Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS CERPEN JURU MASAK

Cerpen juru masak bercerita tentang seorang juru masak bernama makaji yang memiliki seorang
anak bernama azrial dan dia memiliki sifat yang baik, tidak sombong dan senang membantu.
walaupun dia adalah seorang juru masak nomor satu di lereh panjang, namun dia mau
membantu siapapun yang sedang menyelenggarakan kenduri tanpa memandang statusnya, dan
seorang yang sombong bernama mangkudun dan memiliki anak bernama renggogeni yang
awalnya berpacaran dengan azrial, namun hubunganya tidak direstui oleh mangkudun hanya
karena azrial adalah anak dari seorang juru masak.
Kumpulan cerpen Juru Masak ini berisi cerpen-cerpen karya Damhuri Muhammad, antara lain:
Sumanda, Juru Masak, Tamu dari Kampung, Ratap Gadis Suayan, Jo Ampok, Tikam Kuku,
Pawang Hujan, dan lain-lain. Tema kampung, lokalitas, adat, sosial, dan budaya terasa kental
mewarnai cerpen-cerpen Damhuri.
Sangat penting memahami sebuah cerpen dengan memperhitungkan berbagai unsur pembentuk
teks cerpen. Anda dapat membongkar dan memaparkan secermat mungkin keterjalinan dan
keterkaitan semua unsur yang membagun teks cerpen tersebut sehingga menghasilkan makna
yang menyeluruh. Unsur tcerpen, seperti tema, tokoh dan penokohan, latar, konflik, alur, dan
sebagainya.

1. Tema
Tema merupakan makna keseluruhan yang didukung cerita. Tema ini bersifat mengikat
keseluruhan masalah yang ada dalam cerita. Untuk menemukan tema, terlebih dahulu harus
diidentifikas masalah yang ditemukan dalam cerita. Masalah ini yang kemudian menggiring pada
penemuan tema tersebut. Tema cerpen "Juru Masak" adalah Perjuangan Hidup.
2. Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah orang yang melakukan perbuatan dan mengalami peristiwa dalam sebuah karya
rekaan, sementara penokohan lebih mengacu pada pandangan, sifat, sikap, dan emosi yang
dipunyai oleh tokoh dalam karya rekaan tersebut.

Makaji, adalah sosok bapak tua yang ramah dan sikap menolong pada siapa saja, tak
pernah ia memilih. Keahliannya adalah memasak, dan sekaligis ia adalah sebagai kunci sebuah
kehormatan pada pesta di kampungnya. Ketenarannya tak membuatnya naik derajatnya, sebab
tetap saja miskin. Mengenai latar belakang budaya termasuk asli Minangkabau, yang tinggal di
sebuah kampung, Lerah Panjang.

Mangkudun adalah sosok setengah baya yang angkuh dan seorang yang kaya raya di
kampung Lerah Panjang. Nyaris hampir semua tanah kampung Lerah Panjang adalah miliknya.
Namun ketika martabat dan harga dirinya harus tercoreng tatkala pesta pernikahan puterinya
nyaris gagal.
Azrial adalah putera bungsu makaji. Ia sosok pemuda yang baik, jujur, dan ulet ini harus
rela ia meranatu ke negeri orang untuk memendam lukanya (lamarannya ditolak) dan
kemiskinan, namun karena keuletannya ia menjadi orang terkaya yang sukses di negeri rantau.
Ia sama-sama berlatar belakang budaya Minang, kampung Lerah Panjang.
Renggogeni adalah mantan kekasih Azrial, dan puteri Mangkudun adalah sosok wanita
yang baik dan penurut.

Berdasarkan peranannya dalam cerita, tokoh terbagi atas tokoh utama atau tokoh sentral dan
tokoh tambahan.

Tokoh utama adalah tokoh yang berhubungan dengan setiap peristiwa dalam cerita.
Tokoh ini selalu ada dan relevan dalam setiap peristiwa di sebuah cerita. Biasanya dalam
sebuah cerita, tokoh utama ini mendominasi sebagian besar cerita. Dia lebih sering diceritakan
dibandingkan dengan tokohtokoh lainnya. Dia juga diberi kesempatan lebih banyak untuk
mengemukakan pendapat dan sikapnya.

Tokoh tambahan adalah tokoh yang tidak sentral kedudukannya dalam cerita, tetapi
kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang tokoh utama. Tokoh ini dimunculkan untuk
memperkuat keberadaan tokoh utama. Kecenderungan jumlah tokoh tambahan yang relatif
lebih banyak dibandingkan dengan tokoh utama, membuat tokoh ini tidak diceritakan dan
dibicarakan secara mendetail dalam cerita.
Tokoh utama dan tokoh tambahan pada cerpen "Juru Masak" antara lain sebagai berikut :

NO

Nama Tokoh

Tokoh Utama

Tokoh Tambahan

1.

Makaji

Azrial

3.

Renggogeni

4.

Mangkudun

Yusnaldi

Gentasari

Rustamadji

Permasalahan yang dihadapi tokoh dan solusi atas permasalahan yang dihadapinya antara lain
sebagai berikut.

Tokoh Azrial. Permasalahan : Patah hati karena Magkudun ayah dari Renggogeni tidak
merestui hubungan mereka. Solusi : Akhirnya Azrial pergi mengadu nasib ke Jakarta.

Tokoh Makaji. Permasalahan : Bimbang antara ikut anaknya ke Jakarta atau menepati
janjinya membuatkan makanan di kenduri Mangkudun.. Solusi : Ikut anaknya ke jakarta dan
tidak memenuhi janjinya membuatkan masakan kenduri Mangkudun.

Tokoh Mangkudun. Permasalahan : tidak mengizikan anaknya menikah dengan Azrial


karena menurutnya keluarga Azrial tidak sederajad dengan keluarganya. Solusi : Mangkudun
menikahkan anaknya dengan laki laki lain yang menurutnya pantas bagi anaknya.

Sikap kewirausahaan dari cerpen tersebut adalah kegigihan Azrial dalam membangun usahanya
yang semula ia hanya seorang pencuci piring di rumah makan.Hingga ia bisa memiliki enam
buah rumah makan dan 24 karyawan. Perjuangan Azrial patut dicontoh dan menjadi suri teladan
dalam kehidupan sehari hari.Tentang Azrial seorang pria yang gigih,sabar dan pekarja keras
tanpa mengenal lelah untuk mencapai kesuksesannya di tanah rantau. Untuk menjadi seorang
pengusaha harus banyak banyak berdoa dan bekerja keras, sabar dan pantang menyerah dalam
berusaha. Jangan sampai putus asa karena ada hambatan yang menghadang.
Berikut ringkasan dari cerpen "Juru Masak" karya Damhuri Muhammad.
Makaji adalah seorang juru masak yang terkenal dan patut diperhitungkan di desanya, Lareh
Panjang. Tanpa kehadiran Makaji, sebuah perhelatan kenduri tidak akan meriah danmemuaskan
para tamu undangan. Walaupun begitu, Makaji tak pernah pandang bulu dalammelayani
pesanan masyarakat Lareh Panjang.
Ketika usianya mulai senja, Arial anak Makaji mengajaknya untuk tinggal bersama di Jakarta.
Namun, Makaji bimbang memikirkan hanya ada satu juru masak di desanya. Sehingga ia
meminta pada Azrial untuk diberikan satu kesempatan lagi memasak dalam kenduri milik anak
Mangkudun. Ketika Azrial mengetahui tentang hal ini, pikirannya kembali ke kisah masa lalunya
yang kelam.
Masih segar di ingatan Azrial bagaimana hubungannya dengan Renggogeni, anak Mangkudun
tidak disetujui oleh Mangkudun. Azrial berusaha melupakan segalanya dan merantau hingga
sukses dan memiliki sebuah rumah makan dan 24 anak buah. Tepat 2 hari sebelum perhelatan
kenduri Renggogeni diadakan, Azrial mengajak Makaji ke Jakarta. Cerita ini pun sampai ke
telinga Renggogeni. Renggogeni bisa membayangkan bagaiamana terpiuhnya hati Azrial
mengetahui dirinya dipinang orang lain.
Jawaban Pertanyaan
1.
Masalah apa yang di hadapi Azrial ? Masalah yang di hadapi Azrial adalah ketika Azrial di
tolak oleh orang tua atau keluarga sang kekasih karena dia bukan dari orang yang berada
2.
Bagaimana Azrial mengatasi masalahnya ? Azrial mengatasi masalahnya dengan ia pergi
untuk merantau ke kota besar yaitu Jakarta. Lalu ia bekerja pada seorang penduduk Lareh
Panjang yang telah lebih dahulu mengadu nasib di kota besar. Namun karena Azrial tidak ingin
terus bergantung pada orang lain maka ia mulai merintis usahanya dan kini menjadi pengusaha
yang sukses
3.
Apakah Makaji, sang juru masak menemui masalah pula ? Makaji sang juri masak pun
juga menemui permasalahan seperti yang telah di ceritakan bahwa makaji diajak oleh anaknya
untuk tinggal bersama di kota dan menghabiskan waktu tua makaji bersama sang anak. Namun
makaji tidak mau dan ingin tetap tinggal di Lareh Panjang sebagai Juru Masak
4.
Keputusan Apa yang akhirnya diambil Azrial ? Mengajak Makaji untuk menjadi juru
masak di salah satu restoran milik Azrial dan menghabiskan waktunya bersama Makaji
5.
Menurut kalian apakah keputusan makaji tersebut sudah tepat? Keputusan Makaji untuk
ikut bersama anaknya Azrial adalah keputusan yang tepat .

Unsur Intrinsik
A. Judul

: Juru Masak

B. Tema

: Bidang Keahlian

C. Setting

a) Tempat
-

Lareh Panjang : ( Makaji yang merupakan juru masak nomer satu di Lareh Panjang.)

Rumah Mangkudun : ( Kenduri di rumah Mangkudun begitu

Semarak.)
b) Waktu
Beberapa tahun lalu : ( Beberapa tahun lalu, pesta perkawinan Gentasari dengan
Rustamdji yang digelar dengan menyembilih tiga belas ekor kambing dan berlangsung tiga
hari.)
Sejak dulu : ( Sejak dulu, Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana
saja.)
Kini : ( Azrial kini sudah menjadi juragan, punya enam rumah makan dan dua puluh
empat anak buah yang tiap hari melayani pelanggan.)
Sejak ibunya meninggal : ( Sejak ibunya meninggal, ayahnya itu sendirian saja di
rumah tidak ada yang merawat.)
Dua hari sebelum perhelatan berlangsung : ( Dua hari sebelum perhelatan
berlangsung, Azrial putra dari makaji dating dari Jakarta. Ia pulang untuk menjemput
makaji.)
c)
-

Suasana
Kacau : ( Apabila Makaji tidak dilibatkan gulai kambing akan terasa hambar.)

Bingung : ( Rombongan mempelai pria tiba, gulai kambing, gulai nangka, gulai
kentang, gulai rebung, dan aneka hidangan yang tersaji bukan masakan Makaji.)
-

Kesal : ( Kalau besok gulai nangka masih sehambar ini, kenduri tak usah dilanjutkan!.)

Debat : ( Mungkin sudah saatnya Ayah berhenti.

Belum! Akan Ayah pikul beban ini hingga tangan Ayah tak lincah lagi meracik
bumbu,balas Makaji.)

Sedih : ( Dengan berat hati Azrial melupakan Renggogeni.)

D. Tokoh dan Watak :


a) . Makaji
Baik hati : ( Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang
hendak menggelar pesta.)
Pekerja keras : ( Di usia senja, ia masih tangguh menahan kantuk, tangannya gesit
meracik bumbu, masih kuat ia berjaga semalam suntuk.)
Tanggung jawab : ( Beri Ayah kesempatan satu kenduri lagi, anak gadis Mangkudun
dipinang orang. Sudah terlanjur Ayah sanggupi, malu kalau tiba-tiba dibatalkan.)
b) Mangkudun
Sombong : ( Bahkan bila ia jadi kepala desa pun, tak sudi saya punya menantu anak
juru masak!)
Keras kepala : ( Mangkudun benar-benar menepati janji Renggogeni , bahwa ia akan
mencarikan jodoh yang sepadan dengan anak gadisnya.)
c)

Azrial

Baik hati : ( Bagaimana kalau Ayah jadi juru masak di salah satu rumah makan milik
saya di Jakarta? Saya tak ingin lagi berjauhan dengan Ayah.)
Pendendam : ( Dengan maksud mengacaukan perhelatan Mangkudun, Makaji
diboyong ke Jakarta oleh Azrial.)
Pekerja keras : ( Awalnya ia hanya tukang cuci piting di rumah makan milik seorang
perantau, kini Azrial sudah jadi juragan, punya enam rumah makan dan dua puluh empat
anak buah.)
d)
-

Renggogeni
Baik hati : ( Dia laki-laki taat, jujur, bertanggung jawab.)

Pintar : ( Tidak banyak orang Lereh Panjang yang bisa bersekolah tinggi seperti
Renggogeni.)
-

Penurut : ( Karena menuruti kemauan Ayahnya untuk di jodohkan.)

E. Alur
Alunya yaitu maju mundur atau campuran.

F. Sudut Pandang
Sudut Pandangnya yaitu orang ketiga serba tahu
Karena pengarang sudah mengetahui apa yang akan terjadi jika tidak ada Makji.

G. Amanat
-

Janganlah memaki seseorang jika suatu saat akan membutuhkannya.

Jangan mempunyai rasa dendam kepada siapapun yang telah menyakiti tapi
berpikirlah kedepan.
-

Jaga, hormati, dan lindungi orangtua kita.

Kunci kesuksesan yaitu adanya usaha, kerja keras, dam kegigihan.

Hilangkan sifat sombong yang akan menjerumuskanmu pada penderitaan.

Jangan memaksakan sesuatu yang tak di kehendakin karena akan berakibat buruk
kedepannya.

II.

Unsur Ekstrinsik

A) Nilai Sosial
( Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang hendak menggelar
pesta.)
B) Nilai Budaya
( Dengan adanya khas budaya dari Lareh Panjang yaitu berupa makanan seperti : Gulai
kambing, gulai nangka, gulai kentang, gulai rebung, adanya pusaka peninggalan sesepuh
adat Lereh Panjang, dan adanya pesilat turut ambil bagian memeriahkan pesta
perkawinana.)
C) Nilai Moral
( Buruk : Bahkan bila ia jadi kepala desa pun, tak sudi saya punya menantu anak juru

masal!.
Baik : Kalau memang masih ingin jadi juru masak, bagaimana kalau Ayah jadi juru masak
di salah satu rumah makan milik saya di Jakarta? Saya tak ingin lagi berjauhan dengan
Ayah.)

Analisis Cerpen "Juru Masak"


Unsur Intrinsik Cerpen

Tema : Kehidupan seorang ahli masak


Pejelasan : Tema nya seperti itu, karena dalam cerpen Juru Masak, menceritakan tentang
hilangnya Juru Masak nomor 1 di Lareh Panjang mengakibatkan masakan-masakan dalam pesta
pernikahan menjadi tidak enak.
Latar

: - Tempat : kampung Lareh Panjang, dan Jakarta


Penjelasan : Latar tempat berawal di Lareh Panjang, lalu Azrial mengajak ayahnya ke
Jakarta.
- Waktu : saat ini, 2 tahun lalu, 2 hari yang lalu.
Penjelasan : Latar waktu berawal dari Saat ini tentang pesta Mangkudun, lalu menceritakan
pesta 2 tahun yang lalu, setelah itu kembali lagi ke Saat ini tentang pesta Mangkudun, lalu
menceritakan 2 hari yang lalu sebelum pesta Mangkudun terjadi.
- Suasana : Tegang
Penjelasan : Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya
carikan jodoh yang lebih bermatabat! dan Jatuh martabat keluarga kita bila laki-laki itu menjadi
suamimu. Paham kau?
Tokoh dan Watak:
1. Makaji, Juru masak nomor 1 -> Baik, suka menolong
Penjelasan : Makaji berwatak suka menolong karena pada cerpen terdapat kutipan,
Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang hendak menggelar pesta.
2. Azrial, Anak dari Makaji -> Baik, pekerja keras
Penjelasan : Azrial adalah pekerja keras karena terdapat kutipan, Berkat kegigihan dan
kerja keras selama bertahun-tahun, Azrial kini sudah menjadi juragan, punya 6 rumah makan dan
24 anak buah
3. Mangkudun, Orang terkaya dikampungnya -> Sombong
Penjelasan : Mangkudun berwatak sombong karena dalam dialog ia berkata pada anaknya,
Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya carikan jodoh yang
lebih bermatabat! dan Jatuh martabat keluarga kita bila laki-laki itu menjadi suamimu. Paham
kau?
4. Renggogeni, Putri dari Mangkudun
-> Baik, Penurut pada orang tua
Penjelasan : Renggogeni penurut pada orang tua karena ia mengikuti perintah orang tua nya
untuk mencari jodoh yang lain.
Alur Cerita
: Alur :campuran (alur maju dan alur mundur)
Penjelasan : pada awal cerpen, cerpen ini menggunakan alur maju, kemudian ketika di
pertengahan, Azrial mengingal masa lalu ketika bersama dengan Renggogeni dan itu termasuk alur
mundur
Sudut Pandang : Orang ketiga , karena penulis tidak menceritakan tentang dirinya, tetapi
menceritakan tentang kisah orang lain.
Penjelasan : Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang hendak
menggelar pesta.".
Amanat :

- Jangan sombong hanya karena martabat. Karena dalam cerpen itu, Mangkudun tidak mau
menjodohkan anaknya dengan Azrial karena martabat Mangkudun dapat jatuh jika anaknya menikah
dengan hanya laki-laki yang anak dari seorang juru masak
- Bekerja keras adalah salah satu cara untuk sukses. Karena dalam cerpen itu, Azrial bekerja keras
di Jakarta selama bertahun-tahun dan akhirnya ia berhasil menjadi juragan.
- Masa-masa tua lebih baik dihabiskan bersama anak dan keluarga. Karena dalam cerpen itu, Makaji
memilih untuk bekerja bersama-sama dengan anaknya.

Unsur Ekstrinsik Cerpen


Nilai Sosial : .."Sejak dulu, Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang
hendak menggelar pesta, tak perduli apakah tuan rumah hajatan itu orang terpandang yang
tamunya membludak atau orang biasa yang hanya sanggup menggelar syukuran seadanya
Nilai Moral
: .."Merah padam muka Azrial"
Nilai Sosial Budaya : "Para tetua kampung menyiapkan pertunjukan pencak guna menyambut
kedatangan pria. Para pesilat turut ambil bagian memeriahkan pesta perkawinan anak gadis orang
terkaya di Lareh Panjang.

Anda mungkin juga menyukai