Anda di halaman 1dari 3

1.

LOGIKA DOUBLE ENTRY


Single Entry
Menurut Yuji Ijiri dalam system single-entry transaksi hanya mencatat dalam satu pos
atau satu kali yang tidak menimbulkan pengaruh kepada pos lain. Metode ini sama seperti
pencatatan informasi biasa sehingga tampak seperti laporan. Model ini menggambarkan
informasi perusahaan saja. Beberapa keuntungan dari single entry book keeping sebagai
berikut:

Pencatatan transaksi dan penyimpanan cukup sederhana dan tidak memerlukan keahlian

khusus
Biaya untuk menggunakan system ini cukup minimal
Untuk menyusun laporan keuangan yang hanyauntuk keperluan perpajakan atau kredit
yang sederhana

Sementara untuk, kelemahan single entry bookkeeping adalah:

Terdapat kesulitan didalam melakukan pengecekan validitas dan akurasi dalam

pencatatan dan pembukuan dalam neraca percobaan.


Adanya kemungkinan data dan informasi yang hilang sewaktu menyusun laporan

keuangan.
Dibutuhkan upaya yang rumit dalam melakukan analisis transaksi dalam menyusun

laporan keuangan.
Tidak dapar memberikan system yang baik untuk peningkatan pengawasan intern
perusahaan.

Temuan Double Entry


Temuan ini merupakan dasar dari akuntansi modern, dengan buku berpasangan yang
ditemukan oleh lucas pacioli. Dalam buku nya yang berjudul De Computis et scripturis
dengan Double Entry bookeeping system. Persamaan dalam Double entry bookkeeping
adalah :
HARTA = UTANG + MODAL

Persyaratan Mutlak Double Entry


Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi
sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran yang berimbang. Praktek pencatatan
akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai
sejak adanya kejadian dalam double entry bookkeeping.
Berdasarkan sejarah kita mengetahui bahwa pembukuan double entry berasal dari
italia sekitar abad ke-13, tapi mungkin saja pembukuan double entry digunakan beberapa
tahun sebelumnya.
Riwayat Littleton
Sangatlah logis untuk mengatakan bahwa double entry berkembang sejak
kemunculannya dikarenakan kondisi pada saat itu, dan kondisi ini tidak sepenuhnya terjadi
pada periode sebelumnya. Hal ini merupakan argument Professor Littleton yang menjadi
sebuah penyataan klasik. Littleton berpendapat bahwa jika pembukuan double entry ingin
muncul, maka persyaratan atau riwayat harus dihadirkan. Dia mengklasifikasikan
pendapatnya sebagai hal-hal yang mewakili suatu materi (sesuatu yang harus dikerjakan
kembali) dan hal-hal yang mewakili bahasa (media untuk mengekspresikan materi).
Littleton mengklaim bahwa syarat-syarat tersebut, meskipun hadir dalam bentuk yang
dapat diingat, tidak memiliki intensitas yang layak pada masyrakat kuno untuk menyebabkan
pembukuan double entry meningkat. Pembukuan double entry muncul di Italy pada abad ke
13 karena kondisi yang kuat mendukung pada saat itu.
Penjelasan Alternative
Kekuatan yang menciptakan dan mendorong pertumbuhan entitas bisnis adalah threefold.
Pertama : adanya motivasi dasar yang mendorong masyarakat unuk mendapatkan
keuntungan pribadi, yang dapat kita sebut sebagai semangat kapitalistik. Organisasi bisnis
dibentuk oleh orang-orang yang dimotivasi oleh semangat kapitalistik.
Kedua : kejadian ekonomi politik tertentu yang menciptakan kondisi terhadap respon
entitas bisnis.
Ketiga : Inovasi teknologi tertentu yang membentuk dan mendorong entitas bisnis.

Ketiga hal diatas merupakan alasan perkembangan bisnis organisasi, yang


menyebabkan perkembangan double entry, dapat diistilahkan Social Forces. Sosial forces
dapat didefinisikan sebagai energy manusia yang berasal dari motivasi individual yang
bergabung dalam sebuah kekuatan manifestasi kolektif.
Pentingnya Pembukuan Double Entry
Salah satu alasan pentingnya double entry pada abad ke-13 adalah double entry
merupakan hasil alami dari proses evolusi dalam merespon kebutuhan pada saat itu. Alasan
lain kemunculan double entry adalah adanya setting tertentu, orang-orang kota Italia
menyebutnya Forth (keempat).