Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kosmetik

telah

dikenal

sejak

zaman

nenek

moyang,

dengan

memanfaatkan bahan-bahan baku alami yang tujuan nya untuk mempercantik


diri. Berdasarkan UU No. 39 (2013 : 155) Kosmetik adalah bahan atau sediaan
yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidemis,
rambut, kuku dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa
mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah, penampilan dan
atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
Kosmetik perawatan kulit wajah berbahan tradisional dari buah-buahan
merupakan bahan kosmetik yang dapat dibuat sendiri dirumah dengan bahanbahan yang mudah diperoleh. Kosmetik tradisional ini dapat berupa kosmetik
bedak dingin, masker wajah, dan lulur.
Masker adalah kosmetik yang dipergunakan pada tingkat terakhir dalam
perawatan kulit wajah tidak bermasalah. Penggunaannya dilakukan setelah
massage, dioleskan pada seluruh wajah kecuali alis, mata, bibir sehingga akan
tampak memakai topeng wajah. Masker juga termasuk kosmetik yang bekerja
secara mendalam (depth cleansing) karena dapat mengangkat sel-sel tanduk yang
sudah mati. (Maspiyah 2009: 9).
Masker berguna untuk meningkatkan taraf kebersihan, kesehatan, dan
kecantikan kulit, memperbaiki dan merangsang kembali kegiatan-kegiatan sel
kulit. Bahan kosmetik masker wajah pada umumnya bertujuan untuk
menyegarkan, mengencangkan kulit, dan sebagai antioksidan. Perawatan wajah
menurut Kusantati (2008 : 191) merupakan perawatan wajah yang menjadi
ketentuan alam jika setiap pertambahan usia membawa konsekuensi penurunan
kualitas tubuh. Kulit wajah yang saat muda halus dan kencang, semakin
bertambah usia, semakin menunjukkan tanda - tanda penuaan seperti kerut,
keriput, garis halus dan flek hitam. Proses penuaan pada kulit terjadi karena kulit
1

tidak dapat lagi menghasilkan banyak kolagen dan elastin, yang fungsinya untuk
mengencangkan dan mengenyalkan kulit. Penurunan produksi kolagen dan
elastin dialami oleh orang-orang yang berusia di atas 30 tahun, karena kulitnya
semakin tua, semakin menipis dan kering. Banyak cara dapat dilakukan untuk
memperlambat proses penuaan dan tetap awet muda, salah satunya dengan
melakukan perawatan wajah sejak dini secara rutin.
Merawat kulit wajah dapat dilakukan di salon atau kinik kecantikan
dengan bantuan tenaga ahli tata kecantikan menggunakan bahan kosmetik
tertentu sesuai produk yang ada di pasaran, akan tetapi perawatan kulit wajah
dapat dilakukan sendiri di rumah tanpa bantuan orang lain, misalnya
menggunakan kosmetik perawatan kulit wajah berbahan tradisional dari buahbuahan yang banyak mengandung vitamin dan mineral.
Buah-buahan dapat diolah secara tradisional dan memiliki manfaat yang
dapat digunakan sebagai bahan dasar kosmetik masker wajah. Menurut Irawati
(2013: 7) Apel Fuji (Malus domestica) merupakan buah yang banyak
mengandung antioksidan terutama quercetin, catechin, phloridzin dan asam
klorogenik. Apel fuji dipilih karena kandungan antioksidannya tertinggi yaitu
108 mg catechin equivalents/100 g apel, selain mengandung antioksidan terdapat
kandungan pektin pada kulit apel untuk mengencangkan kulit wajah dan
mencegah timbulnya keriput pada wajah.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Masker
Masker merupakan salah satu pembersih kulit wajah yang efektif. Masker
termasuk kosmetik depth cleansing yaitu kosmetik yang bekerja secara
mendalam karena dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Masker memiliki banyak
kegunaan, terutama untuk mengencangkan kulit, mengangkat sel-sel tanduk yang
sudah siap mengelupas, memberi kelembaban dan nutrisi pada kulit,
memperbaiki tekstur wajah, meremajakan kulit, mencerahkan warna kulit,
mengecilkan pori-pori, membersihkan pori-pori kulit wajah yang tersumbat
kotoran, menyegarkan wajah karena akan memberi efek rileks otot-otot wajah
(Septiari, 2014). Sebaiknya, penggunaan masker dilakukan 1 minggu sekali
(Wirakusumah, 2007).
Masker yang diaplikasikan pada wajah menyebabkan suhu kulit wajah
meningkat sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar dan pengantaran zatzat gizi ke lapisan permukaan kulit dipercepat, sehingga kulit muka terlihat lebih
segar. Karena terjadinya peningkatan suhu dan peredaran darah yang lebih lancar,
maka fungsi kelenjar kulit meningkat, kotoran dan sisa metabolisme dikeluarkan
ke permukaan kulit untuk kemudian diserap oleh lapisan masker yang
mengering.
B. Apel

Klasifikasi Apel:
Regnum : Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Dicotyledone

Ordo

: Rosales

Famili

: Rosaceae

Genus

: Malus

Spesies

: Malus sylvestris Mill

Buah apel mempunyai bentuk bulat sampai lonjong, bagian pucuk buah
berlekuk dangkal, kulit agak kasar dan tebal, pori-pori buah kasar dan renggang,
tetapi setelah tua menjadi halus dan mengkilat. Warna buah hijau kekuningkuningan, hijau berbintik-bintik, merah tua, dan sebagainya sesuai dengan
varietasnya. Biji buah apel ada yang berbentuk panjang dengan ujung meruncing,
ada yang berbentuk bulat berujung tumpul, ada pula yang bentuknya antara
bentuk pertama dan kedua.
Kandungan Gizi Buah Apel:
Gizi

Nilai per 100 gram


Energi
52 kkal
Air
85,56%
Karbohidrat
13,81 gram
Vitamin C
4,6 mg
Kalsium
6 mg
Zinc
0,04 mg
Apel mengandung serat, flavonoids, dan fruktosa. Dalam 100 g apel
terdapat 2,1 g serat. Apabila kulitnya dikupas, maka kandungan serat apel masih
tetap tinggi yakni 1,9 g. Serat apel mampu menurunkan kadar kolesterol darah
dan resiko penyakit jantung koroner. Serat tak larut dalam apel berfungsi untuk
mengikat kolesterol LDL dalam saluran cerna dan kemudian menyingkirkannya
dari tubuh. Sementara itu, serat larutnya (pektin) akan mengurangi produksi
kolesterol LDL di hati, menurunkan kolesterol, dan bermanfaat untuk mengatasi
diare karena kemampuannya membentuk agar tetap lunak serta tidak cair.
Kulit apel mengandung flavonoid yang disebut quercitin. Quercitin ini
mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi. Fungsinya adalah mencegah
4

serangan radikal bebas sehingga dapat melindungi tubuh dari kemungkinan


serangan kanker. (Ali Khomsan, 2006).
Kulit apel juga mengandung quercetin zat yang dibutuhkan guna
meningkatkan kadar antioksidan guna mencegah berbagai macam penyakit. Hasil
penelitian menyatakan bahwa hanya kulit apel yang memiliki quercetin. Itu sama
artinya apel mampu menyediakan antioksidan setara 1500 mg vitamin C dari
ekstrak apel segar dari apel ukuran medium (Nurcahyati, Erna, 2014).
Apel merupakan buah yang kaya akan kandungan antioksidan. Apel
mengandung zat anti lemak yang berfungsi mengangkat kotoran pada kulit
wajah. Masker ini cocok untuk kulit berminyak karena zat antilemak pada apel
dapat menetralisisr minyak yang berlebihan pada wajah (Novita, Widya, 2009).

BAB III
METODE KERJA
A. Alat dan Bahan
1. Alat yang digunakan:
a. Pisau
b. Blender
2. Bahan yang digunakan:
a. 1 buah apel
b. 2 sendok teh madu
B. Prosedur Kerja
1. Siapkan 1 buah apel dan dua sendok madu. Potong apel menjadi beberapa
bagian kecil
2. Lumatkan potongan-potongan apel dengan blender, tambahkan 2 sendok
madu, lalu aduk hingga rata
3. Masukkan campuran ini ke dalam sebuah wadah seperti botol, kemudian
disimpan dalam lemari es selama kurang lebih 10 menit hingga cukup
dingin.

Skema Kerja
Buah Apel

Dipotong menjadi beberapa bagian kecil

Lumatkan potongan Apel dengan blender

Tambahkan 2 sendok madu

Simpan dalam lemari es selama 10 menit

Siap digunakan

DAFTAR PUSTAKA
Nurcahyati, Erna. 2014. Dahsyatnya Kulit Apel. Bandung: Healthy Books
Novita, Widya. 2009. Merawat Kecantikan di Rumah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama
Maspiyah. 2009. Modul Perawatan Kulit Wajah. UNESA
Irawati. 2013. Pengaruh Pemberian Jus Apel Fuji (Malus Domestica) Dan Susu
Tinggi Kalsium Rendah Lemak Terhadap Kadar Kolesterol HDL Dan
Kolesterol LDL Pada Tikus Sprague Dawley Hiperkolesterolemia . Semarang:
Universitas Diponegoro