Anda di halaman 1dari 188

DAFTAR ISI

Hal
BAB I

PENDAHULUAN ...............................................................................................................

BAB II

PENJABARAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM PRIORITAS KAPOLRI PADA


SATKER TINGKAT MABES POLRI ..................................................................................

11

Program 1

11

Program 2

19

Program 3

25

Program 4

34

Program 5

40

Program 6

50

Program 7 .

58

Program 8 ....

70

Program 9 ....

86

Program 10 ..

104

Program 11 ..

110

BAB III

PENJABARAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM PRIORITAS KAPOLRI PADA


122
TINGKAT POLDA DAN POLRES.
Program 1

122

Program 2

126

Program 3

128

Program 4

133

Program 5

136

Program 6

141

Program 7 .

144

Program 8 ....

151

Program 9 ....

160

Program 10 ..

169

Program 11 ..

171

BAB IV

PEDOMAN PENJABARAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PRIORITAS.

177

BAB V

PENUTUP

185

BAB I
PENDAHULUAN

askah Penjabaran Program Optimalisasi Aksi menuju Polri yang semakin


Profesional, Modern dan Terpercaya guna Mendukung Terciptanya Indonesia
yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berdasarkan Gotong Royong,

merupakan Naskah lanjutan dari program kerja Kapolri yang telah disampaikan sebelumnya pada saat
Fit and Proper Test di hadapan Komisi III DPR RI dan pada saat Commander Wish kepada seluruh
jajaran pimpinan Satker dan Satwil di lingkungan Polri. Naskah ini berisikan jabaran program kerja yang
lebih rinci, dengan mengikuti kaidah penulisan penjabaran program kerja menurut konsep balanced
scorecard, yaitu penjabaran program kerja menjadi rencana aksi. Naskah ini juga memuat sasaran,
indikator keberhasilan, target, penanggung jawab, serta waktu pencapaian pada Satker tingkat Mabes
Polri, Polda dan Polres yang disusun pada setiap program kerja. Dengan demikian, Naskah tindak
lanjut Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri pada Satker tingkat Mabes Polri, Polda dan Polres
diharapkan dapat memudahkan pimpinan Polri untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap
kemajuan kinerja (performance progress) untuk setiap program kerja, dan pihak yang bertanggung
jawab terhadap pelaksanaannya.
Dalam teori organisasi, dikenal 2 (dua) Naskah utama yang digunakan sebagai acuan masa
depan organisasi serta langkah-langkah untuk mencapai keberhasilannya. Kedua Naskah tersebut
adalah:
-

Dokumen rencana stratejik, berisikan arah yang hendak dicapai organisasi di masa depan
menyangkut visi, misi, kebijakan, strategi serta langkah-langkahnya atau program kerja secara
umum atau makro. Naskah ini seringkali disebut sebagai dokumen acuan strategik.

Dokumen rencana operasional, merupakan penjabaran lebih lanjut dan lebih rinci dari
dokumen rencana strategik. Naskah ini berisikan langkah-langkah detail dari setiap program
kerja, lengkap dengan sasaran, indikator keberhasilan serta target dan penanggung jawabnya.
Sebagai pelengkap, Naskah ini mengelompokkan program kerja berdasarkan penanggung

jawab, yang disajikan sebagai lampiran di bagian akhir. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah
pimpinan Polri dalam mengambil kebijakan, membagi atau mendistribusikan beban kerja pada setiap
unit kerja dan mengetahui penanggungjawabnya.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Dalam perkembangannya, pembangunan Polri berjalan sejajar dengan pembangunan


nasional, yang dititikberatkan pada pembangunan instrumental, struktural dan kultural. Harus diakui
bahwa pembangunan ketiga aspek tersebut sudah berjalan namun belum sepenuhnya memenuhi
harapan masyarakat ditengah tantangan tugas Polri yang semakin kompleks, terutama pembangunan
pada aspek kultural. Tugas pokok, fungsi dan peran Polri dituntut untuk dapat mewujudkan keamanan
dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya
hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat, serta terbinanya
ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Untuk mewujudkan Polri yang
profesional, modern dan terpercaya diperlukan penjabaran optimalisasi aksi program prioritas Kapolri.
Pergantian pimpinan Polri merupakan proses konstitusional sebagaimana amanat UndangUndang Nomor 2 Tahun 2002 tentang pergantian Kapolri. Pergantian pimpinan Polri ini adalah suatu
keniscayaan, yang pada hakekatnya perlu dipahami sebagai suatu proses regenerasi dan muaranya
pada kepentingan serta kemaslahatan rakyat dengan tujuan untuk memberikan pelayanan terbaik
kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Estafet kepemimpinan Polri akan terus berjalan untuk melanjuntukan kesinambungan program
Polri sesuai dengan arah yang telah ditetapkan dalam Grand Strategy Polri, mulai tahap I Trust
Building, tahap II Partnership Building, hingga saat ini tahap III Strive for Excellence.
Paling tidak dalam kurun waktu 8 (delapan) tahun terakhir terdapat 4 (empat) Kapolri yang
telah memimpin dan mencanangkan program untuk meningkatkan kinerja Polri, mulai dari:

Jenderal Pol Drs. Bambang Hendarso Danuri, S.H., M.H., melalui Program Akselerasi untuk
mengejar ketertinggalan Polri dengan semboyan tegas dan humanis;

Jenderal Pol Drs. Timur Pradopo melalui Program Revitalisasi untuk membangkitkan
kembali semua sumber daya yang ada dengan motto melayani, proaktif, transparan dan
akuntabel;

Jenderal Pol Drs. Sutarman melalui Program Penguatan Fungsi Kepolisian dengan tagline
Polri penolong masyarakat dan penegak hukum yang jujur, benar, adil, transparan dan
akuntabel; dan

Jenderal Pol Drs. Badrodin Haiti melalui Program Pemantapan Soliditas Internal dan
Profesionalisme Polri.
Selama masa kepemimpinan 4 (empat) Kapolri tersebut telah banyak program-program yang

sangat baik dilaksanakan oleh Polri dan semuanya mengarah pada upaya untuk melakukan perbaikan
2

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

kinerja Polri. Program tersebut telah menyentuh segenap aspek tugas pokok, fungsi dan peran Polri
dalam memelihara Kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman
dan pelayanan kepada masyarakat. Dapat kita katakan, Polri sebenarnya tidak kekurangan program
yang baik, namun dari hasil evaluasi yang dilakukan selama ini hal yang masih dirasakan kurang
adalah implementasi program yang belum dilaksanakan secara optimal di setiap Satker dan Satwil.
Akibatnya program tersebut tidak mencapai hasil yang diharapkan, yang pada akhirnya dapat
mempengaruhi tingkat kepercayaan dan citra Polri di mata masyarakat.
Pergantian kepemimpinan Polri saat ini memiliki nilai strategis karena terjadi pada saat Polri
memulai tahap III Grand Strategy dengan tema Strive for Excellence yaitu melakukan upaya untuk
menuju Keunggulan. Kondisi ini menuntut agar kita berpikir atau memiliki mental seperti extraordinary
people atau manusia yang luar biasa, yang tidak hanya bisa bermimpi dan berharap, tetapi juga
mampu membuat tujuan dan rencana yang baik, dan sanggup menjalankan apa yang sudah kita
rencanakan dengan penuh tanggung jawab. Hal tersebut sejalan dengan apa yang disebut dalam
sebuah pepatah di Amerika Serikat, yakni average people have wishes and hopes, confident people
have goals and plans, extraordinary people do what they plan atau manusia yang biasa-biasa saja
selalu punya keinginan dan harapan, tetapi manusia yang hebat itu menyusun tujuan dan rencana, dan
manusia yang luar biasa itu menjalankan dengan sungguh-sungguh apa yang sudah direncanakannya.
Sebuah penelitian tentang manajemen organisasi yang dilakukan Jim Collins dalam bukunya
Good to Great menunjukkan bahwa banyak program kerja di berbagai organisasi, baik pemerintah,
perusahaan sampai dengan partai politik, tidak berjalan dengan baik karena berbagai alasan. Alasan
yang paling mempengaruhi adalah sikap dan mental orang-orangnya yang tidak siap menjadi sukses.
Artinya sikap dan mental pecundang (loosers), bekerja ala kadarnya, tanpa gairah dan semangat, serta
memiliki mental yang penting sudah saya kerjakan tanpa peduli dengan kualitas. Disinilah pentingnya
perubahan dan pembangunan mental. Hal ini sejalan dengan salah satu Visi-Misi Presiden RI yang
mencanangkan program revolusi mental, karena sikap dan mental sangat berpengaruh terhadap
kesuksesan organisasi, termasuk bangsa dan negara. Oleh karenanya, sejalan dengan pencapaian
sasaran strategi Strive for Excellence, kita tidak boleh bekerja ala kadarnya. Semua program prioritas
yang disampaikan oleh Kapolri harus kita siapkan sebaik mungkin sehingga dapat terlaksana dengan
optimal.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Saat ini terdapat 4 (empat) ancaman utama yang terjadi di berbagai negara berkembang,
termasuk di Indonesia, yaitu:
1.

Politik Hegemoni Berbagai Negara


Politik hegemoni adalah politik yang dijalankan suatu negara, biasanya negara maju, di mana
mereka merasa sangat superior, sangat berkuasa, sehingga ingin melanggengkan kekuasaan
tersebut dengan membuat negara-negara lain tetap tunduk kepada mereka. Politik hegemoni
ini sudah ada sejak dahulu. Negara-negara Eropa menjalankan politik ini dengan menjajah
melalui aksi kolonialisme di berbagai negara Asia, Eropa dan Amerika Latin. Saat ini, politik
hegemoni masih tetap dijalankan oleh berbagai negara, terutama Amerika Serikat, Eropa dan
Rusia. RRC juga mulai menjalankan politik ini walaupun belum secara nyata. Politik hegemoni
biasanya dijalankan dengan 3 (tiga) bentuk, yaitu: (1) perang proksi (proxy war); (2) peran siber
(cyber war); dan (3) penguasaan ekonomi.
Perang proksi adalah perang yang dijalankan secara halus dengan cara menciptakan
kelompok-kelompok di sebuah negara kemudian diadu domba. Akibatnya di negara tersebut
banyak terjadi konflik, baik horizontal maupun vertikal. Sementara perang siber adalah perang
dengan memanfaatkan teknologi informasi atau internet, misalnya menyadap informasi,
hacking sistem komputer obyek vital (terutama perbankan, bandara, telekomunikasi, dll),
penghapusan informasi jarak jauh, dan sebagainya. Tujuan perang proksi dan perang siber
sangat jelas, yaitu membuat ketidakstabilan keamanan di sebuah negara, terutama targetnya
adalah negara berkembang.
Wujud ketiga dari politik hegemoni adalah penguasaan ekonomi. Praktik ini sudah lama
dijalankan oleh Amerika Serikat dengan membentuk Unit Economic Hitmen di bawah CIA. Unit
ini terdiri dari berbagai ahli ekonomi dan tujuannya adalah untuk menciptakan ketergantungan
ekonomi negara berkembang kepada Amerika Serikat. Indonesia pernah digarap oleh para
agen Economic Hitmen pada tahun 1972. Mungkin itulah yang menyebabkan kita tidak bisa
melepaskan diri dari ekonomi amerika serikat sampai sekarang. Kisah Economic Hitmen ini
sudah banyak yang menuliskannya, salah satunya John Perkins yang menulis buku
Confessions of Economic Hitmen dan dia pernah ditugaskan di Indonesia.

2.

Gejolak Kawasan
Dunia sekarang sudah semakin global sehingga gejolak di sebuah kawasan akan sampai
terasa di kawasan lain. Dunia tidak bisa lagi melokalisir sebuah kejadian, sehingga dampaknya
akan terasa ke berbagai dunia. Dahulu pada saat perang Irak dan Iran, dampaknya sampai

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

kepada melambungnya harga minyak dunia bahkan sampai menciptakan krisis minyak di
berbagai negara. Saat ini, keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang dikenal dengan istilah British
Exit atau Brexit juga demikian. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Eropa saja. Melainkan
juga berdampak kepada investasi negara Eropa, terutama Inggris di Indonesia. Efek berantai
antar kawasan ini dalam ilmu ekonomi disebut dengan efek sayap kupu-kupu atau Butterfly
Effect. Politik penguasaan ekonomi serta butterfly effect dari gejolak kawasan akan
menciptakan ketidakstabilan ekonomi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
3.

Kejahatan Terorganisir
Kejahatan terorganisasi sebenarnya merupakan kejahatan klasik, tetapi semakin lama semakin
canggih dan membentuk mafia, seperti vaksin palsu, harga pangan yang tinggi karena adanya
yang mengatur rantai pasokan (supply chain) pangan sehingga merugikan masyarakat, serta
masalah narkoba. Semua ini akan menyebabkan kepanikan masyarakat yang pada akhirnya
akan menciptakan ketidakstabilan sosial. Sebagai contoh kita sangat merasakan

4.

Ancaman Ideologi, Kelompok Ekstrem Baik Kiri ataupun Kanan dan Budaya Asing
Potensi ancaman ideologi ini termasuk ancaman bangkitnya komunisme di Indonesia. Presiden
sudah menyampaikan dalam berbagai kesempatan, bahwa negara tidak akan meminta maaf
kepada PKI, dan ini menjadi dukungan moral bagi kita untuk tetap menghadapi bahaya laten
komunis. Hal inilah yang juga akan menciptakan ketidakstabilan ideologi dan budaya. Kita tidak
boleh menganggap remeh ketidakstabilan ideologi dan budaya ini, karena dampaknya juga
besar terhadap kesejahteraan masyarakat.
Keempat ancaman ini akan membentuk proses perubahan di lingkungan strategis dan

berdampak pada ketidakstabilan yang berpotensi menimbulkan ancaman nasional. Dampak


ketidakstabilan tersebut meliputi ketidakstabilan keamanan, ketidakstabilan ekonomi, ketidakstabilan
sosial, serta ketidakstabilan ideologi dan budaya.
Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama, karena ancaman nasional yang disebabkan oleh
keempat ketidakstabilan ini akan mengakibatkan dinamika dan tantangan tugas kita sebagai aparat
kepolisian semakin kompleks. Menyikapi kondisi tersebut, Presiden RI dalam beberapa kesempatan
telah menekankan: Polisi harus mampu menjawab semua tantangan tersebut, Polisi harus mampu
mengatasi keempat ketidakstabilan yang membentuk ancaman nasional. Presiden bahkan
menegaskan berkali-kali bahwa profesionalisme Polri benar-benar dituntut untuk menghadapi ini
semua. Jika Polisi tidak mampu, maka akan muncul berbagai wacana untuk mereposisi kedudukan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Polri dan mereduksi atau mengurangi kewenangan Polri. Hal ini tentunya tidak kita inginkan. Oleh
karenanya, ini harus menjadi perhatian kita semua.
Kepolisian Negara Republik Indonesia ke depan akan menghadapi berbagai tantangan yang
semakin berat dalam menjalankan tugas pokok, fungsi dan perannya. Tantangan itu sendiri bersifat
multi dimensional sehingga sulit menghadapinya jika hanya dihadapi secara parsial, akan tetapi harus
ditangani secara menyeluruh atau komprehensif. Oleh karenanya, Polri harus selalu dinamis dan
mampu beradaptasi dalam menanggapi segala bentuk gangguan keamanan dan tindak kriminalitas
guna terciptanya keamanan ketertiban masyarakat dan keamanan dalam negeri.
Untuk itu pada era kepemimpinan Polri saat ini, dibawah komando Jenderal Pol. Drs. H. M. Tito
Karnavian, M.A, Ph.D., dengan 11 Program Optimalisasi Aksi menuju Polri yang semakin profesional,
modern dan terpercaya (Promoter), diperlukan dukungan penuh dan tindakan nyata dari semua pihak
agar implementasi program dapat dijalankan secara sungguh-sungguh dengan hasil yang lebih optimal.
Oleh karenanya monitoring dan evaluasi secara berkala harus dijalankan dengan konsisten dan terukur
melalui kegiatan asistensi dan supervisi ke setiap Satker dan Satwil, agar semua hambatan dapat
diidentifikasi secara dini dan segera dilakukan solusi perbaikan untuk memastikan program berjalan
dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Sejalan dengan tujuan tersebut dan mengacu pada Grand Strategy Polri, maka telah
dirumuskan Program Optimalisasi Aksi Polri, yaitu:
1.

Pemantapan reformasi internal Polri.

2.

Peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis teknologi
informasi.

3.

Penanganan kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi yang lebih optimal.

4.

Peningkatan profesionalisme Polri menuju keunggulan.

5.

Peningkatan kesejahteraan anggota Polri.

6.

Penataan kelembagaan dan pemenuhan proporsionalitas anggaran serta kebutuhan minimal


sarana dan prasarana.

7.

Membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas.

8.

Penguatan Harkamtibmas.

9.

Penegakkan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan.

10.

Penguatan pengawasan.

11.

Quick Wins Polri.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Program optimalisasi aksi ini diharapkan dapat membawa Polri mencapai visi dan misi yang
telah ditetapkan, yaitu: Terwujudnya Polri yang makin profesional, modern dan terpercaya guna
mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong
royong.
Untuk mewujudkan Visi Polri tersebut juga telah disusun secara sistematis Misi Polri sebagai
berikut:
1.

Melanjuntukan reformasi internal Polri.

2.

Mewujudkan organisasi dan postur Polri yang ideal dengan didukung sarana dan prasarana
kepolisian yang modern.

3.

Mewujudkan pemberdayaan kualitas sumber daya manusia Polri yang profesional dan
kompeten, yang menjunjung etika dan hak asasi manusia.

4.

Meningkatkan kesejahteraan personel Polri.

5.

Meningkatkan kualitas pelayanan prima dan kepercayaan publik.

6.

Memperkuat kemampuan pencegahan kejahatan dan deteksi dini berlandaskan prinsip


pemolisian proaktif dan pemolisian yang berorientasi pada penyelesaian akar masalah.

7.

Meningkatkan Harkamtibmas dengan mengikutsertakan publik melalui sinergi polisional.

8.

Mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, menjunjung tinggi HAM dan anti
KKN.
Fokus yang perlu dilakukan adalah dengan mempercepat revolusi mental, dimana langkah-

langkahnya dititikberatkan pada aspek-aspek sebagai berikut:


a)

Menginternalisasikan nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya.

b)

Membangun mentalitas dasar bahwa masyarakat dan Polisi merupakan mitra sejajar.

c)

Memperjelas etos kerja dengan motivasi yang baik untuk bertindak berani, jujur, bersih dan
berhasil dalam menjalankan setiap tugas.

d)

Menampilkan sosok yang rapih, bersih, tidak arogan dan bertutur kata yang sopan serta
menghargai orang lain.

e)

Meningkatkan efektifitas pengawasan dalam setiap pelaksanaan tugas.

f)

Membangun kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk memberikan teladan bagi


bawahannya dan masyarakat.
Untuk memastikan program optimalisasi aksi ini berjalan dengan baik di seluruh Satker dan

Satwil di lingkungan Polri, maka Kapolri telah menegaskan komitmen untuk menjadi acuan bagi seluruh
jajaran Polri, yaitu:

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1.

Melakukan konsolidasi internal, dan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan


organisasi Polri yang semakin solid dan professional.

2.

Melanjuntukan program-program yang telah dilaksanakan oleh Kapolri sebelumnya.

3.

Mewujudkan insan bhayangkara dan organisasi Polri yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi,
dan nepotisme serta menjunjung etika dan moral.

4.

Selalu mengembangkan sistem diklat Polri dalam rangka meningkatkan kompetensi dan
integritas SDM Polri.

5.

Melakukan koordinasi dengan stake holder terkait guna memudahkan dan memperlancar
program-program yang telah direncanakan dan ditetapkan.

6.

Menunjukkan teladan pemimpin yang memiliki kompetensi, proaktif, tegas, tidak ragu-ragu dan
bertanggung jawab, serta melayani dan memberdayakan anggota serta antisipatif terhadap
perubahan.

7.

Mewujudkan pelayanan prima Polri kepada masyarakat dengan lebih mudah, cepat, nyaman,
dan humanis.

8.

Menerapkan pemberian penghargaan bagi yang berprestasi dan menindak bagi yang
melakukan pelanggaran serta meningkatkan kesejahteraan personel Polri.

9.

Mengamankan program prioritas nasional dan kebijakan ekonomi pemerintah.

10.

Melaksanakan dengan sungguh-sungguh reformasi internal Polri, peningkatan pelayanan


publik yang semakin prima, penegakan hukum yang semakin profesional dan berkeadilan,
serta penanganan kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi yang lebih optimal.
Program kerja yang akan diuraikan berikut ini merupakan pedoman untuk mencapai target

kinerja yang akan dilakukan Polri dan jajaran guna menciptakan Polri yang profesional, modern dan
terpercaya. Oleh karenanya, program kerja optimalisasi aksi Kapolri sebagai fokus peningkatan kinerja
dan citra Polri yang harus dicapai dalam periode kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Drs. H.M. Tito
Karnavian, M.A., Ph.D menitik beratkan pada reformasi internal Polri sebagai pemelihara kamtibmas,
penegak hukum, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, dengan didukung oleh
peningkatan pelayanan Polri berbasis teknologi informasi (online) secara transparan dengan tujuan
untuk menghilangkan pungli, makelar kasus dan KKN guna meningkatkan kepercayaan masyarakat
terhadap Polri.
Program kerja ini merupakan sejumlah langkah-langkah rencana aksi, yang dilaksanakan
dalam setiap tahapan guna menjawab tuntutan masyarakat dan stake holder (pemangku kepentingan
lainnya), yang berdasarkan Visi dan Misi Polri dihadapkan pada 4 (empat) hambatan sebagai berikut:

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Hambatan ke-1: para KaSatker/KaSatwil kurang peduli sehingga program tidak dipahami
anggota, sehingga ke depan harus dipastikan para kaSatker/KaSatwil memberikan arahan
yang jelas, mudah dipahami sehingga dapat dilaksanakan dengan baik oleh anggota.

Hambatan ke-2: Sarpras dan anggaran yang tersedia belum sepenuhnya mendukung
pelaksanaan kegiatan, sehingga ke depan pastikan sarpras dan anggaran dapat mendukung
pelaksanaan program dan kegiatan.

Hambatan ke-3: monitoring dan evaluasi belum berjalan dengan baik dan tidak berlanjut,
sehingga ke depan susun indikator dan kriteria pada masing-masing program sehingga mudah
untuk dimonev (gunakan metode yang benar dan lakukan analisis secara komprehensif).

Hambatan ke-4: pejabat penanggung jawab program belum menjalankan pogramnya secara
maksimal, sehingga ke depan penanggungjawab program harus melakukan pengendalian,
monitoring dan evaluasi capaian hasil program kerja yang telah ditetapkan.
Disinilah metode balanced scorecard dapat membantu organisasi untuk mengatasi hambatan-

hambatan tersebut dengan pendekatan yang berbeda, di mana strategi jangka panjang diterjemahkan
ke dalam perspektif yang lebih luas dan dengan indikator-indikator yang dapat diukur serta terkait
dengan seluruh aspek operasional yang dapat dengan mudah untuk dipahami dan diimplementasikan.
Penurunan (cascading) dan penterjemahan (translation) dari tujuan organisasi sampai ke
aktifitas dan hasil akhir yang diharapkan dari setiap unit kerja harus dilakukan dengan baik agar kinerja
setiap unit dapat diukur serta dipantau dalam upaya organisasi untuk mencapai tujuannya. Dalam hal
inilah penggunaan teori manajemen modern seperti balanced scorecard bermanfaat bagi organisasi
untuk melakukan proses penurunan dan penterjemahan tujuan organisasi sampai ke aspek indikator
kinerja setiap individu (individual performance indicators) serta bagaimana memanajemeni strategi
secara keseluruhan di dalam organisasi. Naskah ini disusun dengan menggunakan pendekatan
balanced scorecard tersebut, dengan fokus kepada penyusunan indikator kinerja pada setiap program
kerja.
Salah satu aspek dari manajemen kinerja adalah indikator kinerja (key performance indicator)
yang terukur secara kuantitatif dan jelas batas waktu capaiannya. Tentu saja ukuran ini harus
menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh organisasi. Jika pada organisasi bisnis atau
komersial, indikator kinerjanya adalah berbagai aspek finansial seperti laba, pertumbuhan penjualan,
lalu indikator pemasaran seperti jumlah pelanggan, dan sebagainya. Sedangkan pada organisasi Polri,
ukuran kinerjanya dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat. Semuanya harus terukur secara
kuantitatif dan dimengerti oleh berbagai pihak yang terkait, sehingga pada saat evaluasi dapat diukur,
apakah kinerja sudah mencapai target atau belum, jadi ukuran kuantitatif itu penting. Organisasi yang
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

tidak memiliki indikator kinerja, biasanya tidak bisa diharapkan mampu mencapai kinerja yang
memuaskan para pihak yang berkepentingan (stakeholders). Pada penjabaran program kerja ini,
indikator kinerja diuraikan secara rinci pada setiap program kerjanya.
Naskah ini menjabarkan secara rinci setiap program kerja dalam bentuk tabel, lengkap dengan
uraian kegiatan, sasaran, indikator kinerja dan target, jangka waktu, serta penanggung jawab. Dengan
demikian, kesamaan persepsi akan arah dan tujuan program kerja bisa tercapai di lingkungan Satker
Mabes Polri, Polda dan Polres.

10

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

BAB II
PENJABARAN DAN IMPLEMENTASI
PROGRAM PRIORITAS KAPOLRI PADA SATKER TINGKAT MABES POLRI
PROGRAM 1: PEMANTAPAN REFORMASI INTERNAL POLRI
POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Masih adanya ego sektoral antar fungsi, sehingga fungsi yang satu merasa lebih penting dari
fungsi yang lain.

2.

Sistem Binkar yang transparan dan mempertimbangkan rekam jejak, kapabilitas dan
kompentensi sudah berjalan namun belum maksimal dan belum konsisten serta memerlukan
evaluasi menyeluruh.

3.

Rekrutmen sudah menggunakan prinsip bersih, transparan, akuntabel, humanis (BETAH)


namun masih terdapat penyimpangan sehingga dibutuhkan penggunaan TI dalam proses
rekrutmen.

4.

Tahun 2015 personel 633 orang, dan tahun 2016 sebanyak 645 orang yang melaksanakan
dikbangum, namun hasil seleksi dikbangum belum mencerminkan transparansi, objektivitas
dan akuntabilitas sehingga masih menimbulkan ketidakpuasan dan komplain.

5.

Masih terdapat Polda hidup hedonis, koruptif, kolusi dan nepotisme dalam pelaksanaan tugas
serta kurang tegasnya penegakan hukum terhadap anggota yang melakukan pelanggaran
hukum terkait perilaku koruptif.

KEGIATAN
1.

Peningkatan Soliditas Internal


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melaksanakan
1) Melanjutkan kegiatan dan 1) Melanjutkan kegiatan dan 1) Melanjutkan dan
konsolidasi dan
meningkatkan kualitas jam
meningkatkan kualitas
memantapkan kegiatan
commander wish kepada
pimpinan di setiap level
jam pimpinan di setiap
pada Tahap III.
seluruh Pati Polri dan
organisasi secara periodik.
level organisasi secara
2) Melaksanakan Anev.
para Kapolda.
periodik.
2) Melaksanakan Anev.
2) Para KaSatker Mabes
2) Melaksanakan Anev.
dan KaSatwil
menyampaikan
commander wish Kapolri
untuk diteruskan dan
dilaksanakan secara
berjenjang kebawah.
3) Intensifikasi jam
pimpinan
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

11

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

4) Mabes Polri
mengeluarkan Telegram
berupa instruksi agar
dilaksanakan jam
pimpinan di setiap level
organisasi :
a. Tk. Mabes Polri satu
kali seminggu.
b. Tk. Polda satu kali
seminggu.
c. Tk. Polres dua kali
seminggu.
d. Melaksanakan Anev

2.

Konsistensi Pembinaan Karir berdasarkan Merit System dengan Rekam Jejak


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

1) Mabes Polri menyusun 1) Tentang Perkap Binkar :


anev menyeluruh tentang
Tersusunnya hasil anev
pembinaan karir pada
tentang pembinaan
tingkat Mabes.
karir pada Tk. Mabes
dan Polda.
2) Polda menyusun anev

Harmonisasi,
menyeluruh tentang
sinkronisasi dan
pembinaan karir kepada
pengesahan rancangan
jajaran.
Perkap Binkar.
3) Draft rancangan Perkap
Sosialisasi dan
Binkar selesai dibuat dan
implementasi Perkap
dimohonkan
Binkar.
pengesahannya kepada
2) Tentang KEP Rekam Jejak:
Kapolri.
Implementasi KEP
4) Sosialisasi KEP Kapolri
Kapolri tentang rekam
tentang rekam jejak
jejak untuk mendukung
ditingkat Mabes Polri dan
pembinaan karir
Satwil selesai
berdasarkan Merit
dilaksanakan.
System.
5) Mengevaluasi
3) Tentang Assessment
implementasi
Center :
Assessment
Center
dalam
mendukung
Tersusunnya hasil
pembinaan
karir
di
evaluasi dan
tingkat Mabes dan Satwil.
implementasi
Assessment Center.
6) Melaksanakan Anev.
4) Melaksanakan Anev.

12

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Konsistensi implementasi 1) Pemantapan


Perkap Binkar
implementasi Perkap
Binkar, KEP Rekam
2) Konsistensi implementasi
Jejak dan pemanfaatan
KEP Rekam Jejak.
Assessment Center
dalam Binkar.
3) Optimalisasi pemanfaatan
Assessment Center.
2) Melaksanakan Anev.
4) Melaksanakan Anev

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

3.

Melaksanakan Rekrutmen dengan Prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis


(BETAH)
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
Melaksanakan Anev
Menyeluruh terkait Proses
Rekrutmen dengan Prinsip
BETAH.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Tersusunnya hasil evaluasi 1) Melanjutkan pelaksanaan 1) Konsistensi


proses rekrutmen.
rekrutmen prinsip BETAH.
pelaksanaan rekruitmen
menggunakan teknologi
2) Melakukan perbaikan
2) Melanjutkan penjaringan
terkini dengan prinsip
proses rekrutmen.
calon unggulan secara
BETAH.
proaktif.
3) Implementasi proses
2) Konsistensi terhadap
rekrutmen.
3) Melaksanakan rekrutmen
pelaksanaan pakta
berbasis teknologi pada
integritas.
4) Melakukan tindakan
seluruh jajaran.
proaktif untuk menjaring
3) Melaksanakan Anev.
calon unggulan.
4) Melanjutkan penerapan
pakta integritas terhadap
5) Memantapkan penggunaan
seluruh pihak dan
teknologi untuk
pemberian sanksi yang
menghilangkan peluang
tegas bagi yang
terjadinya KKN.
melanggar.
6) Menerapkan pakta
5) Melaksanakan Anev.
integritas kepada seluruh
pihak dan pemberian
sanksi yang tegas bagi
yang melanggar.
7) Melaksanakan Anev.

4.

Sistem Seleksi Dikbangum Polri yang Lebih Efisien, Efektif, Adil, Transparan dan Obyektif
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
Melaksanakan Anev
Menyeluruh terkait
penggunaan Teknologi,
Pengawas Eksternal dan
Integritas Pelaksana
Seleksi Dikbangum Polri.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

1) Tersusunnya hasil evaluasi 1) Melaksanakan seleksi


dan dilakukan perbaikan.
Dikbangum Polri berbasis
teknologi pada seluruh
2) Memberikan instruksi dan
jajaran.
sosialisasi untuk
melaksanakan seleksi
2) Melanjutkan penerapan
dikbangum Polri secara
pakta integritas terhadap
terpadu.
seluruh pihak dan
pemberian sanksi yang
3) Menggunakan teknologi
tegas bagi yang
untuk menekan peluang
melanggar.
terjadinya KKN.
3) Melanjutkan penggunaan
4) Menerapkan pakta
rekam jejak sebagai salah
integritas kepada seluruh
satu syarat pendukung
pihak dan pemberian
penilaian.
sanksi yang tegas bagi
yang melanggar.
4) Melaksanakan Anev.
5) Menggunakan rekam jejak
sebagai salah satu syarat
pendukung penilaian.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)
1) Evaluasi dan
konsistensi
pelaksanaan seleksi
Dikbangum polri secara
terpadu agar lebih
efisien, efektif, adil,
transparan dan objektif.
2) Evaluasi dan upadaate
teknologi terkini.
3) Evaluasi dan
konsistensi terhadap
pelaksanaan pakta
integritas.
4) Evaluasi dan
konsistensi terhadap
penggunaan rekam
jejak.
5) Melaksanakan Anev.

6) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

13

5.

Membudayakan Perilaku Anti Korupsi


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Sosialisasi Budaya Anti
Korupsi melalui
pendidikan pada Diktuk,
serta pelatihan revolusi
mental pada Satker
Mabes dan Satwil.
2) Menerapkan pakta
integritas untuk seluruh
petugas pada fungsi
yang berpotensi
terjadinya perilaku
koruptif.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

1) Tentang Budaya Anti


1)
Korupsi :
Mengevaluasi dan
melanjutkan sosialisasi
2)
budaya anti korupsi.
Menyusun dan
mengimplementasi-kan
Modul Pembelajaran di
seluruh jenjang pendidikan
Polri.
2)

3) Membangun wilayah
bebas dari korupsi
3)
melalui pembentukan
Zona Integritas di 4
Polres (Banyumas,
Cimahi, Palembang, dan
Pontianak).
4) Pembinaan disiplin dan
penegakan hukum bagi
anggota yang melakukan 4)
KKN.
5) Melaksanakan Anev.
5)

Melanjutkan dan
menguatkan sosialisasi
budaya anti korupsi.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)
1) Melanjutkan dan
memantapkan
sosialisasi budaya anti
korupsi.

Melanjutkan dan
menguatkan
2) Melanjutkan dan
implementasi Modul
memantapkan
Pembelajaran tentang
implementasi Modul
budaya anti korupsi pada
Pembelajaran tentang
seluruh jenjang
budaya anti korupsi
pendidikan Polri.
pada seluruh jenjang
pendidikan Polri.
Tentang pakta integritas:
3) Konsistensi penerapan
Konsistensi
pakta integritas dan
3) Memantapkan
penerapannya.
memberikan hukuman
konsistensi penerapan
bagi yang melanggar.
pakta integritas.
Melanjutkan pembentukan
zona integritas pada Tk.
4) Melanjutkan
4) Melanjutkan
Polres yaitu 4
pembentukan zona
pembentukan zona
WBK(Wilayah Bebas
integritas pada Tk. Polres
integritas pada Tk.
Korupsi), Tk. Polda
yaitu 4 WBK, Tk. Polda
Polres, Tk. Polda dan
masing-masing 1 Satker
masing-masing 1 Satker
Tk. Mabes
dan Tk. Mabes pada Dit
dan Tk. Mabes Polri 1
5) Memantapkan bin dan
Tipidkor.
Satker.
gakkum thd personel
Konsistensi dalam bin dan 5) Melanjutkan konsistensi
yang melakukan KKN.
gakkum terhadap personel
dalam bin dan gakkum
6) Melaksanakan Anev.
yang melakukan KKN.
terhadap personel yang
melakukan KKN.
Melaksanakan Anev.
6) Melaksanakan Anev.

14

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Penjabaran Program 100 Hari

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

I. PEMANTAPAN REFORMASI INTERNAL POLRI


1.

Peningkatan
internal

soliditas

Karojianstra
SSDM

SSDM,
Itwasum,
Divpropam,
Div TI

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Ketua : Wairwasum
Wakil : Kadivpropam

1) Melaksanakan konsolidasi 1) Terlaksananya


1) Tersosialisasinya
dan commander wish
konsolidasi
dan
arah
kebijakan
kepada seluruh Pati Polri
Commander Wish
Kapolri
kepada
dan para Kapolda.
kepada seluruh Pati
seluruh jajaran.
Polri dan Para
2) Para Kasatker Mabes
2) Terbukanya ruang
Kapolda.
menyampaikan
komunikasi antara
commander wish Kapolri 2) Terlaksananya
pimpinan
dan
untuk diteruskan dan
Commander Wish
bawahan.
dilaksanakan secara
secara berjenjang
berjenjang kebawah.
kebawah.

1) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Commander Wish
kepada Kapolri.

3) Intensifikasi jam pimpinan 3) Terlaksananya


Intensifikasi
4) Mabes Polri mengeluarkan
komunikasi
Telegram berupa instruksi
pimpinan
dan
agar dilaksanakan jam
bawahan
pimpinan di setiap level
organisasi :
4) Diterbitkannya
a. Tk. Mabes Polri satu
instruksi
untuk
kali seminggu.
melaksanakan jam
b. Tk. Polda satu kali
pimpinan di setiap
seminggu.
level
organisasi
c. Tk. Polres dua kali
secara
periodik
seminggu.
guna
membuat
d. Melaksanakan Anev
ruang komunikasi
antara pimpinan dan
bawahan.

3) Penambahan fitur Jam


Pimpinan pada website
Polri www.polri.go.id
4) Terbitnya Telegram
Instruksi Pelaksanaan
Jam Pimpinan
Laporan Pelaksanaan :
Tk. Mabes satu kali
seminggu.

5) Terbentuknya satu
fitur jam pimpinan
pada website.
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

2) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Commander Wish di
Tk. Satker Mabes Polri
dan Satwil kepada
Kapolri.

15

%
CAPAI
AN
8

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

2.

Konsistensi pembinaan
karir berdasarkan Merit
System dan Rekam
Jejak

Karobinkar
SSDM

SSDM,
Itwasum,
Divpropam,
Divbinkum.

1) Mabes Polri menyusun


anev menyeluruh tentang
pembinaan karir pada
tingkat Mabes.

1) Tersusunnya anev
menyeluruh
tentang
Pembinaan Karir.

1) Berkurangnya
ketidakpuasan
dalam pembinaan
karir.

1) Laporan Hasil Anev


menyeluruh terkait
Binkar pada Tk.
Mabes.

2) Polda menyusun anev


menyeluruh tentang
pembinaan karir kepada
jajaran.

2) Tersusunnya
rancangan Perkap
tentang Sisbinkar.

2) Konsistensi
pembinaan karir
yang
mengacu
pada Merit System
dan Rekam Jejak.

2) Menginventarisasi
laporan Hasil Anev
pada Tk. Satwil dan
Jajaran.

3) Draft rancangan Perkap


Binkar selesai dibuat dan
dimohonkan
pengesahannya kepada
Kapolri.
4) Sosialisasi KEP Kapolri
tentang rekam jejak
ditingkat Mabes Polri
selesai dilaksanakan.

3) Tersosialisasinya
KEP
Kapolri
tentang
rekam
jejak.
4) Terevaluasinya
implementasi
Assesment Center
dalam pembinaan
karir.

KET
9

3) Rancangan final
Perkap tentang
Sisbinkar.
4) Mengkumpulir
Laporan Hasil
Pelaksanaan
Sosialisasi Rekam
Jejak pada masingmasing Satker Tk.
Mabes dan Satwil.

5) Mengevaluasi
implementasi Assessment
Center dalam mendukung
pembinaan karir di tingkat
Mabes.

5) Laporan Hasil Anev


Implementasi
Assesment Center.

6) Melaksanakan Anev.
3.

16

Melaksanakan
rekrutmen dengan
prinsip Bersih,
Transparan, Akuntabel
dan Humanis (BETAH)

Karodalpers
SSDM

SSDM,
Itwasum,
Divpropam,
Div TI,
Pusdokkes.

Melaksanakan Anev
Menyeluruh terkait Proses
Rekrutmen dengan Prinsip
BETAH.

1) Terjaringnya calon
anggota Polri yang
berkualitas.
2) Pelaksanaan
Rekrutmen
menggunakan
teknologi
kepolisian.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Berkurangnya
perilaku KKN
dalam rekrutmen
dan meningkatnya
kepercayaan
masyarakat.
2) Terlaksananya
rekrutmen dengan
menggunakan

Laporan Hasil Anev


Proses Rekrutmen
dengan Prinsip BETAH.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

Lemdiklat,
SSDM,
Itwasum,
Divpropam,

Melaksanakan Anev
Menyeluruh terkait
penggunaan Teknologi,
Pengawas Eksternal dan
Integritas Pelaksana Seleksi
Dikbangum Polri.

1) Terlaksananya
seleksi Dikbangum
yang
menggunakan
teknologi.

4.

Sistem seleksi
Dikbangum Polri yang
lebih efisien, efektif,
adil, transparan dan
objektif

Karodalpers
SSDM

Div TI,
Pusdokkes.

2) Meningkatnya
peran pengawas
eksternal.
3) Terlaksananya
seleksi yang bebas
KKN.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7
teknologi
kepolisian.
1) Terlaksananya
Dikbangum yang
transparan dan
Akuntabel
2) Berkurangnya
Komplain atau
ketidakpuasan
terhadap
Dikbangum.

%
CAPAI
AN
8

KET
9

Laporan Hasil Anev


Menyeluruh terkait
penggunaan Teknologi,
Pengawas Eksternal
dan Integritas
Pelaksana Seleksi
Dikbangum Polri.

4) Tersusunnya Hasil
Evaluasi
menyeluruh.
5.

Membudayakan
perilaku anti korupsi.

Irwil V Itwasum

Itwasum,
Lemdiklat,
SSDM,
Srena,
Divpropam.

1) Sosialisasi Budaya Anti


Korupsi melalui
pendidikan pada Diktuk,
serta pelatihan revolusi
mental pada Satker
Mabes.
2) Menerapkan pakta
integritas untuk seluruh
petugas pada Satker yang
berpotensi terjadinya
perilaku koruptif.
3) Membangun wilayah
bebas dari korupsi melalui
pembentukan Zona
Integritas di 4 Polres
(Banyumas, Cimahi,

1) Terinternalisasi
Budaya Anti
Korupsi pada
setiap anggota
Polri.
2) Terlaksananya
Pakta Integritas
sebagai wujud
berlakunya Budaya
Anti Korupsi.

1) Hilangnya praktek
KKN di lingkungan
Polri
2) Terwujudnya
reward and
punishment

3) Terbentuknya
Zona Integritas
pada 4 Polres
(Banyumas,
Cimahi,
Palembang, dan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan Hasil
Sosialisasi Budaya
Anti Korupsi di
lingkungan
Pendidikan
2) Laporan Hasil
Pelatihan Revolusi
Mental di
Pendidikan, Satker
Mabes dan
mengkumpulir
laporan dari Satwil.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan Pakta
Integritas dan Anev
pada Satker Mabes

17

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
Palembang, dan
Pontianak).
4) Pembinaan disiplin dan
penegakan hukum bagi
anggota yang melakukan
KKN.
5) Melaksanakan Anev.

18

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
Pontianak).
4) Terwujudnya
konsistensi
penegakan hukum
terhadap anggota
yang melakukan
KKN.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

%
CAPAI
AN
8

KET
9
dan mengkumpulir
laporan dari Satwil.
4) Laporan Hasil
Pembinaan Disiplin
dan Penegakan
Hukum bagi personil
Satker Mabes dan
mengkumpulir
laporan dari Satwil.

PROGRAM 2: PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH MUDAH BAGI MASYARAKAT DAN
BERBASIS TI
POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Terdapat 445 unit Satpas, dimana baru 45 unit yang dapat melakukan perpanjangan SIM online.
Target pada tahun 2016 ada 72 Satpas online, dan pada tahun 2017 seluruhnya sudah online.

2.

Pelayanan Samsat yang belum terintegrasi diseluruh Indonesia (e-samsat baru di Jabar dan
Jatim).

3.

Terdapat 42 Perkap yang akan direvisi Divkum Polri, dimana dari jumlah tersebut terdapat 6 jenis
Perkap terkait bidang pelayanan publik.

4.

Quick response belum berjalan optimal karena berbagai kendala seperti sistem pengaduan
masyarakat yangg belum terintegrasi, lemahnya Sarpras, dan minimnya kemampuan operator
yang mengawaki sistem.

5.

Layanan contact center 110 belum berjalan optimal karena pengendalian respon yang masih
lambat dan hanya berlaku di Provinsi DKI Jakarta.

6.

Layanan NTMC Polri saat ini dilengkapi dengan 283 CCTV pada titik tertentu disepanjang Pulau
Jawa & Sumsel.

7.

Belum ada blue print pengembangan teknologi informasi serta lemahnya bank data yang
centralized.

KEGIATAN
1.

Layanan Publik yang Mudah Diakses Masyarakat, Lebih Cepat, Bebas Calo dan Berbasis
Teknologi Informasi
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Melaksanakan Anev
Menyeluruh terhadap
data entry Pusiknas dari
Tk. Mabes sampai
dengan Tk. Polres.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Tentang data entry


1) Melanjutkan implementasi 1)
Pusiknas:
single data entry Pusiknas
dari Tk. Mabes sampai
Tersusunnya hasil
dengan Tk. Polres.
evaluasi;
Membuat manual book 2) Melanjutkan
2)
penyusunan data entry
2) Mengembangkan Epengembangan E-Policing
pusiknas menjadi single
Policing:
3) Melaksanakan Anev.
data entry;
a. Merampungkan
Sosialisasi manual book;
layanan pendaftaran
3)
Implementasi single data
SIM baru secara online
entry
di seluruh polda

Melanjutkan dan
memantapkan
implementasi single
data entry.
Melanjutkan dan
memantapkan
pengembangan EPolicing
Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

19

Tahap I (100 hari)


Tahap II
(15 Juli 22 Okt 2016)
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
b. Merampungkan
2) Tentang pengembangan elayanan perpanjangan
Policing :
SIM online pada 72
Melanjutkan dan
kota
meningkatkan pelayanan
c. Melaksanakan Anev
SIM baru online.
Menyeluruh terhadap

Perpanjangan SIM
sistem teknologi
online pada seluruh kota.
SP2HP online.

Pelayanan SP2HP
d. Menyusun blue print
online
layanan hukum online.
Terlaksananya layanan
e. Mengembangkan
hukum online.
pelayanan SKCK online
Implementasi SKCK
ke seluruh Satwil.
online pada seluruh
f. Melaksanakan Anev.
polda

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

3) Melaksanakan Anev.

2.

Menyederhanakan Regulasi dan Proses pada Loket-Loket Pelayanan yang Tidak Berbelit-Belit
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

1) Inventarisasi dan
1) Tentang Perkap dan SOP
1) Mengimplementasi Perkap,
evaluasi Perkap dan
Pelayanan Publik :
SOP dan manual book
SOP Pelayanan Publik
Pelayanan Publik yang
Terdatanya seluruh
agar berorientasi kepada
telah disederhanakan.
Perkap dan SOP
layanan yang cepat,
Pelayanan Publik;
2) Melaksanakan Anev.
mudah dan tidak berbelit Melakukan
belit.
penyederhanan SOP
yang tidak upadaate dan
2) Membentuk tim pokja
tumpang tindih;
untuk menyederhanakan
SOP pelayanan publik.

3) Melaksanakan Anev.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
implementasi Perkap,
SOP, dan manual book
Pelayanan Publik.
2) Melaksanakan Anev.

2) Tentang penyusunan
manual book :
Menentukan target dan
waktu pelayanan publik.
Seluruh layanan publik
memiliki manual book;
Terimplementasinya
manual book yang
berbasis check list di
seluruh layanan publik.
3)

20

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

3.

Quick Response
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Melaksanakan Anev
Menyeluruh terhadap
sistem Call Center Polri
110 sampai tingkat
polsek terkait koneksi
jaringan, personil yg
mengawaki dan
anggaran

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Call center 110 bantuan


polisi sudah berjalan.

1) Layanan call centre 110


1) Melanjutkan dan
telah beroperasional pada
meningkatkan kualitas
seluruh jajaran mulai dari
layanan call center 110.
2) Tentang quick response :
Tk. Mabes, s.d Tk. Polsek.
2) Melanjutkan dan
Tersusunnya regulasi
2) Meningkatkan kualitas
meningkatkan kualitas
quick response;
layanan
quick
response
layanan quick response.
Terlaksananya
dan terpenuhinya
sosialisasi regulasi quick
3) Melanjutkan
kebutuhan teknologi
response;
pemenuhan seluruh
2) Menyusun regulasi Quick
pendukung sebesar 70%.
Terimplementasiya quick
kebutuhan teknologi
Response;
response.
3) Melaksanakan Anev
quick response (100%).
Tersusunnya rencana
3) Menyusun rencana
4) Melaksanakan Anev.
kabutuhan teknologi
kebutuhan teknologi yang
quick
response;
mendukung Quick
Terpenuhinya secara
Response.
bertahap kebutuhan
4) Melaksanakan Anev.
teknologi quick
response.
3) Melaksanakan Anev.

4.

Modernisasi Teknologi Pendukung Pelayanan Publik


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

1) Melakukan inventarisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.

1) Tersusunnya blue print dan


road map teknologi
pendukung pelayanan
publik;

1) Melanjutkan pemenuhan
teknologi pendukung
pelayanan publik yang
modern sesuai road map.

2) Pemenuhan peralatan
teknologi pendukung
pelayanan publik yang
modern sesuai road map

2) Melaksanakan Anev.

2) Melakukan penyusunan
blue print modernisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.
3) Melaksanakan Anev.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)
1) Melanjutkan
pemenuhan teknologi
pendukung pelayanan
publik yang modern
sesuai road map.
2) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

21

Penjabaran Program 100 Hari


NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

II. PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH MUDAH BAGI MASYARAKAT DAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

6.

Layanan publik yang


mudah
diakses
masyarakat,
lebih
cepat, bebas calo dan
berbasis
teknologi
informasi

Wakakorlantas

Itwasum,
1) Melaksanakan Anev
Baharkam,
Menyeluruh terhadap data
Bareskrim,
entry Pusiknas dari Tk.
Baintelkam,
Mabes sampai dengan Tk.
Korlantas, Div
Polres.
TI, Srena,
2) Mengembangkan ESSarpras,
Policing:
Divkum,
a. Merampungkan layanan
Satwil.
pendaftaran SIM baru
secara online di seluruh
polda

1) Terlaksananya
Anev Menyeluruh
terhadap
Data
Entry Pusiknas.

1) Meningkatnya
kualitas pelayanan
Polri
kepada
masyarakat.

2) Terlaksananya
layanan
publik
yang
berbasis
teknologi.

2) Meningkatnya
kepuasan
masyarakat atas
pelayanan Polri.

b. Merampungkan layanan
perpanjangan SIM online
pada 72 kota
c. Melaksanakan Anev
Menyeluruh terhadap
sistem teknologi SP2HP
online.
d. Menyusun blue print

22

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Ketua I :
Kabaharkam
Ketua II : Asops
Wakil Ketua I :
Kadiv TI
Wakil Ketua II :
Kakorlantas
Wakil Ketua III :
Asrena
Wakil Ketua IV :
Wakabareskrim
1) Laporan Hasil Anev
Menyeluruh terhadap
data entry Pusiknas
Tk. Mabes dan Tk.
Satwil.
2) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Layanan pendaftaran
SIM Baru secara
online dari masingmasing Polda.
3) Mengkumpulir
Laporan Hasil
Pelaksanaan
Layanan pendaftaran
SIM Baru secara
online pada 72 Kota.
4) Laporan Hasil Anev
terhadap sistem
teknologi SP2HP

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
layanan hukum online.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

e. Mengembangkan
pelayanan SKCK online
ke seluruh satwil.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
pada Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporan Tk. Satwil.
5) Buku blue print
layanan hukum
onlinen pada Tk.
Mabes dan untuk Tk.
Satwil.

f. Melaksanakan Anev.

6) Laporan Hasil
Pengembangan
SKCK online pada
Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporanTk. Satwil.
7.

Menyederhanakan
regulasi dan proses
pada
loket-loket
pelayanan yang tidak
berbelit-belit.

Karorenmin
Baharkam

Baharkam,
Baintelkam,
Bareskrim,
Korlantas,
Divkum

1) Inventarisasi dan
evaluasi Perkap dan
SOP Pelayanan Publik
agar berorientasi kepada
layanan yang cepat,
mudah dan tidak berbelitbelit.
2) Membentuk tim pokja
untuk menyederhanakan
SOP pelayanan publik.

1) Terdatanya SOP
dan Perkap yang
berbelit-belit.

Terlaksananya
layanan publik yang
cepat dan bebas KKN.

2) Tersusunnya SOP
Layanan
Publik
yang
mudah
dilaksanakan.

2) Surat Perintah
Pembentukan Pokja.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan Tugas
Pokja.

3) Melaksanakan Anev.
8.

Quick Response

Dir Sabhara
Baharkam

Baharkam,
Bareskrim,
Srena,
Ssarpras, Div
TI, Divkum

1) Melaksanakan Anev
Menyeluruh terhadap
sistem Call Center Polri
110 sampai tingkat
polsek terkait koneksi
jaringan, personil yg
mengawaki dan
anggaran

1) Laporan Hasil
Inventarisasi dan
Anev Perkap serta
SOP Pelayanan
Publik.

1) Terlaksananya
Evaluasi
Menyeluruh
terhadap sistem
Call Center

Meningkatnya
kepuasan masyarakat
atas layanan Laporan
Masyarakat kepada
Polri.

2) Tersusunnya
regulasi
Quick

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

23

1) Laporan Hasil Anev


Menyeluruh terhadap
sistem Call Center
Pada Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporanTk. Satwil.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

5
2) Menyusun regulasi Quick
Response;
3) Menyusun rencana
kebutuhan teknologi yang
mendukung Quick
Response.

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
Response.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

Modernisasi teknologi
pendukung pelayanan
publik

Karotekkom
DivTI

Baharkam,
Bareskrim,
Srena,
Ssarpras, Div
TI, Divkum

1) Melakukan inventarisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.
2) Melakukan penyusunan
blue print modernisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.
3) Melaksanakan Anev.

24

1) Inventarisasi
teknologi
pendukung
pelayanan publik.
2) Tersusunnya blue
print modernisasi
teknologi
pendukung
layanan publik.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9
2) SOP Quick
Response pada Tk.
Mabes dan Tk.
Satwil.

3) Tersusunnya
Rencana
Kebutuhan
Teknologi
yang
mendukung Quick
Response.

3) Laporan Rencana
Kebutuhan Teknologi
yang mendukung
Quick Response
pada Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporanTk. Satwil.

4) Melaksanakan Anev.

9.

%
CAPAI
AN
8

Terwujudnya layanan
publik yang mudah
dan tidak berbelit-belit
berbasis teknologi.

1) Laporan Hasil
Inventarisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.
2) Laporan Hasil Anev
dan blue print
modernisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.

PROGRAM 3: PENANGANAN KELOMPOK RADIKAL PRO KEKERASAN DAN INTOLERANSI YANG


LEBIH OPTIMAL
POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Pemetaan terhadap kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi belum terlaksana dengan
optimal, dikarenakan pergerakan kelompok yang dinamis karena itu Polri belum memiliki single
national radicalism mapping.

2.

Pembangunan peran masyarakat melalui strategi pencegahan, baik melalui impelementasi kontra
radikal, kontra naratif, dan prefentif justicial belum mampu untuk menggugah partisipasi
masyarakat.

3.

Identifikasi baru sebatas pada kelompok besar saja, belum menyentuh kelompok kecil yang
tersebar.

4.

Pelaksanaan fungsi preemptif dan preventif belum komprehensif karena belum mampu untuk
merangkul toga/tomas dan pemda serta masyarakat setempat.

5.

Kegiatan dialogis belum berjalan, dan peran bhabinkamtibmas belum berjalan maksimal.

6.

Upaya penegakan hukum masih menimbulkan komplain sebagian masyarakat karena dianggap
mengekang kebebasan berekspresi.

KEGIATAN
1.

Deteksi Dini dan Deteksi Aksi Dalam Rangka Pemetaan Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan
Intoleransi
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

1) Identifikasi dan pemetaan 1) Melakukan deteksi dini,


1) Melanjutkan deteksi dini,
Kelompok Radikal Pro
deteksi aksi dan
deteksi aksi dan
Kekerasan (RPK) dan
penggalangan pada
penggalangan pada
intoleransi.
kelompok RPK dan
kelompok RPK dan
intoleran.
intoleransi.
2) Monitoring dan
penggalangan terhadap 2) Memetakan faktor
2) Mengoptimalkan
kelompok RPK dan
pendukung berkembangnya
penggalangan pada
intoleransi.
kelompok RPK dan intoleran
tokoh-tokoh yang mampu
(anggaran, support
meredam agar tidak
3) Melakukan koordinasi
informasi, dan keahlian)
terjadi tindakan anarkis/
dan kerjasama dengan
kekerasan yang dilakukan
stakeholder terkait untuk 3) Menggalang tokoh-tokoh
oleh kelompok RPK dan
membentuk Single
yang mampu meredam agar
intoleran.
National Radicalism
tidak terjadi tindakan yang
Mapping, dengan polri
anarkis / kekerasan.
3) Meningkatkan sinergi

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)
1) Melakukan upadaate
pemetaan kelompok
RPK dan intoleran.
2) Memantapkan gal
kepada para tokoh dan
meningkatkan sinergi dg
stakeholder terkait.
3) Melanjutkan konsistensi
implementasi MOU.
4) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

25

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
sebagai leading sector,
yang melibatkan BNPT,
BIN, Kemenag,
Kemensos dll sebagai
pendukung.
4) Melaksanakan Anev.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
4) Membangun sinergi dengan
stakeholder terkait.
5) Membentuk single national
radicalism mapping.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)
dengan stakeholder
terkait.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

4) Melanjutkan implementasi
MOU terkait single
national radicalism
mapping.

6) Membuat MOU untuk


operasionalisasi single
5) Melaksanakan Anev.
national radicalism mapping.
7) Sosialisasi dan
implementasi MOU.
8) Melaksanakan Anev.

2.

Membangun Daya Cegah dan Daya Tangkal Warga


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

1) Kelompok pelajar
1) Kelompok pelajar :
a. Bekerjasama dengan
Terbentuknya produk
diknas tingkat provinsi &
kerjasama (mou, tim
kab/kota utk
terpadu, jadwal kegiatan
membangun sekolah
bersama) antara Polri
sebagai basis anti
dengan Diknas Tk. Prov
radikalisme pro
dan Kab/Kota.
kekerasan dan
Implementasi produk
intoleransi
kerjasama beserta
b. Tk. Prov dilaks oleh
evaluasinya pada Tk.
Polda, di Tk. kab/kota
Polda dan Res.
dilaksanakan oleh
2) Kelompok mahasiswa:
Polres.
Terbentuknya produk
2) Kelompok mahasiswa
kerjasama antara Polri
a. Bekerjasama dengan
dengan universitas/ PT/
BEM dan perguruan
BEM.
tinggi utk membangun
Implementasi produk
sekolah sbg basis anti
kerjasama beserta
radikalisme pro
evaluasinya pada Tk.
kekerasan dan
Polda dan Res.
intoleransi
3) Kerma dengan
b. Tk. Prov dilaks oleh
Kemendiknas:
polda, di Tk. kab/kota
Terwujudnya kurikulum
dilaks oleh Polres
untuk semua jenjang
3) Bekerjasama dgn
dan jenis pendidikan.
Kemendiknas menyusun
Implementasi dan
konsep kurikulum sekolah,
evaluasi kurikulum.
ponpes dan madrasah
4) Kelompok Tokoh Majelis
yang berbasis anti
Taklim dan Ponpes
radikalisme dan
Masyarakat :
intoleransi.
Terbentuknya forum
4) Kelompok tokoh
dialog yang solid dan
masyarakat, Majelis
dilaksanakan secara

26

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutkan dan
menguatkan kegiatan
Tahap II

1) Melanjutkan dan
memantapkan kegiatan
Tahap III

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
Taklim dan Ponpes
a. Membangun
kesepahaman dan
deklarasi anti
radikalisme pro
kekerasan dan
intoleransi.
b. Tk. Prov dilaks oleh
Polda, di tk kab/kota
dilaks oleh Polres
5) Kelompok masyarakat
umum
a. Melaksanakan door to
door, tatap muka
dengan kelompok
komunitas untuk
membangun
pemahaman tentang
radikalisme pro
kekerasan dan
intoleransi
b. Tk. Prov dilaks oleh
Polda, di Tk. kab/kota
dilaks oleh Polres

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
periodik.
Produk forum dialog
disosialisasikan oleh
tomas, toga dan Polri
kepada kelompok
masyarakat.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

5) Kelompok Masyarakat
Umum:
Terbentuknya forum
dialog yang solid dan
dilaksanakan secara
periodik.
Produk forum dialog
disosialisasikan oleh
Polri kepada kelompok
masyarakat.
6) Komunitas Dunia Maya :
Terbentuknya produk
kerjasama dengan
media online (MOU,
komunikasi informal)
Implementasi produk
kerjasama.

7) Tentang buku panduan/


6) Komunitas dunia maya
manual book :
a. Bekerjasama dengan
Tersusunnya manual
media online.
book
b. Memberikan penjelasan
Sosialisasi dan
atas berbagai
implementasi
pemberitaan
radikalisme pro
8) Melaksanakan Anev.
kekerasan dan
intoleransi (Counter
Messaging)
c. Mempromosikan
website resmi Polri :
www.tribratanews.co
m sebagai sarana
kampanye anti
radikalisme pro
kekerasan dan
intoleransi.
7) Menyusun buku panduan /
manual book untuk
membangun daya cegah
dan daya tangkal
masyarakat.
8) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

27

3.

Kerjasama dengan Stakeholder


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

1) Mendorong pemerintah
pusat/pemda utk
melakukan evaluasi
pelaksanaan tugas tim
terpadu.

1) Tentang tim terpadu Tk.


Pusat dan daerah:
Menyusun hasil evaluasi
pelaksanaan tugas tim
terpadu Tk. Pusat,
Provinsi dan
2) Menyusun dan
Kabupaten/Kota.
melaporkan rencana aksi

Menyusun ren aksi


tim terpadu :
terpadu
a. Kapolda bertanggung

Melaksanakan rapat
jawab pada Tk.
koordinasi secara
Provinsi.
periodik.
b. Kapolres bertanggung
Melaksanakan
jawab pada Tk.
penanganan Pok RPK
Kab/Kota.
dan Intoleran secara
3) Melaksanakan Anev.
terpadu.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1)

Melanjutkan kegiatan
pada Tahap II.

1)

2)

Melaksanakan Anev.

Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2)

Melaksanakan Anev.

2) Menyusun ren aksi tim


terpadu tahun berikutnya.
3) Melaksanakan Anev

4.

Mengintensifkan Kegiatan Dialogis di Kantong-kantong Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan


Intoleransi
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Menyusun rencana aksi
pemolisian di kantongkantong Pok Radikal Pro
Kekerasan dan
Intoleransi.
a. Door to door.
b. Dialog, tatap muka,
sambang.
c. Patroli dialogis.
d. Ceramah dalam
kegiatan agama.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutkan aksi
pemolisian.

1) Melanjutkan dan
memantapkan aksi
pemolisian.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2) Penyusunan ren aksi


tahapan berikutnya.
3) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan ren aksi


yang telah disusun pada
tahun sebelumnya.

2) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan Anev.

2) Implementasi ren aksi


pemolisian.
3) Melaksanakan Anev.

28

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

5.

Penegakan Hukum yang Optimal


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Evaluasi menyeluruh
terhadap implementasi
Perkap No. 8 / 2013 ttg
teknis penanganan
konflik sosial khususnya
dalam penegakan
hukum terhadap aksi
Pok Radikal Pro
Kekerasan dan
Intoleransi.

1) Melaksanakan sosialisasi
dan pelatihan guna
meningkatkan kemampuan
dan keterampilan anggota
dalam menghadapi
anarkisme/kekerasan

1) Memantapkan
implementasi Perkap No
8/ 2013 dalam
penanganan Pok RPK
dan Intoleran.

1) Konsistensi
implementasi Perkap
No. 8 / 2013.

2) Tersusunnya hasil
evaluasi.
3) Membuat ren aksi
sosialisasi dan pelatihan
Implementasi Perkap
No. 8 / 2013 khususnya
dalam menghadapi
anarkisme dan
kekerasan yang
dilakukan Pok Radikal
dan Intoleransi.

2) Implementasi hasil
pelatihan dlm menghadapi
anarkisme terkait pok
radikal pro kekerasan dan
intoleransi.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Implementasi Perkap No.


8/2013 khususnya dalam
menghadapi anarkisme dan
kekerasan yang dilakukan
Pok Radikal dan
Intoleransi.
4) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

29

Penjabaran Program 100 Hari


NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

III. PENANGANAN KELOMPOK RADIKAL PRO KEKERASAN DAN INTOLERANSI YANG LEBIH OPTIMAL
10.

Deteksi dini dan deteksi


aksi dalam rangka
pemetaan kelompok
radikal pro kekerasan
dan intoleransi

Karoanalisis
Baintelkam

Baharkam,
1) Identifikasi dan pemetaan 1) Terpetakannya
Baintelkam,
Kelompok Radikal Pro
Kelompok Radikal
Bareskrim, Sops,
Kekerasan (RPK) dan
Pro Kekerasan dan
Divkum, Densus
intoleransi.
Intoleransi.
88 AT
2) Monitoring dan
2) Tergalangnya
penggalangan terhadap
Kelompok Radikal
kelompok RPK dan
Pro Kekerasan dan
intoleransi.
Intoleransi.
3) Melakukan koordinasi
dan kerjasama dengan
stakeholder terkait untuk
membentuk Single
National Radicalism
Mapping, dengan polri
sebagai leading sector,
yang melibatkan BNPT,
BIN, Kemenag,
Kemensos dll sebagai
pendukung.

Tereliminirnya kasus
kekerasan / anarkisme
oleh
Kelompok
Radikal
Pro
Kekerasan
dan
Intoleransi.

3) Terbangunnya
sinergi polisional
dalam
Single
National
Radicalism
Mapping.

30

Membangun daya
cegah dan daya
tangkal warga

Dirkamneg
Baintelkam

Baharkam,
Baintelkam,
Bareskrim,
Sops,
Divkum,
Densus 88AT

1) Kelompok pelajar

1) Terbangunnya
sinergi
dengan
Bekerjasama dengan
seluruh komponen
diknas tingkat provinsi &
masyarakat
dan
kab/kota utk membangun
stake holder terkait
sekolah sebagai basis
dalam
anti radikalisme pro
mengantisipasi Pok
kekerasan dan intoleransi
RPK dan Intoleransi.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9
Ketua : Kabaintelkam
Wakil : Irwil II Itwasum
1) Laporan Hasil
pemetaan kelompok
radikal pro kekerasan
dan intoleransi.
2) laporan hasil
monitoring dan
penggalangan
terhadap kelompok
RPK dan Intoleransi
berupa daftar tokohtokoh berpengaruh
yang telah dilakukan
penggalangan.
3) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan
BNPT, BIN,
Kemenag, Kemensos
dll sebanyak 6 kali
pada Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporan Tk. Satwil.

4) Melaksanakan Anev
11.

%
CAPAI
AN
8

Meningkatnya daya
cegah dan daya
tangkal warga
terhadap Pok RPK
dan Intoleransi.

1) Surat Perintah
Pelaksanaan Tugas.
2) Laporan Hasil
Pelaksanaan Tugas
dua kali seminggu.
3) Manual Book tentang
daya cegah dan

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

2) Kelompok mahasiswa
Bekerjasama dengan BEM
dan perguruan tinggi utk
membangun sekolah sbg
basis anti radikalisme pro
kekerasan dan intoleransi

2) Tersusunnya
manual book untuk
membangun daya
cegah dan daya
tangkal masyarakat
terhadap Pok RPK
dan Intoleransi.

3) Bekerjasama dgn
Kemendiknas menyusun
konsep kurikulum sekolah,
ponpes dan madrasah yang
berbasis anti radikalisme
dan intoleransi.
4) Kelompok tokoh
masyarakat, Majelis Taklim
dan Ponpes
Membangun kesepahaman
dan deklarasi anti
radikalisme pro kekerasan
dan intoleransi.
5) Kelompok masyarakat
umum
Melaksanakan door to door,
tatap muka dengan
kelompok komunitas untuk
membangun pemahaman
tentang radikalisme pro
kekerasan dan intoleransi
6) Komunitas dunia maya
a. Bekerjasama dengan
media online.
b. Memberikan penjelasan
atas berbagai
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

31

%
CAPAI
AN
8

KET
9
daya tangkal
masyarakat terhadap
Pok RPK dan
Intoleransi.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
pemberitaan radikalisme
pro kekerasan dan
intoleransi (Counter
Messaging)
c. Mempromosikan website
resmi Polri :
www.tribratanews.com
sebagai sarana
kampanye anti
radikalisme pro
kekerasan dan
intoleransi.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

1) Terlaksananya
Evaluasi
Pelaksanaan tugas
Tim Terpadu Tk.
Pusat dan Tk.
Daerah
dalam
menangani
Pok
RPK
dan
Intoleransi.

Meningkatnya sinergi
Tim Terpadu Tk. Pusat
dan Tk. Daerah dalam
menangani Pok RPK
dan Intoleransi.

%
CAPAI
AN
8

KET
9

7) Menyusun buku panduan /


manual book untuk
membangun daya cegah
dan daya tangkal
masyarakat.
8) Melaksanakan Anev.
12.

Kerjasama
stakeholder

dengan

Karokerma KL
Sops

Baharkam, 1) Mendorong pemerintah


Bareskrim,
pusat/pemda utk
Baintelkam,
melakukan evaluasi
Sops,
pelaksanaan tugas tim
Densus 88 AT
terpadu.
2) Menyusun dan
melaporkan rencana aksi
tim terpadu
3) Melaksanakan Anev.

32

2) Tersusunnya
Rencana
Aksi
secara terpadu.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan Hasil Anev


Tim Terpadu Tk.
Pusat
dan
mengkumpulir
laporan Tk. Daerah
dalam menangani
Pok
RPK
dan
Intoleransi.
2) Laporan Rencana
Aksi selama 100
hari
3) Laporan
Hasil
Implementasi 100
hari.

%
CAPAI
AN
8

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

13.

Mengintensifkan
kegiatan dialogis di
kantong-kantong Pok.
Radikal Pro Kekerasan
dan Intoleransi

Dirbinmas
Baharkam

Baharkam,
Baintelkam,
Bareskrim

1) Menyusun rencana aksi


pemolisian di kantongkantong Pok Radikal Pro
Kekerasan dan
Intoleransi.
a. Door to door.
b. Dialog, tatap muka,
sambang.
c. Patroli dialogis.
d. Ceramah dalam
kegiatan agama.

1) Tersusunnya aksi
pemolisian yang
konseptual
dan
berkelanjutan.

Meningkatnya aksi
pemolisian pada
kantong-kantong Pok.
RPK dan Intoleransi.

1) Rencana Aksi
Pemolisian selama
100 hari.

Meningkatnya rasa
aman dan
kepercayaan
masyarakat terhadap
Polri.

1) Laporan Hasil Anev


Implementasi
Perkap No. 8/2013
pada Tk. Mabes
dan mengkumpulir
laporan Tk. Satwil.

2) Menurunnya aksi
kekerasan/
anarkisme
yang
dilakukan
Pok.
RPK
dan
Intoleransi.

KET
9

2) Laporan Hasil
Pemolisian pada
kantong-kantong
Pok Radikal Pro
Kekerasan dan
Intoleransi.

2) Implementasi ren aksi


pemolisian.
3) Melaksanakan Anev.
14.

Penegakkan
yang optimal.

hukum

Kadensus 88/AT

Baharkam,
Baintelkam,
Bareskrim,
Korbrimob,

1) Evaluasi menyeluruh
terhadap implementasi
Perkap No. 8 / 2013 ttg
teknis penanganan konflik
sosial khususnya dlm
Densus 88 AT
penegakan hukum thd
aksi Pok Radikal Pro
Kekerasan & Intoleransi.
2) Tersusunnya hasil
evaluasi.
3) Membuat
ren
aksi
sosialisasi dan pelatihan
Implementasi Perkap No.
8/2013 khususnya dlm
menghadapi anarkisme &
kekerasan yg dilakukan
Pok Radikal & Intoleransi.

1) Terlaksananya
Anev Implementasi
Perkap No. 8/2013
dalam penanganan
Pok. RPK dan
Intoleransi.
2) Meningkatnya
profesionalisme
anggota
dalam
penanganan Pok
RPK
dan
Intoleransi.

2) Jadwal
pelaksanaan
sosialisasi dan
pelatihan Perkap
No. 8/2013.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Sosialisasi dan
Pelatihan Perkap
No. 8/2013.

4) Melaksanakan Anev.
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

33

PROGRAM 4: PENINGKATAN PROFESIONALISME POLRI MENUJU KEUNGGULAN


POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Belum adanya evaluasi dan monitoring secara periodik terhadap standarisasi tentang kompetensi
lulusan, isi, proses, pendidikan dan gadik, sarpras, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian.

2.

Sering terjadi ketidaksinkronan antara materi yang dilatihkan dengan bidang tugas anggota yang
mengikuti pelatihan sehingga tidak optimal.

3.

Lemahnya pengawasan proses pembuatan SMK (Sistem Manajemen Kinerja), subjektivitas penilai
(pejabat penilai, rekan kerja, dan atasan pejabat penilai) menyebabkan hasil SMK tidak obyektif &
terkesan asal-asalan.

4.

Rumpun jabatan PNS sejatinya terdiri dari rumpun jabatan manajerial dan fungsional. Pada SOTK
Polri saat ini rumpun jabatan fungsional belum diakomodir.

5.

Kebutuhan Almatsus kendaraan, forensik, persenjataan, penginderaan, tekinfo, transnational crime


masih jauh dari ideal, perlu penambahan rata-rata 70% secara keseluruhan, kebutuhan kapor,
BMP dan MTP juga membutuhkan pemenuhan diatas 50% secara keseluruhan (belum ada blue
print standar kebutuhan minimum Almatsus dan Alpalkam, belum memiliki road map modernisasi
Almatsus dan Alpalkam).

KEGIATAN
1.

Peningkatan Kualitas 8 Standar Pendidikan


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Melakukan evaluasi
terhadap kompetensi
hasil didik pada Diktuk,
Dikbangum dan
Dikbangspes Polri.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
1) Melanjutkan penyusunan
hasil evaluasi kompetensi
hasil didik dan upaya
pembenahan pada Diktuk,
Dikbangum dan
Dikbangspes Polri.

2) Melakukan inventarisasi
permasalahan dan
2) Melakukan pembenahan
kekurangan dalam 8
terhadap 8 standar
Standar Pendidikan Polri
pendidikan pada seluruh
pada seluruh Satuan
satuan pendidikan.
Pendidikan.
3) Melaksanakan Anev.
3) Melaksanakan Anev.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melakukan evaluasi
1) Melanjutkan dan
terhadap kompetensi hasil
memantapkan kegiatan
didik pada Diktuk,
Tahap III.
Dikbangum dan
2) Melaksanakan Anev.
Dikbangspes Polri setelah
dilakukan pembenahan thd 8
standar pendidikan.
2) Melakukan penyempurnaan
terhadap 8 standar
pendidikan pada seluruh
satuan pendidikan.
3) Mengimplementasikan hasil
penyempurnaan 8 standar
pendidikan pada seluruh
satuan pendidikan.
4) Melaksanakan Anev.

34

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

2.

Peningkatan Pelatihan Fungsi Teknis Pada Satuan Kewilayahan


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melakukan evaluasi
terhadap perangkat dan
metode pelatihan di
seluruh Satker Mabes
dan Satwil.

1) Melakukan pembenahan
terhadap perangkat dan
metode pelatihan di seluruh
Satker Mabes dan Satwil.

1) Melakukan
penyempurnaan terhadap
perangkat dan metode
pelatihan di seluruh
Satker Mabes dan Satwil.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
pelatihan.

2) Menyusun hasil evaluasi


terhadap perangkat dan
metode pelatihan yang
dilakukan selama ini.

2) Implementasi rencana
pelatihan fungsi di seluruh
Satker Mabes dan Satwil.
3) Melaksanakan Anev.

3) Membuat rencana
pelatihan fungsi secara
periodik :

2) Melaksanakan Anev.

2) Meningkatkan kualitas
pelatihan fungsi di seluruh
Satker Mabes dan Satwil.
3) Melaksanakan Anev.

a. Mabes Polri, Polda


dan Polres menyusun
rencana pelatihan
dan latihan fungsi di
Satker masingmasing.
b. Polres melaporkan
rencana pelatihan,
dan latihan kepada
Polda dan Polda
melaporkan rencana
pelatihan dan latihan
pada Tk. Mabes.
4) Melaksanakan Anev.

3.

Mengoptimalkan Sistem Manajemen Kinerja


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Inventarisasi dan
pemetaan
permasalahan dlm
penerapan SMK
sebagai masukan untuk
mengevaluasi Perkap.

1) Melanjutkan revisi perkap


tentang SMK

1) Konsistensi
implementasi Perkap
SMK.

1) Melanjutkan dan
memantapkan kualitas
penerapan Perkap
SMK.

2) Menyusun rancangan
revisi Perkap tentang
SMK.
3) Melaksanakan Anev.

2) Harmonisasi dan
pengesahan Perkap SMK.
3) Sosialisasi dan
implementasi hasil revisi
Perkap ke seluruh jajaran
secara berjenjang.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

35

4.

Penyusunan Rumpun Jabatan Fungsional dan Sertifikasi Profesi


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutkan
penyusunan rancangan
Perpres jabatan
fungsional Polri.

1) Pengesahan dan
implementasi Perpres
Jabatan Fungsional Polri.

1) Melanjutkan
implementasi Perpres
Jabatan Fungsional
Polri.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
implementasi Perpres
jabatan fungsional dan
sertifikasi profesi.

2) Melakukan penyusunan
instrumen penilaian
untuk sertifikasi profesi
dalam jabatan
fungsional.
3) Melaksanakan Anev

5.

2) Melanjutkan penyusunan
instrumen penilaian untuk
sertifikasi profesi dalam
jabatan fungsional
3) Implementasi sertifikasi
profesi jabatan fungsional.

2) Melanjutkan
Implementasi sertifikasi
profesi jabatan
fungsional.

2) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev.

Modernisasi Almatsus dan Alpalkam Polri


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Inventarisasi kebutuhan
ideal dan minimal
Almatsus dan Alpalkam
Polri di semua tingkat
organisasi dan fungsi
Polri.

1) Tentang kebutuhan minimal


Almatsus dan Alpalkam :

1) Melanjutkan pemenuhan
kebutuhan minimal
Almatsus dan Alpalkam
sesuai dengan blue print
dan road map.

1) Melanjutkan
pemenuhan kebutuhan
minimal Almatsus dan
Alpalkam Polri sesuai
dengan blue print dan
road map.

2) Menyusun blue print


dan road map Almatsus
dan Alpalkam minimal
Polri.
3) Menyusun rancangan
katalog Almatsus dan
Alpalkam Polri sampai
dengan 25 tahun
kedepan.
4) Menyusun rencana
kebutuhan anggaran
untuk Almatsus dan
Alpalkam Polri sesuai
blue print dan road map.

Melanjutkan penyusunan
blue print dan road map.
Pengesahan blue print
dan road map.
Pemenuhan kebutuhan
minimal Almatsus dan
Alpalkam polri sesuai
dengan blue print dan
road map.
2) Koordinasi dengan
Bappenas, Menkeu, dan
DPR terkait pemenuhan
anggaran.

2) Meningkatkan koordinasi
dengan Bappenas,
Menkeu, dan DPR terkait
pemenuhan anggaran.
3) Melaksanakan Anev.

2) Melanjutkan dan
memantapkan
koordinasi dengan
Bappenas, Menkeu,
dan DPR terkait
pemenuhan anggaran.
3) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan Anev

5) Melaksanakan Anev.

36

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Penjabaran Program 100 Hari


NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

1) Melakukan evaluasi
terhadap kompetensi hasil
didik pada Diktuk,
Dikbangum dan
Dikbangspes Polri.

1) Tersusunnya
8
Standar
Pendidikan Polri
yang
sesuai
dengan
standar
pendidikan yang
berkualitas.

IV. PENINGKATAN PROFESIONALISME POLRI MENUJU KEUNGGULAN


15.

Peningkatan kualitas 8
standar pendidikan

Karokurlum
Lemdiklat

Lemdiklat,
SSDM

2) Melakukan inventarisasi
permasalahan dan
kekurangan dalam 8
Standar Pendidikan Polri
pada seluruh Satuan
Pendidikan.
3) Melaksanakan Anev.

16.

Peningkatan pelatihan
fungsi teknis pada
satuan kewilayahan

Karobindiklat
Lemdiklat

Lemdiklat,
SSDM

1) Melakukan evaluasi
terhadap perangkat dan
metode pelatihan di
seluruh satker Mabes dan
Satwil.
2) Menyusun hasil evaluasi
terhadap perangkat dan
metode pelatihan yang
dilakukan selama ini.
3) Membuat rencana
pelatihan fungsi scr
periodik

Meningkatnya
kapasitas pendidikan
dan kompetensi hasil
didik.

Meningkatnya kualitas
kemampuan teknis
personil Polri.

2) Terbentuknya
personil Polri yang
memiliki
kemampuan teknis
kepolisian
yang
profesional
dan
berintegritas.

9
Ketua : Kalemdiklat
Wakil : As SDM
1) Laporan Hasil Anev
Kompetensi Hasil
Didik pada Diktuk,
Dikbangum, dan
Dikbangspes Polri
pada Tk. Mabes.

1) Rencana Pelatihan
Fungsi pada Tk.
Mabes secara
periodik.dan
mengkumpulir
rencana pelatihanTk.
Satwil
2) Laporan Hasil
Pelatihan Fungsi
pada Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporanTk. Satwil

4) Melaksanakan Anev.
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET

2) Laporan Hasil
Inventarisasi
Permasalahan dan
Kekurangan 8
Standar Pendidikan
pada Tk. Mabes.

2) Terinventarisasi
permasalahan dan
kekurangan dalam
8
Standar
Pendidikan Polri
pada
seluruh
Satuan
Pendidikan.
1) Tersusunnya
perangkat dan
metode pelatihan
fungsi teknis.

%
CAPAI
AN
8

37

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9
3) Laporan Hasil Anev
terhadap Perangkat
dan Metode
Pelatihan pada tk.
Mabes dan
mengkumpulir
laporan Tk. Satwil.

17.

Mengoptimalkan
Sistem
Manajemen
Kinerja

Karobinkar
SSDM

SSDM,
Divkum

1) Inventarisasi dan
pemetaan permasalahan
dlm penerapan SMK
sebagai masukan untuk
mengevaluasi Perkap.
2) Menyusun rancangan
revisi Perkap tentang
SMK.

1) Terpetakannya
permasalahan
dalam penerapan
SMK.

Terwujudnya
organisasi yang sehat
dengan penilaian
kinerja yang objektif.

2) Tersusunnya
rancangan revisi
Perkap
tentang
SMK.

1) Laporan Hasil
Inventarisasi
Pemetaan
Permasalahan
Penerapan SMK.
2) Rancangan Revisi
Perkap SMK.

3) Melaksanakan Anev.
18.

Penyusunan rumpun
jabatan fungsional dan
sertifikasi profesi.

Karobinkar
SSDM

Baharkam,
Lemdiklat,
Baintelkam,
Bareskrim,
SSDM,
Srena, DivTI
Korlantas,
Korbrimob,
Pusdokkes

19.

Modernisasi almatsus
dan alpalkam polri

Karojianstra
SSarpras

Baharkam,
Baintelkam,
Bareskrim,
Srena,
Ssarpras, Div
TI, Korlantas,

38

1) Melanjutkan penyusunan
rancangan Perpres
jabatan fungsional Polri.
2) Melakukan penyusunan
instrumen penilaian untuk
sertifikasi profesi dalam
jabatan fungsional.
3) Melaksanakan Anev
1) Inventarisasi kebutuhan
ideal dan minimal
Almatsus dan Alpalkam
Polri di semua tingkat
organisasi dan fungsi
Polri.

1) Tersusunnya
rancangan Perpres
Jabatan
Fungsional Polri.

Meningkatnya kualitas
personil Polri sesuai
kompetensi teknis
profesi Polri.

2) Tersusunnya
Rancangan
Instrumen
Penilaian
untuk
sertifikasi profesi
Polri.
1) Terinventarisir
kebutuhan
ideal
dan
minimal
almatsus
dan
alpalkam Polri.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan Rancangan
Final
Perpres
Jabatan Fungsional
Polri.
2) Laporan rancangan
Final Instrumen
Penilaian untuk
sertifikasi profesi
Polri.

Meningkatnya kinerja
pada pelaksanaan
tugas pokok Polri.

1) Laporan
Inventarisasi
kebutuhan ideal dan
minimal Almatsus
dan Alpalkam Polri.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

%
CAPAI
AN
8

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

4
Korbrimob,
Puslitbang,
Puskeu

2) Menyusun blue print dan


road map Almatsus dan
Alpalkam minimal Polri.

2) Tersusunnya blue
print dan road map
Almatsus
dan
Alpalkam minimal
Polri

2) Laporan Penyusunan
blue print dan road
map Almatsus dan
Alpalkam minimal
Polri.

3) Tersusunnya
rancangan katalog
Almatsus
dan
Alpalkam
Polri
sampai dengan 25
tahun kedepan.

3) Draft Katalog
Almatsus dan
Alpalkam Polri 25
Tahun kedepan.

3) Menyusun rancangan
katalog Almatsus dan
Alpalkam Polri sampai
dengan 25 tahun
kedepan.
4) Menyusun rencana
kebutuhan anggaran
untuk almatsus dan
alpalkam Polri sesuai
blue print dan road map.
5) Melaksanakan Anev.

4) Laporan Penyusunan
rencana kebutuhan
anggaran untuk
almatsus dan
alpalkam Polri.

4) Tersusunnya
rencana
kebutuhan
anggaran untuk
Almatsus dan
Alpalkam Polri
sesuai blue print
dan road map.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET

39

PROGRAM 5: PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PERSONEL POLRI


POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Gaji pokok Bharada dengan masa dinas 2 tahun sebesar Rp. 1.523.199,- bila ditambah dengan
tunjangan remunerasi dan ULP maka take home pay sebesar Rp. 3.389.480,-

2.

Perumahan Polri yang terpenuhi baru mencapai 65.632 pintu (15,05% dari total kebutuhan
sebanyak 435.982 unit, dengan demikian masih diperlukan 370.350 unit untuk dapat mencapi
ideal).

3.

Pada kondisi saat ini keikutsertaan pada BPJS untuk anggota Polri dan keluarga anggota Polri
(suami, istri dan maksimal 2 anak) dalam BPJS telah terpenuhi 1.951.240 orang. Pencapaian ini
merupakan 97,6% dari target sebesar 2 juta orang.

4.

Masih terdapat personel Polri yang berdinas di wilayah perbatasan yang belum mendapat
tunjangan khusus seperti diwilayah Kab. Toli-toli Sulteng.

5.

Tunjangan Bhabinkamtibmas saat ini dirasa masih kurang, yakni Rp. 100.000/bln.

6.

Masih cukup banyak anggota Polri yang terpaksa melakukan pinjaman uang ke bank untuk
memenuhi kebutuhan mendadak seperti biaya sekolah, menikahkan anak, dan sebagainya karena
hanya menggantungkan diri dari gaji dan tunjangan Polri akibat tidak memiliki kemampuan
berwirausaha.

7.

Dengan tingkat resiko tugas yang cukup tinggi anggota Polri memerlukan jaminan kesehatan
dengan kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan proteksi terhadap keselamatan jiwa yang diberikan
melalui Asabri maupun ABB nilainya masih jauh lebih kecil dibandiingkan yang lain.

KEGIATAN
1.

Peningkatan Tunjangan Kinerja


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

40

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Mengajukan usulan
kenaikan prosentase
Tunjangan Kinerja
mencapai 60%.

1) Pengajuan kenaikan
prosentase tunjangan
kinerja personel polri
mencapai 60%

1) Pengajuan kenaikan
prosentase tunjangan
kinerja personel polri
mencapai 80%

1) Pengajuan kenaikan
prosentase tunjangan
kinerja, mencapai
100%.

2) Melakukan koordinasi
dengan Kemenpan RB,
Kemenkeu, Bappenas,
DPR untuk penyesuaian
tunjangan kinerja.

2) Meningkatkan koordinasi
dengan Kemenpan,
Kemenkeu, Bappenas, dan
DPR untuk peningkatan
tunjangan kinerja.

2) Memperkuat koordinasi
dengan Kemenpan,
Kemenkeu, Bappenas,
dan DPR untuk
peningkatan tunjangan
kinerja.

2) Melanjutkan dan
memantapkan
koordinasi dengan
Kemenpan,
Kemenkeu, Bappenas,
dan DPR untuk

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
3) Melaksanakan Anev.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

3) Pemenuhan atas ajuan


kenaikan tunjangan kinerja

3) Pemenuhan atas ajuan


kenaikan tunjangan
kinerja.

4) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)
peningkatan.
tunjangan kinerja.
3) Pemenuhan atas ajuan
kenaikan tunjangan
kinerja.
4) Melaksanakan Anev.

2.

Peningkatan Pemenuhan Perumahan Dinas Anggota Polri


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Menginventaris rumah
dinas yang sudah rusak.

1) Tentang perumahan dinas


yang rusak :
Terinventarisasi
perumahan dinas yang
rusak pada Tk. Mabes
dan Satwil.
Menyusun rencana
perbaikan dan kebutuhan
anggaran.
Melakukan perbaikan
rumah dinas secara
bertahap

1) Melanjutkan perbaikan
rumah dinas yang rusak

1) Melanjutkan perbaikan
rumah dinas yang
rusak, penataan
penggunaan rumah
dinas dan pemenuhan
rumah dinas baru.

2) Melakukan penataan
kembali penggunaan
rumah dinas Polri yang
sudah ada secara
bertahap.
3) Menyusun rencana
kebutuhan perumahan
dinas baru secara rinci.
4) Melaksanakan
koordinasi dengan
Bappenas, Kemenkeu,
Kemenpupera dan DPR.
5) Melakukan kerjasama
dengan Pemda dan
pihak lain terkait
pemenuhan Perumahan
Dinas Polri.
6) Melaksanakan Anev

2) Melanjutkan penataan
penggunaan rumah dinas
Polri dengan prioritas
peruntukan bagi anggota
yang masih berdinas aktif.
3) Tentang perumahan dinas
baru :
Menyusun road map dan
kebutuhan anggaran
pembangunan perumahan
dinas baru.
Mengintensifkan
koordinasi dengan
Bappenas, kemenkeu,
Kemen PU-Pera, dan
DPR.
Meningkatkan kerjasama
dengan Pemda dan pihak
lain terkait pemenuhan
Perumahan Dinas Polri.
Pemenuhan kebutuhan
rumah dinas secara
bertahap sesuai dengan
skala prioritas.

2) Melanjutkan penataan
penggunaan rumah dinas
Polri dengan prioritas
peruntukan bagi anggota
yang masih berdinas aktif.
3) Melaksnakan pemenuhan
rumah dinas baru sesuai
road map.
4) Meningkatkan kerja sama
dengan pemda dan pihak
terkait lainnya dalam
rangka pemenuhan
rumah dinas baru.
5) Melaksanakan Anev

2) Memantapkan
koordinasi dengan
Bappenas, Kemenkeu,
Kemen PU-Pera, dan
DPR.
3) Memantapkan
kerjasama dengan
Pemda dan pihak lain
terkait pemenuhan
Perumahan Dinas Polri.
4) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev.
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

41

3.

Meningkatkan Program Pelayanan dan Fasilitas Kesehatan Bagi Anggota Polri


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melaksanakan
upadaating data anggota
dan keluarganya yang
belum terdaftar dalam
Program BPJS dengan
target 1.6 juta orang;

1) Melaksanakan upadaating
data anggota dan
keluarganya yang belum
terdaftar dalam Program
BPJS dengan target 2 juta
orang

1) Meningkatkan kualitas
pelayanan program BPJS
pada anggota dan
keluarganya.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
implementasi
keikutsertaan anggota
dan keluarganya dalam
program BPJS

2) Mengevaluasi
implementasi Program
BPJS kepada anggota
Polri.

2) Pembenahan terhadap hasil


evaluasi implementasi
program BPJS.

3) Menambah Rumah Sakit


Bhayangkara yang
menjadi PK(Pengelola
Keuangan)-BLU (Badan
Layanan Umum)
sejumlah 6 Rumah sakit.
4) Melaksanakan
koordinasi dengan
Kemenkes dan Dinkes
untuk peningkatan
pelayanan kesehatan.
5) Melaksanakan Anev.

3) Meningkatkan kualitas
implementasi keikutsertaan
anggota dan keluarganya
dalam program BPJS.
4) Meningkatkan sarana
prasarana rumah sakit
Bhayangkara secara
bertahap dengan target 21
rumah sakit.

2) Meningkatkan sarana
prasarana rumah sakit
Bhayangkara secara
bertahap dengan target
16 rumah sakit.
3) Meningkatkan kelas
rumah sakit Polri dengan
target 4 rumah sakit.
4) Menguatkan koordinasi
dengan Kemenkes dan
Dinkes untuk peningkatan
pelayanan kesehatan.
5) Melaksanakan Anev.

5) Meningkatkan kelas rumah


sakit Polri dengan target 8
rumah sakit.

2) Meningkatkan sarana
prasarana rumah sakit
Bhayangkara secara
bertahap dengan target
30 rumah sakit
3) Meningkatkan kelas
rumah sakit Polri
dengan target 4 rumah
sakit.
4) Memantapkan
koordinasi dengan
Kemenkes dan Dinkes
untuk peningkatan
pelayanan kesehatan.
5) Melaksanakan Anev.

6) Meningkatkan koordinasi
dengan Kemenkes dan
Dinkes untuk peningkatan
pelayanan kesehatan.
7) Melaksanakan Anev

4.

Peningkatan Tunjangan Kemahalan Bagi Anggota di Daerah Perbatasan dan Papua


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melakukan pendataan
ulang daerah-daerah
yang berhak
mendapatkan tunjangan
kemahalan dan
tunjangan perbatasan.

1) Penyusunan rancangan
revisi Perpres No. 34/2012
tentang tunjangan
kemahalan dan tunjangan
perbatasan.

1) Melanjutkan pemenuhan
tunjangan kemahalan
dan perbatasan.

1) Melanjutkan
pemenuhan
tunjangan kemahalan
dan perbatasan.

2) Melakukan kajian
terhadap besaran
kebutuhan tunjangan
kemahalan dan
tunjangan perbatasan.
3) Melakukan Evaluasi
Perpres No. 34/2012
tentang tunjangan

42

2) Harmonisasi, pengesahan
dan implementasi Perpres
No. 34/2012.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Memperkuat koordinasi
dengan Kemenkeu,
Menkumham, Sekab,
Kemenpolhukam,
Kemenpan RB, dan DPR.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
kemahalan dan
tunjangan perbatasan.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Menginventarisir jumlah
personil
Bhabinkamtibmas yang
definitif.

1) Pengajuan rencana
kebutuhan anggaran
dukungan operasional bagi
Bhabinkamtibmas definitif.

2) Melakukan pengkajian
besaran dukungan
operasional kebutuhan
Bhabinkamtibmas yang
ideal.

2) Meningkatkan koordinasi
dengan Kemenkeu,
Bappenas, dan DPR

1) Pengajuan rencana
kebutuhan anggaran
dukungan operasional
bagi Bhabinkamtibmas
definitif.

1) Pengajuan rencana
kebutuhan anggaran
dukungan operasional
bagi Bhabinkamtibmas
definitif.

2) Memperkuat koordinasi
dengan Kemenkeu,
Bappenas, dan DPR.

2) Memantapkan
koordinasi dengan
Kemenkeu, Bappenas,
dan DPR

4) Menyusun pengajuan
usul kenaikan tunjangan
kemahalan dan
perbatasan.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
4) Pemenuhan tunjangan
kemahalan dan
perbatasan.
5) Melaksanakan Anev

5) Melaksanakan Anev.

5.

Peningkatan Dukungan Operasional Bhabinkamtibmas


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

3) Melaksanakan Anev.

3) Pemenuhan peningkatan
dukungan operasional
kebutuhan
Bhabinkamtibmas.

3) Pemenuhan peningkatan
dukungan operasional
3) Pemenuhan
kebutuhan
peningkatan dukungan
Bhabinkamtibmas.
operasional kebutuhan
Bhabinkamtibmas.
4) Melaksanakan Anev.
4) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev.

6.

Mengupayakan Program Wirausaha Bagi Anggota Polri


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Menyusun rancangan
Perkap tentang program
wirausaha bagi anggota
Polri yang memasuki
usia pensiun.

1) Pengesahan, sosialisasi
dan implementasi Perkap.

1)

Melanjutkan
pelaksanaan program
wirausaha bagi
anggota Polri yang
memasuki usia
pensiun.

2)

Meningkatkan kualitas
program wirausaha.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
pelaksanaan program
wirausaha bagi
anggota Polri yang
memasuki masa
pensiun

3)

Melaksanakan Anev.

2) Membuat MoU dengan


Badan Usaha, Bank,
Pemerintah serta
penyelenggara
wirausaha.
3) Membuat program
pelatihan wirausaha
bagi anggota Polri.

2) Sosialisasi dan
implementasi MOU.
3) Implementasi program
pelatihan wirausaha.
4) Implementasi program
wirausaha bagi anggota
Polri yang sudah memasuki
masa pensiun.

2) Melaksanakan Anev.

5) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

43

7.

Dukungan Asuransi Keselamatan Kerja Bagi Anggota Polri


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melakukan penghitungan
kebutuhan
jaminan
asuransi
keselamatan
kerja anggota Polri.

1) Melanjutkan penyusunan
rancangan perpres.

1) Melanjutkan
implementasi Perpres
tentang Asuransi
Keselamatan Kerja bagi
anggota Polri.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
implementasi Perpres
tentang Asuransi
Keselamatan Kerja
bagi anggota Polri.

2) Mengajukan usulan untuk


mendapatkan Asuransi
Keselamatan
Kerja
kepada pemerintah.
3) Menyusun rancangan
Perpres tentang Asuransi
Keselamatan Kerja bagi
anggota Polri.

2) Harmonisasi, pengesahan,
sosialisasi dan
implementasi Perpres.
3) Meningkatkan koordinasi
dengan Bappenas,
Kemenkeu dan KemenpanRB.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev

4) Melaksanakan Anev.

44

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

PENJABARAN PROGRAM 100 HARI


NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

V. PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PERSONIL POLRI


20.

Peningkatan Tunjangan
Kinerja

Karojakstra
Srena

SSDM,
Srena,
Puskeu

1) Mengajukan usulan
kenaikan prosentase
Tunjangan Kinerja
mencapai 60%.
2) Melakukan koordinasi
dengan Kemenpan RB,
Kemenkeu, Bappenas,
DPR untuk penyesuaian
tunjangan kinerja.
3) Melaksanakan Anev.

21.

Peningkatan
pemenuhan rumah
dinas anggota Polri

Karofaskon
Ssarpras

Itwasum,
Srena,
Sarpras,
Divpropam,
Yanma

1) Menginventaris rumah
dinas yang sudah rusak.
2) Melakukan penataan
kembali penggunaan
rumah dinas Polri yang
sudah ada secara
bertahap.
3) Menyusun rencana
kebutuhan perumahan
dinas baru secara rinci.
4) Melaksanakan
koordinasi dengan
Bappenas, Kemenkeu,
Kemenpupera dan

1) Tersusunnya
usulan kenaikan
prosentase
Tunjangan Kinerja
kepada
Pemerintah.

Meningkatnya
kesejahteraan
anggota Polri dan
keluarganya;

KET
9
Ketua : As SDM
Wakil Ketua I: Asrena
Wakil Ketua II :
Karowatpers SSDM
1) Surat Usulan
Pengajuan kenaikan
prosentase
Tunjangan Kinerja.
2) Rancangan Perpres
tentang Kenaikan
Tunjangan Kinerja

2) Terlaksananya
koordinasi dengan
Kemenpan RB,
Kemenkeu,
Bappenas, DPR.

3) Laporan Hasil
Kegiatan Koordinasi
dengan Kemenpan
RB, Kemenkeu,
Bappenas, DPR.

1) Terinventarisasi
perumahan dinas
Polri yang sudah
rusak.

Meningkatnya
kesejahteraan
anggota Polri
dengan memberikan
fasilitas rumah dinas
yang layak.

2) Tertatanya
penggunaan
rumah dinas Polri
yang sudah ada
secara bertahap.

1) Laporan Hasil
Inventarisasi
perumahan dinas
Polri yang rusak pada
Tk. Mabes dan Tk.
Satwil.
2) Laporan Hasil
Penataan Rumah
Dinas selama 100
hari.

3) Terlaksananya
koordinasi dengan
Bappenas,
Kemenkeu,
Kemenpupera dan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

3) Laporan Rencana
Kebutuhan Rumah
Dinas Polri dan
Usulannya kepada

45

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

5) Melakukan kerjasama
dengan Pemda dan
pihak lain terkait
pemenuhan Perumahan
Dinas Polri.
6) Melaksanakan Anev

Meningkatkan program
pelayanan dan fasilitas
kesehatan bagi
anggota Polri

Karumkit
Bhayangkara

SSDM,
Srena,
Ssarpras,
Pusdokkes

KRITERIA
KEBERHASILAN

5
DPR.

22.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

1) Melaksanakan updating
data anggota dan
keluarganya yang
belum terdaftar dalam
Program BPJS dengan
target 1.6 juta orang;
2) Mengevaluasi
implementasi Program
BPJS kepada anggota
Polri.
3) Menambah Rumah
Sakit Bhayangkara yang
menjadi PK(Pengelola
Keuangan)-BLU (Badan
Layanan Umum)
sejumlah 6 Rumah
sakit.

DPR.
4) Terlaksananya
kerjasama dengan
Pemda dan pihak
lain terkait
pemenuhan
Perumahan Dinas
Polri.
1) Ter-update-nya
data anggota Polri
dan keluarganya
kedalam Program
BPJS
dengan
target 1.6 juta
orang.
2) Tersusunnya hasil
evaluasi
pelaksanaan
Program BPJS;
3) Bertambahnya
Rumah
Sakit
Bhayangkara yang
menjadi PK-BLU
sejumlah 6 Rumah
Sakit.

4) Melaksanakan
koordinasi dengan
Kemenkes dan Dinkes
untuk peningkatan
pelayanan kesehatan.

46

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Pemerintah secara
prioritas.
4) MoU antara Polri
dengan Pemda dan
pihak lain dalam
membantu
pembangunan rumah
dinas Polri.

Meningkatnya
kualitas Dokpol dan
Pelayanan
Kesehatan anggota
Polri dan
keluarganya.

1) Laporan
jumlah
personil Polri yang
belum terdaftar dalam
Program BPJS;
2) Laporan
hasil
evaluasi pelaksanaan
program BPJS yang
selama ini telah
dijalankan;
3) Laporan
hasil
koordinasi
dengan
pihak BPJS terkait
keluhan
dan
permasalahan yang
terjadi
selama
personil
Polri
mengikutinya.
4) Bukti
kerjasama
(MoU)
dengan
Kemenkes dengan
Mabes Polri dan
mengkumpulir bukti
kerjasama
oleh
Polda;

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

5) Melaksanakan Anev.

23.

Peningkatan tunjangan
kemahalan
bagi
anggota di daerah
perbatasan dan Papua

Karojakstra
Srena

SSDM,
Srena,
Divkum,
Puslitbang,
Divhubinter

1) Melakukan pendataan
ulang daerah-daerah
yang berhak
mendapatkan tunjangan
kemahalan dan
tunjangan perbatasan.
2) Melakukan kajian
terhadap besaran
kebutuhan tunjangan
kemahalan dan
tunjangan perbatasan.
3) Melakukan Evaluasi
Perpres No. 34/2012
tentang tunjangan
kemahalan dan
tunjangan perbatasan.
4) Menyusun pengajuan
usul kenaikan tunjangan
kemahalan dan
perbatasan.
5) Melaksanakan Anev.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
5) Usulan peningkatan
tipologi tiap-tiap RS
Bhayangkara menjadi
PK-BLU.

1) Terdatanya
daerah-daerah
yang
berhak
mendapatkan
tunjangan
kemahalan
dan
tunjangan
perbatasan.

Meningkatnya
motivasi dan kinerja
anggota pada
daerah perbatasan
dan Papua.

2) Tersusunnya
kajian
terhadap
besaran kebutuhan
tunjangan
kemahalan
dan
tunjangan
perbatasan.

2) Mengkumpulir laporan
nominative
jumlah
personil yang berdinas
di Papua;
3) Laporan
analisa
kebutuhan
dasar
personil Polri yang
bertugas di daerah
perbatasan;
4) Laporan
analisa
kebutuhan
personil
Polri yang berdinas di
Papua;

3) Tersusunnya hasil
evaluasi Perpres
No.
34/2012
tentang tunjangan
kemahalan
dan
tunjangan
perbatasan.

5) Laporan hasil kajian


dan evaluasi atas
Perpres
Nomor
34/2012;

4) Tersusunnya
pengajuan
usul
kenaikan
tunjangan
kemahalan
dan
perbatasan.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Mengkumpulir laporan
satuan-satuan
kepolisian yang berada
di daerah perbatasan

6) Usulan perubahan /
amandemen
atas
beberapa klausul yang
ada untuk perbaikan

47

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9
tunjangan
Polri;

personil

7) Rancangan
usulan
kenaikan
tunjangan
kemahalan
dan
perbatasan.
24.

Peningkatan dukungan
operasional
Bhabinkamtibmas

Karojemengar
Srena

Baharkam,
SSDM,
Srena,
Puskeu

1) Menginventarisir jumlah
personil
Bhabinkamtibmas yang
definitif.
2) Melakukan pengkajian
besaran dukungan
operasional kebutuhan
Bhabinkamtibmas yang
ideal.
3) Melaksanakan Anev.

25.

48

Mengupayakan
program
wirausaha
bagi anggota Polri

Karowatpers
SSDM

SSDM,
Srena,
Puskeu,
Divkum,

1) Terinventarisasi
jumlah
personil
Bhabinkamtibmas
yang definitif, tugas
rangkap
dan
kekurangannya.

Meningkatnya
dukungan operasional
dan kinerja
Bhabinkamtibmas.

2) Terlaksananya
kajian
besaran
dukungan
operasional
kebutuhan
Bhabinkamtibmas
yang ideal.

1) Menyusun rancangan
Perkap tentang program
wirausaha bagi anggota
Polri yang memasuki
usia pensiun.

1) Tersusunnya
rancangan Perkap
tentang program
wirausaha
bagi
anggota Polri.

2) Membuat MoU dengan


Badan Usaha, Bank,
Pemerintah serta
penyelenggara
wirausaha.

2) Tersusunnya MoU
dengan
Badan
Usaha,
Bank,
Pemerintah serta
penyelenggara
wirausaha.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan
Hasil
Inventarisasi
Bhabinkamtibmas
yang meliputi jumlah
personil
Bhabinkamtibmas
yang definitif, tugas
rangkap
dan
kekurangannya.
2) Laporan
Hasil
Pengkajian Besaran
Dukungan
Operasional
Kebutuhan
Bhabinkamtibmas.

Meningkatnya
kesejahteraan anggota
Polri melalui program
wirausaha anggota
Polri.

1) Rancangan
Perkap
tentang
program
wirausaha
bagi
anggota Polri.
2) MoU antara Polri
dengan
Badan
Usaha,Bank,
Pemerintah
serta
penyelenggara
wirausaha.
3) Laporan
Hasil
Pelaksanaan Pelatihan

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

3) Membuat program
pelatihan wirausaha
bagi anggota Polri.
4) Melaksanakan Anev.

26.

Dukungan
asuransi
keselamatan kerja bagi
anggota Polri

Kapusdokkes

SSDM,
Srena,
Divkum,
Puskeu

1) Melakukan
penghitungan
kebutuhan jaminan
asuransi keselamatan
kerja anggota Polri.
2) Mengajukan usulan
untuk mendapatkan
Asuransi Keselamatan
Kerja kepada
pemerintah.
3) Menyusun rancangan
Perpres tentang
Asuransi Keselamatan
Kerja bagi anggota
Polri.
4) Melaksanakan Anev.

3) Tersusunnya
program pelatihan
wirausaha
bagi
anggota Polri.

Terpenuhi dukungan
asuransi keselamatan
kerja.

9
wirausaha
anggota Polri.

bagi

1) Laporan
hasil
penghitungan jumlah
kebutuhan jaminan
asuransi keselamatan
kerja anggota Polri;
2) Surat usulan kepada
pemerintah

2) Diajukannya
usulan persetujuan
untuk
mendapatkan
Asuransi
Keselamatan Kerja
kepada
pemerintah.

3) Rancangan Perpres
tentang
Asuransi
Keselamatan Kerja
bagi anggota Polri.

3) Tersusunnya
rancangan Perpres
tentang Asuransi
Keselamatan Kerja
bagi anggota Polri.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET

4) Laporan
Hasil
Pelaksanaan Program
wirausaha
bagi
anggota Polri yang
sudah memasuki masa
pensiun.

4) Terlaksananya
Program wirausaha
bagi anggota Polri
yang
sudah
memasuki masa
pensiun
1) Tersusunnya hasil
penghitungan
kebutuhan jaminan
asuransi
keselamatan kerja
anggota Polri.

%
CAPAI
AN
8

49

PROGRAM 6: PENATAAN KELEMBAGAAN DAN PEMENUHAN PROPORSIONALITAS ANGGARAN


SERTA KEBUTUHAN MINIMAL SARPRAS
POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Masih banyak peraturan dilingkungan Polri yang tumpang tindih dan sulit dipahami karena tidak
dilengkapi manual book, sehingga hal ini berakibat munculnya keraguan atau kesalahan tindakan
oleh anggota Polri.

2.

Konstelasi perkembangan lingkungan strategis yang sangat dinamis membutuhkan penyesuaian


terhadap struktur organisasi dan tata kerja di lingkungan Polri terutama pada satuan Densus 88
Anti Teror, Korbrimob dan perlunya pembentukan Korpolairud.

3.

Proporsi anggaran tahun 2016 adalah 52% belanja pegawai, 27% belanja barang, dan 21%
belanja modal. Hal ini menyebabkan pembiayaan operasional Polri pada tahun 2016 hanya
sebesar 27% dr total seluruh anggaran Polri.

4.

DSP personel polri sejumlah 613.438 dan baru terpenuhi 421.259. Dengan melihat intake Polri
2015 sejumlah 15.805 orang, 2016 sejumlah 11.200 orang, dan 2017 sejumlah 18.000 orang,
maka pada tahun 2020 diproyeksikan akan mengalami penambahan 96.200 personel.

5.

Belum adanya blue print tentang kebutuhan minimum peralatan secara terperinci. Saat ini kondisi
sarana dan prasarana baik Almatsus, Alpalkam, maupun pemenuhan kapor, BMP, dan kapor
Diktuk secara umum belum ideal.

6.

Pembentukan Polda Kaltara dan peningkatan tipologi Polda Lampung dan Riau masih dalam
proses pengesahan.

50

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KEGIATAN
1.

Penyederhanaan SOP yang Berbasis Check List dan Hasil


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Menginventarisasi dan
mengevaluasi Perkap
yang tumpang tindih,
membelenggu, out of
date, dan sulit dipahami
pada masing-masing
fungsi.

1) Melanjutkan penyusunan
revisi rancangan Perkap.

1) Melanjutkan sosialisasi
Perkap dan
Implementasi SOP
berbasis check list dan
atau manual book..

1) Melanjutkan dan
memantapkan
Implementasi SOP
berbasis check list
dan atau manual
book.

2) Melakukan revisi
terhadap Perkap
dengan membuat
rancangan Perkap baru
yang lebih akomodatif,
berpedoman pada
manual book dan SOP
berbasis check list.

2) Harmonisasi dan
pengesahan Perkap.
3) Menjabarkan Perkap
menjadi SOP berbasis
check list dan atau
manual book.
4) Sosialisasi Perkap dan
Implementasi SOP
berbasis check list dan
atau manual book.

2) Melanjutkan
Implementasi SOP
berbasis check list dan
atau manual book.

2) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan Anev.

5) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan Anev

2.

Restrukturisasi SOTK Polri Sesuai Tantangan Tugas, antara lain Penguatan Densus, Brimob dan
Baharkam
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutkan kajian
restrukturisasi SOTK
Mabes Polri yang
meliputi Lemdiklat,
Korbrimob, Densus
88/AT, Bareskrim,
Baintelkam, Baharkam
dan Polairud serta
restrukturisasi Polda,
Polres dan Polsek.

1) Melanjutkan penyusunan
naskah akademik
restrukturisasi SOTK Polri.

1) Melanjutkan Sosialisasi
dan implementasi
Perkap SOTK.

2) Mengusulkan perubahan
Perpres No. 52/2010
tentang SOTK Polri.

2) Melaksanakan Anev.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
implementasi Perkap
SOTK.

2) Koordinasi internal
dengan Satker/Satwil
terkait untuk
penyempurnaan
restrukturisasi SOTK.
3) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Melakukan koordinasi
intensif dengan Kemenpan
RB, Sekab, Kemenkeu, dan
Kemenkopolhukam.
4) Persetujuan dan
pengesahan Perpres baru.
5) Menjabarkan Perpres baru
menjadi Perkap.
6) Sosialisasi dan
implementasi Perkap
SOTK.
7) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

51

3.

Pemenuhan Proporsionalitas Anggaran


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Menyusun proporsi
anggaran operasional
Polri secara bertahap,
dengan komposisi 40%
Belanja Pegawai; 45%
Belanja Barang; 15%
Belanja Modal

1) Meningkatkan koordinasi
dengan Bappenas,
Kemenkeu dan DPR untuk
pemenuhan
proporsionalitas anggaran.

1) Menguatkan koordinasi
dengan Bappenas,
Kemenkeu dan DPR
untuk pemenuhan
proporsionalitas
anggaran.

1) Melanjutkan
implementasi
proporsionalitas
anggaran.

2) Membuat pengajuan
kepada Bappenas
tentang rencana
kebutuhan proporsional
anggaran Polri;
3) Melakukan koordinasi
dengan Bappenas,
Kemenkeu dan DPR.

2) Terpenuhinya
proporsionalitas anggaran
Polri dengan komposisi
58% Belanja Pegawai;
29% Belanja Barang; 13%
Belanja Modal.
3) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

2) Terpenuhinya
proporsionalitas anggaran
Polri dengan komposisi
40% Belanja Pegawai;
45% Belanja Barang;
15% Belanja Modal.
3) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev.

4.

Pemenuhan Kebutuhan Minimal SDM dan Sarpras (DSPP)


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Inventarisasi kebutuhan
minimum personil dan
peralatan Polri tingkat
Mabes, Polda, Polres
dan Polsek.

1) Melanjutkan penyusunan
DSPP mengacu pada
revisi Perkap SOTK.

1)

Melanjutkan
pemenuhan kebutuhan
minimal DSPP secara
bertahap.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
pemenuhan DSPP
secara bertahap

2)

Menguatkan koordinasi
dengan Bappenas,
Menkeu, dan DPR
terkait pemenuhan
anggaran.

2) Polda Sulawesi Barat


sudah operasional
70%.

2) Menyusun DSPP
mengacu pada revisi
Perkap SOTK.
3) Penyusunan rencana
anggaran untuk
kebutuhan peralatan
minimal Polri tingkat
Mabes sampai Polsek.
4) Percepatan
operasionalisasi Polda
Sulawesi Barat dengan
menyiapkan
penyusunan rencana
kebutuhan dan
pemenuhan minimal
personel, anggaran dan
sarpras.
5) Melaksanakan Anev

52

2) Menyusun blue print dan


road map kebutuhan
minimum peralatan tingkat
Mabes, Polda, Polres dan
Polsek
3) Pemenuhan DSPP secara
bertahap

3)

Tentang percepatan
operasionalisasi Polda
Sulawesi Barat :
Terpenuhinya
personel, anggaran
dan sarpras secara
bertahap.
Melanjutkan
pembangunan
perumahan anggota.

4)

Melaksanakan Anev.

4) Meningkatkan koordinasi
dengan Bappenas,
Menkeu, dan DPR terkait
pemenuhan anggaran.
5) Tentang percepatan
operasionalisasi Polda
Sulawesi Barat :
Terpenuhinya personel,
anggaran dan sarpras
secara bertahap.
Terpenuhinya
dukungan sewa rumah
pejabat utama.
Menyusun rencana dan
pembangunan mako

3) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
Tahap III
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
(1 Jan 2018 31 Des 2019)
dan perumahan.
Terbangunnya
Mapolda, Barak
Brimob, Barak Dalmas,
Perumahan dinas untuk
Kapolda, Wakapolda
dan Pejabat Utama
Polda serta perumahan
dinas untuk anggota.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

6) Melaksanakan Anev

5.

Pembentukan Polda Kaltara, peningkatan tipologi Polda Lampung dan Riau, serta peningkatan
Tipologi Polres
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
Membuat kajian
peningkatan tipologi Polres.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Pengusulan peningkatan
tipologi Polres

1) Pengusulan peningkatan
tipologi Polres

2) Persetujuan dan
pengesahan peningkatan
tipologi Polres.

2) Persetujuan dan
pengesahan
peningkatan tipologi
Polres.

1) Pengajuan
peningkatan tipologi
Polres

3) Membuat kajian baru


pembentukan Polda Kaltara
dan peningkatan tipologi
Polda Lampung dan Riau.
4) Pengajuan ulang
pembentukan Polda Kaltara
dan peningkatan tipologi
Polda Lampung dan Riau
kepada Kemenpan-RB.
5) Melaksanakan Anev.

3) Disetujuinya
pembentukan Polda
Kaltara dan peningkatan
tipologi Polda Lampung
dan Riau.
4) Pengukuhan dan
pemenuhan personel,
sarpras, dan anggaran
peningkatan tipologi
polda dan polres.
5) Operasionalisasi dan
pemenuhan personel,
anggaran dan sarpras
Polda Kaltara.

2) Persetujuan dan
pengesahan
peningkatan tipologi
Polres
3) Melanjutkan
pemenuhan
kebutuhan
peningkatan tipologi
Polres, pembentukan
Polda Kaltara serta
Peningkatan tipologi
Polda Lampung dan
Riau
4) Melaksanakan Anev.

6) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

53

PENJABARAN PROGRAM 100 HARI


NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

VI. PENATAAN KELEMBAGAAN DAN PEMENUHAN PROPORSIONALITAS ANGGARAN SERTA KEBUTUHAN MINIMAL SARPRAS
27.

Penyederhanaan SOP
yang berbasis check
list dan hasil.

Karobinops
Sops

Satker Mabes

1) Menginventarisasi dan
mengevaluasi Perkap
yang tumpang tindih,
membelenggu, out of
date, dan sulit dipahami
pada masing-masing
fungsi.
2) Melakukan revisi
terhadap Perkap dengan
membuat rancangan
Perkap baru yang lebih
akomodatif, berpedoman
pada manual book dan
SOP berbasis check list.
3) Melaksanakan Anev

28.

Restrukturisasi SOTK
Polri sesuai tantangan
tugas, antara lain
penguatan Densus 88/
AT,
Brimob
dan
Baharkam

Karolemtala
Srena

Baharkam,
SSDM,
Srena,
Divkum,
Densus
88/AT,
Korbrimob

1) Melanjutkan kajian
restrukturisasi SOTK
Mabes Polri yang
meliputi Lemdiklat,
Korbrimob, Densus
88/AT, Bareskrim,
Baintelkam, Baharkam
dan Polairud serta
restrukturisasi Polda,
Polres dan Polsek.
2) Koordinasi internal
dengan Satker/Satwil

54

1) Tersusunnya
Hasil inventarisasi
dan
evaluasi
Perkap
yang
tumpang tindih,
membelenggu,
out of date, dan
sulit
dipahami
pada
masingmasing fungsi.

Tersusunnya System
Operating Procedure
(SOP) yang mudah,
sederhana
dan
aplikatif.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9
Ketua : Asrena
Wakil : Assarpras
1) Laporan
hasil
inventarisasi
dan
evaluasi Perkap yang
tumpang
tindih,
membelenggu, out of
date,
dan
sulit
dipahami
pada
masing-masing
fungsi.
2) Rancangan
Perkap
berpedoman
manual book
SOP berbasis
list.

2) Tersusunnya
revisi
Perkap
yang berpedoman
pada
manual
book dan SOP
berbasis check
list.
1) Tersusunnya
kajian
restrukturisasi
SOTK
Mabes
Polri
yang
meliputi
Lemdiklat,
Korbrimob,
Densus 88/AT,
Bareskrim,
Baintelkam,
Baharkam
dan
Polairud
serta

%
CAPAI
AN
8

Meningkatnya kualitas
pelayanan Polri
kepada masyarakat
khususnya Densus
88/AT, Brimob dan
Baharkam.

revisi
yang
pada
dan
check

1) Laporan
Hasil
Restrukturisasi SOTK
Polri.
2) Laporan Hasil
Koordinasi
internal
dengan Satker/Satwil
untuk penyempurnaan
restrukturisasi SOTK.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

5
terkait untuk
penyempurnaan
restrukturisasi SOTK.

6
restrukturisasi
Polda, Polres dan
Polsek.

3) Melaksanakan Anev.

2) Terlaksananya
koordinasi internal
dengan
Satker/Satwil
terkait
untuk
penyempurnaan
restrukturisasi
SOTK.

1) Menyusun proporsi
anggaran operasional
Polri secara bertahap,
dengan komposisi 40%
Belanja Pegawai; 45%
Belanja Barang; 15%
Belanja Modal

1) Tersusunnya
proporsi anggaran
operasional Polri
secara bertahap.

29.

Pemenuhan
proporsionalitas
anggaran

Karojemengar
Srena

SSDM,
Srena,
Divkum,
Puskeu

2) Membuat pengajuan
kepada Bappenas
tentang rencana
kebutuhan proporsional
anggaran Polri;
3) Melakukan koordinasi
dengan Bappenas,
Kemenkeu dan DPR.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

2) Diajukannya
rencana
kebutuhan
proporsional
anggaran Polri.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

Terpenuhinya
proporsionalitas
anggaran dengan
komposisi 40%
Belanja Pegawai; 45%
Belanja Barang; 15%
Belanja Modal

Pemenuhan kebutuhan Karojakstra Srena


minimal SDM dan

SSDM,
Srena,

1) Inventarisasi kebutuhan
minimum personil dan

1) Tersusunnya DSP
dan DSPP

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9

1) Naskah penyusunan
proporsi anggaran
operasional
Polri
secara
bertahap,
dengan komposisi
40%
Belanja
Pegawai;
45%
Belanja
Barang;
15% Belanja Modal.
2) Surat
Usulan
pengajuan rencana
kebutuhan
proporsional
anggaran
Polri
kepada Bappenas.

3) Terlaksananya
koordinasi
dengan
Bappenas,
Kemenkeu dan
DPR.

3) Laporan
Hasil
Koordinasi dengan
Bappenas,
Kemenkeu
dan
DPR.

4) Melaksanakan Anev.

30.

%
CAPAI
AN
8

Terpenuhinya
kebutuhan minimal

55

1) Laporan Hasil DSP


dan DSPP yang

NO
1

KEGIATAN
2
Sarpras (DSPP)

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

5
peralatan Polri tingkat
Mabes, Polda, Polres
dan Polsek.

6
mengacu pada
revisi Perkap
SOTK.

2) Menyusun DSPP
mengacu pada revisi
Perkap SOTK.
3) Penyusunan rencana
anggaran untuk
kebutuhan peralatan
minimal Polri tingkat
Mabes sampai Polsek.
4) Percepatan
operasionalisasi Polda
Sulawesi Barat dengan
menyiapkan penyusunan
rencana kebutuhan dan
pemenuhan minimal
personel, anggaran dan
sarpras.
5) Melaksanakan Anev

31.

56

Pembentukan Polda
Kalimantan
Utara
(Kaltara), peningkatan
tipologi Polda Lampung
dan
Riau
serta

Karolemtala

SSDM,
Srena,
Sarpras,
Puskeu

Membuat kajian peningkatan


tipologi Polres.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7
SDM dan Sarpras
(DSPP).

9
mengacu pada
revisi Perkap SOTK.

3) Rencana anggaran
untuk kebutuhan
peralatan minimal
Polri Tk. Mabes sd.
Tk. Polsek.

3) Tersusunnya
rencana anggaran
untuk kebutuhan
peralatan minimal
Polri tingkat
Mabes sampai
Polsek.

4) Rencana Kebutuhan
dan pemenuhan
personel minimal,
anggaran dan
sarpras dalam
rangka
operasionalisasi
Polda Sulawesi
Barat.

4) Tersusunnya
rencana
kebutuhan dan
pemenuhan
personel minimal,
anggaran dan
sarpras dalam
rangka
operasionalisasi
Polda Sulawesi
Barat.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET

2) Laporan Hasil
Inventarisasi
kebutuhan minimum
peralatan Polri
tingkat Mabes,
Polda, Polres dan
Polsek.

2) Tersusunnya
inventarisasi
kebutuhan
minimum
peralatan Polri
tingkat Mabes,
Polda, Polres dan
Polsek.

1) Terinventarisasi
Polres-polres
yang
akan
dinaikkan
tipologinya.

%
CAPAI
AN
8

Disetujuinya
peningkatan tipologi
Polres oleh
Kemenpan.

1) Laporan
Naskah
Akademis
dari
masing-masing
Polda terkait Polres
yang
akan

NO
1

KEGIATAN
2
peningkatan
Polres

tipologi

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

2) Tersususnnya
Naskah akademis
tentang
peningkatan
tipologi Polres.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
ditingkatkan
tipologinya.
2) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi
Pembahasan
Peningkatan tipologi
Polres.

3) Terkirimnya
naskah akademik
yang
sudah
disahkan Kapolri
ke Kemenpan.

3) Naskah Akademis
secara utuh tentang
Polres yang akan
ditingkatkan
tipologinya
yang
dibuat oleh Srena
Polri.
4) Surat pengatar ke
Kemenpan tentang
permohonan
persetujuan
peningkatan tipologi
Polres
yang
dilampiri
Naskah
Akademis.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

57

PROGRAM 7: PENGUATAN HARKAMTIBMAS


POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Penyelenggaraan fungsi harkamtibmas melalui penggelaran personel berseragam sudah berjalan


dengan cukup baik namun mekanisme penentuan spot penempatan anggota tidak didukung
dengan data yang akurat mengenai titik-titik lokasi yang memiliki tingkat kerawanan kejahatan,
kemacetan dan laka lantas.

2.

Polri telah melakukan penambahan 13 Polsek (diperbatasan NTT 3 Polsek, Kaltim 4 Polsek,
Kalbar 3 Polsek dan Papua 3 Polsek), serta pembangunan Polsubsektor sebanyak 52 unit diikuti
dengan pelatihan 924 personel Brigadir yang akan bertugas di wilayah perbatasan untuk mengisi
Polsek dan Polsubsektor tersebut.

3.

Kedudukan Polres dan Polsek sebagai ujung tombak Polri dalam melaksanakan pemetaan
terhadap titik karhutla bersama dengan BNPB belum berjalan secara optimal. Kesadaran dan
peran serta masyarakat belum tergalang dengan baik.

4.

Belum terwujudnya sinergitas polisional antara Polri dengan lembaga yang lain, terlihat dari masih
seringnya terjadi gesekan dan pelaksanaan kebijakan yang masih bersifat parsial.

5.

Pada tahun 2017 akan dilaksanakan Pemilukada serentak gelombang III, terdiri dari 1010
kegiatan, meliputi 7 Propinsi, 76 Kabupaten dan 18 Kota.

6.

Polri telah menyusun kebijakan pengamanan pelaksanaan program percepatan proyek strategis
nasional dan mendukung pelaksanaan 12 paket kebijakan ekonomi pemerintah.

KEGIATAN
1.

Penggelaran Personel Berseragam Pada Daerah Rawan Kejahatan, Macet, dan Laka Lantas
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Melakukan anev dan
pemetaan lokasi
gangguan kamtibmas,
rawan macet dan laka
lantas;
2) Menyusun rencana
gelar personel pada
lokasi rawan kejahatan,
kemacetan dan laka
lantas pada pagi, siang
dan malam hari.

58

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

1) Melanjutkan penggelaran
personel berseragam.

1)

Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
penggelaran personil
berseragam.

2)

Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)
1) Melanjutkan dan
memantapkan
implementasi
penggelaran personel
berseragam.
2) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

3) Penggelaran pasukan
berseragam pada lokasi
rawan kejahatan,
kemacetan dan laka
lantas sesuai pemetaan;
4) Membentuk tim
pengawas penggelaran
personel.

2.

Peningkatan Pengamanan Perbatasan Melalui Pembangunan Pos-Pos Pengamanan Perbatasan


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

1) Melakukan pendataan
polsek-polsek dan atau
pos-pos di wilayah
perbatasan dan wilayah
terluar termasuk
kebutuhan personel,
sarpras dan
anggarannya;

1) Pembangunan Polres,
Polsek dan atau pos-pos
serta dukungan perumahan
dinas di wilayah
perbatasan dan wilayah
terluar beserta pemenuhan
sumber dayanya secara
bertahap.

2) Menyusun rencana
kebutuhan
pembangunan Polsek
dan atau pos-pos di
wilayah perbatasan dan
sumber dayanya untuk
Tahap II.

2) Sosialisasi dan
implementasi SOP
pengamanan perbatasan

1) Melanjutkan
1) Melanjutkan
pembangunan Polres,
pembangunan Polres,
Polsek dan atau posPolsek dan atau pospos serta dukungan
pos serta dukungan
perumahan dinas di
perumahan dinas di
wilayah perbatasan
wilayah perbatasan dan
dan wilayah terluar
wilayah terluar beserta
beserta pemenuhan
pemenuhan sumber
sumber dayanya secara
dayanya secara
bertahap.
bertahap.

3) Membuat SOP
pengamanan di wilayah
perbatasan dan pulaupulau terluar.
4) Melaksanakan Anev.

3) Meningkatkan koordinasi
kerjasama dengan badan
nasional pengelola
perbatasan, bea cukai,
imigrasi, karantina, TNI,
dan pemda.
4) Menyusun rencana
kebutuhan pembangunan
Polres, Polsek dan atau
pos-pos di wilayah
perbatasan dan sumber
dayanya untuk Tahap III.
5) Melaksanakan Anev.

2) Melanjutkan sosialisasi
dan implementasi SOP
pengamanan
perbatasan
3) Menguatkan koordinasi
kerjasama dengan
badan nasional
pengelola perbatasan,
bea cukai, imigrasi,
karantina, TNI, dan
Pemda.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

2) Memantapkan
koordinasi kerjasama
dengan badan nasional
pengelola perbatasan,
Bea cukai, Imigrasi,
Karantina, TNI dan
Pemda.
3) Melaksanakan Anev.

4) Menyusun rencana
kebutuhan
pembangunan Polres,
Polsek dan atau pospos di wilayah
perbatasan dan sumber
dayanya untuk Tahap
IV.
5) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

59

3.

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Melakukan inventarisasi
dan pemetaan hot spot
pada hutan dan lahan
yang rawan terjadinya
kebakaran;
2) Menyusun SOP
penanganan karhutla
secara terpadu;
3) Mengintensifkan
koordinasi dengan
Pemda, TNI, Damkar,
BNPB, dan SAR;
4) Menyusun giat
sosialisasi pencegahan
karhutla kepada
masyarakat dan
perusahaan;

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Mengimplementasi SOP
penanganan karhutla.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada tahap II.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada tahap
III.

2) Menguatkan koordinasi
dengan Pemda, TNI,
Damkar, BNPB, dan SAR.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Mengintensifkan giat
sosialisasi pencegahan
karhutla kepada
masyarakat dan
perusahaan.
4) Penegakkan hukum
terhadap pelaku baik
perseorangan maupun
badan usaha.
5) Melaksanakan Anev.

5) Penegakkan hukum
terhadap pelaku baik
perseorangan maupun
badan usaha.
6) Melaksanakan Anev.

4.

Penguatan Sinergi Polisional dengan TNI, BIN, BNN, BNPT, Basarnas, Bakamla dan Pemda
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melakukan evaluasi
pelaksanaan kerjasama
yang sudah berjalan.

1) Implementasi MOU dan


pedoman kerjasama antar
lembaga.

2) Membuat MoU dan


pedoman kerjasama
guna penguatan
koordinasi sesuai
dengan tupoksi dan
kewenangan masingmasing lembaga.

2) Implementasi program
kerjasama yang
berkelanjutan.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
koordinasi dan
implementasi
kerjasama.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
koordinasi dan
implementasi
kerjasama.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Melakukan rapat koordinasi


secara periodik.
4) Melaksanakan Anev

3) Menyusun program
kerjasama yang
berkelanjutan.
4) Melaksanakan Anev.

60

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

5.

Pengamanan Pilkada serentak 2017-2018, serta Pileg dan Pilpres 2019


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Menyiapkan rencana
operasi, rencana
pengamanan dan
rencana kontijensi
Pilkada 2017.
2) Menyiapkan asta siap
yang meliputi siap
administrasi, siap mako,
siap personel, siap
masyarakat, siap
latpraops, siap pilun,
siap sarpras, siap
anggaran.
3) Menyempurnakan
sistem informasi
teknologi pendukung
pengamanan.
4) Mempersiapkan tim
terpadu dalam sentra
gakkumdu.
5) Polda dan Polres
kewilayahan melakukan
koordinasi dengan
penyelenggara,
pengawas dan peserta
Pilkada Serentak 2017
serta stake holder
terkait lainnya.
6) Melaksanaan
pengamanan tahapan
awal Pilkada Serentak
2017.
7) Melaksanakan Anev.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1)

Melaksanakan
pengamanan Pilkada
Serentak 2017.

1) Melaksanakan
pengamanan Pilkada
Serentak 2018.

2)

Menyiapkan rencana
operasi, rencana
pengamanan dan rencana
kontijensi Pilkada
serentak 2018.

2) Menyiapkan rencana
operasi, rencana
pengamanan dan
rencana kontijensi Pileg
dan Pilpres 2019.

1) Menyiapkan rencana
operasi, rencana
pengamanan dan
rencana kontijensi
Pilkada 2021.

3)

Menyiapkan asta siap


pada Pilkada Serentak
2018

3) Menyiapkan asta siap


pada Pileg dan Pilpres
2019.

4)

Menyempurnakan sistem
informasi teknologi
pendukung pengamanan.

5)

Mempersiapkan tim
terpadu dalam Sentra
Gakkumdu pada Pilkada
Serentak 2018.

4) Melanjutkan
penyempurnaan sistem
informasi teknologi
pendukung
pengamanan.

6)

Melakukan koordinasi
dengan penyelenggara,
pengawas, dan peserta
Pilkada Serentak 2018,
serta pihak terkait lainnya.

7)

Melaksanakan
pengamanan tahapan
awal Pilkada 2018

8)

Melaksanakan Anev.

5) Mempersiapkan tim
terpadu dalam Sentra
Gakkumdu pada Pileg
dan Pilpres 2019.
6) Melakukan koordinasi
dengan penyelenggara,
pengawas, dan peserta
Pilkada Serentak 2018,
Pileg dan Pilpres 2019
serta pihak terkait
lainnya.
7) Melaksanakan
pengamanan Pileg dan
Pilpres 2019.

2) Menyiapkan asta siap


pada Pilkada 2021.
3) Melaksanakan
pengamanan Pilkada
2020 dan 2021.
4) Menyempurnakan
sistem informasi
teknologi pendukung
pengamanan.
5) Mempersiapkan tim
terpadu dalam sentra
gakkumdu.
6) Polda dan Polres
kewilayahan
melakukan koordinasi
dengan
penyelenggara,
pengawas dan peserta
Pilkada Serentak 2020
dan 2021 serta stake
holder terkait lainnya.
7) Melaksanakan Anev.

8) Menyiapkan rencana
operasi, rencana
pengamanan dan
rencana kontijensi
Pilkada 2020 dan 2021.
9) Menyiapkan asta siap
untuk Pilkada 2020
10) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

61

6.

Pengamanan Program Prioritas Nasional dan Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Penyederhanaan
pelayanan kepolisian.
2) Pemberantasan
pungutan liar dan calo
pada sektor pelayanan
publik.
3) pengamanan
pembangunan
infrastruktur dan proyek
strategis nasional
4) Pengamanan distribusi
bahan pokok dan BBM
dari hulu s/d hilir
5) Gakkum terhadap para
pelaku penimbunan
sembako,
penyalahgunaan/
penyimpangan BBM
bersubsidi, kejahatan
ekonomi lainnya dan
Kartel Kebutuhan
Bahan Pokok

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutkan proses
penyederhanaan dan
implementasi pelayanan
kepolisian.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan Tahap II.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan Tahap III.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

2) Mengintensifkan
pemberantasan pungli dan
calo.
3) Melanjutkan pengamanan
kegiatan pembangunan
infrastruktur dan proyek
strategis nasional.
4) Melanjutkan pengamanan
distribusi bahan pokok dan
bbm
5) Meningkatkan kualitas
gakkum.
6) Memantapkan koordinasi
dengan seluruh stakeholder
terkait.
7) Melaksanakan Anev.

6) Melaksanakan
koordinasi dengan
seluruh stakeholder
terkait.
7) Melaksanakan Anev.

62

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Penjabaran Program 100 Hari


NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Dirsabhara
Baharkam

Baharkam,
Sops,
Korlantas,
Korbrimob

1) Melakukan anev dan


pemetaan lokasi
gangguan kamtibmas,
rawan macet dan laka
lantas;

1) Meningkatnya
kehadiran
anggota
Polri
pada
titik-titik
rawan kejahatan,
kemacetan dan
laka lantas.

VII. PENGUATAN HARKAMTIBMAS

32.

Penggelaran personel
berseragam pada
daerah rawan
kejahatan, macet dan
laka lantas

2) Menyusun rencana
gelar personel pada
lokasi rawan kejahatan,
kemacetan dan laka
lantas pada pagi, siang
dan malam hari.
3) Penggelaran pasukan
berseragam pada lokasi
rawan kejahatan,
kemacetan dan laka
lantas sesuai pemetaan;

Meningkatnya rasa
aman masyarakat
dalam menjalankan
aktifitas sehari-hari.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Ketua : Kabaharkam
Wakil Ketua I :
Assops
Wakil Ketua II :
Kabaintelkam
1) Laporan Hasil Anev
lokasi
rawan
kejahatan,
kemacetan dan laka
lantas untuk Satker
Mabes Polri.
2) Peta
Kerawanan
dan
Penggelaran
anggota di lapangan
pada pagi, siang
dan malam hari
untuk Satker Mabes
Polri.

2) Berkurangnya
titik-titik
rawan
kejahatan,
kemacetan dan
laka lantas.
3) Meurunnya angka
kriminalitas dan
laka lantas.

3) Surat
perintah
pelaksanaan tugas.
4) Laporan
Hasil
Pelaksanaan Tugas
setiap hari.

4) Membentuk tim
pengawas penggelaran
personel

5) Surat Perintah tim


pengawas
penggelaran aggt.
6) Laporan
Hasil
pelaksanaan
pengawasan tugas
setiap hari.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

63

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

33.

Peningkatan
pengamanan
perbatasan melalui
pembangunan pos-pos
pengamanan
perbatasan

Karofaskon
Sarpras

SSDM, Sops,
Srena,
Sarpras,
Divkum,
Puskeu

1) Melakukan pendataan
polsek-polsek dan atau
pos-pos di wilayah
perbatasan dan wilayah
terluar termasuk
kebutuhan personel,
Sarpras dan
anggarannya;

1) Terlaksananya
rapat koordinasi
pada Tk. Mabes
untuk
menentukan
prioritas
pembangunan
Polsek dan atau
Pos Pengamanan
Perbatasan
secara bertahap
dengan
skala
prioritas.

Disetujuinya Rencana
Kebutuhan
Pembangunan Polsek
dan atau Pos
Pengamanan
Perbatasan secara
bertahap dengan skala
prioritas.

2) Menyusun rencana
kebutuhan
pembangunan Polsek
dan atau pos-pos di
wilayah perbatasan dan
sumber dayanya untuk
Tahap II.
3) Membuat SOP
pengamanan di wilayah
perbatasan dan pulaupulau terluar.
4) Melaksanakan Anev.

2) Tersusunnya
Rencana
Kebutuhan
Pembangunan
Mako Polsek dan
atau
Pos
Pengamanan
Perbatasan.
3) Dimasukkannya
rencana
kebutuhan
pembangunan ke
dalam Renja Polri
2017.
4) Tersusunnya
rancangan SOP
pengamanan di
wilayah
perbatasan dan
pulau-pulau
terluar.

64

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9
1) Mengkumpulir
laporan dari Satwil
terkait
Rencana
Pembangunan
Polsek dan atau
Pos Pengamanan
Perbatasan beserta
naskah
akademisnya.
2) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi pada Tk.
Mabes.
3) Rencana Kebutuhan
Pembangunan
Mako Polsek dan
atau
Pos
Pengamanan
Perbatasan.
4) Rancangan Renja
yang
memuat
tentang
pembangunan mako
Polsek dan atau Pos
Pengamanan
Perbatasan.
5) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dalam
pembahasan SOP.
6) Rancangan
SOP
pengamanan
di
wilayah perbatasan
dan
pulau-pulau
terluar.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Dirtipiter
Bareskrim

Baharkam,
Bareskrim,
Baintelkam,
Divkum, Sops

1) Melakukan inventarisasi
dan pemetaan hot spot
pada hutan dan lahan
yang rawan terjadinya
kebakaran;

1) Terinventarisasi
dan
terpetakannya hot
spot.

1) Meningkatnya
peran
serta
masyarakat dan
komponen yang
ada
dalam
penanganan
kebakaran hutan;

34.

Penanganan
kebakaran hutan dan
lahan

2) Menyusun SOP
penanganan karhutla
secara terpadu;
3) Mengintensifkan
koordinasi dengan
Pemda, TNI, Damkar,
BNPB, dan SAR;
4) Menyusun giat
sosialisasi pencegahan
karhutla kepada
masyarakat dan
perusahaan;
5) Penegakkan hukum
terhadap pelaku baik
perseorangan maupun
badan usaha.
6) Melaksanakan Anev.

2) Tersusunnya
SOP penanganan
Karhutla.
3) Terlaksananya
rapat koordinasi
dan penggelaran
anggota secara
terpadu
dalam
menangani
Karhutla.

2) Meningkatnya
kerjasama dengan
stake
holders
terkait.
3) Menurunnya angka
kebakaran hutan
dan lahan.

4) Tersusunnya
rencana kegiatan
sosialisasi
pencegahan
Karhutla.

%
CAPAI
AN
8

KET
9

1) Laporan
Hasil
Inventarisasi
dan
Pemetaan hot spot
pada daerah yang
rawan kebakaran
hutan;
2) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dalam
rangka penyusunan
SOP.
3) SOP penanganan
karhutla.
4) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan
stake holders terkait
yang dilaksanakan
minimal satu kali
sebulan.
5) Laporan Kegiatan
Terpadu
dalam
penanganan
karhutla mulai dari
tindakan
pencegahan
dan
pemadaman
Karhutla.

5) Terlaksananya
penegakan
hukum
yang
konsisten.

6) Laporan
Hasil
Pelaksanaan
Sosialisasi
baik
mandiri
maupun
gabungan dengan
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

65

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9
stake holder terkait
minimal satu kali
seminggu.
7) Laporan Hasil
Penegakan Hukum.

35.

Penguatan sinergi
polisional dengan TNI,
BIN, BNN, BNPT,
Basarnas, Bakamla
dan Pemda.

Karokerma KL
Sops

Baharkam,
Baintelkam,
Bareskrim,
Srena, Sops,
Divkum

1) Melakukan evaluasi
pelaksanaan kerjasama
yang sudah berjalan.
2) Membuat MoU dan
pedoman kerjasama
guna penguatan
koordinasi sesuai
dengan tupoksi dan
kewenangan masingmasing lembaga.
3) Menyusun program
kerjasama yang
berkelanjutan.
4) Melaksanakan Anev.

1) Tersusunnya
Hasil Evaluasi
Sinergi Polisional
dengan TNI, BIN,
BNN, BNPT,
Basarnas,
Bakamla.
2) Tersusunnya
MoU dan
Pedoman
Kerjasama.
3) Tersusunnya
Program
Kerjasama
dengan instansi
terkait.

Mantapnya
sinergi
polisional
dalam
mewujudkan Kamdagri
yang kondusif.

1) Laporan Hasil Rapat


Koordinasi terkait
Koordinasi dan
Kerjasama yang
selama ini telah
dilaksanakan pada
Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporan Tk. Satwil.
2) Laporan Hasil
Evaluasi pada Tk.
Mabes dan
mengkumpulir
laporanTk. Satwil.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Pembahasan MoU
pada Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporan Tk. Satwil.
4) MoU dan Pedoman
Kerjasama.
5) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi terkait
program yang akan
dilakukan
kerjasama.

66

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9
6) Rencana Program
Kerjasama.

36.

Pengamanan Pilkada Karobinops Sops


serentak 2017-2018,
serta Pileg dan Pilpres
2019

Baharkam,
Bareskrim,
Baintelkam,
Sops, Srena,
Korbrimob,
Korlantas,
Puskeu

1) Menyiapkan rencana
operasi, rencana
pengamanan dan
rencana kontinjensi
Pilkada 2017.
2) Menyiapkan asta siap
yang meliputi siap
administrasi, siap mako,
siap personel, siap
masyarakat, siap
latpraops, siap pilun,
siap sarpras, siap
anggaran.
3) Menyempurnakan
sistem informasi
teknologi pendukung
pengamanan.
4) Mempersiapkan tim
terpadu dalam sentra
Gakkumdu.
5) Melaksanaan
pengamanan tahapan
awal Pilkada Serentak
2017.
6) Melaksanakan Anev.

1) Tersusunnya
rencana operasi,
rencana
pengamanan dan
rencana kontijensi
Pilkada 2017.

Pelaksanaan
Pengamanan Tahapan
Pilkada Serentak 2017
berjalan
dengan
aman, lancar dan
kondusif.

2) Terlaksana dan
tergelarnya asta
siap.

2) Laporan Kesiapan
asta siap tk
Mabes dan
mengkumpulir
laporan Satwil yang
meliputi :
a. siap
administrasi.
b. siap mako
c. siap personel
d. siap masyarakat
e. siap latpraops
f. siap pilun
g. siap sarpras
h. siap anggaran.

3) Tergelarnya
sistem informasi
teknologi
pendukung
pengamanan
pada Tk. Mabes
4) Terbentuknya Tim
Terpadu
penanganan
tindak pidana
Pilkada 2017.

3) Laporan
Penggelaran Sistem
Informasi Teknologi
pada Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporan Tk. Satwil.

5) Terlaksananya
sinergi dengan
penyelenggara
pengawas dan
peserta Pilkada
serentak 2017
serta stake holder
terkait lainnya.

4) Laporan Hasil Rapat


Koordinasi dengan
Kejaksaan dan
Panwaslu.

6) Tersusun dan
terlaksananya
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Rencana Operasi,
Rencana
Pengamanan dan
Rencana Kontijensi
Pilkada Serentak
2017

67

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
rencana
pengamanan
pada setiap
tahapan Pilkada
2017.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

%
CAPAI
AN
8

KET
9
5) Surat Perintah
pembentukan
penyidik Tindak
Pidana Pemilu.
6) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan
penyelenggara
pengawas dan
peserta Pilkada
serentak 2017 serta
stake holder terkait
lainnya.
7) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Pengamanan
Tahapan Pemilu.

37.

Pengamanan program
prioritas nasional dan
paket
kebijakan
ekonomi pemerintah

Karobinopsnal
Bareskrim

Itwasum,
Baharkam,
Bareskrim,
Baintelkam,
Divpropam,
Sops,
Korbrimob,
Korlantas

1) Penyederhanaan
pelayanan kepolisian.
2) Pemberantasan
pungutan liar dan calo
pada sektor pelayanan
publik.
3) pengamanan
pembangunan
infrastruktur dan proyek
strategis nasional
4) Pengamanan distribusi
bahan pokok dan BBM
dari hulu s/d hilir
5) Gakkum terhadap para
pelaku penimbunan
sembako,

68

1) Terlaksananya
Layanan
Kepolisian yang
mudah cepat dan
sesuai ketentuan.
2) Hilangnya
pungutan liar dan
bersihnya calo
pada sektor
pelayanan publik.
3) Tidak adanya
gangguan
keamanan
terhadap
pembangunan
infrastruktur dan
proyek strategis

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Terlaksananya
Pembangunan
Program
Prioritas
Nasional dan Paket
Kebijakan
Ekonomi
pemerintah
dengan
aman dan kondusif.

1) Hasil Pemetaan
Layanan Kepolisian
yang masih
menghambat
program prioritas
dan paket kebijakan
ekonomi.
2) Laporan Hasil
Pemberantasan
Pungli dan Calo
pada sektor
pelayanan publik
oleh Mabes Polri
dan mengkumpulir
laporan dari Satwil.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

5
penyalahgunaan/
penyimpangan BBM
bersubsidi, kejahatan
ekonomi lainnya dan
Kartel Kebutuhan
Bahan Pokok
6) Melaksanakan
koordinasi dengan
seluruh stakeholder
terkait.
7) Melaksanakan Anev.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
Nasional.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
3) Laporan Hasil
Pengaman
Pembangunan
Infrastruktur dan
Proyek Strategis
Nasional oleh
Mabes dan
mengkumpulir
laporan dari Satwil

4) Distribusi Bahan
Pokok dan BBM
tidak mengalami
gangguan dan
hambatan sampai
tujuan.
5) Terlaksananya
penegakan
hukum yang
konsisten.

4) Laporan Hasil
Pengamanan
Distribusi Bahan
Pokok dan BBM
oleh Mabes dan
mengkumpulir
laporan Satwil

6) Meningkatnya
koordinasi
dengan stake
holder terkait.

5) Laporan Hasil
Penegakan Hukum
Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporan dari Tk.
Satwil
6) Laporan Hasil
Koordinasi dengan
Stake Holder terkait
pada Tk. Mabes dan
mengkumpulir
laporan dari Tk.
Satwil.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

69

PROGRAM 8: MEMBANGUN KESADARAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP


KAMTIBMAS
POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Perananan Bhabinkamtibmas dalam mendeteksi potensi ancaman kejahatan belum berjalan


dengan baik, dimana hal ini disebabkan kemampuan deteksi dini dan aksi yang tidak optimal.

2.

Jumlah desa/kelurahan sebanyak 81.711, sedangkan jumlah Bhabinkamtibmas sebanyak 54.285


orang (dengan personel definitif: 39.329 orang dan tugas rangkap: 14.956 orang), sehingga masih
kurang 27.426 orang.

3.

Penggunaan peralatan berbasis teknologi seperti CCTV, panic button pada tempat-tempat rawan
kejahatan belum berjalan dengan baik, dimana hal ini dikarenakan minimnya sarpras dan
lemahnya kemampuan personel Polri dalam memahami teknologi.

4.

Kedudukan Polri dalam penyelenggaraan fungsi kepolisian pada prinsipnya dibantu oleh Polsus,
PPNS dan bentuk-bentuk Pam Swakarsa lainnya namun saat ini pelaksanaan pembinaan Polsus,
PPNS dan Pam Swakarsa belum diarahkan sepenuhnya pada upaya peningkatan partisipasi
masyarakat serta belum digalinya secara optimal karakteristik budaya lokal akibat minimnya
pemetaan dan penggalangan potensi daerah.

5.

Sebagai pengawas dan pengontrol jalannya proses demokratisasi peran civil society belum
dijadikan mitra strategis oleh Polri sehingga peranan civil society dalam mempengaruhi kebijakan
publik, empowerment pemberdayaan masyarakat tidak tergalang oleh Polri.

70

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KEGIATAN
1.

Membangun Daya Cegah dan Daya Tangkal Terhadap Kejahatan, Terorisme, Narkoba,
Separatisme, dan Ideologi Anti Pancasila
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Kelompok pelajar :
a. Bekerjasama
dengan Diknas
tingkat provinsi &
kab/kota utk
membangun
sekolah sebagai
basis anti
kejahatan,
terorisme, narkoba,
separatisme dan
ideologi anti
Pancasila;
b. Tingkat Provinsi
dilaks oleh Polda, di
tingkat kab/kota
dilaks oleh Polres.

1) Kelompok pelajar :
Terbentuknya produk
kerjasama (MOU, tim
terpadu, jadwal kegiatan
bersama) antara Polri
dengan Diknas Tk. Prov
dan Kab/Kota.
Implementasi produk
kerjasama beserta
evaluasinya pada Tk.
Polda dan Res.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan Tahap II

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan Tahap III

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

2) Kelompok mahasiswa:
a. Bekerjasama
dengan BEM dan
Perguruan Tinggi
untuk membangun
sekolah sebagai
basis anti
kejahatan,
terorisme, narkoba,
separatisme dan
ideologi anti
Pancasila;
b. tingkat provinsi
dilaks oleh Polda, di
tingkat kab/kota
dilaks oleh Polres.

2) Kelompok mahasiswa:
Terbentuknya produk
kerjasama antara Polri
dengan universitas/ PT/
BEM.
Implementasi produk
kerjasama beserta
evaluasinya pada Tk.
Polda dan Res.
3) Kerjasama dengan
Kemendiknas :
Terwujudnya kurikulum
untuk semua jenjang dan
jenis pendidikan.
Implementasi dan
evaluasi kurikulum.

4) Kelompok Tokoh
Masyarakat, Majelis Taklim
dan Ponpes :
Terbentuknya forum
dialog yang solid dan
dilaksanakan secara
3) Bekerjasama dgn
periodik.
Kemendikbud dan stake
holder terkait menyusun
Produk forum dialog
konsep kurikulum
disosialisasikan oleh
sekolah, ponpes dan
tomas, toga dan polri
madrasah yang
kepada kelompok
berbasis anti kejahatan,
masyarakat.
terorisme, narkoba,
5) Kelompok Masyarakat
separatisme dan
Umum :
ideologi anti Pancasila.
Terbentuknya forum
4) Kelompok Tokoh
dialog yang solid dan
Masyarakat, Majelis
dilaksanakan secara
Taklim dan Ponpes
periodik.
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

71

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
a. Membangun
kesepahaman dan
deklarasi anti
kejahatan,
terorisme, narkoba,
separatisme dan
ideologi anti
Pancasila.
b. Tk. prov dilaks oleh
polda, di tk kab/kota
dilaks oleh polres.
5) Kelompok masyarakat
umum:
a. Melaksanakan door
to door, tatap muka
dengan kelompok
komunitas untuk
membangun
pemahaman
tentang kejahatan,
terorisme, narkoba,
separatisme dan
ideologi anti
Pancasila;
b. Tk. Prov dilaks oleh
Polda, di tk kab/kota
dilaks oleh Polres.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
Produk forum dialog
disosialisasikan oleh polri
kepada kelompok
masyarakat.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

6) Tentang buku saku


Pedoman Pelaksanaan
Kegiatan Polmas:
Tersusunnya buku saku
Sosialisasi dan
implementasi.
7)

Melaksanakan Anev.

6) Membuat buku saku


Pedoman pelaksanaan
Kegiatan Polmas dalam
rangka membangun
daya cegah dan daya
tangkal terhadap
kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme,
dan ideologi anti
Pancasila.
7) Melaksanakan Anev.

2.

Pemenuhan 1 Bhabinkamtibmas 1 Desa dan Kelurahan Secara Bertahap


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Menginventarisir
jumlah
Bhabinkamtibmas
definitif.
2) Mengusulkan rencana
pemenuhan
Bhabinkamtibmas
secara bertahap

72

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
1)

Pemenuhan
Bhabinkamtibas pada desa
dan kelurahan secara
bertahap mencapai 50%
dari jumlah desa dan
kelurahan.

2)

Implementasi program
pelatihan.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Pemenuhan
Bhabinkamtibas pada
desa dan kelurahan
secara bertahap
mencapai 60% dari
jumlah desa dan
kelurahan.

1) Melanjutkan
pemenuhan
Bhabinkamtibmas pada
desa dan kelurahan
secara bertahap
mencapai 70% dari
jumlah desa dan
kelurahan

2) Meningkatkan pelatihan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
dengan skala prioritas.
3) Menyusun rencana
pelatihan petugas
bhabinkamtibmas.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
3)

4) Peningkatan frekuensi
door to door, sambang,
dan dialog kemitraan.
5) Melaksanakan Anev.

4)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)
dan keterampilan
bhabinkamtibmas.

Melanjutkan peningkatan
dan pemantapan kualitas
frekuensi door to door,
3) Melanjutkan dan
sambang, dan dialog
meningkatkan kualitas
kemitraan serta membentuk
frekuensi door to door,
minimal 1 (satu) kelompok
sambang, dan dialog
sadar kamtibmas di setiap
kemitraan serta
kelurahan.
membentuk minimal 4
(empat) kelompok sadar
Melaksanakan Anev
kamtibmas di setiap
kelurahan.
4) Melaksanakan Anev

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)
2) Melanjutkan
implementasi program
pelatihan.
3) Melanjutkan
peningkatan dan
pemantapan kualitas
frekuensi door to door,
sambang, dan dialog
kemitraan serta
membentuk minimal 4
(empat) kelompok
sadar kamtibmas di
setiap kelurahan.
4) Melaksanakan Anev

3.

Mendorong Pemanfaatan Alat-Alat Pengamanan Berbasis Teknologi (Panic Button, Alarm dan
CCTV)
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melakukan pendataan
dan pemetaan daerah
rawan yang
membutuhkan alat
pengamanan.

1) Meningkatkan koordinasi
dengan stake holder terkait.

1)

Memperkuat koordinasi
dengan stake holder
terkait.

1)

2)

Melanjutkan dan
meningkatkan giat
sosialisasi.

3)

Seluruh obvit,
supermarket dan
perbankan sudah
memasang Panic
Button yang terkoneksi
dengan Polres.

Melanjutkan
implementasi Perda
dan atau Pergub dan
atau Perbup / Perwali
serta pemenuhan
pemasangan alat
pengamanan
berbasis teknologi.

2)

Seluruh perkantoran,
sentra industri, sentra
ekonomi dan publik
area sudah
memasang CCTV.

3)

Melaksanakan Anev.

2) Koordinasi dengan
Pemda, Ketua
Lingkungan, pemilik
lokasi yang
memerlukan alat
pengamanan.
3) Melakukan sosialisasi
kepada Pemda, Ketua
Lingkungan, pemilik
lokasi tentang perlunya
peralatan pengamanan
berbasis teknologi.
4) Mendorong
Pemerintah daerah
dan DPRD
Prov/Kab/Kota untuk
membuat regulasi
tentang kewajiban
pemasangan cctv pada
area perkantoran,
pertokoan, dan
perumahan yang

2) Melanjutkan giat
sosialisasi.
3) Tentang penyusunan Perda
dan atau Pergub dan atau
Perbup / Perwali :
Meningkatkan koordinasi
dengan Pemerintah
daerah dan DPRD
Prov/Kab/Kota.
Pengesahan, sosialisasi
dan implementasi Perda
dan atau Pergub dan
atau Perbup / Perwali.
4) Pemenuhan pemasangan
alat pengamanan berbasis
teknologi oleh Pemda,
pengelola kawasan/
lingkungan secara bertahap

4)

Seluruh obvit,
supermarket, Toko
Emas, Pegadaian,
Money Changer dan
Perbankan sudah
memasang CCTV.

5)

Melaksanakan Anev

5) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

73

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
berada pada jalanjalan utama, lokasi
rawan dan tempat
publik lainnya.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

5) Melaksanakan Anev.

4.

Penguatan pembinaan teknis Polsus dan Pam Swakarsa, serta Korwas PPNS
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melakukan Anev
implementasi
operasional
penyelenggara fungsi
kepolisian oleh Polsus,
PPNS, Pam Swakarsa.

1) Menyusun rancangan
regulasi terkait pembinaan
polsus; koordinasi dan
pengawasan PPNS; serta
pembinaan pam swakarsa.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2) Melakukan evaluasi
regulasi terkait
pembinaan Polsus;
koordinasi dan
pengawasan PPNS;
serta Pembinaan Pam
Swakarsa.
3) Penguatan pembinaan
Polsus:
a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas
dan kualitas Polsus;
b. Melakukan
koordinasi dengan
stakeholder yang
memiliki Polsus;
c. Membuat rencana
pelatihan secara
periodik;
d. Memberikan
bimbingan teknis
terkait tugas-tugas
Polsus;
e. Melakukan
koordinasi,
pertemuan,
perbantuan tugas,
dan supervisi secara
periodik.
4) Penguatan koordinasi
dan pengawasan
PPNS.
a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas
dan kualitas PPNS.

74

2) Pengesahan, sosialisasi
dan implementasi regulasi.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Tentang penguatan
pembinaan Polsus :
Melanjutkan koordinasi
secara periodik.
Pelaksanaan program
pelatihan.
Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
pembimbingan teknis
kepada Polsus.
Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
supervisi.
4) Tentang Penguatan
koordinasi dan
pengawasan PPNS :
Melanjutkan koordinasi.
Meningkatkan kualitas
rapat koordinasi.
Sosialisasi dan
implementasi program.
Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
supervisi
Melanjutkan
implementasi
perbantuan teknis dan
pengawasan
penyidikan oleh PPNS.
5) Tentang Penguatan
pembinaan PAM Swakarsa:
Melanjutkan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
b. Melakukan
koordinasi dengan
stakeholder yang
memiliki PPNS.
c. Melakukan rapat
koordinasi secara
periodik.
d. Membuat program
peningkatan
kemampuan PPNS
yang
dikoordinasikan
dengan stakeholder
terkait.
e. Melakukan supervisi
terhadap hasil
penyidikan yang
dilakukan oleh
PPNS.
f. Membantu
penyidikan kepada
stakeholder yang
memiliki
keterbatasan PPNS.
5) Penguatan pembinaan
PAM swakarsa.
a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas
dan kualitas pam
swakarsa.
b. Melakukan
koordinasi dengan
perusahaan,
perkantoran
maupun
perumahan,
kampus/sekolah,
dan stakeholder
terkait yang
menggunakan jasa
pam swakarsa.
c. Melakukan
assessment
terhadap kelayakan
badan usaha jasa
pengamanan
(BUJP) dalam
menyelenggarakan
pelatihan pam
swakarsa
d. Melakukan
sertifikasi terhadap
pelatih pam

Tahap II
Tahap III
(23 Okt 2016 31 Des 2017) (1 Jan 2018 31 Des 2019)
assessment terhadap
kelayakan badan usaha
jasa pengamanan
(BUJP) dalam
menyelenggarakan
pelatihan pam
swakarsa.
Melanjutkan sertifikasi
terhadap pelatih pam
swakarsa pada BUJP.
Melanjutkan penertiban
terhadap BUJP yang
tidak sesuai ketentuan
regulasi.
Sosialisasi dan
implementasi program
pelatihan.
Produksi dan distribusi
buku saku.
Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
rapat koordinasi.
Melaksanakan apel
bulanan, coffee
morning.
Melanjutkan supervisi.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

6) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

75

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
swakarsa pada
BUJP.
e. Melakukan
penertiban terhadap
BUJP yang tidak
sesuai ketentuan
regulasi.
f. Membuat rencana
pelatihan BUJP
yang distandarisasi
secara nasional.
g. Membuat buku saku
pelaksanaan tugas
pam swakarsa.
h. Melakukan rapat
koordinasi dengan
pimpinan
perusahaan /
pimpinan BUJP /
kepala satpam guna
meningkatkan
sinergi antara pam
swakarsa dengan
polri.
i. Melaksanakan apel
bulanan pada
tingkat polda, polres
dan polsek.
j. Melakukan supervisi
implementasi
pelaksanaan tugas
pam swakarsa
secara periodik.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

6) Melaksanakan Anev

5.

Penguatan Kerjasama dengan Civil Society Dalam Mengidentifikasi Masalah Sosial dan Upaya
Penyelesaiannya
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Menginventarisasi dan
mendatakan
permasalahan sosial
yang menjadi
perhatian publik.
2) Mendatakan keluhan
masyarakat terkait
tindakan pemolisian
yang berimplikasi pada
pelanggaran HAM.

76

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
1)

Implementasi rencana
aksi.

2)

Menyelesaikan
permasalahan sosial dan
keluhan masyarakat
terkait aksi pemolisian
yang berimplikasi pada
pelanggaran HAM.

3)

Membuat rencana aksi


pada tahun berikutnya.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)
1) Melaksanakan rencana
aksi.
2) Menyelesaikan
permasalahan sosial
dan keluhan masyarakat
terkait aksi pemolisian
yang berimplikasi pada
pelanggaran HAM.
3) Melaksanakan
pertemuan dengan civil
society secara periodik
dalam rangka

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)
1) Melanjutkan
implementasi rencana
aksi.
2) Memantapkan
koordinasi dengan
civil society untuk
menyikapi
permasalahan sosial
baru.
3) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
3) Melakukan koordinasi
dan kerjasama dengan
civil society untuk
mencari solusi
permasalahan
tersebut.
4) Membuat rencana
aksi.
5) Melaksanakan Anev.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
4)

Melaksanakan Anev.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)
pembahasan dan
penyamaan persepsi
terkait permasalahan
sosial dan aksi
pemolisian yang
berimplikasi pada
pelanggaran HAM.
4) Membuat rencana aksi
pada tahun berikutnya.
5) Melaksanakan Anev.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

77

Penjabaran Program 100 Hari

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

VIII. MEMBANGUN KESADARAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KAMTIBMAS


38.

Membangun daya
cegah dan daya
tangkal terhadap
kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme,
dan ideologi anti
pancasila.

Dirbinmas
Baharkam

Baharkam,
Lemdiklat,
Bareskrim,
Baintelkam,
Srena, Sarpras,
Divkum, Densus
88 AT,
Puslitbang

1) Kelompok pelajar :
Bekerjasama dengan
Diknas tingkat provinsi &
kab/kota utk
membangun sekolah
sebagai basis anti
kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme
dan ideologi anti
Pancasila;

1)

Terinventarisasi
dan
terpetakannya
Kelompokkelompok
masyarakat yang
menjadi sasaran
pembinaan.

2)

Tersusunnya
rencana kegiatan
pembinaan,
penyuluhan
selama 100hari

3)

Terlaksananya
kerjasama
dengan
Kemendikbud
dan stake holder
terkait lainnya.

2) Kelompok mahasiswa:
Bekerjasama dengan
BEM dan Perguruan
Tinggi untuk membangun
sekolah sebagai basis
anti kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme
dan ideologi anti
Pancasila;
3) Bekerjasama dgn
Kemendikbud dan stake
holder terkait menyusun
konsep kurikulum
sekolah, ponpes dan
madrasah yang berbasis
anti kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme
dan ideologi anti

78

4)

Terlaksananya
deklarasi anti
kejahatan,
terorisme,
narkoba,
separatisme dan
ideologi anti
pancasila.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Meningkatnya peran
serta masyarakat
dalam melakukan
daya tangkal dan
deradikalisasi
terorisme, narkoba,
separatisme, dan
ideologi anti pancasila

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Ketua : Kabaharkam
Wakil : Assops
1) Mengkumpulir
laporan
Hasil
Inventarisasi
dan
Pemetaan
Kelompok-kelompok
masyarakat
yang
menjadi
sasaran
Binluh.
2) Laporan
Hasil
Pelaksanaan
Rencana Kegiatan
selama 100 Hari.
3) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan
Kemendikbud dan
stake holder lainnya.
4) Laporan
Hasil
Kerjasama dengan
Diknas dan stake
holder
terkait
lainnya pada Tk.
Mabes dan Tk.
Satwil.
5) Laporan
Hasil
Pelaksanaan
Deklarasi.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
Pancasila.
4) Kelompok Tokoh
Masyarakat, Majelis
Taklim dan Ponpes
Membangun
kesepahaman dan
deklarasi anti kejahatan,
terorisme, narkoba,
separatisme dan ideologi
anti Pancasila.
5) Kelompok masyarakat
umum:
Melaksanakan door to
door, tatap muka dengan
kelompok komunitas
untuk membangun
pemahaman tentang
kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme
dan ideologi anti
Pancasila;

5)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Tersusunnya
buku saku
Pedoman
pelaksanaan
Kegiatan Polmas
dalam rangka
membangun daya
cegah dan daya
tangkal terhadap
kejahatan,
terorisme,
narkoba,
separatisme, dan
ideologi anti
Pancasila.

KET
9
6) Buku
Saku
Pedoman
Pelaksanaan
Kegiatan
Polmas
dalam
rangka
membangun daya
cegah dan daya
tangkal
terhadap
kejahatan,
terorisme, narkoba,
separatisme, dan
ideologi
anti
Pancasila.

6) Membuat buku saku


Pedoman pelaksanaan
Kegiatan Polmas dalam
rangka membangun daya
cegah dan daya tangkal
terhadap kejahatan,
terorisme, narkoba,
separatisme, dan ideologi
anti Pancasila.
7) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

79

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

39.

Pemenuhan
satu
Bhabinkamtibmas satu
Desa/
Kelurahan
secara bertahap

Dirbinmas
Baharkam

Baharkam,
Lemdiklat,
SSDM, Srena,
Sarpras

1) Menginventarisir jumlah
Bhabinkamtibmas
definitif.
2) Mengusulkan rencana
pemenuhan
Bhabinkamtibmas
secara bertahap dengan
skala prioritas.
3) Menyusun rencana
pelatihan petugas
Bhabinkamtibmas.

1) Terinventarisasi
jumlah
Bhabinkamtibmas
yang definitif.
2) Tersusunnya Skala
Prioritas
pemenuhan
Bhabinkamtibmas.

Terpenuhinya
Bhabinkamtibmas satu
desa/ kelurahan
dengan penambahan
10 % dari jumlah
Bhabinkamtibmas
yang definitif.

Mendorong
pemanfaatan alat-alat
pengamanan berbasis
teknologi (Panic Button,
Alarm dan CCTV)

Dirpamobvit
Baharkam

Baharkam,
Sops,
Sarpras,
Srena, Div
TI, Puskeu

1) Melakukan pendataan
dan pemetaan daerah
rawan yang
membutuhkan alat
pengamanan dan
mendorongnya untuk
memasang peralatan
pengamanan berbasis
teknologi.
2) Melaksanakan Anev.

80

1) Terdata dan
terpetakannya
daerah rawan yang
membutuhkan alat
pengamanan.
2) Tersusunnnya
Rancangan Perda/
Pergub/ Perbup/
Perwali.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9
1) Laporan
Hasil
Inventarisasi Jumlah
Bhabinkamtibmas
yang definitf.
2) Usulan pemenuhan
personel
Bhabinkamtibmas
3) Laporan
hasil
pelaksanaan
Pelatihan
Bhabinkamtibmas
minimal satu kali
seminggu.

3) Tersusunnya
rencana pelatihan
Bhabinkamtibmas
selama 100 hari.

4) Peningkatan frekuensi
door to door, sambang, 4) Meningkatnya
dan dialog kemitraan.
frekuensi door to
door, sambang,
5) Melaksanakan Anev.
dan dialog
kemitraan.
40.

%
CAPAI
AN
8

4) Laporan Hasil Binluh


minimal
2
kali
seminggu.
Terpasangnya alatalat pengamanan
berbasis teknologi
pada daerah rawan
kejahatan,macet, laka
lantas dan tempat
publik lainnya.

1) Mengkumpulir
laporan Pendataan
dan Pemetaan
daerah rawan yang
membutuhkan alat
pengamanan.
2) Mengkumpulir
laporan Hasil
Koordinasi dengan
Pemda, Ketua
Lingkungan, pemilik
lokasi terkait
pembuatan regulasi
kewajiban
pemasangan sarana
IT di daerah yang

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9
rawan kejahatan,
macet dan laka
lantas.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Sosialisasi minimal
satu kali seminggu.
4) Mengkumpulir
laporan finalisasi
Rancangan Perda/
Pergub/ Perbup/
Perwali.

41.

Penguatan pembinaan
teknis Polsus dan Pam
Swakarsa, serta
Korwas PPNS.

Karokorwas
PPNS Bareskrim

Lemdiklat,
Bareskrim,
Baharkam,
Sops,
Korlantas

1) Melakukan Anev
implementasi
operasional
penyelenggara fungsi
Kepolisian oleh Polsus,
PPNS, Pam Swakarsa.
2) Melakukan evaluasi
regulasi terkait
pembinaan Polsus;
koordinasi dan
pengawasan PPNS;
serta Pembinaan Pam
Swakarsa.
3) Penguatan pembinaan
Polsus:
a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas
dan kualitas Polsus;
b. Melakukan
koordinasi dengan
stakeholder yang
memiliki Polsus;
c. Membuat rencana

1)

Terlaksananya
Anev
implementasi
operasional
penyelenggara
fungsi kepolisian
oleh Polsus,
PPNS, Pam
Swakarsa.

2)

Terlaksananya
evaluasi regulasi
terkait pembinaan
Polsus;
koordinasi dan
pengawasan
PPNS, serta
Pembinaan Pam
Swakarsa.

3)

Meningkatnya
kemampuan dan
keterampilan Polsus,
PAM Swakarsa dan
PPNS.

2) Laporan Hasil Anev


3) Laporan Rencana
Langkah-langkah
Pembenahan
terhadap
Polsus,
PAM Swakarsa dan
PPNS.
4) Rancangan
Sertifikasi
Kompetensi
Kemampuan
keterampilan

Tersusunnya
Rancangan
Sertifikasi

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan Hasil Rapat


Koordinasi
membahas
Implementasi
Operasional
Penyelenggaraan
Fungsi Kepolisian
Polsus,
PAM
Swakarsa, PPNS.

81

dan
serta

82

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

5
pelatihan secara
periodik;
d. Memberikan
bimbingan teknis
terkait tugas-tugas
Polsus;
e. Melakukan
koordinasi,
pertemuan,
perbantuan tugas,
dan supervisi secara
periodik.
4) Penguatan koordinasi
dan pengawasan PPNS.
a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas
dan kualitas PPNS.
b. Melakukan
koordinasi dengan
stakeholder yang
memiliki PPNS.
c. Melakukan rapat
koordinasi secara
periodik.
d. Membuat program
peningkatan
kemampuan PPNS
yang
dikoordinasikan
dengan stakeholder
terkait.
e. Melakukan
supervisi terhadap
hasil penyidikan
yang dilakukan oleh
PPNS.

6
Kompetensi dan
Kemampuan
serta
keterampilan
Polsus, Pam
Swakarsa dan
PPNS.
4)

Terlaksananya
penguatan
pembinaan
pembinaan
Polsus, Pam
Swakarsa dan
PPNS.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Polsus,
Swakarsa
PPNS.

Pam
dan

5) Rancangan Revisi
Perkap
tentang
Polsus,
PAM
Swakarsa
dan
PPNS.
6) Laporan
Hasil
Pelaksanaan
Penguatan
Pembinaan Khusus
Polsus,
PAM
Swakarsa, PPNS.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

5
f. Membantu
penyidikan kepada
stakeholder yang
memiliki
keterbatasan
PPNS.
5) Penguatan pembinaan
PAM swakarsa.
a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas
dan kualitas pam
swakarsa.
b. Melakukan
koordinasi dengan
perusahaan,
perkantoran
maupun
perumahan,
kampus/sekolah,
dan stakeholder
terkait yang
menggunakan jasa
pam swakarsa.
c. Melakukan
assessment
terhadap kelayakan
badan usaha jasa
pengamanan
(BUJP) dalam
menyelenggarakan
pelatihan pam
swakarsa
d. Melakukan
sertifikasi terhadap
pelatih pam
swakarsa pada

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

83

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

e.

f.

g.

h.

i.

j.

5
BUJP.
Melakukan
penertiban
terhadap BUJP
yang tidak sesuai
ketentuan regulasi.
Membuat rencana
pelatihan BUJP
yang distandarisasi
secara nasional.
Membuat buku
saku pelaksanaan
tugas pam
swakarsa.
Melakukan rapat
koordinasi dengan
pimpinan
perusahaan /
pimpinan BUJP /
kepala satpam
guna meningkatkan
sinergi antara pam
swakarsa dengan
polri.
Melaksanakan apel
bulanan pada
tingkat polda,
polres dan polsek.
Melakukan
supervisi
implementasi
pelaksanaan tugas
pam swakarsa
secara periodik.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6) Melaksanakan Anev

84

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

42.

Penguatan kerjasama
dengan civil society dlm
mengidentifikasi
masalah sosial & upaya
penyelesaiannya

Karobinopsnal
Baharkam

Itwasum,
Baharkam,
Baintelkam,
Bareskrim,
Divpropam,
Sops

1) Menginventarisasi dan
mendatakan
permasalahan sosial
yang menjadi perhatian
publik.
2) Mendatakan keluhan
masyarakat terkait
tindakan pemolisian yang
berimplikasi pada
pelanggaran HAM.
3) Melakukan koordinasi
dan kerjasama dengan
civil society untuk
mencari solusi
permasalahan tersebut.

1) Terinventarisasi
dan terdatanya
permasalahan
sosial yang
menjadi perhatian
publik.
2)

Terdatanya
keluhan
masyarakat
terkait tindakan
pemolisian yang
berimplikasi pada
HAM.

3)

Terlaksananya
koordinasi dan
kerjasama
dengan civil
society.

4)

Tersusunnya
Rencana Aksi
Terpadu selama
100 Hari.

4) Membuat rencana aksi.


5) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Berkurangnya
permasalahan sosial
yang terjadi dalam
masyarakat.

85

%
CAPAI
AN
8

KET
9
1) Laporan
Hasil
Pelaksanaan Rapat
Koordinasi dengan
civil society.
2) Laporan
Hasil
Inventarisasi
dan
Pendataan
Permasalahan
Sosial
3) Laporan
keluhan
masyarakat terkait
aksi
pemolisian
yang berimplikasi
pada
dugaan
pelanggaran HAM
dan atau kekerasan
eksesif.
4) Laporan
Hasil
Tindak
Lanjut
Penyelesaian
Keluhan
Masyarakat.
5) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan
civil society minimal
satu kali sebulan.
6) Laporan
Hasil
Pelaksanaan
Rencana
Aksi
minimal satu kali
sebulan.

PROGRAM 9: PENEGAKAN HUKUM YANG LEBIH PROFESIONAL DAN BERKEADILAN


POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Belum optimalnya tim terpadu penanganan konflik sosial tingkay nasional, provinsi dan
kabupaten/kota.

2.

Pada triwulan pertama 2016, 83% dari total 252 pengaduan masyarakat berasal dari keluhan
terkait penanganan tindak pidana.

3.

Kemampuan penyidik cyber crime yang minim, jumlah laboratorium forensik yang belum memadai
(7 Labfor seluruh Indonesia) serta minimnya jumlah Dokter Polisi menjadi tantangan dalam
penanganan pembuktian tindak pidana.

4.

Sinergi diantara criminal justice system dan aparat penegak hukum lainnya belum berjalan dengan
baik.

5.

Pada tahun 2015 penyelesaian perkara tindak pidana sebanyak 58,97% dari total 373.676 kasus
yang terjadi dan jumlah anggaran reserse sebesar Rp 814. 085.747.000,-. Untuk menangani 1
perkara dibutuhkan Rp. 12.710.000,-

yang jika dikalikan 373.676 kasus berjumlah

Rp.4.748.913.560.000,-, artinya masih terdapat kekurangan dana sebesar Rp. 3.934.827.813.000,-

86

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KEGIATAN
1.

Penanganan Kasus-Kasus yang Menjadi Perhatian Publik Meliputi Kejahatan Jalanan, Kejahatan
terhadap Perempuan dan Anak, Terorisme, Illegal Fishing, Korupsi, Narkoba, Cyber Crime dan
Penyelundupan

1)

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

Pembuatan SOP
berbasis check list
untuk penanganan
kasus-kasus yang
menjadi perhatian
publik.

1) Sosialisasi dan
implementasi sop berbasis
check list.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada tahap II.

2) Meningkatkan kualitas
peran Wassidik

2) Melaksanakan Anev

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada tahap
III.

2)

Mengoptimalkan peran
Wassidik dalam
penanganan tindak
pidana.

3)

Melakukan koordinasi
dan menyusun
program terpadu
dengan Komnas HAM,
Komnas Perempuan
dan Anak, BNPT,
BNN, Kementerian
Kelautan, Kejaksaan,
KPK, PPATK, Bea
Cukai, Kemenkominfo
dan stake holder
terkait lainnya.

4)

5)

Membuat rencana
pelatihan dalam
peningkatan
kemampuan dan
keterampilan
penanganan kasuskasus yang menjadi
perhatian publik.
Melakukan sosialisasi
regulasi baru terkait
kasus-kasus kejahatan
yang menjadi
perhatian publik.

2) Melaksanakan Anev

3) Meningkatkan frekuensi
koordinasi dengan
stakeholder untuk
menangani modus baru
kejahatan yang menjadi
atensi publik.
4) Meningkatnya koordinasi
dengan Komnas HAM,
Komnas Perempuan dan
Anak, BNPT, BNN,
Kementerian Kelautan,
Kejaksaan, KPK, PPATK,
Bea Cukai, Kemenkominfo
dan stake holder terkait
lainnya.
5) Melaksanakan pelatihan
dalam rangka peningkatan
kemampuan dan
keterampilan.
6) Implementasi regulasi baru
dalam proses penegakan
hukum.
7) Melanjutkan penegakan
hukum secara profesional
dan berkeadilan.
8) Melaksanakan Anev.

6)

Penegakan hukum
secara optimal.
a. Kejahatan Jalanan
Tentukan target
pelaku, benda dan
jaringan untuk
program 100 hari.
Bentuk tim khusus
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

87

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
ungkap target.
Lakukan razia
gabungan dengan
TNI dan Satpol PP
secara terus
menerus.
Tegakkan hukum
secara tegas
b. Kejahatan thd
Perempuan dan Anak :
Koordinasi dengan
Komnas
Perlindungan Anak,
Komnas Perempuan,
Bapas, Psikolog.
Koordinasi dengan
Kejaksaan.
Tegakkan hukum
secara tegas.
c. Terorisme :
Terupadaatenya
jaringan terorisme.
Tentukan target
terorisme.
Tentukan target
waktu pengungkapan
Kerjasama dengan
BNPT , kementerian
Agama, Tokoh utama
moderat dalam
rangka
menghilangkan
paham radikal.
Aktifkan kembali
wajib lapor 1x24 jam
bagi tamu yg
berkoordinasi dengan
RT/RW.
Buat Program
Deradikalisasi dan
Kontra Radikalisasi.
Tegakkan hukum
secara tegas.
d. Illegal Fishing :
Masing-masing
Dirpolair Tk. Mabes
minimal menangkap
4 kasus, Tk. Satwil
minimal 2 kasus.
Tindak tegas oknum
yang menjadi beking.
Apabila masih
terdapat ilegal fishing

88

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
di wilayahnya dan
ditangkap oleh
kesatuan yang lebih
atas akan diberikan
sanksi administratif.
e. Korupsi :
Tingkatkan sinergitas
dengan JPU dengan
BPKP dan PPATK
sejak awal
penyidikan.
Meningkatkan
kerjasama dengan
KPK dalam rangka
koordinasi dan
supervisi.
Menyusun target
Selra kasus Korupsi
pada Tk. Mabes dan
Tk. Satwil.
Lakukan OTT untuk
berikan efek jera.
f. Narkoba:
Lakukan pertemuan
dengan BNN atau
BNNP minimal satu
kali sebulan dalam
rangka pencegahan,
penindakan dan
rehabilitasi.
Lakukan sharing
dengan BNN dan
BNNP dan stake
holder terkait lainnya
tentang jaringan
Narkoba.
Upadaate jaringan
narkoba di wilayah
masing-masing.
Tindak tegas anggota
yang terlibat
penyalah gunaan
narkoba.
g. Cyber Crime
Buat tim khusus
penanganan CC
Tk. Mabes
menangani minimal 4
kasus, dan Tk. Polda
menangani minimal 2
kasus.
h. Kejahatan Ekonomi
lainnya.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

89

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
Buat tim khusus
penanganan
kejahatan ekonomi
lainnya.
Tk. Mabes
menangani minimal 4
kasus, Tk. Polda
menangani minimal 2
kasus.
Menindak tegas
anggota yang
menjadi beking.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

Catatan : Terapkan TPPU


terhadap semua pelaku
tindak pidana sesuai UU
TPPU.
7)

2.

Melaksanakan Anev.

Menghilangkan pungutan liar, pemerasan dan makelar kasus dalam proses penyidikan
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Sosialisasi melalui
banner, pamflet,
spanduk, selebaran dsb
tentang larangan
pungutan liar,
pemerasan dan
makelar kasus dalam
proses penyidikan.

1) Implementasi website/
public complain online.

1)

Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

2)

Melaksanakan Anev.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2) Membuka akses
kepada masyarakat
melalui website/ public
complain online
tentang keluhan
masyarakat terkait
proses penyidikan.

4) Melanjutkan proses
gakkum terhadap pelaku
pungli, pemerasan dan
makelar kasus.

3) Meningkatkan
pengawasan melekat
dan pengawasan
struktural dalam proses
penyidikan.

6) Melaksanakan Anev.

2) Menindaklanjuti komplain
masyarakat.
3) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
waskat dan peran wassidik.

2) Melaksanakan Anev.

5) Melaksanakan OTT
terhadap makelar kasus.

4) Penegakan hukum
terhadap pelaku
pungutan liar,
pemerasan dan
makelar kasus dalam
proses penyidikan.
5) Melaksanakan Anev.

90

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

3.

Menghilangkan Kecenderungan Rekayasa dan Berbelit-belit dalam Penanganan Kasus


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Menyusun SOP
penanganan perkara
berbasis check list dan
hasil.

1) Sosialisasi dan
implementasi SOP
penanganan perkara
berbasis check list.

1)

Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

1)

2) Membuat target waktu


dalam proses
penyelidikan dan
penyidikan.

2) Evaluasi terhadap target


waktu penyelesaian
perkara secara berkala.

2)

Melaksanakan Anev.

Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2)

Melaksanakan Anev.

3) Melakukan audit
investigasi terhadap
adanya rekayasa
kasus.
4) Melaksanakan gakkum
terhadap penyidik yang
melakukan rekayasa
kasus.

4.

3) Melanjutkan audit
investigasi terhadap
dugaan adanya rekayasa
kasus.
4) Melanjutkan Gakkum
terhadap penyidik yang
melakukan rekayasa
kasus.

5) Meningkatkan waskat
dan peran Wassidik.

5) Melanjutkan dan
mengoptimalkan waskat
dan peran wassidik.

6) Melaksanakan Anev.

6) Melaksanakan Anev.

Peningkatan Kemampuan Penyidikan Cybercrime, Ekonomi, Dokpol, Labfor dan Sertifikasi


Penyidik
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1)

2)

Melakukan pendataan
Almatsus yang dimiliki,
dan penyusunan
rencana kebutuhan
Almatsus yang
diperlukan untuk
pembuktian ilmiah.
Menyusun blue print
dan road map
kebutuhan Almatsus
untuk penyidikan
secara ilmiah.

3)

Menyusun rencana
latihan penggunaan
Almatsus yang telah
dimiliki.

4)

Melakukan sertifikasi
kemampuan teknis
penyidik.

5)

Melaksanakan Anev.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Pemenuhan Almatsus
penyidikan ilmiah sesuai
blue print dan road map.

1)

Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

1)

2) Melaksanakan pelatihan
penggunaan Almatsus
penyidikan ilmiah.

2)

Melaksanakan Anev.

Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2)

Melaksanakan Anev.

3) Melanjutkan sertifikasi
kemampuan teknis
penyidik.
4) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

91

5.

Peningkatan Sinergi CJS dan Penegak Hukum lainnya


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Mengevaluasi
implementasi kerjasama
antara Polri dengan
aparat CJS dan
penegak hukum.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
pelaksanaan rapat
koordinasi secara periodik
dengan aparat CJS dan
penegak hukum lainnya
dalam rangka mencari
solusi dan penyamaan
persepsi terkait
permasalahan penegakan
hukum.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2) Menginventarisasi,
mencari solusi dan
penyamaan persepsi
terkait permasalahan
penegakan hukum.
3) Melaksanakan rapat
koordinasi secara
periodik guna
pemecahan
permasalahan dan
penyamaan persepsi,
minimal 2 kali.

2) Melaksanakan Anev

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev.

6.

Peningkatan anggaran penyidikan dan modernisasi teknologi peralatan pendukung penyidikan


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1)

Mendatakan crime
total dan crime
clearence masingmasing Satwil.

1)

Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

1)

Memantapkan dan
melanjutkan kegiatan
pada Tahap III.

2)

Menyusun kebutuhan
anggaran ideal
penyidikan secara
bottom up (at cost)

1) Berkoordinasi dengan
Bappenas, Kemenkeu dan
DPR dalam rangka
meningkatkan anggaran
penyidikan dan pengadaan
alat pendukung
penyidikan.

2)

Melaksanakan Anev

2)

Melaksanakan Anev.

3)

92

Mendatakan dan
menyusun kebutuhan
anggaran dan
peralatan yang
modern.

4)

Mengajukan
kebutuhan anggaran
dan peralatan
pendukung penyidikan
kepada Bappenas,
Kemenkeu dan DPR.

5)

Melaksanakan Anev.

2) Pemenuhan anggaran
penyidikan dan pengadaan
peralatan modern secara
bertahap.
3) Pemenuhan pengadaan
peralatan modern secara
bertahap.
4) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

7.

Menyelesaikan Perkara-Perkara Yang Mudah dan Ringan Melalui Pendekatan Restoratif Justice.
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1)

Menyusun kajian
tentang pemberlakuan
restorative justice.

1) Melakukan seminar dan


FGD untuk melengkapi
kajian.

1) Menyusun kajian tentang


pemberlakuan restorative
justice.

1) Melakukan seminar
dan FGD untuk
melengkapi kajian.

2)

Melakukan
kategorisasi terhadap
perkara yang dapat
dilakukan restorative
justice.

2) Melakukan kategorisasi
terhadap perkara yang
dapat dilakukan
restorative justice.

3)

Menyusun rancangan
Perkap tentang
penyelesaian perkara
melalui restorative
justice.

2) Harmonisasi, pengesahan,
sosialisasi dan
implementasi Perkap
tentang penyelesaian
perkara mudah dan ringan
melalui pendekatan
restorative justice

2) Harmonisasi,
pengesahan,
sosialisasi dan
implementasi Perkap
tentang penyelesaian
perkara mudah dan
ringan melalui
pendekatan
restorative justice

4)

Melaksanakan Anev.

3) Melakukan koordinasi
dengan pihak-pihak
eksternal terkait.
4) Melaksanakan Anev.

3) Menyusun rancangan
Perkap tentang
penyelesaian perkara
melalui restorative
justice.
4) Melaksanakan Anev.

3) Melakukan koordinasi
dengan pihak-pihak
eksternal terkait.
4) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

93

Penjabaran Program 100 Hari


NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

IX. PENEGAKAN HUKUM YANG LEBIH PROFESIONAL DAN BERKEADILAN


43.

Penanganan kasus Penanggung


kasus yang menjadi
Jawab I :
perhatian publik
Dirtipideksus
meliputi kejahatan
Bareskrim
jalanan, kejahatan
Penanggung
terhadap perempuan
Jawab II :
dan anak, terorisme,
Dirpolair
illegal fishing, korupsi,
Baharkam
narkoba, cyber crime
dan kejahatan ekonomi
lainnya.

Baharkam,
1)
Bareskrim, Sops,
Divpropam,
Densus 88/AT

2)

Mengoptimalkan peran
Wassidik dalam
penanganan tindak
pidana.

3)

Melakukan koordinasi
dan menyusun program
terpadu dengan
Komnas HAM, Komnas
Perempuan dan Anak,
BNPT, BNN,
Kementerian Kelautan,
Kejaksaan, KPK,
PPATK, Bea Cukai,
Kemenkominfo dan
stake holder terkait
lainnya.

4)

94

Pembuatan SOP
berbasis check list
untuk penanganan
kasus-kasus yang
menjadi perhatian
publik.

Membuat rencana
pelatihan dalam
peningkatan
kemampuan dan
keterampilan
penanganan kasuskasus yang menjadi
perhatian publik.

1)

Tersusunnya
SOP berbasis
check list untuk
penanganan
kasus-kasus yang
menjadi perhatian
publik.

2)

Meningkatnya
peran Wasidik
dalam
penanganan
tindak pidana.

3)

4)

Terlaksananya
koordinasi
dengan Komnas
HAM, Komnas
Perempuan dan
Anak, BNPT,
BNN,
Kementerian
Kelautan,
Kejaksaan, KPK,
PPATK, Bea
Cukai,
Kemenkominfo
dan stake holder
terkait lainnya.
Tersusunnya
rencana pelatihan
dalam

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Meningkatnya
profesionalisme
penyidik dan rasa
aman masyarakat.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Ketua : Kabareskrim
Wakil : Kadivkum
1) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi
Pembahasan
Penyusunan SOP
berbasis check list
dan hasil.
2) SOP berbasis
Check List dan
Hasil.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan Tugas
Wasidik.
4) Laporan Hasil
Koordinasi dengan
Komnas HAM,
Komnas Perempuan
dan Anak, BNPT,
BNN, Kementerian
Kelautan,
Kejaksaan, KPK,
PPATK, Bea Cukai,
Kemenkominfo dan
stake holder terkait
lainnya.
5) Rencana tindak
lanjut hasil
koordinasi dengan
stake holder terkait.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

5
5)

Melakukan sosialisasi
regulasi baru terkait
kasus-kasus kejahatan
yang menjadi perhatian
publik.

6)

Penegakan hukum
secara optimal.
a. Kejahatan Jalanan
Tentukan target
pelaku, benda
dan jaringan
untuk program
100 hari.
Bentuk tim
khusus ungkap
target.
Tegakkan hukum
secara tegas
b. Kejahatan thd
Perempuan dan
Anak:
Koordinasi dengan
Komnas
Perlindungan Anak,
Komnas
Perempuan,
Bapas, Psikolog.
Koordinasi dengan
Kejaksaan.
Tegakkan hukum
secara tegas.
c. Terorisme :
Terupdatenya
jaringan terorisme.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
peningkatan
kemampuan dan
keterampilan
penanganan
kasus-kasus yang
menjadi perhatian
publik.
5)

6)

KET
9
6) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Pelatihan
peningkatan
kemampuan dan
keterampilan.
7) Laporan Hasil
Implementasi
program terpadu.

Terlaksananya
sosialisasi
regulasi baru
terkait kasuskasus kejahatan
yang menjadi
perhatian publik.

8) Laporan Hasil
Penegakan hukum

Konsistensi
penegakan
hukum.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

95

96

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
Tentukan target
terorisme.
Tentukan target
waktu
pengungkapan
Kerjasama dengan
BNPT ,
kementerian
Agama, Tokoh
utama moderat
dalam rangka
menghilangkan
paham radikal.
Buat Program
Deradikalisasi dan
Kontra
Radikalisasi.
Tegakkan hukum
secara tegas.
d. Illegal Fishing :
Masing-masing
Dirpolair Tk. Mabes
minimal
menangkap 4
kasus
Tindak tegas
oknum yang
menjadi beking.
Apabila masih
terdapat illegal
fishing di
wilayahnya dan
ditangkap oleh
kesatuan yang
lebih atas akan

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
diberikan sanksi
administratif.
e. Korupsi :
Tingkatkan
sinergitas dengan
JPU dengan BPKP
dan PPATK sejak
awal penyidikan.
Meningkatkan
kerjasama dengan
KPK dalam rangka
koordinasi dan
supervisi.
Menyusun target
Selra kasus
Korupsi pada Tk.
Mabes
Lakukan OTT
untuk berikan efek
jera.
f. Narkoba:
Lakukan
pertemuan dengan
BNN atau BNNP
minimal satu kali
sebulan dalam
rangka
pencegahan,
penindakan dan
rehabilitasi.
Lakukan sharing
dengan BNN dan
BNNP dan stake
holder terkait
lainnya tentang
jaringan Narkoba.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

97

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
Update jaringan
narkoba di wilayah
masing-masing.
Tindak tegas
anggota yang
terlibat penyalah
gunaan narkoba.
g. Cyber Crime
Buat tim khusus
penanganan CC
Tk. Mabes
menangani minimal
4 kasus
h. Kejahatan Ekonomi
lainnya.
Buat tim khusus
penanganan
kejahatan ekonomi
lainnya.
Tk. Mabes
menangani minimal
4 kasus
Menindak tegas
anggota yang
menjadi beking.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9

Catatan : Terapkan
TPPU terhadap semua
pelaku tindak pidana
sesuai UU TPPU.
7)
44.

98

Menghilangkan
pungutan liar,
pemerasan dan

Karopaminal
Divpropam

Itwasum,
Baharkam,
Bareskrim,

Melaksanakan Anev

1) Sosialisasi melalui
banner, pamflet,
spanduk, selebaran dsb

1) Tersosialisasinya
himbauan melalui
banner, pamflet,

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Hilangnya pungutan
liar, pemerasan dan
makelar kasus dalam

1)

Laporan Hasil
Sosialisasi
larangan pungutan

NO
1

KEGIATAN
2
makelar kasus dalam
proses penyidikan.

P. JAWAB
3

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

4
Divpropam,
Korlantas

5
tentang larangan
pungutan liar,
pemerasan dan makelar
kasus dalam proses
penyidikan.
2) Membuka akses kepada
masyarakat melalui
website/ public complain
online tentang keluhan
masyarakat terkait
proses penyidikan.
3) Meningkatkan
pengawasan melekat
dan pengawasan
struktural dalam proses
penyidikan.
4) Penegakan hukum
terhadap pelaku
pungutan liar,
pemerasan dan makelar
kasus dalam proses
penyidikan.

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
spanduk,
selebaran tentang
larangan pungutan
liar, pemerasan
dan makelar kasus
dalam proses
penyidikan.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7
proses penyidikan.

2) Tersedianya
website/ public
complain online
pada Bareskrim
3) Meningkatnya
pengawasan
penyidikan oleh
atasan penyidik
dan wasidik Tk.
Mabes
4) Konsistensi
Penegakan
Hukum.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
liar, pemerasan
dan makelar kasus
dalam proses
penyidikan.
2)

Laporan Keluhan
Masyarakat
melalui website /
public complain
online dan tindak
lanjutnya.

3)

Laporan Hasil
Pengawasan
penyidikan oleh
atasan penyidin
dan wasidik.

4)

Laporan Hasil
Penegakan
Hukum.

5) Melaksanakan Anev.
45.

Menghilangkan
kecenderungan
rekayasa dan berbelitbelit dalam
penanganan kasus

Karowasisidik
Bareskrim

Itwasum,
Baharkam,
Bareskrim,
Divpropam,
Divkum,
Korlantas

1) Menyusun SOP
penanganan perkara
berbasis check list dan
hasil.
2) Membuat target waktu
dalam proses
penyelidikan dan
penyidikan.

1) Tersusunnya SOP
penanganan
perkara berbasis
check list dan
hasil.

Meningkatnya
kepercayaan
masyarakat kepada
Polri khususnya
penyidik.

2) Tersusunnya
rencana
penyelidikan dan
penyidikan.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan Hasil
Pelaksanaan Rapat
Penyusunan SOP
penanganan
perkara berbasis
check list dan hasil.
2) SOP dan Laporan
Implementasinya.

99

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

3) Melakukan audit
investigasi terhadap
adanya rekayasa kasus.

3) Terlaksananya
audit investigasi
terhadap rekayasa
kasus.

3) Laporan Rencana
Penyelidikan dan
Penyidikan setiap
kasus.

4) Terlaksananya
waskat dan
meningkatnya
peran wasidik.

4) Laporan Hasil Audit


Investigasi terhadap
dugaan rekayasa
kasus.

4) Melaksanakan gakkum
terhadap penyidik yang
melakukan rekayasa
kasus.
5) Meningkatkan waskat
dan peran Wassidik.

46.

Peningkatan
kemampuan penyidikan
Cyber Crime, ekonomi,
dokpol, labfor dan
sertifikasi penyidik

Karobinops
Bareskrim

Baharkam,
Lemdiklat,
Bareskrim, Div
TI, Sarpras,
Srena,
Korlantas,
Puskeu,
Pusdokkes

1) Melakukan pendataan
almatsus yang dimiliki,
dan penyusunan rencana
kebutuhan almatsus yang
diperlukan untuk
pembuktian ilmiah.
2) Menyusun blue print dan
road map kebutuhan
almatsus untuk
penyidikan secara ilmiah.
3) Menyusun rencana
latihan penggunaan
almatsus yang telah
dimiliki.
4) Melakukan sertifikasi
kemampuan teknis
penyidik.
5) Melaksanakan Anev.

KET
9

5) Laporan Hasil
Pelaksanaan Tugas
oleh atasan penyidik
dan wasidik.

6) Melaksanakan Anev.

100

%
CAPAI
AN
8

NO

1) Terdatanya
almatsus yang
dimiliki dan
tersusunnya
rencana
kebutuhan
almatsus yang
diperlukan untuk
pembuktian ilmiah.
2) Tersusunnya blue
print dan road map
kebutuhan
almatsus untuk
penyidikan secara
ilmiah.
3) Tersusunnya
rencana latihan
penggunaan
almatsus yang
telah dimiliki.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Meningkatnya
kemampuan penyidik
yang didukung oleh
SCI (Scientific Crime
Investigation)

1)

Laporan Hasil
Rapat
Pembahasan
terkait almatsus
yang telah dimiliki
dan rencana
kebutuhan.

2)

Laporan Hasil
Pendataan
Almatsus yang
dimiliki dan
Rencana
Kebutuhannya.

3)

Laporan hasil
rapat pembahasan
blue print dan road
map kebutuhan
almatsus untuk
penyidikan secara
ilmiah.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

4) Tersusunnya
kriteria kompetensi
penyidik sesuai
bidangnya.

47.

Peningkatan sinergi
CJS dan penegak
hukum lainnya

Karokorwas
PPNS

Baharkam,
Bareskrim,
Divkum,
Korlantas

1) Mengevaluasi
implementasi kerjasama
antara Polri dengan
aparat CJS dan penegak
hukum.
2) Menginventarisasi,
mencari solusi dan
penyamaan persepsi
terkait permasalahan
penegakan hukum.
3) Melaksanakan rapat
koordinasi secara
periodik guna
pemecahan

1) Terevaluasinya
implementasi
kerjasama antara
Polri dengan
aparat CJS dan
penegak hukum.

Terselesaikan dan
adanya persamaan
persepsi
permasalahanpermasalahan terkain
penegakan hukum.

2) Terinventarisasi
dan adanya solusi
permasalahan
terkait penegakan
hukum.

KET
9
4)

Blue print dan


Road Map.

5)

Laporan Hasil
pelaksanaan
latihan.

6)

Laporan Hasil
Rapat
pembahasan
sertifikasi penyidik
dalam rangka
penyusunan
rancangan
Perpres.

7)

Rancangan
Perpres terkait
sertifikasi
kemampuan
penyidik..

1) Laporan Hasil
Evaluasi
implementasi
kerjasama antara
Polri dengan aparat
CJS dan penegak
hukum.
2) Laporan Hasil
Inventarisasi
Masalah dan solusi
yang ditawarkan.

3) Terlaksananya
rapat koordinasi
minimal 2 kali pada

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

3) Laporan hasil
pelaksanaan rapat
koordinasi.

101

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

5
permasalahan dan
penyamaan persepsi,
minimal 2 kali.

6
Tk. Mabes dan Tk.
Satwil.

%
CAPAI
AN
8

KET
9

4) Melaksanakan Anev.
48.

49.

102

Peningkatan Anggaran
Penyidikan Dan
Modernisasi Teknologi
Peralatan Pendukung
Penyidikan

Menyelesaikan
perkara-perkara yang
mudah dan ringan

Karorenmin
Bareskrim

Bareskrim,
Ssarpras,
Srena,
Puslitbang,
Puskeu

Dirtipidum

Baharkam,
Bareskrim,
Divpropam,

1)

Mendatakan crime total


dan crime clearence
masing-masing satwil.

2)

Menyusun kebutuhan
anggaran ideal
penyidikan secara
bottom up (at cost)

3)

Mendatakan dan
menyusun kebutuhan
anggaran dan
peralatan yang modern

4)

Mengajukan kebutuhan
anggaran dan peralatan
pendukung penyidikan
kepada Bappenas,
Kemenkeu dan DPR.

5)

Melaksanakan Anev.

1)

Menyusun kajian
tentang pemberlakuan
restorative justice.

1) Terkumpulirnya
crime total dan
crime clearence
masing-masing
satwil.

Meningkatnya kinerja
penyidik Polri.

2) Tersusunnya
kebutuhan
anggaran ideal
penyidikan secara
bottom up (at
cost).
3) Terdatakan dan
tersusunnya
kebutuhan
anggaran dan
peralatan yang
modern.
4) Diusulkannya
kebutuhan
anggaran dan
peralatan
pendukung
penyidikan kepada
Bappenas,
Kemenkeu dan
DPR.
1) Tersusunnya
kajian tentang
pemberlakuan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Meningkatnya
kepuasan masyarakat
dan penyelesaian

1)

Mengkumpulir
laporan Hasil
Pendataan crime
total dan crime
clearence masingmasing satwil.

2)

Laporan
Kebutuhan
Anggaran Ideal
dengan sistem at
cost.

3)

Laporan Rencana
Kebutuhan
anggaran dan
peralatan yang
modern.

4)

Adanya surat
usulan pengajuan
kebutuhan
anggaran dan
peralatan
pendukung
penyidikan kepada
Bappenas,
Kemenkeu dan
DPR.

1)

Naskah kajian
pemberlakuan
restorative justice.

NO
1

KEGIATAN
2
melalui pendekatan
restoratif justice.

P. JAWAB
3

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

4
Divkum,
Korlantas

5
2)

Melakukan kategorisasi
terhadap perkara yang
dapat dilakukan
restorative justice.

3)

Menyusun rancangan
Perkap tentang
penyelesaian perkara
melalui restorative
justice.

4)

Melaksanakan Anev.

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
restorative justice.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7
perkara.

2) Tersusunnya
kategorisasi
perkara yang dapat
dilakukan
restorative justice.
3) Tersusunnya SOP
penyelesaian
perkara melalui
restorative justice.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

103

%
CAPAI
AN
8

KET
9
2)

Naskah
kategorisasi
perkara yang
dapat dilakukan
restorative justice.

3)

SOP penyelesaian
perkara melalui
restorative justice.

PROGRAM 10: PENGUATAN PENGAWASAN


POTRET KONDISI SAAT INI
1.

Kerjasama Polri dalam rangka menjamin profesionalisme dan pelaksanaan sistem pengawasan
eksternal sudah berjalan dengan Ombudsman, BPK, BPKP, KPK, PPATK, Kompolnas dan LSM.

2.

Pelaksanaan sistem komplain masyarakat secara online belum berjalan secara terintegrasi.

3.

Tahun 2015 pengukuran kinerja dilaksanakan pada tingkat polda di 31 Polda, sedangkan pada
tahun 2016 dilaksanakan pengukuran kinerja di tingkat Satwil pada 70 Polres.

4.

Indeks tertinggi fungsi Lalu Lintas sebesar 6,71 indeks, dan terendah fungsi Polair yaitu 5,20,
dimana secara keseluruhan prinsip perilaku, efektivitas, transparansi dan keadilan menyumbang
nilai cukup tinggi, namun pada prinsip kompetensi, keadilan dan akuntabilitas pada umumnya
rendah.

KEGIATAN
1.

Memperkuat Kerjasama dengan Pengawas Eksternal dengan EMI dan IME


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Melakukan pendataan
permasalahan/
komplain yang
dilaporkan pada
pengawas eksternal.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutkan koordinasi
dengan pengawas
eksternal.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
koordinasi dengan
pengawas eksternal.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
koordinasi dengan
pengawas eksternal.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

2) Menindaklanjuti
komplain yang diterima
dari pengawas
eksternal secara tepat,
proporsional,
profesional, dan tuntas.
3) Melakukan koordinasi
secara berkala dengan
pengawas eksternal.
4) Melaksanakan Anev.

2.

Memperbaiki Sistem Komplain Masyarakat Secara Online


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Mengevaluasi sistem
komplain masyarakat
online.

104

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Mengimplementasi sistem
komplain masyarakat
secara online pada seluruh
jajaran.

1) Melanjutkan
implementasi sistem
komplain masyarakat
secara online pada

1) Memantapkan dan
melanjutkan kegiatan
pada Tahap III.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
2) Menginstruksikan
implementasi sistem
online ke seluruh
jajaran.
3) Menyusun SOP tentang
tindak lanjut
penanganan komplain
secara online.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
2) Sosialisasi dan
implementasi SOP tentang
tindak lanjut penanganan
komplain secara online
pada seluruh jajaran.
3) Melaksanakan Anev.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)
seluruh jajaran.
2) Melanjutkan
implementasi SOP
tentang tindak lanjut
penanganan komplain
secara online pada
seluruh jajaran.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)
2) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan Anev

3.

Meningkatkan Sistem Penilaian Indeks Tata Kelola Kepolisian (ITK)


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
Melakukan kerjasama
dengan kemitraan dalam
rangka finalisasi
penyusunan hasil
pengukuran kinerja di 70
Polres.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

1) Launching hasil ITK tingkat


polres

1) Merencanakan dan
1) Melanjutkan dan
melaksanakan
memantapkan
pengukuran kinerja
pengukuran kinerja
lanjutan di 140 Polres dan
pada polres yang
33 Polda.
belum dilakukan
pengukuran.
2) Melaksanakan Anev
2) Melaksanakan Anev.

2) Penyebaran hasil
(deseminasi) pengukuran
kinerja di 70 Polres
3) Merencanakan dan
melaksanakan pengukuran
kinerja lanjutan di 70
Polres dan 32 Polda.

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

4) Melaksanakan Anev.

4.

Membuat Sistem Pengawasan Untuk Menekan Budaya Korupsi Internal


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melakukan pendataan
daftar jabatan yang
harus melaporkan harta
kekayaan pribadi
kepada pengawas
internal Polri.

1) Tersusunnya daftar jabatan


yang diwajibkan
menyerahkan laporan harta
kekayaan kepada tim
pengawas internal.

1) Melanjutkan pelaporan
kekayaan kepada
pengawas internal sesuai
Perkap.

1) Memantapkan dan
melanjutkan kegiatan
pada Tahap III.

2) Membuat rancangan
Perkap tentang sistem
pelaporan harta
kekayaan anggota polri
secara internal
organisasi.
3) Membuat rancangan
Perkap tentang bisnis
anggota Polri dan
keluarganya.
4) Melaksanakan Anev.

2) Melanjutkan penyusunan
rancangan Perkap tentang
sistem pelaporan harta
kekayaan anggota polri
secara internal organisasi
dan Perkap tentang bisnis
anggota Polri dan
keluarganya.
3) Harmonisasi, pengesahan,
sosialisasi dan
implementasi Perkap
tentang sistem pelaporan
harta kekayaan anggota

2) Melanjutkan verifikasi
bisnis anggota Polri dan
keluarganya sesuai
Perkap.

2) Melaksanakan Anev.

3) Memberikan reward &


punishment terhadap
ketaatan anggota dalam
pelaporan LHKPN.
4) Memantapkan sistem
whistle blower online
untuk internal Polri.
5) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

105

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
polri secara internal
organisasi dan Perkap
tentang bisnis anggota
Polri dan keluarganya..

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

4) Mengoptimalkan sistem
whistle blower online untuk
internal Polri.
5) Melaksanakan Anev.

106

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Penjabaran Program 100 Hari


NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Karorenmin
Itwasum

Itwasum,
Divkum,
Divpropam, Div
Humas

1) Melakukan pendataan
permasalahan/ komplain
yang dilaporkan pada
pengawas eksternal.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Ketua : Wairwasum
Wakil :
Kadivpropam

X. PENGUATAN PENGAWASAN
50.

Memperkuat kerjasama
dengan pengawas
eksternal dengan EMI
(Eksternal Membantu
Internal) dan IME
(Internal Memanfaatkan
Eksternal)

2) Menindaklanjuti komplain
yang diterima dari
pengawas eksternal
secara tepat,
proporsional, profesional,
dan tuntas.
3) Melakukan koordinasi
secara berkala dengan
pengawas eksternal.
4) Melaksanakan Anev.

1) Terdatanya
permasalahan/
komplain
masyarakat yang
dilaporkan pada
pengawas
eksternal.

Berkurangnya
penyimpangan dan
pelanggaran oleh
oknum Polri.

2) Terlaksananya
tindak lanjut
komplain yang
diterima dari
pengawas
eksternal secara
tepat, proporsional,
profesional, dan
tuntas.

1)

Laporan Hasil
Pendataan
permasalahan/
komplain yang
dilaporkan pada
pengawas
eksternal.

2)

Laporan Hasil
Tindak Lanjut
komplain yang
diterima dari
pengawas
eksternal.

3)

Laporan Hasil
Koordinasi dg
pengawas
eksternal minimal
satu kali sebulan.

1)

Laporan Hasil
Evaluasi dan
Tindak Lanjutnya
pada Tk. Mabes
dan mengkumpulir
laporan Tk. Satwil.

2)

Terkirimnya
telegram instruksi

3) Terlaksananya
koordinasi dengan
pengawas
eksternal.
51.

Memperbaiki sistem
komplain masyarakat
secara online

Karorenmin
Itwasum

Itwasum,
Divpropam, Div
TI, Divkum

1)

Mengevaluasi sistem
komplain masyarakat
online.

2)

Menginstruksikan
implementasi sistem
online ke seluruh
jajaran.

1) Terlaksananya
evaluasi
implementasi
sistem komplain
secara online

Meningkatnya
aksesibilitas dan peran
serta masyarakat
dalam pengawasan
kinerja Polri.

2) Terlaksananya
instruksi
implementasi

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

107

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
sistem online ke
seluruh jajaran

3)

4)

Menyusun SOP tentang


tindak lanjut
penanganan komplain
secara online.
Melaksanakan Anev

KET
9
implementasi
sistem online ke
seluruh jajaran
3)

Laporan Hasil
Rapat koordinasi
pembahasan
penyusunan SOP
tentang tindak
lanjut penanganan
komplain secara
online.

4)

SOP tentang
tindak lanjut
penanganan
komplain secara
online.

52.

Meningkatkan sistem
penilaian Indeks Tata
Kelola kepolisian (ITK)

KaroRBP Srena

Itwasum,
Srena,
Divpropam

Melakukan kerjasama
dengan kemitraan dalam
rangka finalisasi
penyusunan hasil
pengukuran kinerja di 70
Polres.

Terlaksananya
kerjasama dengan
kemitraan dalam
rangka finalisasi
penyusunan hasil
pengukuran kinerja di
70 Polres

Terselesaikannya
pengukuran ITK pada
70 Polres

Laporan pelaksanaan
hasil pengukuran ITK
pada 70 Polres

53.

Membuat sistem
pengawasan untuk
menekan budaya
korupsi internal.

KaroRBP Srena

Itwasum,
Divpropam,
Divkum

1) Melakukan pendataan
daftar jabatan yang harus
melaporkan harta
kekayaan pribadi kepada
pengawas internal Polri.

1) Terlaksananya
pendataan daftar
jabatan yang harus
melaporkan harta
kekayaan pribadi
kepada pengawas
internal Polri.

Berkurangnya budaya
korupsi di internal Polri

1)

Laporan Hasil
Pendataan jabatan
yang harus
melaporkan harta
kekayaan pribadi
kepada pengawas
internal Polri.

2)

Laporan Hasil
Rapat
Pembahasan

2) Membuat rancangan
Perkap tentang sistem
pelaporan harta
kekayaan anggota polri
secara internal

108

3) Tersusunnya SOP
tentang tindak
lanjut penanganan
komplain secara
online.

%
CAPAI
AN
8

2) Tersusunnya
rancangan Perkap
tentang sistem

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
organisasi.
3) Membuat rancangan
Perkap tentang bisnis
anggota Polri dan
keluarganya.
4) Melaksanakan Anev.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
pelaporan harta
kekayaan anggota
Polri secara
internal organisasi.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Rancangan
Perkap tentang
sistem pelaporan
harta kekayaan
anggota polri
secara internal
organisasi dan
rancangan Perkap
tentang bisnis
anggota Polri dan
keluarganya.

3) Tersusunnya
rancangan Perkap
tentang bisnis
anggota Polri dan
keluarganya.
3)

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

109

Rancangan
Perkap tentang
sistem pelaporan
harta kekayaan
anggota polri
secara internal
organisasi dan
Perkap tentang
bisnis anggota
Polri dan
keluarganya.

PROGRAM 11: MELANJUNTUKAN PROGRAM QUICK WINS


KEGIATAN
1.

Penertiban dan Penegakan Hukum bagi Organisasi Radikal dan Anti Pancasila
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Mengidentifikasi dan
memetakan kelompok
radikal anti Pancasila
2) Optimalnya kinerja tim
pemantau dan
pengawas organiasasi
radikal dan anti
Pancasila
3) Melaksanakan Anev.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Mengoptimalkan kinerja
tim dengan instansi terkait
penanganan kelompok
organisasi radikal dan anti
Pancasila.

1) Melanjutkan identifikasi
dan pemetaan kembali
jaringan kelompok
radikal dan anti
Pancasila (upadaate).

1)

Memantapkan dan
melanjutkan kegiatan
pada Tahap III.

2)

Melaksanakan Anev.

2) Membuat rekomendasi
untuk pembubaran
organisasi radikal dan anti
Pancasila yang sering
melakukan pelanggaran
hukum.

2) Meningkatkan dan
memantapkan kinerja tim
dengan instansi terkait
penanganan kelompok
organisasi radikal dan
anti Pancasila.

3) Melakukan penertiban
dan penegakan hukum
terhadap organisasi
radikal dan anti Pancasila
dan
pelaku aksi
anarkhis atau
pelanggaran hukum
lainnya

3) Melanjutkan pembuatan
rekomendasi untuk
pembubaran organisasi
radikal dan anti
Pancasila yang sering
melakukan pelanggaran
hukum.

4) Melakukan proses hukum


terhadap pelakunya
5) Melakukan pembinaan,
penggalangan, dan
bimbingan terhadap
organisasi radikal dan
anti Pancasila
6) Melaksanakan Anev

4) Melanjutkan penertiban
dan penegakan hukum
terhadap organisasi
radikal dan anti
Pancasila dan
pelaku aksi anarkhis
atau pelanggaran hukum
lainnya.
5) Melakukan proses
hukum terhadap
pelakunya
6) Melanjutkan pembinaan,
penggalangan, dan
bimbingan terhadap
organisasi radikal dan
anti Pancasila.
7) Melaksanakan Anev.

110

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

2.

Perburuan dan Penangkapan Gembong Teroris Santoso dan Jejaring Terorisme


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Mengumpulkan data
intelijen tentang
Santoso dan jaringan
teroris
2) Melanjutkan operasi
pengejaran dan
penangkapan terhadap
Santoso dan
kelompoknya

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutkan operasi hingga


tertangkapnya Santoso dan
jejaringnya.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

2) Melakukan proses hukum


terhadap Santoso dan
jaringannya.

2) Melaksanakan Anev.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.
2) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan evaluasi
operasi gabungan yang
didukung TNI.
4) Melaksanakan Anev.

3.

Aksi Nasional Pembersihan Preman dan Premanisme


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Membuat petunjuk dan
arahan kepada jajaran
tentang penyelidikan
keberadaan preman
dan premanisme.
2) Melanjutkan identifikasi
dan pendataan preman
dan premanisme
(upadaate).
3) Menyusun rencana
kegiatan kepolisian
yang ditingkatkan.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutan kegiatan
pemberantasan preman
dan premanisme.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

2) Melakukan koordinasi
dengan kemensos untuk
pembinaan dan bimbingan
terhadap eks preman dan
premanisme.

2) Melaksanakan Anev.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.
2) Melaksanakan Anev.

3) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan kegiatan
aksi Nasional
pembersihan preman
dan premanisme
5) Terlaksananya
kerjasama dengan
komponen masyarakat
dan instansi terkait
dalam rangka
mencegah preman dan
premanisme.
6) Termonitornya hasil
operasi dan kegiatan
melalui vicon.
7) Melaksanakan Anev.
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

111

4.

Pembentukan dan Pengektifan Satgas Ops Polri Kontra Radikal dan Deradikalisasi (khusus ISIS)
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Melanjutkan
pelaksanaan tugas
Satgas operasi.
2) Meng-upadaate dan
memetakan kelompok
radikal pengikut/
pendukung ISIS.
3) Meng-upadaate data
pendukung ISIS yang
sudah berangkat dan
atau kembali dari
Suriah.
4) Meningkatkan
kerjasama dengan
imigrasi, Densus, dan
MUI.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutkan deradikalisasi
baik langsung maupun
memanfaatkan ulama
moderat dan MUI.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2) Melaksanakan koordinasi
dengan Pemda,
Kemensos,
Kemenakertrans dan
instansi terkait untuk
memberikan keterampilan
dan kesempatan kerja.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Melakukan penegakan
hukum terhadap pengikut
ISIS yang melanggar
hukum.
4) Melaksanakan Anev.

5) Melaksanakan
penegakan hukum
terhadap pengikut ISIS
yang melanggar hukum.
6) Melakukan
deradikalisasi baik
langsung maupun
memanfaatkan ulama
moderat dan MUI.
7) Melaksanakan Anev.

5.

Pemberlakukan Rekrutmen Terbuka untuk Jabatan di Lingkungan Polri (Polres, Polda, Mabes
Polri)
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Mengoptimalkan fungsi
assesment center dan
peran assesornya.

1) Melanjutkan optimalisasi
fungsi assesment center
dan peningkatan kualitas
assesornya.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2) Implementasi SOP
tentang rekrutmen
terbuka untuk jabatan di
lingkungan Polri.
3) Mengoptimalkan peran
tim seleksi.
4) Memperbarui data
pendukung : rekam
jejak dan catatan
personel.

112

2) Memperbarui data
pendukung : rekam jejak
dan catatan personel
(upadaate).

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Membuat pakta integritas


terhadap tim seleksi.
4) Melanjutkan assesment
untuk jabatan strategis
pada Tk. Mabes, Tk. Polda

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
5) Berlanjut dan
meningkatnya kualitas
pelaksanaan seleksi.
6) Melaksanakan
assesment untuk
jabatan strategis secara
bertahap.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)
dan Tk. Polres.

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

5) Melaksanakan vicon untuk


pelaksanaan program ke
seluruh jajaran.
6) Melaksanakan Anev.

7) Melaksanakan vicon
untuk pelaksanaan
program ke seluruh
jajaran.
8) Melaksanakan Anev.

6.

Polisi Sebagai Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Melanjutkan
implementasi buku
panduan serta latihan
Revolusi Mental pada
Lemdiklat secara
intensif.

1) Melanjutkan dan
memperkuat Implementasi
Polri sebagai penggerak
Revolusi Mental dan
pelopor tertib sosial di
ruang publik.

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2) Mengoptimalkan peran
tim penggerak di
masing-masing Polda
dan penataran.

2) Melakukan kaderisasi tim


penggerak pada Tk. Polda
dan Tk. Polres.

3) Meningkatkan kuantitas
dan kualitas jam
pimpinan untuk
memberikan
pembekalan tentang
sikap peduli pada
perilaku masyarakat
yang tidak
mencerminkan budaya
baik.

2) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Melakukan pengawasan
pelaksanaan program
(waskat).
4) Menerapkan reward and
punishment.
5) Melaksanakan Anev.

4) Melaksanakan arahan
untuk menekankan
pada anggota agar
menjadi penggerak dan
pelopor perilaku budaya
dan anggota Polri harus
menjadi teladan dan
menegur masyarakat
yang melanggar.
5) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

113

7.

Pembentukan Tim Internal Anti Korupsi (Melibatkan Unsur publik dan KPK)
Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Mengoptimalkan kinerja
tim penertib internal
Polri sesuai tugas dan
kewenangannya.

1) Memanfaatkan whistle
blower system on-line
untuk sarana melaporkan
adanya penyimpangan
oleh anggota dan pejabat
Polri

1) Melanjutkan dan
meningkatkan kualitas
kegiatan pada Tahap II.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
kegiatan pada Tahap
III.

2) Melaksanakan
penyempurnaan
peraturan yang dapat
mempersempit
terjadinya korupsi
(LHKPN, pembelian
barang mewah, pola
hidup sederhana, dan
verifikasi bisnis
anggota Polri)

2) Melaksanakan Anev

2) Melaksanakan Anev.

2) Melakukan perbaikan
sistem pada pekerjaan
yang rawan penyimpangan
3) Melanjutkan implementasi
buku petunjuk pencegahan
korupsi di lingkungan Polri.
4) Melaksanakan Anev.

3) Membuka akses
masyarakat untuk
memberikan informasi.
4) Melaksanakan Anev.

8.

Crash Program Pelayanan Masyarakat: Pelayanan Bersih dari Percaloan


Tahap I (100 hari)
(15 Juli 22 Okt 2016)
1) Melaksanakan evaluasi
dan implementasi
sistem pembayaran
pelayanan SIM, STNK,
BPKB dan SKCK
melalui kartu debit/kredit
dari seluruh bank
pemerintah.
2) Meningkatnya
pengawasan atasan
3) Melakukan
pembersihan terhadap
aksi calo di Satpas dan
Samsat.
4) Menyediakan akses
kepada masyarakat
untuk memberi
masukan adanya calo.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

1) Memberikan reward &


punishment kepada
KaSatker terkait
keberadaan calo pada
Satpas dan Samsat.

1) Memberikan reward &


punishment kepada
KaSatker terkait
keberadaan calo pada
Satpas dan Samsat.

1) Melanjutkan dan
memantapkan
pelaksanaan kegiatan
pada Tahap III.

2) Melanjutkan pembersihan
terhadap aksi calo pada
Satpas dan Samsat.

2) Melanjutkan
pembersihan terhadap
aksi calo pada Satpas
dan Samsat.

3) Mengembangkan sistem
pembayaran online pada
Satpas SIM di Polda Jabar,
Banten, Sumatera,
Sulawesi, Bali, NTB dan
NTT.
4) Melaksanakan Anev.

2) Melaksanakan Anev.

3) Melanjutkan
pengembangan sistem
pembayaran online pada
Satpas SIM di Polda
Jabar, Banten,
Sumatera, Sulawesi,
Bali, NTB dan NTT

5) Mengembangnya
sistem pembayaran
online : pembuatan SIM
dengan menggunakan
kartu ATM, EDC, dan
internet banking dari

114

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tahap I (100 hari)


(15 Juli 22 Okt 2016)
seluruh bank
pemerintah pada 75
Satpas SIM di Polda
Jatim dan Jateng, 71
Satpas di seluruh Polda
Kalimantan, Maluku,
Papua dan Yogyakarta;
Pembayaran STNK
dengan menggunakan
kartu ATM dan EDC
dari seluruh bank
pemerintah di Polda
Metrojaya, Jabar, dan
Jatim.

Tahap II
(23 Okt 2016 31 Des 2017)

Tahap III
(1 Jan 2018 31 Des 2019)

Tahap IV
(1 Jan 2020 31 Des 2021)

6) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

115

Penjabaran Program 100 Hari


NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

XI. MELANJUTKAN PROGRAM QUICK WINS


54.

Penertiban dan
penegakan hukum bagi
organisasi radikal dan
anti Pancasila

Kabaharkam

Bareskrim,
1) Mengidentifikasi dan
Baintelkam,
memetakan kelompok
Densus 88/AT,
radikal anti Pancasila
Satwil
2) Optimalnya kinerja tim
pemantau dan pengawas
organiasasi radikal dan
anti Pancasila

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Ketua : Irwasum
Wakil : Assops

Tersusunnya database
kelompok radikal anti
Pancasila

Terpetakannya
kelompok radikal anti
Pancasila

Laporan bulanan
Kabareskrim (3 kali)

Tertangkapnya
Santoso atau
jejaringnya

Berlanjutnya Operasi
Tinombala

Laporan bulanan
Densus 88 AT Polri (3
kali)

1) Membuat petunjuk dan


arahan kepada jajaran
tentang penyelidikan
keberadaan preman dan
premanisme.

1) Tersusunnya
renops
pembersihan
preman dan
premanisme

Terlaksananya operasi
pembersihan preman

Laporan oleh Asops


Kapolri

2) Melanjutkan identifikasi
dan pendataan preman

2) Terlaksananya
operasi

3) Melaksanakan Anev.
55.

Perburuan dan
penangkapan gembong
teroris Santoso dan
jejaring terorisme

Kabareskrim

Densus 88/AT, 1) Mengumpulkan data


Baintelkam,
intelijen tentang Santoso
Sops,Satwil
dan jaringan teroris
2) Melanjutkan operasi
pengejaran dan
penangkapan terhadap
Santoso dan
kelompoknya
3) Melaksanakan evaluasi
operasi gabungan yang
didukung TNI.
4) Melaksanakan Anev.

56.

116

Aksi Nasional
pembersihan preman
dan premanisme

Kabareskrim

Baharkam,
Bareskrim,
Sops, Div
Humas, Satwil

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
dan premanisme
(update).
3) Menyusun rencana
kegiatan kepolisian yang
ditingkatkan.
4) Melaksanakan kegiatan
aksi Nasional
pembersihan preman dan
premanisme

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
pembersihan
preman dan
premanisme

%
CAPAI
AN
8

KET
9

3) Terlaksananya
penegakan hukum
terhadap preman
dan premanisme

5) Terlaksananya
kerjasama dengan
komponen masyarakat
dan instansi terkait dalam
rangka mencegah
preman dan premanisme.
6) Termonitornya hasil
operasi dan kegiatan
melalui vicon.
7) Melaksanakan Anev.
57.

Pembentukan dan
pengefektifan satgas
operasi Polri kontra
radikal dan
deradikalisasi.

Kabaintelkam

Baharkam,
Baintelkam,
Satwil.

1) Melanjutkan
pelaksanaan tugas
Satgas operasi.

Terbentuknya Satgas
kontra radikal dan
deradikalisasi

Berlanjutnya Satgas
kontra radikal dan
deradikalisasi

2) Meng-update dan
memetakan kelompok
radikal pengikut/
pendukung ISIS.
3) Meng-update data
pendukung ISIS yang
sudah berangkat dan
atau kembali dari Suriah.
4) Meningkatkan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

117

Laporan langsung
Kabik kepada Kapolri
dan Wakapolri

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

5
kerjasama dengan
imigrasi, Densus, dan
MUI.

%
CAPAI
AN
8

KET
9

5) Melaksanakan
penegakan hukum
terhadap pengikut ISIS
yang melanggar hukum.
6) Melakukan deradikalisasi
baik langsung maupun
memanfaatkan ulama
moderat dan MUI.
7) Melaksanakan Anev.
58.

Pemberlakukan
rekruitmen terbuka
untuk jabatan di
lingkungan Polri

As SDM

SSDM, Satwil.

1) Mengoptimalkan fungsi
assesment center dan
peran assesornya.
2) Implementasi SOP
tentang rekrutmen
terbuka untuk jabatan di
lingkungan Polri.

Terbangunnya sistem
rekam jejak perwira
dan catatan personel
Polri

3) Mengoptimalkan peran
tim seleksi.
4) Memperbarui data
pendukung : rekam jejak
dan catatan personel.
5) Berlanjut dan
meningkatnya kualitas
pelaksanaan seleksi.
6) Melaksanakan
assesment untuk jabatan
strategis secara
bertahap.

118

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Terlaksananya
rekruitmen terbuka
untuk jabatan di
lingkungan Polri

Laporan Kapolri

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Tersebar dan
tersosialisasinya buku
panduan revolusi
mental pada setiap
personel Polri

Terlaksananya
sosialiasi Polri sebagai
penggerak revolusi
mental

%
CAPAI
AN
8

KET
9

7) Melaksanakan vicon
untuk pelaksanaan
program ke seluruh
jajaran.
8) Melaksanakan Anev.
59.

Polisi sebagai
penggerak revolusi
mental dan pelopor
tertib sosial di ruang
publik

Kabaharkam

Lemdiklat,
Srena,
Div
Humas, Satwil

1) Melanjutkan
implementasi buku
panduan serta latihan
Revolusi Mental pada
Lemdiklat secara intensif.
2) Mengoptimalkan peran
tim penggerak di masingmasing Polda dan
penataran.
3) Meningkatkan kuantitas
dan kualitas jam
pimpinan untuk
memberikan pembekalan
tentang sikap peduli pada
perilaku masyarakat yang
tidak mencerminkan
budaya baik.
4) Melaksanakan arahan
untuk menekankan pada
anggota agar menjadi
penggerak dan pelopor
perilaku budaya dan
anggota Polri harus
menjadi teladan dan
menegur masyarakat
yang melanggar.
5) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

119

Penurunan tim ke
Satwil untuk mengecek
pelaksanaan

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Irwasum

Divpropam,
Divkum, Satwil.

1) Mengoptimalkan kinerja
tim penertib internal Polri
sesuai tugas dan
kewenangannya.

Tersusunnya
rancangan Peraturan
mengenai LHKPN,
pembelian barang
mewah, pola hidup,
dan bisnis anggota
Polri.

60.

Pembentukan tim
internal anti korupsi

2) Melaksanakan
penyempurnaan
peraturan yang dapat
mempersempit terjadinya
korupsi (LHKPN,
pembelian barang
mewah, pola hidup
sederhana, dan verifikasi
bisnis anggota Polri)

%
CAPAI
AN
8

KET
9

Tersusunnya aturan
pendukung budaya
anti korupsi

Disusun oleh tim


perumus dari
Divpropam, Divkum,
Bareskrim, dll

Terlaksananya
pelayanan yang bersih
melalui sistem online

Pemantapan server dan


jaringan Polri

3) Membuka akses
masyarakat untuk
memberikan informasi.
4) Melaksanakan Anev.
61.

Crash Program
pelayanan masyarakat:
pelayanan bersih dari
percaloan

Kakorlantas

Divpropam,
Baintelkam,
Bareskrim,
Baharkam,
Korlantas,
Satwil

1) Melaksanakan evaluasi
dan implementasi sistem
pembayaran pelayanan
SIM, STNK, BPKB dan
SKCK melalui kartu
debit/kredit dari seluruh
bank pemerintah.
2) Meningkatnya
pengawasan atasan
3) Melakukan pembersihan
terhadap aksi calo di
Satpas dan Samsat.
4) Menyediakan akses
kepada masyarakat
untuk memberi masukan

120

Terlaksananya
pelayanan SIM baru
secara online pada
75 Satpas SIM di
Polda Jatim dan
Jateng, 71 Satpas di
seluruh Polda
Kalimantan, Maluku,
Papua dan
Yogyakarta;
Pembayaran STNK
dengan
menggunakan kartu
ATM dan EDC dari
seluruh Bank
Pemerintah di Polda

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
adanya calo.
5) Mengembangnya sistem
pembayaran online :
pembuatan SIM dengan
menggunakan kartu
ATM, EDC, dan internet
banking dari seluruh
bank pemerintah pada 75
Satpas SIM di Polda
Jatim dan Jateng, 71
Satpas di seluruh Polda
Kalimantan, Maluku,
Papua dan Yogyakarta;
Pembayaran STNK
dengan menggunakan
kartu ATM dan EDC dari
seluruh Bank Pemerintah
di Polda Metrojaya,
Jabar, dan Jatim.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
Metrojaya, Jabar,
dan Jatim.

6) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

121

%
CAPAI
AN
8

KET
9

BAB III
PENJABARAN DAN IMPLEMENTASI
PROGRAM PRIORITAS KAPOLRI PADA TINGKAT POLDA DAN POLRES
PROGRAM 1: PEMANTAPAN REFORMASI INTERNAL POLRI
Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

P. JAWAB

1
2
3
I. PEMANTAPAN REFORMASI INTERNAL POLRI
1.

122

Peningkatan
internal

soliditas

Karo SDM

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Biro SDM, 1) Melaksanakan konsolidasi 1) Terlaksananya


1)
Itwasda,
dan commander wish
konsolidasi
dan
Bid Propam,
kepada seluruh Kapolres,
Commander Wish
Bid TI,
Kapoles dan anggota
kepada
seluruh
Polres
jajaran kewilayahan
Kapolres, Kapoles
2)
secara berjenjang.
dan anggota jajaran
kewilayahan secara
2) Intensifikasi jam pimpinan
berjenjang.
3) Polda mengeluarkan
2) Terlaksananya
Telegram berupa instruksi
Intensifikasi
agar dilaksanakan jam
komunikasi
pimpinan di setiap level
pimpinan
dan
organisasi :
bawahan
a. Tk. Polda satu kali
seminggu.
3) Diterbitkannya
b. Tk. Polres dua kali
instruksi
untuk
seminggu.
melaksanakan jam
c. Melaksanakan Anev
pimpinan di setiap
level
organisasi
secara
periodik
guna
membuat
ruang komunikasi
antara pimpinan dan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Tersosialisasinya
arah
kebijakan
Kapolri
kepada
seluruh jajaran.
Terbukanya
komunikasi
pimpinan
bawahan.

ruang
antara
dan

%
CAPAI
AN
8

KET
9
1) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Commander Wish
kepada Sekretariat di
Mabes Polri.
2) Penambahan fitur Jam
Pimpinan pada website
Polri www.polri.go.id
3) Terbitnya Telegram
Instruksi Pelaksanaan
Jam Pimpinan
Laporan Pelaksanaan :
a. Tk. Polda satu kali
seminggu.
b. Tk. Polres dua kali
seminggu.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
bawahan.

%
CAPAI
AN
8

KET
9

4) Terbentuknya satu
fitur jam pimpinan
pada website.
2.

Konsistensi pembinaan
karir berdasarkan Merit
System dan Rekam
Jejak

Karo SDM

Biro SDM,
Itwasda,
Bidpropam,
Bidkum,
Polres.

1) Polda menyusun anev


menyeluruh tentang
pembinaan karir kepada
jajaran.
2) Sosialisasi KEP Kapolri
tentang rekam jejak
ditingkat Satwil selesai
dilaksanakan.
3) Mengevaluasi
implementasi Assessment
Center dalam mendukung
pembinaan karir di tingkat
Satwil.

1) Tersusunnya anev
menyeluruh tentang
Pembinaan Karir
2) Tersosialisasinya
KEP
Kapolri
tentang
rekam
jejak.
3) Terevaluasinya
implementasi
Assesment Center
dalam pembinaan
karir.

1) Berkurangnya
ketidakpuasan
dalam pembinaan
karir.
2) Konsistensi
pembinaan karir
yang mengacu
pada
Merit
System
dan
Rekam Jejak.

1) Laporan Hasil Anev


pada Tk. Satwil dan
Jajaran.
2) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Sosialisasi Rekam
Jejak pada masingmasing Satker Tk.
Satwil.
3) Laporan Hasil Anev
Implementasi
Assesment Center.

4) Melaksanakan Anev.
3.

Melaksanakan
rekrutmen
dengan
prinsip
Bersih,
Transparan, Akuntabel
dan Humanis (BETAH)

Karo SDM

Ro SDM,
Itwasda,
Bidpropam,
Bid TI, Polres.

Melaksanakan Anev
Menyeluruh terkait Proses
Rekrutmen dengan Prinsip
BETAH.

1) Terjaringnya calon
anggota Polri yang
berkualitas.
2) Pelaksanaan
Rekrutmen
menggunakan
teknologi
kepolisian.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1)

Berkurangnya
perilaku
KKN
dalam rekrutmen
dan
meningkatnya
kepercayaan
masyarakat.

2)

Terlaksananya
rekrutmen
dengan
menggunakan
teknologi
kepolisian.

123

Laporan Hasil Anev


Proses Rekrutmen
dengan Prinsip BETAH.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

4.

Sistem
seleksi
Dikbangum Polri yang
lebih efisien, efektif,
adil, transparan dan
objektif

Karo SDM

Ro SDM,
Itwasda,
Bidpropam,

Melaksanakan Anev
Menyeluruh terkait
penggunaan Teknologi,
Pengawas Eksternal dan
Integritas Pelaksana Seleksi
Dikbangum Polri.

1) Terlaksananya
seleksi Dikbangum
yang
menggunakan
teknologi.

Bid TI, Polres.

2) Meningkatnya
peran pengawas
eksternal.
3) Terlaksananya
seleksi yang bebas
KKN.

1) Terlaksananya
Dikbangum yang
transparan dan
Akuntabel
2) Berkurangnya
Komplain atau
ketidakpuasan
terhadap
Dikbangum.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Laporan Hasil Anev
Menyeluruh
terkait
penggunaan Teknologi,
Pengawas
Eksternal
dan
Integritas
Pelaksana
Seleksi
Dikbangum Polri.

4) Tersusunnya Hasil
Evaluasi
menyeluruh.
5.

124

Membudayakan
perilaku anti korupsi.

Irwasda

Itwasda,
1) Sosialisasi Budaya Anti
1) Terinternalisasi
Ro SDM,
Korupsi melalui pendidikan
Budaya Anti
Bid Propam,
pada Diktuk, serta
Korupsi pada
Polres.
pelatihan revolusi mental
setiap anggota
pada Satwil.
Polri.
2) Menerapkan pakta
integritas untuk seluruh
petugas pada fungsi yang
berpotensi terjadinya
perilaku koruptif.

2) Terlaksananya
Pakta Integritas
sebagai wujud
berlakunya Budaya
Anti Korupsi.

3) Membangun wilayah
bebas dari korupsi melalui
pembentukan Zona
Integritas di 4 Polres
(Banyumas, Cimahi,
Palembang, dan
Pontianak).

3) Terbentuknya
Zona Integritas
pada 4 Polres
(Banyumas,
Cimahi,
Palembang, dan
Pontianak).

4) Pembinaan disiplin dan

4) Terwujudnya

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Hilangnya praktek
KKN di lingkungan
Polri
2) Terwujudnya
reward and
punishment.

1) Laporan Hasil
Sosialisasi Budaya
Anti Korupsi di
lingkungan SPN
2) Laporan Hasil
Pelatihan Revolusi
Mental di SPN dan
Satwil.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan Pakta
Integritas dan Anev
pada Satwil.
4) Laporan Hasil
Penilaian
pembentukan zona
integritas di Polres
Banyumas, Polres
Cimahi, Polres

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

5
penegakan hukum bagi
anggota yang melakukan
KKN.
5) Melaksanakan Anev.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
konsistensi
penegakan hukum
terhadap anggota
yang melakukan
KKN.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Palembang, dan
Polres Pontianak.
5) Laporan Hasil
Pembinaan Disiplin
dan Penegakan
Hukum bagi personil
di Tk Satwil.

125

PROGRAM 2: PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH MUDAH BAGI MASYARAKAT DAN BERBASIS TI
Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

1
2
3
4
5
6
II. PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH MUDAH BAGI MASYARAKAT DAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
6.

126

Layanan publik yang


mudah
diakses
masyarakat,
lebih
cepat, bebas calo dan
berbasis
teknologi
informasi

Kabid TI

Bid TI,
Rorena,
Rosarpras,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditlantas,
Bidkum,
Ditintelkam,
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas,
Polres.

1) Melaksanakan Anev
menyeluruh terhadap data
entry Pusiknas dari Tk.
Polda sampai dengan Tk.
Polres.
2) Mengembangkan EPolicing:
a. Merampungkan
layanan pendaftaran
SIM baru secara online
di seluruh polda
b. Merampungkan
layanan perpanjangan
SIM online pada 72
kota
c. Melaksanakan Anev
Menyeluruh terhadap
sistem teknologi
SP2HP online.
d. Menyusun blue print
layanan hukum online.
e. Mengembangkan
pelayanan SKCK online
ke seluruh satwil.
f. Melaksanakan Anev.

1)

Terlaksananya
Anev Menyeluruh
terhadap
Data
Entry Pusiknas.

1) Meningkatnya
kualitas pelayanan
Polri
kepada
masyarakat.

2)

Terlaksananya
layanan
publik
yang
berbasis
teknologi.

2) Meningkatnya
kepuasan
masyarakat atas
pelayanan Polri.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9
1) Laporan Hasil Anev
Menyeluruh terhadap
data entry Pusiknas
Tk. Satwil.
2) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Layanan pendaftaran
SIM Baru secara
online dari masingmasing Polda.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Layanan pendaftaran
SIM Baru secara
online pada 72 Kota.
4) Laporan Hasil Anev
terhadap sistem
teknologi SP2HP
pada Tk. Satwil.
5) Buku blue print
layanan hukum
onlinen pada Tk.
Mabes dan Tk.
Satwil.
6) Laporan Hasil
Pengembangan
SKCK online pada
Tk. Mabes dan Tk.
Satwil.

%
CAPAI
AN
8

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

7.

Menyederhanakan
regulasi dan proses
pada
loket-loket
pelayanan yang tidak
berbelit-belit.

Dir Lantas

Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas,
Bidkum,
Ditintelkam,
Ditlantas,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Polres.

1) Inventarisasi dan evaluasi


Perkap dan SOP
Pelayanan Publik agar
berorientasi kepada
layanan yang cepat,
mudah dan tidak berbelitbelit.

Tersusunnya bahan
masukan terkait SOP
dan Perkap yang sulit
diimplementasi-kan di
wilayah.

Terlaksananya
layanan publik yang
cepat dan bebas KKN.

Bahan masukan terkait


SOP dan Perkap yang
sulit diimplementasi-kan
di wilayah.

Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas,
Rorena,
Rosarpras,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Bid TI,
Bidkum,
Polres.

1) Melaksanakan Anev
Menyeluruh terhadap
sistem Call Center Polri
110 sampai tingkat polsek
terkait koneksi jaringan,
personil yg mengawaki
dan anggaran

1) Terlaksananya
Evaluasi
Menyeluruh
terhadap sistem
Call Center

Meningkatnya
kepuasan masyarakat
atas layanan Laporan
Masyarakat kepada
Polri.

1) Laporan Hasil Anev


Menyeluruh terhadap
sistem Call Center
Pada Tk. Mabes dan
Tk. Satwil.

Bid TI,
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Rorena,
Rosarpras,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditlantas
Bidkum,
Polres.

1) Melakukan inventarisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.

8.

9.

Quick Response

Modernisasi teknologi
pendukung pelayanan
publik

Dir Sabhara

Kabid TI

KET
9

2) Melaksanakan Anev.

2) Menyusun rencana
kebutuhan teknologi yang
mendukung Quick
Response.

2) Melakukan penyusunan
blue print modernisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.
3) Melaksanakan Anev.

2) Tersusunnya
Rencana
Kebutuhan
Teknologi
yang
mendukung Quick
Response.
1) Inventarisasi
teknologi
pendukung
pelayanan publik.

2) Laporan Rencana
Kebutuhan Teknologi
yang mendukung
Quick Response
pada Tk. Mabes dan
Tk. Satwil.
Terwujudnya layanan
publik yang mudah
dan tidak berbelit-belit
berbasis teknologi.

2) Tersusunnya blue
print modernisasi
teknologi
pendukung
layanan publik.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan Hasil
Inventarisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.
2) Laporan Hasil Anev
dan blue print
modernisasi
teknologi pendukung
pelayanan publik.

127

PROGRAM 3: PENANGANAN KELOMPOK RADIKAL PRO KEKERASAN DAN INTOLERANSI YANG LEBIH OPTIMAL
Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

1
2
3
4
5
III. PENANGANAN KELOMPOK RADIKAL PRO KEKERASAN DAN INTOLERANSI YANG LEBIH OPTIMAL
10.

Deteksi dini dan deteksi


aksi dalam rangka
pemetaan kelompok
radikal pro kekerasan
dan intoleransi

Dirintelkam

Ditintelkam,
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Polres

KRITERIA
KEBERHASILAN

1) Identifikasi dan pemetaan


Kelompok Radikal Pro
Kekerasan (RPK) dan
intoleransi.

1) Terpetakannya
Kelompok Radikal
Pro Kekerasan dan
Intoleransi.

2) Monitoring dan
penggalangan terhadap
kelompok RPK dan
intoleransi.

2) Tergalangnya
kelompok Radikal
Pro Kekerasan dan
Intoleransi.

Tereliminirnya kasus
kekerasan / anarkisme
oleh
Kelompok
Radikal
Pro
Kekerasan
dan
Intoleransi.

3) Melakukan koordinasi dan


kerjasama dengan
stakeholder terkait untuk
membentuk Single
National Radicalism
Mapping, dengan Polda
sebagai leading sector,
yang melibatkan BINDA,
Dinas Agama, DInas
Sosial, Dinas Dikbud dll
sebagai pendukung.

3) Terbangunnya
sinergi polisional
dalam
Single
National
Radicalism
Mapping Tk Polda

128

Membangun daya
cegah dan daya
tangkal warga

Dir Intelkam

Ditintelkam, 1) Kelompok pelajar


Ditsabhara/
a. Bekerjasama dengan
Ditpamobvit/
diknas tingkat provinsi &
Ditbinmas/
kab/kota utk
Ditpolair,
membangun sekolah
Ditreskrim
sebagai basis anti
um/ sus/
radikalisme pro

Terbangunnya sinergi
dengan
seluruh
komponen masyarakat
dan stake holder
terkait
dalam
mengantisipasi Pok
RPK dan Intoleransi.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9
1) Laporan Hasil
Pemetaan kelompok
Radikal Pro
Kekerasan dan
Intoleransi.
2) Laporan hasil
monitoring dan
penggalangan
terhadap Kelompok
RPK dan Intoleransi
berupa daftar tokohtokoh berpengaruh
yang telah dilakukan
penggalangan.
3) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan
BINDA, Dinas
Agama, DInas Sosial,
Dinas Dikbud dll
sebanyak 6 kali pada
Tk. Satwil.

4) Melaksanakan Anev
11.

%
CAPAI
AN
8

Meningkatnya daya
cegah dan daya
tangkal warga
terhadap Pok RPK
dan Intoleransi.

1) Surat Perintah
Pelaksanaan Tugas.
2) Laporan Hasil
Pelaksanaan Tugas
dua kali seminggu.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

4
narkoba,
Roops,
Bidkum,
Polres

5
kekerasan dan
intoleransi
b. Tk. Prov dilaks oleh
Polda, di Tk. kab/kota
dilaksanakan oleh
Polres.

2) Kelompok mahasiswa
a. Bekerjasama dengan
BEM dan perguruan
tinggi utk membangun
sekolah sbg basis anti
radikalisme pro
kekerasan dan
intoleransi
b. Tk. Prov dilaks oleh
polda, di Tk. kab/kota
dilaks oleh Polres
3) Bekerjasama dgn Diknas
menyusun konsep
kurikulum sekolah, ponpes
dan madrasah yang
berbasis anti radikalisme
dan intoleransi.
4) Kelompok tokoh
masyarakat, Majelis Taklim
dan Ponpes
a. Membangun
kesepahaman dan
deklarasi anti
radikalisme pro
kekerasan dan
intoleransi.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

129

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

b. Tk. Prov dilaks oleh


Polda, di tk kab/kota
dilaks oleh Polres
5) Kelompok masyarakat
umum
a. Melaksanakan door to
door, tatap muka dengan
kelompok komunitas
untuk membangun
pemahaman tentang
radikalisme pro
kekerasan dan
intoleransi
b. Tk. Prov dilaks oleh
Polda, di tk. kab/kota
dilaks oleh Polres.
6) Komunitas dunia maya
a. Bekerjasama dengan
media online.
b. Memberikan penjelasan
atas berbagai
pemberitaan radikalisme
pro kekerasan dan
intoleransi (Counter
Messaging)
c. Mempromosikan website
resmi Polri :
www.tribratanews.com
sebagai sarana
kampanye anti
radikalisme pro
kekerasan dan
intoleransi.
7) Melaksanakan Anev

130

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Dirbinmas

Ditintelkam,
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/
Ditpolair
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Polres

12.

Kerjasama
stakeholder

dengan

1) Mendorong pemda utk


melakukan evaluasi
pelaksanaan tugas tim
terpadu.
2) Menyusun dan
melaporkan rencana aksi
tim terpadu :
a. Kapolda bertanggung
jawab pada Tk.
Provinsi.
b. Kapolres bertanggung
jawab pada Tk.
Kab/Kota.

1) Terlaksananya
Evaluasi
Pelaksanaan tugas
Tim Terpadu Tk.
Daerah
dalam
menangani
Pok
RPK
dan
Intoleransi.

Meningkatnya sinergi
Tim Terpadu Tk.
Daerah dalam
menangani Pok RPK
dan Intoleransi.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
1) Laporan Hasil Anev
Tim Terpadu Tk.
Daerah
dalam
menangani Pok RPK
dan Intoleransi.
2) Laporan
Rencana
Aksi selama 100
hari.

2) Tersusunnya
Rencana
Aksi
secara terpadu.

3) Laporan
Implementasi
hari.

Hasil
100

3) Melaksanakan Anev.
13.

Mengintensifkan
kegiatan dialogis di
kantong-kantong Pok.
Radikal Pro Kekerasan
dan Intoleransi

Dirbinmas
Baharkam

Baharkam,
Baintelkam,
Bareskrim,
Satwil

1) Menyusun rencana aksi


pemolisian di kantongkantong Pok Radikal Pro
Kekerasan dan
Intoleransi.
a. Door to door.
b. Dialog, tatap muka,
sambang.
c. Patroli dialogis.
d. Ceramah dalam
kegiatan agama.

1) Tersusunnya aksi
pemolisian yang
konseptual
dan
berkelanjutan.

Meningkatnya aksi
pemolisian pada
kantong-kantong Pok.
RPK dan Intoleransi.

1) Rencana Aksi
Pemolisian selama
100 hari.

Meningkatnya rasa
aman dan
kepercayaan
masyarakat terhadap

1) Laporan Hasil Anev


Implementasi
Perkap No. 8/2013
pada Tk. Satwil.

2) Menurunnya aksi
kekerasan/
anarkisme
yang
dilakukan
Pok.
RPK
dan
Intoleransi.

2) Laporan Hasil
Pemolisian pada
kantong-kantong Pok
Radikal Pro
Kekerasan dan
Intoleransi.

2) Implementasi ren aksi


pemolisian.
3) Melaksanakan Anev.
14.

Penegakkan
yang optimal.

hukum

Direskrim Um

Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditintelkam,

1) Membuat
ren
aksi
sosialisasi dan pelatihan
Implementasi Perkap No.
8 / 2013 khususnya

Meningkatnya
profesionalisme
anggota
dalam
penanganan Pok RPK

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

131

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT
4
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas,
Satbrimobda,
Polres.

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
dalam
menghadapi
anarkisme dan kekerasan
yang dilakukan Pok
Radikal dan Intoleransi.

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
dan Intoleransi.

2) Melaksanakan Anev.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7
Polri.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
2) Jadwal
pelaksanaan
sosialisasi dan
pelatihan Perkap
No. 8/2013.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Sosialisasi dan
Pelatihan Perkap
No. 8/2013.

132

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

PROGRAM 4: PENINGKATAN PROFESIONALISME POLRI MENUJU KEUNGGULAN


Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

1
2
3
4
IV. PENINGKATAN PROFESIONALISME POLRI MENUJU KEUNGGULAN
15.

Peningkatan kualitas 8
standar pendidikan

Ka SPN

SPN,
Ro SDM,
Polres.

1) Melakukan evaluasi
terhadap kompetensi
hasil didik pada Diktuk,
Polri.
2) Melakukan inventarisasi
permasalahan dan
kekurangan dalam 8
Standar Pendidikan Polri
pada SPN.
3) Melaksanakan Anev.

16.

Peningkatan pelatihan
fungsi teknis pada
satuan kewilayahan

Ka SPN

SPN,
Ro SDM,
Polres.

1) Melakukan evaluasi
terhadap perangkat dan
metode pelatihan di SPN.
2) Menyusun hasil evaluasi
terhadap perangkat dan
metode pelatihan yang
dilakukan selama ini.
3) Membuat rencana
pelatihan fungsi scr
periodik :

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

1) Tersusunnya
8
Standar
Pendidikan Polri
yang
sesuai
dengan
standar
pendidikan yang
berkualitas.

Meningkatnya
kapasitas pendidikan
dan kompetensi hasil
didik.

Meningkatnya kualitas
kemampuan teknis
personil Polri.

2) Terbentuknya
personil Polri yang
memiliki
kemampuan teknis
kepolisian
yang
profesional
dan
berintegritas.

9
1) Laporan Hasil Anev
Kompetensi Hasil
Didik pada Diktuk
pada Tk Satwil.

1) Rencana Pelatihan
Fungsi pada Tk.
Satwil secara
periodik.
2) Laporan Hasil
Pelatihan Fungsi
pada Tk. Satwil
secara periodik.
3) Laporan Hasil Anev
terhadap Perangkat
dan Metode
Pelatihan pada Tk.
Satwil.

a. Polda dan Polres


menyusun rencana
pelatihan dan latihan
fungsi di Satker Polda

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET

2) Laporan Hasil
Inventarisasi
Permasalahan dan
Kekurangan 8
Standar Pendidikan
pada SPN.

2) Terinventarisasi
permasalahan dan
kekurangan dalam
8
Standar
Pendidikan Polri
pada SPN.
1) Tersusunnya
perangkat
dan
metode pelatihan
fungsi teknis.

%
CAPAI
AN
8

133

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

5
masing-masing.

%
CAPAI
AN
8

KET
9

b. Polres melaporkan
rencana pelatihan, dan
latihan kepada Polda
dan Polda melaporkan
rencana pelatihan dan
latihan kepada Mabes.
4) Melaksanakan Anev.

134

17.

Mengoptimalkan
Sistem
Manajemen
Kinerja

Karo SDM

Ro SDM,
Bidkum,
Polres.

Inventarisasi dan pemetaan


permasalahan dlm
penerapan SMK sebagai
masukan untuk
mengevaluasi Perkap.

Terpetakannya
permasalahan dalam
penerapan SMK.

Terwujudnya
organisasi yang sehat
dengan penilaian
kinerja yang objektif.

Laporan Hasil
Inventarisasi Pemetaan
Permasalahan
Penerapan SMK.

18.

Penyusunan rumpun
jabatan fungsional dan
sertifikasi profesi.

Karo SDM

Ro SDM,
Rorena,
SPN,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Ditintelkam,
Ditlantas,
Satbrimobda,
Bidokkes,
Bid TI,Polres

Mengusulkan jenis jabatan


fungsional yang dibutuhkan
pada tingkat Satwil.

Tersusunnya usulan
jenis
jabatan
fungsional
yang
dibutuhkan
pada
tingkat Satwil.

Meningkatnya kualitas
personil Polri sesuai
kompetensi teknis
profesi Polri.

Surat usulan jenis


jabatan fungsional yang
dibutuhkan pada tingkat
Satwil.

19.

Modernisasi almatsus
dan alpalkam polri

Karo Sarpras

Rorena,
Rosarpras,
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/

1) Inventarisasi kebutuhan
ideal dan minimal
almatsus dan alpalkam
Polri di semua tingkat
organisasi dan fungsi

1) Terinventarisir
kebutuhan
ideal
dan
minimal
almatsus
dan
alpalkam Polri.

Meningkatnya kinerja
pada pelaksanaan
tugas pokok Polri.

1) Laporan
Inventarisasi
kebutuhan ideal dan
minimal almatsus
dan alpalkam Polri

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT
4
Ditpolair,
Ditintelkam,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditlantas,
Satbrimobda,
Bidkeu,
Polres.

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
Polri Tk. Satwil.
2) Menyusun blue print dan
road map almatsus dan
alpalkam minimal Polri Tk
Satwil
3) Menyusun rancangan
katalog almatsus dan
alpalkam Polri Tk. Satwil
sampai dengan 25 tahun
kedepan.
4) Menyusun rencana
kebutuhan anggaran
untuk almatsus dan
alpalkam Polri sesuai blue
print dan road map Tk.
Satwil
5) Melaksanakan Anev.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

2) Tersusunnya blue
print dan road map
almatsus
dan
alpalkam minimal
Polri.

KET
9
TK Satwil.
2) Laporan Penyusunan
blue print dan road
map almatsus dan
alpalkam minimal
Polri Tk Satwil

3) Tersusunnya
rancangan katalog
almatsus
dan
alpalkam
Polri
sampai dengan 25
tahun kedepan.

3) Draft Katalog
Almatsus dan
Alpalkam Polri Tk
Satwil untuk 25
Tahun kedepan.

4) Tersusunnya
rencana kebutuhan
anggaran untuk
almatsus dan
alpalkam Polri
sesuai blue print
dan road map.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

4) Laporan Penyusunan
rencana kebutuhan
anggaran untuk
almatsus dan
alpalkam Polri Tk
Satwil.

135

PROGRAM 5: PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PERSONEL POLRI


Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

1
2
3
4
V. PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PERSONIL POLRI
20. Peningkatan Tunjangan
Karo Rena
Rorena
Kinerja
21.

Peningkatan
pemenuhan rumah
dinas anggota Polri

Kayanma

Itwasda,
Rorena,
Rosarpras,
Bid Propam,
Bidkum
Yanma,
Polres

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

1) Menginventarisasi rumah
dinas yang sudah rusak.
2) Melakukan penataan
kembali penggunaan
rumah dinas Polri yang
sudah ada secara
bertahap.
3) Menyusun rencana
kebutuhan perumahan
dinas baru secara rinci.
4) Melakukan kerjasama
dengan Pemda dan pihak
lain terkait pemenuhan
Perumahan Dinas Polri.
5) Melaksanakan Anev

22.

136

Meningkatkan program
pelayanan dan fasilitas
kesehatan bagi
anggota Polri

Kabiddokkes

Ro SDM,
Rorena,
Rosarpras,
Biddokkes,
Polres

1) Melaksanakan updating
data anggota dan
keluarganya yang belum
terdaftar dalam Program
BPJS di Tk Satwil.

1) Terinventarisasinya
perumahan dinas
Polri yang sudah
rusak di
kewilayahan.
2) Tertatanya
penggunaan rumah
dinas Polri yang
sudah ada secara
bertahap.

Meningkatnya
kesejahteraan
anggota Polri
dengan memberikan
fasilitas rumah dinas
yang layak.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9
1) Laporan Hasil
Inventarisasi
perumahan dinas
Polri yang rusak pada
Tk. Satwil.
2) Laporan Hasil
Penataan Rumah
dinas selama 100
hari.
3) Laporan Rencana
Kebutuhan Rumah
Dinas Polri dan
Usulannya kepada
Mabes Polri secara
prioritas.

3) Terlaksananya
koordinasi dan
kerjasama dengan
Pemda dan pihak
lain terkait
pemenuhan
Perumahan Dinas
Polri.

1) Ter-update-nya data
anggota Polri dan
keluarganya
kedalam Program
BPJS di Tk Satwil.

%
CAPAI
AN
8

4) MoU antara Polri


dengan Pemda dan
pihak lain dalam
membantu
pembangunan rumah
dinas Polri.
Meningkatnya kualitas
Dokpol dan Pelayanan
Kesehatan anggota
Polri dan keluarganya.

1) Laporan
jumlah
personil Polri yang
belum terdaftar dalam
Program BPJS.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

2) Mengevaluasi
implementasi Program
BPJS kepada anggota
Polri di Tk Satwil.

2) Tersusunnya hasil
evaluasi
pelaksanaan
Program BPJS.

3) Mempersiapkan Rumah
Sakit Bhayangkara Polda
untuk menjadi PK-BLU

3) Kesiapan Rumah
Sakit Bhayangkara
yang menjadi PKBLU.

4) Melaksanakan koordinasi
dengan Dinkes dan RS
umum lainnya untuk
peningkatan pelayanan
kesehatan untuk anggota
Polri.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
2) Laporan
hasil
evaluasi pelaksanaan
program BPJS yang
selama ini telah
dijalankan di Tk
Satwil.
3) Laporan
hasil
koordinasi
dengan
pihak BPJS terkait
keluhan
dan
permasalahan yang
terjadi
selama
personil
Polri
mengikutinya.
4) Bukti
kerjasama
(MoU) antara Polda
dengan
Dinas
Kesehatan dan RS
Umum lainnya di tiaptiap daerah.
5) Usulan peningkatan
tipologi tiap-tiap RS
Bhayangkara menjadi
PK-BLU.

23.

Peningkatan tunjangan
kemahalan
bagi
anggota di daerah
perbatasan dan Papua

Karo Rena

Rorena,
Ro SDM,
Bidkum,
Polres.

1) Melakukan pendataan
ulang daerah-daerah
yang berhak
mendapatkan tunjangan
kemahalan dan tunjangan
perbatasan.
2) Melakukan kajian
terhadap besaran
kebutuhan tunjangan

1) Terdatanya
Kab/Kota
yang
berhak
mendapatkan
tunjangan
kemahalan
dan
tunjangan
perbatasan.

Meningkatnya
motivasi dan kinerja
anggota pada
daerah perbatasan
dan Provinsi Papua.

2) Laporan
nominative
jumlah personil yang
berdinas di Papua.

2) Tersusunnya

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan satuan-satuan
kepolisian yang berada
di daerah perbatasan
(Polres, Polsek, dan
Pos Polisi).

137

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
kemahalan dan tunjangan
perbatasan.
3) Menyusun pengajuan
usul kenaikan tunjangan
kemahalan dan
perbatasan.
4) Melaksanakan Anev.

24.

Peningkatan dukungan
operasional
Bhabinkamtibmas

Dirbinmas

Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Ro SDM,
Rorena,
Rosarpras,
Bidkeu,
Polres

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
kajian
terhadap
besaran kebutuhan
tunjangan
kemahalan
dan
tunjangan
perbatasan.

1) Menginventarisir jumlah
1) Terinventarisasi
personil Bhabinkamtibmas
jumlah
personil
yang definitif.
Bhabinkamtibmas
yang definitif, tugas
2) Melakukan pengkajian
rangkap,
fungsi
besaran dukungan
bhabinkamtibmas
operasional kebutuhan
yang dilakukan oleh
Bhabinkamtibmas yang
anggota
fungsi
ideal.
lainnya
(bhabinkamtibmas
3) Melaksanakan Anev.
komunitas),
dan
kekurangannya.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9
3) Laporan
analisa
kebutuhan
dasar
personil Polri yang
bertugas di daerah
perbatasan.
4) Laporan
analisa
kebutuhan
personil
Polri yang berdinas di
Papua.

3) Tersusunnya
pengajuan
usul
kenaikan
tunjangan
kemahalan
dan
perbatasan.

2) Tersusunnya usulan
besaran dukungan
operasional
kebutuhan
Bhabinkamtibmas
yang
ideal
di

138

KRITERIA
KEBERHASILAN

5) Usulan
perubahan/
amandemen
atas
beberapa klausul yang
ada untuk perbaikan
tunjangan
personil
Polri.
Meningkatnya
dukungan operasional
dan kinerja
Bhabinkamtibmas.

1) Laporan
Hasil
Inventarisasi
Bhabinkamtibmas
yang meliputi jumlah
personil
Bhabinkamtibmas
yang definitif, tugas
rangkap,
fungsi
bhabinkamtibmas
yang dilakukan oleh
anggota
fungsi
lainnya
(bhabinkamtibmas
komunitas),
dan
kekurangannya.
2) Surat usulan Besaran
Dukungan
Operasional

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

25.

Mengupayakan
program
wirausaha
bagi anggota Polri

Karo SDM

Ro SDM,
Rorena,
Bidkeu,
Bidkum,
Polres.

1) Membuat MoU dengan


Badan Usaha, Bank,
Pemerintah serta
penyelenggara
wirausaha di
kewilayahan
2) Membuat dan
melaporkan program
pelatihan wirausaha bagi
anggota Polri Tk. Satwil
kepada Mabes.
3) Melaksanakan Anev.

26.

Dukungan
asuransi
keselamatan kerja bagi
anggota Polri

Kabiddokkes

Biddokkes,
Ro SDM,
Rorena,
Bidkum,
Bidkeu,
Polres.

1) Melakukan penghitungan
kebutuhan jaminan
asuransi keselamatan
kerja anggota Polri Tk
Satwil.
2) Mengajukan usulan Tk
Satwil kepada Mabes Polri
untuk mendapatkan
Asuransi Keselamatan
Kerja.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
masing-masing
Satwil.

1) Tersusunnya MoU
dengan
Badan
Usaha,
Bank,
Pemerintah
serta
penyelenggara
wirausaha
di
kewilyahan.

Meningkatnya
kesejahteraan anggota
Polri melalui program
wirausaha anggota
Polri.

2) Tersusunnya
program pelatihan
wirausaha
bagi
anggota Polri di
kewilayahan, serta
dilaporkannya
program
tersebut
kepada Mabes Polri.

1) Tersusunnya hasil
penghitungan
kebutuhan jaminan
asuransi
keselamatan kerja
anggota Polri.
2) Diajukannya
usulan Tk Satwil
kepada
Mabes
Polri
untuk
mendapatkan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Kebutuhan
Bhabinkamtibmas di
masing-masing
wilayah
kepada
Mabes Polri.
1) MoU antara Polri
dengan
Badan
Usaha,Bank,
Pemerintah
serta
penyelenggara
wirausaha
di
kewilayahan.
2) Laporan
Hasil
Pelaksanaan Pelatihan
wirausaha
bagi
anggota Polri di Tk
Satwil
3) Laporan
Hasil
Pelaksanaan Program
wirausaha
bagi
anggota Polri yang
sudah memasuki masa
pension di Tk Satwil

Terpenuhi dukungan
asuransi keselamatan
kerja.

1) Laporan
hasil
penghitungan jumlah
kebutuhan
jaminan
asuransi keselamatan
kerja anggota Polri Tk
Satwil.
2) Surat usulan Tk Satwil
kepada Mabes Polri.

139

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

5
3) Melaksanakan Anev.

140

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
Asuransi
Keselamatan
Kerja.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

%
CAPAI
AN
8

KET
9

PROGRAM 6: PENATAAN KELEMBAGAAN DAN PEMENUHAN PROPORSIONALITAS ANGGARAN SERTA KEBUTUHAN MINIMAL
SARPRAS
Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

1
2
3
4
5
6
7
VI. PENATAAN KELEMBAGAAN DAN PEMENUHAN PROPORSIONALITAS ANGGARAN SERTA KEBUTUHAN MINIMAL SARPRAS

%
CAPAI
AN
8

KET
9

27.

Penyederhanaan SOP
yang berbasis check
list dan hasil.

Kabidkum

Satker Polda,
Polres

mengajukan usulan revisi


Perkap dan SOP yang
tumpang
tindih,
membelenggu, out of date,
dan sulit dipahami pada
masing-masing
fungsi
kepada Mabes Polri.

Tersusunnya
usulan
Perkap
dan SOP yang
tumpang tindih,
membelenggu,
out of date, dan
sulit
dipahami
pada
masingmasing fungsi.

Tersusunnya System
Operating Procedure
(SOP) yang mudah,
sederhana
dan
aplikatif.

Surat usulan
revisi
Perkap dan SOP yang
tumpang
tindih,
membelenggu, out of
date, dan sulit dipahami
pada
masing-masing
fungsi kepada Mabes
Polri.

28.

Restrukturisasi SOTK
Polri sesuai tantangan
tugas, antara lain
penguatan Densus 88/
AT,
Brimob
dan
Baharkam

Karorena

Rorena,
Bidkum,
Ditreskrimum/
sus/narkoba,
Ditsabhara/Dit
binmas/
Ditpamobvit/
Ditpolair,
Bidkeu,
Satbrimobda,
Polres

Mengsulkan restrukturisasi
SOTK Polda, Polres dan
Polsek
sesuai
dengan
kebutuhan.

Tersusunnya usulan
restrukturisasi SOTK
Polda, Polres dan
Polsek sesuai dengan
kebutuhan.

Meningkatnya kualitas
pelayanan Polri
kepada masyarakat

Surat
usulan
Restrukturisasi SOTK
Polda, Polres dan
Polsek sesuai dengan
kebutuhan
Satwil
kepada Mabes Polri.

29.

Pemenuhan
proporsionalitas
anggaran

Karorena

Rorena,
Ro SDM,
Bidkum,
Bidkeu,
Polres

1) Menyusun proporsi
anggaran operasional
Polri secara bertahap,
dengan komposisi 40%
Belanja Pegawai; 45%
Belanja Barang; 15%

1) Tersusunnya
proporsi anggaran
operasional
Tk
Satwil
secara
bertahap.

Terpenuhinya
proporsionalitas
anggaran dengan
komposisi 40%
Belanja Pegawai; 45%
Belanja Barang; 15%

1) Laporan
rencana
kebutuhan anggaran
operasional Polri di
TK Satwil secara
bertahap, dengan
komposisi
40%

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

141

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

5
Belanja Modal pada TK
Satwil untuk tahun
berikutnya

2) Membuat pengajuan
kepada Mabes Polri
tentang rencana
kebutuhan proporsional
anggaran Polri;

2) Diajukannya
rencana kebutuhan
proporsional
anggaran Tk Satwil
kepada
Mabes
Polri.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7
Belanja Modal di Tk.
Satwil.

Pemenuhan kebutuhan
minimal SDM dan
Sarpras (DSPP)

Karo SDM

Rorena,
Ro SDM,
Rosarpras,
Bidkeu,
Polres

1) Menyusun DSP dan


DSPP mengacu pada
revisi Perkap SOTK.
2) Inventarisasi kebutuhan
minimum personil dan
peralatan Polri tingkat
Polda, Polres dan
Polsek.
3) Penyusunan rencana
anggaran untuk
kebutuhan peralatan
minimal Polri tingkat
Satwil.
4) Percepatan
operasionalisasi Polda
Sulawesi Barat dengan
menyiapkan penyusunan
rencana kebutuhan dan
pemenuhan minimal
personel, anggaran dan
sarpras.
5) Melaksanakan Anev

142

1) Tersusunnya DSP
dan DSPP
mengacu pada
revisi Perkap
SOTK.
2) Tersusunnya
inventarisasi
kebutuhan
minimum peralatan
Polri tingkat Polda,
Polres dan Polsek.
3) Tersusunnya
rencana anggaran
untuk kebutuhan
peralatan minimal
Polri Tk Satwil.
4) Tersusunnya
rencana kebutuhan
dan pemenuhan
personel minimal,
anggaran dan
sarpras dalam
rangka
operasionalisasi
Polda Sulawesi

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9
Belanja Pegawai;
45%
Belanja
Barang;
15%
Belanja Modal.
2) Surat
Usulan
pengajuan rencana
kebutuhan
proporsional
anggaran Tk Satwil
kepada Mabes Polri.

3) Melaksanakan Anev.
30.

%
CAPAI
AN
8

Terpenuhinya
kebutuhan minimal
SDM dan Sarpras
(DSPP).

1) Laporan Hasil DSP


dan DSPP yang
mengacu pada
revisi Perkap SOTK.
2) Laporan Hasil
Inventarisasi
kebutuhan minimum
peralatan Polri
tingkat Polda, Polres
dan Polsek.
3) Rencana anggaran
untuk kebutuhan
peralatan minimal
Polri Tk. Satwil.
4) Rencana Kebutuhan
dan pemenuhan
personel minimal,
anggaran dan
sarpras dalam
rangka
operasionalisasi
Polda Sulawesi
Barat.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9

Barat.
31.

Pembentukan Polda
Kalimantan
Utara
(Kaltara), peningkatan
tipologi Polda Lampung
dan
Riau
serta
peningkatan
tipologi
Polres

Karorena

Rorena,
Ro SDM,
Rosarpras,
Bidkeu,
Bidkum,
Polres

Membuat kajian peningkatan


tipologi Polres.

1) Terinventarisasi
Polres-polres yang
akan
dinaikkan
tipologinya.

Diterimanya Nasmik
usulan peningkatan
tipologi Polres oleh
Mabes Polri.

2) Tersususnnya
Naskah akademis
tentang
peningkatan
tipologi Polres.

2) Laporan Hasil Rapat


Koordinasi
Pembahasan
Peningkatan tipologi
Polres.

3) Terkirimnya usulan
naskah akademik
kepada
Mabes
Polri.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan
Naskah
Akademis
dari
masing-masing Polda
terkait Polres yang
akan
ditingkatkan
tipologinya.

3) Naskah
Akademis
secara utuh tentang
Polres yang akan
ditingkatkan
tipologinya
yang
dibuat oleh Rorena
Polda.

143

PROGRAM 7: PENGUATAN HARKAMTIBMAS


Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

1
2
VII. PENGUATAN HARKAMTIBMAS
32.

Penggelaran personel
berseragam pada
daerah rawan
kejahatan, macet dan
laka lantas

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Karoops

Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditintelkam,
Roops,
Ditlantas,
Satbrimobda,
Polres.

P. JAWAB

1) Melakukan anev dan


pemetaan lokasi
gangguan kamtibmas,
rawan macet dan laka
lantas di Tk Satwil.
2) Menyusun rencana gelar
personel di Tk Satwil
pada lokasi rawan
kejahatan, kemacetan
dan laka lantas pada
pagi, siang dan malam
hari.
3) Penggelaran pasukan
berseragam di Tk Satwil
pada lokasi rawan
kejahatan, kemacetan
dan laka lantas sesuai
pemetaan;

1)

Meningkatnya
kehadiran
anggota
Polri
pada
titik-titik
rawan kejahatan,
kemacetan dan
laka lantas di
kewilayahan

2)

Berkurangnya
titik-titik
rawan
kejahatan,
kemacetan dan
laka lantas di
kewilayahan.

3)

Meningkatnya rasa
aman masyarakat
dalam menjalankan
aktifitas sehari-hari.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
1) Laporan Hasil Anev
lokasi
rawan
kejahatan,
kemacetan dan laka
lantas oleh Polda
dan mengkumpulir
laporan Tk Polres
2) Peta
Kerawanan
dan
Penggelaran
anggota di lapangan
pada pagi, siang
dan malam hari.
3) Surat
perintah
pelaksanaan tugas.

Menurunnya
angka kriminalitas
dan laka lantas di
kewilayahan.

4) Laporan
Hasil
Pelaksanaan Tugas
setiap hari.
5) Surat Perintah tim
pengawas
penggelaran
anggota.

4) Membentuk tim
pengawas penggelaran
personel di Tk Satwil

6) Laporan
Hasil
pelaksanaan
pengawasan tugas
setiap hari.
33.

144

Peningkatan

Karoops

Roops,

1) Melakukan pendataan

1) Tersusunnya

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Disetujuinya rencana

1) Laporan

Satwil

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

2
pengamanan
perbatasan melalui
pembangunan pos-pos
pengamanan
perbatasan

SATKER
TERKAIT
4
Rorena,
Ro SDM,
Ro Sarpras,
Bidkum,
Bidkeu,
Polres

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
polsek-polsek dan atau
pos-pos di wilayah
perbatasan dan wilayah
terluar termasuk
kebutuhan personel,
sarpras dan
anggarannya.
2) Menyusun rencana
kebutuhan pembangunan
Polsek dan atau pos-pos
di wilayah perbatasan
dan sumber dayanya
untuk Tahap II.
3) Membuat SOP
pengamanan di wilayah
perbatasan dan pulaupulau terluar.
4) Melaksanakan Anev.

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
Laporan
Satwil
tentang
jumlah
Polsek dan Pos
pengamanan
perbatasan yang
saat ini ada dan
Rencana
Pembangunan
Polsek dan atau
Pos Pengamanan
Perbatasan.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7
Kebutuhan
Pembangunan Polsek
dan atau Pos
Pengamanan
Perbatasan secara
bertahap dengan skala
prioritas.

KET
9
terkait
Rencana
Pembangunan
Polsek dan atau Pos
Pengamanan
Perbatasan beserta
naskah
akademisnya.
2) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi pada Tk.
Satwil.
3) Rencana Kebutuhan
Pembangunan
Mako Polsek dan
atau
Pos
Pengamanan
Perbatasan.

2) Terlaksananya
rapat koordinasi
untuk menentukan
prioritas
pembangunan
Polsek dan atau
Pos Pengamanan
Perbatasan secara
bertahap dengan
skala prioritas.

4) Rancangan Renja
yang
memuat
tentang
pembangunan mako
Polsek dan atau Pos
Pengamanan
Perbatasan.

3) Tersusunnya
Rencana
Kebutuhan
Pembangunan
Mako Polsek dan
atau
Pos
Pengamanan
Perbatasan.

5) Laporan Hasil Rapat


Koordinasi dalam
pembahasan SOP.
6) Rancangan
SOP
pengamanan
di
wilayah perbatasan
dan
pulau-pulau
terluar.

4) Dimasukkannya
rencana kebutuhan
pembangunan ke
dalam Renja Polri
2017.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

145

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9

5) Tersusunnya
rancangan SOP
pengamanan
di
wilayah perbatasan
dan pulau-pulau
terluar.
34.

Penanganan
kebakaran hutan dan
lahan

Karoops

Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditintelkam,
Roops,
Bidkum
Satbrimobda
Polres.

1) Melakukan inventarisasi
dan pemetaan hot spot
pada hutan dan lahan
yang rawan terjadinya
kebakaran;
2) Mengintensifkan
koordinasi dengan
Pemda, TNI, Damkar,
BNPB, dan SAR.
3) Menyusun giat sosialisasi
pencegahan karhutla
kepada masyarakat dan
perusahaan.
4) Penegakkan hukum
terhadap pelaku baik
perseorangan maupun
badan usaha.
5) Melaksanakan Anev.

1) Terinventarisasi
dan terpetakannya
hot spot di wilayah.
2) Terlaksananya
rapat
koordinasi
dan penggelaran
anggota
secara
terpadu
dalam
menangani
karhutla.
3) Tersusunnya
rencana kegiatan
sosialisasi
pencegahan
karhutla.
4) Terlaksananya
penegakan hukum
yang konsisten.

1) Meningkatnya
peran
serta
masyarakat dan
komponen yang
ada
dalam
penanganan
kebakaran hutan;

1) Laporan
Satwil
terkait
Hasil
Inventarisasi
dan
Pemetaan hot spot
pada daerah yang
rawan kebakaran
hutan.

2) Meningkatnya
kerjasama dengan
stake
holders
terkait.

2) Laporan Hasil Rapat


Koordinasi Satwil
dengan
stake
holders terkait yang
dilaksanakan
minimal satu kali
sebulan.

3) Menurunnya angka
kebakaran hutan
dan lahan.

3) Laporan
Satwil
terkait
Kegiatan
Terpadu
dalam
penanganan
karhutla mulai dari
tindakan
pencegahan
dan
pemadaman
karhutla.
4) Laporan
Satwil
terkait
Hasil
Pelaksanaan
Sosialisasi
baik

146

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9
mandiri
maupun
gabungan dengan
stake holder terkait
minimal satu kali
seminggu.
5) Laporan Hasil
Penegakan Hukum
oleh Satwil.

35.

Penguatan sinergi
polisional dengan TNI,
BIN, BNN, BNPT,
Basarnas, Bakamla
dan Pemda.

Karoops

Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditintelkam,
Roops,
Bidkum,
Polres.

1) Melakukan evaluasi
pelaksanaan kerjasama
yang sudah berjalan.
2) Membuat MoU dan
pedoman kerjasama
guna penguatan
koordinasi sesuai dengan
tupoksi dan kewenangan
masing-masing lembaga.
3) Menyusun program
kerjasama yang
berkelanjutan.
4) Melaksanakan Anev.

1)

2)

3)

Tersusunnya
Hasil Evaluasi
Sinergi Polisional
dengan TNI,
BINDA, BNNP,
Basarda, dan
Pemda pada Tk.
Mabes dan Tk.
Satwil.

Mantapnya
sinergi
polisional
dalam
mewujudkan Kamdagri
yang kondusif.

1) Laporan Hasil Rapat


Koordinasi terkait
Koordinasi dan
Kerjasama yang
selama ini telah
dilaksanakan pada
Tk. Satwil.
2) Laporan Hasil
Evaluasi pada Tk.
Satwil.

Tersusunnya
MoU dan
Pedoman
Kerjasama.

3) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Pembahasan MoU
pada Tk. Satwil.

Tersusunnya
Program
Kerjasama
dengan instansi
terkait.

4) MoU dan Pedoman


Kerjasama.
5) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi terkait
program yang akan
dilakukan
kerjasama.
6) Rencana Program
Kerjasama.

36.

Pengamanan

Pilkada

Karoops

Roops,

1) Menyiapkan rencana

1)

Tersusunnya

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Pelaksanaan

147

1) Rencana Operasi,

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

2
serentak 2017-2018,
serta Pileg dan Pilpres
2019.

SATKER
TERKAIT
4
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Ditreskrimum/
sus/ narkoba,
Ditintelkam,
Ditlantas,
Satbrimobda,
Rorena,
Bidkeu,
Polres.

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

5
operasi, rencana
pengamanan dan
rencana kontijensi
Pilkada 2017.
2) Menyiapkan asta siap
yang meliputi siap
administrasi, siap mako,
siap personel, siap
masyarakat, siap
latpraops, siap pilun, siap
sarpras, siap anggaran.

6
rencana operasi,
rencana
pengamanan dan
rencana
kontijensi Pilkada
2017.
2)

Terlaksana dan
tergelarnya asta
siap Tk Satwil.

3)

Tergelarnya
sistem informasi
teknologi
pendukung
pengamanan Tk.
Satwil.

4)

Terbentunya Tim
Terpadu
penanganan
tindak pidana
Pilkada 2017.

3) Menyempurnakan sistem
informasi teknologi
pendukung pengamanan.
4) Mempersiapkan tim
terpadu dalam sentra
gakkumdu.
5) Polda dan Polres
kewilayahan melakukan
koordinasi dengan
penyelenggara,
pengawas dan peserta
Pilkada Serentak 2017
serta stake holder terkait
lainnya.
6) Melaksanaan
pengamanan tahapan
awal Pilkada Serentak
2017.
7) Melaksanakan Anev.

148

5)

6)

Terlaksananya
sinergi dengan
penyelenggara
pengawas dan
peserta Pilkada
serentak 2017
serta stake holder
terkait lainnya.
Tersusun dan
terlaksananya
rencana
pengamanan
pada setiap

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KRITERIA
KEBERHASILAN
7
Pengamanan Tahapan
Pilkada Serentak 2017
berjalan
dengan
aman, lancar dan
kondusif.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Rencana
Pengamanan dan
Rencana Kontijensi
Pilkada Serentak
2017
2) Laporan Kesiapan
asta siap yang
meliputi :
a. siap
administrasi.
b. siap mako
c. siap personel
d. siap masyarakat
e. siap latpraops
f. siap pilun
g. siap sarpras
h. siap anggaran.
3) Laporan
Penggelaran Sistem
Informasi Teknologi
pada Tk. Satwil.
4) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan
Kejaksaan dan
Bawaslu/Panwaslu
Prov/Kab/Kota.
5) Surat Perintah
pembentukan
penyidik Tindak
Pidana Pemilu Tk.
Satwil.
6) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
tahapan Pilkada
2017.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
penyelenggara
pengawas dan
peserta Pilkada
serentak 2017 serta
stake holder terkait
lainnya.
7) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Pengamanan
Tahapan Pemilu Tk
Prov/Kab/Kota oleh
jajaran Satwil.

37.

Pengamanan program
prioritas nasional dan
paket
kebijakan
ekonomi pemerintah

Karoops

Itwasda,
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditintelkam,
Bidpropam,
Roops,
Ditlantas,
Satbrimobda,
Polres.

1) Penyederhanaan
pelayanan kepolisian.
2) Pemberantasan
pungutan liar dan calo
pada sektor pelayanan
publik.
3) pengamanan
pembangunan
infrastruktur dan proyek
strategis nasional
4) Pengamanan distribusi
bahan pokok dan BBM
dari hulu s/d hilir
5) Gakkum terhadap para
pelaku penimbunan
sembako,
penyalahgunaan/
penyimpangan BBM
bersubsidi, kejahatan
ekonomi lainnya dan
Kartel Kebutuhan Bahan

1) Terlaksananya
Layanan
Kepolisian yang
mudah cepat dan
sesuai ketentuan.
2) Hilangnya
pungutan liar dan
bersihnya calo
pada sektor
pelayanan publik.

Terlaksananya
Pembangunan
Program
Prioritas
Nasional dan Paket
Kebijakan
Ekonomi
pemerintah
dengan
aman dan kondusif.

2) Laporan Hasil
Pemberantasan
Pungli dan Calo
pada sektor
pelayanan publik
oleh Mabes Polri
dan Satwil.

3) Tidak adanya
gangguan
keamanan
terhadap
pembangunan
infrastruktur dan
proyek strategis
nasional.

3) Laporan Hasil
Pengaman
Pembangunan
Infrastruktur dan
Proyek Strategis
Nasional.

4) Distribusi Bahan
Pokok dan BBM
tidak mengalami

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Hasil Pemetaan
Layanan Kepolisian
yang masih
menghambat
program prioritas
dan paket kebijakan
ekonomi.

4) Laporan Hasil

149

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
Pokok
6) Melaksanakan
koordinasi dengan
seluruh stakeholder
terkait.
7) Melaksanakan Anev.

150

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
gangguan dan
hambatan sampai
tujuan.
5) Terlaksananya
penegakan hukum
yang konsisten.
6) Meningkatnya
koordinasi dengan
stake holder
terkait.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Pengamanan
Distribusi Bahan
Pokok dan BBM.
5) Laporan Hasil
Penegakan Hukum.
6) Laporan Hasil
Koordinasi dengan
Stake Holder terkait
pada Tk. Satwil.

PROGRAM 8: MEMBANGUN KESADARAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KAMTIBMAS


Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

1
2
3
4
5
VIII. MEMBANGUN KESADARAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KAMTIBMAS
38.

Membangun daya
cegah dan daya
tangkal terhadap
kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme,
dan ideologi anti
pancasila.

Dirbinmas

Dirbinmas/
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditpolair,
Dirintelkam,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Rorena,
Rosarpras,
Bidkum,
SPN, Polres

1) Kelompok pelajar :
a. Bekerjasama dengan
Diknas tingkat provinsi
& kab/kota utk
membangun sekolah
sebagai basis anti
kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme
dan ideologi anti
Pancasila;
b. Tingkat Provinsi dilaks
oleh Polda, di tingkat
kab/kota dilaks oleh
Polres.

b. Tingkat provinsi dilaks

KRITERIA
KEBERHASILAN

1)

Terinventarisasi
dan
terpetakannya
Kelompokkelompok
masyarakat yang
menjadi sasaran
pembinaan.

2)

Tersusunnya
rencana kegiatan
pembinaan,
penyuluhan
selama 100 hari

3)

2) Kelompok mahasiswa:
a. Bekerjasama dengan
BEM dan Perguruan
Tinggi untuk
membangun sekolah
sebagai basis anti
kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme
dan ideologi anti
Pancasila;

INDIKATOR
KEBERHASILAN

4)

Meningkatnya peran
serta masyarakat
dalam melakukan
daya tangkal dan
deradikalisasi
terorisme, narkoba,
separatisme, dan
ideologi anti pancasila

KET
9
1) Laporan
Hasil
Inventarisasi
dan
Pemetaan
Kelompok-kelompok
masyarakat
yang
menjadi
sasaran
Binluh.
2) Laporan
Hasil
Pelaksanaan
Rencana Kegiatan
selama 100 Hari.
3) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan
Diknas dan stake
holder lainnya.

Terlaksananya
kerjasama
dengan Diknas
dan stake holder
terkait lainnya.

4) Laporan
Hasil
Kerjasama dengan
Diknas dan stake
holder
terkait
lainnya pada Tk.
Mabes dan Tk.
Satwil.

Terlaksananya
deklarasi anti
kejahatan,
terorisme,
narkoba,
separatisme dan
ideologi anti
pancasila.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

5) Laporan
Hasil
Pelaksanaan
Deklarasi.

151

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
oleh Polda, di tingkat
kab/kota dilaks oleh
Polres.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

3) Bekerjasama dgn
Kemendikbud dan stake
holder terkait menyusun
konsep kurikulum
sekolah, ponpes dan
madrasah yang berbasis
anti kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme
dan ideologi anti
Pancasila.
4) Kelompok Tokoh
Masyarakat, Majelis
Taklim dan Ponpes
a. Membangun
kesepahaman dan
deklarasi anti
kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme
dan ideologi anti
Pancasila.
b. Tk. prov dilaks oleh
polda, di tk kab/kota
dilaks oleh polres.
5) Kelompok masyarakat
umum:
a. Melaksanakan door to
door, tatap muka
dengan kelompok
komunitas untuk
membangun

152

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
pemahaman tentang
kejahatan, terorisme,
narkoba, separatisme
dan ideologi anti
Pancasila;

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9

b. Tk. Prov dilaks oleh


Polda, di tk kab/kota
dilaks oleh Polres.
6) Melaksanakan Anev.
39.

Pemenuhan
satu
Bhabinkamtibmas satu
Desa/
Kelurahan
secara bertahap

Dirbinmas

Ditbinmas/
SItsabhara/
Ditpamobvit/
Ditpolair,
Ro SDM,
Rorena,
Rosarpras,
Polres.

1) Menginventarisir jumlah
Bhabinkamtibmas
definitif.
2) Mengusulkan rencana
pemenuhan
Bhabinkamtibmas
secara bertahap dengan
skala prioritas.
3) Menyusun rencana
pelatihan petugas
bhabinkamtibmas.

1) Terinventarisasi
jumlah
Bhabinkamtibmas
yang definitif.
2) Tersusunnya Skala
Prioritas
pemenuhan
Bhabinkamtibmas.

Terpenuhinya
Bhabinkamtibmas satu
desa/ kelurahan
dengan penambahan
10 % dari jumlah
Bhabinkamtibmas
yang definitif.

Mendorong
pemanfaatan alat-alat
pengamanan berbasis
teknologi (Panic Button,
Alarm dan CCTV)

Dirreskrimum

Bid TI,
Ditreskrimum
/sus/narkoba,
Ditsabhara/
Ditbinmas/
Ditpamobvit/
Ditpolair,

1) Melakukan pendataan
dan pemetaan daerah
rawan yang
membutuhkan alat
pengamanan.

1) Terdata dan
terpetakannya
daerah rawan yang
membutuhkan alat
pengamanan.

2) Koordinasi dengan
Pemda, Ketua

2) Terlaksananya
koordinasi dengan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

2) Usulan pemenuhan
personel
Bhabinkamtibmas
3) Laporan
hasil
pelaksanaan
Pelatihan
Bhabinkamtibmas
minimal satu kali
seminggu.

3) Tersusunnya
rencana pelatihan
Bhabinkamtibmas
selama 100 hari.

4) Peningkatan frekuensi
door to door, sambang, 4) Meningkatnya
dan dialog kemitraan.
frekuensi door to
door, sambang, dan
5) Melaksanakan Anev.
dialog kemitraan.
40.

1) Laporan
Hasil
Inventarisasi Jumlah
Bhabinkamtibmas
yang definitf.

4) Laporan Hasil Binluh


minimal
2
kali
seminggu.
Terpasangnya alatalat pengamanan
berbasis teknologi
pada daerah rawan
kejahatan, macet, laka
lantas dan tempat
publik lainnya.

153

1) Laporan Pendataan
dan Pemetaan
daerah rawan yang
membutuhkan alat
pengamanan.
2) Laporan Hasil
Koordinasi dengan

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

4
Roops,
Rosarpras,
Rorena,
Bidkeu,
Polres

5
Lingkungan, pemilik
lokasi yang memerlukan
alat pengamanan.
3) Melakukan sosialisasi
kepada Pemda, Ketua
Lingkungan, pemilik
lokasi tentang perlunya
peralatan pengamanan
berbasis teknologi.
4) Mendorong Pemerintah
daerah dan DPRD
Prov/Kab/Kota untuk
membuat regulasi
tentang kewajiban
pemasangan cctv pada
area perkantoran,
pertokoan, dan
perumahan yang berada
pada jalan-jalan utama,
lokasi rawan dan tempat
publik lainnya.
5) Melaksanakan Anev.

41.

154

Penguatan pembinaan
teknis Polsus dan Pam
Swakarsa, serta
Korwas PPNS.

Ditbinmas

Ditbinmas,
Ditreskrim um
/sus /narkoba
SPN,
Ditsabhara/
Ditpamobvit/

1) Melakukan Anev
implementasi
operasional
penyelenggara fungsi
kepolisian oleh Polsus,
PPNS, Pam Swakarsa.

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
Pemda, Ketua
Lingkungan,
pemilik lokasi yang
memerlukan alat
pengamanan.

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

3) Terlaksananya
sosialisasi kepada
Pemda, Ketua
Lingkungan,
pemilik lokasi
tentang perlunya
peralatan
pengamanan
berbasis teknologi.

Terlaksananya
Anev
implementasi
operasional
penyelenggara
fungsi kepolisian

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9
Pemda, Ketua
Lingkungan, pemilik
lokasi terkait
pembuatan regulasi
kewajiban
pemasangan sarana
IT di daerah yang
rawan kejahatan,
macet dan laka
lantas.
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Sosialisasi minimal
satu kali seminggu.

4) Dimasukkannya
kewajiban
pemasangan cctv
pada area
perkantoran,
pertokoan, dan
perumahan yang
berada pada jalanjalan utama, lokasi
rawan dan tempat
publik lainnya
dalam Rancangan
Perda/ Pergub/
Perbup/ Perwali.
1)

%
CAPAI
AN
8

4) Laporan tetang
finalisasi
Rancangan Perda/
Pergub/ Perbup/
Perwali.

Meningkatnya
kemampuan dan
keterampilan Polsus,
PAM Swakarsa dan
PPNS.

1) Laporan Hasil Rapat


Koordinasi
membahas
Implementasi
Operasional
Penyelenggaraan

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

4
Ditpolair,
Roops,
Ditlantas,
Polres

6
oleh Polsus,
PPNS, Pam
Swakarsa.

2) Melakukan evaluasi
regulasi terkait
pembinaan Polsus;
koordinasi dan
pengawasan PPNS;
serta Pembinaan Pam
Swakarsa.
3) Penguatan pembinaan
Polsus:
a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas
dan kualitas Polsus;
b. Melakukan
koordinasi dengan
stakeholder yang
memiliki Polsus;
c. Membuat rencana
pelatihan secara
periodik;
d. Memberikan
bimbingan teknis
terkait tugas-tugas
Polsus;
e. Melakukan
koordinasi,
pertemuan,
perbantuan tugas,
dan supervisi
secara periodik.

2)

3)

Tersusunnya
Rancangan
Sertifikasi
Kompetensi dan
Kemampuan
serta
keterampilan
Polsus, Pam
Swakarsa dan
PPNS.

KET
9
Fungsi Kepolisian
Polsus,
PAM
Swakarsa, PPNS.
2) Laporan Hasil Anev
3) Laporan Rencana
Langkah-langkah
Pembenahan
terhadap
Polsus,
PAM Swakarsa dan
PPNS.
4) Rancangan
Sertifikasi
Kompetensi
Kemampuan
keterampilan
Polsus,
Swakarsa
PPNS.

Terlaksananya
penguatan
pembinaan
pembinaan
Polsus, Pam
Swakarsa dan
PPNS.

dan
serta
Pam
dan

5) Laporan
Hasil
Pelaksanaan
Penguatan
Pembinaan Khusus
Polsus,
PAM
Swakarsa, PPNS.

4) Penguatan koordinasi
dan pengawasan PPNS.
a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas
dan kualitas PPNS.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

155

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
b. Melakukan
koordinasi dengan
stakeholder yang
memiliki PPNS.
c. Melakukan rapat
koordinasi secara
periodik.
d. Membuat program
peningkatan
kemampuan PPNS
yang
dikoordinasikan
dengan stakeholder
terkait.
e. Melakukan supervisi
terhadap hasil
penyidikan yang
dilakukan oleh
PPNS.
f. Membantu
penyidikan kepada
stakeholder yang
memiliki
keterbatasan PPNS.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

5) Penguatan pembinaan
PAM swakarsa.
a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas
dan kualitas pam
swakarsa.
b. Melakukan
koordinasi dengan
perusahaan,
perkantoran
maupun

156

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

c.

d.

e.

f.

g.
h.

5
perumahan,
kampus/sekolah,
dan stakeholder
terkait yang
menggunakan jasa
pam swakarsa.
Melakukan
assessment
terhadap kelayakan
badan usaha jasa
pengamanan
(BUJP) dalam
menyelenggarakan
pelatihan pam
swakarsa
Melakukan
sertifikasi terhadap
pelatih pam
swakarsa pada
BUJP.
Melakukan
penertiban terhadap
BUJP yang tidak
sesuai ketentuan
regulasi.
Membuat rencana
pelatihan BUJP
yang distandarisasi
secara nasional.
Membuat buku saku
pelaksanaan tugas
pam swakarsa.
Melakukan rapat
koordinasi dengan
pimpinan
perusahaan /

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

157

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
pimpinan BUJP /
kepala satpam guna
meningkatkan
sinergi antara pam
swakarsa dengan
polri.
i. Melaksanakan apel
bulanan pada
tingkat polda, polres
dan polsek.
j. Melakukan supervisi
implementasi
pelaksanaan tugas
pam swakarsa
secara periodik.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9

6) Melaksanakan Anev
42.

Penguatan kerjasama
dengan civil society dlm
mengidentifikasi
masalah sosial & upaya
penyelesaiannya

Dirbinmas

Itwasda,
Ditbinmas/
Ditpamobvit/
Ditpolair/
DitSabhara,
Ditintelkam,
Roops,
Ditreskrimum
/sus/narkoba,
Bidpropam,
Polres

1) Menginventarisasi dan
mendatakan
permasalahan sosial
yang menjadi perhatian
publik.

1)

2) Mendatakan keluhan
masyarakat terkait
tindakan pemolisian
yang berimplikasi pada
pelanggaran HAM.

2)

3) Melakukan koordinasi
dan kerjasama dengan
civil society untuk
mencari solusi
permasalahan tersebut.

158

3)

Terinventarisasi
dan terdatanya
permasalahan
sosial yang
menjadi perhatian
publik.
Terdatanya
keluhan
masyarakat
terkait tindakan
pemolisian yang
berimplikasi pada
HAM.
Terlaksananya
koordinasi dan
kerjasama
dengan civil
society.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Berkurangnya
permasalahan sosial
yang terjadi dalam
masyarakat.

1) Laporan
Hasil
Pelaksanaan Rapat
Koordinasi dengan
civil society.
2) Laporan
Hasil
Inventarisasi
dan
Pendataan
Permasalahan
Sosial
3) Laporan
keluhan
masyarakat terkait
aksi
pemolisian
yang berimplikasi
pada
dugaan
pelanggaran HAM
dan atau kekerasan
eksesif.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

4) Membuat rencana aksi.


5) Melaksanakan Anev.

4)

Tersusunnya
Rencana Aksi
Terpadu selama
100 Hari.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
4) Laporan
Hasil
Tindak
Lanjut
Penyelesaian
Keluhan
Masyarakat.
5) Laporan Hasil Rapat
Koordinasi dengan
civil society minimal
satu kali sebulan.
6) Laporan
Hasil
Pelaksanaan
Rencana
Aksi
minimal satu kali
sebulan.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

159

PROGRAM 9: PENEGAKAN HUKUM YANG LEBIH PROFESIONAL DAN BERKEADILAN


Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

1
2
3
4
IX. PENEGAKAN HUKUM YANG LEBIH PROFESIONAL DAN BERKEADILAN
43.

Penanganan kasus Penanggung


kasus yang menjadi
Jawab I :
perhatian publik
Dirreskrimum/
meliputi kejahatan
sus/ narkoba
jalanan, kejahatan
Penanggung
terhadap perempuan
Jawab II :
dan anak, terorisme,
Ditpolair
illegal fishing, korupsi,
narkoba, cyber crime
Penanggung
dan kejahatan ekonomi jawab III:
lainnya.
Ditlantas

Ditreskrimum/
sus/narkoba,
Ditsabhara/
Ditpamibvit/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Roops,
Bidpropam,
Bidkum,
Bidhumas,
Satbrimobda,
Polres

1)

Mengoptimalkan peran
Wassidik dalam
penanganan tindak
pidana.

2)

Melakukan koordinasi
dan menyusun program
terpadu dengan Mabes
Polri, Komnas HAM,
Komnas Perempuan
dan Anak, BNNP, Dinas
Perikanan dan
kelautan, Dinas Agama,
Kejaksaan, BPK
Provinsi, Bea Cukai,
Satpol PP, dan stake
holder terkait lainnya.

3)

Membuat rencana
pelatihan dalam
peningkatan
kemampuan dan
keterampilan
penanganan kasuskasus yang menjadi
perhatian publik.

4)

160

Melakukan sosialisasi
regulasi baru terkait
kasus-kasus kejahatan

1)

2)

3)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Meningkatnya
peran Wasidik
dalam
penanganan
tindak pidana.
Terlaksananya
koordinasi
dengan Mabes
Polri, Komnas
HAM, Komnas
Perempuan dan
Anak, BNNP,
Dinas Perikanan
dan kelautan,
Dinas Agama,
Kejaksaan, BPK
Provinsi, Bea
Cukai, Satpol PP,
dan stake holder
terkait lainnya.
Tersusunnya
rencana pelatihan
dalam
peningkatan
kemampuan dan
keterampilan
penanganan
kasus-kasus yang

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Meningkatnya
profesionalisme
penyidik dan rasa
aman masyarakat.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
1) Laporan Hasil
Pelaksanaan Tugas
Wasidik.
2) Laporan Hasil
Koordinasi dengan
Mabes Polri,
Komnas HAM,
Komnas Perempuan
dan Anak, BNNP,
Dinas Perikanan
dan kelautan, Dinas
Agama, Kejaksaan,
BPK Provinsi, Bea
Cukai, Satpol PP,
dan stake holder
terkait lainnya.
3) Rencana tindak
lanjut hasil
koordinasi dengan
stake holder terkait.
4) Laporan Hasil
Pelaksanaan
Pelatihan
peningkatan
kemampuan dan
keterampilan.
5) Laporan Hasil

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

5
yang menjadi perhatian
publik.
5)

Penegakan hukum
secara optimal.
a. Kejahatan Jalanan
Tentukan target
pelaku, benda dan
jaringan untuk
program 100 hari.
Bentuk tim khusus
ungkap target.
Lakukan razia
gabungan dengan
TNI dan Satpol PP
secara terus
menerus.
Tegakkan hukum
secara tegas

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
menjadi perhatian
publik.
4)

Terlaksananya
sosialisasi
regulasi baru
terkait kasuskasus kejahatan
yang menjadi
perhatian publik.

5)

Konsistensi
penegakan
hukum.

KET
9
Implementasi
program terpadu.
6) Laporan Hasil
Penegakan hukum

b. Kejahatan thd
Perempuan dan
Anak:
Koordinasi dengan
Komnas
Perlindungan Anak,
Komnas
Perempuan,
Bapas, Psikolog.
Koordinasi dengan
Kejaksaan.
Tegakkan hukum
secara tegas.
c. Terorisme :
Terupdatenya

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

161

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

5
jaringan terorisme.
Tentukan target
terorisme.
Tentukan target
waktu
pengungkapan
Kerjasama dengan,
kementerian
Agama, Tokoh
utama moderat
dalam rangka
menghilangkan
paham radikal.
Aktifkan kembali
wajib lapor 1x24
jam bagi tamu yg
berkoordinasi
dengan RT/RW.
Buat Program
Deradikalisasi dan
Kontra
Radikalisasi.
Tegakkan hukum
secara tegas.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

d. Illegal Fishing :
Masing-masing
Dirpolair Tk. Satwil
minimal 2 kasus.
Tindak tegas
oknum yang
menjadi beking.
Apabila masih
terdapat ilegal
fishing di
wilayahnya dan

162

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
ditangkap oleh
kesatuan yang
lebih atas akan
diberikan sanksi
administratif.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

e. Korupsi :
Tingkatkan
sinergitas dengan
JPU dengan BPKP
dan PPATK sejak
awal penyidikan.
Meningkatkan
kerjasama dengan
KPK dalam rangka
koordinasi dan
supervisi.
Menyusun target
Selra kasus
Korupsi pada Tk.
Satwil.
Lakukan OTT
untuk berikan efek
jera.
f. Narkoba:
Lakukan
pertemuan dengan
BNNP minimal satu
kali sebulan dalam
rangka
pencegahan,
penindakan dan
rehabilitasi.
Lakukan sharing
dengan BNNP dan
stake holder terkait
Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

163

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
lainnya tentang
jaringan Narkoba.
Update jaringan
narkoba di wilayah
masing-masing.
Tindak tegas
anggota yang
terlibat penyalah
gunaan narkoba.

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

g. Cyber Crime
Buat tim khusus
penanganan CC
Tk. Polda
menangani minimal
2 kasus.
h. Kejahatan Ekonomi
lainnya.
Buat tim khusus
penanganan
kejahatan ekonomi
lainnya.
Tk. Polda
menangani minimal
2 kasus.
Menindak tegas
anggota yang
menjadi beking.
Catatan: Terapkan TPPU
terhadap semua pelaku
tindak pidana sesuai UU
TPPU.
6)

164

Melaksanakan Anev

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Dirreskrim
um/sus/narkoba

Itwasda,
Bidpropam,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditpolair/
Ditbinmas/
Ditsabhara/
Ditpamobvit
Ditlantas,
Bidhumas,
Polres.

1) Sosialisasi melalui
banner, pamflet,
spanduk, selebaran dsb
tentang larangan
pungutan liar,
pemerasan dan makelar
kasus dalam proses
penyidikan.

1) Tersosialisasinya
himbauan melalui
banner, pamflet,
spanduk,
selebaran tentang
larangan pungutan
liar, pemerasan
dan makelar kasus
dalam proses
penyidikan.

44.

Menghilangkan
pungutan liar,
pemerasan dan
makelar kasus dalam
proses penyidikan.

2) Membuka akses kepada


masyarakat melalui
website/ public complain
online tentang keluhan
masyarakat terkait
proses penyidikan.
3) Meningkatkan
pengawasan melekat
dan pengawasan
struktural dalam proses
penyidikan.
4) Penegakan hukum
terhadap pelaku
pungutan liar,
pemerasan dan makelar
kasus dalam proses
penyidikan.
5) Melaksanakan Anev.

45.

Menghilangkan
kecenderungan
rekayasa dan berbelitbelit dalam
penanganan kasus

Dirreskrim um/
sus/narkoba

Itwasda,
Bidpropam,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditpolair/

1) Membuat target waktu


dalam proses
penyelidikan dan
penyidikan.
2) Melakukan audit
investigasi terhadap

Hilangnya pungutan
liar, pemerasan dan
makelar kasus dalam
proses penyidikan.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
1) Laporan Hasil
Sosialisasi larangan
pungutan liar,
pemerasan dan
makelar kasus
dalam proses
penyidikan.
2) Laporan Keluhan
Masyarakat melalui
website / public
complain online dan
tindak lanjutnya.

2) Tersedianya
website/ public
complain online
pada Ditreskrim
um/sus/narkoba
dan Sat Reskrim
Jajaran
kewilayahan

3) Laporan Hasil
Pengawasan
penyidikan oleh
atasan penyidik dan
wasidik.
4) Laporan Hasil
Penegakan Hukum.

3) Meningkatnya
pengawasan
penyidikan oleh
atasan penyidik
dan wasidik Tk.
Satwil.
4) Konsistensi
Penegakan
Hukum.
1) Tersusunnya
rencana
penyelidikan dan
penyidikan Tk
Satwil

Meningkatnya
kepercayaan
masyarakat kepada
Polri khususnya
penyidik.

2) Terlaksananya

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

165

1) Laporan Rencana
Penyelidikan dan
Penyidikan setiap
kasus Tk Satwil.
2) Laporan Hasil Audit
Investigasi terhadap

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

4
Ditbinmas/
Ditsabhara/
Ditpamobvit
Ditlantas,
Bidhumas,
Bidkum,
Polres.

5
adanya rekayasa kasus.
3) Melaksanakan gakkum
terhadap penyidik yang
melakukan rekayasa
kasus.
4) Meningkatkan waskat
dan peran Wassidik.

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
audit investigasi
terhadap rekayasa
kasus Tk Satwil

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

%
CAPAI
AN
8

KET
9
dugaan rekayasa
kasus Tk Satwil
3) Laporan Hasil
Pelaksanaan Tugas
oleh atasan penyidik
dan wasidik Tk
Satwil

3) Terlaksananya
waskat dan
meningkatnya
peran wasidik Tk
Satwil.

5) Melaksanakan Anev.
46.

Peningkatan
kemampuan penyidikan
Cyber Crime, ekonomi,
dokpol, labfor dan
sertifikasi penyidik

Dirreskrim um/
sus/narkoba

Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditlantas,
Ditsabhara/
Ditpolair,
Bidokkes,
Bid TI, Bidkeu,
SPN,
Rosarpras,
Rorena
Polres

1)

Melakukan pendataan
almatsus yang dimiliki,
dan penyusunan
rencana kebutuhan
almatsus yang
diperlukan untuk
pembuktian ilmiah.

2)

Menyusun blue print


dan road map
kebutuhan almatsus
untuk penyidikan
secara ilmiah.

3)

166

Menyusun rencana
latihan penggunaan
almatsus yang telah
dimiliki.

4)

Melakukan sertifikasi
kemampuan teknis
penyidik.

5)

Melaksanakan Anev.

1) Terdatanya
almatsus yang
dimiliki dan
tersusunnya
rencana
kebutuhan
almatsus yang
diperlukan untuk
pembuktian ilmiah.
2) Tersusunnya blue
print dan road map
kebutuhan
almatsus untuk
penyidikan secara
ilmiah.
3) Tersusunnya
rencana latihan
penggunaan
almatsus yang
telah dimiliki.
4) Tersusunnya
kriteria kompetensi
penyidik sesuai
bidangnya.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Meningkatnya
kemampuan penyidik
yang didukung oleh
SCI (Scientific Crime
Investigation)

1)

Laporan Hasil
Rapat
Pembahasan
terkait almatsus
yang telah dimiliki
dan rencana
kebutuhan Tk
Satwil.

2)

Laporan Hasil
Pendataan
Almatsus yang
dimiliki Satwil dan
Rencana
Kebutuhannya.

3)

Laporan hasil
rapat pembahasan
blue print dan road
map kebutuhan
almatsus untuk
penyidikan secara
ilmiah Tk Satwil.

4)

Blue print dan


Road Map Tk
Satwil

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9
5)

47.

Peningkatan sinergi
CJS dan penegak
hukum lainnya

Dirreskrim um/
sus/narkoba

Dirreskrim um/
sus/narkoba,
Ditsabhara/
Ditpolair,
Ditlantas,
Bidkum,
Polres.

1) Mengevaluasi
implementasi kerjasama
antara Polri dengan
aparat CJS dan penegak
hukum.
2) Menginventarisasi,
mencari solusi dan
penyamaan persepsi
terkait permasalahan
penegakan hukum.
3) Melaksanakan rapat
koordinasi secara
periodik guna
pemecahan
permasalahan dan
penyamaan persepsi,
minimal 2 kali.

1) Terevaluasinya
implementasi
kerjasama antara
Polri dengan aparat
CJS dan penegak
hukum.

Terselesaikan dan
adanya persamaan
persepsi
permasalahanpermasalahan terkain
penegakan hukum.

2) Terinventarisasi
dan adanya solusi
permasalahan
terkait penegakan
hukum.

Laporan Hasil
pelaksanaan
latihan Tk Satwil

1) Laporan Hasil
Evaluasi
implementasi
kerjasama antara
Polri dengan aparat
CJS dan penegak
hukum Tk Satwil.
2) Laporan Hasil
Inventarisasi
masalah dan solusi
yang ditawarkan Tk
Satwil

3) Terlaksananya
rapat koordinasi
minimal 2 kali pada
Tk. Mabes dan Tk.
Satwil.

3) Laporan hasil
pelaksanaan rapat
koordinasi Tk Satwil

4) Melaksanakan Anev.
48.

Peningkatan Anggaran
Penyidikan Dan
Modernisasi Teknologi
Peralatan Pendukung
Penyidikan

Dirreskrim um/
sus/narkoba

Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditlantas,
Ditpolair/
Ditsabhara,
Rorena,
Rosarpras,
Roops,
Bidkeu,
Polres

1) Mendatakan crime total


dan crime clearence
masing-masing satwil.
2) Menyusun kebutuhan
anggaran ideal
penyidikan secara bottom
up (at cost)
3) Mendatakan dan
menyusun kebutuhan
anggaran dan peralatan
yang modern.

1) Terdatakannya
crime total dan
crime clearence
masing-masing
satwil.

Meningkatnya kinerja
penyidik Polri.

2) Tersusunnya
kebutuhan
anggaran ideal
penyidikan secara
bottom up (at cost)
di Tk Satwil

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

1) Laporan Hasil
Pendataan crime
total dan crime
clearence masingmasing satwil.
2) Laporan Kebutuhan
Anggaran Ideal
dengan sistem at
cost di Tk Satwil.
3) Laporan Rencana
Kebutuhan

167

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

4) Melaksanakan Anev.

3) Terdatakan dan
tersusunnya
kebutuhan
anggaran dan
peralatan yang
modern Tk Satwil

168

Menyelesaikan
perkara-perkara yang
mudah dan ringan
melalui pendekatan
restoratif justice.

Dirreskrim
um/sus/narkoba

Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditsabhara/
Ditbinmas/
Ditpolair,
Ditlantas,
Bidpropam,
Bidkum,
Polres

1) Menyusun kajian tentang


pemberlakuan restorative
justice.
2) Melakukan kategorisasi
terhadap perkara yang
dapat dilakukan
restorative justice.
3) Melaksanakan Anev.

1) Tersusunnya
kajian tentang
pemberlakuan
restorative justice.
2) Tersusunnya
kategorisasi
perkara yang dapat
dilakukan
restorative justice

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

KET
9
anggaran dan
peralatan yang
modern di Tk Satwil
4) Adanya surat usulan
pengajuan
kebutuhan anggaran
dan peralatan
pendukung
penyidikan kepada
Bappenas, Mabes
Polri.

4) Diusulkannya
kebutuhan
anggaran dan
peralatan
pendukung
penyidikan kepada
Mabes Polri
49.

%
CAPAI
AN
8

Meningkatnya
kepuasan masyarakat
dan penyelesaian
perkara.

1) Naskah kajian
pemberlakuan
restorative justice.
2) Naskah kategorisasi
perkara yang dapat
dilakukan restorative
justice.

PROGRAM 10: PENGUATAN PENGAWASAN


Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

1
2
X. PENGUATAN PENGAWASAN
50.

Memperkuat kerjasama
dengan pengawas
eksternal dengan EMI
(Eksternal Membantu
Internal) dan IME
(Internal Memanfaatkan
Eksternal)

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Irwasda

Itwasda,
Bidpropam,
Bidkum,
Bidhumas,
Polres

1) Melakukan pendataan
permasalahan/ komplain
yang dilaporkan pada
pengawas eksternal.
2) Menindaklanjuti komplain
yang diterima dari
pengawas eksternal
secara tepat,
proporsional, profesional,
dan tuntas.
3) Melakukan koordinasi
secara berkala dengan
pengawas eksternal.
4) Melaksanakan Anev.

1) Terdatanya
permasalahan/
komplain
masyarakat yang
dilaporkan pada
pengawas
eksternal.

Berkurangnya
penyimpangan dan
pelanggaran oleh
oknum Polri.

2) Terlaksananya
tindak lanjut
komplain yang
diterima dari
pengawas
eksternal secara
tepat, proporsional,
profesional, dan
tuntas.

%
CAPAI
AN
8

KET
9
1)

Laporan Hasil
Pendataan
permasalahan/
komplain yang
dilaporkan pada
pengawas
eksternal.

2)

Laporan Hasil
Tindak Lanjut
komplain yang
diterima dari
pengawas
eksternal.

3)

Laporan Hasil
Koordinasi dg
pengawas
eksternal minimal
satu kali sebulan.

1)

Laporan Hasil
Evaluasi dan
Tindak Lanjutnya
pada Tk. Satwil.

2)

Terkirimnya
telegram instruksi
implementasi

3) Terlaksananya
koordinasi dengan
pengawas
eksternal.
51.

Memperbaiki sistem
komplain masyarakat
secara online

Itwasda

Itwasda,
Bidpropam,
Bidkum,
Bidhumas,
Bid TI,
Polres

1) Mengevaluasi sistem
komplain masyarakat
online.
2) Menginstruksikan
implementasi sistem
online ke seluruh jajaran.

1) Terlaksananya
evaluasi
implementasi
sistem komplain
secara online

Meningkatnya
aksesibilitas dan peran
serta masyarakat
dalam pengawasan
kinerja Polri.

2) Terlaksananya
instruksi

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

169

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
implementasi
sistem online ke
seluruh jajaran

3) Melaksanakan Anev
52.

Meningkatkan sistem
penilaian Indeks Tata
Kelola kepolisian (ITK)

53.

Membuat sistem
pengawasan untuk
menekan budaya
korupsi internal.

KET
9
sistem online ke
seluruh jajaran

Irwasda

Itwasda,
Rorena,
Bidpropam,
Polres

Melakukan kerjasama
dengan kemitraan dalam
rangka finalisasi
penyusunan hasil
pengukuran kinerja di 70
Polres.

Terlaksananya
kerjasama dengan
kemitraan dalam
rangka finalisasi
penyusunan hasil
pengukuran kinerja di
Polres

Terselesaikannya
pengukuran ITK pada
Polres

Laporan pelaksanaan
hasil pengukuran ITK
pada Polres

Kabidpropam

Itwasda,
Bidpropam,
Bidkum,
Bidhumas,
Polres.

1) Melakukan pendataan
daftar jabatan di TK
Satwil yang harus
melaporkan harta
kekayaan pribadi kepada
pengawas internal Polri.

Terlaksananya
pendataan daftar
jabatan di TK Satwil
yang harus
melaporkan harta
kekayaan pribadi
kepada pengawas
internal Polri.

Berkurangnya budaya
korupsi di internal Polri

Laporan Hasil
Pendataan jabatan di
Tk Satwil yang harus
melaporkan harta
kekayaan pribadi
kepada pengawas
internal Polri.

2) Melaksanakan Anev.

170

%
CAPAI
AN
8

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

PROGRAM 11: MELANJUNTUKAN PROGRAM QUICK WINS


Penjabaran Program 100 Hari
NO

KEGIATAN

P. JAWAB

1
2
3
XI. MELANJUTKAN PROGRAM QUICK WINS
54.

Penertiban dan
penegakan hukum bagi
organisasi radikal dan
anti Pancasila

Dirsabhara

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Ditreskrim um
/sus/ narkoba,
Ditintelkam,
Dit Sabhara/
Ditpolair/
Ditbinmas,
Satbrimobda,
Polres

1) Mengidentifikasi dan
memetakan kelompok
radikal anti Pancasila

%
CAPAI
AN
8

KET
9

Tersusunnya database
kelompok radikal anti
Pancasila

Terpetakannya
kelompok radikal anti
Pancasila

Laporan bulanan Polda


kepada Mabes Polri (3
kali)

Tertangkapnya
Santoso atau
jejaringnya

Berlanjutnya Operasi
Tinombala

Laporan bulanan Polda


kepada Mabes Polri (3
kali)

1) Membuat petunjuk dan


arahan kepada jajaran
tentang penyelidikan
keberadaan preman dan
premanisme.

1) Tersusunnya
renops
pembersihan
preman dan
premanisme

Terlaksananya operasi
pembersihan preman

Laporan oleh Karoops


kepada Asops Kapolri.

2) Melanjutkan identifikasi

2) Terlaksananya

2) Optimalnya kinerja tim


pemantau dan pengawas
organiasasi radikal dan
anti Pancasila
3) Melaksanakan Anev.

55.

Perburuan dan
penangkapan gembong
teroris Santoso dan
jejaring terorisme

Dirreskrimum

Roops,
Ditintelkam,
Ditreskrimum/
sus/narkoba,
Ditbinmas/
Ditsabhara/
Ditpolair/
Ditpamobvit,
Bidhumas,
Bidkum,
Polres

1) Mengumpulkan data
intelijen tentang Santoso
dan jaringan teroris.
2) Melanjutkan operasi
pengejaran dan
penangkapan terhadap
Santoso dan
kelompoknya
3) Melaksanakan evaluasi
operasi gabungan yang
didukung TNI.
4) Melaksanakan Anev.

56.

Aksi Nasional
pembersihan preman
dan premanisme

Dirreskrimum/
narkoba

Roops,
Ditintelkam,
Ditreskrimum/
sus/narkoba,
Ditbinmas/
Ditsabhara/
Ditpolair/

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

171

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

4
Ditpamobvit,
Bidhumas,
Bidkum,
Polres

5
dan pendataan preman
dan premanisme
(update).
3) Menyusun rencana
kegiatan kepolisian yang
ditingkatkan.
4) Melaksanakan kegiatan
aksi Nasional
pembersihan preman dan
premanisme.

INDIKATOR
KEBERHASILAN
6
operasi
pembersihan
preman dan
premanisme

KRITERIA
KEBERHASILAN
7

%
CAPAI
AN
8

KET
9

3) Terlaksananya
penegakan hukum
terhadap preman
dan premanisme

5) Terlaksananya
kerjasama dengan
komponen masyarakat
dan instansi terkait dalam
rangka mencegah
preman dan premanisme.
6) Melaksanakan Anev.
57.

Pembentukan dan
pengefektifan satgas
operasi Polri kontra
radikal dan
deradikalisasi.

Dirintelkam

Ditintelkam,
Ditbinmas/
Ditsabhara/
Ditpamobvit,
Bidhumas,
Ditreskrimum /
sus/narkoba,
Polres

1) Melanjutkan
pelaksanaan tugas
Satgas operasi.

Terbentuknya Satgas
kontra radikal dan
deradikalisasi

2) Meng-update dan
memetakan kelompok
radikal pengikut/
pendukung ISIS.
3) Meng-update data
pendukung ISIS yang
sudah berangkat dan
atau kembali dari Suriah.
4) Meningkatkan kerjasama
dengan Imigrasi, Densus,
dan MUI.

172

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Berlanjutnya Satgas
kontra radikal dan
deradikalisasi

Laporan Kapolda
kepada Kapolri dan
Wakapolri, KaBIK dan
Kabareskrim.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

%
CAPAI
AN
8

KET
9

5) Melaksanakan
penegakan hukum
terhadap pengikut ISIS
yang melanggar hukum.
6) Melakukan deradikalisasi
baik langsung maupun
memanfaatkan ulama
moderat dan MUI.
7) Melaksanakan Anev.
58.

Pemberlakukan
rekruitmen terbuka
untuk jabatan di
lingkungan Polri

Karo SDM

Ro SDM,
seluruh satker
Polda,
Polres.

1) Mengoptimalkan fungsi
assesment center dan
peran assesornya.
2) Implementasi SOP
tentang rekrutmen
terbuka untuk jabatan di
lingkungan Polri.

Terbangunnya sistem
rekam jejak perwira
dan catatan personel
Polri

Terlaksananya
rekruitmen terbuka
untuk jabatan di
lingkungan Polri.

3) Mengoptimalkan peran
tim seleksi.
4) Memperbarui data
pendukung : rekam jejak
dan catatan personel.
5) Berlanjut dan
meningkatnya kualitas
pelaksanaan seleksi.
6) Melaksanakan
assesment untuk jabatan
strategis secara
bertahap.
7) Melaksanakan rapat
koordinasi internal untuk
pelaksanaan program ke

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

173

Laporan Polda kepada


Mabes Polri.

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
seluruh jajaran.

%
CAPAI
AN
8

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

Tersebar dan
tersosialisasinya
buku panduan
revolusi mental pada
setiap personel Polri

Terlaksananya
sosialiasi Polri sebagai
penggerak revolusi
mental

Penurunan tim untuk


mengecek
pelaksanaannya
diseluruh Satker Polda
dan jajaran Polres.

Monitoring rancangan
Peraturan mengenai
LHKPN, pembelian

Monitoring aturan
pendukung budaya
anti korupsi

Disusun oleh tim


perumus dari
Bidpropam, Bidkum,

KET
9

8) Melaksanakan Anev.
59.

Polisi sebagai
penggerak revolusi
mental dan pelopor
tertib sosial di ruang
publik

Ka SPN

SPN, Rorena,
Bidhumas,
Polres

1) Melanjutkan
implementasi buku
panduan serta latihan
Revolusi Mental pada
SPN secara intensif.
2) Mengoptimalkan peran
tim penggerak di masingmasing Polda dan
penataran.
3) Meningkatkan kuantitas
dan kualitas jam
pimpinan untuk
memberikan pembekalan
tentang sikap peduli pada
perilaku masyarakat yang
tidak mencerminkan
budaya baik.
4) Melaksanakan arahan
untuk menekankan pada
anggota agar menjadi
penggerak dan pelopor
perilaku budaya dan
anggota Polri harus
menjadi teladan dan
menegur masyarakat
yang melanggar.
5) Melaksanakan Anev.

60.

174

Pembentukan tim
internal anti korupsi

Irwasda

Itwasda,
Bidpropam,
Bidkum,

1) Mengoptimalkan kinerja
tim penertib internal Polri
sesuai tugas dan

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

61.

Crash Program
pelayanan masyarakat:
pelayanan bersih dari
percaloan

Dirlantas

SATKER
TERKAIT
4
Ditreskrimum/
sus/narkoba,
Polres

Itwasda,
Bidpropam,
Ditintelkam,
Ditreskrim
um/sus/
narkoba,
Ditsabhara/
Ditpamobvit/
Ditbinmas,
Ditlantas,
Polres

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)
5
kewenangannya.
2) Membuka akses
masyarakat untuk
memberikan informasi.
3) Melaksanakan Anev.
1) Melaksanakan evaluasi
dan implementasi sistem
pembayaran pelayanan
SIM, STNK, BPKB dan
SKCK melalui kartu
debit/kredit dari seluruh
bank pemerintah.
2) Meningkatnya
pengawasan atasan
3) Melakukan pembersihan
terhadap aksi calo di
Satpas dan Samsat.
4) Menyediakan akses
kepada masyarakat
untuk memberi masukan
adanya calo.
5) Mengembangnya sistem
pembayaran online :
pembuatan SIM dengan
menggunakan kartu
ATM, EDC, dan internet
banking dari seluruh
bank pemerintah pada 75
Satpas SIM di Polda
Jatim dan Jateng, 71
Satpas di seluruh Polda
Kalimantan, Maluku,
Papua dan Yogyakarta;
Pembayaran STNK
dengan menggunakan

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

6
barang mewah, pola
hidup, dan bisnis
anggota Polri.

Terlaksananya
pelayanan SIM baru
secara online pada
75 Satpas SIM di
Polda Jatim dan
Jateng, 71 Satpas di
seluruh Polda
Kalimantan, Maluku,
Papua dan
Yogyakarta;
Pembayaran STNK
dengan
menggunakan kartu
ATM dan EDC dari
seluruh Bank
Pemerintah di Polda
Metrojaya, Jabar,
dan Jatim.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Terlaksananya
pelayanan yang bersih
melalui sistem online

175

%
CAPAI
AN
8

KET
9
Ditreskrim
um/sus/narkoba, dll

Pemantapan server dan


jaringan Polri

176

NO

KEGIATAN

P. JAWAB

SATKER
TERKAIT

TARGET 100 HARI


(15 Juli 2016 -22 Okt 2016)

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KRITERIA
KEBERHASILAN

5
kartu ATM dan EDC dari
seluruh Bank Pemerintah
di Polda Metrojaya,
Jabar, dan Jatim.
6) Melaksanakan Anev.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

%
CAPAI
AN
8

KET
9

BAB IV
PEDOMAN PENJABARAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PRIORITAS

Program dan kegiatan yang tercantum dalam naskah Fit and Proper Test Kapolri Jenderal Pol Drs.
H. M. Tito Karnavian, M.A, Ph.D., adalah merupakan dokumen strategis yang berisikan arah yang hendak
dicapai organisasi Polri di masa depan menyangkut visi, misi, kebijakan, strategi serta langkah-langkahnya
atau program kerja secara makro berdasarkan rencana strategis Polri. Dokumen tersebut haruslah
dijabarkan (cascading) ke tingkat pelaksanaan di seluruh jajaran Polri berupa rencana aksi yang minimal
harus berisikan: sub kegiatan, sasaran, indikator keberhasilan, target yang akan dicapai,
penanggungjawab, jangka waktu, dan anggaran. Dokumen rencana aksi ini merupakan dokumen rencana
operasional yang menjadi acuan untuk pelaksana kegiatan di lapangan, baik pada Satker di tingkat Mabes,
maupun di satuan kewilayahan.
Untuk mengawal pelaksanaan program prioritas optimalisasi aksi ini telah dibentuk tim penggiat
pada tingkat Mabes Polri, dengan Irwasum Polri sebagai Ketua Umum yang mengelola semua
implementasi program dan memberikan laporan secara periodik kepada Kapolri/Wakapolri. Struktur
organisasi secara lengkap dari tim penggiat pada tingkat Mabes Polri dapat dilihat pada lampiran, dimana
ada Sekretariat, Tim Ahli, Ketua/Wakil Ketua untuk setiap Program dan Kegiatan, serta Tim Monitoring dan
Evaluasi. Tugas pokok dan fungsi dari tim penggiat secara umum adalah sebagai berikut:
1)

Ketua Umum

Mengkoordinasikan seluruh penanggung jawab program dan kegiatan dalam pelaksanaan


program prioritas Kapolri.

Memimpin rapat-rapat kerja/koordinasi tim penggiat untuk mengetahui kemajuan


pelaksanaan program prioritas.

Menyampaikan laporan kemajuan dan hasil pelaksanaan program prioritas Kapolri kepada
Kapolri/Wakapolri.

Menetapkan langkah-langkah tindakan atau terobosan yang perlu dilakukan untuk


memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik mencapai target yang ditetapkan.

Memastikan seluruh program berjalan sesuai target.

Mengusulkan penambahan atau penggantian anggota tim penggiat.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

177

Melakukan penilaian atas kinerja tim program prioritas untuk di laporkan kepada pimpinan
Polri (berikan rekomendasi reward & punishment).

2)

Tim Ahli

Memberikan saran dan masukan untuk meningkatkan efektifitas proses dan hasil kerja tim
penggiat.

Memberikan alternatif solusi untuk mengatasi hambatan yang dihadapi oleh tim penggiat
dalam pelaksanaan program prioritas Kapolri.

Memberikan penilaian (expert opinion) dan feedback terhadap hasil Anev progress
pelaksanaan program prioritas.

Memberikan rekomendasi perbaikan pelaksanaan program prioritas Kapolri berdasarkan


hasil Anev secara periodik.

3)

Sekretariat

Menyiapkan kelengkapan dan dukungan administrasi untuk pelaksanaan tugas tim


penggiat program prioritas Kapolri.

Menyiapkan Posko Program Prioritas.

Menyiapkan time line dan undangan pelaksanaan rapat-rapat kerja.

Mengusulkan dukungan penyediaan Sarpras dan anggaran dalam pelaksanaan program


prioritas.

Menyiapkan aplikasi sistem pelaporan berbasis IT.

Koordinasi tim penggiat program prioritas Kapolri dan tim Monev.

Menyiapkan dan mendistribusikan notulensi hasil rapat kerja atau koordinasi tim penggiat.

Menyiapkan, mendistribusikan dan mengarsip semua dokumen pelaksanaan program oleh


tim penggiat.

Menyiapkan laporan akhir setiap tahapan program prioritas, bekerjasama dengan tim
Monev.

4)

Ketua/Wakil Ketua/Anggota Tim Program Prioritas 1 11

Menyusun penjabaran program prioritas Kapolri ke dalam rencana aksi yang detail untuk
dapat dilaksanakan oleh setiap Satker pada tingkat Mabes dan kewilayahan.

178

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Mengoptimalkan ketersediaan sarana dan prasarana, anggaran serta kesiapan personel


pelaksana.

Melakukan rapat-rapat internal tim program prioritas secara periodik untuk mengecek
kemajuan pelaksanaan program.

Melakukan koordinasi antar tim program prioritas yang terkait dan dengan tim pelaksana
program di Satker/Satwil

Memastikan kesinambungan dan keterkaitan pelaksanaan program prioritas dengan


program Polri yang sudah berjalan sebelumnya

Mengimplementasikan seluruh rencana aksi dari setiap program berjalan dengan baik
untuk mencapai target hasil yang telah ditetapkan.

Melakukan Anev implementasi dan capaian program prioritas Kapolri (dikoordinir oleh
masing-masing ketua program)

Melakukan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan sesuai hasil Anev agar
implementasi program dapat berjalan.

Menyampaikan laporan terkait dengan data dan informasi dari progress dan hasil
pencapaian program prioritas kapolri kepada ketua umum.

5)

Tim Monitoring dan Asistensi

Melakukan monitoring pelaksanaan program prioritas Kapolri oleh semua tim untuk
mengetahui progress pelaksanaan.

Memberikan asistensi kepada setiap pelaksana program prioritas di masing-masing Satker


dan Satwil untuk memastikan semua program berjalan dengan baik.

6)

Sebagai konsultan dan asistensi untuk Satwil.

Melakukan koordinasi dengan tim ahli.

Menyusun laporan hasil monitoring dan asistensi secara periodik kepada ketua umum.

Tim Evaluasi dan Pelaporan

Melakukan Anev terhadap semua data dan informasi dari progress dan hasil pelaksanaan
program prioritas Kapolri.

Mengidentifikasi akar masalah atau hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan program
prioritas di setiap Satker dan Satwil.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

179

Menyusun usulan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan oleh setiap pelaksana
program prioritas untuk mengatasi akar masalah dan hambatan yang ada.

Melakukan koordinasi dengan tim ahli.

Melaksanakan rapat evaluasi secara periodik.

Menyusun laporan progress dan hasil pelaksanaan program prioritas Kapolri secara
periodik untuk disampaikan kepada ketua umum.

Untuk menindaklanjuti penjabaran program prioritas optimalisasi aksi yang telah diuraikan di Bab II
dan III sebelumnya, maka langkah-langkah berikut harus menjadi pedoman:
1.

Setiap satuan kewilayahan harus membentuk juga tim penggiat di Polda dengan mengacu kepada
struktur organisasi tim penggiat pada tingkat Mabes Polri, dengan Wakapolda sebagai Ketua
Umum, Irwasda sebagai Wakil Ketua Umum dan Karo Ops sebagai Ketua Sekretariat.

2.

Semua tim penggiat pada tingkat Mabes dan satuan kewilayahan (Polda) harus memahami
seluruh 11 program prioritas optimalisasi aksi, yang terdiri dari 53 kegiatan dan 8 Quick Wins, serta
buku pedoman penjabaran program optimalisasi aksi ini.

3.

Masing-masing Satker pada tingkat Mabes Polri dan satuan kewilayahan harus menjabarkan
program prioritas yang terkait dengan fungsinya masing-masing menjadi rencana aksi yang
minimal berisikan: sub kegiatan, sasaran, indikator keberhasilan, target yang akan dicapai,
penanggungjawab, jangka waktu, dan anggaran. Model tabelnya mengacu pada model tabel
penjabaran program prioritas oleh tim penggiat tingkat Mabes (seperti pada Bab II dan III
sebelumnya).
Misalnya untuk Program 6: Penataan Kelembagaan dan Pemenuhan Proporsionalitas Anggaran
serta Kebutuhan Minimal Sarpras, pada Kegiatan 27 yaitu Penyederhanaan SOP yang berbasis
checklist dan hasil.

180

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

Satker Divkum sebagai penanggungjawab harus menjabarkan Kegiatan tersebut menjadi rencana
aksi untuk dilaksanakan di internal Divkum, dengan contoh tabel sebagai berikut:

FUNGSI
KRITERIA
INDIKATOR
TERKAIT
KEBERHASILAN
KEBERHASILAN
1
2
3
4
5
6
VI. Penataan Kelembagaan dan Pemenuhan Proporsionalitas Anggaran Serta Kebutuhan Minimal Sarpras
No

SUB KEGIATAN

P.JAWAB

TARGET 100 HARI


7

%
CAPAIAN
8

KET.
9

27. Penyederhanaan SOP yang berbasis checklist dan hasil


1.

Melakukan
sinkronisasi
dan
harmonisasi
seluruh SOP di
Polri yang telah
disusun berbasis
checklist dan hasil

Karosunluhkum

Kabagsunkum
Satker

SOP
berbasis
checklist dan hasil
yang tidak tumpang
tindih

1) Terbentuknya tim
internal
Divkum
untuk melakukan
sinkronisasi
dan
harmonisasi
2) Terselesaikannya
sinkronisasi
dan
harmonisasi semua
SOP yang telah
disusun berbasis
checklist dan hasil

1)

2)

Teridentifikasinya prioritas
SOP
yang
harus segera
disinkronisasi
dan
diharmonisasi
Melakukan
sinkronisasi
dan
harmonisasi
SOP prioritas

1) Laporan
identifikasi
SOP
prioritas
2) Dokumen
SOP final
yang telah
sinkron
dan
harmonis

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

181

Demikian juga dengan Satker terkait dalam Kegiatan 27 tersebut (Baharkam, Baintelkam,
Bareskrim, Sops, SSDM, dan Satwil) harus menurunkan menjadi rencana aksi (sub kegiatan)
sesuai dengan lingkup fungsi masing-masing untuk mendukung pencapaian target dari Kegiatan
27 tersebut.
4.

Penjabaran rencana aksi di setiap Satker pada tingkat Mabes dan satuan kewilayahan harus
segera disusun dalam jangka waktu 1 (satu) minggu sejak tim penggiat dibentuk, sehingga segera
dapat melaksanakan tahap I program 100 hari.

5.

Dalam menyusun rencana aksi tersebut, harus diperhatikan oleh setiap tim penggiat agar seluruh
program Polri yang saat ini sedang berjalan dari era kepemimpinan Kapolri sebelumnya dapat
diselaraskan dan disinambungkan dengan rencana aksi yang akan disusun.

6.

Untuk memastikan seluruh rencana aksi dapat berjalan dengan baik dan efektif dapat dibentuk
Satgas yang diperlukan baik pada tingkat Mabes maupun satuan kewilayahan.

7.

Secara periodik, setiap penanggungjawab program/kegiatan dan rencana aksi harus membuat
laporan hasil implementasi atau pelaksanaan dari setiap program/kegiatan dan rencana aksi yang
menjadi tanggungjawabnya. Contoh tabel laporan hasil implementasi dapat digunakan sebagai
berikut:

8.

Berdasarkan laporan hasil implementasi tersebut maka tim monitoring dan evaluasi pada tingkat
Mabes atau satuan kewilayahan (Polda) harus melakukan analisis dan evaluasi, yaitu:

182

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

a.

Membandingkan realisasi atau hasil kerja yang telah dicapai selama ini terhadap rencana
yang ditetapkan sebelumnya (sasaran, indikator keberhasilan, dan target);

b.

Mengidentifikasi hal-hal apa yang sudah dapat dicapai dan yang belum dapat dicapai
secara periodik;

c.

Mengidentifikasi masalah atau hambatan yang terjadi sehingga ada hal-hal yang belum
dapat dicapai; dan

d.

Mendiskusikan dengan Satker atau fungsi terkait mengapa masalah atau hambatan
tersebut terjadi, serta langkah-langkah apa yang dapat dilakukan selanjutnya untuk
mengatasi masalah atau hambatan tersebut.

9.

Satker atau fungsi terkait harus menindaklanjuti langkah-langkah solusi berdasarkan hasil analisis
dan evaluasi secara periodik tersebut agar target pencapaian yang ditetapkan dapat tercapai pada
akhir tahapan.

10.

Tim monitoring dan evaluasi pada tingkat Mabes dan satuan kewilayahan harus melakukan
asistensi kepada Satker atau fungsi pelaksana agar memastikan semua rencana aksi dapat
berjalan dengan baik dan optimal mencapai target yang diinginkan. Minimal tim monitoring dan
evaluasi melakukan asistensi 2 kali untuk tahap I program 100 hari (H-35 dan H-70), selain
asistensi yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

11.

Sekretariat dapat membentuk posko pelaksanaan program optimalisasi aksi untuk memastikan
semua proses berjalan dengan lancar termasuk untuk penyediaan anggaran dan pelaporan.

12.

Mekanisme laporan disampaikan secara berjenjang dari Polres ke Polda ke Mabes Polri. Polres
wajib melaporkan pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan dari polsek dan polres ke Polda
setiap minggu sekali. Selanjutnya Polda melaporkan pencapaian pelaksanaan program dan
kegiatan dari Polres dan Satker Polda ke Mabes Polri dalam waktu 2 (dua) minggu sekali.
Sekretariat Mabes Polri wajib menyusun laporan pencapaian dari seluruh Satwil dan Satker Mabes
Polri untuk dilaporkan setiap satu bulan sekali kepada Kapolri dan Wakapolri.

13.

Untuk tahap I program 100 hari, semua penanggungjawab rencana aksi harus menyampaikan
laporan mingguan (berarti total ada 12 kali laporan) kepada tim penggiat, baik pada tingkat Mabes
maupun satuan kewilayahan. Setelah itu tim penggiat akan menyusun laporan anev bulanan (H30, H-60, dan H-90) dan menyampaikan berjenjang dari tim penggiat tingkat satuan kewilayahan
ke tim penggiat tingkat Mabes, dan kemudian ke Kapolri/Wakapolri. Untuk proses anev tersebut
jika dibutuhkan dapat dilakukan Vicon.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

183

14.

Pada akhir tahap I program 100 hari, laporan akhir akan disusun oleh tim monitoring dan evaluasi
dan disampaikan secara berjenjang dari tim penggiat satuan kewilayahan kepada tim penggiat
Mabes untuk selanjutnya disampaikan kepada Kapolri/Wakapolri.

15.

Berdasarkan laporan hasil pencapaian tahap I program 100 hari tersebut akan dilakukan
konsolidasi untuk pelaksanaan tahap II. Pedoman pelaksanaan tahap II akan berlaku sama seperti
dalam buku pedoman ini, hanya akan ditentukan kemudian fase pelaporan, Anev, dan asistensi.
Demikian juga selanjutnya untuk tahap III.

184

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

BAB V
PENUTUP

Penjabaran Program Prioritas Optimalisas Aksi ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mencapai
dan mewujudkan Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya. Dalam upaya meningkatkan kinerja
dan citra Polri, maka tentunya menjadi kewajiban kita semua untuk turut serta memberikan sumbangsih
yang terbaik bagi kemajuan Polri yang kita cintai ini.
Dengan semakin besarnya tuntutan dan harapan dari masyarakat dan stake holder (pemangku
kepentingan lainnya) terhadap kinerja dan citra Polri, maka pelaksanaan program prioritas ini akan menjadi
sangat krusial bagi Polri, terutama untuk dapat mewujudkan hasil segera (quick wins) berupa berbagai
langkah nyata perubahan dan peningkatan kinerja Polri, khususnya dalam hal reformasi dan revolusi
mental di internal Polri. Untuk itulah maka dituntut perhatian dan keseriusan dari seluruh jajaran Polri
dalam menindaklanjuti program prioritas optimalisasi aksi ini, sehingga dapat diimplementasikan dengan
baik oleh seluruh satuan kerja dan satuan wilayah Polri.

Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas Kapolri

185