Anda di halaman 1dari 5

TUGAS 2 MANAJEMEN KINERJA

MUHAMAD ARREDHA
UPBJJ-UT BATAM
1. Dalam menilai kinerja suatu perusahaan yang lebih rinci, terdapat kesepakatan
antara analis dan manajer keuangan untuk melakukan pengukuran terhadap
variable-variabel yang dinilai penting. Jelaskan!
Jawaban :
Seringkali perusahaan menggunakan anggaran sebagai satu-satunya pengukur kinerja
manajemen. Penekanan anggaran seperti ini dapat memungkinkan timbulnya senjangan
anggaran. Penilaian kinerja berdasarkan tercapai atau tidaknya target anggaran akan
mendorong bawahan untuk menciptakan senjangan anggaran dengan tujuan meningkatkan
prospek kompensasi.
Adanya ketidakseimbangan dalam kempemilikan informasi antara manajer atas dan bawah
disebut sebagai informasi yang tidak simetris atau asimetri informasi (Information asymetry).
Asimetri informasi terjadi karena manajer bawah lebih terlibat langsung dalam operasional
sehari-hari perusahaan jika dibandingkan dengan manajer atas. Pada hal informasi sangat
berguna bagi perusahaan dalam kegiatan perencanaan, kontrol, dan pengambilan keputusan.
Hal ini berarti manajer tingkat bawah memiliki informasi lebih lengkap yang dapat digunakan
untuk melakukan perencanaan, estimasi, dan penganggaran.
Dalam partisipasi anggaran, penyusunan anggaran melibatkan manajer yang menyangkut
sub-bagiannya sehingga tercapai kesepakatan antara manajer atas atau pemegang kuasa
anggaran dan manajer bawah dalam penyusunan anggaran. Hal ini dilakukan dengan harapan
dapat mencegah atau mengurangi terjadinya senjangan anggaran dan pencapaian anggaran
yang ditetapkan. Namun partisipasi anggaran dinilai mempunyai konsekuensi terhadap sikap
dan perilaku anggota organisasi. Perbedaan informasi (asimetri informasi) yang dimiliki
berpengaruh terhadap tingkat hubungan partisipasi dan senjangan anggaran, oleh karena itu,
tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan partisipasi anggaran dan senjangan
anggaran serta menguji asimetri informasi sebagai variable moderasi dalam memperkuat
pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran.
Perencanaan tersebut sebagai usaha untuk menjalankan perusahaan secara efektif dan
efisien. Dalam perencanaan, pihak manajemen perusahaan memerlukan adanya suatu alat
pembantu dalam perencanaan pengalokasian sumber daya perusahaan yang terbatas. Salah
satu alat yang dapat membantu pihak manajemen tersebut adalah anggaran karena anggaran
merupakan salah satu komponen penting dalam suatu perusahaan.
Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu manajemen
dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman
kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang telah ditetapkan. Anggaran memiliki
dampak langsung terhadap perilaku manusia. Orang-orang merasakan tekanan dari anggaran
yang ketat dan kegelisahaan atas laporan kinerja yang buruk sehingga anggaran seringkali

dipandang sebagai penghalang kemajuan karier mereka. Oleh karena itu, keikut sertaan atau
partisipasi anggaran dapat mendorong penetapan anggaran yang akurat.
Senjangan anggaran adalah perbedaan antara anggaran yang dinyatakan dan kapasitas
anggaran terbaik yang secara jujur dapat diprediksikan. Manajer menciptakan senjangan
dengan mengestimasikan pendapatan lebih rendah dan biaya lebih tinggi. Manajer melakukan
hal ini agar target anggaran dapat dicapai sehingga kinerja manajer terlihat baik.
Karena karakter dan prilaku manusia yang berbeda-beda, partisipasi anggaran dapat
berpengaruh atau tidak berpengaruh terhadap senjangan. Para pendukung pendapat bahwa
partisipasi anggaran dapat mendorong terjadinya senjangan anggaran mengemukakan bahwa
semakin tinggi partisipasi yang diberikan pada bawahan dalam penganggaran cenderung
mendorong bawahan menciptakan senjangan anggaran. Kelompok yang tidak mendukung
pendapat itu menyatakan bahwa partisipasi dapat mengurangi senjangan anggaran yang
ditandai dengan komunikasi positif antara para manajer.

2. Pengelolaan variable kinerja financial dan non financial adalah untuk memenuhi
trade off. Jelaskan maksud pernyataan diatas!
Jawaban :
Maksud dari variabel kinerja financial dan non financial untuk memenuhi trade-off adalah
Banyaknya keputusan manajemen yang melibatkan usulan untuk meningkatkan beban
dengan harapan bahwa hal itu akan menghasilkan peningkatan yang lebih besar dalam
pendapatan penjualan. Keputusan semacam ini disebut dengan pertimbangan
biaya/pendapatan (expense/revenue trade-off). Untuk dapat mendelegasikan keputusan tradeoff semacam ini ke tingkat manajer yang lebih rendah.
Variabel Kinerja Aspek Finansial Pengukuran kinerja keuangan merupakan salah satu
aspek yang penting. Perusahaan swasta sangat memperhatikan kondisi keuangan
perusahaannya. Aspek keuangan perusahaan penting untuk kelangsungan perusahaan dalam
menjalankan proses bisnisnya. Kondisi keuangan perusahaan dapat diketahui melalui analisis
laporan keuangan, yaitu neraca dan laporan rugi laba. Neraca keuangan memberikan
informasi mengenaikondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu, biasanya pada akhir
tahun anggaran. Sedangkan laporan rugi/laba memberikan informasi mengenai hasil kegiatan
operasional perusahaan pada periode tertentu. Kinerja keuangan dapat diketahui dengan
mengukur variabel yang berupa rasio keuangan. Analisis rasio keuangan dapat mengevaluasi
situasi saat ini dan memprediksi kondisi keuangan di masa mendatang.
Variabel Kinerja Aspek Non Finansial Sama dengan variabel finansial, pengelolaan
variabel non finansial ditujukan untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Akan tetapi sering
kali terjadi perbedaan dalam kebutuhan dari setiap stakeholder sehingga membuat perusahaan
melakukan trade-off dalam memenuhi kebutuhan setiap Stakeholder Kelompok stakeholder
lain yang harus diperhatikan adalah pegawai. Pemenuhan kepuasan pegawai dapat diketahui
melalui survey kepuasan pegawai. Dapat diketahui apa yang menjadi kebutuhan pegawai.
Pengukuran variabel ini juga penting untuk mengetahui apakah kompensasi yang diberikan
perusahaan selama ini seperti gaji, bonus dan kesejahteraan telah memenuhi kepuasan
karyawannya. Dengan memenuhi kepuasan pegawai diharapkan dapat meningkatkan
motivasi pegawai untuk memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan. Selain itu dapat
menarik pegawai yang kompeten dan berkualitas untuk bergabung. Sedangkan pegawai yang

sudah bergabung dan memiliki kompetensi, kualitas, karakter dan memberikan hasil yang
baik bagi perusahaan dapat dipertahankan

3. Hal pertama dan terpenting dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan


pelanggan adalah ukuran pengaduan (complaint) pelanggan yang biasanya terjadi
karena adanya ketidakpuasan pelanggan. Kemukakan pendapat saudara mengenai
hal ini.
Jawaban :
Ketidak puasan pelanggan biasanya dipicu oleh hal-hal yang lebih mendasar, seperti dalam
pemasaran olahan kedelai yang kita tau saat ini sedang mengalami krisis bahan dasar juga
mengalami kelonjakan harga, oleh sebab itu pengusaha rumahan akan menaikan harga atau
memperkecil kemasan walaupun tidak mengurangi kualitas. maka akan muncullah
ketidakpuasan pelanggan yang disebabkan olahan tempe yang semakin lama semakin
mengecil atau yang harganya yang melonjak.
Keunggulan suatu pasar juga ditentukan oleh komitmen para karyawan perusahaan, untuk
menciptakan dan memuaskan pelanggan. Begitu pentingnya peran pelanggan dalam
perusahaan, sehingga para pengusaha selalu berlomba-lomba menggali potensi yang terbaik
untuk dipersembahkan kepada pelanggan, namun pada kenyataannya tidak sedikit perusahaan
yang malahan bingung untuk membuat pelanggannya loyal dan tidak berpindah kepada
produk atau jasa perusahaan lain. Kepuasan pelanggan yang di berikan oleh perusahaan
menjadi nilai tersendiri dari pelanggan maka sepatutnya perusahaan harus tahu betul siapa
pelanggan itu, dan harus tahu betul apa yang mesti dilakukan/diberikan kepada pelanggan?,
sehingga pada akhirnya pelanggan itu akan memberikan konstribusi besar dalam bisnis
perusahaan.
4. Salah satu bentuk dari pelayanan prima adalah reliable, komprehensif, lengkap,
mutakhir, dan mudah diakses.jelaskan!
Jawaban :
Pelayanan prima sesungguhnya baru ada, apabila sudah ada standar pelayanan. Pelayanan
prima di lingkungan masyarakat ialah pelayanan yang sesuai atau melebihi delapan standar
pendidikan nasional, yaitu :
1.Standar isi
2.Standar proses
3.Standar kompetensi lulusan
4.Standar pendidik dan tenaga kependidikan

5.Standar sarana dan prasarana


6.Standar pengelolaan
7.Standar pembiayaan
8.Standar penilaian pendidikan.

Dengan adanya delapan standar tersebut berarti S/M dapat melaksanakan pelayanan
prima. PELAYANAN PRIMA dalam arti singkatan adalah: Pantas (tepat janji dalam Mutu,
Biaya, dan Waktunya = BMW), Empati (memahami kebutuhan konsumen); Langsung
(responsif, segera dikerjakan dan tidak berbelit-belit), Akurat (tepat atau teliti, reliabel):
Yakin (kredibiltas, dapat dipercaya), Aman (resiko kecil, keraguan kecil), Nyaman
(menyenangkan dan memuaskan), Alat (lengkap dan modern), Nyata (penampilan sarana dan
parasarana, personil), Perkataan (sopan santun, bersahabat, mudah berkomunikasi, mudah
dipahami, konsisten dengan tindakan), Rahasia (kerahasiaan pelayanan terjamin), Informasi
(penyuluhan jelas mudah didengar dan dipahami, objektif, valid, reliabel, komprehensif,
lengkap, dan mutakhir); Mudah (kesediaan melayani, mudah dihubungi, mudah ditemui,
mudah disuruh), dan Ahli (dikerjakan oleh orang yang benar-benar kompeten).
Singkatan PELAYANAN PRIMA di atas sesungguhnya sudah mengandung dimensi
pelayanan prima yaitu: tangible (nyata), reliability (pantas), responsiveness (mudah,
kesediaan melayani), competence (ahli), courtesy (perkataan sopan dan ramah), credibility
(yakin), security (aman), access (mudah), communication (informasi), dan understanding
(empati). Perbedaannya hanya terletak pada urutannya saja.

5. Bagaimana perusahaan membangun kepercayaan pelanggan terhadap produk yang


baru?
Jawaban :
Memasarkan produk baru memang tidak mudah, apalagi jika produk tersebut belum dikenal
masyarakat. Dibutuhkan modal atau biaya pemasaran yang cukup besar, serta perjuangan dan
strategi pemasaran khusus agar produk tersebut mengena dihati konsumen. Selain bagaimana
caranya menarik minat konsumen, para pemula juga harus menghadapi persaingan bisnis dari
pengusaha
lain
yang
telah
memasarkan
produk
terlebih
dulu.
Hal ini menjadi tantangan yang cukup besar, bagi para pelaku usaha. Sebab untuk berhasil
memasuki sebuah pasar, mereka harus memiliki strategi untuk menarik minat konsumen.
Sebaiknya ciptakan produk yang memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan produk lainnya.
Sehingga konsumen bisa tertarik dan mengenali produk baru yang ditawarkan.
Sejumlah faktor turut menentukan bagaimana produk dengan brand baru bisa diterima pasar,
seperti:
Berani mengambil risiko, Risiko menjadi faktor yang ditempatkan paling depan dalam
memulai bisnis.

Intensitas waktu, Merintis bisnis dengan produk baru dikenal pasar butuh perhatian khusus.
Perlu waktu untuk memperkenalkan produk Anda.
Fokus pada bisnis yang sedang dibangun, Keterlibatan langsung pemilik dalam membangun
bisnis menjadi kunci penting.
Aktif berpromosi, Mengikuti berbagai ajang promosi, seperti pameran atau bentuk kerjasama
lainnya, sangat menunjang keberhasilan produk menjaring pasar. Pebisnis perlu mengambil
risiko, meski dibutuhkan biaya tak sedikit untuk promosi.
Membangun trust dengan pelanggan, Kepercayaan konsumen muncul dari bagaimana cara
pebisnis membangun relasi. Hal utamanya terletak pada kepuasan atas produk tersebut, dan
pelayanan dari pemilik usaha.
Disamping menciptakan produk yang lebih unggul, masih ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan untuk mengenalkan konsumen pada produk baru, antara lain sebagai berikut :
* Lakukan riset pasar, untuk mengetahui seberapa besar potensi pasar sebuah produk. Jika
hasil penelitian menunjukan hasil yang cukup positif, maka Anda tidak perlu ragu lagi untuk
memasarkan produk baru tersebut. Namun bila riset menunjukan kurangnya minat dari
konsumen, sebaiknya lakukan evaluasi dan berikan nilai lebih pada produk Anda. Sehingga
produk tersebut mudah diterima oleh pasar.
* Jeli terhadap kebutuhan konsumen. Mencoba pasar baru dengan menawarkan produk yang
dibutuhkan konsumen, merupakan salah satu strategi pemasaran yang sangat ampuh untuk
menarik minat konsumen. Karena dengan adanya kebutuhan tersebut, daya beli konsumen
akan semakin meningkat. Termasuk daya beli terhadap produk baru yang memberikan solusi
untuk masalah mereka.
* Buat kegiatan promosi yang efektif. Kegiatan promosi menjadi hal yang sangat penting
untuk mengenalkan produk baru, setidaknya perhatikan faktor pendukung STP
(segmentation, targeting, positioning) dan marketing mix (produk, price, place dan
promotion). Ini dimaksudkan agar kegiatan promosi yang dilakukan sesuai dengan target
pasar yang telah ditentukan. Strategi promosi yang dapat dilakukan antara lain menjaga
kualitas produk, menawarkan harga yang bersaing, memilih lokasi usaha yang strategis,
memberikan
bonus
atau
potongan
harga
pada
saat
launching
produk.
* Selanjutnya berikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen. Karena pelayanan yang
baik, menjadi salah satu faktor pendukung untuk menciptakan produk yang berkualitas.
Semakin baik pelayanan yang Anda berikan, maka semakin luas pula pasar Anda. Begitu juga
sebaliknya jika pelayanan yang Anda berikan buruk, konsumen pun akan begitu cepat
meninggalkan produk Anda.