah SWT
B. al-Anbiya ayat 25-27
C. membuktikan tentang kekutan Alah
C. al-Araf ayat 10
dan manusia
D. mencontohkan orang orang yang
D. al-Bayyinah ayat 2-3
soleh
E. al-Ankabut ayat 48
E. memberikan inspirasi untuk masuk
my.
agama islam
mz.
7.Dalam surat Al-Araaf ayat 179
3.
Kata
Qayyum
yang berarti....
bermakna....
A. Maha pemberi dan maha adil

na
B. Maha
pengasih
dan
maha

mengetahui

C. Maha menguasahi dan maha

mengelola segala sesuatu


A. dan sesungguhnya kami jadikan
D. Maha perkasa dan maha kuat seluruh
untuk(isi neraka jahanam) kebanyakan
alam
dari jin dan malaikat
E. Maha indah dan mempesona
B.
dan sesungguhnya kami jadikan
mt.
untuk(isi neraka jahanam) kebanyakan
4.
Dalam surat al
dari manusia dan malaikat
israa ayat 36 terdapat kata Al Fuad
berasal dari kata f a d,yang bermakna ....
mu.

mr.

ms.

146

Tafsir Ilmu tafsir XII agama smt 2

C. dan sesungguhnya kami jadikan


untuk(isi
surga)kebanyakan
dari
malaikat dan manusia
D. dan sesungguhnya kami jadikan
untuk(isi rumah)kebanyakan manusia
yang sholeh
E. dan sesungguhnya kami jadikan
untuk(isi neraka jahanam) kebanyakan
dari jin dan manusia
nc.
8.Kata an-nahar mempunyai arti
waktu tersebarnya cahaya,siang yang
amat terang,fajar menyingsing.menurut
syara ialah ...
A. antara terbitnya matahari sampai
terbenamnya dari atas
B. antara terbenamnya matahari dan
bulan bersinar di malam hari
C. antara terbitnya matahari sampai
terbenamnya matahari
D. antara hubungan matahari dan bulan
E.antara hubungan matahari dan bumi

ne.
9. Konsep pendidikan yang di
perkenalkan Al-Quran adalah dengan
konsep....
A. dzikir dan merenungkan
B. berdoa dan memohon ampun
C. dzikir dan pikir
D. pikir dan mohon ampun

nb.

nd.

E. berdoa dan pikir


nf.
ng.
10.Dengan pemberian potensi
indrawi tersebut hendaknya manusia
semakin tergugah kesadaranya untuk
memfungsikan
sebagaimana
mestinya,karena hal itu akan di tuntut.....
A. pertanggung jawabanya di kemudian
hari
B. pertanggung jawabanya di surga
C. pertanggung jawabanya di neraka
D. pertanggung jawabanya di bumi
E. jawaban a dan b betul

Tafsir Ilmu Tafsir XII Agama smt 2

147

nh.
ni. b. Portofolio dan Penilaian Sikap
nj. 1) Carilah beberapa ayat lain yang berhubungan dengan potensi akal dan ilmu dengan mengisi kolom
di bawah ini :

nk.
nl.
N

nm.

np.
nq.
nt.
nu.

Nama Surat +
No. Ayat

nn.
no. Redaksi Ayat /

nr.

ns.

nv.

nw.

nx.
F. Carilah beberapa hadist yang berhubungan dengan potensi akal dan ilmu dengan mengisi kolom di
bawah ini :

ny.
nz.
N
od.
oe.
oh.
oi.

oa.

Hadits Riwayat

ob.
oc. Hadits

of.

og.

oj.

ok.

ol.
om.
G. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang potensi akal dan ilmu coba
kamu amati perilaku berikut ini dan berikan komentar
op.
or.
oo.
oq.Perilaku Yang Diamati
os. Tanggapan / Komentar Anda
ov. Arik Setiap Ulangan selalu
ou. berfikir sendiri tidak pernah
menyontek
oz. Samson berdiskusi dengan
oy. teman-temannya untuk
memutuskan masalah yang sedang
mereka alami

ow.
pa.

pb.
pc. II. EVALUASI AFEKTIF

a.

Kegiatan diskusi

pd.
Setelah Ananda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi dengan
teman sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri untuk
mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas.
1. menghafal ayat dan tarjamah yang terkait.
2. Apa yang bisa diteladani dari materi yang membahas tentang mengedepankan etos kerja.
3. Buat kelompok di dalam kelasmu. Kemudian analisislah tentang tipe seorang yang
mengedepankan etos kerja di lingkungan sekitarmu. Lalu presentasikan di depan kelas!
pe.
b.

Tugas tambahan PR (Pekerjan Rumah)

PMT (penugasan mandiri tersetruktur) :


pf.
Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut, dalam buku tugasmu!.

1.
2.
3.
4.
5.

Jelaskan hikmah kandungan ayat QS. Al-Isra ayat 36 !


Tuliskan tafsiran dari QS. Ali-Imron ayat 190 !
Berikan contoh penerapan QS. Al-Araf ayat 179 dalam kehidupan sehari-hari !
Sebutkan hikmah dalam kandungan Qs.Al araaf !
Apa tujuan utama dari diturunkannya surat Ali imron ?
pg.
ph.
PESAN MORAL Penguatan/ motivasi untuk melakukan dimulai dari
sekarang, dari yang kecil, dari diri sendiri
PMTT (Penugasan mandiri tidak tersetruktur):
pi. 1. Diskusikanlah dalam kelompokmu tentang penafsiran QS. Al-Araaf 179 !.
pj. 2. Tuliskan asbaabun nuzul QS. Ali Imron 190-191 !
pl.

N
ilai

pk.

Catatan guru

pq.

pr.
ps.
pt.
pu.

pm.
pn.
po.
pp.
Mutiara Hikmah

DAFTAR
pv.


PUSTAKA


pw.

Artinya :px. Ahsin W, Kamus Ilmu Al-Qur`an, 2008, Jakarta, Amzah, Cet. III
Diceritakan dari Aisyah RA, berkata: (Saya berkata kepada Rosul.Ya Rasul,
py. Al Farmawiy, Abd al-Hayy, Metode Tafsir Maudhui Suatu Pengantar, Jakarta: Raja
dengan apa manusia itu diutamakan di dunia? Rasul menjawab: Dengan akal. Aisyah
Grafindo
Persada,
1996.
bertanya
lagi: Kalau
di akhirat?
Rasul menjawab: Dengan akal juga, Aisyah berkata:
pz. Alimin Mesra, Ulumul Quran, cet. 1, ( Jakarta: PSW, 2005 )
Semestinya mereka dibalas dengan karena amalnya. Rasul menjawab: Apakah
qa. Al Munawar, Said Agil Husin., Al-Qur`an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki,
manusia bisa beramal sedangkan Allah tidak memberikan akal, sekiranya mereka
Jakarta: Ciputat Press, 2002.
diberikan
akal maka mereka bisa beramal dan sekiranya mereka bisa beramal maka
qb. Al Qaththan, Manna Khalil., Studi Ilmu-Ilmu Quran, Jakarta: Litera AntarNusa,
1996.
qc. -----------------, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur`an, cet. 1, (Jakarta: Pustaka AlKausar,
2006)
qd. Anwar, Rosihon. Ilmu Tafsir, cet. 3, (Bandung: Pustaka Setia, 2005)
qe. Arif Junaidi, Akhmad, Pembaharuan Metodologi Tafsir Al-Qur`an (Studi Atas
Pemikiran Tafsir Kontekstual Fazlur Rahman), Semarang: CV. Gunung Jati, 2000.
qf. Ash-Shalih, Subhi, Membahas Ilmu-ilmu Al-Qur`an, Jakarta:Pustaka Firdaus,
1995.
qg. As-Shauwy, Ahmad, Mukjizat Al-Qur`an dan Sunnah Tentang IPTEK, Jakarta:
Gema Insani Preass, 1995.
qh. Baidan, M. Nashruddin, Metodologi Penafsiran Al-Qur`an, Yogyakarta: Pustaka
pelajar, 2005.
qi.

Baiquni, Ahmad Prof,MSc,PhD, 1997, Al-Qur`andan Ilmu Pengetahuan Kealaman,


Jakarta, PT Dana Bhakti Prima Yasa, Cet 1.

qj.

Buchori, Didin Saefuddin, Pedoman Memahami Kandungan Al-Qur`an, Bogor:


Granada Sarana Pustaka, 2005.

qk.

Dawam Rahardjo, Paradigma Al-Qur`an Metodologi Tafsir dan Kritik Sosial,


Jakarta: Pusat Studi Agama Dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah, 2005.
ql. Depag R.I., Al-Qur`an dan Terjemahnya, 1990.

qm. Fazlur Rahman, Islam, cet.5, (Bandung: Pustaka, 2003)


qn. Hadi Poermono, Syaichul. Ilmu Tafsir Al-Qur`an Sebagai Pengetahuan Pokok
Agama Islam.
qo.Hafidz Abdurrahman, Ulumul Quran Praktis, Cet. 1, (Bogor: Dea Pustaka,
2004)
qp. Izzan, Ahmad. Metodologi Ilmu Tafsir, tt: Tafakur, t.t.
qq.KH.Q Saleh, Asbabun Nuzul, tt, Bandung, Diponegoro
M. Ali Hasan, Pelajaran Ilmu Tafsir/Al-Qur`an Untuk PGAN Dan MAN, Bulan
Bintang, Jakarta, Cetakan Ketiga, 1979
qs. M. Quraish Shihab, (ed), Ensiklopedia Al-Qur`an, Jakarta, Lentera Hati,
Edisi Revisi
qt. ------------------, 2006. Bencana, dalam Jurnal Studi Al-Qur`an, Vol.1, No.1.
qu.------------------, Pengantin Al-Qur`an, Jakarta : Lentera Hati, 2007, 163-179
qv. ------------------, 1992. Membumikan Al-Qur`an, Bandung : Mizan, Cet. II.
qw.
------------------, 1996. Wawasan Al-Qur`an, Bandung : Mizan.
qx.
------------------, 2006. Dia di mana-mana, tangan Tuhan dibalik setiap
fenomena, Lentera Hati, Jakarta
qy. ------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 4, Cet. III
qz. ------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 5, Cet. IV
ra. ------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 7, Cet. IV
rb. ------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 9, Cet. III
rc. ------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 11, Cet.
IV
rd. ------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 13, Cet.
III
re. ------------------, 2005. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol 14, Cet, III
rf. ------------------, 2005.Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 10, Cet.
III.
rg. ------------------, 2006. Dia Dimana-mana, Jakarta : Lentera hati, Cet. IV.
rh. ------------------, 2006. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol 1, Cet. V
ri. ------------------, 2006. Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 2, Cet. V
rj. ------------------, 2007. Pengantin Al-Qur`an, Jakarta : Lentera Hati.
rk. ------------------, Tafsir Al Misbah, Jakarta : Lentera Hati, Vol. 11, Cet. IV, 2005
qr.

rl.

-----------------, Sejarah Dan Ulum Al-Qur`an, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1999.


rm.
Mujiyono Abdillah, Agama Ramah Lingkungan, 2001, Jakarta,
Paramadina

ro.
rp.
rq.

rn. Mani Abd Halim Muhammad, Metode Tafsir, cet. 1, (Jakarta: Rajawali
Pers, 2006)
Muhammad Anwar Junan, Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur`an, cet. 1, (Jakrta: Pustaka
Firdaus, 2001)
Muhammad Zaini, Ulumul Quran; Suatu Pengatar, cet. 1, (Banda Aceh: Yayasan
Pena, 2005)
Nata,Abuddin Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali Press, 2009)

rr. Nurcholis Madjid, Pesan-Pesan Taqwa, Jakarta, 2000, Paramadina


rs. -----------------, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta, 1992, Paramadina
rt.

Nurfaizin Maswan, Kajian Deskriptif Tafsir ibn Katsir, cet. 1 (Yogyakarta: Menara
Kudus, 2002)

ru.

Qardhawi, Yusuf. 2001, Al Khalal wa Al Kharam fi Al Islam, (terj), Jakarta :


Rabbani Press, Cet. I

rv.

Rohimin, Metodologi Ilmu Tafsir Dan Aplikasi Model Penafsiran, Yogyakarta:


Pustaka Pelajar, 2007.

rw. Sahilun A. Nasir, Ilmu Tafsir Al-Qur`an, Al-Ikhlas, Surabaya, 1987


rx.

Shihab, M. Umar, Kontekstualitas Al-Qur`an Kajian Tematik atas Ayat-ayat Hukum


Dalam Al-Qur`an, Jakarta: Penamadani, 2005.

ry.

Sulaiman Noordin, Sains Menurut Perspektif Islam, 2000, Kuala Lumpur, Dewan
Bahasa Dan pustaka Malaysia

rz.

Supiana dan M. Karman, Ulumul Quran dan Pengenalan Metodologi Tafsir,


Bandung: Pustaka Islamika, 2002.
Suryadilaga, Alfatih. dkk., Metodologi Ilmu Tafsir, Yogyakarta: Teras, 2005.

sa.

sb. Syauqi Abu Khalil, Atlas Al-Qur`an, 2003, Jakarta, Almahira


sc. T.M. Hasbi Ash Shiddiqy, Sejarah Dan Pengantar Ilmu Tafsir, Bulan Bintang,
Jakarta, Cet. III.
sd. Taufik Abdullah (et,al), Ensiklopedia Tematis Dunia Islam, 2003, Jakarta, PT.
Ichtiar Baru Van Hoeve, Vol. 1, 3 dan 4

se. Watt, W. Montgomery, Pengantar Studi Al-Qur`an, Jakarta: Raja Grafindo Persada,
1995.
sf.
sg.
sh.
si.
sj.
sk.

sl.
sm.
sn.

.so
sp.