Anda di halaman 1dari 14

MOMO

Sabtu, 30 Mei 2009


TIPOGRAFI
A.
Sejarah
Tipograf
Tipografi atau ilmu tentang huruf sudah ada sejak manusia berusaha
menuangkan pesan-pesan yang ingin disampaikannya melalui sebuah
tulisan. Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal
masa kejayaan kerajaan ROMAWI yang telah mengalahkan Yunani
sehingga kerajaan Romawi dapat membawa peradapan baru denagn
diadaptasikannya alfabet latin. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri
dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X,
kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk
mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf
tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga
jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26. Seiring dengan
perkembangan jaman, kemajuan teknologi selanjutnya terjadi pada tahun
1984 ketika Adobe Systems merilis PostScript Font dan di tahun 1991
Apple Computer dan Microsoft Corporations mengeluarkan TrueType Font.
Postscript Font dan TrueType Font adalah huruf elektronik atau yang
disebut font. Huruf digital sesungguhnya berupa bahasa komputer yang
berfungsi menerjemahkan kode-kode untuk menghasilkan tampilan
bentuk huruf yang sempurna baik di layar monitor amupun pada saat
pencetakan. Saat ini dapat ditemukan bergam jenis huruf digital yang
digunakan
dalam
program
komputer.
B.
Pengertian
Tipograf
Dalam desain komunikasi visual tipografi dikatakan sebagai visual
language, yang berarti bahasa yang dapat dilihat. Pengertian tipografi
yang sebenarnya adalah ilmu yang mempelajari bentuk huruf; dimana
huruf, angka, tanda baca, dan sebagainya tidak hanya dilihat sebagai
simbol dari suara tetapi terutama dilihat sebagai suatu bentuk desain.
C.
Peranan
Tipograf
Peran dari pada tipografi adalah untuk mengkomunikasikan ide atau
informasi dari halaman tersebut ke pengamat. Hadirnya tipografi dalam
sebuah media terpan visual merupakan faktor yang membedakan antara
desain grafis dan media ekspresi visual lain seperti lukisan. Lewat
kandungan nilai fungsional dan nilai estetiknya, huruf memiliki potensi
untuk menterjemahkan atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah
komunikasi verbal yang dituangkan melalui abstraksi bentuk-bentuk
visual.
D.
Desain
Tipograf
Tipografi sebagai salah satu elemen desain juga mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh elemen desain yang lain, serta dapat mempengaruhi
keberhasilan suatu karya desain secara keseluruhan. Penggunaan
tipografi dalam desain komunikasi visual disebut dengan desain tipografi.
Komponen dasar daripada tipografi adalah huruf (letterform), yang
berkembang dari tulisan tangan (handwriting). Penggunaan tanda tanda
tersebut baru dapat dikatakan sebagai desain tipografi apabila digunakan

dengan mempertimbangkan graphic clarity dan prinsip-prinsip tipografi


yang ada.
Ada empat buah prinsip pokok tipografi yang sangat mempengaruhi
keberhasilan suatu desain tipografi, antara lain:
1. Legibility
Kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut dapat terbaca. Dalam
suatu karya desain, dapat terjadi cropping, overlapping, dan lain
sebagainya, yang dapat menyebabkan berkurangnya legibilitas daripada
suatu
huruf.
2. Readibility
Penggunaan huruf dengan memperhatikan hubungannya dengan huruf
yang lain sehingga terlihat jelas. Dalam menggabungkan huruf dan huruf
baik untuk membentuk suatu kata, kalimat atau tidak harus
memperhatikan hubungan antara huruf yang satu dengan yang lain.
Khususnya
spasi
antar
huruf.
3. Visibility
Kemampuan suatu huruf, kata, atau kalimat dalam suatu karya desain
komunikasi visual yang dapat terbaca dalam jarak baca tertentu Setiap
karya desain mempunyai suatu target jarak baca, dan huruf-huruf yang
digunakan dalam desain tipografi harus dapat terbaca dalam jarak
tersebut sehingga suatu karya desain dapat berkomunikasi dengan baik.
4. Clarity
Kemampuan huruf-huruf yang digunakan dalam suatu karya desain dapat
dibaca dan dimengerti oleh target pengamat yang dituju. Untuk suatu
karya desain dapat berkomunikasi dengan pengamatnya, maka informasi
yang disampaikan harus dapat dimengerti oleh pengamat yang dituju.
Beberapa unsur desain yang dapat mempengaruhi clarity adalah, visual
hierarchy,
warna, pemilihan type, dan lain-lain.
Penulis, Associated Editor dan Literary Agent

Tulisan Adi Kusrianto


Readability and legibility
Posted by adikusrianto on 29 Juli 2010 in CorelDRAW, Desain Grafis, Tipografi

Aksara

teks

dituntut

untuk

memiliki legibility atau kejelasan

dan

sifat readability alias

keterbacaan. Legibility atau kejelasan suatu aksara berarti tingkat seberapa mudah orang mengenali
aksara-aksara yang ada pada suatu typeface. Di dalam tipografi faktor legibility merupakan bobot kualitas
dari desain aksara tersebut. Sifat ini meliputi tampilan bentuk fisik masing-masing karakter. Sementara
readability adalah kemudahan dibaca atau lebih enak disebut keterbacaan, adalah tingkatan seberapa
mudah rangkaian aksara itu dibaca.
Kejelasan, memiliki tingkatan yang lebih mutlak. Artinya, jika suatu typeface dikatakan legible atau jelas,
maka ia pasti jelas dibaca pada ukuran berapapun.

Gbr. 3 1 : Masing-masing aksara memiliki tingkat kejelasan untuk dibaca


Keterbacaan ternyata memiliki urutan kedua. Sebuah typeface yang memiliki keterbacaan yang baik,
sebelumnya ia harus memiliki kejelasan yang baik dulu. Selanjutnya, typeface itu memiliki keterbacaan
paling baik jika ditampilkan pada kondisi yang tertentu. Sebagai contoh typeface ITC Garamond Book
Condensed memiliki keterbacaan yang paling baik pada ukuran 12 point dan pada leading 13 point.
Aksara-aksaranya akan lebih sulit dibaca jika disajikan pada ukuran 9 point, apalagi dengan leading kurang
dari 110%. Sementara font lain memiliki kondisi yang berbeda.

Pengertian Legibility Dan Readability Dalam Desain


Grafis

Dalam
sebuah
karya
desain pengertian legibility
dan
readabilitysangat perlu sebagai belajar desain grafis dibidang ilmu
komunikasi antara gambar dengan pembaca. Terkadang jika
diartikan ke terjemahan bahasa Indonesia sulit karna yang mudah
dan baku. Namun kalo bahasa sehari-harinya atau yang biasa kita
dengar yaitu keterbacaan dan kemudahan dipahami.

Lalu apa itu legibility dan readability? Meskipun beberapa dari ahli
mengatakan memiliki arti yang hampir sama, tapi kedua kata ini
pada dasarnya memiliki peran yang berbeda. Seperti dalam
membuat sebuah logo, pemahaman tentang legibility dan
readability adalah wajib hukumnya. baca artikel berikutnya. cara
membuat logo dengan baik dan benar.

Legibility adalah tingkat keterdeteksian huruf saat dipotong dengan


ekstrim hingga bagian tertentu yang masih bisa dikenali.

Legibility merupakan kualitas pada huruf yang membuat huruf


tersebut dapat terbaca. Dalam suatu karya desain, dapat terjadi
cropping, overlapping, dan lain sebagainya , yang dapat
menyebabkan berkurangnya legibilitas daripada suatu huruf. Untuk

menghindari hal ini, maka seorang desainer harus mengenal dan


mengerti karakter daripada bentuk suatu huruf dengan baik. Selain
itu, penggunaan huruf yang mempunyai karakter yang sama dalam
suatu kata dapat juga menyebabkan kata tersebut tidak terbaca
dengan tepat.

Legibility dipengaruhi oleh kerumitan desain huruf, penggunaan


warna, dan frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam
kehidupan sehari-hari. Tingkat keterbacaan adalah kemudahan
suatu susunan huruf terbaca berdasarkan susunan huruf, kerapatan,
besar huruf, dan kerumitan kalimat.

Sedangkan
readability
adalah
penggunaan
huruf
dengan
memperhatikan hubungannya dengan huruf yang lain sehingga
terlihat jelas. Jika di lihat dari kejauhan tertentu huruf masih terlihat
sangat jelas. Dalam menggabungkan huruf, baik untuk membentuk
suatu kata, kalimat atau tidak harus memperhatikan hubungan
antara huruf yang satu dengan yang lain. Khususnya spasi antar
huruf. Jarak antar huruf tersebut tidak dapat diukur secara
matematika, tetapi harus dilihat dan dirasakan. Ketidak tepatan
menggunakan spasi dapat mengurangi kemudahan membaca suatu
keterangan yang membuat informasi yang disampaikan pada suatu
desain komunikasi visual terkesan kurang jelas. Huruf-huruf yang
digunakan mungkin sudah cukup legible,tetapi apabila pembaca
merasa cepat capai dan kurang dapat membaca teks tersebut
dengan lancar, maka teks tersebut dapat dikatakan tidakreadible.

readability-tutorialcsd
Pada papan iklan, penggunaan spasi yang kurang tepat sehingga
mengurangi
kemudahan
pengamat dalam
membaca
informasi dapat mengakibatkan pesan yang disampaikan tidak
seluruhnya ditangkap oleh pengamat. Apabila hal ini terjadi, maka
dapat dikatakan bahwa karya desain komunikasi visual tersebut
gagal karena kurang komunikatif. Kerapatan dan kerenggangan teks
dalam suatu desain juga dapat mempengaruhi keseimbangan
desain. Teks yang spasinya sangat rapat akan terasa menguasai
bidang void dalam suatu bentuk, sedangkan teks yang berjarak
sangat jauh akan terasa lebih seperti tekstur.
Keterbacaan merupakan tingkat kesulitan pembaca yakni
pengukuran suatu bacaan. Ada dua faktor yang mempengaruhi
keterbacaan wacana yaitu : kata-kata yang sulit dipahami dan
panjangnya kalimat.
Peran Legibility dan Readability Dalam Tipografi

Ada dua faklor dalam tipografi yang secara langsung berperan untuk mewujudkan
maksud dari komunikatif, yang disandang oleh dua istilah yakni readability dan legibility,
kedua kata ini terkadang sulit untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang
mudah dan baku. Sering terdengar adalah istilah keterbacaan dan kemudahan dipahami.
Lalu apakah itu legibility atau readability? Menurut beberapa ahli kedua kata ini
memiliki arti yang hampir sama. Tetapi pada dasarnya peran keduanya berbeda.
Legibility adalah tingkat keterdeteksian huruf saat dipotong dengan ekstrim hingga
bagian tertentu yang masih bisa dikenali. Legibility menentukan tingkat keterbacaan huruf
dalam kondisi yang sulit, seperti saat digerakkan dalam kecepatan tinggi, cahaya remang,
dan lain-lain.
Legibility merupakan kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut dapat
terbaca. Dalam suatu karya desain, dapat terjadi cropping, overlapping, dan lain
sebagainya , yang dapat menyebabkan berkurangnya legibilitas daripada suatu huruf.
Untuk menghindari hal ini, maka seorang desainer harus mengenal dan mengerti karakter
daripada bentuk suatu huruf dengan baik. Selain itu, penggunaan huruf yang mempunyai
karakter yang sama dalam suatu kata dapat juga menyebabkan kata tersebut tidak terbaca
dengan tepat, seperti contoh di bawah ini. Legibility dipengaruhi oleh kerumitan desain
huruf, penggunaan warna, dan frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam
kehidupan sehari-hari. Tingkat keterbacaan adalah kemudahan suatu susunan huruf
terbaca berdasarkan susunan huruf, kerapatan, besar huruf, dan kerumitan kalimat.
Sedangkan readability adalah penggunaan huruf dengan memperhatikan
hubungannya dengan huruf yang lain sehingga terlihat jelas. Dalam menggabungkan huruf
dan huruf baik untuk membentuk suatu kata, kalimat atau tidak harus memperhatikan
hubungan antara huruf yang satu dengan yang lain. Khususnya spasi antar huruf. Jarak
antar huruf tersebut tidak dapat diukur secara matematika, tetapi harus dilihat dan
dirasakan. Ketidak tepatan menggunakan spasi dapat mengurangi kemudahan membaca
suatu keterangan yang membuat informasi yang disampaikan pada suatu desain komunikasi
visual terkesan kurang jelas. Huruf-huruf yang digunakan mungkin sudah
cukup legible, tetapi apabila pembaca merasa cepat capai dan kurang dapat membaca
teks tersebut dengan lancar, maka teks tersebut dapat dikatakan tidak readible.
Pada papan iklan, penggunaan spasi yang kurang tepat sehingga mengurangi
kemudahan pengamat dalam membaca informasi dapat mengakibatkan pesan yang
disampaikan tidak seluruhnya ditangkap oleh pengamat. Apabila hal ini terjadi, maka
dapat dikatakan bahwa karya desain komunikasi visual tersebut gagal karena kurang
komunikatif. Kerapatan dan kerenggangan teks dalam suatu desain juga dapat
mempengaruhi keseimbangan desain. Teks yang spasinya sangat rapat akan terasa
menguasai bidang void dalam suatu bentuk, sedangkan teks yang berjarak sangat jauh
akan terasa lebih seperti tekstur.
Keterbacaan merupakan tingkat kesukaran wacana yakni pengukuran suatu wacana.
Ada dua faktor yang mempengaruhi keterbacaan wacana yaitu : kata-kata yang sukar dan
panjangnya kalimat pada wacana.
Pengertian Huruf
Huruf adalah
sebuah grafem dari
suatu sistem
tulisan ,
misalnya alfabet
Yunani dan aksara yang diturunkannya. Dalam suatu huruf terkandung suatu fonem, dan

fonem
tersebut
membentuk
suatu bunyi dari
bahasa
yang
dituturkannya.
Setiap aksara memiliki huruf dengan nilai bunyi yang berbeda-beda. Dalam aksara
jenis alfabet, abjad, danabugida, biasanya suatu huruf melambangkan suatu fonem atau
bunyi. Berbeda dengan logogram atau ideogram, yang hurufnya mewakili ungkapan atau
makna
suatu
lambang,
misalnya aksara
Tionghoa .
Dalam
aksara
jenis silabis atau aksara suku kata , suatu huruf melambangkan suatu suku kata,
contohnya adalah Hiragana dan Katakana yang digunakan di Jepang. Beberapa aksara,
misalnya alfabet Yunani dan keturunannya, memiliki varian dari satu huruf yang sama,
disebut dengan istilah huruf besar dan huruf kecil. Huruf besar biasanya dipakai di awal
kata, sedangkan huruf kecil ditulis setelahnya.
Setiap bentuk huruf dalam sebuah alfabet memiliki keunikan fisik yang
menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf m dengan p atau C dengan
Q. Sekelompok pakar psikologi dari Jerman dan Austria pada tahun 1900
memformulasikan sebuah teori yang dikenal dengan teori Gestalt. Teori ini berbasis pada
pattern seeking dalam perilaku manusia. Salah satu hukum persepsi dari teori ini
membuktikan bahwa untuk mengenal atau membaca sebuah gambar diperlukan adanya
kontras antara ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negative yang disebut
dengan ground.
3

Di dunia huruf terdapat dua kategori besar pilihan, yakni serif / huruf berkait dan
sans-serif / rupa huruf tanpa kait . Serif adalah penamaan untuk kaki dekoratif kecil yang
ada di bagian ujung huruf. Jenis huruf serif memiliki basis dasar yang lebih kuat dengan
"kaki" yang dimilikinya. Bentuk ini membantu mata pembaca dalam melakukan
penelusuran secara horizontal di sepanjang garis tulisan. Sans serif seringkali lebih
mudah dibaca secara online (tampilan di layar komputer), meskipun hal ini masih
tergantung pada ukuran, gaya dan pilihan warna huruf.
Huruf atau biasa juga dikenal dengan istilah Font atau Typeface adalah salah
satu elemen terpenting dalam Desain Grafis karena huruf merupakan sebuah bentuk
yang universal untuk menghantarkan bentuk visual menjadi sebuah bentuk bahasa.
Huruf dan tulisan memiliki arti amat penting bagi manusia. Bahkan, yang namanya
peradaban atau masa sejarah ditandai dengan peristiwa dikenalnya tulisan oleh
manusia. Zaman sebelum ada tulisan sering disebut zaman prasejarah.
Pada dasarnya huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan gerak mata.
Energi ini dapat dimanfaatkan secara positif apabila dalam penggunaannya senantiasa
diperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, serta interaksi huruf
terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya.

Keterbacaan adalah tingkat kenyamanan suatu susunan huruf saat dibaca, yang
dipengaruhi oleh:
1)

Jenis huruf

2)

Ukuran

3)

Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya

4)

Kontras warna terhadap latar belakang


Ada juga beberapa keluarga Huruf yang terbagi menjadi empat bagian yaitu :

Berat
4

Perubahan berat dari struktur bentuk dasar huruf terletak pada perbandingan
antara tinggi dari huruf yang tercetak dengan lebar stroke. Bila ditinjau dari berat huruf,
maka anggota dari keluarga huruf ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok pokok, yaitu:
light, regular, dan bold. Setiap anggota keluarga huruf baik light, regular, dan bold
memiliki kesamaan ciri fisik, namun dengan tampilnya perbedaan berat dapat
memberikan dampak visual yang berbeda. Seperti contoh, huruf bold karena
ketebalannya memiliki potensi yang kuat dalam menarik perhatian mata. Biasanya
kelompok huruf bold ini banyak sekali digunakan untuk judul (headline) sebuah naskah,
baik untuk iklan, poster, maupun media terapan lainnya.

Proporsi
Perbandingan antara tinggi huruf yang tercetak dengan lebar dari huruf itu sendiri
dapat dibagi menjadi tiga kelompok bila ditinjau dari perbandingan proporsi terhadap
bentuk dasar huruf tersebut. Pembagiannya adalah condense, regular, dan extended.

Kemiringan
Huruf yang tercetak miring dalam terminologi tipografi disebut italic. Huruf italic ini
biasanya digunakan untuk memberikan penekanan pada sebuah kata. Di samping itu,
huruf-huruf ini juga dipakai untuk menunjukkan istilah atau kata yang berasal dari
bahasa asing. Umumnya, huruf italic digunakan untuk teks dalam jumlah yang tidak
terlalu panjang, seperti untuk keterangan gambar (caption), highlight dari naskah (copy
blurb) serta kadang juga digunakan sebagai headline atau sub-head. Apabila kita
perhatikan secara seksama, huruf italic dirancang dengan sudut kemiringan tertentu

untuk mencapai toleransi terhadap kenyamanan mata kita dalam membacanya. Sudut
kemiringan yang terbaik adalah 12 derajat. Mata kita akan sukar mengidentifikasikan
huruf italic apabila sudut kemiringan lebih besar dari 12 derajat, akan mempengaruhi
keseimbangan bentuk huruf.

Set Characters
5

Setiap alfabet memiliki berbagai character yang terdiri dari huruf besar atau yang
disebut uppercase (sering juga disebut dengan capitals atau caps) dan huruf kecil atau
yang disebut lowercase. Istilah ini berasal dari subsistem teknologi mesin cetak yang
awalnya ditemukan oleh Johan Gutenburg. Pada masa itu cetakan huruf yang berupa
potongan-potongan blok metal disimpan dalam sebuah kotak yang disebut dengan type
case. Huruf besar disimpan di dalam kotak pada bagian atas (upper case), sedangkan
huruf kecil diletakkan pada bagian bawah dari kotak (lower case). Kelengkapan
character dalam sebuah alfabet (set character) biasanya memiliki uppercase yang
berjumlah 26 dan lowercase dalam jumlah yang sama. Selain uppercase dan lowercase
masih terdapat berbagai jenis character yang melengkapi sebuah alfabet. Sebagai
catatan, setiap jenis huruf digital memiliki jumlah character yang berbeda-beda, hal ini
tergantung pada seberapa banyak si perancang huruf mendesain jumlah character. Satu
set characters yang lengkap biasanya terdiri dari lebih 200 jenis character. Penambahan
character seperti ligatures disebut sebagai expert set characters.

1.2 Pengertian Tipograf


Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi
verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Hadirnya
tipografi dalam sebuah media terpan visual merupakan faktor yang
membedakan antara desain grafis dan media ekspresi visual lain seperti
lukisan. Lewat kandungan nilai fungsional dan nilai estetiknya, huruf memiliki
potensi untuk menterjemahkan atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah
komunikasi verbal yang dituangkan melalui abstraksi bentuk-bentuk visual.
Adi Kusrianto (2006;2) menuturkan Latar belakang tipografi atau ilmu
tentang huruf dimulai sejak manuia berusaha menuangkan pesan-pesan yang
ingin disampaikannya melalui tulisan. Mengenal latar belakang itu diperlukan
agar pembaca dapat memahami perkembangan dari tahap ke tahap budaya
manusia dalam hal tulis menulis Tipografi merupakan suatu ilmu dalam
memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruangruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat

menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal


mungkin.
6

Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan
pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian
huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan. Dalam suatu karya desain,
semua elemen yang ada pada void (ruang tempat elemen-elemen desain
disusun) saling berkaitan. Tipografi sebagai salah satu elemen desain juga
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh elemen desain yang lain, serta dapat
mempengaruhi keberhasilan suatu karya desain secara keseluruhan.
Penggunaan tipografi dalam desain komunikasi visual disebut dengan desain
tipografi. Tulisan tangan adalah sederetan tanda-tanda yang mempunyai arti
dan dibuat dengan tangan.
Komponen dasar daripada tipografi adalah huruf (letterform), yang
berkembang dari tulisan tangan (handwriting). Berdasarkan ini, maka dapat
disimpulkan bahwa tipografi adalah sekumpulan tanda-tanda yang
mempunyai arti. Penggunaan tanda tanda tersebut baru dapat dikatakan
sebagai desain tipografi apabila digunakan dengan mempertimbangkan
graphic clarity dan prinsip-prinsip tipografi yang ada. Ada empat buah prinsip
pokok tipografi yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu desain
tipografi yaitu legibility, clarity, visibility, dan readibility.
Legibility adalah kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut
dapat terbaca. Dalam suatu karya desain, dapat terjadi cropping, overlapping,
dan lain sebagainya , yang dapat menyebabkan berkurangnya legibilitas
daripada suatu huruf. Untuk menghindari halini, maka seorang desainer harus
mengenal dan mengerti karakter daripada bentuk suatu huruf dengan baik.
Selain itu, penggunaan huruf yang mempunyai karakter yang sama dalam
suatu kata dapat juga menyebabkan kata tersebut tidak terbaca dengan
tepat. Legibility adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan
tanpa harus bersusah payah.

Hal ini bisa ditentukan oleh:


1.

2.

Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan


sebagainya.
Penggunaan warna

3.

Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari


7

Readibility
adalah
penggunaan
huruf
dengan
memperhatikan
hubungannya dengan huruf yang lain sehingga terlihat jelas. Dalam
menggabungkan huruf dan huruf baik untuk membentuk suatu kata, kalimat
atau tidak harus memperhatikan hubungan antara huruf yang satu dengan
yang lain. Khususnya spasi antar huruf. Jarak antar huruf tersebut tidak dapat
diukur secara matematika, tetapi harus dilihat dan dirasakan. Ketidak tepatan
menggunakan spasi dapat mengurangi kemudahan membaca suatu
keterangan yang membuat informasi yang disampaikan pada suatu desain
komunikasi visual terkesan kurang jelas. Huruf-huruf yang digunakan mungkin
sudah cukup legible, tetapi apabila pembaca merasa cepat capai dan kurang
dapat membaca teks tersebut dengan lancar, maka teks tersebut dapat
dikatakan tidak readible.
Prinsip yang ketiga adalah Visibility. Yang dimaksud dengan visibility
adalah kemampuan suatu huruf, kata, atau kalimat dalam suatu karya desain
komunikasi visual dapat terbaca dalam jarak baca tertentu. Fonts yang kita
gunakan untuk headline dalam brosur tentunya berbeda dengan yang kita
gunakan untuk papan iklan. Papan iklan harus menggunakan fonts yang cukup
besar sehingga dapat terbaca dari jarak yang tertentu. Setiap karya desain
mempunyai suatu target jarak baca, dan huruf-huruf yang digunakan dalam
desain tipografi harus dapat terbaca dalam jarak tersebut sehingga suatu
karya desain dapat berkomunikasi dengan baik.
Prinsip pokok yang terakhir adalah clarity, yaitu kemampuan huruf-huruf
yang digunakan dalam suatu karya desain dapat dibaca dan dimengerti oleh
target pengamat yang dituju. Untuk suatu karya desain dapat berkomunikasi
dengan pengamatnya, maka informasi yang disampaikan harus dapat
dimengerti oleh pengamat yang dituju. Beberapa unsur desain yang dapat
mempengaruhi clarity adalah, visual hierarchy, warna, pemilihan type, dan
lain-lain.
Keempat prinsip pokok daripada desain tipografi tersebut di atas
mempunyai tujuan utama untuk memastkan agar informasi yang ingin
disampaikan oleh suatu karya desain komunikasi visual dapat tersampaiakn
dengan tepat. Penyampaian informasi tidak hanya merupakan satu-satunya
peran dan digunakannya desain tipografi dalam desain komunikasi visual.
Sebagai seuatu elemen desain, desain tipografi dapat juga membawa emosi
atau berekspressi, menunjukan pergerakan elemen dalam suatu desain, dan
memperkuat arah daripada suatu karya desain seperti juga desain-desain

elemen yang lain. Maka dari itu, banyak kita temui desain komunikasi visual
yang hanya menggunakan tipografi sebagai elemen utamanya, tanpa objek
gambar.

3.1 Kesimpulan
Penggunaan desain tipografi dalam sebuah karya desain komunikasi
visual dapat memperkuat keberhasilan karya tersebut dalam berkomunikasi,
namun dapat juga menjatuhkan kualitas desain apabila tidak dipergunakan
dengan tepat. Ini dikarenakan huruf memiliki psikologi tersendiri bagi
pembacanya. Dalam tiap jenis huruf terdapat struktural tersendiri yang sangat
berpengaruh
dalam
kenyamanan
membaca
Dengan begbitu besarnya pengaruh tipografi dalam keberhasilan sebuah
karya desain. Maka sangat penting bagi desainer untuk mengenal lebih baik
akan tipografi sehingga dapat mendukung hasil karya desain yang dimilikinya.

3.2 Saran
Seorang desainer harus mampu dan mempunyai kesensitifan dalam
mengintegrasi elemen lain sebagainya dengan desain tipografi. Dengan
integrasi yang harmonis antar elemen desain yang ditampilkan akan lebih
menarik dan memikat orang yang melihatnya.

DAFTAR PUSTAKA

Barthes, Roland. 2008. Mitologi. Yogyakarta:Kreasi Wacana


Kusrianto, Adi. 2006. Tipografi Komputer Untuk desain Grafis. Yogyakarta:
Andi Yogyakarta
Wijaya, Yunita Wijaya. 1999. Tipografi Dalam desain Komunikasi Visual.
Makalah diterbitkan di Surabaya: Universitas Kristen Petra

Website Source :

_________.2008.Tipografi(Online),
(http://wikipedia.com/wiki/tipografi.html,
diakses
13
Januari
2013)
_________.2008.Huruf(Online), (http://wikipedia.com/wiki/huruf.html , diakses 13
Januari 2013)