Anda di halaman 1dari 2

Cara Hitung Batas Kewajaran Susut BBM

Spbu

Cara Hitung Batas Kewajaran Susut


BBM Spbu - Susut bbm adalah besaran selisih yang dihasilkan dari penghitungan stock awal,
banyaknya jumlah penerimaan bbm dan banyaknya jumlah penjualan harian atau bulanan serta
sisa stok akhir pada tangki pendam. Adapun batas toleransi susut yang dianggap normal yakni
0,5 % dari total keseluruhan penjualan tiap jenis produk yang dijual. Untuk mengetahui besaran
susut yang Anda alami di Spbu apakah masih wajar atau sudah melebihi batas dari kewajaran
yang ditoleransi dalam penghitungan susut. Silahkan bandingkan dengan contoh Cara Hitung
Batas Kewajaran Susut BBM Spbu di bawah ini [Foto/Google Search]:
Langkah penghitungan berikut merupakan cara umum untuk menilai besar kecilnya loss
yang ditentukan dengan nilai persen ( % ). Persentase ini diperoleh dari perbandingan nilai dalam
liter terhadap jumlah penjualan dalam liter :
Misal kita ingin menghitung batas kewajaran susut dari Premium. Stok sondingan terakhir bulan
kemarin 14.000 liter yang diambil dari total keseluruhan jumlah tangki pendam untuk Premium.
~ Stok akhir = 14.000 liter.
Selanjutnya berapa total penerimaan kl dalam sebulan, misal 25 kompertemen tangki
berkapasitas 8 kl. Yakni, bukan banyaknya truk tangki yang bongkar tapi mengacu pada
banyaknya kapasitas yang dibawa oleh truk tangki.
~ 25 ( X ) 8.000 Kl = 200.000 Liter.
Lalu silahkan hitung berapa total penjualan sebulan. Misal pada contoh ini kita memperoleh hasil
penjualan dalam sebulannya 207.000 Liter.
~ Penjualan = 207.000 Liter.
Sampai di sini kita hitung dulu berapa sisa stok menurut hitungan (stok teoritisnya), yakni:
Stok Awal = 14.000 Liter.
Penerimaan = 200.000 Liter
Penjualan = 207.000 Liter
Jadi, 14.000 (+) 200.000 (-) 207.000 = 7.000 Liter

Nilai 7.000 Liter dari hasil menurut hitungan teoritis di atas bukan merupakan hasil akhir. Karena
susut dapat diketahui setelah kita telah meng-sonding secara langsung tangki pendam pada hari
terakhir penutupan bulan menurut hitungan kalender atau hari awal kita mengambil stok dasar
untuk stok awal bulan. Misal hasil sondingan akhir bulan 5.600 Liter, maka susut tangki
sebenarnya adalah Stok sondingan dikurangi stok teoritis
5.600 (-) 7.000 = (-)1.400 Liter
Dan langkah terakhir bagaimana kita mengetahui apakah susut - 1.400 liter yang dialami di atas
apakah termasuk dalam batas kewajaran atau tidak:
- 1.400 (X) 100 (:) 207.000 = 0.67 %
Ternyata hasil yang didapatkan pada contoh di atas termasuk dalam susut yang tidak wajar.
Semoga Cara Hitung Batas Kewajaran Susut BBM Spbu dapat menjadi bahan perbandingan
Anda di lapangan. Sekian, Wassalam
http://www.adajalan.com/2014/05/cara-hitung-batas-kewajaran-susut-bbm.html