Anda di halaman 1dari 36

Pembiayaan Kesehatan bersumber

dari pajak

Definisi Operasional
Pembiayaan Kesehatan:
Semua biaya yang secara eksplisit di
alokasikan untuk meningkatkan atau
mencegah penurunan status kesehatan
masyarakat (Health Canada, 1996).
Dalam proses sering menghadapi kesulitan dalam batasan
pembiayaan kesehatan:

Apakah Pembiayaan Kesehatan


Publik??
Pembiayaan kesehatan publik
adalah kumpulan tabel standar yang
berisi informasi pembiayaan
kesehatan bersumber pemerintah
(pajak) menurut berbagai aspek

DESENTRALISASI
Pemerintah Daerah (Kab/Kota):
Bagaimana membuat perencanaan
dan penganggaran yang
mengakomodasi kebutuhan lokal,
prioritas, kapasitas dan sumber
daya yang ada.

Sumber Utama Pembiayaan


Kesehatan
Pemerintah

Swasta

SUMBER PEMBIAYAAN
PEMERINTAH

PEMERINTAH PUSAT : 38,14 %


PEMERINTAH DAERAH : 14,33 %
SWASTA
ASURANSI KESEHATAN
HIBAH : 0,24 %
LOAN : 47,28 %
SUMBER : NHA, 2000

Pembiayaan Kesehatan
Bersumber Pemerintah
Pusat

Provinsi

Kabupaten/
Kota

Dana
DEKON

DAK

JPSBK/
PDPSE/
PKPSBBM

APBD Propinsi

DAU

PAD

PLN

Gaji PTT
(Dokter &
Bidan)

SUMBER ANGGARAN KESEHATAN


(sumber : NHA, 2000)
APBN : 2,5 % - 4 %
BANTUAN LN :
1995 : Rp 196.033.500.000, 1999 : Rp 532.347.156.000, 2000: Rp 2.686.434.797.000,-

PEMERINTAH PUSAT : Rp
2.426.727.317.000
PEMDA : Rp 965.275.307.000
DEPARTEMEN LAIN : SEKITAR
145.000.000

ANGGARAN KESEHATAN MENURUT


FUNGSINYA
PERAWATAN RAWAT JALAN : 24,5 M
(0,36 %)
PERAWATAN RAWAT INAP : 40 M
(0,60 %)
OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN RS :
795 M (11,87 %)
PROMOTIF - PREVENTIF : 1 T (15,32 %)
ALAT KESEHATAN : 905 M (13,44 %)
ADMINISTRASI PROGRAM KESEHATAN :
835 M (12,41 %)

BIAYA KESEHATAN PER KAPITA DI


BEBERAPA DAERAH (1999/2000)
Kab/Kota
Tangerang
Bandar lampung
Buton
Kendari
Gresik
Palembang
Dairi
Karo
Medan

Pemrth
0.77
1.60
0.41
0.71
0.70
0.79
2.94
5.76
1.19

Masy
3.74
7.53
1.26
2.52
5.99
4.73
4.79
4.71
7.60

Total
4.51
9.15
1.67
3.23
6.68
5.52
7.73
10.47
8.79

Pertanyaan apa yangterjawab dari


Kajian Pembiayaan Kesehatan Daerah
Bersumber Publik?
Berapa besar pembiayaan kesehatan publik yangtersedia pada
satu tahun,totaldan perkapita?
Siapa aktor penting dalam pembiayaan kesehatan bersumber
publik?Seberapa penting perannya terhadap totalpembiayaan
kesehatan
kesehatan publik?
publik?

Bagaimana
Bagaimana dana
dana publik
publik didistribusikan
didistribusikan ke
ke berbagai
berbagai pelayanan,
pelayanan,
intervensi
intervensi dan
dan alokasi
alokasi dana
dana untuk
untuk programintervensi
programintervensi
kesehatan
kesehatan masyarakat
masyarakat dibanding
dibanding dengan
dengan pelayanan
pelayanan rawat
rawat
inap?Atau
inap?Atau intervensi
intervensi penyakit
penyakit menular
menular dibanding
dibanding program
program
kesehatan
kesehatan ibu
ibu dan
dan anak
anak (KIA)?Analisa
(KIA)?Analisa ini
ini dapat
dapat digunakan
digunakan
sebagai
sebagai indikator
indikator yangbaik
yangbaik bila
bila penentu
penentu kebijakan
kebijakan ingin
ingin
merubah
merubah prioritas
prioritas sumber
sumber daya
daya

Siapa
Siapa yangmerasakan
yangmerasakan manfaat
manfaat dari
dari pembiayaan
pembiayaan kesehatan
kesehatan ini?
ini?

Pusat

Dana
DEKON

JPSBK/
PDPSE/
PKPSBBM

DAK

PLN

APBD
Propinsi

APBD
Kabupaten /
Kota

Sektor Non Kesehatan


DIP/DIK, DASK

Sektor
Kesehatan
DIP/DIK,
DASK

Dinkes
RSUD

BKKBN
Diknas
PMD
Kimpraswil
Dinsos
Setda Pemda

Kegiatan Non
Kesehatan
DIP, DASK

Kegiatan
Kesehatan
DIP, DASK

Pembiayaan Kesehatan Daerah


Kabupaten/Kota

Gaji PTT
(Dokter &
Bidan)

ALOKASI
ALOKASI

REALISASI
REALISASI

Berapa kontribusi masing-masing sumber di


kabupaten / kota????
Pusat
40%
Kabupaten
/Kota
60%

Hasil Studi
Pembiayaan Kesehatan Daerah
di DI.Yogyakarta dan Provinsi
Lampung
Tahun 2002 - 2003

Pembiayaan Kesehatan Bersumber DAU/PAD


dibandingkan Total Anggaran APBD Kabupaten
Tahun 2002 - 2003
KABUPATEN/KOTA

2002

2003

Propinsi Lampung
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
Kab. Lampung Selatan
Kab. Tanggamus
Kab. Lampung Timur
Kab. Lampung Tengah
Kab. Lampung Utara
Kab. Lampung Barat
Kab. Tulang Bawang
Kab. Way Kanan

38,811.03
99,286.78
28,470.61
29,055.75
24,141.51
28,027.56
47,849.38
40,083.46
33,056.92
35,253.73

36,531.50
138,556.46
41,667.64
51,570.92
45,489.93
44,628.29
61,119.00
42,116.78
45,551.36
80,146.58

Propinsi DI. Yogyakarta


Kota Yogya
Kab. Bantul
Kab. Sleman
Kab. Kulon Progo
Kab. Gunung Kidul

68,139.84
52,277.70
41,136.85
84,906.21
45,871.12

77,046.18
63,394.97
45,517.83
99,649.23
56,660.23

Alokasi Pembiayaan Kesehatan Pemerintah per Kapita


Tahun 2002 - 2003
KABUPATEN/KOTA

2002

2003

Propinsi Lampung
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
Kab. Lampung Selatan
Kab. Tanggamus
Kab. Lampung Timur
Kab. Lampung Tengah
Kab. Lampung Utara
Kab. Lampung Barat
Kab. Tulang Bawang
Kab. Way Kanan

5.00
7.87
6.06
5.31
3.41
3.88
5.09
4.32
6.63
3.10

4.37
8.88
5.55
6.64
6.42
4.35
4.66
4.14
4.58
9.18

Propinsi DI. Yogyakarta


Kota Yogya
Kab. Bantul
Kab. Sleman
Kab. Kulon Progo
Kab. Gunung Kidul

5.93
6.53
6.80
8.40
6.71

6.06
7.39
7.62
7.51
7.08

SUSTAINABILITY
SUSTAINABILITY
Komposisi
Komposisi Pembiayaan
Pembiayaan Kesehatan
Kesehatan di
di Pusat,
Pusat, Propinsi
Propinsi dan
dan Kabupaten
Kabupaten
Tahun
Tahun 2003
2003
KABUPATEN/KOTA

Pusat

2003
Propinsi

Kabupaten

Propinsi Lampung
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
Kab. Lampung Selatan
Kab. Tanggamus
Kab. Lampung Timur
Kab. Lampung Tengah
Kab. Lampung Utara
Kab. Lampung Barat
Kab. Tulang Bawang
Kab. Way Kanan

33.00
32.57
46.22
42.33
38.49
58.51
39.45
42.53
53.64
31.42

5.05
3.96
4.45
3.64
4.11
4.18
3.00
4.16
4.12
2.34

61.95
63.47
49.33
54.03
57.41
37.32
57.55
53.30
42.23
66.24

Propinsi DI. Yogyakarta


Kota Yogya
Kab. Bantul
Kab. Sleman
Kab. Kulon Progo
Kab. Gunung Kidul

16.09
38.69
14.64
19.04
19.46

14.25
0.03
0.04
14.93
19.92

69.67
61.27
85.31
66.03
60.62

Komposisi Pembiayaan Kesehatan


di Sektor Kesehatan dan Non Kesehatan Tahun 2003
KABUPATEN/KOTA

Propinsi Lampung
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
Kab. Lampung Selatan
Kab. Tanggamus
Kab. Lampung Timur
Kab. Lampung Tengah
Kab. Lampung Utara
Kab. Lampung Barat
Kab. Tulang Bawang
Kab. Way Kanan
Propinsi DI. Yogyakarta
Kota Yogya
Kab. Bantul
Kab. Sleman
Kab. Kulon Progo
Kab. Gunung Kidul

Sektor
Kesehatan

Sektor non
Kesehatan

85.45
88.27
92.32
100.00
91.42
94.15
91.49
96.90
92.49
98.69

14.55
11.73
7.68
8.58
5.85
8.51
3.10
7.51
1.31

91.38
99.36
98.81
96.64
96.47

8.62
0.64
1.19
3.36
3.53

Proporsi Pembiayaan Kesehatan di Dinkes


Menurut Jenis Pembiayaan, Tahun 2002
KABUPATEN/KOTA

Investasi

2002
Operasional

Pemeliharaan

Propinsi Lampung
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
Kab. Lampung Selatan
Kab. Tanggamus
Kab. Lampung Timur
Kab. Lampung Tengah
Kab. Lampung Utara
Kab. Lampung Barat
Kab. Tulang Bawang
Kab. Way Kanan

5.64
17.09
8.00
10.46
19.02
17.08
18.12
8.49
20.62
30.82

93.67
80.93
86.50
87.18
79.73
80.53
80.70
89.65
78.82
64.42

0.69
1.98
5.50
2.36
1.25
2.39
1.18
1.86
0.56
4.76

Propinsi DI. Yogyakarta


Kota Yogya
Kab. Bantul
Kab. Sleman
Kab. Kulon Progo
Kab. Gunung Kidul

12.43
11.08
11.14
21.71
8.57

85.08
87.12
85.60
77.61
89.99

2.49
1.80
3.26
0.68
1.44

Proporsi Pembiayaan Kesehatan di Dinkes


Menurut Jenis Pembiayaan Tahun 2003
KABUPATEN/KOTA

Investasi

2003
Operasional

Pemeliharaan

Propinsi Lampung
Kota Bandar Lampung
Kota Metro
Kab. Lampung Selatan
Kab. Tanggamus
Kab. Lampung Timur
Kab. Lampung Tengah
Kab. Lampung Utara
Kab. Lampung Barat
Kab. Tulang Bawang
Kab. Way Kanan

14.61
24.78
9.42
22.41
36.40
37.35
16.82
18.78
26.24
48.94

84.37
67.19
85.23
71.20
58.25
59.58
82.45
79.18
69.93
50.00

1.02
8.03
5.35
6.39
5.34
3.08
0.73
2.05
3.83
1.06

Propinsi DI. Yogyakarta


Kota Yogya
Kab. Bantul
Kab. Sleman
Kab. Kulon Progo
Kab. Gunung Kidul

5.20
5.80
11.80
18.57
10.22

93.39
93.06
84.16
80.62
88.08

1.41
1.14
4.04
0.81
1.71

Proporsi Pembiayaan Kesehatan di Dinkes Kabupaten Lampung


Barat, Tahun 2002 - 2003
F u n g si

A l k e s
B e l a n ja B a r a n g
B e l a n ja L a i n l a i n
B e l a n ja P e g a w a i
B e l a n ja P e m e l i h a r a a n
B e l a n ja P e r ja l a n a n
H a r k e s D a s a r
H a r k e s R u ju k a n
I n v e s t a s i G e d u n g
I n v e s t a s i S a r a n a
L a b k e s
P e r e n c a n a a n
P r e v e n t i f
P r e v e n t i f O b a t
P r o m o t i f
R i s e t & D e v e l o p m e n t
T r a i n i n g

2002

4 .9 4 %
4 .8 9 %
0 .6 4 %
5 2 .3 8 %
0 .6 5 %
0 .1 3 %
2 .0 7 %
2 .2 3 %
1 .7 8 %
0 .5 4 %

3 .3 8 %
2 .0 3 %
1 9 .0 7 %
1 .3 5 %
0 .2 8 %
3 .6 4 %

2003

3 .8 8 %
8 .0 6 %
1 .7 9 %
3 3 .5 7 %
1 .1 3 %
0 .1 8 %
4 .6 7 %
3 .1 1 %
2 .9 3 %
7 .6 0 %
0 .0 3 %
2 .4 7 %
1 .3 0 %
2 3 .1 1 %
1 .2 5 %
0 .2 3 %
4 .6 8 %

Proporsi Pembiayaan Kesehatan di Dinkes Kota Metro Menurut


Fungsi Program, Tahun 2002 - 2003
F u n g si

P 2 M
Y a n k e sm as
K e slin g
F M
S a rk e s
G iz i
K IA /K e sg a
S D K
P ro m k e s
R u tin /A d m

2002

2003

4 .6 5 %
1 1 .3 6 %
1 .2 0 %
1 7 .3 5 %
8 .8 9 %
2 .1 3 %
3 .5 9 %
2 .3 9 %
2 .7 6 %
4 5 .7 0 %

7 .5 3 %
1 4 .9 8 %
0 .2 2 %
1 1 .7 1 %
1 6 .5 0 %
1 .0 5 %
1 .8 5 %
5 .6 7 %
1 .7 5 %
3 8 .7 5 %

10MataAnggaran
10MataAnggaranTerbesar
Terbesardi
diDinkes
Dinkes&RSU
&RSU
Kab.Lampung
Kab.LampungBarat,Tahun
Barat,Tahun2003
2003
DIP, DIK dan lain2
DINKES

RSUD

Gaji & Tunjangan


Vaksin
Obat
Kendaraan
Pengobatan
Operasional Puskesmas
Pendidikan
Gedung
Alat Medis
Rujukan
Mata Anggaran Lainnya
Total Pembiayaan Dinkes
Gaji & Tunjangan
Insentif
Obat
Honorarium
Listrik / Telepon / Air / Fax
Pemeliharaan kendaraan
alat medis
Rujukan Gakin
Pelatihan
Alat non medis
Mata Anggaran Lainnya
Total Pembiayaan RSU

Excl DIK
4,192,507,000
1,567,735,828
1,389,471,560
1,000,000,000
766,000,000
548,000,000
494,315,000
414,900,000
403,485,000
347,489,000
1,963,760,750
13,087,664,138

32.03%
11.98%
10.62%
7.64%
5.85%
4.19%
3.78%
3.17%
3.08%
2.66%
15.00%
100.00%

Vaksin
Kendaraan
Obat
Pengobatan
Operasional Puskesmas
Pendidikan
Gedung
Alat Medis
Rujukan
Operasional Bidan
Mata Anggaran Lainnya
Total Pembiayaan Dinkes Excl DIK

1,567,735,828
1,000,000,000
989,471,560
766,000,000
548,000,000
494,315,000
414,900,000
403,485,000
347,489,000
218,000,000
1,370,628,000
8,120,024,388

19.31%
12.32%
12.19%
9.43%
6.75%
6.09%
5.11%
4.97%
4.28%
2.68%
16.88%
100.00%

1,008,234,000
549,600,000
473,911,955
307,980,000
214,862,415
117,742,000
96,544,000
68,801,400
67,692,000
64,281,000
345,303,850
3,314,952,620

30.41%
16.58%
14.30%
9.29%
6.48%
3.55%
2.91%
2.08%
2.04%
1.94%
10.42%
100.00%

Obat
alat medis
Rujukan Gakin
Pelatihan
Alat non medis
Operasional RS
Alkes Lab
Bahan makanan
Alkes Rontgen
Pemeliharaan peralatan / Mesin kantor
Mata Anggaran Lainnya
Total Pembiayaan RSU Excl DIK

467,165,955
96,544,000
68,801,400
67,692,000
64,281,000
50,463,000
48,686,250
26,897,100
24,052,500
8,730,000
22,535,000
945,848,205

49.39%
10.21%
7.27%
7.16%
6.80%
5.34%
5.15%
2.84%
2.54%
0.92%
2.38%
100.00%

10MataAnggaran
10MataAnggaranTerbesar
Terbesardi
diDinkes
Dinkes&RSU
&RSU
Kab.Lampung
Kab.LampungSelatan,Tahun
Selatan,Tahun2003
2003
DIP, DIK dan lain2
DINKES

RSU

Gaji & Tunjangan


Obat
Vaksin
Gaji PTT
Pemeliharaan Gedung
Yankesdas
Pendidikan
Operasional BDD
Kebidanan
Kontrak / Jasa Fihak Ketiga
Mata Anggaran Lainnya
Total Pembiayaan Dinkes
Alat Medis
Operasional RSU dari Pendpt Fungs.
Insentif/Lembur
Gaji & Tunjangan
Alat Laboratorium
Operasional RSU dari Askes (Klaim)
Operasional RSU
Bahan Makanan
Peralatan / Mesin Kantor
Pemeliharaan Gedung
Mata Anggaran Lainnya
Total Pembiayaan RSU

Excl DIK
11,536,647,000
5,733,770,050
4,781,028,771
2,340,300,000
1,584,000,000
1,256,000,000
1,153,810,000
1,132,000,000
1,010,000,000
1,000,000,000
6,973,276,403
38,500,832,224

29.96%
14.89%
12.42%
6.08%
4.11%
3.26%
3.00%
2.94%
2.62%
2.60%
18.11%
100.00%

Obat
Vaksin
Pemeliharaan Gedung
Yankesdas
Pendidikan
Operasional BDD
Kebidanan
Kontrak / Jasa Fihak Ketiga
Kendaraan
Perjalanan / Transport
Mata Anggaran Lainnya
Total Pembiayaan Dinkes excl DIK

5,733,770,050
4,781,028,771
1,572,400,000
1,256,000,000
1,153,810,000
1,132,000,000
1,010,000,000
1,000,000,000
927,378,000
584,082,000
5,246,966,403
24,397,435,224

23.50%
12.42%
4.08%
3.26%
3.00%
2.94%
2.62%
2.60%
2.41%
1.52%
13.63%
100.00%

2,958,484,500
1,200,000,000
934,000,000
769,233,000
493,663,000
482,788,110
474,671,000
206,088,000
140,000,000
59,500,000
364,164,500
8,082,592,110

36.60%
14.85%
11.56%
9.52%
6.11%
5.97%
5.87%
2.55%
1.73%
0.74%
4.51%
100.00%

Alat Medis
Alat Laboratorium
Operasional RSU dari Askes (Klaim)
Operasional RSU
Peralatan / Mesin Kantor
Honorarium
Bahan ATK / Fotokopi
Perjalanan / Transport
Pelelangan
Dokumentasi / Media
Mata Anggaran Lainnya
Total Pembiayaan RSU excl DIK

2,872,647,000
485,000,000
482,788,110
474,671,000
115,000,000
11,277,000
8,428,400
3,760,000
2,500,000
1,087,600
300,000
4,457,459,110

64.45%
10.88%
10.83%
10.65%
2.58%
0.25%
0.19%
0.08%
0.06%
0.02%
0.01%
100.00%

Penutup:
DHA memberi informasi tentang tingkat
kecukupan, sustainability, efisiensi, dan
efektivitas pembiayaan pada periode yang telah
berjalan.
DHA dipakai untuk penajaman sasaran
perencanaan dan penganggaran kabupaten/kota
DHA dipakai sebagai dasar untuk efisiensi
distribusi anggaran di periode mendatang

Pembiayaan Kesehatan bersumber


dari mekanisme pasar

ISU ISU
MEKANISME PASAR

MONOPOLI
OLIGOPOLI
PASAR BEBAS

FEE FOR SERVICE


EQUITY LIBERTARIAN
DEMAND MASYARAKAT
ASYMETRI INFORMASI
SUPPLY INDUCED DEMAND

Consumer choice and demand


Income
Consumer choice
Preference

Price of related goods

Advertising

Demand

KURVA DEMAND
Dn : lereng negatif, makin rendah
Harga, makin banyak permintaan

P
Dn +1

Dn +1, meningkatnya pendapatan


permintaan akan bertambah
Dn

Dn - 1

Dn n- 1, makin meningkat
pendapatan seseorang, makin
menurunkan permintaan thd
barang inferior

FUNGSI PERMINTAAN THD


PELAYANAN KESEHATAN
Qd = f (P, Po, Y, I, Z )
Qd = kuantitas permintaan
P = harga pelayanan kesehatan
Po = harga barang dan pelayanan substitusi
Y = pendapatan seseorang
I = asuransi
Z = selera (preferensi)

ELASTISITAS DEMAND
P

HARGA

Makin cenderung ke garis vertikal


D3, makin inelastis demand terhadap
asuransi kesehatan

D3

D2

Makin ke garis D1 (garis horisontal)


makin elastis, artinya :
kuantitas permintaan sangat
tergantung pada perubahan harga
D1

KUANTITAS

ELASTISITAS PELKES VS
DEMAND ASKES
Pengaruh asuransi thd permintaan
pelayanan kesehatan makin BESAR dengan
makin elastisnya pelayanan kesehatan
Sebaliknya :
Pengaruh asuransi terhadap pelayanan
kesehatan makin KECIL dengan makin
inelastisnya jenis pelayanan kesehatan

SUPPLY
TK KOMPETISI
TINGGI
RENDAH

KEAHLIAN
DEMAND MASYARAKAT (ATP)
KEBIJAKAN

Mekanisme Penyusunan Tarif


berbasis Unit-cost
Hasil
UC Jasa
Sarana
UC Jasa
Pelayanan

Aspek Pasar; Ability to


pay, PAD, aspek Sosial,
dll

Usulan
Tarif

Tekanan
Politik

Pemilik
(Pemda)
Dan
DPRD

Bagaimana kecenderungannya?
Penetapan tarif merupakan instrumen
dalam suatu sistem yang berbasis pada
pasar.
Perhitungan unit cost merupakan salah
satu faktor yang menentukan tarif
Faktor lain : tarif pesaing, ATP dan WTP,
kebijakan

Tujuan penetapan tarif:


Pemulihan Biaya
Subsidi Silang
Meningkatkan akses Pelayanan
Meningkatkan mutu Pelayanan
Tujuan lain-lain

Beri Nilai